Disclaimer : If it's mine, I will make KiKuro married. (Fujimaki-san has Kurobasu)
Warning : Shounen-ai. Fail Humor. Tidak sesuai Eyd. Kind of OOC. Un-beta. Typos?
A/N : Ide saya disini stuck. Saya punya gambaran akhirnya. Tapi, tidak tahu bagaimana cara melanjutkan cerita ini /slap.
.
.
Part 2 : Kaijou
.
.
Hari-hari Kise di Kaijou masih tetap diisi dengan kegiatan klubnya. Kise tetap rajin menjemput Kuroko tercintanya sehabis latihan basket Kaijou.
"Ya! Latihan selesai!"
"Terima kasih banyak!"
.
Latihan tim basket Kaijou baru saja selesai. Kise langsung bergegas untuk mandi & berganti seragam - lalu pergi ke Seirin High. Sebenarnya kegiatan Kise mengunjungi Seirin sangat terdengar aneh di telinga para regular Kaijou tetapi belum ada yang bertanya.
"Kise. Kenapa belakangan kau sering berkunjung ke Seirin?" Tanya sang kapten penasaran.
"Hah? Eh. Yah. Untuk melihat Kurokocchi tentu saja." Jawab orang yang ditanya.
"Kau pasti berbohong, Kise!" Pekik Moriyama yang muncul entah dari mana.
"Tidak mungkin aku berbohong kepada senpaiku sendiri-ssu!" Elak Kise.
"Kau pasti punya gadis imut disana ya?! Jangan bohong!" Senpai pencinta wanita (?) itu tetap memaksa Kise untuk mengatakan kebenarannya.
"Kalau orang yang imut ada..." Lirih sang model.
"Sudah kuduga! Kau sudah punya pacar 'kan?!" Pekik si point guard dari Kaijou itu. Tidak lupa mengacungkan telunjuknya kepada Kise.
.
Hening.
.
"Ki-Kise sudah punya pacar?!" Kasamatsu tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.
"Ba-bagaimana kau tahu, Moriyama-senpai?!" Wajah Kise benar-benar memerah. Seperti warna rambut Akashi.
"Kise! Siapa namanya?!"
"Hah?! Namanya Kuroko Tetsuya! Kalian sudah kenal dengan Kurokocchi bukan?!" Jawab Kise agak keras.
"Kau pasti berbohong, Kise..." Moriyama tetap bertahan dengan pemikiran Kise-punya-cewe-imut.
"Oh... Jadi itu alasannya kau mengunjungi Seirin..." Kobori yang paling dewasa, akhirnya buka suara.
"Ka-kau percaya dengan Kise, Kobori?!" Moriyama berbalik arah menuju Kobori yang berdiri di seberang Kise.
"Ya-yah. Memang apa alasan Kise untuk pergi ke Seirin jika bukan menemui orang yang dia kenal?" Kobori menjelaskan dengan singkat, padat & jelas.
"Kobo(ri)-senpai hebat!" Hayakawa langsung berbicara dengan semangat juangnya.
"Karena itu aku harus cepat-cepat pulang. Mata ashita nee senpai!" Ace Kaijou tersebut langsung mengambil tas & pergi meninggalkan senpai-senpainya.
"Apa kalian tidak merasa aneh? Padahal Kise memiliki banyak gadis imut yang bisa dipilih kapan saja, tetapi, kenapa memilih Kuroko?" Tanya Moriyama yang sangat tidak puas dengan pilihan kouhainya.
"Entahlah. Aku tidak tertarik mengurusi kehidupan pribadi orang." Jawab Kasamatsu sambil membereskan barang-barangnya.
"Hahaha, cinta itu tidak bisa ditebak." Ucap Kobori.
.
Bruk. Barang-barang pegangan Kasamatsu langsung tertarik oleh gravitasi bumi.
.
"Ko-Kobori?! Kau serius mengatakan hal itu?!" Kasamatsu tidak sengaja berteriak saat mendengar itu. Moriyama & Hayakawa ikut membatu saat mendengar pernyataan-yang-tidak-disangka dari bibir Kobori sendiri.
.
.
"Aaah sial! Aku sangat terlambat-ssu!" Kise langsung menggunakan perfect copy kecepatan Aomine, berlari dari gym menuju gerbang depan.
"Kise-kun."
"AH?!" Kise langsung berhenti mendadak yang membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan.
"Kise-ku...!" Kuroko menarik tangan Kise, bermaksud untuk menolongnya. Apa daya Kise yang secara lebih berat daripada Kuroko, malah ikut menarik Kuroko - jatuh bersamanya.
.
Bruk.
.
"Itte..." Kise memegangi punggungnya. Lalu, menatap pemuda kecil yang berada di depannya, "Ku-Ku-Kurokocchi?! Daijoubu-ssu ka?!"
"Ya... Aku tidak apa-apa..." Pemuda invisible itu berdiri dan mengulurkan tangannya, diikuti tatapan bingung dari Kise, hingga Kuroko berkata, "Kise-kun. Ayo kita pulang." dengan tersenyum hangat.
.
