*maaf lama posting next chapt, banyak yang kejadian selama lebih dari 6 bulan ini. kalo bahasanya berubah maaf ya. aku lagi nggak fit dan seluruhnya diedit sama temanku.

masih ada yang nunggu nggak?

comment ya

"Call me naughty baby"

Itulah ucapan tetakhir yang Taeyong katakan, sebelum dirinya berakhir diatas ranjang dengan Jaehyun diatas tubuhnya. Malam panas yang panjang penuh desahan dan nafsu birahi.

Back to the fact, awalnya Taeyong hanya tergiur akan ajakan Ten untuk menikmati club malam. Berawal dari segelas dom perignon berry hingga berbaring tanpa busana di atas spring bed hotel bintang 5. Bukanlah skenario yang diatur oleh Taeyong. Besides, cowok yang ngakunya bernama Jaehyun ini terlalu hot and chick buat ditolak. Disamping bibirnya yang pandai menggombal, tangannya juga lihai bermain. Namun, Ciumannya sedikit kasar menurut Taeyong.

Jaehyun masih setia menunggangi Taeyong yang sudah terkapar setelah melewati fase yang panjang dengan keadaan penuh keringat. Thanks god seluruh bajunya sudah lepas, setidaknya hawa dingin dari ac menyapa langsung kulit punggungnya.

Hanya terdengar geraman dari Jaehyun sebagai penanda bahwa pria itu sudah mencapai pelepasannya.

"How irresistable" puji Jaehyun

Taeyong hanya tersenyum samar, FYI dia udah terlalu capek dengan segala kegiatan panas malam ini. Jaehyun memeluk dirinya. How sweet, he love it cuddling session. Malam panas itu berakhir dengan kedua insan tersebut masuk kedalam alam mimpi.

Bangun pagi Taeyong harus sedikit terganggu dengan rasa yang mengganjal bagian bawahnya. Punggungnya yang terasa kaku dan pinggangnya yang pegal.

"Thanks to that man, he play me hard" kekehnya.

Semenjak 1 jam yang lalu Jaehyun sudah terlebih dahulu pulang karena ada urusan katanya. Taeyong tidak terlalu perduli, this is one night stand. Yang sekarang dipirkannya sekarang adalah bagaimana pergi bekerja tanpa berjalan seperti bebek yang disunat.

"Maybe warm water will help" pikirnya.

And ya its completely relaxing. Berendam dalam air hangat benar benar merilekskan sendi dan pikirannya. Btw, Taeyong sedang berfikir apa saja yang akan dibelinya menggunakan bayaran yang didapatnya. 3 juta itu lumayan untuk sekelas one night stand. Awalnya Taeyong menolak diberi uang, Taeyong akan terkesan seperti pelacur murahan yang dibayar permalam. One night stand harusnya sama sama mendapatkan kenikmatan, tanpa terikat dan tanpa bayaran. Tapi, Jaehyun memaksa dan Taeyong hanya bisa pasrah. Sekarang dia hanya akan menenangkan diri dan menikmati hasil jerih payahnya mendesah semalam. Persetan dengan Ten dan kabarnya. At least, semalam Taeyong masih dapat melihat bahwa cowok itu sudah berciuman panas dengan bartender di bar itu.

Perjalan Taeyong ke ruangannya harus terhambat dengan kehadiran Ten. Dari penampilannya Sahabatnya yang terlihat begitu cerah. Taeyong berani bertaruh bahwa semalam Ten pasti melewati malam yang hebat dengan si bartender.

"Lo keliatan seger banget" sindir Taeyong.

Ten hanya tertawa "gue semalam dapat golden ticket" bisiknya.

Dahi Taeyong hanya mengerut. Golden Ticket?, kapan Ten pernah ikut korea idol.

"Golden ticket?" tanyanya

Ten hanya mengangguk. " bartender yang semalam up sama gue itu ternyata pemilik bar yang semalam kita datengin" jelasnya

"So, the golden ticket itu si bartender?"

