Short Date

.

.

KyuMin

.

GS

.

Don't like don't read

.

.

Happy Reading ^^

.

.

6.30 pm

"Mengapa dingin sekali?".

Kyuhyun menggosokan kedua tangannya. Meniup sebelah telapak tangannya sebelum kembali memasukannya kedalam saku jaket. Tangan kirinya menenteng kantong putih yang cukup besar. Seharusnya sekarang ia sudah berada dirumah, bergelung dengan selimut hangat atau menyantap semangkuk ramen dengan asap yang masih mengepul. Namun kakak perempuannya menyuruhnya untuk membeli beberapa keperluan dapur terlebih dahulu. Kyuhyun tak bisa menolak. Kibum cukup galak menurutnya.

"Aish…". Kyuhyun kembali merutuki dirinya. Harusnya tadi ia juga membeli satu cup kopi atau coklat panas. Itu cukup menghangatkan tubuhnya sebelum sampai dirumah.

"Kyuhyun-ah".

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Ia membalikan tubuhnya, merasa seseorang di belakang sana memanggil dirinya. Ia mengangkat sebelah alis matanya melihat dua orang berlari kecil kearahnya. Kyuhyun merasa tak asing dengan salah satu dari dua orang itu.

"Donghae hyung".

"Sedang apa kau disini?". Donghae menghela kasar nafasnya. Walau ia hanya berlari kecil, udara dingin cukup membuat dadanya sedikit sesak.

"Aku akan pulang. Tapi Kibum noona memintaku membeli ini". Donghae mengangguk saat Kyuhyun mengangkat kantung belanjaannya.

Kyuhyun melirik pada perempuan yang berdiri persis di samping Donghae. Sedari tadi ia terus mengerucutkan bibirnya. Terkadang menggerutu kecil yang sama sekali tak bisa Kyuhyun dengar.

"Ah, Kyu kenalkan. Dia Eunhyuk".

"Pacar mu?".

"Ya/Bukan". Kyuhyun menahan senyuman saat dua orang dihadapannya itu menyahut bersamaan.

"Aku sudah mengatakan cinta padamu tadi".

"Tapi aku belum menjawabnya".

"Aku sudah tahu jawabannya. Jadi harus bagaimana lagi".

"Apa?".

Kyuhyun memutar malas bola matanya. Udara semakin dingin. Ia sudah ingin sampai dirumah. Tapi dua orang malah bertengkar di depannya. "Ya! Kenapa kalian malah ribut. Aish…".

Sontak Eunhyuk dan Donghae menutup mulutnya. Bersikap seperti tak terjadi apa-apa.

"Oya. Pertandingan sepak bola besok sore. Mau menonton?". Donghae menyunggingkan senyumnya.

Kyuhyun sedikit berfikir. Mengingat-ingat jika besok ia tak ada acara lain. Dan sepertinya memang tidak ada. "Baiklah".

"Aku ikut". Serempak Kyuhyun dan Donghae menoleh pada Eunhyuk. Menatap perempuan itu tak percaya.

"Ini pertandingan sepak bola Hyuk. Bukan menonton konser". Donghae yakin Eunhyuk masih belum sadar dari tidurnya saat di kereta tadi.

Bibir Eunhyuk mencebik kesal. "Aku tau Donghae. Dan aku ingin menonton juga".

"Kau yakin Hyuk?".

"Dia lebih tua dari mu Kyuhyun-ah". Sela Donghae.

"Kau yakin noona?".

"Tentu saja". Eunhyuk menanampakan senyum lebarnya. "Agar aku tak bosan. Aku akan mengajak temanku juga, tak masalah bukan?".

Bersamaan Kyuhyun dan Donghae menghela nafas. "Baiklah". Jawab Kyuhyun. "Jika kau bosan. Jangan salahkan aku". Donghae itu menimpali, membuat Eunhyuk mendengus kesal.

.

.

.

.

Ini hanya pertandingan anatar club Korea selatan. Namun penggemar olah raga beranggotakan 11 orang dalam satu tim itu sangatlah banyak. tak kalah dengan pertandingan club antar negara. Dan itu terbukti, suasana sudah sangat ramai walau pertandingan baru akan dimulai satu jam lagi.

Kyuhyun memasukan ponselnya setelah mengirimkan pesan untuk Donghae. Temannya itu belum juga datang.

