You and Aegya are mine!

All Cast © Tuhan dan Eomma Appanya

You and Aegya are mine! © FujoAoi

Rate : M-Preg

.

.

.

.

Luhan, memiliki organ yang dimiliki oleh yeoja-yeoja di luar sana bersama dengan lima teman-temannya yang lain. Tapi, apa yang harus Luhan lakukan ketika ia harus mengandung anak dari Oh Sehun? Namja dingin yang diam-diam menyukainya. Bagaimana kisah mereka? Cast : All Of Cool Wolf (All EXO). Rate : M-Preg. Warning! Typo, and beberapa adengan NC yang di cut. Karena author nggak tahan baca NC-NC-an. Oke? Read And Review Pleaseeee!

.

.

.

.

1.00 AM KST

Xiumin tidak bisa tidur. Ia terjaga, menatap pintu rumahnya sesekali, mengaharapkan Luhan pulang dalam keadaan baik-baik saja. Kyungsoo keluar dari kamarnya. Ia pergi ke dapur mengambil air putih. Ketika itu, ia melihat Xiumin benar-benar cemas.

Pip… Cklek…

Xiumin bangkit dari duduknya, sedangkan Kyungsoo atau D.O langsung berlari ke arah pintu ingin menyambut Luhan. Saat pintu itu di buka, tampaklah sesosok namja manis dengan gaya yang sangat berantakan. Ia mengehela nafas panjang. Kemudian membuka sepatunya dan meletakkan sepatunya di rak.

"Hyung!" sambut D.O dengan lelehan air mata sambil memeluk Luhan erat.

D.O bisa mencium dengan jelas, bukan parfum yang biasa di pakai Luhan yang ia cium sekarang. Tapi, parfum namja yang ia temui di bar. Ah, itu benar-benar menyita semua pikirannya pada Luhan. Xiumin membalikkan badannya, tak kuasa menahan tangis melihat dongsaengnya pulang dengan keadaan lusuh. Luhan melepaskan pelukan D.O, ia kemudian berjalan ke kamarnya.

Xiumin dan D.O harus menerima sikap Luhan yang berubah drastis itu sekarang. Mungkin, ini jalan yang harus mereka lalui. Xiumin akhirnya tidur di sofa yang sudah ia persiapkan untuk tidur. D.O mencoba untuk masuk ke kamar Luhan yang biasanya tidak terkunci walaupun dia sudah tidur.

Nihil…

Pintu itu sudah terkunci rapat. Percuma dia mencongkelnya. D.O menyerah, akhirnya ia pergi ke kamarnya, melanjutkan semua mimpi-mimpinya yang tertunda. Kamar D.O yang bersebelahan dengan kamar Luhan membuat D.O mendengar tangisan Luhan dengan jelas.

.

.

.

.

7.00 AM KST

Semua anggota keluarga yang di kepalai Xiumin itu sudah berkumpul di ruang makan, kecuali Luhan. Berdasarkan keterangan D.O, Luhan menangis selama 2 jam. Ia yakin, Luhan sekarang kelelahan. Luhan itu kan raja tidur, makanya ia belum keluar.

"Annyeong!" sapa Luhan. Ia keluar sambil mengeringkan rambut coklatnya.

Semua anggota tersenyum padanya. Mempersilahkan ia untuk duduk. Pagi itu, sarapan mereka sangat bergizi, sup brokoli, bubur ayam, dan beberapa makanan bergizi lainnya. Luhan kemudian menyendokkan dua sendok besar sup brokoli ke mangkoknya.

"Tumben sekali Umma kita memasak banyak. Ada acara apa?" tanya Luhan polos.

"Aniya! Tapi, berhubung hari ini aku dan Xiumin akan bekerja lebih lama, makanya aku memasak lebih banyak" jawab D.O.

"Oh. Lalu, Baekhyun. Kau akan bekerja sampai malamkah?"

"Tidak. Hari ini, restaurant tutup. Jadi, aku juga libur seperti Lay hyung. Kau sendiri hyung? Bekerja kah?" tanya Baekhyun.