"of course, dia ngebolehin kita datang dan minum kapan aja tanpa bayar, how sweet"

Taeyong hanya memutar kedua matanya " not with money babe but body"

"lo tau aja" kikik Ten

percakapan mereka terkesan semakin mesum. Ini mungkin pengaruh dari Ten yang memang cap kambing, hingga menyebar kepada Taeyong. Tapi seenggaknya Ten bukan sahabat bermuka dua atau sahabat jaim yang sesungguhnya rese bener.

In fact kedua uke itu masih pengen asik menggosip tentang betapa hebatnya pejantan yang semalam menemani mereka. Tapi, waktunya kerja itu telah tiba. Meja Taeyong masih dipenuhi segunung file keuangan yang harus diaudit dan dimasukkannya kedalam pembukuan perusahaan. Nggak perlu nanya siapapun kalo file itu harus diselesaikan hari ini juga.

"ntar aja jam makan siang kita sambung" ucap Taeyong

"okay, see ya beib" Mereka berdua pun berpisah di lobi kantor

Benar apa pemikiran Taeyong, semua file sudah bertumpuk diatas mejanya. Seenggaknya tinggi filenya hari ini belum sampai menutupi wajah. Mulai membuka satu per satu file tersebut dan mulai menghitung. But his body cannot lie to him. Badannya benar-benar lelah dan butuh istirahat. Setelah melepas syal yang sebenarnya buat menutup semua kissmark Jaehyun. Mau tak mau Taeyong siap untuk mengerjakan semua pembukuan.

Ditengah fokusnya mengerjakan seluruh file dan audit keuangan. Ten datang dengan membawa sebuah bungkusan kfc, hhmmmm yum pikirnya.

"Ada angin apa nih?" tanya Taeyong, seingatnya bukan kebiasaan Ten membawakan dirinya makanan di saat jam makan siang

"Lo kan sibuk jadi kita makannya disini aja. Lagian semalam si bartender cakep itu ngasih gue tip. Katanya sih sebagai hadiah" jelas Ten

Taeyong hanya mengganguk, membuka bungkusan yang dibawa Ten dan membuka kotak-kotak berisi nasi dan membuka seember ayam goreng yang menggugah selera.

"back to topic boy, gimana pasangan lo semalam?" tanya Ten penasaran

"great, lumayan kuat sih 4 jam gitulah"

Mata Ten membulat, 4 jam bukanlah waktu yang sebentar dan pria itu ternyata cukup berstamina.

"jadi kok lo bisa jalan?" sindir Ten

"memang lo pikir gue diamputasi, sampe gak bisa jalan" ucap Taeyong jengkel. Demi pump shoes favoritnya, dia ditunggangi selama 4 jam bukan di operasi.

"besar gak punya jantan lo?" tanya Ten

Taeyong hampir tersedak breezy float yang diminumnya. Harusnya dari awal dia udah mengantisipasi kalau-kalau pertanyaan itu terlontar dari mulut Ten.

"Kepo banget sih"

Ten hanya tertawa "lo kan tau gimana gue" godanya

Kedua cowok itu membagikan semua perjalanannya selama satu malam. Mulai dari nama pasangan masing-masing, hingga jenis pakaian dalam para pejantannya.

"and jhonny is so sweet" puji Ten pada pasangannya

Taeyong merasa Ten sedang jatuh hati. Mungkin penyebabnya adalah sifat Jhonny yang manly and manner. Dari cerita Ten, Taeyong bisa mengambil kesimpulan kalau cowok itu romantis. Ten bukanlah tipe orang yang gampang jatuh hati atau memuji orang terutama pria, Dan sekarang cowok itu malah memuji Jhonny habis-habisan seakan nggak ada hari esok.