Lelaki berambut coklat tua itu merogoh sakunya saat nada pesan terdengar. mengambil ponselnya dari sana.

Donghae : Aku terjebak macet. Sepertinya aku terlambat.

Kyuhyun berdecak lirih setelah membaca pesan Donghae yang lengkap dengan emoticon sedih membuat kyuhyun mendengus geli. Ia mengedikan bahunya, melangkahkan kaki nya menuju penjual kue besar dan minuman hangat. Musim dingin membuatmu merasa lapar memang.

"Satu porsi teokppoki ahjumma".

"Aku pesan satu porsi teokppoki".

Kyuhyun menolehkan wajahnya ke sisi kanan. Tersenyum kaku pada perempuan yang juga menoleh ke arahnya. Mereka tak sengaja meminta pesanannya bersamaan.

"Oh, maaf". Perempuan itu balas tersenyum kaku. "Ahjumma, berikan untuk dia saja dulu".

Kyuhyun sedikit tersentak. sedari tadi ia terus menatap perempuan itu. "Tidak ahjumma. Berikan untuknya saja. Kau bisa memberiku setelahnya".

Ahjumma itu hanya menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. Memberikan sekotak teokppoki pada perempuan itu dan juga Kyuhyun. Setelah membayar dan mengucap terima kasih mereka malangkah sedikit jauh dari sana. Mencari tempat untuk menikmati kue beras bersaus pedas manis itu.

"Terima kasih".

"Tidak perlu". Kyuhyun tersenyum. "Aku Kyuhyun".

"Kau bisa memanggilku Sungmin". Perempuan itu balas tersenyum. Menyuap sepotong teokpokki nya.

"Kau menyukai sepak bola?".

Sungmin menggeleng. Melihat jam tangannya sekilas. "Temanku memintaku datang kemari. Menemaninya berkencan". Sungmin mengerucutkan bibirnya sebentar. Membuat Kyuhyun tersenyum. "Dan mereka bilang akan sedikit terlambat".

"Mengapa kau mau?". Kyuhyun tertawa kecil.

"Dia mengirimku pesan sepanjang malam. Menelponku setiap jam".

Kyuhyun kembali tertawa. Pria itu langsung mendapat tatapan tanya dari Sungmin. "Ada yang lucu?".

"Tidak-tidak, maaf. Tapi kau sangat lucu menurutku".

Bisa Kyuhyun liat pipi sungmin bersemu saat Kyuhyun menyebut kata lucu. Membuat Kyuhyun tersenyum lembut melihatnya.

"Lalu kau?".

"Aku juga sedang menunggu temanku. Terjebak macet, dan belum juga datang sampai sekarang".

Sungmin mengangguk. Sepertinya jalanan memang sangat padat sore ini. Jadi bukan hanya temannya saja yang akan datang terlambat.

"Kau siswa sekolah?".

Kyuhyun tertawa. "Apa aku terlihat seperti ahjussi?". ia mengacak kecil rambutnya.

Mata Sungmin melebar. Ia tak bermaksud seperti itu. Wajah Kyuhyun memang terlihat sedikit dewasa. Namun Sungmin hanya ingin memastikan saja. "Bukan itu yang aku maksud".

"Aku tau". Kyuhyun mengangguk. "Aku siswa tingkat dua. Kau?".

"Wow. Jadi aku lebih tua darimu?".

"Benarkah?".

Sungmin mengangguk. Menyuap kembali potongan teokppokinya. "Aku tingkat terakhir".

"Haruskah aku memanggilmu 'noona'?".

"Tidak usah". Sungmin menggelengkan kepalanya. Beranjak membuang bungkusan kotak kedalam tong sampah yang tak jauh dari mereka. "Cukup panggil aku Sungmin. Bukankah aku sudah mengatakannya tadi".

"Baiklah". Kyuhyun tersenyum. Tangan kanannya mengambil ponsel di saku jaketnya. Membaca pesan dari Donghae. Lelaki bermarga Lee itu sudah akan sampai.

"Sungminie".

Sungmin sedikit tersentak. Kyuhyun memanggilnya Sungminie?

"Ya?".

"Kau memiliki teman kencan?".

