::~Disclaimer~::
Yesung milik Wookie, Wookie milik Yesung dan Author...ya punya Author sendirilah!
::~Pairing~::
Kim Jong Woon a.k.a Yesungie x Kim Ryeo Wook a.k.a Wookie
::~Genre~::
Romance/Hurt/Comfort
::~Rated~::
"T dulu aja yyah, hehehe"
::~Warning~::
Genderswitch, Typo(s), OOC, Gaje, Garing dan sebagainya...maybe,,,
::~Backsound~::
I t's Alright – Yang Hwa Jin
::~Summary~::
aku tahu dan aku percaya akan adanya cinta pandangan pertama, karena adanya dirimu...
::~NB~::
Author minta, bayangin seragamnya kaya di film BBF, tw BBF kan readers? Hehehe...
dan Khusus untuk Wookie, bayankan dia menjadi yeojya yang tomboy dan blak-blakan, okkeh?
::*~~~First Sight~~~*::
Aku segera menarik Hyukkie eonnie untuk pergi dari hadapan mereka. Dan berlari sejauh mungkin dari mereka, namun...AKH! SIAL!
"lepaskan tanganku...namja BRENGSEK!" bentaku pada sosok namja gila yang ada didepanku
"mau tidak ya?" ish, sial...dia malah mengejeku.
Aku menatap Hyukkie eonnie yang sudah ketakutan dengan namja yang yang lebih tinggi dari namja didepanku ini. Dengan sigap aku menyelandung (?) kaki namja tersebut dan melemparkan kunci mobilku pada Hyukkie eonnie "Eonnie! Pakai mobilku untuk pulang! Sampaikan salamku pada Umma ne! Bilang aku akan segera pulang!" jeritku agar Hyukkie eonnie yang sudah lari duluan bisa mendengarnya.
"Ani, Wookie! Ani! Aku tak akan pulang tanpamu!"
"kalau kau tak pulang dengan mobilku sekarang, aku akan membencimu!"
Berhasil! Satu kata itu telah berhasil meyakinkan Hyukkie eonnie!
"dan kau tak akan bisa berjalan untuk pulang" sambung namja yang tadi mengejar Hyukkie eonnie yang segera menyambar tasnya.
"hati-hati dengan 'Kim Jong Woon' dia itu sangat pervert loh!" ucapnya sambil menunjukan seringaiannya dan berlalu dari hadapanku yang shock dengan kata-katanya barusan.
"Ahhh~ lepaskan...a...aku pabbo..." kenapa kau memelukku dari belakang? His, pake acara menggesek-gesekan hidungmu dileherku lagi.
"kau milikku sekarang..." desahnya ditelinga kananku lalu mengulum telingaku lembut. Oh tidaaaaakkk!
BRUAAAGHH!
"arrrhh..." aku melihat Hyukkie eonnie memukul namja itu dengan sapu yang entah dia dapat dari mana dan langsung menarikku pergi.
Aku sedikit melirik namja itu yang sampai sekarang masih meringis. Sesakit itukah pukulan Eonnie kesayanganku ini?
##~::~~~::~##
18.30 ~~ didepan rumah Eunhyuk.
"wookie, terima kasih ne, sudah mau mengantarku, itukan merepotkan" ucap Hyukkie eonnie begitu turun dari mobil Ferary California hitamku *pamer banget sih*.
"hehehe, tidak apa-apa kok eonnie! Lagi pula rumahku hanya berjarak 5 rumah dari rumah eonnie kan?" tepatnya rumahku sebelum rumah eonnie.
"tapikan, kau harus putar balik!" ia melihatku dengan ekspesi cemas.
"tidak apa-apa, sudahlah aku pulang dulu ya?" aku segera melajukan mobilku untuk memutar balik. Namun saat aku melihat kerumahku, aku melihat Limaosin (?) putih susu masuk ke gerbang rumahku. Apa Eomma dan Appa mengundang tamu? Hah, aku tidak perduli ah.
SKIIP TIME_
"Eomma, Appa! Aku pulang!" dengan nada cuek, aku menyapa kedua orang tuaku dan langsung melangkah masuk.