"Ya. Aku hari ini shift sore" jawab Luhan santai.

Perbincangan keluarga itu berlanjut. Pembicaraan itu di dominasi oleh Baekhyun dan Lay. Tentu saja, Baekhyun yang paling semangat. Berbeda dengan Xiumin, ia hanya menatap Luhan sambil terkadang menyunggingkan senyum palsunya sama seperti D.O, tetapi D.O yang paling merasa canggung.

.

.

.

.

"Wu Uisanim. Pasien bernama Huang Zi Tao itu sepertinya mengalami perkembangan dalam satu malam kemarin. Detak jantungnya sudah stabil, tidak seperti kemarin. Dan luka di kepalanya juga sudah kering. Bisakah kita pindahkan ia ke ruangan inap biasa?" tanya seorang suster pada Kris.

"Huang Zi Tao? Hm… Mungkin kita sudah bisa memindahkannya. Tapi, kita harus menghubungi keluarganya dahulu"

"Oh, baiklah!"

.

.

.

.

Di sebuah ruang inap, seorang namja yang bertampang manly, tapi bersikap seperti yeoja itu terbaring lemah. Ia tak sadarkan diri. Sudah dua bulan ia terbaring di kasur Rumah Sakit Seoul dengan kepala yang perbalut perban.

Ia membuka matanya perlahan. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, menampakkan matanya kembali. Terbuka setelah terpejam selama dua bulan.

"Lu-han hyung…" ucapnya.

.

.

.

.

Luhan meringis sakit saat ia berusaha untuk bangkit dari duduknya. Ia duduk di lantai dingin itu. Baekhyun membantu Luhan untuk bangkit. Lay menatap Luhan dengan tatapan kasihan. Entah kenapa hyung-nya ini rela memberikan harga dirinya pada orang yang tak ia kenal demi membayar pengobatan Tao.

Xiumin, dan D.O sudah pergi bekerja. Mereka pergi bersama tepat pukul sembilan tadi. sekarang tinggallah tiga manusia yang duduk di depan TV menonton tayangan ulang anime Naruto. Luhan yang paling bersemangat kali ini.

"Bagaimana jika kita menjenguk Tao. Sudah dua hari aku tidak menjenguknya. Aku jadi kangen"

"Boleh. Tunggu aku hyung!"

"Ya, aku juga ikut!" ujar Lay.

Luhan kemudian melihat bahwa handphonenya berdering. Ia melihat display name-nya, Tao Uisanim. Dengan cepat ia mengangkat telpon tersebut.

"Annyeonghaseyo!"

"Ah, Tuan Xi. Kami ingin memindahkan adik anda, Tuan Huang. Perkembangan yang amat pesat membuat dia bisa pindah ke ruang inap biasa dan membuka matanya barusan. Ia mencari-cari anda"

"Hah? Benarkah?"

"Ne, cepatlah. Tuan Huang sudah menunggu. Khamsahamnida!"

Luhan memakai jaket putihnya. Ia kemudian menemui Baekhyun dan Lay yang sudah menunggu di ruang keluarga. Mereka kemudian langsung berangkat menuju Rumah Sakit Seoul.

.

.

.

.

Kling… Kling…

Sehun masuk ke Café Poirette, sesekali ia menatap pelayan-pelayan di sana. Ia berusaha untuk mencari Luhan. Namja yang ia tiduri tadi malam. Bagaimana Sehun bisa tau? Tentu saja, Jongin yang memberi tahukannya.

Ia kemudian duduk di sebuah meja yang menghadap ke jalanan. Seorang pelayan berpipi tembem datang padanya, menanyakan apa yang Sehun pesan. Ia kemudian memesan Espresso.

"Ah, apa kau mengenal Luhan?"

