Goes To The Beach!
######
Haihai! Ini fanfic pertama saia di fandom ini. Kalau ada kesalahan di sana-sini, saia mohon maaf. Karena saia gak tau banyak tentang KHR! Happy reading^^
######################
Disclaimer : Sampai kapanpun Katekyo Hitman Reborn! itu tetap punyanya Akira Amano-sensei. Kalo cerita ini yah, punya saia^^
Rated : T
Genres : Humor/Friendship
Summary : Reborn berencana mengajak Tsuna dkk untuk berekreasi ke pantai selama beberapa hari sebelum Tsuna dkk menghadapi ujian kenaikan kelas di sekolahnya. Bagaimana kisahnya?
Warning : OOC, GaJe, lebay, alay, abal, typo, dll.
######################
Chapter 2 : Apa? Pake Mikrolet?
Terlihat di sekitar rumah Tsuna, sangat ramai sekali. Bagaimana tidak? Hari ini, sepasukan Vongola Famiglia kesepuluh dan kawan-kawan (siapa?) ini akan pergi ke pantai untuk menghabiskan waktu sebelum menghadapi ujian kenaikan kelas.
"Wuah! Barangnya udah dimasukin semua?" tanya Reborn sambil menghitung koper-koper yang sedang ditata oleh Squalo dan Xanxus.
"Tunggu! Barangnya Fran beluman juga dimasukin!" sergah Xanxus yang entah ada angin apa mau peduli-pedulinya ama barang Fran yang naudzubile banyaknya minta ampun.
"Iya iya! Makanya cepetan!" suruh Reborn yang sudah tak sabar. Terlihat olehnya Lambo dan I-pin yang sedang sibuk main kejar-kejaran.
"Woi, Romario! Bawain barang-barangku!" perintah sang bos Dino yang malah enak-enakan dangdutan di pojokan halaman rumah Tsuna bareng Mammon.
"Bentar bos. Aku lagi lomba makan ama Bel, nih! KRAUK KRAUK..!" jawab Romario disela-sela makannya. Belphegor hanya nyengir-nyengir gaje sambil meneruskan makannya.
"Hah? Lomba makan? Ih, ada-ada aja," Dino sewot. Kemudian ia melanjutkan dangdutannya.
Tsuna pun menghampiri Reborn, "E-em, anu Reborn-san. Hibari-san, Hibari-san belum datang," ucap Tsuna takut-takut. Takut sang tutor kecil mungil nan lucu itu *author dijambak Reborn* ngamuk gaje ke dia.
"Memangnya semalam kau bilang apa pada Hibari?" tanya Reborn sembari melipat kedua tangannya bak bos besar.
"Be-begini..."
Flashback
Di lapangan SMP Namimori, terlihatlah dua orang remaja yang sedang bertarung tak jelas di sana. Masing-masing dari mereka menggunakan jurus-jurus yang aneh dan membuat beberapa murid yang melewati lapangan tersebut tercengo-cengo.
"Hyah! Rasakan tridentku ini!" seru salah seorang dari kedua remaja itu. Yang memiliki mata belang-belang (Hah?) dan rambut macam jabrik ayam ala nanas (Macam apa lagi, nih?). Dialah Mukuro Rokudo!
"Halah! Rasakan ini, Kamikorosu!" balas Hibari dengan wajah seseram orang sakit jiwa *author dikamikorosu* sambil mengacungkan tonfanya.
"Hyaaaah!" "Haaaah! Hyiat!" kedua rival itu bersiap-siap untuk menyerang tepat disaat Tsuna berdiri di antaranya.
"Hi-hibari-san, Mu-mukuro-san... BLAR..!" karena Hibari dan Mukuro yang tak sempat mengerem kekuatan mereka, Tsuna pun kena imbasnya. Dia meledak terkena jurus 6918 itu.
"A-ahh~~" Tsuna tersungkur ke tanah dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Mukuro tercekat, sedang Hibari cengo (WTF?).
"Tsuna-chan, kau tak apa? Bangunlah, Tsuna-chan~" ucap Mukuro lebay dan segera mendekati Tsuna yang pingsan tak sadarkan diri. Hibari dengan santainya berjalan mendekati Tsuna dan Mukuro yang seolah kejadiannya sangat dramatis sekali.
"Ini salahmu, Herbivore! Kalau kau tak menyerang duluan, Herbivore manis (?) ini takkan pingsan!" ujar Hibari yang menyalahkan Mukuro atas kejadian ini. Mukuro yang marah pun menghadiahi Hibari dengan tridentnya.
Setelah kedua rival itu menunggu sepuluh menit, Tsuna yang menjadi pusat perhatian mereka pun siuman dari pingsannya. Ia kaget ketika sadar bahwa dirinya terbaring di tengah lapangan. Mukuro yang pertama kali menyadarinya langsung menghampiri Vongola Decimo yang masih rada labil kesadarannya (?) itu.
"Tsuna-chan, kau tak apa-apa kan?" tanya Mukuro yang menyiratkan kekhawatirannya.
