Selamat Natal!

Cast: BTS

Rate: T


Malam ini malam natal, member BTS yang saat itu memiliki waktu kosong sebentar memilih untuk mempersiapkan hari Natal meskipun esoknya mereka masih tetap memiliki jadwal manggung yang padat.

Seokjin sedang sibuk di dapur, menyiapkan makan malam dengan segunung bahan bahan untuk ke 6 perut lain yang sepertinya semakin susah kenyang.

Taehyung, entahlah. Dia tiba tiba menghilang dengan setumpuk kertas.

Namjoon, dan Hoseok sedang mempersiapkan pohon Natal. Jimin dan Jungkook seharusnya membantu dengan membersihkan dorm serta memasang perlengkapan lain, namun suara berisik lengkap dengan cekikikan sana sini yang terdengar dari ruang tengah sampai dapur tampaknya cukup menjelaskan kegiatan sebenarnya yang mereka lakukan.

Sementara Yoongi, ia masih belum kembali

Ke bumi

Dari tidurnya.

.

.

"Joonie… bagaimana dengan pohon Natalnya?" Seokjin berteriak dari dapur. Meskipun sedang sibuk memotong motong sayuran, jangan kira hyung tertua itu tidak memantau kerjaan member yang lain.

"Sedang kuusahakan Hyung." Sahut Namjoon. pria itu tampak kesulitan dengan lampu lampu serta perhiasan lain yang harus disematkan di pohon Natal.

"rasakan ini!" sahut Jungkook sambil memainkan pedang pedangan dari permen tongkat mainan dengan Jimin

"kau yang rasakan!" lelaki bermarga Park yang notabene nya lebih tua dari Jungkook 2 tahun itu, bukannya menghentikan tingkah konyol Jungkook, malah meladeni sang maknae bermain perang perangan.

Seokjin menoleh kearah ruang tengah dari dapur, tangannya masih sibuk mengaduk suatu bahan kental di dalam baskom kecil, sementara mata bulatnya sibuk memperhatikan satu persatu member abnormal lain yang sedang sibuk sendiri sendiri.

Jungkook dan Jimin yang masih bertarung sengit, Namjoon yang tampaknya juga sedang bertarung sengit dengan kabel, lalu Hoseok yang sedang kelewat semangat menempelkan kaus kaki kaus kaki Natal sambil bernyanyi lirik yang itu itu saja.

"jingle berrll jingle berrll jingle all the wayeu" seru nya dengan cengiran lebar.

"aishhh" Seokjin mengerang sambil menggelengkan kepalanya. Belum lama ia kembali ke dapur tiba tiba suara gaduh kembali terdengar. Anehnya, Jungkook, Jimin dan Hoseok yang dari tadi juga ribut malah menjadi hening tiba tiba. Seokjin yang penasaran langsung bergegeas ke ruang tengah.

"ada apa itu?" tanya Seokjin panik saat melihat Jimin, Jungkook, dan Hoseok sedang berdiri memunggunginya menghadap tempat Namjoon tadi menyiapkan pohon Natal. Mereka berdiri saling berdempetan, seolah menghalangi pandangan Seokjin atau dengan kata lain sedang menutup nutupi sesuatu.

Ditanya Seperti itu, sontak ketiga member langsung berbalik menghadapnya namun masih saling bergeser, memperkecil celah diantara mereka.

"ti-tidak ada apa apa hyung." "iya semua baik baik saja." "oh iya, hyung masak apa?" kata ketiganya bersahut sahutan, mencoba mengalihkan perhatian Seokjin.

Seokjin mengangkat sebelah alisnya dengan tatapan selidik. Baru saja Hoseok mau membuka mulutnya tiba tiba suara erangan kesakitan tertangkap oleh indra pendengaran Seokjin.

"arghh"

"Namjoon?" panggil Seokjin dengan intonasi panik, sedikit tegang. Mata Pria itu bahkan membulat.

"a-aku baik baik saja hyung!" sahut Namjoon dengan suara tertahan. Mendengar ucapan itu, Jimin, Jungkook dan Hoseok yang dari tadi sibuk menutupi Namjoon, akhirnya bergeser perlahan, memperlihatkan Namjoon dengan kondisi jatuh di lantai dan pernak pernik lampu Natal yang pecah dimana mana. Jangan lupakan juga kabel kusut dan pohon Natal yang rusak.

"astaga Joonie, apa yang terjadi?"

"a-" baru saja Namjoon mau membuka suara, golden maknae dengan muka tanpa dosa langsung memotong ucapannya.

"Namjoon hyung kan memang perusak. Hyung lupa?"