"Mwo? Ke-Kenapa kau bertanya tentang Luhan? Lu-Luhan sudah berhenti. Dia sudah lama berhenti"

"Benarkah? Padahal aku bertemu dia tadi malam. Dan dia mengatakan kalau dia bekerja di sini"

"Ooh, benarkah? Baiklah, aku akan segera kembali"

Xiumin kembali ke dapur café, ia memberikan pesanan dan masuk ke ruangan locker pegawai. Dengan segera ia menelpon Luhan.

"Annyeonghaseyo! Luhannie! Kau ini benar-benar!"

"Ah, hyung. Ada apa?" Luhan bingung kenapa hyungnya ini mencarinya.

"Sehun. Dia datang kemari, mencari—"

"Oh, jadi benar. Luhan bekerja di sini?" Sehun bersandar pada kusen pintu.

Nafas Xiumin tercekat, sama seperti Luhan. Ia tak menyangka kalau Sehun bisa sampai ke ruangan locker karyawan. Sehun kemudian berjalan-jalan di sekeliling locker karyawan, hingga ia menemukan locker Luhan. Ia mengobrak-abrik locker Luhan seenaknya.

"H-Hyung. Se-Sehun ada di sana?"

"I-Iya. Ia membongkar lockermu"

Luhan semakin kaget. Ia sedang berada di lobi rumah sakit. Ia semakin pusing ketika seorang pasien yang berdarag-darah datang. Baekhyun dan Lay yang sudah lumayan jauh tampak semakin jauh. Luhan semakin pusing, ia akhirnya pingsan di tengah-tengah lobi rumah sakit.

"Luhan! Luhannie!"

Sehun kemudian datang sambil membawa surat yang kemarin Xiumin berikan untuk Luhan. Sehun syok dengan surat itu. Ia melemparkan surat itu ke lantai. Ia menatap Xiumin dengan tatapan marah.

"Siapa yang memberikan ini pada Luhan?"

"A-Aku tidak tau. Orang misterius itu meletakkannya di meja. Ia sengaja meninggalkannya!" bela Xiumin.

Sehun kemudian pergi meninggalkan Xiumin, ia kemudian pergi meninggalkan Poirette café dengan kesal. Sementara Luhan terbaring lemah di sebuah kasur di UGD.

.

.

.

.

"Wah, Tuan Huang. Anda akhirnya bangun, kami amat mengkhawatirkanmu" ujar Wu Uisanim.

"Hm… Khamsahamnida. A-Ano, Lu-Luhan hyung kemana?" tanya Tao. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

"Aa… Tao. Kau sudah sadar!" sapa Lay saat masuk ke ruang inap Tao. Tao melambaikan tangannya ke Baekhyun dan Lay.

"Apa kalian bersama Luhan hyung?"

"I-Iya. Tapi, ia tadi… Lu-Luhan hyung hilang. A-Aku akan mencarinya!" ujar Baekhyun. Baekhyun dengan semangat mencari Luhan. Tao semakin khawatir dengan keadaan hyung keduanya.

Baekhyun berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Mana tau, Luhan tersesat karena ia dan Lay berjalan lebih dahulu. Ah, ini kecerobohannya! Padahal ia sudah tau keadaan hyung-nya itu seperti apa.

"Ba-Baekhyun-ya!" panggil sebuah suara. I-Ini suara Luhan hyung!, batin Baekhyun.

Ia membalikkan badannya. Ia menemukan hyungnya. Luhan berjalan ke arahnya, wajahnya pucat pasi. Baekhyun kemudian menjemput hyungnya itu. Mereka akhirnya berjalan berdampingan ke kamar Tao.

Tao melihat Luhan datang di bantu oleh Baekhyun. Ia tersenyum puas, ia senang. Sekarang, hyung kesayangannya sudah datang.

"Luhan hyung! Hahaha! Ah… Aku benar-benar merindukanmu!" ujar Tao. Luhan kemudian memeluknya erat.

"Iya dongsaengku! Kami semua berusaha memperjuangkan pengobatanmu. Kau berhutang banyak pada kami!"

