Beauty and Kyuubi

Pairing: Uzumaki Naruto x Haruno Sakura

Rate : T

Genre: Friendship, romance, and litlle fantasy

Inspired from Beauty and The beast and many other story

Disclaimer: Naruto belong to Masashi Kishimoto ^^

WARNING!

Fiction ini mengandung banyak Typo, alur gaje, abal, OOC, AU, many Dialogue, RUSH, and bejibun warning!

Author newbie, mohon bimbingan para senpai~

The last piece in chapter 1

Sakura berhenti saat ia mendengar suara aneh, tiba-tiba suara itu mendekat, ia menengok ke belakang ada bayangan hitam dibalik pohon, ia yang kelelahan mulai pusing. Ketika bayangan itu mendekat dan mendekat, ia tak sanggup berlari. Bruukk, ia terjatuh pingsan, namun ia sebelum pingsan sepenuhnya seseorang berambut pirang jabrik dan bermata blue-sapphire menggendongnya ala bridal style.

"Arigatou~" gumam Sakura pelan.

Don't Like? ._. Don't Read! Please,^_~

"Douita, Sakura-chan." Sang pemuda pirang berujar, sambil berjalan dan sesekali berhenti menatap seorang gadis yang kini berada digendongannya.

"Kau sungguh telah berubah menjadi wanita yang sempurna, rambut merah mudamu yang dulunya pendek kini kau biarkan panjang." Pangeran Naruto, ya dia adalah pangeran Naruto yang hilang. Sang pangeran mendongak keatas, bulan purnama akan segera berakhir dan akan digantikan oleh mentari pagi. Ia harus cepat membawa Sakura ke tempat yang aman.

"Apakah aku bisa bersamamu lagi Sakura, berdansa dan bermain bersama kurama?" tanpa Naruto sadari setetes air mata telah lolos dari tempatnya. Jika Sakura masih bersamanya saat pagi tiba, Naruto tidak tahu apakah Sakura masih bisa hidup. Karena ia akan menyerang siapa saja yang ada dihadapannya saat menjadi kyuubi.

Tokyo Senior High School

"Akhirnya~" seorang wanita cantik dengan rambut pirang pucat di ikat ponytail meregangkan tangannya ke atas, ia mulai beranjak turun dari bus yang digunakannya untuk study tour kemarin. Ketika turun ia teringat akan sesuatu 'Sakura' segera ia mencari keberadaan sahabat sekaligus rival-nya di tempat Hinata dan Tenten berada.

"Ne Hinata-chan, Tenten-chan~" Ino melambaikan tangan kearah Hinata dan Tenten yang baru saja keluar dari bus yang mereka naiki.

"A-ada apa Ino-chan? Kenapa tidak bersama Sakura?" tanya Hinata heran.

"Eh, bukannya Sakura ada di bus kalian?" Ino memiringkan kepalanya.

"Kau bercanda Ino? Sakura kan ada di bus yang kamu naiki, kenapa malah tanya keberadaan Sakura ke kami?" jawab Tenten yang baru saja mengambil barang bawaannya di bagasi bus.

"Iya, sebelumnya dia memang bersamaku, tapi saat bus berhenti, dia memintaku untuk pindah ke bus kalian, namun aku menolak. Akhirnya dia tetep keluar bus untuk pindah ke bus kalian," jelas Ino panjang lebar.

"Serius kau Ino?" tanya Tenten, Ino hanya menjawabnya dengan anggukan singkat. Tiba-tiba mereka bertiga mendadak terdiam, beberapa saat kemudian Ino, Hinata, dan Tenten saling menatap gugup.

"Jangan-jangan-" ucap mereka bertiga bersamaan, "kita harus tanya pada Kurenai-sensei."

Segera mereka menghampiri guru yang membimbing kelasnya saat study tour sekaligus wali kelas Ino dan Sakura. "Kurenai-sensei," Ino memanggil sang sensei yang sedang sibuk memeriksa barang bawaannya.

"Ya, ada apa Yamanaka?" jawabnya tanpa menoleh kearah Ino.

"Sakura, dia hilang sensei," ucapnya pelan.

"A-APA!" teriak sang sensei kaget. Kurenai-sensei meminta mereka bertiga agar diam dulu, tidak menceritakan hal ini kepada orang lain, merekapun mengangguk setuju, karena hari sudah sangat larut tepatnya pukul 11.45 mereka akhirnya menghubungi keluarganya masing-masing untuk menjemputnya, dan kembali ke sekolah keesokannya untuk memberitahu orang tua Sakura.