"Chagiya! Beri salam juga dong, kepada calon mertuamu!" HAH? Mertua? Siapa?
Aku segera membalikan tubuhku karena keterkejutanku. Hah? Aku dijodohkan? Bisakah tidak ada acara pasaran seperti ini? Aku muak!
"beri salam dengan mertuamu! Jung Soo ahjuma dan Young Woon ahjussi!, dan...calon suamimu... Kim Jong Woon"
JLEGERRRH...
"MWO? KIM JONG WOON?" pekikku tak percaya, dan tambah tak percaya saat eomma menganggukan kepalanya. Tapi, kenapa aku seperti senang ya?
"ne chagiya, Appa dan Eomma telah memutuskan kau harus menikah dengan Jong Woon chagiya! Ini sudah janji appa 16 tahun yang lalu. Dan kau harus mau!" Appa nada bicaramu sangat terdengar memaksa!
"tapi Appa, aku belum menjawabnya, lagi pula mengapa sangat tiba-tiba?" ucapku berusaha lembut agar tak merusak imageku.
"tidak ada tapi Kim Ryeowook! Sebulan lagi kalian akan menikah! Jika kau menolak, lihat saja apa yang akan terjadi dengan 'semua' gitar listrikmu!" ancam eomma padaku. Kakiku lemas, masa 79 koleksi gitar kesayanganku harus dibuang? Oh iya, kan masih ada 5 piano!
"Tap-"
"kelima pianomu akan eomma bakar!" Shit, eomma dapat membaca pikiranku.
"gitar listrik?" aku tahu sekali suara itu, pasti Jong Woon.
"Terserah eomma saja!" jeritku dan langsung naik kelantai 2 tempat kamarku berada. Setelah sampai didalam kamar, aku membaca 1 pesan dari no. Tak dikenal yang berbunyi : "Pukulan itu sangat sakit, pabbo! By. Kim Jong Woon". Arrgh, dari mana dia tahu no. Ku? aku mengacak-ngacak rambutku frustasi. Ini perjodohan tak jelas! Perjodohan yang terlalu tiba-tiba, aku bahkan tidak mengerti sama sekali! Segera saja kutelepon no. Jong Woon, entah mengapa...aku juga tak tahu.
"Yeoboseo?"
"ada apa dengan gitar listrik hah? Kau tak suka? Hu, pabbo!"
Aku langsung memutusnya. Hah, aku yakin hari ini dan seterusnya akan melelahkan.
#####_
Minggu, 08.30 ~~ taman kota
ditengah jalan, terlihat seorang yeojya sedang mengemudi sebuah mobil dengan kecepatan yang gila. Yeojya tersebut mngenakan jelana jeans gombreng *kebesaran* berwarna hitam, kaos putih polos yang kebesaran dan rompi hitam bertuliskan 21 dibelakangnya *ingat tanggal lahir wookppa*, mengenakan earpphone coklat dan rambut digerai lurus, sungguh terlihat sekali bahwa ia adalah tipe yeojya yang santai.
Yeojya itu berhenti disebuah taman yang indah, namun tak seindah taman belakang Hanguan High Shool. Dengan langkah memburu, ia segera beranjak dari mobilnya setelah ia menutup pintu mobilnya dengan kasar.
"aku sudah menunggu lama loh!" ucap seorang namja dengan senyum menawan yang sedari tadi duduk memunggunginya didepan kursi taman.
"cepat jelaskan padaku Jong Woon-sshi! Mengapa terlalu tiba-tiba?"ucapnya dengan nada setengah lelah karena baru saja berlari.
"haruskah aku menjelaskannya padamu?"
"H-A-R-U-S!" yeojya yang sampai sekarang tak mengetahui perasaannya pada namja itu, hanya bisa mengekspresikan perasaannya dengan sikap acuh, galak dan dingin.
"emh, ngomong-ngomong kau suka gitar ya?, mengapa? Bukankah kau ketua jurusan Pianis?"
"jangan mengalihkan pembicaraan!"
