Replace penjelasan dari ch7 ke ch 2 ini, karena dah diingetin maka saya gabung jadi satu sama ceritanya.
Sistem Servant Class
Seperti yg kalian ketahui, dalam HGW(Holy Grail Wars) ada tujuh kelas Servant yang bisa dipanggil, yaitu Saber, Archer, Lancer, Assassin, Berserker, Rider dan Caster.
Namun ada beberapa kelas atau kelompok lain yang mungkin bisa dipanggil dalam HGW namun langka dan butuh kondisi khusus.
Contohnya Ruler di Fate Apo yang dipanggil sebagai pengadil perang antara Fraksi Hitam dan Merah yang masing-masing memiliki tujuh servant lengkap.
Berikutnya Avenger, servant yang normalnya tidak bisa di panggil secara normal di HGW namun membutuhkan suatu perlakuan khusus seperti kasus Alcides (Heracles Archer ato yang versi waras) yang menjadi Avenger karena campur tangan lumpur dari Grail, namun bisa juga berasal dari Roh Pahlawan yang menaruh dendam teramat dalam.
Saver, seperti namanya Servant kelas ini mustahil di panggil dalam HGW, karena sesuai namanya dia adalah Saviour of Humanity, artinya hanya Roh Pahlawan yang pernah membimbing dunia kearah kebenaran maupun menyelamatkan dunia itu sendiri, di Fict ini ada tiga Saver : Yang pertama dari Fate/Extra Last Encore yang namanya tidak bisa saya sebutkan, lalu ada Hagoromo dan Naruto itu sendiri.
Satu Roh Pahlawan, 2 kelas atau lebih
Seorang Roh Pahlawan ada yang dapat memenuhi beberapa kriteria kelas dalam HGW. Artinya mereka mempunyai 2 atau lebih kelas yang dapat mereka isi di HGW.
Contoh Lancelot di F/Zero adalah Berserker dengan NP Knight of Owner sedangkan di FGO/Divine Realm of Round Table (Camelot) dia bisa dipanggil dalam kelas Saber dengan NP Arondight, Lancelot Zerk juga pegang Arondight namun tidak bisa memakai kekuatannya.
Contoh lainnya Gilgamesh, di F/Zero dan UBW dia adalah Archer dengan sifat yang songong dengan NP EA. Sedangkan di FGO Babylonia dia adalah Caster, sebagai versinya yang kembali dari perjalanan mencari keabadian seperti dalam kisah Epic of Gilgamesh, nah setelah tobat ia akhirnya mulai memperhatikan kerajaannya, ia menyegel EA dan membagi-bagikan senjatanya ke penduduk Uruk sedangkan sebagian besar sisanya hanyalah alat-alat sihir yang memang bisa ia gunakan dari dalam GoB.
Seandainya di F/Zero kelas Archer sudah terisi oleh servant lain dan Tokiomi tetap ngotot manggil Gilgamesh dengan katalis kulit ular dan kelas Caster belum terisi mungkin yang terpanggil adalah Gil Caster ini dengan NP Melammu Dingir, bukan EA karena dalam versi Caster ia tidak bisa pakai EA.
NP(Noble Phantasm)
NP, senjata andalan para Servant untuk memenangkan HGW. NP sendiri memiliki tingkatan Atau klasifikasi, dalam fict ini hanya ada 11 klasifikasi yaitu :
Anti-Unit, NP spesialis untuk membunuh musuh dalam suatu duel atau pertarungan satu lawan satu seperti Gae Bolg milik Chu, NP jenis ini memang tidak terlalu kuat namun konsumsi Mana tidak terlalu tinggi sehingga bisa digunakan berulang kali.
Anti-Team, seperti namanya, Np untuk menghadapi sebuah tim yang tidak terlalu banyak, contoh : Aestus Domus Aurea milik Nero di F/Extra
Anti-Army, NP yang ditujukkan untuk menghadapi sebuah pasukan, merupakan NP yang kuat namun penggunaanya harus secara bijaksana dikarenakan konsumsi Mana yang tidak sedikit sehingga tidak bisa digunakan berulang kali dalam rentang waktu yang singkat seperti Anti-Unit.
