Kemarin ada yang minta lanjut FF ini ~ jadi author langsung upload lanjutannya ya. Kalau ada yang mau minta lanjut FF tertentu, tinggalkan komen saja di review. Selamat membaca!
Mata Aeru Kara chapter 2
"Dimana Kyuhyun?" Tanya Ryeowook langsung saat ia baru saja menapakkan kaki keluar dari mobil sedan hitam yang dikendarainya.
"Kyuhyun ssi ada di ruang baca, Tuan" kepala pelayan Lee ahjumma menjawab sambil menunduk sopan kepada sang tuan muda yang sudah dibesarkannya selama 20 tahun belakangan. Ryeowook sudah tidak sempat melihat kesekitarnya lagi dimana para pelayan berjejer menyambut kepulangannya kerumah.
Sepuluh menit yang lalu Wook mendapat kabar kalau Kyuhyun tertidur pulas dan mulai demam. Pelayan mengabarkan kalau Kyuhyun menolak bangun dari sofa dan tertidur dengan wajah memerah. Mendengar hal tersebut pria bermata sipit ini langsung mengambil kunci mobil dan menyetir kerumah; Ryeowook pun sudah memerintahkan sekretarisnya untuk menelpon dokter untuk segera datang sekarang juga.
Dengan langkah cepat Ryeowook menyebrangi kediaman rumahhya yang begitu luas, naik kelantai dua, dan membuka pintu ruang baca dengan kasar.
Di sofa bed di tengah ruangan, terlihat seseorang sedang tertidur disana. Ryeowook langsung menghampriinya dan memegang dahi Kyuhyun sekilas. Dahi istrinya benar sedikit panas, membuat Ryeowook langsung merengkuh tubuh kurus Kyuhyun dan membawanya dengan mudah menuju kamar utama; kamar tidur mereka berdua.
Saat bibi Lee menelpon dan mengabarkan kalau Kyuhyun sakit, Ryeowook meninggalkan semua pekerjaannya dan langsung kembali kerumah, sekalipun waktu masih menunjukkan pukul tiga dan ia masih ada sisa jadwal meeting terakhir hari ini.
Sejak kemarin malam, pertikaian diantara mereka belum berakhir. Dan Ryeowook juga tau kalau Kyuhyun menangis semalaman karna ia bentak, hingga akhirnya Kyu tertidur karna kelelahan dengan air mata yang mengeringdi ujung kelopak matanya yang indah itu.
Sudah kesekian kalinya sejak pernikahan mereka Ryeowook melihat Kyuhyun seperti ini. Pria berpipi chubby itu jarang sekali tersenyum. Kyuhyun bahkan jarang mau untuk bertemu tatap langsung dengannya. Dan tidak jarang Ryeowook menemukan tatapan ketakutan terpancar dari mata bening Kyuhyun saat mereka berpandangan.
Hah… satu kenyataan yang tidak enak didengar memang.. Tapi itulah fakta didalam rumah tangga mereka, setidaknya hingga sekarang.
Sesuai perintah, sambil menunggu dokter tiba para pelayan membawakan handuk hangat dan menyerahkannya pada Ryeowook. Pria ber-rambut hitam ini dengan telaten mengerjakan semuanya sendiri, menyingkirkan poni Kyuhyun dan mengompres dahi Kyuhyun dengan pelan.
Ini bukan pertama kalinya Kyuhyun jatuh sakit, tapi sekarang keadaannya jauh lebih berbeda bagi Ryeowook, karna sekarang didalam tubuh Kyuhyun ada nyawa lain tertanam didalamnya; nyawa yang adalah calon darah dan dagingnya sendiri. Calon penerus keluarga Kim yang sudah Ryeowook nanti-nantikan sejak dulu.
"Apa Kyuhyun sudah makan hari ini?" tanya Ryeowook sembari duduk disamping ranjang memandangi Kyuhyun tertidur dengan kedua pipinya berwarna semerah tomat.
"Kyuhyun ssi sudah makan dua kali hari ini: sarapan dan makan siang. Tapi dari pagi Tuan Kyuhyun mengeluh sakit kepala. Saat kami cek temperatur nya memang tinggi. Kami menawarkan obat tapi beliau menolak, karna Kyuhyun ssi tidak mau minum obat sembarangan." Ujar bibi Lee yang Ryeowook tau paling dekat dengan Kyuhyun; karna bibi Lee adalah pelayan yang paling senior disini, dan Kyuhyun sangat menghargai peranannya. Ryeowook pun mengangguk dan tidak banyak bicara lagi setelah mendengar penjelasan bibi Lee.
