Hide story ke dua gaes, syukur masih sempat posting cerita lagi. Jadi di cerita ini, Boboiboy baru masuk SMP kelas 1 pas satu hari sebelum liburan.
Warning: you now lah
Dont like, dont read
Musim panas, terang, terik, keringat, tugas sekolah. Boboiboy sudah pulang dari sekolahnya. Ia masuk kedalam kamarnya dan menidurkan kepalanya diatas meja belajar.
"panas..." Boboiboy mengipas-ipas kepalanya dengan topi jingganya. Tiba-tiba Gopal memanggil Boboiboy dari halamannya.
"BOBOIBOY!!" Gopal memanggil.
"Hm? Apa?" Boboiboy mengeluarkan kepalanya dari jendela.
"Besok kan libur, yok kita main game" mendengar ajakan Gopal, Boboiboy langsung bersemangat untuk turun ke bawah dan menemui Gopal.
"Yok Gopal kita main, hari ini kita main apa?" Boboiboy berjalan dengan Gopal je tempat tujuan.
"Papa Zola lah, kan ada edisi terbarunya" Boboiboy terlalu bersemangat hingga ia menabrak lelaki berkacamata yang terlihat seumuran dengannya.
"Benarka--aduh!" Reaksi Boboiboy menabrak lelaki itu, tapi lelaki itu terlihat biasa saja dengan wajah datar.
"Ah, maaf ya, tidak sengaja" lelaki itu hanya diam dan meneruskan jalannya. Boboiboy bingung sambil menggaruk pipinya.
"Dia siapa ya? Aku seperti pernah bertemu dengannya" guman Boboiboy heran, tapi ai tetap melanjutkan perjalannya dengan Gopal.
Hingga waktu sore, Boboiboy akhirnya pulang dari rumah Gopal dan beranjak ke toko Tok Aba. Ditengah jalan, ia melihat kembali lelaki berkacamata dengan rambut gelap keunguan itu sedang duduk dikursi jalan sambil mengecek handphonenya.
"Ah, kau yang tadi" Boboiboy mendekati lelaki itu dan duduk disebelahnya.
"Tadi aku tidak sengaja menabrakmu, maaf ya" Boboiboy dengan wajah imutnya memberikan senyuman kepada lelaki itu, tapi ia tidak memberikan sedikit ekspresi pun kepada Boboiboy bahkan tidak menoleh sedikit pun.
"Ha, halo? 'Dia tuli atau bisu?'" Boboiboy menyentuh pundak lelaki itu. Akhirnya dia melihat Boboiboy walau satu kata tidak keluar dari mulutnya.
"Ka-mu bi-su ya?" Boboiboy berusaha memakai bahasa isyarat walau hanya ngasal-ngasal.
"Mana mungkin! Apaan sih dari tadi berisik? Dasar anak SD" Lelaki itu malah marah dan nenduga Boboiboy anak sekolah dasar karena tinggi badannya, hal itu membuat mood Boboiboy memburuk.
" 'what? Sependek itukah diriku?' *blush* Aku kan hanya menyapa, apa salahnya, lagian...APA MAKSUDMU ANAK SD? AKU SMP!!" Lelaki itu terkejut, tapi dia hanya memberikan tatapan biasa kearah Boboiboy. Boboiboy langsung berdiri sambil menjulurkan lidahnya kearah lelaki yang terlihat oriental itu. Sementara itu, lelaki dingin itu hanya diam dan tidak peduli dengan kalimat Boboiboy.
(kenyataan paling perih bagi Boboiboy karena dibilang anak sd)
...
...
1 bulan berlalu, akhirnya sekolah mulai beraktivitas lagi. Boboiboy duduk dikursi kelasnya sambil menatap bosan seisi kelasnya. Mendadak Gopal mendekati Boboiboy sambil menghentak kuat meja Boboiboy.
"Boboiboy, katanya hari ini ada anak pindahan, dia terlihat populer banget"
"Pindahan?" Tiba-tiba bel masuk berbunyi dan guru masuk kedalam kelas 7-2. Disaat itu cikgu tidak jalan sendirian melainkan dengan murid baru itu. Beberapa wanita berteriak histeris karena anak baru itu, sementara itu Boboiboy kurang memperhatikan anak baru itu karena ia sedang mengambil buku pelajarannya.