Kris menatap Tao dengan lekat. Ah… Tao benar-benar mempesona di matanya. Ketika ia bangun dan bertemu dengan hyung-hyungnya, Tao amat imut. Kris benar-benar harus menahan nafsunya untuk berkenalan dengan Tao secara lebih dekat.

.

.

.

.

Sehun terduduk di kursi empuk gedung Oh Corp. Ia benar-benar merasa bersalah sekaligus di rugikan sekarang. Apa yang harus ia lakukan? Ia benar-benar cemas sekarang.

"Hun!" seorang namja keren dengan jaket hitam masuk ke ruangan Sehun dengan santainya, tanpa mengetuk, tanpa aba-aba.

"Hm… Hyung. Duduklah. Aku ingin bertanya"

"Baiklah. Ada apa?" tak ada kecurigaan Kai pada Sehun.

"Kau, bekerja sama dengan Appaku kan?"

"Kerja sama apa maksudmu?"

"Kau menjebakku. Membawaku ke club malam itu. Kemudian kau membiarkanku untuk duduk dan berdekatan dengan namja manis kemarin. Dan akhirnya, semua hal yang tak ku inginkan terjadi. Aku sudah menodainya hyung! Ini karena kau!"

Kai kemudian bangkit dari duduknya. Ia berjalan menuju jendela. Ia mengehela nafas panjang. Terpaksa ia mengatakan semua yang harusnya menjadi rahasia antara Appa Sehun dan Appanya.

"Appaku hampir saja kehilangan asetnya. Aku diminta untuk menjadi asistenmu. Tapi, di atas kuasamu terhadapku, aku harus melakukan apa yang Appamu inginkan. Makanya, tugas pertamaku adalah membuatmu meniduri Xi Luhan. Dan tugas keduaku menjaga kandungan Luhan seandainya ia hamil nanti"

"Mwo? Di-Dia bisa ha-hamil?"

"Hm… Dia namja spesial. Memiliki organ yang dimiliki yeoja. Makanya, Appamu menyuruhnya yang menjadi Eomma anakmu. Bukan seperti yeoja-yeoja di luar sana, yang hidupnya terkadang tak jelas. Belum tentu yeoja-yeoja di luar sana bisa bersikap baik dan setia padamu. Tapi, Luhan berbeda. Ia rela melakukan apapun demi dongsaengnya. Walaupun dongsaengnya itu bukan dongsaeng kandungnya. Makanya, Appamu percaya pada Luhan"

Sehun tertegun dengan pernyataan Kai. Tapi, tetap saja ia tidak terima dengan statement yang di ucapkan Kai.

.

.

.

.

Dua minggu kemudian…

Pagi itu, semua anggota keluarga namja spesial itu berkumpul di ruang makan. Mereka menunggu Tao dan Luhan yang belum kunjung keluar. Ternyata Tao keluar terlebih dahulu di bandingkan dengan Luhan. Tao memang baru keluar dari rumah sakit sekitar dua hari lalu. Ia sudah bisa berkumpul lagi dengan hyung-hyungnya. Ia memang yang paling muda, dan dia yang paling di manja.

Akhirnya Luhan keluar dengan jaket coklatnya. Rambutnya sudah di sisir rapi. Ia siap untuk keluar rumah. "Ah… Semua, aku pergi dulu. Aku sudah di tunggu di depan. Bye!"

"Nah, ayo makan. Keburu makanannya dingin!" ucap Xiumin.

"Tunggu! Aku ingin menyampaikan ini pada Tao sebelumnya" ujar Kyungsoo.

Semua anggota keluarga namja spesial, menatap D.O yang memulai pembicaraan tentang Luhan. Tao yang tidak tau apa-apa benar-benar bingung apa yang ingin Kyungsoo hyungnya ingin katakan.

"Luhan, menjual dirinya demi pengobatan dirimu Tao. Bukan hanya untuk pengobatan Tao, ia juga membiayai hidup kita" terang Kyungsoo.

Xiumin kemudian menepuk bahu Kyungsoo yang duduk tepat di sebelahnya. "Tao. Mian kami tidak mengatakannya padamu selama kau sudah sadar. Kami hanya memperhitungkan semua yang akan terjadi jika ini terjadi pada saat yang tidak tepat."