"Herbivore, kau tak kenapa-napa, kan?" tanya Hibari yang tumben-tumbennya peduli sama Tsuna.
"U-uh, gak papa, kok!" jawab Tsuna dengan mata setengah tertutup. Setelah agak lama mereka terdiam, Tsuna pun teringat dengan tujuannya mencari Mukuro dan Hibari. Lalu ia membicarakannya dengan mereka berdua.
"Be-begini, tadi pas kami makan-makan di restorannya Yamamoto, kami memperbincangkan sesuatu. Reborn-san... Reborn-san mengajak kami semua untuk rekreasi ke pantai. Reborn-san juga mengajak kalian dan para anggota Varia dan juga yang lainnya," Tsuna menghela nafas pendek dan melanjutkan lagi, "kalian mau ikut, kan..?" tanya Tsuna takut-takut.
"Hem, kalau Tsuna-chan ikut, aku juga akan ikut! Kufufufu~" jawab Mukuro dengan wajah genitnya. Di dalam otaknya sudah berkelebat segala pikiran, mulai dari yang baik sampai yang buruk. Apa-apa saja yang akan dilakukannya bersama sang pujaan hati *Hoek! Author pengen muntah!* di pantai nanti.
"Heh, sebenarnya aku malas ikut begituan. Tapi, apa boleh buat," Hibari mendekatkan wajahnya ke telinga Tsuna dan berbisik, "Dino ikut gak?" tanyanya.
"Glek!... eur..." Tsuna pun balas berbisik, "I-iya..."
"Baik. Aku ikut!" ujar Hibari mantap sambil melirik ke arah Hibird yang bertengger lemah di bahu sang pemilik.
"Ka-kau kenapa, Hibird?" tanya Hibari cemas ketika melihat burung kesayangannya nampak pucat.
"Lapar... lapar..." jawab burung ajaib itu (Lha? Emang benar, kan? Dia bisa bicara!) dengan amat lemah.
End of Flashback
"Begitu," Tsuna menyelesaikan ceritanya yang lumayan panjang hingga membuat Reborn terkantuk-kantuk. Bahkan Leon sudah bobo' duluan.
Berselang semenit, datanglah kedua orang yang ditunggu. Hibari datang dengan mobil ferrari bersama sang wakil, Kusakabe. Sedangkan Mukuro datang dengan becak (Gak elit bener? *author ditrident Mukuro*) bersama Chrome yang penampilannya sukses membuat para cowok tercengo-cengo ketika meliriknya.
"Hooo..." "Voooiiii!" "Moooo... (Siapa nih?)" "...Koraaa!" "Weeew!" "Gedebakgedebuk!" begitulah bunyi sahutan dari beberapa lelaki yang mendominasi sahutan itu. Membuat wajah Chrome memerah. Reborn dan Leon yang sudah tidur dengan pulas sampai terbangun untuk menyaksikan apa yang terjadi.
Terlihat Chrome mengenakan tanktop coklat seperut dan celana pendek sepaha. Terlihat sedikit belahan dadanya. Mungkin itu yang menarik perhatian para cowok disitu. Karena kalau dilihat-lihat, gak ada yang penampiannya sesekseh (?) Chrome saat itu.
"Ee-ehh..." desah Chrome sambil sweatdrops ria. Mukuro hanya memandanginya dengan tatapan mesum.
"Semuanya sudah berkumpul?" tanya Reborn mengalihkan perhatian para cowok itu dari Chrome.
"Sepertinya sudah," jawab Yamamoto sambil melirik-lirik ke segala arah.
"Em, anoo... Kita pergi pake apaan, nih?" tanya Haru karena tak ada satupun kendaraan yang muncul di sekitarnya untuk mereka naiki.
"Heh! Pasti jalan kaki! KYOUKUGEN!" seru Ryouhei dengan semangat membara.
"Bukan, kok. Lihat saja sendiri!" tak lama berselang, datanglah dua buah mikrolet berukuran sedang berhenti di depan rumah Tsuna. Terlihat supir menampakkan wajahnya dan menyapa Reborn.
"Hihi... Kita pake ini!" teriak Reborn dengan lantang sambil menunjukkan kedua mikrolet itu dengan senyum bahagia.
"... Apa? Pake mikrolet?" tanya+teriak seluruh orang yang ada disitu dengan segala kekagetan dan kecengoannya. Minus Hibari yang tampak tenang. Padahal dalam hati ia sudah mengutuk-ngutuk.
'APHUA! PAKE MIKROLET! WHAT THE FOOL IN THE HELL? PLEASE HELP ME, GOD!'
######
############
##################
TBC
######
############
##################
At the backstage
Hibari: Herbivore author! Fic macam apa ini?
Author: Maaf. Maaf karena makin gaje aja~ *pundung*
Tsuna: Kok pake mikrolet sih perginya?
Reborn: Ini idenya si author. Katanya karena gak ada biaya untuk nyewa bis atau mobil.
Author: *pundung lagi* Yasud, saia pengen ngucapin terimakasih untuk yang udah ripyu. Tetap RnR yah!^^
Mukuro: Sampai jumpa di chapter 3!