Ke esokkan harinya di tempat Sakura berada,

"Ukh, dimana aku?" Sakura melihat kekanan dan kekiri, sekarang ia ada di dalam rumah, ia merasa asing dengan rumah ini, biasanya rumah akan terdiri dari beberapa ruangan namun tidak untuk rumah dimana saat ini ia berada. Rumah ini hanya terdiri dari satu ruangan tidak ada sekat yang membatasi antara kamar tidur dengan dapur, di depannya terdapat tungku dengan kuali yang lumayan besar.

Ngik,

Terdengar suara decitan pintu saat sakura sibuk mengeksplorasi setiap sudut rumah itu, segera ia terkesiap melihat siapa yang telah membuka pintu rumah itu. "Kamu sudah bangun ternyata," seorang wanita tua yang tadi membuka pintu rumahnya membalikkan badan.

"A-ano, nenek siapa? Dan kenapa aku bisa ada disini?" tanya Sakura, sang nenek lalu berjalan kearahnya setelah meletakkan sesuatu diatas meja.

"Namaku Chiyo, aku menemukanmu didepan pintu rumahku saat dini hari," jelas sang nenek.

"Apa kau tidak ingat kenapa kau sampai ke rumahku?" tanya nenek Chiyo heran.

"Akh, yang aku ingat hanya uhm," Sakura berpikir sejenak ah, ia ingat saat itu ia hampir terjatuh pingsan namun tiba-tiba ada seseorang yang datang menopang tubuhnya agar tidak jatuh, ia ingat ciri-ciri orang itu, dia memiliki rambut jabrik berwarna kuning dan warna mata blue sapphire. Sakura pun menceritakan kenapa ia bisa sampai dirumah nenek Chiyo, mungkin orang itu yang telah membawanya.

"Ah, jangan-jangan pangeran Naruto," gumam nenek Chiyo, namun gumaman sang nenek masih dapat terdengar oleh Sakura, iapun mengernyit.

"A-apa? Pangeran Naruto?" kata Sakura kaget, Sakura memang orang yang baru pindah ke Tokyo namun ia sudah tahu tentang kisah pangeran Naruto dari sahabatnya, Ino.

"Kalau tidak salah, bukannya pangeran menghilang, Chiyo-baasan?"

"Ah, aku akan cerita tentang pangeran Naruto yang sebenarnya padamu Sakura," melihat rasa penasaran Sakura yang begitu tinggi, iapun menceritakan tentang pangeran Naruto kepadanya.

"Sebenarnya ini rahasia, namun sepertinya kau sangat ingin tahu tentang pangeran Naruto." Chiyo-baasan menghela napas, sebelum ia mulai bercerita.

"Pangeran Naruto sebenarnya tidak hilang, dia hanya bersembunyi." Sakura memiringkan kepalanya, pertanda ia tidak mengerti. Sebelum Sakura bertanya Chiyo-baasan sudah melanjutkan ucapannya.

"Raja dan Ratu tentu tahu akan hal itu, mereka membuatkan kastil untuk pangeran Naruto tinggal. Pangeran tidak ingin membuat orang-orang di lingkugan istana takut dengan keadaannya sekarang, maka dari itu pangeran meminta agar Raja dan Ratu membiarkannya tinggal dihutan."

"T-tunggu Chiyo-baasan, apa maksud dengan pangeran tidak mau membuat orang-orang takut?" Sakura heran kenapa orang-orang harus takut, jika benar yang ia temui semalam adalah sang pangeran.

"J-jangan bilang kalau p-pangeran Naruto bukan lagi m-manusia!?" seketika sakura merinding mengucapkan pertanyaan itu.

"Tepatnya dia telah disihir menjadi kyuubi, sebenarnya dia tidak sepenuhnya menjadi kyuubi, karena dia masih bisa menjadi manusia hanya ketika bulan purnama." Jelas Chiyo-baasan dengan memberi tekanan pada kata 'hanya' Sakura hanya ber'oh' ria, ia ingat bahwa tadi malam memang bulan purnama.

"A-ah,..souka! oh iya, Chiyo -baasan kenapa baasan bisa tahu tentang semua itu?" hal yang paling membuat Sakura penasaran akan nenek tua itu, padahal dia tinggal dirumah yang dekat dengan hutan, jauh dari pemukiman penduduk lain, apalagi dengan istana, namun kenapa dia bisa tahu tentang semua yang terjadi pada pangeran Naruto?