Tao terdiam. Ia menggenggam sendoknya dengan kuat. Karenanya semua ini terjadi. Luhan hyung menawarkan dirinya pada siapa?

"Oh Sehun. Itu orang yang harus kita hadapi sekarang. Pewaris tunggal Oh Corp." lanjut Kyungsoo.

.

.

.

.

"Ayo. Kris uisanim sudah menunggumu di dalam" ujar Jongin. Orang yang menjemputnya pagi ini. Jongin yang mengantarnya mempersilahkannya masuk ke Mansion Oh.

Rumah megah itu benar-benar membuat Luhan terpana. Ia seperti melihat istana yang ada di dongeng-dongeng saat ia kecil di panti asuhan dulu.

Pip…

Pintu itu terbuka. Pintu besar dengan warna kuning emas itu mempersilahkan Luhan masuk. Jongin membawanya ke lorong-lorong rumah itu. Ke kiri… Ke kanan… Ke kiri lagi… Ah… Benar-benar pusing. Hingga Jongin berhenti tepat di sebuah ruangan berpintu kayu. Di pintu, terdapat sebuah papan kayu yang di ukir dengan indah. Laboratorium.

"Ah. Tuan Xi. Selamat datang di Mansion Oh. Jae ireumen Wu Yi Fan imnida. Kita sudah pernah bertemu di rumah sakit bukan? Dan sekarang kita bertemu lagi. Disini adalah laboratorium. Hari ini saya akan memeriksa kondisi anda. Hanya test darah" ucap Yi Fan Uisanim. "Lalu, apa tanda-tanda bahwa kau sedang hamil?"

"Sensitif terhadap bau, dan terkadang aku mual di pagi hari"

Yi Fan mengagguk mengerti. Luhan kemudian duduk di kursi putih yang berada di depan meja Yi Fan uisanim sekarang duduk. Ia deg-degan dengan test yang akan di hadapinya. Huff… Ia benar-benar takut.

.

.

.

.

Sehun mendengar dari Kris bahwa Kris akan melakukan test darah pada Luhan. Test ini untuk membuktikan Luhan hamil atau tidak. Testnya dilakukan di Mansion Oh. Rumah yang sudah dua tahun di tinggalkannya. Semenjak ia memilik untuk tinggal dengan teman-temannya.

Sehun menaikkan kecepatan mobilnya. Mobil SUV silver itu melesat di jalanan besar kota Seoul yang semakin berhiruk pikuk di hari Sabtu. Hari dimana orang-orang beristirahat di akhir pekan.

.

.

.

.

Luhan meringis melihat darahnya di test di alat-alat laboratorium itu. Darah yang sebelumnya mengalir di tubuhnya itu, sekarang sedang di putar-putar di sebuah alat. Dia benar-benar ingin muntah sekarang.

Luhan sudah terduduk di sana satu jam. Dan sekarang ia bermain game di handphonenya. Menunggu membuatnya kesal.

"Hasilnya sudah keluar. Dan hasilnya…" kalimat Yi Fan Uisanim yang menggantung membuat Luhan semakin penasaran. "Positif. Anda hamil" Luhan bersyukur sekarang.

Yi Fan uisanim berjabat tangan dengan Luhan. Ia menyunggingkan senyum agar Luhan dapat menjaga kandungannya sembilan bulan kedepan.

.

.

.

.

Sehun memarkirkan mobilnya di halaman rumah-nya yang terlihat sepi itu. Appa dan Eommanya memang sedang berada di Jepang untuk menyelesaikan masalah bisnis. Ia kemudian bertemu dengan Kai.

"Antarkan aku ke tempat mereka" perintah Sehun pada Kai.

Kai kemudian melangkahkah kakinya menuju tempat ia mengantarkan Luhan tadi. Pintu kayu itu masih terbuka. Dan Kai melihat siluet tubuh Luhan yang sedang terduduk sambil membaca secarik kertas. Ia mempersilahkan Sehun untuk masuk.

