"Suho.. Kau telat lagi. Sudah berapa kali ku bilang untuk bangun lebih pagi dan juga berangkat lebih pagi."
Suho sudah menyangka bahwa class monitornya akan mengomelinya dengan segudang kalimat mengenai 'telat'.
Bukan sesuatu yang jarang kalau kita membicarakan tentang telat nya Suho. Iya, rumah nya jauh dan ia masih suka bangun terlambat.
"Melaporlah ke guru Shim, dia menunggumu saat istirahat nanti Ho. Aku harap besok-besok kau tidak akan telat lagi untuk kesekian kalinya."
"Yak! Chen! Bantu aku, aku tidak mau detensi! Lagipula aku baru telat sekali bukan? Dan itu artinya aku tidak detensi dong."
"Aku sudah membantu mu minggu lalu, tapi kali ini kau tidak bisa kubantu. Aku punya kencan yang harus aku lakukan.. Maaf ya Ho." Chen dengan santainya menutup buku death notes berisi orang-orang telat itu dan langsung pergi meninggalkan Suho sendirian.
Suho yang memegang lengan ranselnya itu langsung menghela nafas sebal.
"Uh! Chen menyebalkan sekali sih tidak mau membantuku! Dan juga seharusnya aku tidak detensi! DASAR CHEN MENYEBALKANNN!"
Sungguh, teriakanmu tidak membantu Suho sayang.
Setelah melapor ke guru Shim yang bahkan seperti orang bingung kenapa bisa Suho disitu, Suho dijadwalkan harus melakukan detensi hari kamis bersama anak sebelah.
Siapa ya.. Tadi Suho diberitahu namanya, hanya saja ia sekarang lupa.
"Namanya depannya K. K. K siapa ya?"
Ia menatapi kertas laporan detensinya. Sesekali melihat ke sekelilingnya. Kini ia berada di kantin, di tengah-tengah temannya yang sedang sibuk dengan makan siangnya.
"Chanyeol, siapa anak sebelah yang nama depannya K?"Ia bertanya kepada Chanyeol yang sudah selesai makan siang,
"K? Kim atau nama panggilannya?"
"Panggilan."
Chanyeol Nampak berfikir dan bahkan menyenggol ke sebelahnya, Tao yang juga kebetulan sudah selesai makan.
"Siapa anak sebelah dengan nama K depannya?"
Tao meminum tehnya,
"Sepupuku."
"Eung?" Suho langsung menatap serius Tao.
"Kris Wu. Itu maksudmu Ho?"
Ah.. Suho harus mencari namja itu. Muka Suho langsung kembali menatap kertas detensinya.
"Kenapa memangnya Ho? Kau minta pertanggung jawaban apa?" Pertanyaan yang dikeluarkan Chanyeol agak sedikit ambigu untuk Suho,
"Pertanggung jawaban?"
"Lah kupikir dia—"
Chen langsung menutup mulut Chanyeol dengan tisu.
"Sudahlah Ho, Chanyeol sedang aneh. Ah.. Kris Wu itu teman detensimu?"
Suho langsung mengangguk dan mengganti pembicaraan.
"Eung. Aku belum pernah kenal Kris Wu."
"Anak basket. Biang onar nya angkatan kita, masa kamu tidak kenal sih?" Tao menjawab pertanyaan Suho.
Suho mengangkat bahunya.
"Tidak.. Ah.. Aku ingat. Dulu aku dan dia pernah satu kelompok dalam acara study tour, dia menggangguku sekali."
"Iya karena dia menyu—"Chen dengan cepat menutup mulut Tao dengan tangannya lalu berucap,
"YAK KENAPA SIH BOCAH BOCAH INI BICARA SEMBARANGAN!"
Suho memandang Chen bingung. Aneh. Memangnya ada apa dengan Kris anak sebelah?
"Ah kapan jadwal detensimu?"
"Besok. Menurutmu dimana aku bisa menemui Kris Wu?"
"Lapangan." Chen menunjuk lapangan di dekat mereka dengan dagunya.
Suho langsung bangun dari tempatnya.
"Aku mau bertemu Kris dulu deh. Sampai jumpa teman-teman." Suho langsung pergi melesat meninggalkan ketiga namja aneh itu.
"Bisa-bisanya kalian hampir keceplosan!"
Suho mendatangi Kris yang sedang mau shooting itu dengan meneriakinya.
"Kris Wuuuuuuuuu,"
Beberapa orang yang sedang dilapangan dengan sangat terkejut melihat Suho, anak mungil+gebetan Kris Wu.
Kuberitahu saja kepada kalian. Sudah menjadi rahasia umum kalau Kris Wu itu menyukai Suho. Jelas sangat terang-terangan. Pertama mereka tau karena Kris yang suka fotografi bahkan punya folder sendiri di laptopnya dengan judul Angel. Awalnya teman-teman mengira bahwa itu berisi model seksi Victoria Secret. Yang mengejutkan adalah isi foldernya hanya foto Suho.
Kaget? Iya, bahkan teman-temannya ada yang langsung sakit saat melihatnya.
Sakit karena tidak menyangka Kris yang tidak punya hati menyukai seseorang. Seseorang yang polos.
Seperti yang tadi dibilang oleh Suho, Suho sebetulnya memang tidak harus detensi. Namun karena Kris ingin detensi bersama dengan Suho, ia mentraktir class monitor Suho yaitu Chen. Ia membayar Chen untuk membuat Suho detensi bersamanya. Ya Chen sih mau saja. Untungnya guru Shim mau diajak kerjasama juga.