"Aku dulu seorang tabib kerajaan," Sakura mengerutkan keningnya, 'tabib' setahunya dokter sudah ada, kenapa pihak kerajaan masih percaya tabib?

"Walaupun ini sudah jaman modern, tapi disini masih ada penyihir contohnya aku." Kata Chiyo -baasan seolah-olah menjawab apa yang dipikirkan oleh Sakura.

"Aku seorang penyihir sekaligus tabib," Sakura ternganga' oh my...p-penyihir' ia baru ingat, kenapa pangeran bisa disihir menjadi kyuubi kalau tidak ada yang namanya penyihir, jadi Orochimaru.

~~Beauty and kyuubi~~

"B-bagaimana bisa? Aku kira semalam dia tidak pulang karena menginap di rumah Ino?" Jiraiya yang berada di ruang kerjanya tergagap, ia baru saja diberi tahu oleh wali kelas Sakura bahwa Sakura telah hilang.

"Tunggu aku disana dan setelah itu tolong anda ceritakan semuanya." Setelah menutup telepon ia langsung melesat ke parkiran dan melaju ke Tokyo Senior High School, sepanjang perjalanan Jiraiya tidak bisa berpikir jernih, kalau Tsunade tahu tamatlah riwayatnya. Tak butuh waktu yang lama ia sudah samapai di sekolah putrinya tercinta, disana sudah ada Kurenai dan beberapa siswi yang menunggu di taman. Segera ia berjalan setelah tak lupa mengunci mobilnya menuju sang sensei. Ino selaku saksi mata menceritakan bagaimana Sakura pindah ke bus Hinata dan Tenten.

"Jadi Sakura pindah, ketika bus sedang berhenti disekitaran hutan konoha," gumam Jiraiya, seperti teringat sesuatu ia langsung berdiri.

"Tolong berita tentang Sakura hilang jangan disebar luaskan, biar kau yang menangani ini ." setelah mendapat jawaban dari keempat orang yang berada disana, ia segera pergi.

Sekarang Jiraiya sudah pulang kerumahnya, ia mencari nomor telepon yang sepertinya sering ia hubungi, "ah, ketemu!" segera ia masukkan nomor yang tertera di catatan kecil khusus nomor telepon. Terdengar suara diseberang yang menanyakan dengan siapa ia bicara, Jiraiya pun langsung menjawab.

"Maaf lancang telah menelepon anda, Minato-sama."

"Apakah ini Jiraiya-senpai?" yang diseberang bertanya, ternyata yang Jiraiya telepon adalah Raja kerajaan konoha Minato Namikaze. Jiraiya sendiri adalah kakak kelas Raja Minato saat ia bersekolah di Konoha King Academy, sekolah khusus untuk warga kerajaan Konoha. Pasti kalian bertanya-tanya kenapa Jiraiya bisa bersekolah di KKA, dia adalah anak dari penasehat Raja Konoha yang dulu. Jiraiya sendiri sudah diangggap sebagai kakak oleh Raja Minato.

"Haha! Ternyata kau masih mengenali suaraku yang merdu ini ya, Minato!?" Jiraiya tertawa keras.

"Ngomong-ngomong, ada apa Jiraiya-senpai menghubungiku?"

"Seperti biasa kau selalu to the point, apakah aku mengganggumu?"

"Ah, tidak juga senpai, kau tidak ingat sekarang bulan apa?" Jiraiya mendengar suara Raja Minato menyendu.

"A-ah, maaf Minato seandainya aku tidak menghilangkan kalungku itu, pasti sudah kuberikan untuk Naruto dan diapun tidak akan seperti sekarang ini. Aku meneleponmu karena aku butuh bantuanmu," kata Jiraiya terusterang.

"Tidak apa senpai, pasti akan kubantu jika aku bisa, senpai."

"Kau tahu Putriku?" Jiraiya bertanya.

"Sakura? Memangnya Sakura kenapa, senpai?"

"Sebelumnya aku mau tanya, apakah kau sudah menyegel hutan konoha?"

"Sudah, yang hanya bisa masuk hanya darah keturunan namikaze, Uzumaki dan Senju." Jelas sang raja.

"Hah, kenapa darah keturunan senju kau tutup saja Minato?" Jiraiya melotot.

"Dulu Tsunade-neesan dan anda kan sering berkunjung ke kastil Naruto, senpai manamungkin kututup? Memangnya ada masalah apa senpai?"

