JUST FOR YOU,CHERRY!

.

.

.

.

Just for you,Cherry © Masashi Kishiomoto

Pair:

-Uchiha Sasuke

-Haruno Sakura

Rate: T

Genre: Romance, Friendship, Hurt/Comfort

Warning!

Typo (s) GaJe AU OOC (Maybe) Dll...!

Author baru jadi maklum kalo salah!

Saran kritik review ya...

Dont Like Dont Read!

Just For You, Cherry!

.

.

.

.

.

Sakura celingak celinguk kearah manapun. Mewaspadai lelaki yang telah membuatnya dag-dig-dug kemarin, Uchiha Sasuke. Setelah memastikan tak ada pemuda berambut ravem itu, Sakura dengan santai menaruh tasnya di loker, lalu berjalan menuju kelas.

"Ohayou, Ino! Ohayou Hinata! Ohayou Tenten!" sapa Sakura pada teman perempuannya yang sudah datang sambil tersenyum. Mereka membalas sapaan Sakura. "Ohayou Mou Sakura chan!"

Sakura duduk dikursi sebelah Ino yang telah menjadi teman semeja. Lantas ia mengambil sesuatu dari dalam kotak pensilnya yang berbentuk Owl itu. Ia memberikan benda itu masing masing kepada temannya.

"Eeh? Apa ini?" tanya Tenten terkejut. Begitu juga dengan Ino dan Hinata.

"Ka-kalung? Ini ter-terlalu mahal, Sakura chan!" ujar Hinata. Ino mengangguk dengan tatapan khawatir. Yang benar saja! Benda semahal ini Sakura berikan kepadaku dan kepada Tenten juga Hinata! Wah, Sakura chan memang baik sekali! Ino berujar dalam hati.

Sakura mengangguk. "Ini adalah kalung persahabatan kita. Pakai yaa!" seru Sakura riang. Ino dan teman temannya mengangguk, lalu memakainya.

Sakura lalu membiarkan mereka mengagumi kebagusan kalung itu. Sedangkan dirinya sendiri melamun. Melamun-kan sesuatu. Ia tiba tiba melihat seorang Gadis berambut kuning dikuncir tiga runcing berjalan bersama lelaki berambut hitam dikuncir satu kebelakang. Sudah Sakura duga, mereka pasti berpacaran.

Tiba-tiba saja Sakura merasa envy. Ia menghela nafas. Rasanya ingin sekali pacaran. Namun...

"Hei, Sakura chan? Apa yang sedang kau lihat?" Tanya Ino melihat Sakura agak lemas.

Sakura tersenyum. "Gak papa Ino. Aku hanya envy saja liat Temari san dan Shikamaru pacaran. Haaa~ rasanya ingin sekali pacaran." jawab Sakura. Ino tersenyum lugu.

"Hei, adakah cowok yang... Ekhm menarik untukmu disini? Kalau aku sih... Ingin sama Sai. Ituloh cowok yang sedang ngobrol sama Naruto."

Sai? Haaa jadi Ino menyukai cowok senyum palsu itu? Iih menjijikkan!

"Kalau Hinata, kau suka dengan...?" tanya Sakura menggantung ucapannya.

Hinata menjawab dengan malu-malu. "A-aku menyukai Na-Naruto kun!" lirih suara Hinata. Sakura nya ber-ooh.

Sakura berbalik kearah Tenten. "Bagaimana denganmu?"

Tenten tersenyum hangat. "Aku sudah mempunyai kekasih. Ia adalah Neji! Itu dia yang sedang membaca buku." Kata Tenten sambil menunjuknya.

"Benarkah? Waah enaknya! Bagaimana rasanya?"

Selagi Tenten menjelaskan, tak disadari oleh Sakura bahwa Sasuke sedang melihatnya.

"Oi, Sasuke!" Naruto menyikutnya. Sasuke terpaksa menoleh kearah Naruto.

"Hm? Kau sedang melihat Sakura chan itu ya?" Naruto memanas-manasi.

"Hn. Tidak. Sok tahu!" Sasuke mendengus.

"Ayolah jujur saja! Aku kan sahabatmu yang dapat dipercaya!" Naruto masih memanasi Sasuke.

Sasuke menghela. Ia menarik Naruto keluar kelas.

Sakura tiba tiba saja tidak bisa menahan untuk melihat Sasuke berjalan keluar. Ia masih terpaku pada Sasuke yang berjalan menjauh. Rona merah terpancar di wajahnya.

Ino Hinata dan Tenten yang menyadari itu mengerling, tertawa kecil.

...

"Sakura chan!"

Sakura berbalik. Ino terlihat berlari kearahnya bersama Tenten dan Hinata.

"Ada apa?" tanya Sakura. "Nanti kita jalan-jalan yuk?"

"Ah Ino memburu-burui! Belum selesai dandan juga!" Sakura terlihat merapikan gaya rambutnya sambil berjalan terus.

"Selesai juga. Ah, itudia tiangnya. Itu pasti Ino!" Sakura mempercepat langkah.