"Anak-anak, hari kita kedatangan murid baru, perkenalkanlah dirimu" guru memberikan kesempatan kepada murid baru itu.
"Namaku Fang, salam kenal" suara yang terdengar familiat ditelinga Boboiboy. Boboiboy langsung menghadap ke depan dan melihat lelaki yang pernah ia temui waktu itu.
"Ka, kau..." Boboiboy bersuara kecil. Guru menyuruh Fang untuk duduk disebelah Boboiboy. Saat Fang berjalan mendekati meja, ia terkejut karena melihat Boboiboy.
"Hah! Kau, yang waktu itu..." Fang perlahan duduk dikursinya sambil menghadap Boboiboy. Boboiboy berusaha untuk tetap berteman dengan Fang.
"Aku Boboiboy, salam kenal!" Boboiboy tersenyum kearah Fang, namun Fang hanya memasang wajah datar dan menompang wajahnya dengan tangan kirinya sambil membuang pandangannya.
"Aku bukan orang yang mudah percaya, jadi jangan bersikap seperti itu denganku" mendengar kalimat itu, Boboiboy memasang wajah cemberutnya.
"Ya sudah, tidak apa, aku akan tetap berteman denganmu, salam kenal"
...
...
Bel istirahat berlangsung, Boboiboy memanggil Fang sambil menyentuh kedua pundaknya dari belakang sehingga mengagetkannya.
"Fang! Ayo ke kantin"
"*blush* a, apa yang kau lakukan? Jangan ganggu aku, topi jingga" Fang berdiri dari kursinya dan pergi ke perpustakaan sekolah. Boboiboy hanya kecewa mendengarnya, akhirnya Boboiboy pergi ke kantin dengan Gopal.
Semenjak Fang ada, Boboiboy selalu berusaha mengajak Fang bermain bersama atau belajar dengannya, tapi Fang selalu menolak dengan mentah-mentah. Setiap Boboiboy ingin mendekat, sesekali Fang menjauh dan Fang seringkali menjahilinya seperti menyuruh Boboiboy untuk meneraktirnya, sengaja melemparkan bola basket ke kepala Boboiboy dan mengambil topi Boboiboy lalu melemparnya ke jendela kelas yang berada dilantai dua.
"Cih, apaan sih Fang itu? Kenapa dia tidak ingin berteman dengan kita? Terkadang dia sangat menyebalkan, belum lagi didia selalu menjahiliku"
"Dia memang orang yang seperti itu, dia tidak pernah punya teman dan orang tuanya sudah meninggal disaat dia kecil" Gopal menjelaskannya.
"HAH? Kau tau dari mana?"
"Karena aku membantu cikgu mengurus identitas siswa kemarin" Boboiboy merasa prihatin setelah mendengar kenyataan menyedihkan itu.
'Pantesan dia tidak bisa bergaul...Fang...'
...
...
Keesokan harinya, sebuah tugas kelompok diberikan guru bahasa, Boboiboy dan Fang satu kelompok dalam mengerjakan tugas sekolahnya.
"Hari ini kita kerja kelompok di sekolah saja ya" Boboiboy memberikan buku tugasnya kepada Fang.
"..." Fang hanya diam sambil membaca bukunya, Boboiboy hanya memaklumi sikap Fang yang selalu saja dingin.
"Ya" Boboiboy kaget mendengar jawaban dari Fang. Dengan wajah senang, Boboiboy memegang kuat tangan Fang sambil tersenyum lebar kearahnya.
"Terima kasih!"
"*blush* a, apaan sih? Jangan berusaha akrab denganku, aku bukan tipe orang yang mudah percaya"
"Aku tau, tapi aku senang jika mendengar jawabanmu tadi"
" 'padahal aku cuman bilang ya aja udah senang?'...kenapa kau ingin berteman denganku? Padahal aku sudah menjahili, berusaha untuk menjauh, kenapa?" Boboiboy masih mempertahankan senyumannya dan duduk disebelah Fang.