"Sakura hilang saat berkunjung ke museum kerajaan konoha, tepatnya dia hilang di hutan konoha."

"A-apa!"

"Besok kau tidak ada urusan yang pentingkan? Karena aku akan kesana." Setelah itu Jiraiya menghubungi isterinya, Tsunade sangat terkejut akan hal yang terjadi di Tokyo, iapun langsung meminta pada Jiraiya untuk ikut serta ke Konoha besok.

Kerajaan Konoha

"Ada masalah apa Minato?" tanya seorang wanita bermbut panjang dengan warna merah darah kepada seorang yang sedang berada di depan meja yang penuh dengan tumpukan berkas tepatnya sedang duduk mebelakangi meja dengan pandangan keluar jendela.

"H-huhh~" yang ditanya mengela napas panjang serta membalikkan kursinya menghadap sang isteri, ya wanita cantik itu adalah isteri raja Konoha, Kushina Uzumaki.

"Dua hari lagi tanggal 10 oktober, apakah kita bisa menghancurkan sihir itu Minato?" ratu Kushina duduk di sofa yang menghadap ke jendela.

"Aku tidak tahu, tadi Jiraiya-senpai meneleponku,"

"Apakah dia sudah tahu cara untuk mengembalikan Naruto?" tanya sang isteri antusias. Minato menggelengkan kepala lemah.

"Puterinya, Sakura hilang di hutan Konoha." Raja Minato ikut mendudukkan drinya disamping Ratu Kushina.

"A-apa?! Itu berarti jika Sakura masuk ke hutan Konoha dia dalam bahaya! Bagaimana kalau Naruto menyerangnya, saat dia berubah menjadi kyuubi dia kan tidak bisa membedakan apakah itu manusia atau bukan?" Ratu Kushina mulai panik.

"Maka dari itu besok Jiraiya-senpai akan ke Konoha untuk mencari Sakura, aku akan membantunya." Raja Minato bangkit berjalan ke arah balkon ruang kerjanya.

"Aku juga ikut!" sebelum raja Minato memrotes ratu Kushina langsung berkata" Aku akan melihat keadaan Naruto, setidaknya sebelum dia menjadi kyuubi selamanya." Tanpa sadar Ratu menesteskan air matanya, Ibu mana yang tidak menangis jika tahu anaknya tidak akan menjadi manusia lagi?

Rumah Chiyo-baasan

"Orochimaru dulunya adalah anak yang di asuh oleh Raja Hiruzen, dan Orochimaru sendiri sudah menganggapnya sebagai ayah, dia tidak suka dengan Minato-sama dari dulu, akhirnya tanpa sepengetahuan raja Hiruzen dia mencuri buku sihir terlarang dan mempelajarinya," cerita Chiyo-baasan sambil membuat sesuatu di kuali hitam besar, Sakura berpikir kira-kira apa yang dibuat oleh sang nenek, apakah ramuan ajaib?

"Ah, sudah matang." Seru melihat apa yang ia buat sudah selesai, Chiyo-baasan segera mengambil dua buah mangkuk.

"Apa yang baa-san buat?" tanya Sakura penasaran

"Aku membuat sup miso, kau belum makan kan?" Sakura menggelneg pelan, dikiranya ramuan aneh apa. Segera Sakura terima mangkung yang sudah berisi sup miso itu . sambil memakan sup buatan sang nenek dia bertanya.

"Jadi Orochimaru sangat kuat ya baa-san? Dia masih hidup?" Sakura meniup sup di sendok sebelum melahapnya.

"Walaupu kuat dia masih punya kelemahan, dia ada dihutan tepatnya penjara." Jawabnya sambil berjalan mengambil minum.

"B-bagaimana jika-"

"Dia di pasung oleh Minato-sama, salah satu kelemahan Minato -sama, dia tidak tega jika menghukum orang dengan hukuman mati."

"Oh.." Sakura terdiam, ah ia hampir lupa, sekarang sudah siang kenapa tidak meminta baa-san ini mengatarnya ke kota?

"Apakah kau ingin pulang Sakura?" sepertinya Chiyo-baasan dapat membaca pikirannya.

"Apakah baa-san bisa mengantarku ke kota?" Sakura malah balik bertanya.

