BROKEN ANGEL
Cast: Jeon Wonwoo x Kim Mingyu, and other.
Genre: Sad, Romance, Drama, dll.
Warning: GS for uke, typos,dll.
Disclaimer: All mem svt milik pledis dan orang tua mereka.
Broken Angel cr. Lulu Millati
.
.
.
Chapter 1
.
.
.
Empat orang pemuda paling tampan dan paling keren itu serentak terbahak ketika orang yang bernama Boo Seungkwan yang notabene nya mempuyai pipi chubby dan badnnya sedikit berisi itu lewat di depan mereka. Suara tawa yang digunakan untuk mengolok-olok orang lain itu dianggap sangat merdu oleh para gadis yang berdiam di sekitar kotidor depan kelas 2-A Pledis Senior High School. Para gadis yang tergila-gila dengan ketampanan para pemuda itu menatap mereka dengan tatapan memuja.
Empat orang pemuda tadi yang terdiri dari Kim Mingyu, Kwon Soonyoung, Chew Hansol, dan Wen Junhui itu sejak petama kali muncul di sekolah ini memang cukup menyedot perhatian seisi sekolah –mulai dari para guru, karyawan, OB sekolah dan terutama murid-murid penjuru sekolah ini khususnya para gadis.
Pasalnya, bukan hanya karena ketampanan mereka yang membuat mereka terkenal, tapi karena keonaran-keoaran yang sering mereka perbuat di sekolah. Selalu ada saja ulah yang mereka membuat seisi sekolah gempar. Mulai dari membolos pelajaran, bernyanyi keras menggunakan microfon sekolah, mengecat tembok sekolah dengan beragam warna dan membuat grafiti, hingga menjahili guru-guru dan murid-murid yeoja tentunya. Semua itu membuat pihak sekolah kewalahan menghadapi mereka.
Namun, siapa yang berani berhadapan dengan seorang Kim Mingyu? Sosok yang mungkin paling ditakuti di Pledis Senior High School ini. Bukan karena dia memiliki kekuatan super layaknya di film-film terkenal itu. Bukan pula karena dia memiliki ilmu sihir layaknya di film Harry Potter. Tetapi Mingyu adalah anak tunggal dari pemilik sekolahan paling bergengsi di Seoul ini.
Dan pagi ini, pemuda paling tampan dan keren itu kembali memimpin keributan di depan koridor kelas 2-A. Baginya, tiada hari tanpa membuat onar. Ia memang pantas di sebut sebagai troublemaker. Kali ini, yang menjadi sasaran mereka adalah Boo Seungkwan. Tanpa belas kasian, Mingyu dan teman-temannya mengejek yeoja berpipi chubby tersebut.
"Omo! Ada gadis seksi!" teriak Mingyu mengomentari Seungkwan. "Yaa! Chew Hansol! Ini ada Seungkwan. Bukannya kau kemarin berkata bahwa kau menyukainya?" lanjut Mingyu.
"Mwoo?!" Chew Hansol anak seorang pengusaha resort terbesar di Korea Selatan, membelalakan matanya. "Aku? Aku menyukai dia? Ya?! Mana mungkin aku menyukai karung beras?!" /mianhae seungkwaniee t.t. Dikeroyok fansnya seungkwan XD/
Mendengar respon Hansol, mereka serentak tertawa terbahak-bahak "HAHAHAHA..."
"Tapi," celetuk Kwon Soonyoung tiba-tiba. "Kalau berkencan dengan dia, asyik juga... da untungnya, tahu! Bila ada peluru nyasar, kita bisa besembunyi di belakang tubuhnya."
"HAHAHAHA..." mereka kembali terbahak-bahak.
Boo Seungkwan mendengar dengan jelas ucapan mereka itu segera mempercepat langkahnya itu menuju ke kelasnya. Dadanya terasa sesak, tidak terima dengan hinaan mereka. Telinganya panas, da matanya terasa perih karena menahan keras air mata yang ingin keluar. Ia benar-enar sakit hati ata hinaan itu.
Tapi, siapa berani berurusan dengan anak tunggal pemilik sekolah itu? Bisa-bisa, ia dikeluarkan jika melawan Kim Mingyu.
.
.
.
.
.
Jam istirahat sekolah, Boo Seungkwan membawa tubuhnya berlari kembali ke dalam kelas 2-A. Di dalam kelas itu hanya ada seorang gadis yang tengah menunduk membaca bukunya. Namun, Seungkwan tak mempedulikannya. Ia menghambur masuk ke dalam kelas berjalan menuju bangku sebelah gadis itu dan menelungkupkan kepalanya ke meja sambil terisak.
Hari ini, kedua kalinya ia di perolok oleh pemuda-pemuda tersebut di depan murid-murid sekolahan ini. Ia sakit hati! Ia tidak terima!. Seugkwan tidak tahan lagi. Ia harus balas dendam!
Gadis yang sedari tadi membaca buku tebalnya itu akhirnya mengangkat kepalanya melihat Seungkwan yang berada di sebelahnya sedang terisak karena menangis. Dengan suara dingin gadis itu bertanya "Kenapa kau menangis?"
Seungkwan langsung berhenti terisak dan langsung menghadap ke arah gadis manis yang jarang sekali tersenyum itu dan menatapnya. Angelina Jeon alias Jeon Wonwoo, gadis cantik nan manis yang sering mengingatkan Seungkwan pada sosok Angel (bidadari) di buku cerita yang pernah ia dengar dari neneknya dulu. Tapi kenyataanya, Wonwoo tidak bisa di bilang mirip seperti cerita neneknya itu. Dari penampilan Wonwoo yang terlalu tomboy itu ia tidak bisa disebut sebagai bidadari meskipun ia secantik bidadari.
