Hai! Lady kembali dengan fic Gaje nan Abalnya!!

Disini udah banyak scene yang pentingnya. Hhe

Terus disini aku gak memunculkan NejiTen, NaruHina dan pair lainnya. Gomen yaa..

Tapi untuk chapter selanjutnya mungkin akan Lady tambah.

Arigatou ya yg udh review

---

Natsumi Kohinata : Uaah?! Yakin fic ku sebagus itu? Aku jadi terharu *nangis darah* arigatou ya Regine :D

Hazuki 'Sayasza' Kotaku : Ouh kamu kembarannya Mira.. hehe, iya. Aku anak al-azhar. Hehe. Eh, bukannya kamu gak suka SaiIno ya? Tak apalaah, tapi gomen ya, di chapter ini gak ada NejiTen. Tapi chapter selanjutnya bakal aku tambahin deh. Arigatou udah review ^^

---

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Tapi fic ini punyaku

Rated : T

My Step Brother My Love

Chapter 2 : Bitter Fact

"Aku… menyukaimu……"

"Eh?" Tubuhku mati rasa, tanganku tak bisa digerakkan. Rasanya kakiku tak menyentuh tanah, rasanya aku seperti terbang……

"Jadi……. Apa?" Tanyanya dengan wajah yang berharap jawaban -ya-

"Um, maksudmu?" Tanyaku lagi berpura-pura tak tahu apa yang sebelumnya ia katakan.

"Aku menyukaimu, Ino. Aku ingin kau menjadi pacarku." Jawabnya. Sekarang wajahnya berubah serius tapi tetap tersenyum.

"Ak.. aku… aku gak tau…" Jawabku terbata-bata. Sai memiringkan kepalanya.

"Gak tau apa??" Tanyanya lagi. Sepertinya ia bingung akan maksud ucapanku.

"Ya.. begitu…" Jawabku gak nyambung.

"Jangan membuatku bingung, Yamanaka, aku mencintaimu. Ibuku juga menyukaimu."

"Eh? Ibumu? Darimana ia tau aku?" Tanyaku bingung.

"Dia kenal ayahmu dan berteman baik. Karena ibuku juga single parent." Jawabnya.

"Oh….." Aku hanya ber-oh ria.

"Jadi, apa jawabanmu?" Tanyanya lagi.

"Yaah, sepertinya aku tidak bisa menjawabnya sekarang.. maaf.." Jawabku agak lirih.

"Ya, It's okay," (*author : sok inggris lu *readers : kan elu yg nulis? -geplakked-)

"Kau bisa sms aku malam nanti. Aku menunggu jawabanmu." Lanjut Sai seraya pergi meninggalkanku. Hah, dia memang agak dingin, tapi itu lah yang membuatku tertarik padanya.

Tak lama kemudian, aku pun mengikuti jejak Sai pergi meninggalkan tempat itu..

***

"IT'S GONNA BE ONE LESS LONELY GIRL… WOWOWO" Terdengar suara Ino yang menggema di seluruh penjuru ruangan se-jagat raya. Yah, suaranya memang bagus, tapi ayahnya paling benci jika dia sudah bernyanyi sekeras itu. Kenapa? Lihat saja nanti..

"Ino!! Berisik!" Terdengar pula suara ayahnya yang sudah ngomong pake urat hijau nan segar tapi tak digubris oleh Ino. Karena gak kedengeran memang.

"I'M COMING FOR YOU…. YEEAAH!!" Sekarang kamar Ino sudah seperti pesawat Adam Air yang jatoh beberapa tahun lalu. Buku-bukunya berserakan di lantai. Lagu Justin Bieber yang sedang ia nyanyikan pun nadanya sudah berubah menjadi lagu Avenged Sevenfold.

BRAK!

Pintu kamar Ino didobrak dengan keras oleh ayahnya.

"Ino.. berisik!" Ayahnya men-death glare putri satu satunya itu.

"Ehehe, gomen Otou-san." Jawabku nyengir.

"Kau tahu kan pita suara ayahmu ini sudah nyaris putus dan gak bisa teriak sepertimu. Jangan buat ayah iri." Nah, ini alesannya. Ino sweatdrop.

"Oke, dad. Thehehe.." Aku nyengir lagi. Ayahku hanya rolling eyes.

"Yasudah, jangan teriak teriak lagi." Ayahku akhirnya meninggalkan kamarku.

"Haah.." Aku hanya mendesah pelan sambil membanting diriku diatas kasur.

'Ooooo… Caught in a Bad Romance..'

Tiba-tiba hp-ku berbunyi, menandakan ada sms masuk.