"Sebenarnya aku mau meminta bantuanmu, karena ini berkaitan dengan sang pangeran." Chiyo-baasan meletakkan mangkuk yang telah ditempat cucian piring, sebelum Chiyo-baasan mencuci mangkuk itu, Sakura sudah berada disamping sang nenek, merebut mangkung yang ada ditangannya lalu mencuci, dan meminta agar ia saja yang mencucinya.

"Memangnya aku bisa membantu apa baa-san?"

"Tepat ulang tahun pangeran ke tujuh belas, pangeran Naruto akan menjadi kyuubi selamanya." Ada perasaan aneh yang membuat jantungnya berdenyut sakit, ia terdiam. A-apa! Pangran Naruto tidak bisa berubah menjadi manusia lagi? Hampir saja Sakura jatuh terduduk, kalau saja Chiyo-baasan tidak menopangnya dari samping.

"Kau tidak apa-apa Sakura?" Sakura menggeleng pelan dan meminta agar sang nenek menjelaskan alasn agar ia dapat membantunya.

"Dan saat pangeran Naruto benar-benar menjadi kyuubi, Orochimaru akan menjadikannya alat untuk menghancurkan kerajaan Konoha,"

"B-bagaimana baa-san bisa tahu semua itu?" Chiyo-baasan mengambil sesuatu di lemari kayu hitam besar tepat dipojok rumah itu, tongkat sihir.

"Homenum Revelio" Sang nenek mengucapkan suatu mantra dan munculah bayangan seperti yang ditampilkan oleh proyektor, di dalam layar transparan terdapat dua orang yang sepertinya sedang mendiskusikan sesuatu. Orang yang mempuyai rambut warna putih dan berkaca mata bundar berkata "Orochimaru-sama, aku sudah mendapatkan tongkat sihir anda." Yang dipanggil dengan Orochimaru-sama tertawa sambil berujar "Bagus, dengan ini besok secepatnya kita lakukan rencana kita!" Obito orang berkacamata itu melepaskan semua rantai yang mengikat tangan dan kaki Orochimaru,"menghancurkan kerajaan Konoha dengan pangeran Konoha sebegai alatnya, anda sungguh licik Orochimaru-sama." Keduanya kompak tertawa bersama-sama. Gambarpun mulai kabur dan akhirnya hilang.

Sakura melotot tidak percaya melihat apa yang ada didepannya tadi, ini benar-benar sihir. Sakura tidak mengenal pangeran Naruto tapi jauh didalam hatinya ada perasaan rindu terhadap pageran Konoha itu, dengan yakin akhirnya menyetujui permintaan Chiyo-baasan. "Baik, aku akan membantumu baa-san."

~~To Be Continue ~~

A/n: Yo mina-san, Haru akhirnya dapat menyelesaikan chapter ini, huft lelahnya~. Adakah yang menanti fict abal buatan Haru yang satu ini? Tidak ada ya? #pundung dipojokan. Ya sudah tidak apa karena mungkin sudah pada lupa author abal ini memang lama update, mohon dimaklumi karena banyak tanggungan di dunia nyata T.T oke dari pada saya mengoceh ria, ada satu mantra sihir yang pastinya jika kalian tidak sering menonton film Harry potter maka pastinya tidak tahu arti mantra itu, yah belum tentu juga sih karena saya sendiri juga tidak tahu artinya *ditendang reader* mantra-mantra yang ada Haru ambil dari film Harry Potter, karena masih satu yang saya munculin mantranya maka, tidak saya beritahu ya artinya apa? *di bakar reader* o-oke baik-baik, hei ingat puasa! Jangan emosi dong mina-san.

Homenum Revelio, artinya adalah mendeteksi adanya bahaya. Tidak nyambung ya ._.? so what? Gk terima? 'yang gk terima kamu kali, dasar author aneh' pikir reader.

Ne, sebelum Haru tutup, Haru bakal bales Review untuk yang tidak log in,

Ritchi chan: Oke nih aku lanjutin kok, arigatou buat semangatnya tetep RnR ya, #peluk *dilempar Ritchi*

By-U: ficnya menarik? Ah jangan begitu by-u san, bikin kepala Haru jadi besar saja *ngiket kepala pake rantai* okee tetep aku keep kok... tetep RnR yak,

Agi summimura: Ini sudah lanjut, terimakasih sudah sempetin Review, ditunggu RnRnya~.

Yo masih banyak kekurangan yang ada di fic Haru. So, i hope you can give me suggestions, criticism, or flame? When you want.

Mind to Review? Again?

Sampai jumpa di chap selanjutnya mina-san~ Harunami56^^

R

E

V

I

E

W