"please biasa aja deh"

"gak bisa Taeyong, dia bener bener bikin gue excited" ungkap Ten

"kayaknya lo nggak separah ini waktu taylor launthner buka baju doi"

"it is different, taylor and Jhonny berada di posisinya masing-masing" jawab Ten

"okay, tapi lo yakin dia gitu hanya sama lo?" todong Taeyong

Ten tersudut " apaan sih lo, ngancurin harapan gue" ucap Ten sambil berpura-pura kesal

"percuma lo akting gue udah kebal"

Ten kembali tertawa" lo tau aja"

Ten memiliki kepribadian yang aneh memang menurut Taeyong alter ego atau disorder entahlah, Taeyong tak tau namanya.

" udah dengar kabar terbaru belom?" pancing Ten

"gosip apaan?"

Ten berdehem sejenak "si tasya anak pemasaran hamil tanpa suami girl. Trus bapaknya nggak tau siapa karena tuh cabe udah kebanyakan makan ular pendek" gosipnya

Taeyong kenal siapa yang digosipkan Ten. Demi apapun, tasya dikenal sebagai gadis yang pemalu dikantor. Tapi ternyata cover nggak menjanjikan semuanya. Nggak heran Taeyong hari ini nggak melihat tasya. Mungkin, gadis itu udah resign karena nggak tahan sama ocehan satu kantor. Yang bener-bener suka ngegosip trus nambahin cerita.

"hey, siapa nama cowok lo semalam?" tanya Ten

"kenapa emang?" balas Taeyong

"Gua lupa tadi"

"katanya sih ya Jaehyun panggilannya Jay Jung"

Ten langsung tersedak ayam goreng yang dimakannya. Sebagian potongan ayam tersebut menyembur dan mengenai celana bagian bawah Taeyong.

"ewh, gross" ucapnya sambil membersihkan celananya

"baca berita ini" ucap Ten

Taeyong pun mengambil ponsel yang disodorkan oleh Ten. Baru membaca headline news saja sudah membuat kedua mata Taeyong melotot. Gimana enggak, headline news bertuliskan 'Jay Jung Cucu Mateo Jung pemilik Yoomjigook union grup berhasil melakukan take over 25 perusahaan asing yang merugikan Korea'. Matanya terus bergulir kebawah membaca semua berita yang tertera dilayar ponsel tersebut. 'that boy is awesome' pikirnya. Taeyong juga baru mengetahui bahwa pasangan one night standnya semalam adalah salah satu dari 3 cucu Mateo Jung yang akan mendapatkan warisan Mateo. FYI, Mateo hanya punya 3 putra dan masing-masing putranya punya satu putra. Belum lagi Yoomjigook union adalah perusahaan berskala internasional dan masuk jajaran 10 perusahaan terbesar se Asia. Dan, para putranya punya perusahaan sendiri. Lemon inc, Global world company, dan Wihestic pharmaeutical.

Jaehyun adalah putra dari Rivanno selaku pemilik dari Global World Company. Perusahaan paling besar dibanding 2 saudara lainnya.

Okay fix, sekarang Taeyong mulai tertarik. Kalau tau Jaehyun sekaya itu. Taeyong pasti meminta uang sedikitnya 10 juta.

"nggak usah mikirin yang aneh-aneh" sentak ten

Taeyong menatap ten malas. Semua ayang-ayangnya terpaksa kembali ke alam imajinasi.

"Ten, lo itu benar-benar ngeganggu khayalan gue"

Ten tertawa, "demi sex and city, lo pasti udah ngayal yang nggak karuan" kikiknya.

"udah ah, sana li balik ke departemen lo" usir Taeyong.

Dengan senyum jahil dan mengejek ten segera kembali sebelum Taeyong melempar ten dengan pulpen. Sekarang Taeyong mulai tertarik dengan ini.

Jaehyun kembali melempar puluhan lembar laporan ke sekretarisnya. Demi apapun, moodnya sedang naik turun tak karuan. Pria itu demam mulai semalam, ditambah laporan bahwa saham perusahaan turun 0,26%. Membuat kepalanya semakin pening dan emosinya bergejolak. Mengurus perusahaan sebesar Global World di usianya yang masih terbilang muda bukanlah gampang.

