Tale of Kura

.

TenderShipping

Bakura x Ryou

.

"Kura kau manis sekalii~" puji Ryou sambil dengan mata berbinar-binar

"…" Bakura memutar bola matanya "Ry—berhenti mengatakan itu…" sahutnya malas

"Tapi kau kelihatan manis sekalii~, matamu yang manis dan imut itu sudah mengatakan semuanyaa~" tambah Ryou semakin berbinar-binar

"…" Bakura mendengus kesal

"Siapa yang paling imut~ Siapa yang paling imut~" ucap Ryou sambil bernyanyi-nyanyi ria "Iya~ itu adalah kamu~ K-U-R-A~ Kura yang imut~ Kura yang manis~"

"…" Bakura menggelengkan kepalanya

"Kura si Manis~ kau sungguh menawan hati~ kita menjadi teman~" sambung Ryou masih melantunkan lagunya dengan sangat bersemangat "Lalalala~ Kura~ Kura~"

"ARGGGGHHHH!" teriak Bakura sambil mengacak-acak rambutnya itu frustasi entah karena lagu yang dinyanyikan Ryou atau apapun itu sehingga membuatnya stress seperti ini "RYOUU!" panggilnya dengan nada yang sangat lantang

Ryou menoleh kearah Bakura dengan wajah innoncent miliknya, kini di tangannya tengah memeluk seekor kucing putih yang baru berumur 3 bulan "Hng~ Ada Apa Kura?" tanyanya tidak mengerti

Miaww~ Miaww~

Sepertinya kucing kecil itu langsung menjawab dan bukan Bakura yang menjawab pertanyaan Ryou, Ryou langsung tersenyum kemudian mengelus kucing itu dengan sayang.

Bakura yang melihatnya hanya tersenyum miris melihat perlakuan sang Hikari yang begitu cintanya dengan gumpalan kapas putih aneh itu—tapi yang membuatnya kesal bukan hanya itu saja tapi…

"AKU MENYESAL SUDAH MENGIJINKANMU MEMUNGUT GUMPALAN KAPAS ITU!" semburnya sambil menunjuk si Kucing putih tanpa dosa yang di sebut gumpalan kapas tidak berguna oleh Bakura

Ryou memandang Bakura kemudian kepada si Kucing "Tenanglah, Kura~ dia hanya iri~" ucapnya dengan nada tenang

Miawww~ sahut si Kucing dengan nada ceria

"…Dan yang membuatku kesal adalah…" ucap Bakura memulai "KENAPA DARI SEMUA NAMA KAU MENAMAINYA SAM DENGAN NAMAKU—KENAPA RYOUU!" ucapnya emosi

Ryou kemudian mengangkat kucing itu hingga dekat dengan Bakura, tetapi Bakura yang saat itu sedang bad mood malah mundur sejenak tidak ingin dirinya di dekati si buntalan kapas menjijikan itu "Ayolah Kura~ Dia sangat mirip denganmu, Putih dan begitu menggemaskan~" ucap Ryou menjelaskan "Dan namanya juga cocok dengannya~ Bagaimana?"

"ITU PENGHINAAN NAMANYA! MANA MUNGKIN NAMAKU DISAMAKAN DENGAN NAMA KUCING—yang Aneh ini!" protes Bakura

Ryou mengelus kucing itu dengan sayang "Tenang saja, Kau pasti terbiasa dengan kehadiran Kura baru dikeluarga kita~" tambahnya

"Yah-Yah terserah—"

Miawww~ Miawww~ si Kucing kecil bersuara dengan gembiranya sepertinya juga ikut senang dengan apa yang diucapkan Ryou sehingga ikut membalas, meskipun perkataan Ryou bukan ditunjukan olehnya tetapi oleh Kura yang satu lagi

Dan mulai saat itu, Kehadiran Kura baru didalam rumah mungkin membawa sesuatu warna yang baru untuk Ryou dan tentunya Bakura yang masih tidak ingin mengakui si kapas pencari perhatian ini.