Anti-Fortress, NP yang sangat kuat dan dapat dengan mudah menghancurkan bangunan dengan struktur kuat seperti sebuah Fortress. Perbedaan dengan Anti-Army adalah pada kekuatannya yang memiliki perbedaan besar. Contoh : Excalibur milik Arthur dan Arthuria.
Labyrinth NP, sebuah NP yang menciptakan sebuah Labirin atau konsep dari Labirin itu sendiri, contoh : Chaos Labyrinth milik Asterios.
Anti-Country, adalah NP dengan jangkauan sangat luas sampai seluas sebuah Negara, contohnya adalah Brahmastra/Kundala milik Karna.
Anti-World. Sebuah klasifikasi NP yang berefek pada World itu sendiri. Enuma Elish milik Gilgamesh berada di kategori ini meski outputnya hanya lebih sedikit dari Excalibur, namun konsep "Ripping The World" yang menempatkan NP ini pada klasifikasi Anti-World. Anti-World belum tentu bisa ngehancurin dunia.
Anti-Divine. NP dalam klasifikasi ini sangat efektif untuk melawan eksistensi "Divine" karena efeknya bekerja hampir seperti Dragon Slayer yang efektif untuk melawan Dragon (kaya Ascalon dll). Contoh : Enkidu dan Vasavi Shakti.
Barrier NP. NP yang berguna untuk menciptakan Penghalang atau area pertahanan dan Tidak memiliki efek penyerangan apapun, Contoh : Avalon, Rho Aias(True)
Anti-Human Order. Klasifikasi untuk Ars Amandel Salomonis.
Anti-Evil, contoh : Lord Camelot milik Gallahad.
Bukan berarti satu kelas hanya punya satu NP, semua tergantung Roh Pahlawan tersebut. Achilles punya beberapa NP seperti Achileus Cosmo, Troias Tragoedia, Andreias Amarantos dll.
Dan tidak pasti satu NP hanya punya satu klasifikasi, ada NP yang dapat memenuhi dua atau lebih klasifikasi diatas.
Pseudo-Servant
Adalah sosok Roh Pahlawan yang tidak bisa dipanggil karena mereka terlalu kuat atau terlalu lemah. Untuk memanggil mereka diperlukan Vessel atau wadah yaitu seorang manusia yang memiliki kecocokan dengan Roh Pahlawan atau bahkan Divine Spirit.
Contohnya adalah seorang ahli strategi China, Zhuge Liang yang menjadikan Waver Velvet sebagai Vesselnya namun mereka berdua tetap dapat berkomunikasi selayaknya kepribadian ganda.
Contoh dari Divine Spirit adalah Ishtar (Useless Goddess by Gilgamesh) yang dimana di FGO ia mengambil tubuh Rin sebagai Vesselnya karena Divine Spirit terlalu kuat untuk dipanggil dalam wujud asli mereka dan dalam hal ini kerpibadian Rin digantikan oleh Ishtar.
Konsep World atau Dunia
NP yang sangat kuat seperti Anti-World atau bahkan Anti-Planet(tdk ada dlm fict ini) tidak bisa menghancurkan Planet seperti Bumi secara menyeluruh, selama yang melakukannya adalah makhluk yang berasal dari Bumi, selain itu jikapun mungkin, mereka tidak akan bisa melakukannya karena Counter Force (kaya EMIYA) pasti akan dikirim untuk menghentikan aksi mereka.
Reverse Side of The World adalah tempat tinggal para Beast atau makhluk-makhluk dengan kekuatan yang sangat besar dan mengerikan serta mereka semua adalah eksistensi terkuat di fict ini, namun sekuat apapun mereka tetap tidak akan mampu menghancurkan Bumi secara keseluruhan.