Pagi ini Ryeowook memang berangkat ke kantor lebih pagi dari biasanya hingga ia tidak sempat mengecek keadaan Kyuhyun lagi. Tapi Wook pergi lebih pagi bukan karna ia ingin menghindari Kyuhyun mengingat pertikain mereka semalam; tapi karna memang ia benar-benar sibuk selama seminggu terakhir ini; dan hal itulah juga yang membuat Ryeowook tersulut emosi dengan mudahnya saat ia melihat Kyuhyun semakin kurus dari hari ke hari hingga kemarin.
Ryeowook tau kalau Kyuhyun membenci janin yang ia kandung. Sejak dokter mengabarkan kabar suka cita tersebut, Wook langsung mem-briefing semua pelayan untuk mengawasi gerak-gerik Kyuhyun semakin dekat untuk memastikan kalau istrinya tidak akan berbuat konyol membahayakan calon anak mereka sendiri.
Kehamilan Kyuhyun adalah kabar paling baik yang pernah Ryeowook dengar selama 10 tahun terakhir. Pria ber wibawa dan bermata tajam ini merasa sangat bahagia kalau sebentar lagi ia akan menjadi ayah. Hanya saja sayangnya, kebahagiaan itu tidak bisa ia bagikan dengan orang lain termasuk Kyuhyun. Apalagi sejak Kyuhyun menjadi seperti mayat berjalan selama seminggu ini sejak mengetahui kalau ia sudah hamil 2 bulan Jumat lalu.
OooO
"Kyuhyun hanya demam ringan Ryeowook ssi. Tidak perlu dikhawatirkan berlebihan. Saya sudah memberikan infus dan vitamin agar Kyuhyun ssi lebih nafsu makan dan bisa segera sehat kembali ya." ujar sang dokter pada Ryeowook setelah selesai memeriksa Kyuhyun di kamar tidur.
"Bagaimana dengan kandung..."
"Kandungan Kyuhyun baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Ujar sang dokter memotong karna sudah bisa menebak pertanyaan Ryeowook akan kearah mana, membuat Wook menghela nafas lega saat mendengar kabar tersebut.
"Di usia hamil muda seperti ini hormon pria yang mengandung biasanya sangat mudah untuk turun naik. Selain harus terus mengkonsumsi makanan bergizi, ada baiknya juga agar dibantu agar pasangan anda tidak banyak pikiran dulu sementara waktu Ryeowook ssi." Sang dokter lanjut memberikan saran.
"Stress bisa membawa dampak yang cukup signifikan bagi kesehatan Kyuhyun, dan mempunyai kemungkinan lebih besar untuk kesehatan calon anak kalian. Saya akan bantu bukakan resep, tapi emosi dan tingkat stress nya pun juga harus dijaga dengan baik ya."
"Baik dokter. Saya mengerti." Ryeowook mendengarkan dengan seksama dan langsung mengangguk mengerti siap menjalankan semua saran dari sang uisanim.
"Obat yang saya berikan mengandung efek mengantuk. Mungkin Kyuhyun akan tertidur hingga sore menjelang malam nanti, jadi anda tidak perlu khawatir Ryeowook ssi"
"Ah algesemnida. Terima kasih dokter"
"Baiklah, saya permisi"
"Neeee"
Ryeowook membungkuk sopan dan mengantar dokter kedepan lalu kembali kekamar untuk menjagai Kyuhyun yang tertidur lelap
OooooO
Sore Harinya
"Bibi..."
Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat bibi Lee sedang membuatkan susu di sudut ruangan sebelah kanan dimana ia sedang berada.
Kepala Kyuhyun masih terasa berat, tapi ia sudah merasa jauh lebih baik sekarang. Setelah beradaptasi dengan terangnya ruangan, Kyuhyun langsung melihat kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 7 malam.
Dengan perlahan Kyu mulai meraba ke kiri dan kanan, baru menyadari kalau ia sedang berada didalam selimut dikamar tidurnya, dengan udara AC yang sudah lama menyala dan gorden tertutup rapat.
"Oh Tuan muda. Baguslah anda sudah siuman. Silahkan minum dulu"
Bibi Lee membantu Kyuhyun bangun dan menyandar di dashboard ranjang, lalu membawakannya air untuk menuntaskan dahaga Kyuhyun yang belum minum cukup lama.