"Bagaimana hasilnya?"

.

.

.

.

Luhan terkaget-kaget dengan suara yang ia dengar barusan. Suara yang ia dengar di malam ia tidur dengan pria itu. Oh Sehun… Namja itu ada di dekatnya sekarang. Luhan membalikkan badannya. Ia melihat Sehun yang menatap Luhan dengan tatapan mengintimidasi.

"Aku bertanya bagaimana hasilnya?"

"Positif"

.

.

.

.

Luhan terduduk di depan Sehun sekarang. Namja dingin itu masih menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Luhan benar-benar kikuk, ia ingin lari? Pasti! Tapi, pintu itu sudah di jaga oleh Kai. Dia sudah benar-benar bosan dan terintimidasi. Ia ingin pulang dan menyelesaikan urusan pengunduran dirinya dari Poirette café. Akhirnya ia merogoh handphonenya .

"Siapa yang menyuruhmu mengambil handphone?"

Luhan terduduk diam. Ah, namja ini benar-benar jahat padanya sekarang!

"Apa yang ingin kau bicarakan padaku?"

"Aku ingin bertanya kenapa kau seberani itu dalam mengambil keputusan?"

"Keputusan apa?"

"Keputusan kalau kau mau tidur denganku"

"A-Aku hanya mempertimbangkan dongsaengku yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Hanya itu, aku tidak punya alasan lain"

"Lalu, jika aku tidak menginginkan anak itu. Bagaimana?"

"Aku dan semua dongsaeng serta hyungku yang akan merawatnya"

Sehun sudah cukup mendengar keterangan dari Luhan. Ia meninggalkan Luhan sekarang.

.

.

.

.

Luhan membawa dua kantong belanjaan dari mini market yang berada satu blok dari rumahnya. Ia membeli susu untuk orang hamil, dan ia membeli beberapa snack untuk semua anggota di rumahnya.

Pip… Cklek…

"Aku pulang!" sapa Luhan dengan berseri-seri.

Tak ada sambutan hangat yang biasanya ia dapat dari Tao. Hanya Baekhyun, Lay, Xiumin, D.O yang menyambutnya. Xiumin membantu Luhan membawa belanjaan yang cukup berat. Ia meletakkannya di dapur.

"Hyung! Aku ingin bicara!" ujar Tao ketus.

"Ada apa?"

"Aku sudah tau semuanya. Wae? Kenapa kau melakukukan itu? hah?"

"Ini demi kau dan kita semua Tao!"

"Aku tau! Tapi, tidak seharusnya begini!"

Luhan kemudian meninggalkan Tao yang masih mengomelinya. Ia kemudian mengganti pakaiannya. Ia masuk ke kamar mandi. Ia kurang hati-hati… Sehingga…

"Kya…"

Luhan terpeleset. Darah mengalir di kakinya. Cairan merah itu kemudian menyatu dengan air, dan membuat air yang semulanya bening, berubah menjadi air plus darah.

"Ah… Appo… Ahhh… Appo! Hyung… Kyungsoooooo! Apppppoooooo!" rintih Luhan.

Xiumin, Kyungsoo, Baekhyun, Lay dan Tao melihat Luhan yang terpeleset di kamar mandi. Air yang menggenang berubah menjadi air plus darah.

"Lu-Luhannie!"

"Hyung!"

.

.

.

.

Sehun tidak sengaja menjatuhkan Espresso yang ia pesan di sebuah café di dekat Mansion Oh. Ia meminta maaf pada pelayan yang membersihkan bekas Espressonya.

Perasaanku tidak enak…

TBC ya!

Balas review dulu ya nak!

cupcupcuphie12 : makasih udah review ya! Kamu mau pungut LuLu? Andwae! LuLu udah saya setting! Tenang aja! Kamu anaknya mereka? Masa? Ciyus? Mi Apah? Wah, berarti di perut LuLu ada smartphone dong? Untuk baca FF HunHan?

ohsrh : makasih udah review ya! Itu belum saya kasih tau dulu ya! Nanti kami ikuti aja jalan ceritanya. Iya, pastinya HunHan akan bersatu. Tapi, jalannya saya yang tentuin! Kuahahahahahahaha!

missjelek : makasih udah review ya! Ini sudah lanjut!

