Jimin | Yoongi | Restricted Rated | half AU | slice of life | other members appear | ficlets | I don't take any profit with this chara | beware '-')/
.
—ficlet Collection—
.
Do not plagiarize!
.
Enjoy!
.
II : Bloody Hell
.
.
.
.
Malam itu Yoongi masih berada di studionya bersama Namjoon dan juga Hoseok seperti biasa. Anak-anak yang lain entah pergi kemana setelah menghabiskan jam latihan bersama.
Namjoon dan Hoseok masih serius mengatur beat untuk lagu mereka bersama senior yang lain. Sedangkan Yoongi hanya menyingkir di sudut ruangan dan menelungkupkan wajahnya diatas meja. Ia merasa lelah sekali malam ini.
Lama Yoongi terdiam disana membuat kelopak matanya terasa semakin berat. Seolah ada batu besar yang menggantung di setiap bulu matanya.
Sampai akhirnya Yoongi tak kuasa untuk menahan rasa kantuknya dan ia jatuh tertidur.
.
"Hmm..."
Yoongi bergumam dalam tidurnya. Sesuatu yang ganjil membuatnya ingin terbangun namun kedua matanya tak kunjung ingin terbuka. Sesuatu yang hangat dan basah lagi berat memenuhi mulutnya.
"Hmm..."
Yoongi semakin terganggu dalam tidurnya, kini ia merasakan wajahnya tertahan oleh sebuah telapak tangan. Yoongi bingung. Kelopak matanya yang terpejam mulai bergerak gelisah kala mulutnya yang tersumpal oleh sesuatu namun mengalirkan air dan sebuah pil didalamnya. Mau tak mau Yoongi refleks untuk menelan semua itu dalam mulutnya. Ia juga memaksakan dirinya untuk membuka kedua matanya dengan berat hati untuk melihat apa yang terjadi dan—
—PLAK!
"Jeon Jungkook?!"
Yoongi histeris. Lengannya terayun begitu ringan ketika pandangannya begitu membuka mata adalah rambut sewarna merah darah dan wajah yang begitu dekat dengannya. Yoongi juga menyadari suatu hal. Bibirnya tertekan oleh bibir seorang.
Mengingat itu dengan refleksnya Yoongi mengayunkan sebelah lengannya untuk menghantam pipi seorang pemuda yang disebutnya sebagai Jeon Jungkook itu. Berani-beraninya ia meminumkan sesuatu melalui bibirnya pada Yoongi.
Yoongi pikir, maknaenya ini lupa ingatan kalau Yoongi sudah punya pacar?!
Ahem.
.
"Hyung! ini aku Ppark Jiminie! ;_;"
Yoongi langsung mengernyitkan wajahnya saat itu juga. Ia lalu mencoba membuka kedua matanya selebar yang ia bisa.
"Jimin?" Yoongi bersuara pelan. Ia terdiam sebentar untuk menarik napas pelan dan menghembuskanny sebagai umpatan.
"FUCK JIMIN! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN MULUTKU? ASGDFFLHGK—"
Lalu memaki Jimin dalam satu tarikan napas.
"Hyung, aku hanya meminumkanmu vitamin. Kau terlihat lelah sekali sampai lupa kalau aku mengecat rambut dengan warna merah... Tapi wow, sepertinya kau sudah semangat sekali sekarang." Jimin terkekeh senang.
Yoongi menunjuk-nunjuk sebal di hidung Jimin. "Melakukannya dengan?!"
"Tentu saja melalui bibirku~~"
"Aish jorok." Yoongi mengacak rambutnya sendiri dengan sebal. Membayangi Jimin yang baru saja mencium bibirnya.
"Ehehehe ayo lanjutkan tidurmu. Pagi-pagi kita akan shoot untuk dance practice." Jimin merangkul Yoongi untuk membawanya berdiri. Menuntunnya untuk pergi dari sana tanpa mempedulikan yang lain.
Yoongi yang memang mengantuk hanya mengangguk mengiyakan tanpa banyak bicara.
Jimin yang melihatnya jadi gemas sendiri dan tanpa sadar tak tahan untuk tak mengecup pipi kenyal Yoongi.
Cuph.
"Ish jangan cium-cium!"
.
.
.
Seperti biasa Jimin selalu jadi orang pertama yang selalu datang ke practice room setiap harinya. Ia akan berlatih disana sendirian untuk beberapa waktu. Mengulang gerakan yang sama sesempurna yang ia mau.