"Kris? Kau sudah bergerak?"
Kris menggelengkan kepalanya.
Pertama kali dalam sejarah, malaikatnya mendekatinya.
"Kris Wuuuuuu~ Kemari!"Suho menunjuk tempat nya berdiri, memutuskan untuk tidak ke tengah lapangan.
Bak anak yang dimarahi, Kris langsung melempar bola ke arah Changmin dan berjalan dengan bingung ke arah Suho.
Saat sudah didepan Suho, Suho langsung mengulurkan tangannya.
"Suho Kim. Ayok kita belum berkenalan secara baik."
"Ah.. Tanganku berkeringat, aku tidak bisa membiarkan tangan putih bersih lembut milikmu terkena tangan kotor ku karena aku baru saja bermain basket."
"Eung? Ah santai saja."Suho langsung menarik tangan Kris.
"Ayok sebut namamu."
"Kris Wu. Dan aku siap mengganti nama keluargamu menjadi nama keluargaku juga."
"Eung?"
Hening.
Lapangan juga hening.
Kantin juga hening.
Mata yang saling bertatap itu hanya terdiam.
Kris tidak sadar kalimat itu lolos dengan mudahnya.
"Maaf. Kris Wu. Aku Kris Wu. Teman detensimu untuk kali ini dan teman seumur hidupmu nanti."
Kai yang sedang minum air tidak jauh darisana saat mendengar kata-kata Kris langsung menjatuhkan botol minumnya terkejut.
Air tumpah.
Suho yang sadar duluan, pipinya langsung berubah merah.
"Teman… apa?"
Kris kini sadar.
"Temanmu. Pasangan hidupmu."
Prang!
Chen yang sedang membawa piring saat itu juga tidak sengaja menjatuhkan piring berisi nasi dan bulgogi saking kagetnya mendengar kalimat mulus dari Kris.
Pipi Suho tambah merah.
"Aku mengajakmu berkenalan karena kita akan detensi bersama hari kamis kan?"Meskipun Suho mengganti pembicaraan, pipinya masih saja merah dan bahkan kalimat yang ia ucapkan menjadi pelan.
"Hari apa saja aku tidak apa-apa, asal kamu dan aku bisa bersama."
….
Kris sadar.
"Harga diriku."
Suho kini menjawab.
"Jadi tadi bercanda?"
Kris yang sudah melepas genggaman mereka dan kini menutup wajahnya dengan kaos basket itu menatap Suho dan langsung menggeleng.
"Tidak, aku serius. Semuanya. Bagaimana kalau kamis kita kabur dan aku akan membawa keluargaku ke rumahmu?"
….
"Serius?" Suho kembali bertanya.
"YAK APA YANG TERJADI PADAMU KRIS WUUU!" Kris langsung loncat-loncat seperti anak kecil untuk menutupi malunya.
Suho tau Kris Wu ini serius.
Iya.
Karena teman-teman Kris Wu (Bahkan Jongin meninggalkan air nya yang tumpah dan Chen meninggalkan piringnya yang pecah) langsung mengumpul melingkar dan berkata,
"Mulus sekali kawan. Kapan kalian akan berkencan? Kamis? Boleh semua lancar." Ujar Tao
"Hebat Kris, aku akan minta izin ke kepsek kalau kalian benar-benar akan tunangan Kamis ini." Ujar Baekhyun.
'Jadi gossip mengenai Kris menyukai ku itu benar dong?' gumam Suho.
Gumam-an Suho juga membuat oneshoot ini berhenti sampai disini.
FIN
LOL ini pertama kalinya saya update karena lagi ada ide dan mood untuk nulis!
Review:
realsrho, aku udah lanjut kok! Tapi beda alur cerita. Kan yang aku bilang, ceritanya bakalan beda-beda nih. Maaf ya kalau ga sesuai ekspetasi tapi I hope you like it! Tinggalkan review lagi ya ~ Terima kasih!
Zee 295, seorang Kris Wu sepertinya memang cocok dengan peran langsung gaet karena dia yang ganteng banget ga bakalan ditolak sama siapapun. Ini udah aku lanjut! Terima kasih sudah meninggalkan review.
Wu Saulie BhuwakhulTuan, Ini nama kamu itu ada Mark Tuan ya XD Udah aku lanjut kok! Keep reading ya trus tinggalin reviewjuga, terima kasih sudah bacaaa~~
Bekipan, yesss dia mah emang gitu. Hidup begini dan begitu. Aku lagi semangat nih nulis KrisHo, apalagi kalau di support jadiiii support aku juga ya terus! Ku lanjut dengan plot berbeda. Terima kasih sudah membaca dan tolong tetap ikuti cerita ini.
Twelvenad, hahaha kamu ajak ngobrol aja duluan teman sekelaskamu? Gimana? Siapa tau lancar~ terima kasih sudah komen dan support ya~ Keep reading!
fyodult, wkwkwk mau dibikin tambah baper kasian nanti kamunya. XD terima kasih sudah komen ya, tolong baca lagi lanjutannya yang ini. Hahaha.
Ini inget ya, tiap chapter bakalan beda-beda. Aku lagi punya banyak ide karena liat di Twitter.
Jadiiii baca terus! Terima kasih lagi atas support kalian.
Btw maaf kalau ada typo XD
