RIKKAIDAI CHOIR
CHAPTER 2
Keesokan harinya, setelah bel pulang sekolah berbunyi, mereka mendaftarkan diri sebagai anggota paduan suara Rikkai. Namun, sebelum masuk ke tim paduan suara, mereka harus dites dulu oleh pelatih paduan suara, namanya Musashi Kurumizawa.
"Aku duluan di tes yaaa...!" kata Marui maju ke hadapan Musashi-sensei
"Okelah kalau begitu... "kata Musashi-sensei meniru Warteg Boys (maklum,ngepens... hahaha..)
Marui masuk ke ruang musik. Musashi-sensei pun kemudian duduk menghadap piano dan mulai mengetes Marui. Tak lama kemudian, Marui dan sensei pun keluar ruangan... Sensei pun berkata
"Marui-kun, kau masuk sopran ya..."
"Sopran,sensei?"
"Ya... Itu, yang sopran berkumpul disana.."
Marui melihat bahwa rata-rata yang ikut sopran adalah cwe. Ada sih cwonya... Tpi cuma ada 2...
"Astaganaga ...!Gue harus ngumpul bareng anak-anak cwe ituu?" jerit Marui dalam hati
Marui pucat sekali. Angin semilir berhembus di muka Marui. Dan lama-lama Marui membatu...
"Marui-kun? Kenapa?" tanya Musashi-sensei
"eeehh.. ng... ga apa apa sensei.."
"Ya udah.. Sono ngumpul karo bocah-bocah sopran" (NB: Musashi-sensei orang jawa)
Dengan muka pucat Marui pergi berkumpul bersama anak-anak sopran itu...
Niou dan Akaya terbahak-bahak karena Marui tampak cocok bersama cwe-cwe itu (gara-gara rambut Marui berwarna pink tuh... hahahaha...)
"Akaya Kirihara" kata Musashi-sensei
"Baik sensei"
Akaya masuk ruangan dengan penuh percaya diri
"86% Akaya masuk alto, 14% Akaya masuk meso sopran" Yanagi menganalisa.
"A... Akaya masuk alto ya..." Musashi-sensei berkata sambil mengelus-elus kupingnya (nih sensei kenapa lagi ngelus ngelus kuping kagak jelas... tapi ntar alasannya kita ketahui saat sensei mngetes Niou)
"Yesss...! Aku ngga sial kayak Marui-senpai!" Akaya senang
Alto,rata-rata isinya anak-anak cwo. Marui yang melihat dedek kelasnya masuk alto cuma mendengus kesal.
"kenapa gue mesti masuk sopran...! Anak cwonya cuma 2, cwe-cwenya berisik lagi... Sial banget gue...Mimpi apa gue semalem... Mimpi kesamber geledek engga, mimpi kejatuhan kelapa juga kagak..." omel Marui
"Niou Masaharu" kata Musashi-sensei
Niou masuk ke ruang tes. Niou menyadari bahwa ada yang ga beres ma sensei-nya.
"Sensei kenapa?" tanya Niou
"Budeg gara-gara dedek kelasmu..." kata Musashi-sensei sambil ngelus-ngelus kupingnya...
"Pasti tadi Akaya nyanyinya jerit-jerit... Dia kan kalo udah nafsu nyanyinya sampe jerit-jerit..." kata Niou dalam hati sambil nahan tawa...
Niou sudah beres di tes dan masuk alto. Sanada,Yanagi,Jackal dan Yagyuu juga masuk alto. Kini giliran Yukimura di tes
"Semoga Yukimura masuk alto... semoga Yukimura masuk alto..." harap Sanada
Ternyata Kami-sama tidak memenuhi permintaan Sanada. Yukimura masuk meso sopran. Hal ini membuat Sanada patah , setidaknya meso sopran banyak cowonya kalau dibandingkan dengan Sopran.
"Baiklah...! Pertama kita latihan pernapasan. Kalian pilih satu pasangan!" kata Musashi-sensei
"Sekarang dengan satu jari,tekan perut teman kalian. Saat bernapas, perut teman kalian harus terasa bergerak ya..."
Niou (berpasangan ma Marui) saking jailnya, jarinya bukan sekedar menekan perut Marui tapi juga menggelitikinya.
"GYAHAHAHAHAHA...Geli...! Aduh,Niou...! udahan..! geli... Hahahahaha..." Marui ketawa dengan suara keras.
Hal ini ditirukan oleh Akaya. Dia menggelitiki Yagyuu sampai-sampai muka Yagyuu pucat karena ga kuat nahan ketawa.
"Ano, Musashi-sensei...? Mereka di suruh berhenti main-main donk..." kata Jackal yang agak kesel
Eh.. Ternyata Musashi-sensei sendiri ngakak ngeliat kejadian itu. (ga beres ni sensei... ==')
"MINNA...! LARI 30 PUTARAN...!" teriak Sanada. Semua yang ada di situ diam. Tapi si sensei masih ketawa-ketawa kecil...
"Sanada... Ini bukan klub tenis..."kata Yukimura menenangkan.
"Tapi... Yukimura.." kata Sanada
"Sudahlah... Sabar,Sanada..." kata Yukimura mendekatkan mukanya ke sanada sambil tersenyum.
Muka Sanada memerah seperti kepiting yang baru direbus melihat muka Yukimura yang begitu dekat. Namun terlihat Sanada menikmati pemandangan didepannya itu.
"Ehm... hehe... Sudahlah... yang penting kalian mengerti kan, kalau saat bernyanyi kita harus menggunakan pernapasan perut?" Musashi-sensei menengahi sambil cengengesan.
"Iya sensei..."
"Kalau begitu, sekarang kalian bawa pulang partitur ini. Coba pelajari di rumah, karena besok kita akan latihan lagu ini. Oke,sampai besok..."
Bgitulah chapter ke 2...
Kayaknya agak ngambang critanya... Gomen ya... TT_TT
Anyway,tunggu chapter 3 nya...