Namjoon mendelik. Dengan sedikit limbung sang Leader Mon mencoba berdiri lalu mempelototi ketiga member lain yang berdiri berjejer di dekatnya. "ini semua gara gara kalian!"

"mwo?" Jimin menyahut tidak terima.

"mereka bermain pedang pedangan terlalu berlebihan sampai menarik kabel ini."jelas Namjoon pada Seokjin yang tengah memperhatikan dongsaeng dongsaengnya dengan tatapan bingung. Namjoon kesal sekali.

"dan kebetulan kabelnya terikat di kaki Namjoon. jadilah dia tersandung. Dan.. yeah-" baru saja Hoseok mau menyelesaikan penjelasannya tiba tiba sebuah suara yang terdengar familiar menginterupsi mereka.

"ada apa ini?" semua member menoleh kearah sumber suara, dan menemukan Yoongi dengan wajah khas baru bangun tidur sedang berdiri malas diambang pintu kamar tak jauh dari mereka. O'oh membangunkan Yoongi sama sama menaruh dirimu dalam situasi bahaya.

"oh astaga." Pekik Hoseok. Semua member tersentak. Tak terkecuali Seokjin dan Namjoon.

"ini salahmu." Tuduh Jungkook pada Jimin.

"salahmu." Bela Jimin tak mau kalah. Bukan 100 % salahnya juga sih karena sebenarnya yang membuat Namjoon tersandung adalah karena Jungkook yang tak sengaja menarik kabel lampu itu.

Dan Jungkook seperti itu karena mau mengejar Jimin yang menyambitnya dengan permen tongkat mainan.

Jadi siapa yang salah? Entahlah, yang jelas semuanya dalam 'bahaya'

"kau!"

"kau! Pokoknya ini salah kau!"

Sedang sibuk sibuknya saling berdebat, tiba tiba Taehyung muncul dengan wajah tanpa dosa.

"lalala lalalalaaa~ lalalaaa lalalalaaa-" Taehyung besenandung, menyanyikan irama lagu Natal yang Hoseok ulag ulang dari tadi "-eh apa yang terjadi? " senandung alien itu tiba tiba terhenti begitu melihat suasana ruang tengah yang acak acakan.

Semua member menoleh ke arah pembuat suara yang tampaknya tak tau situasi.

"Tae. Kau darimana saja?" tanya Seokjin

"membuat ini. Aku ingin menempelkannya di beberapa tempat" Sahut Taehyung sambil menunjukan beberapa kertas A4 yang dihiasi tulisan "lewat sini." "kami disini Santa." Dan sebagainya yang ditulis dengan spidol berwarna warni yang terkesan norak.

Seokjin menaikan alisnya, menatap Taehyung tak paham. Diikuti juga dengan member yang lain.

"kita tak punya cerobong asap. santa akan kesulitan mencari kita." Jelas Taehyung polos.

"a-ah. Baiklah" sahut hyung tertua sambil mengangguk mengerti.

"tunggu dulu. Jadi sebenarnya ada apa?" jeng! Suara Yoongi kembali menyadarkan mereka bahwa situasi belum aman.

"hmm.." Jimin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kebingungan mencari alasan yang tepat.

"gagal sudah." Celetuk Seokjin. Hyung itu mendudukan dirinya di sofa, masih dengan sebuah celemek kotor yang terpasang dibadannya. Wajah Seokjin berubah menjadi sendu. Ia ingin Natal ini sempurna.

"hyung.. jangan sedih." Sahut Jimin sambil duduk disamping Seokjin. Dia merasa bersalah juga sebenarnya.

"iya.. bagaimana kalau kita bangun ulang pohonnya?" usul Jungkook sambil ikut duduk disamping Seokjin. Mengapitnya, bermaksud membantu Jimin menghibur Seokjin.

Seokjin-Jimin-Jungkook menoleh ke sumber sengketa, melihat Pohon naas yang tergeletak tak karuan dengan pernak pernik rusak sana sini, membuat ketiganya menghela nafas pasrah.

Pohonnya tidak bisa terselamatkan lagi.

"ah, aku ada ide!" kata Namjoon. Dia merasa terpojokkan juga. Untung saja, otaknya bisa diajak kerjasama demi menyelamatkan situasi ini.

"apa itu?"

"nanti kalian juga tau. ayo bersiap!" sahut Leader mon. Member lain menatapnya bingung namun mereka akhirnya bangkit dan bersiap juga.

"tidak adakah yang mau menjelaskan apapun padaku?" kata Yoongi, lebih seperti monolog karena member lain yang sedang bergegas siap siap, malah mengacuhkannya.

"akan aku jelaskan nanti Hyung, sambil mandi" Bisik Jimin sambil lewat, lengkap dengan kedipan penuh arti.