Pukul tujuh pagi semuanya sudah siap untuk rekaman latihan untuk lagu terbaru mereka sebagai second comeback setelah I Need U, sebuah lagu dengan ritme dance yang paling cepat sejauh Bangtan memiliki tarian di setiap lagu mereka.
Semuanya sudah berkumpul dan bersiap di posisi sebelum manajer mereka menyetel musiknya. Tetapi disitu ada Jimin yang ekspresinya paling berbeda diantara yang lain.
Dan semua itu berawal dari komentarnya sendiri.
"Yoongi-hyung!"
Yang dipanggil mendengus malas mendengarnya. Ia sedang membenarkan letak snapbacknya yang ia tarik kebelakang dan menarik semua poninya. Menampakkan dahi putihnya yang begitu mulus.
"Apaan sih." Yoongi menjawab sarkastik.
Jimin menilik Yoongi dengan tatapan mata sipitnya dari atas ke bawah. Ia mengelus dagu dan memberikan Yoongi tatapan tidak suka. "Kok pake hot pants gitu sih?"
"Masalah untukmu?" Yoongi jadi balas menatap Jimin tidak suka. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. "Lagipula ini bukan hot pants! Ujungnya bahkan tidak sampai sepuluh senti diatas lututku!"
"Tetapi kau memakai ukuran yang pas!" Jimin masih saja berkomentar yang jelas saja membuat Yoongi jadi tersulut marah.
"Yang jadi masalah buatmu itu apa, Park?!"
Yoongi tentu saja bukan tipe orang yang lemah lembut dan mengalah begitu saja. Apalagi kalau yang membuatnya sebal adalah kekasihnya sendiri. Maksudnya apa coba pagi-pagi begini sudah berkomentar tidak jelas terhadap celananya.
Member lain disana tidak peduli seolah sudah terbiasa dengan balada pasangan minimini diantara mereka. Mereka malah sibuk sendiri dengan kegiatan masing-masing.
"Aku tidak suka kau memakai hot pants, Hyung! Terlebih kau juga memakai kemeja longgar seperti itu!" Jimin menunjuk pakaian Yoongi.
"Sudah kubilang ini bukan hot pants!"
"Tapi bentuknya seperti itu! Apa itu tidak berbahaya?!"
"Apanya yang membahayakan dari sebuah celana pendek?!"
"Membahayakan hormonku!"
"WHAT THE FUCK. JIMIN SHIT! AWAS KAU—"
Sang Manajer segera memotong perseteruan Jimin dan Yoongi untuk menyuruh mereka bersiap pada posisi masing-masing karena musik telah diputar.
Maka dimulailah rekaman dance practice yang melelahkan itu. Melelahkan namun juga membanggakan untuk mereka.
.
Malam harinya...
.
Yoongi sedang duduk santai diatas karpet dorm yang berhadapan langsung dengan televisi. Ia sedang menonton televisi bersama Jungkook. Tetapi pemuda itu sedang pergi ke dapur entah melakukan apa. Palingan mengambil sebuah camilan atau sekedar memenuhi panggilan alam.
Jadilah Yoongi sendirian menonton televisi. Yah, tidak benar-benar sendirian sampai tiba-tiba Jimin datang menghampiri dan memeluk Yoongi dari belakang seenak jidatnya.
"Hyuuung~" panggilnya dimanjakan.
Yoongi yang menyadari Jimin tengan memeluknya mencoba memberontak tak nyaman. "Ngapain sih, ganggu aja deh."
Tak ayal Jimin malah mengeratkan pelukannya di punggung Yoongi agar tetap dalam dekapan dadanya. Menahan Yoongi agar tak menjauh sedikitpun.
"Hyung ayo lihat ini bersama. Dance practice Dope sudah diupload!" Jimin berseru riang dan mulai menunjukkan ponselnya dihadapan Yoongi dengan posisinya yang tetap memeluk Yoongi dari belakang.
Yoongi mengangguk malas dan hanya menyamankan dirinya di pelukan Jimin. Mumpung ia bisa bersandar, pikirnya.
Jimin sih dengan senang hati menjadi sandaran bagi Yoongi dan ia kini menempelkan dagunya di bahu Yoongi dengan manja.
"Nah, kita lihat ya, Hyung. Fokuslah pada tarianmu." Jimin mulai memainkan video di ponselnya untuk ia lihat bersama Yoongi.