From : Sai

Jadi, apa jawabanmu? Aku masih menunggu.

Jantungku berdebar tak karuan. Tapi, kuberanikan diri untuk mengetik satu kata yang ada dalam hatiku.

To : Sai

Ya

Terlalu singkat ya? Hehe, tapi daripada mengirim sms 'Ya, kau adalah pujaan hatiku. Wajahmu seperti bunga mawar yang bermekaran indah di taman' nanti kalau dia menjawab 'Apa maksudnya kau menyamakanku wajahku dengan bunga mawar?!' itu bisa menimbulkan masalah.

'Ooooo….'

Hp-ku berbunyi lagi, tapi dengan cepat aku mengambilnya.

From : Sai

Singkat banget? Tapi jadi kamu nerima nih? Hehe, jadi malu ^.^

-

To : Sai

Ehehe, gomen. Aku lagi males ngetik.

Iya lah. Ngapain malu? Artinya kan sekarang kita udah jadian ^^

Tanganku gemetaran. Tapi toh akhirnya ku tekan juga tombol 'Send' itu.

Aku berguling-guling di kasur sambil memperhatikan layar hp-ku. Menunggu sms darinya. Aah, ternyata hidup ini indah. Aku baru sadar..

'O..'

Sekarang baru saja lagu itu berdering sesaat, aku langsung membuka sms masuk itu.

Eh? Ada 2 sms masuk?

From : Sai

Yes! Arigatou Ino. Aishiteru..

Hatiku berkupu-kupu sekarang. Hahaha, aku senang sekali..

Tapi, siapa yang ngirim sms 1 lagi?

From : Sakura Uchiha Baka xP

Hayoo, tadi aku liat sepulang sekolah kamu jalan berdua sama Sai ke suatu tempat.

Mau kemana itu?? xD

Hue, dasar anak aneh. Kok bisa ya dia lihat?

To : Sai

Aishiteru too :*

-

To : Sakura Uchiha Baka xP

Apa sire?!

Kemana aja boleh. Bukan urusanmu xp

Aku tahu, sepertinya tidak akan ada balasan sms dari Sai. Jadi aku tidak perlu menyiksa hp-ku dalam genggamanku.

'Ooooo…. Caught in….'

Grr! Pasti Sakura!

From : Sakura Uchiha Baka xP

What's the meaning of 'sire' ??

Pelit hu. Ino pig peeeliiit XP

-

To : Sakura Uchiha Baka xP

Gatau. Pernah denger orang Indonesia ngomong gitu. Katanya sih artinya 'Kamu' hehe x)

Biarin xPP

Dasar jidat lebar. Ngapain sih dia mencampuri urusanku? Belum puas sama si Uchiha?

'Oo..'

SET! Dengan secepat kilat aku mengambil handphone-ku dan melihat isinya.

From : Sakura Uchiha Baka xP

Memang kapan kamu ke Indonesia?

Yayaya, whatever XP

-

To : Sakura Uchiha Baka xP

Tahun lalu. Masa lupa? Dasar pikun!

Sudah ya. Aku mau tidur xp

Tanpa pikir panjang, aku menekan tombol 'Send' dan langsung men non-aktifkan hp-ku. Biar gak ada yang ganggu.

***

Keesokan harinya…

Singkat cerita, sekarang aku sudah berada di Konoha Gakuen School. Tanpa ba bi bu lagi. Aku langsung berlari sekencang-kencangnya sampai asap mengepul di belakangku (gak juga sih) pokoknya intinya mah cepet!

Drap.. Drap.. Drap..

BRUK!

"Hosh.. hosh.." Semua mata menatapku sekarang. Mulai dari onyx, emerald, indigo dan mata-mata yang mengerikan lainnya. Wajar sih, aku datang dengan cara heboh : mendobrak pintu seperti yang diajarkan ayahku. Tapi biarkan, yang penting sekarang aku bisa melihat senyum Sai yang menawan itu..

"Ohayou, Ino." Sai menyapaku dengan senyum mautnya. Aku tersenyum balik.

Langsung aku mendekati Sai dan sedikit berbincang-bincang dengannya.

Lirik Lirik Lirik

Ya, semua mata terarah kepadaku (lagi)

Mungkin aneh, Sai yang tertutup bisa sebegitu asyiknya mengobrol dengan cewek sepertiku. Tapi sekarang kan statusku sudah berbeda, sudah naik derajat. Hehe..

"Ino, kamu jadian sama Sai?" Tiba-tiba suara Sakura mengagetkanku. Diikutin dengan Sasuke dibelakangnya. Sai hanya tersenyum, sedangkan aku blushing.