Yang bisa menghancurkan bumi disini hanyalah makhluk yang berasal dari luar bumi, namun itu tergantung pada seberapa besar kekuatan makhluk itu.
Sistematika kekuatan Naruto di fict ini
Menggabungkan semua penjelasan diatas, disini Naruto berada dalam kelas Saver namun ia bisa dipanggil dalam HGW dalam wujud Saber, Archer, Lancer, Caster, Rider, dan Ruler dimana setiap kelasnya memiliki NP yang berbeda-beda dan tidak akan bisa menggunakan NP dari kelas Saber jika sedang dalam kelas Lancer misalnya.
Saver sebagai kelas utama Naruto di fict ini mampu menggunakan seluruh NP-nya tanpa batasan kelas, artinya dia bisa gunain NP kelas Saber saat sedang dalam wujud Saver dan versi Savernya juga punya NP sendiri, intinya Naruto tergolong OP disini.
Namun semua Roh Pahlawan di fict ini bisa gunain seluruh Npnya tanpa batasan kelas seperti Lancelot dalam penampilan Saber namun bisa menggunakan Arondight dan Knight of Owner juga Arthur yang bisa pake Pedang Excalibur dan tombak Rhongomyniad.
Fict ini mengadopsi konsep Multiverse dimana sosok Naruto disini adalah gabungan dari versi-versi Naruto lain dari berbagai Universe yang ada Naruto-nya.
Semua Naruto itu telah melakukan hal yang membuat mereka tercatat dalam Throne Of Heroes, namun karena tidak boleh ada lebih dari satu eksistensi sama di Throne, maka seluruh Naruto itu disatukan dalam wujud utama mereka, yaitu kelas Saver.
Seperti pada Chap belakang sudah saya tunjukkan Naruto Rider adalah Naruto versi Hokage ke tujuh dengan teknik Ninjanya dan Kurama sebagai NP-nya.
Disini dia bisa menciptakan klon-klon yang mewakili setiap kelas yang mungkin ia isi, namun selagi melakukannya dia tidak bisa memakai NP maupun kemampuan dari klon-klonnya.
Disini ia juga memiliki kekuatan Gilgamesh yang telah diwariskan seperti yang saya katakan di Fict saya yang satunya, karena itulah saya post fict ini setelah publish chap dimana Gil menyerahkan kekuatannya pada Naruto.
Oke, mungkin itu penjelasan buat yang masih bingung buat baca fict ini. Mungkin panjang amat namun memang segitu yang dapat saya ringkas. Klo ada yang masih bingung atao ada kesalahan dalam penjelasan saya, bisa diberitahu lewat review atau PM.
~Main Story~
"Jadi, dunia macam apa ini? ". gumam Naruto keluar dari pecahan ruang. "Latarnya adalah dunia yang cukup modern, gedung-gedung itu, ini mungkin sekitar AD 2000 keatas". lanjutnya menyimpulkan.
"!". Sesaat kemudian, aura yang sangat ia kenal tiba-tiba mengejutkannya dan membuatnya mengalihkan tubuhnya ke belakang.
Pecahan ruang telah tertutup, namun di belakangnya, ada sesosok Serigala biru seukuran mobil dengan seorang pira berbaju hitam sedang menunggangi Serigala itu, dan yang lebih menyeramkan lagi, dia tidak berkepala.
"A-avenger?! Hessian Lobo! ". kaget Naruto. "Kau, mengikutiku kemari?! Tapi kenapa? ". bingung Naruto.
Groaaa! Graaaa! Graaaar! "Kami adalah Roh Pahlawan dari dunia ini... Kami dendam pada salah satu ras disini... Karena merekalah, hidup kami berakhir dengan rasa sakit yang luar biasa! ".
Salah satu kemampuan Naruto sebagai Saver, dia bisa memahami bahasa macam apapun bahkan dari para Berseker yang memiliki Madness tingkat tertinggi yang meyebabkan mereka kehilangan sebagian sisi kemanusiaan mereka sebagai ganti kekuatan luar biasa.