"Kau mau mengejekku ya?" Protes Yoongi.
"Tidak, tidak! Coba kau perhatikan dirimu. Kau akan mengerti bagaimana caramu berpakaian seperti pagi tadi itu membahayakan hormonku." Jimin berbisik pelan. Ia juga menonton videonya sembari tetap menyandarkan dagu di bahu Yoongi.
Yoongi dapat merasakan pipinya mulai memanas mengerti perkataan Jimin.
Videonya terus berputar. Menampilkan mereka semua bertujuh sedang menari begitu fasil dalam tempo sedang ke cepat. Seolah terhipnotis dengan perkataan Jimin, Yoongi fokus pada tariannya sendiri.
Awalnya Yoongi biasa saja. Tak ada yang salah dengan dirinya dalam video itu. Ia pikir Jimin saja yang selalu menanggapi hal secara berlebihan. Sampai tiba-tiba Jimin mem-pause videonya ditengah reff.
"Coba lihat dirimu baik-baik, Yoongi-hyung." Jimin mempererat dekapannya dan sebelah lengannya perlahan mulai berjelajah di kaus putih yang dipakai oleh Yoongi.
"Disitu kau dalam keadaan kedua kaki terbuka, celana pendek ketat, dan kemeja longgar yang tersingkap. Lihat, perutmu kelihatan jelas disana, kau pikir army tidak akan jeli melihat semua ini, hm? Lalu bagaimana denganku yang tergoda?"
Yoongi menutup mulutnya dengan tangan. Lengan Jimin entah bagaimana sudah berada dibalik baju Yoongi dan telapak tangan hangat itu sudah meraba perut Yoongi hingga ke dadanya yang tentu saja Yoongi tak ingin mengambil resiko kalau tiba-tiba ia melenguh. Bisa semakin berbahaya untuk Jimin.
"See? Aku tidak suka perut ini terlihat oleh orang lain selain aku." Jimin memajukan bibirnya sok imut. "Sekarang ayo tanggung jawab!"
"Bo—bodoh! Tanggung jawab macam apa?" Yoongi susah payah menahan kedua pipinya yang merona. Sial sekali memang Park Jimin itu. Bisa-bisanya tingkahnya membuat Yoongi semakin salah tingkah begini.
"Ehm~"
Jimin tiba-tiba mengecup dalam sebelah pipi Yoongi dengan lama karena ia sendiri gemas dengan raut wajah Yoongi.
"Temani aku di kamar yuk! Nanti kita—auw!"
Sebuah sendal rumah berwarna pink mendarat tepat di belakang kepala Jimin. Membuat Jimin segera menoleh untuk menemukan 'Hyung' tertua mereka berdiri dibelakangnya dengan tatapan angkuhnya. Siapa lagi kalau bukan Kim Seokjin. Dibelakangnya ada Jungkook yang terlihat meledek Jimin.
Oh rupanya ada yang mengadu.
"Park Jimin modus. Jangan coba-coba kau mengotori dormku dengan tingkah mesummu atau aku akan—"
"Iya, Jin-hyung, IYAAA."
Jimin segera melepas dekapannya dari Yoongi dengan tidak rela. Yoongi sendiri buru-buru membenahi dirinya dan pura-pura sibuk dengan tontonannya. Tak peduli dengan keadaan sekitarnya yang telah mengganggu.
Jimin menggerutu sebal. Lain kali ia harus benar-benar melakukan dengan trik ruang tertutup. Jangan sampai Jungkook melihatnya lagi atau ia akan mengadukannya kembali.
Hm, menyebalkan.
.
.
.
End.
.
.
Nb : hello minna-san ;3
Ficlet kedua tadinya tentang rambut merah Jimin tapi malah melenceng begini -_-
Oke, saya ingatkan kembali bahwa disini itu fanfic. Tidak ada kejadian yang sesuai aslinya karena yang kita lihat hanya berupa gambar bergerak yang masih abstrak. Disini BUKAN tentang mengeksplor fakta asli tapi FIKSI. Jadi tolong, baca warning sebelum membaca itu penting sebelum kamu ngejudge tulisan, oke? :v
Yapz! Selamat merayakan hari natal tahun ketiga bersama bangtan! ;3
Terima kasih sudah membaca sampai sini, apalagi buat kalian yang udah sempetin komentar :3 hihi.
.