Yoongi mengerjapkan matanya beberapa detik, lalu sebuah senyuman menghiasi wajah pria itu yang kemudian mengikuti Jimin melangkah ke kamar mandi.

.

.

.

.

.

"WHOAAAA!" sahut Taehyung sumringah sambil melihat Pohon Natal besar sekali yang berdiri di taman kota. Tadi, Namjoon mengajak mereka ke taman dimana biasanya sudah disulap dengan pernak pernik natal, khususnya sebuah Pohon sangat besar lengkap dengan lampu lampu cantik.

Ke 7 member BTS menatap pohon itu dengan senyum. (kecuali Yoongi yang hanya membuka mulutnya)

"selamat natal dan… selamat hari ibu Hyung." Kata Jungkook malu malu.

"hari ibu?" ulang Seokjin dengan tatapan tak paham,

"aku tau kemarin saat kami menelfon ibu kami masing masing, Hyung tetap bertindak sebagai eomma meskipun kami acuhkan." Jelas Jungkook.

Ah, Seokjin ingat itu. Disaat semua member seharian sibuk dengan ponsel mereka, dan Seokjin tetap menyiapkan makanan. Bukannya Seokjin tidak menghubungi ibunya, ia juga melakukan video Call, kok. Hanya saja, ia masih merasa memiliki kewajiban pada member yang lain.

Tapi member lain malah sibuk sekali sampai terkesan mengacuhkan dirinya.

"hyung menyiapkan makanan, menyiapkan baju, mengingatkan kami mandi, bahkan membantu keperluan Tae meskipun terkadang tidak jelas." Jelas Jimin, Tae mendelik.

"membangunkan Yoongi hyung." Timpal Namjoon. Sementara Yoongi hanya tersenyum.

"menjadi sandaran disaat kami jatuh." Sahut Hoseok

"padahal kami tau, Hyung juga pasti memiliki masalah. Tapi hyung tidak pernah memperlihatkan nya pada kami." Imbuh Jungkook lagi. Semuanya terdiam. Larut dalam suasana.

"malam natal, seharusnya dirayakan bersama keluarga. Namun kami semua jauh dari keluarga dan alasan hyung bersih keras untuk merayakan natal bersama, karena hyung ingin kami merasa berada dirumah kan hyung?" kata Taehyung memecahkan keheningan dengan senyum nya yang tampan

"dan aku juga tau Hyung, kau sebenarnya ada latihan hari ini kan? Tapi kau batalkan." Celetuk Yoongi. Mata Seokjin sudah berkaca kaca sekarang karena terharu. belum sempat Seokjin membuka suara, Jungkook sudah menyanyikan lagu yang indah sebagai hadiah untuk Seokjin, diikuti dengan yang lain.

.

.

"kami mencintaimu hyung." Kata Jungkook setelah selesai menyanyikan lagunya.

"eommaaaa!" seru Jimin tiba tiba, siap menghampiri Seokjin untuk memeluknya. Baru selangkah, Jungkook sudah menarik tangannya.

"aish! Dia eommaku!" kata Jungkook sebal

"dia eommaku juga!"

"aku anak kesayangannya!"

"aku anak sulung!"

Jimin dan Jungkook pun kembali rebutan. Lalu tiba tiba..

"Selamat Natal." Kata Namjoon dengan suara beratnya, memeluk Seokjin, membuat pria itu tenggelam di dalam dada bidang Namjoon yang nyaman.

"Saranghae Jinnie" Bisik Namjoon lagi.

Dan semua member yang memandang mereka pun memutar bola matanya mereka malas. Pasti selalu begini.

Sementara Seokjin tersenyum bahagia di dalam pelukan Namjoon. Natal bersama Bangtan akan selalu menyenangkan.

END


Hehe natal nya udah kapan tau baru update sekarang. Yaudah lah yaaa.

Ayo ada request pairing siapa untuk next chap?

Review Juseyooo

Terima Kasih


Epilog

"hyung. Bisakah kau melepaskan pelukanmu sekarang? Sudah semakin canggung disini." Jungkook memutar bola matanya malas.

"asikkk setelah ini ayo kita jalan jalan" seru Hoseok

"wah.. butuh berapa banyak bola lampu ya untuk menghias pohon ini?" Taehyung bermonolog sambil memperhatikan pohon Natal super besar di depannya."

"Yoongi hyung." Bisik Jimin

"hn?"

"aku mencintaimu" *cup*

"aku juga" Yoongi tersenyum, sambil menggandeng tangan Jimin dan memasukannya ke dalam saku. Menyalurkan rasa hangat dan sayang.

memangnya hanya Appa Joon dan Eomma Jin saja yang bisa bermesraan?