"pintarnya...itu hanya perjanjian lama, perjanjiannya jika kau terlahir sebagai seorang namja, ayahku akan menjodohkanmu dengan Noonaku, namun jika kau terlahir sebagai Yeojya, kau dijodohkan denganku." Ucapnya santai. 'maaf aku harus berbohong padamu Wookie' lanjutnya dalam hati
"aku tak menerimanya! Ini semua terlalu terburu-buru, dan juga tak jelas! Bagaimana coba? Aku baru pulang sekolah, langsung dilamar oleh orang yang hampir saja menodaiku?" tanyanya tajam kepada namja didepannya.
"lagi pula, kalau aku berhasil menodaimu, ujung-unjungnya juga kau akan menjadi istriku" jawabnya sambil memasang earphone merah ketelinganya, dengan tampang mengejek.
"jadi, dari awal kau sudah tahu?"
"ne, aku sudah tahu... bahkan aku mencoba untuk tak mencintai yeojya lain selain dirimu sejak awal" namja itu kini menunjukan killer smilenya.
Yeojya tersebut sedikit tersentak dengan pernyataan cinta secara tak langsung tersebut. Ada perasaan berbunga-bunga dihatinya, namun segera ditepis perasaan tersebut, mata Auntumnt miliknya menutup pelan, lalu segera membukanya dan melipat kedua tangannya disepan dada.
"memangnya aku mencintaimu? Berharap sekali..." sergahnya dengan tatapan meremehkan yang luar biasa.
"kau tak berubah dari kejadian 3 bulan dulu ya?"
"Mwo? 3 bulan? Kapan?"
"saat kau menabrakku dikantin..."
"dikantin...dikantin...dikan- AKHH aku ingat!"
::FLASBACK::
"Wookie, kekantin yuk!"
"aku malas Bummie... kau sendiri saja ya?" tolak yeojya bernama Wookie itu dengan santai.
"kau menyebalkan Wookie..." ucap temannya yang bernama Kibum sambil mengguncang-guncagkan badannya.
"terserah apa katamu!" jawabnya ketus.
"Wookie..." Kibumpun tampak putus asa dan mulai menjauh.
"ehehehe, aku bercanda Bummie, kajja! Kita kekantin!" Wookie segera menarik tangan Kibum menuju kantin. "kali ini aku traktir ya?" lanjutnya lagi.
"waaah! Gomawo Wookie!" ucap kibum senang yang hanya dibalas senyuman manis dari Wookie.
"duduk dimeja ini saja Wookie, aku yang pesankan ya?"
"ani, aku saja oke?" tolak Wookie yang segera berlalu dari pandangan Kibum.
'untung aku sudah bilang pesan milkshake' gumam kibum dalam hati.
"2 milkshake datang!" seru Wookie sambil mengangkat 2 milkshakenya tinggi-tinggi.
"Wookie, hati-hati! Awas tum-.."
BYURRRR...
"pah..." lanjut Kibum yang sebenarnay sudah sangat terlambat.
"HEI KAU! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN SERAGAMKU HAH?" bentak seorang namja yang terkena siraman 2 gelas milkshake karena tak sengaja menyelandung kaki Wookie.
"menumpahkan milkshake ke seragammu! Enak tidak rasanya?" ucap Wookie santai sambil mengambil gelas yang terjatuh dan membersihkan seragamnya tanpa melihat siapa yang dia siram.
"HEH! KAU PUNYA MATA TIDAK?"namja itu semakin berapi-api saat melihat kesantaian yang ditunjukan oleh Wookie.
"kau pikir ini apa?" Wookie menunjuk kedua matanya dengan jari telunjuk kanannya.
"kalau kau masih punya mata, kenapa tak kau guna-"
"kalau kau punya kaki, kenapa tidak kau gunakan saja kakimu untuk berjalan, tak perlu sampai menyelandung kaki orang segala!" putus Wookie pedas. Namun lagi-lagi dia hanya sibuk dengan Handphonenya yang retak akibat terbanting tadi.
"KAU! Anak baru sudah cari masalah!" namja itu menarik kerah Wookie dengan sangat kasar, tak perduli lagi dia yeojya atau namja.