Kyuhyun melihat kesekitar nya lagi dan menyadari kalau sekarang ia sudah memakai piyama. Secara kasar Kyuhyun ingat kalau ia tertidur di ruang baca tadi siang.
Ya ampun aku tidur lama sekali... pikir Kyuhyun, sedikit menyesal walaupun ia sudah merasa jauh lebih baik dibandingkan tadi pagi
"Sudah waktunya makan malam Kyuhyun ssi.. Saya siapkan makan malam nya ya."
Kyuhyun menangguk kecil sambil mengamati bibi Lee yang baru saja menyodorkannya susu kearahnya, lalu berlanjut menyajikan nampan besar berisi set makan malam lengkap mulai dari nasi, sup, daging, sayuran, dan buah.
Kyuhyun meminum separuh susu nya terlebih dahulu, lalu mulai makan dengan lahap dan perlahan.
Saat bangun tadi, Kyuhyun sadar kalau tangan kirinya di infus dan bibi Lee mulai menjelaskan kalau dokter sudah memeriksanya tadi siang dan membukakan resep serta menginfus vitamin pada Kyuhyun agar ia cepat pulih.
Kyuhyun mendengarkan dengan baik semua cerita bibi dan ia sendiri merasa bingung bagaimana bisa ia tidak menyadari semua itu. Kyu ingat terakhir ia melihat jam adalah pukul 2, lalu ia memaksakan diri untuk tidur karna kepalanya sakit seperti tertusuk tusuk. Ia sendiri tidak tau kenapa tubuhnya merasa tersiksa seperti ini, padahal Kyuhyun sudah makan dua kali sejak pagi, tapi tetap saja ia tiba-tiba jatuh sakit.
Sejak perdebatannya dengan Ryeowook kemarin malam, Kyuhyun belum melihat suaminya lagi hingga saat ini. Pagi tadi saat ia bangun, Ryeowook sudah pergi. Dan sejujur-jujurnya, bohong kalau Kyuhyun tidak kesal karena hal tersebut sekalipun ia tidak mau menerima nya secara langsung.
Sejak kemarin malam Kyuhyun sudah memutuskan untuk berhenti mogok makan karna ia merasa bodoh bertingkah laku seperti anak kecil seperti itu -yang sampai membuat semua pelayan memandanginya dengan pandangan kasihan; sedangkan disisi lain semua perkataan Ryeowook ada benarnya.
Kyuhyun tidak mau menjadi pembunuh. Ia tidak akan tega menyakiti janin ini dan Kyuhyun sudah memutuskan untuk berhenti bersikap childish.
Sekalipun Ryeowook membentaknya kemarin malam, Kyuhyun masih marah padanya pagi ini bukan karna hal itu; melainkan karna sikap Ryeowook yang meninggalkannya sendirian lagi. Entah kenapa walaupun mereka sedang bertengkar, Kyuhyun semakin kesal saat mengetahui Ryeowook masih tidak mau mengalah kepadanya.
Kyuhyun tidak pernah menyadari kalau ia jadi lebih sensitif dan menjadi jauh lebih pemikir saat ini dibanding sebelumnya.
"Tuan Ryeowook sedang berkerja diruangan sebelah. Saya panggilkan Tuan Ryeowook ya untuk kesini ya…" bibi Lee berinisiatif mengabarkan kalau Kyuhyun sudah bangun dan makan, karna sejak tadi Ryeowook sedang sibuk dengan pekerjaannya di kamar sebelah
"Jangan bibi"
Tapi, Kyuhyun sudah keburu mencegat langkah bibi Lee sebelum ia sempat beranjak sedikitpun
"Bi…. biarkan Ryeowook berkerja saja. Jangan diganggu." Tambah Kyuhyun pelan sambil mem-pout kan bibirnya secara otomatis tanpa ia sendiri sadari.
Kyuhyun sejujurnya tidak membiarkan bibi Lee memanggil Ryeowook karna ia ingin tau kapan pria itu sendiri yang akan mengecek keadaannya lagi. Bila benar kata bibi kalau Ryeowook pulang lebih cepat saat mendengar ia sakit. Seharusnya ia akan datang kesini tanpa diminta nanti, iya kan?
"baiklah tuan muda..." jawab bibi Lee akhirnya sambil tersenyum tipis, beranggapan kalau Kyuhyun sangatlah pengertian hingga tidak ingin mengganggu aktivitas suaminya.