"Iya. Kami sudah jadian sejak kemarin." Jawab Sai enteng. Spontan, Sakura kaget dan langsung duduk di sebelahku, sedangkan Sasuke masih stay cool tapi ikut mendekati Sai dan duduk disebelahnya.

"Waah, kalo gitu PJnya dong!" Ujar Sakura semangat.

"PJ?" Tanyaku bingung.

"Yah, Ino. Masa gak tau PJ? Pajak jadian!" Jawab Sakura berapi-api.

"Memang jadian harus pake pajak segala ya?" Tanyaku lagi.

"Sudahlah, pokoknya kau berhutang traktiran padaku! Aku akan memberitahu Tenten dan yang lainnya dulu! Daah…" Akhirnya Sakura pergi diikuti Sasuke yang merangkulnya.

"Hehe, mereka mengganggu ya?" Sai membuka pembicaraan sambil menunjuk Sakura dan Sasuke yang sudah pergi dengan jempolnya.

"Uhm, iya tuh. Hehehe…" Aku mengangguk. Ia tersenyum.

***

Teng.. Teng..

Bel pulang sekolah berbunyi. 'Cepat sekali hari ini berlalu' Batinku.

"Ino, mau pulang bareng?" Sai kembali mengagetkanku dengan kemunculannya.

"Ehm.. tidak merepotkan?"

"Tidak. Rumah kita kan searah." Jawab Sai sambil tersenyum.

"Oke. Hehehe.." Jawabku mengiyakan.

-

-

Di jalan, aku dan Sai berbincang-bincang..

"Ino, hobbimu apa?" Tanyanya.

"Aku? Bernyanyi. Hehe.." Jawabku sambil tertawa kecil.

"Waah, hebat. Aku ingin dengar suaramu dong.."

"Ini kan sudah." Ujarku enteng.

"Bukan. Aku ingin dengar kau bernyanyi," Sai tersenyum lagi.

"Eh? Kapan-kapan saja ya," Aku blushing.

"Oke. Tapi kau berjanji ya, Ino-chan…" Sai nyengir. Mukaku mulai memerah…

"Ehehe, iya, Sai-kun…"

Serr…

Angin menyapu rambut pirangku. Meramaikan suasana indah yang sedang terjadi kini. Aku, Yamanaka Ino, adalah pacar seorang Sai Satoshi…

***

"Ino-chan. Sudah sampai." Ujarnya setelah sampai di depan rumahku.

"Oh, iya. Arigatou Sai-kun. Maaf merepotkan.."

"Iya.." Sai tersenyum. Aku membalas senyumnya dan berbalik badan menuju rumaku. Tiba-tiba Sai menarik tanganku dan…

Cup.

Sai mengecup bibirku singkat. Aku blushing gak karuan karenanya. Sementara Sai, terlihat semburat merah di wajahnya.

"Eh? Sai… kun…" Aku menunduk malu.

"Maaf Ino-chan. Hehe, aishiteru.." Jawabnya.

"Aishiteru too.." Aku cepat-cepat masuk ke dalam rumah. Berusaha menyembunyikan wajahku yang tidak enak dilihat saat ini.

"Tadaimaa..!" Seruku setelah sampai di rumah.

"Eh, Ino sudah pulang." Jawab ayahku berseri-seri.

"Otou-san. Kenapa sumringah gitu? Dapet pacar baru? Hehe.." Ujarku bercanda sambil meneguk secangkir teh yang ada di meja.

"Yaa.. kau tahu saja." Jawabnya. Membuatku menyemburkan teh yang ada dalam mulutku dan spontan bertanya.

"Siapa?!"

"Itu.. tetangga kita.." Jawabnya nyengar-nyengir.

"Tetangga kita? Siapa?" Tanyaku lagi.

"Shizune Satoshi itu looh…" Jawabnya tambah nyengir.

Aku hampir loncat mendengar kata Satoshi kalau saja tidak ada meja dan sofa yang menghalangiku.

"Sa… Satoshi?!"

"Ya, ibu dari Sai Satoshi. Temanmu itu.."

"Hah? Yang benar saja? Otou-san pacaran sama dia?!" Tanyaku tak percaya.

"Iya. Dan kami memutuskan akan menikah dalam waktu dekat."

"UAPAH???!!!"

To Be Continued

Fic apa ini??!!

Sama sekali gak ada bagus bagusnya. Huh…

Gomen gomen gomen gomen gomen gomen..

Saya hanya mengharapkan anda men-klik tulisan hijau dibawah ini. Arigatou ^^