"Hei, Ino-chan..." Sakura memegang pundak seseorang.

Yang dipegang langsung menoleh. I-itu bukan Ino! Itu...

"Sasuke-kun?!"

"Sakura-chan?!"

Kenapa dia? "Kenapa kau yang ada disini? Dimana Ino?!" Sakura mencak-mencak.

"Ino? Dia memintaku menunggunya disini... Ah..." Seakan tersadar sesuatu, Sasuke tertawa bodoh.

"Ahaha... Dasar Ino!"

Sakura menatapnya tidak mengerti.

"Hei, jelaskan, ada apa sih? Aku bingung!"

Sasuke masih tertawa, membuat Sakura memukulnya, membuat benjolan kecil dikepalanya.

"Baiklah baiklah kujelaskan!"

Flashback On

"Sasuke kuuun!"

Sasuke menoleh. Ia melihat seorang gadis rambut dikuncir pirang melambai padanya.

"Ino chan? Ada apa?" Sasuke menghampirinya.

"Um... Sasuke kun, kau ada waktu nanti? Bisa tidak kita... Jalan?" Ino meminta dengan nada manja. "Ayolah, Sasuke kun... Ya?"

Sebenarnya Sasuke ingin menolak. Namun ia tak mungkin menyakiti hati Ino.

"Baiklah... "

"Yeah~ Jadi kita bertemu dimana? Di tiang Konohagakure, ya?"

Sasuke membalas dengan mengangguk. "Nee, jaa matta!"

Sasuke berbalik. Ia sempat mendengar, "Yosh! Tinggal Sakura!"

Namun ia tak mempedulikannya.

Flashback Off

"Begitulah..." Sasuke mengakhirinya.

Sakura terdiam. "Gyaaa bagaimana ini? Aku sudah dandan dengan begini cantiknya!"

Sasuke tertawa dalam hati. PD sekali dia. Namun ia akui Sakura memang cantik hari ini.

"Bagaimana kalau kita jalan?" ajak Sasuke. "Bagaimana?" Ia mengulurkan tangannya.

Jujur saja, didepan Sasuke dia gugup. Namun ia merasa nyaman dan gembira.

Sakura menghela nafas. "Baiklah..." Sakura menerima uluran tangan Sasuke dengan senyuman hangat khas-nya.

"Terimakasih, sudah mengantarku." Sakura dan Sasuke berhenti didepan gerbang Rumah Haruno. "Terimakasih juga atas hari ini." Sakura tersenyum, yang lagi-lagi membuat jantung Sasuke berdebar kencang.

"Ok. Hari sudah malam. Sebaiknya kau masuk, lalu tidur, ya!" ujar Sasuke sambil mengelus kepala Sakura dengan lembut. Sakura hendak marah, karena perlakuannya seperti pada anak kecil. Namun dia juga merasa nyaman.

"Baiklah, aku masuk dulu ya, Sasuke. Matta ne..." ucap Sakura. Sasuke tersenyum. "Bersiaplah untuk hari esok ya, Sakura."

Setelah kata-kata itu diluncurkan, Sakura tak henti-hentinya berdebar. Apa yang salah dengan kata itu? Ah mungkin hanya perasaannyasaja.

...

Sakura mengambil tasnya yang ia letakkan disofa, lalu memakai sepatu.

"Aku berangkat Bu!" seru Sakura riang. Ya, riang. Karena Sasuke berjanji untuk mengantarnya. Kemarin Sasuke sudah mengirimkan pesan singkat pada Sakura.

"Selamat pagi, Putri Cantik," ujar Sasuke. Sakura tersenyum malu. "Ayo berangkat, Sasuke kun!"

Mereka berjalan beriringan. Seperti sepasang kekasih. Namun mereka belum menyandang gelar sebagai kekasih. Namun Sasuke akan memperbaikinya.

"Oh iya Sakura. Ngomong-ngomong, aku boleh mengatakan sesuatu?" tanya Sasuke santai diperjalanan mereka. Tapi nyatanya ia sangat degdeg-an.

"Bo-boleh saja Sasuke kun. Emm~ Ada apa?" Hati Sakura pun berdebar kencang.

Sasuke menghentikan perjalanannya.

"Mm?"

"Haruno Sakura chan. Aku... Maksudku aku menyukaimu. Ya, tak salah. Aku menyukaimu sejak awal kau berada di Sekolah ini. Maukah kau menerima cintaku?"

Deg! Hati Sakura berdebar kencang. Ia tak berani menatap Sasuke yang sedang berlutut, menyerahkan tangannya.

Perasaan bimbang dan senang bercampur aduk. Sesungguhnya ia tak berniat untuk 'itu', tapi...

"Ma-maaf, Sasuke-kun..."

.

.

.

.

.

TBC~

A/N: Haaaaaa Chapter 2 'Just For You Cherry' /tidur bentar/

Aku senang sekali serta capek untuk menyelesaikan Fic ini tapi semoga kalian suka!

RnR? Review? :)