"siapa yang mencari masalah duluan, Sunbae..." kata Wookie sedikit mempermainkan kata 'Sunbae'.
"cih, seragamku jadi basah karenamu!" namja itu menghempaskan Wookie hingga terjatuh.
"itu pantas untuk balasan seorang namja berandalan sepertimu! Pakai acara memakai kaca mata hitam segala lagi, kaya sudah bagus saja" Wookie berdiri dengan mantab tanpa meringis sakit sedikitpun.
"KAU TAK PUNYA ETIKA!"
"harusnya aku yang bilang begitu..." ucap Wookie santai sambil melipat tangannya didepan dada.
"ARRGH! FUCK YOU!" jeit namja itu tepat didepan Wookie sambil mengacungkan jari tengahnya.
"namja kurang ajar.." ujar Wookie sambil menghempaskan kasar jari namja tersebut.
Wookiepun berlalu dengan tampang tenang lalu menarik Kibum pergi.
"nanti kubelikan Eskrim saja ya Bummie..." Wookie tersenyum manis melihat sahabatnya mengangguk.
"Wookie, kau berani sekali melawan namja itu...,! dia itu ketua Jurusan Yesulga Wi Sungdae tahu!"
"dan aku ketua jurusan Pianis!" ucap Wookie bangga sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri.
"cih, sombong sekali..." Kibum mencibir yang lag-lagi hanya dijawab oleh senyuman Wookie.
Di kelas XI.2 Yesulga Wi Sungdae... *khusus Jong Woon*
"siapasih yeojya barusan? Berani sekali dia? Dia sa-"
"Dia Kim Ryeowook, kelas X.2 ketua dari jurusan Pianis!"
"Ta-Taeyon noona?, kau menyerahkan jabatanmu itu pada bocah tengil itu?"
"terserah padaku dong Jong Woon!"
"tadi, kau bilang Kim Ryeowook?"
"ne, dia Kim Ryeo- uhuk, uhuk, uhuk (?)"
"noona? Kau tak apa-apa? Huh, darah lagi ya?"
"Gwenchana Jong Woon! Huh, umurku tinggal 5 tahun lagi... kau harus sukses dulu, baru aku akan tenang disana nanti!"
"noona! Aku mohon jangan bicara seperti itu!"
"Chagiya, aku kekelas dulu ya?, good bye..."
"noo-noona?, heumh...jadi, selama ini aku mencoba untuk mencintai yeojya santai dan blak-blakan seperti dia? Heumhh, menarik..."
::End Of Flashback::
"jadi...kau namja menyebalkan yang menyelandung kakiku?" yang ditanya hanya tersenyum menanggapinya.
"kau tahu? Aku jadi semakin kesal padamu! Aku akan bersikeras menolak perjodohan ini, titik!" yeojya itupun mulai berlari menjauh dari namja yang terpukul barusan.
"Wookie, mengertilah keadaan noonaku dan aku yang sangat mencintaimu..." lirih namja tersebut yang mulai menitikan air matanya.
23.30 ~~ Rumah kediaman Kim Ryeowook_
"WOOKIEE! PULANG NAK! PULANG!" jerit Eomma Wookie tak karuan, mengingat Wookie yang tak kunjung pulang sejak menemui Jong Woon tadi pagi. Keluarga Jong Woon juga ada disitu.
"Chullie chagiya..., tenanglah tenang, Wookie pasti akan pulang dengan sendirinya" Appa Wookie memeluk Eomma Wookie dengan lembut.
"ta...tap..tapi Hannnie..." isak Eommanya semakin kuat.
"Chullie, bagaimana jika acara perjodohan ini, kita batalkan saja?" tanya Jung Soo lembut sambil mengelus rambut sahabatnya. Sedangkan Jong Woon terkejut dengan perkataan Eommanya.
"Andwae Jung Soo! Bagaimana keadaan Taeyon nanti?" tanya Eomma Wookie sambil menatap prihatin kearah Taeyon yang masih setia dengan posisi tenang dan tersenyum.
"aku tidak apa-apa Ahjumma! Tenang saja!" Taeyon berusaha meyakinkan, namun...
