NARUTO PUMNYA MASASHI KISHIMOTO
DANGER (hhibin)
Rating: T
Note: AU, TYPO, ALUR KECEPETAN.
.
.
.
.
.
Sebelumnya terimakasih yang udah review ya ...
#Haripertama
Keadaan Konohan High School saat ini lumayan sepi, ya karna memang jam sekarang ini baru menunjukan pukul 05.45. Jadi belum banyak yang sudah ada disekolah ini. Tapi perempuan bermata pucat ini, sudah datang dan duduk manis di bangku kelasnya. Sengaja memang ia datang jam segini, ia hanya merasa malu saja jika ia datang seperti jam biasa. Ia malu jika bertemu Naruto, ketika ia membicarakan Naruto lantas ia teringat kejadian kemarin siang di taman belakang sekolah. Ia jadi tersenyum-tersenyum sendiri jika mengingat ucapan Naruto itu padanya. Ia masih tidak menyangka, ia sekarang menjadi kekasih dari UZUMAKI NARUTO. Pria yang selalu ia idam-idamkan beberapa tahun terakhir. Senyuman masih saja mengembang diwajahnya, rona pipinya juga sangat terlihat sekalih. Untung saja sekarang ia hanya sendirian di dalam kelas ini, coba kalau ada orang lain di kelas ini? Sudah pasti ia akan ditertawakan karena senyum-senyum sendiri seperti itu.
"Wahh tiba-tiba pipiku ini panas. Aku tidak boleh begini," ucap Hinata pada dirinya sendiri dan menepuk pipinya dengan pelan agar sadar.
Drrtt..
1 pesan line masuk.
(Ohayoo)
Hinata membungkam mulutnya tidak percaya. Naruto mengucapkan selamat pagi untuknya, sungguh ia tidak bisa menyembunyikan perasaanya. Air matanya saja sudah mulai mengembang, ia masih saja menatap layar ponselnya dengan perasaan senang dan terharu.
Sreet..
...
Pintu ruangan kelasnya bergeser bertanda seseorang masuk kekelasnya. Dengan cepat ia menghapus air matanya yang sedang menggenang, ia juga langsung sadar jika ia sekarang ini ada di dalam ruangan kelas bukan di kamarnya.
"Ohayoo, " sapa pria berambut merah dengan mata berwarna emerland itu.
"Ne. Ohayo Gaara-san," Hinata membalas sapaan itu dengan senyum kaku miliknya. Gaara yang bingung hanya mereka berdua dikelas langsung menghampiri Hinata setelah menaru tas pundaknya di tempat duduk biasanya itu.
"Hinata, jarang-jarang aku melihat kau datang pagi. Biasanya kan Ino yang selalu datang duluan," Hinata tersenyum kaku mendengar ucapan Gaara itu padanya. "Ah, benarkah?" Gaara mengangguk. "Aku ha-hanya ingin mencoba datang pertama itu bagaimana rasanya, dan ter-ternyata seperti ini rasanya," Hinata tersenyum kaku lagi seperti sebelumnya pada Gaara. Gaara yang tau alasan Hinata hanya mengangguk mengerti. Mereka berdua pun diam kembali karena memang tidak ada hal yang bisa dibahas lagi.
Sreett...
Pintu kelas itu terbuka kembali. Ino, orang yang mereka bicarakan sebelumnya pun datang. Ino yang jarang melihat pemandangan didepannya itu pun menatapnya dengan aneh. Ia hanya merasa aneh saja Gaara mau duduk di samping Hinata. Biasanya kan ia selalu tidak mau duduk ataupun berbicara dengan Hinata,tapi sekarang sepertinya ada sesuatu yang membuat Gaara berubah pada Hinata. Ino yang sangat ingin taupun berlari ke arah bangku Hinata dan duduk tepat di depan Hinata dan Gaara. "Hey kau Gaara. Ada apa kau tumben duduk disamping Hinata? Biasanya kau bicara saja tidak mau dengan Hinata. Dan kau Hinata, apa tidak merasa aneh jika Gaara berubah terhadap mu?" Gaara dan Hinata yang mendengar ucapan Ino yang ada benarnya itupun saling menatap satu sama lain. Gaara yang sadar duluan langsung tersenyum dan mengalihkan pandangannya dari ke Hinata ke Ino, "Kau selalu memperhatikan kami berdua ya Ino, buktinya kau tau dengan perubahan kami berdua," Ino lantas tertawa dengan keras ketika Gaara bicara seperti itu. "Haha iya memang aku memperhatikan semua orang yang berada disekelilingku. Ayolah Gaara apa alasannya kau berubah pada Hinata, aku sangat penasaran sekalih tau," Ino berucap dengan panjang lebar. Ia sangat ingin tau alasannya, lagipula Hinata juga sama penasarannya dengan perubahan drastis Gaara sekarang ini. "Ya baiklah. Aku akan memberitahu kalian," Ino dan Hinata langsung menyiapakan telingannya dengan sangat fokus. "Cepat katakanlah," Gaara pun mengambil nafas sebentar dan membuangnya perlahan," Baiklah, aku tidak boleh mendekati Hinata karna,,,"
Sreet...
Pintu kelas mereka terbuka, mereka yang melihatnya langsung menatap pintu itu dan Ting... Munculah pemuda berambut pantat ayam muncul di depan pintu kelas mereka. "Gaara, ayo kita kekantin," Garaa langsung bangkit ketika mendengar ajakan Sasuke itu. Ino yang masih penasaran itupun langsung menarik baju Gaara, "Hey! kau itu belum menceritakannya lagi, lanjutkan dulu. Kami penasaran, iyakan Hinata?" Hinata mengangguk menandakan ia setuju dengan ucapan Ino barusan itu. Gaara terkekeh dan menunjuk Sasuke, "Dia yang menyuruhku, kalian sudah puas?" Ino langsung tercengan dan Hinata pun sama tercengangnya dengan ucapan Gaara itu. Sasuke yang menyuruhnya?