Setelah memastikan kalau Kyuhyun sudah meminum semua obat dan vitamin terakhir-nya, bibi Lee pamit untuk beristirahat dan Kyuhyun pun jadi kembali sendirian di kamar. Sambil tiduran menyamping memeluk bantal Kyuhyun menerawang ke langit -langit ruangan, dimana pikirannya kembali terasa penuh; campur aduk memikirkan ini dan itu.
Kesal…. karna Ia belum melihat Ryeowook sejak tadi malam. Kyuhyun kesal karna pria itu tidak mau mengalah. Kyuhyun bahkan langsung berfikir kalau pasti Ryeowook sengaja meninggalkan rumah pagi-pagi untuk menghindarinya. Dan hingga sekarang pun ia belum kembali juga… Hahh..
Tempat disebelahnya masih kosong. Kyu meraba tempat itu sambil sedikit cemberut dan kembali merajuk sendirian. Selama dua bulan sejak ia pindah kesini, Kyuhyun tidak pernah sekalipun tidur sendirian. Selalu ada "dia" disampingnya. Entah punggung bertemu punggung atau berdekatan setelah mereka selesai berhubungan.
Walaupun mereka tidak banyak bicara, Kyuhyun dan Ryeowook juga seringkali makan pagi dan makan malam bersama. Hanya kalau ia sedang kesal saja, Kyuhyun akan menolak makan dan membuat Ryeowook tertinggal makan sendirian di meja makan yang luas itu sendirian.
Sekarang setelah diingat ingat lagi, Kyuhyun baru sadar kalau semua perbuatannya seringkali memang sangatlah kekanak-kanakannya. Semua tingkah-nya yang dikarenakan emosi dan dendam yang tidak perah bisa terlampiaskan dengan benar.
Butuh waktu yang tidak sebentar memang bagi Kyuhyun untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Tidur dengan orang lain, makan dengan orang lain, tidak kuliah, tidak berkerja. Semuanya sungguh berbeda, tapi setelah dipikir lagi… baru Kyuhyun sadar juga kalau Ryeowook tidak pernah memaksakan kehendaknya hingga membuat keadaan nya semakin menderita sejak pernikahan mereka.
Saat ia sedang marah, Ryeowook akan memilih diam atau pergi keruangan lain untuk menghindari pertikaian yang tidak terlalu penting. Ryeowook juga tidak pernah sekalipun berbuat kasar atau memaksakan kehendaknya. Pria itu tidak pernah marah ataupun menyentuh Kyuhyun sekalipun Kyu mencaci maki nya berpuluh-puluh malam.
Dulu Kyuhyun berfikir kalau Ryeowook bersikap seperti itu karna ia memang salah, Ryeowook lah penyebab dibalik kematian ayahnya makanya dia tidak menolak klaim sepihak Kyuhyun kepadanya.
Tapi... sekarang. Saat Kyuhyun kembali merefleksikan semua tingkah lakunya. Itu semua membuat ia jadi menyadari kalau mungkin… Mungkin Ryeowook tidak menanggapi saat Kyuhyun melampiaskan semua amarahnya bukan karna ia menerima; tapi Ryeowook hanya memilih diam karna ia sendirilah yang bersikap kekanak-kanakan dan kadang... seringkali berlebihan..
Hah... mata Kyuhyun perlahan mulai sayup-sayup sembari ia meraba perut ratanya.
Bukan berarti aku sudah tidak membencimu lagi Kim Ryeowook... inner Kyuhyun antara setengah sadar dan tidak, hendak terlelap tapi tidak lama kemudian sayup-sayup Kyuhyun bisa mendengar suara seseorang menghampirinya… Suara seseorang yang cukup familiar.
"Sudah merasa baikan?"
Orang itu merapikan selimut diatasnya agar ia terbungkus rapat tidak kedinginan.
"Tidurlah. Jaljja." Kyuhyun juga merasakan belaian di puncak kepalanya sebelum orang itu ikut berbaring disampingnya.
Hanya gumaman singkat dan sentuhan yang tidak lama; tapi untuk pertama kalinya di rumah ini Kyuhyun terlelap dengan senyum tipis terbentuk dengan tulus diwajah manisnya.
Entah kenapa Kyuhyun merasa hangat saat mengetahui kalau masih ada orang yang perduli padanya... Meskipun appa dan umma sudah tidak ada
TBC