"Karena aku tau...sendirian itu menyebalkan"
"Menyebalkan? Tidak kok, aku selalu sendirian di perpustakaan, disaat itulah merasa tenang"
"Dan kesepian kan?"
"...soal itu...tentu saja...pasti sepi" Fang menidurkan kepalanya diatas buku sambil melihat Boboiboy. Mendadak Boboiboy juga menidurkan kepalanya di atas meja Fang.
"*blush* na, kenapa kau ikut tertidur? Dasar topi jingga sialan!"
"Berhentilah memanggilku seperti itu, lagian kau kesepian kan? Kalau begitu, mulai hari ini...ikutlah denganku kalau istirahat, jangan menjauh dari kami, ok?" Fang langsung mendirikan kepalanya dan membuka bukunya.
"*blush* iya ya, aku bakal main denganmu mulai besok" Fang berusaha untuk terlihat stabil walau jantungnya sudah berdegup kencang. Hingga matahari yang mulai terbenam, Boboiboy dan Fang akhirnya keluar dari sekolahnya.
"Aku bakal belok ke kiri, kalau ada perlu sesuatu, telpon saja aku, dah Boboiboy" Boboiboy melambai-lambai dari jauh dan pergi menjauh. Disaat jarak mereka sudah lumayan jauh, Fang mendadak memanggil Boboiboy.
"BOBOIBOY!!" Untuk pertama kalinya Fang memanggil Boboiboy dengan nama aslinya. Boboiboy sangat terkejut dan membalikkan badannya kearah Fang. Ia melihat Fang yang melambaikan tangannya, Boboiboy tidak menyangkah jika Fang yang amat dingin, cuek, dan acuh akan melakukan hal itu kepada Boboiboy.
"Dah" Fang pergi sambil memasukkan tangan didalam saku celananya.
"*blush* Fang... 'untuk pertama kalinya dia seperti itu, kenapa dengan jantungku?'"
Keesokan harinya, saat istirahat, Boboiboy dan Gopal dikejutkan oleh Fang yang memanggil mereka.
"Boboiboy, Gopal?"
"Eh? Fang, mau ikut ya?" Boboiboy langsung menarik tangan Fang.
"*blush* bu, bukan berarti aku mau ke kantin dengan kalian, jangan salah paham dulu" Fang membuang mukanya yang sudah memerah. Gopal langsung merangkul Fang dengan gembira.
"Ya terserah lah, yok kita ke kantin Fang!" Gopal memberikan tawarannya.
"*blush*Eh?"
...
...
"Eh...?" Fang merasa sangat bingung dan tidak tau harus bilang apa kepada mereka berdua.
"Ini untuk Fang, habis ini kita kerja kelompok lagi kan?" Boboiboy memberikan rotinya kepada Fang.
"Fang, kalau hari libur nanti kita main game ya" Gopal memberikan tawarannya lagi.
"Jangan, Fang kan harus kerja kelompok denganku" Boboiboy memberikan ekspresi cemberutnya sambil menggembungkan pipinya. Gopal dan Boboiboy saling memasang ekspresi kesalnya. Fang tidak tahan lagi dan akhirnya ia terkekeh kecil melihat tingkah kedua temannya itu.
"Hahahaha, hah...dasar kalian berdua, berantem demi memperbutkanku, itu hal terbodoh yang pernah kulihat" Boboiboy dan Gopal amat termangap ketika mendengar Fang tertawa.
"Kau...tertawa...?" Gopal dan Boboiboy serentak bertanya. Fang langsung tersadar dan berusaha menjaga imegnya lagi.
"*blush* *cough...cough* aku tertawa bukan berarti aku senang, jangan salah paham dulu"
"Kau lumayan tsundere ya?" Boboiboy tertawa kecil.
"*blush* si, siapa yang tsundere? Aku tidak pernah tsundere!!"
Semenjak itu Fang menyukai Boboiboy hingga sekarang.
Tbc
Tetap cek 'takut gelap' story ya.