"Kalian... Dari dunia ini!? Bisa katakan padaku, dunia macam apa ini?! ". kaget Naruto.
Graaaa! Groaaa! Hraaa! "Tak masalah, kita tidak berada dalam Holy Grail War, dan keinginan kami hanyalah ini".
Graaa! Grrrr! "Di dunia ini selain manusia, dihuni pula oleh tiga ras Akhirat, era ini masih dalam Age Of Gods, meskipun tidak sekuat BC, pengaruh mereka lemah, tapi masih tetap ada, eksistensi seperti Divine Beast, dan makhluk Supranatural seperti Yokai dan Vampir juga ada disini".
Hraaarrr! Graaa! GROAAAARR! "Tenshi, Da-Tenshi, dan... AKUMA! Akuma... Salah satu dari mereka menyebabkan kami berakhir seperti ini.. ".
Grrrr...! Grawrr! "Kau pasti tahu bukan? Legenda tentang Serigala yang menghabisi 250 domba dalam satu malam dan tanpa memakannya sedikitpun? Tentang sekumpulan prajurit handal bernama Hessian"
"Yah aku tahu, setiap Roh Pahlawan memiliki kisahnya sendiri di berbagai universe, kisah mereka mungkin berbeda, namun saat berada di Throne, itu akan diambil dari kisah yang paling membekas dalam benak Roh Pahlawan itu, jadi.. Akan kudengarkan kisahmu". ucap Naruto serius.
Krrr! Hrrrr! "Terimakasih, Saver... Serigala itu bernama Lobo dan aku adalah salah satu dari anggota Hessian... Di dunia ini, sosok Serigala yang membantai 250 domba itu tidak pernah ada... Itu hanya ulah Akuma yang menghasut para penduduk... "
Grrrarr! Groaaarr! "Aku berteman dengan Lobo... Dia menjadi rekanku, teman yang kupercayai... Namun sudah takdirnya jika Akuma berusaha menjatuhkan kebaikan manusia untuk menjadi budak mereka.. ".
Groaarr! Hraawrr! "Lobo hanyalah korban dari tipu daya itu, Iblis itu.. Menyuruh iblis lain menyamar menjadi mirip dengan Lobo dan membantai domba-domba itu dalam semalam... "
Khrawrr! Graaa! "Aku mencoba meyakinkan mereka dan menyelamatkan Lobo, namun itu semua percuma saja, malahan aku dianggap sebagai tuan Lobo yang menyuruhnya melakukan hal keji itu, akhirnya karena hukum yang berlaku waktu itu.. Lobo dibakar dan kepalaku dipenggal.. Lalu tubuh kami dibakar, sehingga iblis itu tak bisa menjadikanku budaknya.. ".
Graaa! Grrrr! Hraaa! "Kami Avenger.. Hessian dan Lobo.. Sudah sangat lama kami menantikan saat-saat ini, dengan kekuatan legenda yang diakibatkan tipu daya iblis itu, kini kekuatan legenda itu menjadi milik kami ketika bangkit sebagai Roh Pahlawan, dengan ekstra class... Avenger, makhluk pendendam abadi yang tidak pernah melupakan sedetikpun seluruh kejadian dalam hidupnya".
"Jadi... Itu kisahmu? Terasa sangat menyedihkan... Sumber dendammu". gumam Naruto menunduk.
"Tetapi... Tunda dulu balas dendammu itu, Lobo". ucap Naruto tiba-tiba.
Grrrrrr! Graaaaa! Lobo mengaum keras sebagai tanda marahnya pada Naruto. "Jangan salah paham, sebagai Avenger, memang takdirmu untuk melakukan balas dendam, tetapi, untuk saat ini, kembalilah ke dunia cermin, aku berjanji jika aku bertemu iblis yang dahulu pernah menipumu, aku akan menyeretnya padamu". ucap Naruto.