BRAKK...
Jong Woon yang sudah tak tahan, segera menggebrak meja ruang tamu dengan keras.
"apa kalian tega menyudahi perjuanganku dan Taeyon noona begitu saja?, aku sudah berusaha tak mencintai yeojya lain selain dia, dan Noona sudah berjuang dari rasa sakit yang dia derita selama ini, kalian ingin menghentikannya begitu saja?" jerit Jong Woon pilu, kini air matanya telah meleleh di pelupuk matanya, disatu sisi ia khawatir dengan Wookie, namun disis satunya ia juga menghwatirkan Taeyon, noona tercintanya.
"..." hening, tak ada jawaban dari siapapun, dan itu semakin mempersakit hatinya.
"aku akan mencari Wookie sendiri!" Jong Woon berlari secepat mungkin dari tempatnya dan keluar mencari pujaan hatinya tersebut.
TARRRR...
Suara petir langsung bergemuruh dimana-mana setelah kepergian Jong Woon.
"kita juga harus mencarinya Hankyungie!" Appa Jong Woon segera menarik Appa Wookie keluar rumah dan meninggalkan istri-istri mereka yang sedang sangat terpukul, beserta Taeyon.
23.35 ~~ didepan taman penyambut, kota Hyundai.
"aish.. hujannya semakin deras!" tutur Wookie yang sekarang tengah bernaung didalam mobilnya.
"apa perbuatanku ini keterlaluan?"
"apa aku telah mengecewakan banyak orang?"
"kenapa aku seperti ini?"
"padahal aku sangat senang bisa dijodohkan dengannya."
"tapi mengapa aku menolaknya?"
"aku...aku merasa menjadi orang termunafik didunia ini"
"aku...aku...aku tak tahu perasaan apa ini..." *gak tahu? Tanya Author aja! #PLAKK digetok readers karena mengganggu suasana*
"mungkinkah, aku mencintainya?"
Wookie hanya melamun dan bergumam sendiri sambil menatap bulir-bulir hujan yang makin lama makin deras. Hingga...
"WOOKIEEEEE!" Wookie tersentak, ia seperti mendengar sesorang memanggilnya, terlebih lagi...itu seperti suara Joong Woon.
Ternyata, dari kejauhan, Jong Woon melihat Mobil Wookie, dan semakin yakin bahwa itu mobil Wookie setelah melihat Plat mobil dengan nomor yang sama dengan ingatannya.
"Jong Woon oppa?, ah, pabbo! Apa yang dia lakukan disitu? Disitu banyak preman!" dengan sigap, Wookie segera turun dari mobilnya, dan benar saja preman-preman itu kini sedang mengepung Jong Woon.
"OPPA!" 2 pukulan sudah melayang kewajah Jong Woon, yang tidak sudi membayar pajak jalan pada preman-preman tersebut.
BRRUUAAAGGGHH...
Kini, bukanlah Jong Woon yang kena, tapi Wookie yang melindungi Jong Woon. Kini tubuhnya terkapar lemas dengan pipi biru dan sudut bibirnya pecah.
"WOOKKIEEE!" tersulut emosi, dengan brutal Jong Woon menghajar preman-preman tersebut hingga babak belur dan kabur semua.
"Wookie, Chagiya...bangun chagiya!" hujan semakin deras mengiri raungan Jong Woon yang tak kunjung bagun.
Sreet..
Dengan sekejap Wookie terbangun dan berlari gontai menjauh dari Jong Woon.
"Wookie!" dengan segera Jong Woon menyamai langkahnya dan.. GREPP.. Jong Woon memeluknya dari belakang.
Wookie terkejut sekali dengan perlakuan Jong Woon kepadanya, ada perasaan hangat berdesir didarahnya, namun..masih saja ia tak tahu, kalau perasaan itu adalah...Cinta semenjak ia memandang langsung mata Jong Woon. Jadilah posisi mereka berada didepan air mancur yang berhias lampu warna-warni, dan diguyur hujan lebat, yang disekelilingnya terdapat bunga marrygold tumbuh indah mengelilingi mereka, ya...karena mereka ada ditaman penyambut kota, tempat ia bertemu dengan Jong Woong tadi pagi.