Blush! Muka model itu sukses memerah. "Kurrrrokocccchiiiiii!" Kise yang berdiri dengan bantuan tangan Kuroko & di saat itu, dia menarik Kuroko ke dalam pelukannya. Kesempatan dalam kesempitan. Kesempatan kapan pun, dimana pun, harus dimanfaatkan~ *wink shalala*
"Kise-kun!" Pemuda mungil itu sukses mendapat serangan mendadak dari sang ikemen, "I-ini tempat umum Kise-kun..." Terlihat ada rona merah di pipi pucat milik Kuroko itu.
.
Beberapa meter dari pintu gerbang. Terdengar suara benda jatuh. Ya. Tas milik kapten tim basket Kaijou langsung terlepas dari tangan sang pemilik & sukses menyentuh tanah.
"Ka-ka-kalian lihat tadi?!" Tanya Kasamatsu dengan muka memerah. Dijawab dengan anggukan oleh ketiga pemain reguler yang lain. Wajah mereka bertiga juga tidak kalah merahnya dari rambut Akashi.
"Tak kusangka Kise... Kise... Memang lebih memilih pe- Hmph!" Kobori menutup mulut Moriyama dengan tangannya.
"Kita tidak boleh membiarkan fans Kise mengetahui hal itu. Bagaimana kalau nanti karir Kise hancur? Dia bisa saja akan diteror oleh fansnya. Atau mungkin fans akan mengejar Kuroko yang merupakan kekasihnya." Kata Kobori sambil melepaskan tangannya dari mulut Moriyama. Hayakawa dengan mulut terbuka, masih menatap kosong TKP tersebut.
"Hmmm... Kebetulan kita senggang... Bagaimana kalau kita ikuti mereka?" Usul Moriyama.
"Apa?! Tidak boleh! Kau tahu itu urusan pribadi orang!"
"Ayo kita pergi, Mo(ri)yama-san!" Si power forward Kaijou sudah sadar & menyetujui usul Moriyama itu.
"A-aku juga agak penasaran sebenarnya..." Kobori menggaruk pipinya dengan jari telunjuknya.
Sang kapten hanya bisa facepalm, "Sigh... Apa boleh buat, aku ikut!" Keluhnya.
"YES!"
.
.
"Kurokocchi tidak mau pergi kemana-mana-ssu?"
"Tidak. Kita akan langsung pulang. Aku masih harus mengerjakan prku." Jawab pemuda bayangan itu.
"Ah. Aku juga ada pr-ssu! Bagaimana kalau kita mengerjakannya bersama-ssu!"
"Tidak." Kuroko menjawabnya tetap dengan wajah temboknya. "Hidoi-ssu..." Andaikan Kise seekor anjing, telinga & ekornya sudah dipastikan langsung turun.
"Aku hanya bercanda, Kise-kun. Ayo." Kuroko mulai berjalan meninggalkan Kise. "Ku-Kurokocchiiii!"
"Ah. Kise-kun. Mari kita beli vanilla shake terlebih dulu."
Tak jauh dari tempat Kise & Kuroko berdiri, ada 4 pasang mata menatap ke arah TKP. "Apa mereka benar-benar sepasang kekasih...? T.T" Komen Kasamatsu saat melihat kejadian tersebut.
"Hmmm... Kise harus lebih belajar banyak tentang romansa denganku." Ucap Moriyama dengan pose berpikir.
"Ki(ta) harus mengikuti mereka, senpai!" Hayakawa menunjuk sebuah tempat.
"Majiba...?" Gumam pemuda yang paling tinggi di kumpulan itu.
"Hmmm... Tempat itu sangat tidaklah tepat untuk dijadikan tempat untuk berkencan. Dasar Kise tidak mengerti hati wanita!" Keluh Moriyama.
Moriyama salah besar. Kuroko bukan wanita. Pikir ketiga pemain yang lain.
"Ya sudah. Ayo cepat kita ke sana." Ucap Kasamatsu sambil mengambil langkah pertama.
.
DRRT. DRRT.
"Moshi-moshi. Hm? Okaa-san? Oh. Ya. Tentu. Hm. Ya. Mata nee." Kobori menutup flip ponselnya. Ternyata ponsel Kobori yang bergetar.
"Kau sudah harus pulang, Kobori?" Tanya Moriyama.
"Yah begitulah... Maaf ya. Aku duluan." Seru Kobori sambil melambaikan tangannya.
"Ko-Kobori! Jangan pergi!" Batin Kasamatsu. "Be-berarti aku harus mengawasi kalian berdua... Awas kalian berani macam-ma...!"
"Hai, bunga cantik. Akankah kau memperbolehkanku hinggap di tempatmu?" Belum apa-apa, si point guard itu sudah bergerak. Berusaha mendapatkan cewe imut - katanya. "Berjuanglah, Mo(ri)yama-senpai!" Bisik si power forward yang entah polos atau bodoh.
.
.
Majiba hari ini pun tidak ramai ataupun sepi. Tapi, cukup menghebohkan para gadis yang melihat Kise Ryouta ada di dalamnya. Yah, para gadis itu tidak dapat melihat Kuroko. Namun setiap mereka mendekat, Kuroko akan memberikan semacam deathglare (yang nantinya akan disadari oleh para gadis itu).