Seketika Boo Seungkwan berfikir menghadap Wonwoo. Hmm... Jeon Wonwoo... Gadis cantik dan tomboy itu pasti bisa membantunya membalas sakit hatinya. Ia cerda, cantik, dan dingin. Pasti bisa membantunya memberi ide untuk membalas dendam dengan cara yang elegan, efektif, dan tepat sasaran.
"Ya! Jeon Wonwoo... Tidak tahukah kau, hatiku saat ini benar-benar sakit! Sangat sakit..."
"Aku tidak tahu," jawab Wonwoo dingin. "Lagipula itu bukan urusanku." Lanjutnya.
"Begitu?" Seungkwan bangkit dari kursinya melipat tangannya di depan dadanya sambil mendengus. "Kau selalu sibuk dengan duniamu, sehingga teman sendiri pun kau lupakan. Kau benar-benar tidak punya hati Wonwoo-ya!"
Wonwoo terdian sesaat, lalu mendesah danbertanya, "Ada yang berurusan denganmu?"
Seungkwan tersenyum dan kembali duduk menghadap Wonwoo. "Siapa lagi kalau bukan Kim Mingyu dan teman-temannya itu?!" Tangis Seungkwan kemudian kembali pecah ketika ia menceritakan kejadian yang menimpanya kepada Wonwoo.
Seperti dugaannya, Jeon Wonwoo itu tidak bereaksi. Wajahnya terlihat datar. Ia lalu kembali menunduk dan melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti itu,. Ya membaca kekasihnya (read: buku).
"Jeon Wonwoo!" teriak Seungkwan. "Mana rasa setia kawanmu?!"
Wonwoo tetap tidak bergeming. Seungkwan akhirnya jengkel. Direbut buku Wonwoo. Ia baca judulnya sekilas The Alchemist. Wonwoo baru bereaksi ketika bukunya dilempar begitu saja ke lantai oleh Seungkwan. "Kau benar-benar tidak punya hati. Tidak punya belas kasiahan sedikitpun... Kau ini sudah mati rasa tahu! Tidak maukah kau sedikit perhatian terhadap penderitaan teman mu sendiri Wonwoo?!"
"Ya! Boo Seungkwan! Kau jangan membuatku marah. Ini buku favoriteku pabo?!" bentak Wonwoo.
"Kau yang membuatku marah!"
"Aku? Kenapa Aku?!"
"Aku sedang sakit hati karena dihina Kim Mingyu dan teman-temannya. Tak bisakah kau menolongku?" balas Seugkwan. "Dihina?" Wonwoo memungut bukunya kembali. "Mereka punya mulut, dan kau juga. Balas saja dengan hinaan juga!" kata Wonwoo sebelum ia kembali dengan kegiatannya membacanya itu hhh~
Seungkwan terdiam sesaat, kemudian memasang tampang melas. "Mereka benar-benar keterlaluan. Aku mohon... Aku temanmu Wonwoo-ya. Kau juga sering meminjam buku catatanku. Kenapa kau tak mau menolongku?"
Jeon Wonwoo mengangkat bahunya acuh tak acuh. "Apa yang harus kulakukan? Menceburkan mereka ke kolam depan sekolah? Melempar mereka ke kandang harimu Siberia? Atau menaruh ular ke dalam celana mereka?". Seungkwan membelalakkan matanya, gembira membayangkan Mingyu dan teman-temannya itu basah kuyub tercebur ke dalam kolam depan sekolah yang dalamnya satu meter itu, dan sementara dirinya tertawa terbahak-bahak dari gerbang sekolah. Uwaaahh... pasti menyenangkan!
"Usulmu bagus sekali. Aku setuju. Ayo, aku sangat sangat sangat mendukungmu!" serunya antusias. "Termasuk mendukungku untuk masuk penjara?" ucap Wonwoo sinis sambil berlalu keluar kelas. Seungkwan buru-buru megejarnya. Ditariknya lengan gadis itu kuat-kuat.
"Ya! Kau mau ke mana?"
"Perpustakaan!" sentak Wonwoo. "Tidak boleh... Bantu aku dulu Wonwoo-yaa~" rengek Seungkwan.
"Shireoo!"
"Waee?"
"Ya! Dengar, Boo Seungkwan Ahgassi! Aku sedang sibuk menyiapkan sepuluh ulangan susulan yang tinggal beberapa hari lagi. Jadi, aku benar-benar tidak sempat mengurus masalah picisan seperti itu!" ketus Wonwoo.
"Siapa suruh kau bolos sekolah selama dua minggu. Saat ujian pula!" Omel Seungkwan. Wonwoo tidak menghiraukannya. "Baiklah, kalau kau memang tidak mau membantu. Dasar tidak punya rasa setia kawan!" sentak Seungkwan.
Jeon Wonwoo tertegun. Ada sebentuk muatan yang ingin segera ia semburkan terkait konsep kesetiakawanan, namun buru-buru ia tahan. Tidak, tidak ada seorang pun yang boleh tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi padanya. Meskipun orang itu adalah Seungkwan, satu-satunya murid yang mau berteman dengannya di sekolah ini.
"Oke," desah Wonwoo akhirnya. "Aku akan temui Kim Mingyu dan teman-temannya itu"
.
.
.
.
.
Tbc.
.
.
.
Mind to RnR?