"..." hening menyelimuti mereka hingga akhirnya...
"op-oppa...aku...aku..."
"Saranghae Wookie-ah!"
DEG, DEG, DEG, DEG...
"tapi aku tak pantas dicintai oppa!"
Jong Woon membalik badannya dan memegang kedua pipinya dengan lembut.
"siapa yang bilang? Hem?"
"aku yang bilang...karena aku munafik oppa!"
Jong Woon memiringkan kepalanya.
"karena aku tak jujur sedari dulu...kalau aku juga mencintai oppa!"
"jinjjaya?"
"ne, Na Do Saranghae oppa! Yeongwonhi!"
Jong Woon tersenyum lembut, "mulai sekarang panggil aku Yesung oke? Itu panggilan sayangmu untukku! Mau ya?"
"ne, Yes-hmmph..."
Yesung telah membungkam bibir Wookie dengan bibirnya sendiri, melumatnya lembut tanpa nafsu.
Hujan deras, menjadi saksi atas ciuman mereka. Bunga-bunga marrygold menjadi pelengkap keindahan malam mereka, dan air mancur yang diselingi lampu warna-warni tersebut, menjadi penerang malam mereka, dan Author iri dengan kemesraan mereka. Ah baiklah, yang terakhir jangan dihiraukan ne?. Kini dinginnya hujan, telah tersingkir oleh kehangatan ciuman mereka.
Dari jauh, terlihat dua orang namja tengah tersenyum dibalik hamparan bunga-bunga Marrygold tersebut.
"sepertinya, perjodohan ini akan berjalan lancar ne? Baguslah, dengan begitu...Taeyon akan cepat sembuh!"
"Kau betul Hankyungie, aku jadi iri melihat mereka..." *sama Author juga! #PLAKK*.
Jadilah, pada pukul 00.00 malam, mereka telah resmi sebagai sepasang kekasih, sekaligus tunangan.
10.00 ~~ Kelas X.2 jurusan Pianis *diwaktu istirahat*.
"Wookie, ini cutter merah yang kau minta! Kenapa sekarang kau jadi RedHolic sih?" tanya Kibum yang sedang mengerjakan tugas menghias kertas partitur sekreatif mungkin bersama Wookie.
"hahaha, karena waran merah adalah warna kesukaannya!"
"Mwo? Kesukaan siapa?"
"eh ani...hei Bummie, aku tinggal sebentar yya! Aku mau keatap sekolah dulu!"
"jangan lama-lama!" dan Wookie menjawab dengan acungan jempol.
"yeojya yang sangat santai..." ujar Kibum sambil geleng-geleng kepala.
10.10 ~~ Atap sekolah.
Wookie dengan senangnya menyenandungkan lagu Midnight Fantasy milik Super Junior. Dibukanya perlahan pintu atap tersebut dan betapa terkejutnya ia menemukan pemandangan didepan matanya.
YESUNG SEDANG MEMELUK TEMAN SEBANGKUNYA, LUNA DENGAN MESRA DARI BELAKANG!
"Luna, kau jangan lakukan itu lagi ya?"
"wa..waeyo oppa?" *luna sedang terisak*
"karena itu akan membahayakan nyawamu! Kau tahu Luna? Aku rela menggantikanmu mati, dibandingkan kau yang mati!"
"Jinjjaya oppa?"
"ne, Luna!"
"tapi...relakah oppa kalau aku yang mati?" Luna dan Yesung menengok kebelakang secara bersamaan. Terkejut akan kehadiran yeojya tersebut, Kim Ryeowook.
"Wookie-ya! Ini tak seperti yang kau lih-"
"DIAM KAU LUNA!" bentak Wookie sangat keras mengakibatkan Luna diam.
"Wo-, Wookie ini salah paham, ini-.."
"Waeyo oppa? Belum ada 24 jam kau menyatakan cintamu padaku! Tapi kau langsung menghianatiku?" Wookie dengan deraian air mata, segera pergi meninggalkan atap sekolah.