EvilFrea : makasih udah review! Ini sudah di lanjutkan!

hunhanminute : makasih udah review! Iya, ini FF HunHan. M-Preg rate kesukaan saya! Emang agak sulit kalau mencarinya. I know that feel

DarkLiliY : makasih udah review! Mian ne. Plotnya emang kecepatannya 100 km/jam. Jadi, harap maklumi! Saya tidak ingin semuanya kelewat lama. Soalnya, lika-liku HunHannya masih panjang. Saya juga tidak suka jika ada orang ketiga. Jadi, jangan khawatir, saya tidak akan menghadirkan orang ketiga. Okay, thanks!

: makasih udah review! Saya akan fokus untuk HunHan dulu. Baru saya masukin yang lainnya nanti. Iya, ini sudah lanjut!

rainrhainyrianarhianie : makasih udah review! Hahaha, saya nggak terlalu kuat untuk bikin NC, itu saja sudah bikin saya deg-degan. Sudah di jelaskan kenapa keluarga Oh, memilih Luhan yang namja spesial untuk dititipi keturunan dari Sehun. Mungkin nanti ada NC lagi, oke? *plak*

kyukaa : makasih udah review! Sehun manusia bertanggung jawab nak! Ini chapter duanya ya! Selamat menikmati!

Kym Rin -SehunOhSeorinKim : makasih udah review! Terima kasih sekali lagi! Hahaha! Semoga!

Ancient Kyungmyeon : makasih udah review! Iya, Sehun manusia bertanggung jawab di sini kok Cu! Ini sudah update! Silahkan membaca!

20Gag: makasih udah review! Hahaha! Iya. Semoga!

younlaycious88 : makasih udah review! Iya, tapi Sehunnya masih malu-malu dan belum terlalu mencintai Luhan. Jadi, kemungkinan perasaan itu hilang ada. Udah update ne?

lisnana1 : makasih udah review! Iya, LuLu kasihan memang di sini. Itulah kenapa genrenya Hurt/Comfort. Iya, terima kasih sekali lagi!

Park soohee : makasih udah review! Chapter 1 ini, bukan prolog. Iya, emang alurnya kecepatan untuk awal-awal. So, mohon maaf ya! Ini sudah lebih panjang! Khamsahamnida!

diahmiftachulningtyas: makasih udah review! Belum terlalu suka sih. Dan semua couple seme uke EXO ada di sini. Tapi, belum akan fokus ke sana ya!

luluna99: makasih udah review! Di cut yang mana ya? NC? Hahaha! Semua uke tinggal bersama. Dan semua seme juga sama. Jadi kayak terpisah dan nanti di ikat sama HunHan gitu. Kris itu kayak sohibnya Sehun di sini.

Di sini, mungkin alurnya agak cepat. Karena, saya tidak ingin bertela-tele dalam menunggu bahwa Luhan hamil dan sebagainya. Dan untuk cast lainnya, saya akan memunculkannya satu persatu! Dan mungkin typo di mana-mana yang bertebaran kayak bakteri, Aoi sekali lagi minta maaf ya!

Oke semua review udah di jawab. So, silahkan jika ada yang ingin fav atau follow silahkan! Dan review untuk chapter satu berjumlah 17 review! *prokkk… prokkkk…*

Nah, untuk chapter ini. Jika ingin update pada tanggal 5 Februari nanti, sekurang-kurangnya untuk chapter ini dapat 10 review lagi. Review ini sebagai penyemangat saya dalam mengerjakan ini FanFict. So, makasih untuk semua pihak yang terlibat dalam membaca FF ini!

Khamsahamnida!

FujoAoi

1 Februari 2014

10.37 PM WIB