Me: yaaaaayy update!

Elsword: NO lebay

Me: Shut up Eldork kau bawahanku mwahahahahahah

Elsword: Sh*t

Raven: saya akan membacakan balasan Riview. Berikut ini:

nanashimai: THX Riview nya \(^,^)/! Maaf kalo banyak mistypo karena saya masih rank F :P *emg ladder? Anyway ini chapter 2! Silahkan di nikmati *makanan?*

fetwelve: gomen! gomen! gomen! gomen! Banyak typonya. Karena saya masih pemula. Tapi saya akan usahakan untuk kedepannya untuk mempersedikit typo nya. Silahkan disantap chapter 2nya ;D *makanan again*

xColorlessQueenx: THX Riviewnya dan saya akan coba untuk memperbanyak narasinya. Iini Chapter 2 ;D

Chung: Chapter 2 mulai!

Saya lupa kasih tau kalo seragam mereka Blessed Feita Royal Knight Uniform

Kalo masih ada typo tolong koreksi ya :D

Feita Highschool: Behind Good There is Mistake

Elsword POV:

Dimana aku...? tunggu dulu ini. "pergi kau dari sini pengkhianat!". "sudah kubilang bukan aku!". "ya memang bukan kau tapi dia...". mereka akan mengeksekusi si 'dia' itu. "t-t-tidak mungkin... kau bercanda kan?... Ibu!"

Aku terbangun dengan keringat bercucuran di tubuhku. "sial mimpi itu lagi...". aku segera mandi dan bersiap untuk sekolah. "Elsword! Sarapan",panggil kakak ku. "ya aku segera kesana Elsa!". Setelah sarapan aku bergegas memakai sepatu ku dan saat keeluar pintu apartemen ku aku tersadar lu akan sesuatu. "oh ya hampir lupa". Aku ambil ponselku dan mengirim Aisha pesan. "Aisha, kau sudah berangkat? Jika belum aku akan menjemputmu di rumahmu ya. Kabari aku secepatnya". Setelah beberapa saat kemudian ponselku berbunyi. "Aku belum berangkat Els. Kalau begitu ku tunggu kau di depan rumahku oke?",balasan dari Aisha. Aku tersenyum dengan panggilan itu karena selama ini hanya kakak ku yang menyebutku dengan panggilan itu. Setelah sampai didepan rumahnya ia sudah di depan pintu gerbang rumahnya. "ayo berangkat".

Aisha POV:

Setelah sampai di sekolah kami langsung keruang kelas kami. Di kelas hanya ada beberapa orang yaitu Raven, Rena, Eve, Chung, dan satu orang yang tidak ku kenal. Saat menuju tempat duduk ku orang yang tidak ku kenal itu menyandung ku. Sebelum aku menyentuh tanah Elsword menangkapku. "heh anak baru sudah mulai mencari perhatian",kata dia ketus. "apa masalah mu Chloe?",kata Elsword membalasnya. "oh Elsword. Jadi kau menolak ku hanya untuk gadis baru pencari perhatian begitu?", jawab Chloe. "itu bukan urusanmu. Ayo Aisha",kata Elsword. "Cih",Chloe bergumam. "kita mendapat pelajaran Olah Raga untuk jam pertama. Jadi persiapkan dirimu. Banthus terkenal dengan kekejaman hukumannya. Jadi biasakan dirimu" kata Elsword. Aku mengangguk. " Aisha ayo ganti baju sudah hampir jam pertama. Jika terlambat Banthus akan menyiksa kita" kata Rena. "ya aku segera kesana!".