"Revisi ulang semua laporan ini. Semua rencana peningkatan saham ini juga saya tolak" titahnya

Sang sekretaris hanya mengangguk dan mengumpulkan semua kertas yang berserakan, lalu permisi untuk kembali ke tempatnya. Jaehyun menyandarkan bahunya di kursi. Mood swingnya benar-benar ekstrem akhir-akhir ini. He needs some rest. Bukan rahasia lagi kalau Jaehyun memiliki gelar gila kerja. Ambisinya terlalu besar untuk menjadi layak sebagai pewaris ayahnya. Sejak kecil ia dipaksa untuk selalu tampil sempurna dihadapan siapapun. Dia benci kekalahan.

Dering ponsel Jaehyun mengalihkan seluruh fokusnya. Nama Yoonjae tertera di layar ponselnya. 'tumben' pikir Jaehyun

"tumben lo nelpon?" tanya Jaehyun

"just to the point, Gue mau balik ngejalanin usaha papa. Dan, gue ngerasa harus ngasih tau lo dan Gae Seo tentang kabar ini" jelas Yoonjae

Jaehyun tersenyum "Great, semoga lo sukses ngejalanin Perusahaan Farmasi papa lo"

Dan sambungan telepon itu terputus begitu saja. Jaehyun hanya menggeleng, ini benar-benar kebiasaan Yoonjae. Tidak pernah ada basa-basi.

Jaehyun kembali menatap lembaran berkas di atas mejanya. Screw it pikirnya, dia malah melenggang pergi meninggalkan urusan kerjanya untuk mencari pasangannya menghangatkan ranjang malam ini.

Taeyong hanya menatap layar ponselnya dengan bengong. E-banking yang dibuka menunjukkan bahwa saldo 3 juta yang baru saja disetornya tadi pagi sudah habis membayar semua tagihannya yang menumpuk. Bahkan tagihannya yang lain masih menunggu untuk dibayar. Awal bulan masih sekitar 1 minggu lagi dan Taeyong masih perlu makan dan ongkos menuju kantor. Taeyong membuka isi dompetnya dan kedua bola matanya terbelalak. Hanya ada selembar uang 10 ribu dan 3 lembar uang 5 ribu won. Kepala Taeyong pening seketika. Dia perlu sesuatu yang bisa membantunnya melepaskan stress. Berpikir bahwa ten mungkin punya solusi maka Taeyong segera menelpon ten.

"apa bitch?" tanya Ten

"Kita gratis kan kalo minum di bar kemaren"

Ten terkekeh pelan, Dirinya itu memang cukup yakin bahwa cepat atau lambat, Taeyong pasti ingin pergi lagi ke bar tersebut.

"iya, jangan bilang kalo elu ngajak gue ngepub lagi" ucap ten

"Iya, gue lagi stress" jujur Taeyong

"Okay beib, nanti pulang kantor kita kesana yahh"

Taeyong pun mematikan sambungan teleponnya dan menunggu hingga jam pulang.

Tidak perlu waktu lamaa untuk ten untuk menarik tangan Taeyong menuju pub yang mereka tuju. Ten benar-benar senang karena ajakan Taeyong. Taeyong tidak pernaj mengajak ten untuk ke bar. Bahkan, kemarin ten harus memaksa Taeyong untuk ikut menikmati bar yang disarankan oleh kakaknya. Dan sekarang Taeyong mengajak terlebih dahulu.

"gimana make up gue, masih cetar nggak?" tanya Tsn

"Masih njay, dari tadi touch up mulu, mau ketemu ayang beb lo?"

Ten hanya terkekeh akan pernyataan Taeyong. Memang, tujuan awal Ten mengiyakan ajakan Taeyong adalah karena Jhonny.