"Wookie! Oppa! Kejar dia!, dan... Mianhae oppa! Jeongmal mianhae!" luna menunduk dalam.
"sudahlah, tak perlu diambil pusing, mintalah penjelasan pada kekasihmu! Dan jangan lakukan hal bunuh diri dengan melonjat dari gedung ini, kau tahu? Itu percuma!" Yesung segera meninggalkan Luna sendirian.
"mianhae oppa, kau telah menyadarkan aku dari tindakan bodohku! Ah, aku harus membantu untuk menyelesaikan masalah ini" ujarnya dan segera berlari mengikuti Yesung.
10.25 ~~ Kelas X.2 jurusan Pianis.
"Wookie! Dengarkan aku!" yesung sudah menarik tangan Wookie yang kini berada ditengah-tengah kelas Wookie.
"Shireo! Aku tak kan mendengarkanmu! Semua sudah jelas!"
"Wookie..."
"kau bilang kau rela mati untuknya? Relakah kau mati untukku?, cih.. rasanya kejadian tadi malam hanya mimpi!" bentak Wookie tepat didepan wajah Yesung.
"ani, akupun rela mati untukmu Wookie, aku relakan semua yang ada padaku hanya untukmu! Mengertilah Wookie!"
"ANI! KAU JAHAT YESUNGIE-OPPA!" semua mata tertuju pada sepasang kekasih ini.
"apa...apa hal yang bisa membuatmu percaya kalau aku tak berbohong?"
Wookie tampak berfikir keras, dia memasukan tangannya kesaku jasnya, dan ia menemukan Cutter merah yang diberi oleh Kibum tadi. Wookie tersenyum penuh kemenangan.
"Kau bilang, kau rela mati untukku kan?"
"ne, Wookie!"
"kalau begitu...beranikah kau memotong urat tangan kirimu dengan cutter ini?" senyum penuh kemenangan tersungging jelas dibibirnya.
Namun, perkiraan bahwa Yesung akan menolak meleset dari pikirannya. Yesung dengan senyuman manis mengambil cutter tersebut dengan senang hati.
"o..oppa?"
"akan kubuktikan Wookie! Aku...atau kau yang melakukannya?" ucapnya seraya mengeluarkan cutter tersebut dari gagangnya.
Wookie terbelalak kaget. Namun ia menepis pikiran yang negative, dan berfikir kalau Yesung tak akan melakukannya.
"tak menjawab? Berarti...aku saja ya?"
CRATTT...
Wajah Wookie yang paling dekat dengan pergelangan tangan Yesung, mendapatkan muncratan darah segar yang paling banyak.
"OPPA!" Wookie tak kuasa menahan air matanya sekarang, dan Luna yang baru sampai hanya bisa berdiri mematung di pintu kelasnya.
"bagaimana chagiya? Kau sudah percaya?" tanya Yesung, seperti tak terjadi apa-apa dengannya.
"Saranghae Wookie, selamat tinggal..." Yesung menarik dagu mungil milik Wookie dan melumat bibirnya dengan kasar, namun...makin lama makin lembut beriringan dengan darahnya yang makin lama, makin terkuaras.
BRUGGHH...
dengan indahnya, Yesung terjatuh ke bawah kaki Wookie. Dan Wookie segera jatuh tersungkur dengan lutut menabrak lantai...
"oppa...OPPAAAAAAA!"
END... *PLAKKK, Author dihajat CloudSomnia...* salah ding... maksudnya T::B::C hehe...
Gimana? Udah panjang belum?
Hehehe, Mianhae kalau ceritanya gak menarik *lirik CloudSomnia yang udah bawa golok, celurit, drigen isi minyak tanah, dan obor* WAAAA! KABUUUURRRR... YeWook oppa! Tolong balaskan Reviews dari readers sekalian ya! Okkeh? *Author lenyap disembeleh CloudSomnia*.
TRING... *Yesung dan Wookie muncul tiba-tiba*
Yesung :: ah, Author kejam ah! Masa adegannya menyakitkan melulu!"