"Kurokocchi~! Maaf lama-ssu!" Kise datang membawa nampan berisi 2 vanilla shake - favorit Kuroko.
"Sepertinya tidak baik kalau Kise-kun yang selalu membelikanku vanilla shake..." Gumam Kuroko saat menerima vanilla shakenya.
"Apa yang tidak untuk Kurokocchi!" Pekik Kise dengan telinga & ekor anjingnya. Ekornya seperti bergerak-gerang. Tanda senang.
"Hh... Kau tidak tahu. Para waitress itu berusaha untuk menggodamu terus." Ucap Kuroko sambil menyesap vanilla shakenya.
"Eh? Tapi mataku hanya untuk melihat Kurokocchi~!"
"Hh... Aku bisa melihat telinga & ekormu, Kise-kun..." Keluh Kuroko.
"Eh?"
Tak jauh dari meja mereka berdua, terlihat 3 senpai Kaijou itu. "Sigh. Aku masih tidak mengerti!" Moriyama mengamuk & histeris.
"Diamlah & makan burgermu itu, Moriyama!" Seru Kasamatsu menyumpal sebiji burger secara paksa kedalam mulut Moriyama.
"Mereka membeli vani(lla) shake, senpai!" Seru Hayakawa yang memata-matai sepasang kekasih tersebut.
"Itu minuman favorit Kurokocchi."
.
Hening seketika.
.
"... Kurokocchi?"
"..." Kasamatsu terdiam lalu menutupi mukanya yang merah, "Itu gara-gara Kise sering memanggil Kuroko dengan Kurokocchi! Aku jadi ikutan memanggil Kuroko, Kurokocchi tanpa sadar!" Kasamatsu malah menyalahkan Kise.
"Buh! Ahahaha! Kau tidak lihat betapa hebatnya wajahmu tadi, Kasamatsu!" Moriyama tidak dapat menahan ketawanya. Hayakawa menahan tawanya dengan menutup mulut. Demi harga diri sang senpainya yang polos itu.
"Permisi. Apa anda tadi memanggil saya?"
.
Kedip. Mereka bertiga menatap ke sumber suara. Di samping meja mereka. Kedip.
.
"UWAAAAAAA!" Mereka bertiga sama-sama terkejut.
"Kurokocchi? Kenapa kau pergi tiba-tiba-ssu?" Kise mendatangi Kuroko dengan 2 vanilla shake (yang tadi sudah habis. Kise membelikan yang baru) di kedua tangannya. "Eh? Kasamatsu-senpai? Moriyama-senpai? Hayakawa-senpai?"
"Ki-Kise?! Ke-kenapa kau disini?!"
"Apa maksudmu bertanya seperti itu, Kasamatsu?"
"Kalian menguntitku? Atau kalian ingin menculik Kurokocchi karena menjadi kekasihku?!" Ucap Kise panik.
"Konnichiwa... Senpai-tachi?" Kata Kuroko ragu.
"Ah. Sumimasen. Saya agak bingung harus menggunakan suffix 'senpai' atau 'san'..." Ujarnya lagi sambil menggaruk pipinya dengan telunjuk.
.
SHOT! Mereka langsung merasa ada panah cupid menembak hati mereka. Imut...! Pikir mereka bertiga.
"O-oh... Ternyata itu penyebabnya... Kh... Khukhukhu..." Moriyama mulai terkikik sendiri tidak jelas. Kasamatsu & Kise hanya bergidik ngeri saat melihatnya.
"Aku, Moriyama Yoshitaka, akan mendapat perempuan yang lebih imut daripada kau!" Kata Moriyama mendeklarasikan sesuatu-yang-aneh & menunjuk Kuroko.
"Maaf?"
"Ch-chotto matte-ssu! Apa maksudnya itu Moriyama-senpai?!" Kise langsung berjaga-jaga melindungi Kurokonya - dengan cara merangkulnya (Kesempatan dalam kesempitan), takut-takut akan dimakan(?) oleh senpainya itu.
"Moriyama mulai tidak waras. Sebaiknya Kuroko diantar pulang saja sekarang. Kise. Pergi sana." Perintah Kasamatsu. Kise yang mirip dengan anjing(?) itu pun langsung menurut, "Kalau begitu... Kami akan pulang dulu-ssu. Mata nee senpai-tachi"
"Saya permisi dulu." Ucap Kuroko sopan & tidak lupa membungkukkan badannya.
Moriyama langsung sadar, charm si pemain Seirin bernomor 11 itu tidak bisa dikalahkan perempuan manapun.
.
.
"Kenapa ada pemuda seimut itu?!"
"Yang sabar ya, Moriyama."
.
.
A/N : Buh. Maafkan saya yang hanya bisa fokus dengan satu hal. Saya usahakan tetap bisa mengupdate ini & Kise Tetsuya's Pregnancy. Saya harap saya bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. RnR? Jangan malu-malu sarannya. Jangan diflame saya mohon m_ _m