Graaa! Groaaaa! "Aku tahu kau bisa melakukannya sendiri, namun saat ini selagi tidak berada di dunia cermin, energi kita di dunia nyata ini terbatas, tidak ada yang menyuplai mana pada kita seperti di dunia cermin, jangan sampai kau menghilang saat balas dendammu sudah di depan mata". lanjutnya.
Grrrrr...! "Aku benci kau benar Saver... Faktanya aku tidak tahu dimana iblis itu berada, dan berbahaya jika bertarung tanpa suplai Mana, meski sebagai Avenger, Mana kami terus pulih sampai balas dendam kami tercapai, namun jumlahnya hanya sedikit, hanya sebanding dengan Mana yang digunakan untuk mempertahankan wujud di dunia ini.. ".
Grrrrr...! Grrrrr...! "Baiklah... Aku kembali sekarang, kupegang janjimu... Saver, dan satu informasi untukmu, jika Roh Pahlawan sudah menginjakkan kakinya di dunia ini, ia bisa kembali ke cerminan dunia ini, tanpa teknik ruang waktu... Dan bisa sebaliknya, selama mereka pernah menginjak dunia nyata ini mereka akan terus terhubung selayaknya dua sisi cermin... ". balasnya perlahan lenyap dalam api biru.
"Sekarang sisanya ada padaku, walau tidak terpanggil untuk menanggulangi Beast, tapi sekarang seluruh kekuatanku menacapai tahap penuhku, ketujuh Noble Phantasm dari setiap kelas, Dua Noble Phantasm sebagai Saver, dan satu Broken Phantasm milikku sendiri". gumam Naruto.
"Posession of Seven Class, Authority of the Grand, dan Supreme of The Heroic Spirit... Kekuatan lainku sebagai Saver masih aktif semuanya, kira-kira.. Apa ancaman yang memaksaku dan yang lainnya ke dunia ini? ". gumam Naruto heran.
"Baiklah, pertama-tama akan kugunakan kekuatanku, Supreme of The Heroic Spirit". gumam Naruto berlutut dan menempelkan tangannya ke tanah.
"Wahai Bumi, jika ada Roh Pahlawan lain selain diriku di dunia ini, maka beritahu aku". gumamnya memejamkan mata.
"Nihil, kurasa memang semuanya terpanggil ke cerminan dunia ini". lanjutnya berdiri.
"Nah, kurasa kau orang yang menarik yah? ".
"Siapa itu? ". ucap Naruto menoleh ke sampingnya, ia baru sadar kalau ia muncul dibawah pohon Sakura.
"Ah nama? Namaku Azazel, aku kebetulan lewat sini dan melihat ada dua orang muncul disini secara tiba-tiba, yah sebenarnya ada satu orang dan satu orang tanpa kepala penunggang serigala". ucap pria dewasa itu.
"Kau bukan makhluk biasa yah? Katakan rasmu". ucap Naruto serius. "Ras? Kurasa kau memang tidak tahu apa-apa tentang dunia ini, atau lebih tepatnya, baru saja tahu". balas Azazel santai.
"Mah, mah, aku memang seorang Da-Tenshi, tapi aku tidak sejahat itu kok". lanjutnya santai melihat wajah tegang Naruto.
"Kau tahu percakapan kami? ". tanya Naruto heran. "Tentu saja tidak sepenuhnya, aku hanya bisa menyimpulkan dari apa yang kau ucapkan, temanmu itu mengalami masa lalu yang buruk dengan ketiga fraksi bukan? ". ucap Azazel.
"Aku terkesan, kau bisa mengetahuinya hanya dari satu pihak". balas Naruto menyantaikan wajahnya. "Yah, mana mungkin aku tahu raungan-raungan itu, tapi setidaknya aku bisa merasakan kebencian yang amat sangat disetiap raungan itu". balas Azazel.
"Mah, kau benar, temanku mengalami masa lalu yang buruk dengan Iblis, jadi dia berniat membalas dendamnya". ucap Naruto tanpa menyebutkan kalau Hessian Lobo pernah mati karena Iblis itu.