Wookie :: Au nih Author, masa aku sekejam itu sama Yesung-hyung? *ceritanya disini Wookie cowo*
Yesung :: ayo Wookie, balas reviewsnya! Nanti Author gila itu keburu dateng!
Wookie :: oke...
Yesung :: yang pertama dari "Lee HyoJoon" ...Hae mah memang Mesum, patut dihajar tuh! *BLETAK..* Wookie! Kau jahat, kenapa mukul aku make wajan? Uuhh... Iye..yang dimaksud Wookie emang gue! *gak nyante gra-gra emosi habis dipukul tadi*, terserah gue dong, mau baca buku dimana aja, HaeHyuk aja gak sewot loh *BLETAK, dipukul lagi* Wookie! Kau jahat! Okeh, Wookie memang selalu jatuh cinta ama gue! Bye.. Reviews terus oke? *Killer Smile...* Saranghae..~
Yesung :: yang kedua dari "Xeiina Kim" AKU SETUJU DENGANMU! *BLETAK* WOOKIEEE! APPO!, ne.. mungkin di chap ini belum keluar, nantikan aku beraksi ne, kekeke *ketawa mesum* *BLETAKK*. Reviews terus oke? Saranghae~
Wookie :: kau memang patut dipukul Yesung hyung! Oke, yang ke tiga dari "ryeocloud" oke, ini udah dilanjutin chagi! *yesung jelous*. Reviews terus ya! Bye... Saranghae~
Wookie :: Annyeong "uthyRyeosomnia" chagii~ Hehe, jangan gih ya, kasian... kamu apa adanya aku udah seneng kok! Hehe.. reviews terus ya chagi! Bye.. Saranghae~
Yesung :: ke 5 dari..."Axyusung" okeh, ini udah dilanjut..reviews terus oke? Bye..Saranghae~
Yesung :: terus dari... "Sayuukyo Akira Receivold", aku sih berharapnya memang First Night *BLETAK* Wookieeee! Huh, Authornya masih belum mau ngubah ratednya! Aku juga bingung...Reviews terus ya chagii! Bye...Saranghae~
Wookie :: yang berikutnya...*lirik pen name* hiks...yang berikutnya dari "yeoboyesung" o..okeh chingu udah lanjut kok... Bye, reviews terus oke?...Bye...salam Saranghae dari Yesungie hyung! ^_T...
Wookie :: selanjutnya dari "Shin hyu ra", aku sih gak mau bentak-bentak Yesung hyung...tapi skenarionya gitu...gimana geh? Oke, R&R terus ya! Saranghae~
Yesung :: selanjutnya dari "Memey Clouds", annyeong! Jangan puji-puji Author deh, nanti dia terbang –Author dari jauh ngedeathglare Yesung-, hehe, tapi sebagai perwakilan, GOMAWO NE! *killer smile*. R&R terus ya! Bye...Saranghae~
Yesung :: dari "Samantha Lau" dih, Authornya gak mau ngubah ratednya! T_T, gmana? Ini udah panjang belum? Authornya sedikit sarap sih, setelah diobati Wookie, baru agak panjang.. hahaha, always R&R oke? Saranghae~
Wookie :: dari "Aoora" udah dijawab di chap ini kan Chagii? Kalau HaeHyuk~ tunggu Slight nya di chap depan ya! Always R&R! Bye...saranghae...
Wookie :: next, dari "Little Fishy Wookie" okkeh chagii~ kalau Authornya gak mau lanjutin, nanti kujewer dia, hehe, Always R&R oke? Bye...Saranghae~
Wookie & Yesung :: sebagai penutup..."AngelFishy" okeh, kami ucapkan Gomawo atas sarannya! R&R terus ya! Bye...Saranghae All (?)...
Wookie :: Good Bye readers, kami akan kembali lagi dengan balasan reveiws chap depan! Oke? Dan kalau bisa, aku minta saran, aku bosan mukulin Yesung hyung pake Wajan, jadi saranin benda lain oke? Mau ya readers!
Yesung :: Huweee Wookie jahat!
Wookie & Yesung *yang dibekep Wookie* :: SAMPAI JUMPA! TRING... *hilang lagi*