"gue nggak ngerti deh sama lo, ten"

Ten menatap Taeyong, "emang gue rumus matematika bikin lo kagak ngerti?" tanya ten balik

Taeyong menggeleng, dia tipe orang yang perasa. Dia merasa kalo Ten benar-benar jatuh cinta sama Jhonny. Tapi Taeyong nggak mungkin maksa opininya tentang Ten. Belum lagi sahabatnya yang satu itu terus menyangkal perasaannya sendiri.

"Nggak, gak jadi deng"

Ten mendengus malas" apaansih lo"

Keheningan kembali menyapa mereka di perjalanan menuju bar, Taeyong yang terlalu larut dalam jumlah total utangnya dan ten yang tenggelam dalam pemikirannya sendiri.

Gedung JB pub and music itu terpampang jelas didepan wajah mereka. Mobil Grab yang menjadi transportasi mereka telah lama pergi semenjak 5 menit yang lalu. Tapi muncul keraguan di hati Taeyong untuk masuk kedalam bar tersebut. Dia ngerasa ada yang nggak beres dengan instingnya.

"Ayo masuk, udah nyampe kok malah Cuma berdiri di depan aja"

Taeyong menatap ten. Taeyong itu mengumpulkan keberaniannya dari sebagian kepercayaannya kepada ten. Menggenggam erat tangan ten dan melangkah masuk ke dalam bar. Bahkan sebelum mencapai pintu suara musik dj yang memekakkan telah terdengar di telinga kedua Pemuda itu. Setelah mengidentifikasikan bahwa mereka berada di umur yang legal untuk menikmati minuman beralkohol, mereka segera masuk ke dalam tempat tersebut. Membooking sebuah bangku dan segera turun kelantai dansa. Tidak ada bau asap rokok atau aroma alkohol uang berlebihan. Sebaliknya, malahan semerbak aroma citrus yang segar mengelilingi ruangan tersebut. Taeyong tetap menikmati gerakan dansanya sementara ten segera ngacir ke meja bar untuk bertemu Jhonny.

Jaehyun kembali menuju bar yang dimiliki sahabatnya. Jaehyun teringat dengan pasangan tidurnya kemaren. Lebih tepatnya semalam, cowok itu benar-benar menggiurkan- menurutnya-. Karena dia hanya terbaring pasrah setelah klimaksnya yang kesekian kali.

Melangkah masuk dengan yakin tanpa perlu pemeriksaan. Para pengawal tersebut terlalu mengenal Jaehyun. Jaehyun sudah melepas jasnya dan melonggarlan dasinya. Segera menuju lantai dansa dan disaat dirinya baru akan mencari mangsa teman tidurnya malam ini. Dia melihat uke yang kemarin menjadi partnernya. Cowok itu tampak terlalu rapi untuk mengunjungi tempat tersebut. Kemeja chiffon pink dengan celana bahan berwarna hitam dipadu pantofel berwarna senada benar-benar terlihat seperti baru pulang kerja. Jaehyun tertarik untuk mencoba uke itu lagi. Sejak awal Jaehyun memang sedikit tertarik dengan cowok itu. Tapi dia bukan orang yang akan benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan percaya diri Jaehyun melanglah mendekwti Taeyong, dan Taeyong itu masih belum sadar akan kehadiran Jaehyun.

Taeyong tersentak disaat tiba-tiba sebuah lengan kekar memeluk pinggangnya dari belakang dan menghembuskan hawa hangat kebelakang telinganya. Bulunya meremang ketika suara husky itu menyapa gendang telingannya.

"hey, irresistable" bisik Jaehyun seduktif.

Taeyong segera memutar tubuhnya dan melihat siapa yang ada di belakangnya. Betapa terkejutnya Taeyong sewaktu menyadari bahwa yang baru saja berbisik di belakangnya adalah Jaehyun. Demi apapun yang ada di bar ini, dunia tidak mungkin terlalu dempit sehinggga Taeyong bertemu lagi dengan ptia yang satu ini.