Saat diruang ganti Rena bertanya beberapa hal kepadaku. "Aisha, kenapa kau bisa begitu dekat dengan Elsword. Seperti kalian sudah saling mengenal sejak lama. Atau jangan-jangan kalian sudah jadian ya~~",tanya Rena yang sukses membuat wajah ku memerah seperti tomat. "a-apa yang ka bicarakan Rena? Kami t-tidak jadian kok mungkin itu hanya pengelihatanmu saja" jawabku. "heee benarkah setauku Elsword itu orang yang tidak suka bergaul. Apalagi untuk pendatang baru. Mungkin kau 'Spesial' baginya~~",jawab Rena. "R-Rena! Berhenti menggoda ku!",wajahku merah tak karuan. "haha iya maaf maaf",kata Rena menjulurkan lidahnya. "ayo kita harus bergegas sebelum Banthus menghukum kita" ,kata Eve dengan nada datarnya.

Pelajaran Olah Raga dimulai. "baiklah anak-anak hari ini kita akan bermain DodgeBall. Aku akan membagi menjadi 3 orang dalam 1 tim. Tim pertama Elsword Raven Chung. Tim kedua Aisha Rena Eve. Tim ketiga- (dan seterusnya pikir sendiri :D). Tim yang akan bermain pertama tim 1 melawan tim 2 sekarang cepat berkumpul ke sisi kalian masing-masing!".

Selesai pembagian tim kami langsung berkumpul di satu sisi. "baiklah kita akan mengalahkan mereka !" kata Rena dengan semangat. "baiklah siap!mulai!" pluit dibunyikan dan pertandingan di mulai. Eve melempar bola ke Chung dan mengenainya. "Chung! Keluar!". "a-a-apa-apaan ini?! Aku belum siap!". "tidak bisa! Kembali ke bangku penonton!". "baiklah.. huuuhh kenapa harus aku?",katanya duduk di bangku penonton.

"bagus Eve! Hati-hati terhadap Raven. Dia ahli dalam permainan ini. Aku akan mengatasinya",kata Rena. Ia pun melempar bola kearah Raven, namun ia menghindar dan melempar bola kembali kearah Rena dan mengenainya. "Rena! Keluar". "kuserahkan pada kalian berdua" kata Rena kembali kebangku penonton.

Eve dan Raven melempar bola secara bersamaan dan membuat mereka berdua keluar bersama. "Eve! Raven! Keluar". Mereka berdua keluar. Dan hanya tinggal menyisakan Elsword dan aku. " jadi hanya tinggal kita berdua", kataku. Kami berdua melempar bola secara bersama-sama dan jadilah seri. "hasilnya seri!", kata Banthus. "permainan yang bagus! Aisha", kata Elsword. "kau juga bermain bagus", balasku padanya.

Skip Time~

Waktu istirahat telah tiba, seperti biasa kami berkumpul di tempat biasa kami makan siang di kantin, tapi... aku tidak melihat Elsword. Mungkin dia sedang menyendiri?. Setelah makan siang ku habis aku bilang pada teman-teman akan mencari Elsword.

Aku sudah mencari di kelas, di lapangan, dan di gym namun tidak ketemu juga. 1 tempat yang mungkin menjadi tempat untuk orang menyendiri adalah... atap! Dia pasti ada disana! Aku berlari ke atap dan membuka pintu atap. Kulihat Elsword sedang berbaring di bangku yang ada disitu aku mendekat kearahnya.

Elsword POV:

Aku sedang berbaring di atap sekolah, menatap langit biru, sampai aku mendengar langkah kaki. Dan tiba-tiba sesuatu menutup mataku. Itu seperti tangan? Tangan yang halus saat ku lepas genggaman tangan itu dari wajahku kulihat sepasang mata amethys yang indah menatap lurus ke arah mata rubyku. "Aisha, apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau sedang makan siang bersama yang lain?", kataku sambil bangun untuk duduk dan meyuruhnya duduk disampingku. "aku sudah selesai makan, ngomong-ngomong kenapa kau disini?", tanya Aisha. "aku, hanya ingin sendiri...", balasku. "ada masalah yang mengganggumu? Kau bisa menceritakannya padaku", katanya tersenyum. Aku menghela nafas lalu berkata "ini tentang ibuku...". "ibumu? Memangnya apa yang terjadi pada ibumu?", tanya Aisha. Aku menghela nafas lagi dan melanjutkan "ia sudah meninggal sejak aku masih berumur 10 tahun", Mata Aisha terbelalak mendengar itu. "maaf soal itu", katanya dengan raut wajah penyesalan. Aku membalas "tidak, tidak apa-apa, aku sudah terbiasa". "tapi kenapa hal itu bisa terjadi?", tanyanya lagi. "aku rasa waktunya kurang tepat karena waktu istirahat akan habis 5 menit lagi... dan pelajaran Ms. Camilla akan segera mulai.", kataku menunjukkan jam tangan ku ke arahnya. "Gawat! Bisa-bisa kita dihukum! Ayo cepat!", katanya dan langsung berlari ke kelas.

Aisha POV:

Bel pulang berbunyi, Elsword bilang ia ada latihan Kendo, jadi aku datang untuk melihat. Kulihat Elsword menggunakan pedang bambunya seperti seorang profesional. Dengan lihainya mengalahkan penantangnya. Setelah selesai ia menghampiriku. "kau menunggu ku? Kupikir kau sudah pulang", katanya. "belum, kau bilang kau ada latihan Kendo, karena penasaran kulihat saja", kataku dan memberinya sebotol air mineral. "terima kasih ya", katanya dan meneguk minumannya. "kau sangat mahir menggunakan pedang-pedang itu, apa kau profesional?",tanyaku. Ia membalas "tidak kakak ku mengajari ku beladiri pedang sejak aku masih kecil, jadi aku sudah terbiasa". "yasudah kalau begitu ayo pulang", kataku.

Saat sampai dirumah ku ia bertanya. "umm... Aisha, hari Minggu kau bebas?". "ya aku tidak ada acara, memangnya ada apa?". "aku punya 2 tiket ke taman bermain, tadi aku coba tanya ke Raven untuk ikut, tapi dia sepertinya sudah ada acara dengan Rena untuk Minggu jadi...", dia diam sebentar. "jadi?". "jadi... maukah kau pergi bersamaku?", lanjutnya. A-a-apa itu? Apa aku salah dengar? Elsword mengajakku pergi, hanya berdua! "b-b-baiklah kebetulan aku tidak ada acara. Jadi sampai ketemu hari minggu ya", kataku lalu dia pergi dan menutup pintu, pergi kekamar, berbaring ke kasur dan memendamkan kepalaku kebantal dan bergumam "Elsword, d-dia mengajakku pergi? Hanya berdua saja? Apa yang harus kulakukan?", dan tanpa sadar aku sudah tertidur pulas karena kelelahan.

Me: yippeeeeee ;D

Elsword: benerin dulu tuh typo baru teriak

Me: Shut up

Elsword: Whatever

Eve: *nampar Elsword dan Switch* kalian berdua harus diam atau kalian akan ku eksekusi

Me, Elsword: I'm Regret

Rena: yaaayy Raven! Ayo mesra-mesraan~

Raven: ayo

Me: Whooopss too bad ini fic Rated T :P

Rena, Raven: D:

Me: :D

Chung: BEGITU JAHAT KAU PADAKU SWITCH! AKU TIDAK SEBODOH ITU! *teriak pake toa masjid*

Me: jangan teriak-teriak ada yang lagi bobo gara-gara gk ada kerjaan *nunjuk Ara yang tidur di pojokan studio

Chung: TAPI GK USAH SAMPE SEGITUNYA KALI! ITU MERENDAHKANKU SATU-SATUNYA KETURUNAN SEIKER YANG PUNYA MUKA UNYU KAYAK PIKACHU!

Me: OKEH FINE! LO! UE! EN!

And another bad conversation

Aisha: Riview sodara-sodara kita sudahi dulu jumpa ini ;D

SwitchON