"Hey Hinata traktir kami berdua. Kau ada kabar baik kan kemarin?" ucapan Sasuke seketika membuat Hinata jadi tambah bingung dan kaku. Dipikirannya itu sekarang adalah, kenapa Sasuke tau apa yang terjadi kemarin? "Wah. Ayo Hinata traktir kami berdua," Gaara langsung menarik tangan Hinata untuk bangum dari duduknya itu. "Ino kami duluan," Ino mengangguk mengerti.
...
"Jadi Hinata menerimamu sekarang Naruto?" Naruto mengangguk setuju dengan apa yag dibicarkan Sakura padanya. "Kau senang kan aku sekarang berpacaran dengan Hinata? Jadinya tidak ada yang menganggu mu lagi kan?" Sakura tertawa senang mendengar apa yang dikatakan Naruto barusan, "Iya aku senang. Tapi kau jangan terpaksa melakukannya, jika ketahuan kau terpaksa melakukannya kau akan tanggung akibatnya. Ingat itu!"
Naruto tertawa mendengar perkataan mengancam dari mulut Sakura itu, "Haahaha... Ceritanya kau ini mengancam Sakura-chan?" Sakura mengangguk setuju dengan perkataan Naruto. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan memberi pelajaran pada Naruto kalo ia ketauan bermain-main pada Hinata. Lagipula ia juga sedih jika seorang wanita seperti dirinya itu dipermainkan oleh sahabatnya.
"Jadi benarkan kau sekarang sudah berpacaran dengan Naruto Hinata, jawab aku. Aku kan sangat penasaran, iya kau juga samakan Sasuke?"
"Iya aku juga penasaran dengannya."
Hinata hanya bisa tersenyum kaku mendengar pertanyaan dari kedua orang yang menghipitnya sekarang.
"Hey Hinata. Disana ada Naruto dan Sakura, kau makan dengan mereka saja sana, kan aku ingin melihat Naruto dengan mu Hinata," ucapan Gaara itu langsung membuat Hinata diam membeku ditempat. Sarapan pagi dengan Naruto?... OH MYMY ia tidak menyangka jika itu semua kan terjadi sekarang.
"Hey NARUTO! Boleh kami ikut gabung?"
Naruto yang mendengar teriakan Gaara dari jauh itu langsung mengangguk dan melambaikan tangan ke arah Gaara dan Sasuke. Naruto tidak melihat disana juga ada Hinata yang berdiri tepat dibelang Gaara karena ia sudah sangat takut dan gugup. Gaara dan Sasuke berjalan ke arah Naruto, sedangkan Hinata hanya mengikutinya dari belakang dan memegangi baju Gaara juga. Gaara yang aneh dengan sikap Hinata langsung menarik tangannya agar berjalan duluan didepan, tapi Hinata mundur lagi kebelakang. Gaara yang masih bingung dengan apa yang dilihat nya sekarang pun menarik tangn Hinata dan mendorong pundakanya agar berjalan duluan. Tapi Hinata tetap menahan dengan kakinya, nampaknya ia benar-benar tidak ingin pergi ketempat Naruto.
"Hey Hey Hey, kita ja-jangan makan dengan mereka. Kita makan bertiga saja, aku yang bayar. Aku janji, tapi jangan makan dengan mereka oke oke."
Gaara mengerutkan alisnya dan terkekeh, "Hey Hinata soal traktiran tadi kami hanya bercanda, benarkan Sasuke?" Sasuke mengangguk setuju dengan yang diucapkan Gaara.
"Tenang lah," Sasuke langsung merangkul Hinata dan berjalan meninggalkan Gaara, Gaara yang ditinggal pun hanya terkekeh lagi dengan perlakuan yang dilakukan Sasuke pada Hinata sekarang ini.
"Kalian dari tadi disini?"
Naruto langsung menengok kearah Sasuke, dan... TRENG. Wanita yang tidak ia ingin lihat malah sekarang ada didepannya, ditambah lagi tangan Sasuke merangkul Hinata. Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Sakura, terlihatlah raut wajah kesal, emosi dan kecewa. Naruto yang menyadarinya pun bangun dari bangkunya dan menyingkirkan rangkula Sasuke pada Hinata itu.
"Wow wow wow.. kau cemburu Naruto?"
Naruto hanya mengangguk menanggapi ejekan Gaara dan menarik Hinata agar duduk disampingnya. Hinata yang diperlakukan seperti ini hanya bisa menahan malu, walaupun ia menahan malu tetap saja rona merah dipipinya itu sangat terlihat sekarang.
"Aku sudah kenyang, aku pergi dulu ya," Sakura bangkit dari duduknya. Baru ia ingin melangkahkan kakinya pergi meninggalkan manusia ynag ada disini sekarang, tiba-tiba tangannya ditahan oleh Sasuke.
"Kami baru tiba disini. Dan juga ada yang ingin aku katakan padamu, duduklah lagi," Sakura pun menurut dan duduk lagi dibangkunya. Hinata yang tidak sadar dengan adegan didepannya hanya memikirkan soal perkataan Gaara yang bilang jika Naruto cemburu, Naruto cemburu dengan Sasuke. OMG, pikirannya sekarang sepertinya sudah dipenuhi dengan pria berambut blode. Ia juga tanpa sadar tersenyum sendiri sambil memegangi pipinya.
"Mau kah kau menjadi pacarku Sakura Haruno?" Sakura menganga. Menjadi pacar Sasuke?
TBC.
RNR :D