Sukses Kyuhyun membuat Sungmin terbatuk. Bagaimana tidak? Kyuhyun menyanyakannya langsung. Dan itu secara tiba tiba. "Huh?".

"Tidak-tidak". Kyuhyun mengibaskan tangannya. "Maksudku, mengapa kau datang sendiri dan mau menerima ajakan temanmu untuk menemani mereka berkencan. Mana kekasihmu?".

Dahi Kyuhyun mengerut samar saat Sungmin mendadak diam dan berubah sedih. Apa Ia salah menanyakan hal seperti itu? Atau mungkin Sungmin baru saja putus dengan kekasihnya?.

"Kekasihku sudah meninggal satu bulan yang lalu".

Kyuhyun membulatkan matanya. Kau melakukan kesalahan Tuan!.

"Maaf, aku tak bermaksud…". Sungmin tersenyum kaku. "Aku tak tahu jika kekasihmu… oh maafkan aku".

Sungmin tak bisa lagi menahan tawanya. Ia tertawa keras, sementara Kyuhyun hanya menatapnya bingung. Ekspresi perempuan itu berubah hanya dalam hitungan detik.

"Oh Tuhan… kau lucu sekali. Aku hanya bercanda". Sungmin masih tertawa.

"Maksudmu?".

"Kekasihku tidak meninggal". Ucap Sungmin. "Apa aktingku sangat bagus?". Tanya Sungmin meledek.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Setidaknya ia tidak salah dan tidak membuat orang sedih. Namun entah rasa apa yang membuat Kyuhyun sedikit aneh. Jika kenyataannya tidak seperti itu, itu berarti Sungmin sudah memiliki kekasih.

"Aku tidak punya kekasih". Kyuhyun rasa hatinya sedang melompat kegirangan. "Maka dari itu aku sangat malas menemani temanku berkencan". Kyuhyun semakin melebarkan senyumnya. "Kau sendiri? Mana kekasihmu?".

"Yang jelas kekasihku tidak meninggal bulan lalu". Mereka tertawa. "Aku sedang tidak berkencan, jadi tidak ada".

Mulut Sungmin membulat. Kepalanya mengangguk paham mendengar jawaban Kyuhyun.

Beberapa menit mereka terdiam. Sibuk dengan ponsel mereka masing masing. Pertandingan akan dimulai setengah jam lagi. Pintu masuk stadion pun sudah di buka, banyak dari mereka sudah masuk kedalam. Dan sepertinya teman mereka sudah sampai.

"Sungminie".

"Hm?".

"Bisa kau memberiku nomor ponselmu?".

"Eh?".

"Aku hanya merasa kita akan bertemu lagi. Atau mungkin harus bertemu lagi". Kyuhyun tersenyum. Menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Sungmin".

"Kyuhyun".

Bersamaan Kyuhyun dan Sungmin menoleh. Mengalihkan pandangannya pada sumber suara yang serentak memanggil nama mereka.

"Kalian sudah saling kenal ternyata?". Itu suara Eunhyuk. Perempuan itu menunjuk Sungmin dan Kyuhyun bergantian.

"Sungmin, kau mengenal Kyuhyun?". Tanya Donghae penasaran.

Kyuhyun dan Sungmin saling menatap. Menampakan cengiran bodohnya. Membuat Eunhyuk dan Donghae mengernyit bingung.

"Jadi kita menunggu orang yang sama?".

"Ku rasa begitu".

.

.

.

END/TBC? I DON'T KNOW. HAHAHA

Hay? Apa kabar?

Terima kasih sebelumnya buat yang sudah baca. Terima kasih juga buat yang sudah Review untuk chapter sebelumnya. Saya ngga nyangka masih ada yang mau mampir di akun saya ini. TTTT

Saya mau kasih tau lagi, kalo ff ini lanjutan dari 'short date' punya Baby Kim. Jadi biar nyambung, saya saranin buat baca short date yang sebelunya. ^^

Terima kasih juga buat Baby Kim yang sudah ngebolehin saya buat ngelanjut ff nya dengan gaya saya yang absurd ini.

Maaf kalo ini ngga manis (?) dan kurang (banget) romantis. Maaf maaf.

Tapi karena udah di baca. Boleh juga ya saya minta Review nya?

Terima kasih lagi buat yang review chapter sebelumnya. terima kasih terima kasih ^^

Saranghae.