Jaehyun tersenyum miring dan kembali berbisik " so addicted"

Taeyong yakin kalau wajahnya sekarang benar-benar merah. Cowok yang satu ini memang selalu tau caranya bikin hati para uke meleleh bahkan tanpa gombal yang berlebihan. Tempo musik yang semakin meningkat dan suasana yang semakin ramai memaksa tubuh Taeyong harus merapat pada Jaehyun. Bahkan dengan kini tanganannya dengan nakal meraba punggung lekar milik Jaehyun. Ribuan pemikiran merambati pemikiran Taeyong. Jaehyun adalah pria kaya yang bisa menjadi salah satu solusi untuk pembayaran utangnya. Berbekal keberanian dan raya percaya diri Taeyong mengalungkan kedua lengannya ke leher Jaehyun dan balas menatap pria itu dengan seduktif.

"Want another night?" bisik Taeyong dan menggesekkan singkat hidungnya ke telinga Jaehyun

Pria itu berdebar, jantungnya benar-benar berdebar. Begitupun Taeyong, dia sendiri bingung bagaimana tubuhnya secara spontan bersikap seduktif. Pengalamannya dengan Jaehyun adalah yang pertama dan sekarang dia sudah bertingkah seperti seorang professional.

"What a naughty boy" ucap Jaehyun

Taeyong yang semakin malu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jaehyun. Mereka berdua menikmati iringan lagu EDM yang menghentak dengan keadaan yang semakin ramai. Jam menunjukkan tengah malam. Namun, hiruk pikuk pengunjung club ini belum juga berkurang. Merasa lelah kedua insan itu sepakat untuk menikmati segelas minuman berakohol di meja bar.

"gimana kalau segelas sex on the beach?" tanya Jaehyun

Ewww, berbagai pemikiran aneh merasuki Taeyong. Dari nama minuman tersebut yang sedikit catchy Taeyong ragu akan rasanya nanti. Namun, dia masih mencoba membuat Jaehyun tertarik akan dirinya. Mengiyakan penawaran pria itu.

" 2 gelas sex on the beach" ucapnya pada sang bartender

Tidak perlu waktu lama untuk si bartender membuat minuman sesuai pesanan. Menyajikan wiski koktail dgn komposisi vodka, buah persik, jus jeruk, dan jus cranberry.

Taeyong harus menarik kembali keragu-raguannya. Minuman itu terasa menyegarkan dengan potongan buah persik yang menyebarkan rasa manis dilidahnya.

"gimana rasanya?" tanya Jaehyun

Taeyong tersenyum menatap Jaehyun,

"ini enak, rasa manisnya benar-benar satu sama jusnya"

Jaehyun gugup, benar-benar gugup. Cowok yang ada didepannya ini baru saja tersenyum dengan tulusnya. Dan, sekarang cowok itu menginginkan lebih dari Taeyong.

"Aku masih punya satu lagi saran minuman yang nggak kalah enaknya"

Taeyong yang penasaran bagaimana rasa menimun itu menawarkan diri untuk mencoba.

"1 gelas absinth" kata Jaehyun tanpa melepas pandangannya dari Taeyong.

Cowok itu hanya memberikan mata penuh binar disaat segela minuman yang dinamakan absinth itu tersaji di depannya. Dengan tatapan memohon Taeyong melihat ke arah Jaehyun. Taeyong merasa mendapat lampu hijau saat cowok berbalut kemeja misty blue itu memiringkan sedikit kepalanya. Tanpa menunggu lama, Taeyong langsung menenggak absinth yang bahkan tak lebih dari 7 sendok makan jumlahnya. Hal pertama yang ada dipikiran Taeyong adalah minuman ini benar-benar buruk. Bukan hanya rasanya yang Taeyong tidak suka, tapi juga kepalanya sekarang pusing. Perutnya mual dan seluruh ruangan serasa berputar-putar. Hal terakhir yang dilihatnya adalah Jaehyun tersenyum dan menatap dirinya.