"Yah aku maklum, banyak dari kami yang meninggalkan kenangan buruk untuk manusia, bahkan para iblis sekalipun tidak semuanya begitu, mah mungkin itu golongan Maou lama". ucap Azazel.
"Maou lama? ". ucap Naruto tertarik. "Sepertinya kau memang benar-benar awam mengenai makhluk supranatural, orang sepertimu mungkin bisa tewas dalam lima menit di dunia ini, jadi akan kujelaskan sedikit". ucap Azazel berbalik.
"Kita cari kedai, aku cukup kedinginan disini, setelah itu mari berbincang sampai pagi, ada beberapa hal yang menarik perhatianku dari dirimu". ucap Azazel.
"Baiklah, aku harap kerjasamamu". balas Naruto singkat mengikuti pria itu .
Tap! Tap! Tap!
"Ini... Kyoto? ". gumam Naruto melirik kuil-kuil dan atmosfer yang masih tradisional. "Benar, ini Kyoto, kita memasuki area wisata dengan kuil-kuil sekarang". ucap Azazel. "Hum, bagus juga, sudah sangat lama sejak aku beristirahat". ucap Naruto.
"Onee-san, tolong sakenya!". ucap Azazel duduk di sebuah kedai kecil. "Memang paling mudah menemukan kedai di tempat wisata". ucap Naruto duduk di depan Azazel.
"Azazel-san, apa di dunia ini... Ada perang Cawan Suci? ". tanya Naruto tiba-tiba. "A-apa? Bagaimana kau tahu hal itu? Padahal hal itu sudah sangat lama terjadi". ucap Azazel terkejut.
"Sangat lama? ". beo Naruto. "Benar, yang terakhir kalinya adalah saat sebelum Great War, sangat lama sekali, sejak saat itu keberadaan Holy Grail menghilang dan menjadi sebuah Longinus". ucap Azazel.
"Longinus? ". beo Naruto. "Ah.. Akan makan banyak waktu untuk menjelaskannya". ucap Azazel. "Anak muda, bagaimana kau bisa tahu tentang Holy Grail dan perangnya? Padahal hal itu sudah sangat lama dan sudah tidak bisa lagi dilakukan". ucap Azazel heran.
"Aku keturunan pesertanya". ucap Naruto bohong. "Apa? Jadi kau penyihir yah? Karena hanya penyihir yang bisa ikut bagian dalam perang itu, kami para makhluk supranatural tidak bisa melakukannya karena ditolak oleh Grail itu sendiri". ucap Azazel.
"Silahkan sakenya". ucap seorang pelayan membawakan dua botol sake.
"Hum, sake ini adalah salah satu yang paling enak disini, mungkin cukup untuk menemani kita mengobrol sampai pagi hari". ucap Azazel.
"Ngobrol? Sampai pagi hari? Yah aku tidak apa-apa, ada banyak hal yang ingin kuketahui tentang dunia ini, tapi sebelum itu". gumam Naruto mengeluarkan kertas dari balik bajunya.
"Apa itu? ". gumam Azazel. "Perjanjian". balas Naruto singkat. "Perjanjian? Kertas kosong itu? ". tanya Azazel bingung.
"Heh, Azazel, aku akan mengatakan apa yang ingin kau ketahui dariku selama itu tidak melanggar eksistensiku, sebaliknya katakan apa yang ingin kuketahui tentang dunia ini selama itu tidak melanggar tatanan dunia ini, dan selama perjanjian ini masih ada, tidak ada seorangpun dari kita yang bisa mengatakannya ataupun memberitahukannya pada siapapun". ucap Naruto menyeringai.
"H-heh, kau punya sihir unik yah? ". gumam Azazel melihat tulisan-tulisan hitam mulai bermunculan seiring setiap kata terlontar dari mulut Naruto.
"Jika kau terima, tandatangani dengan darahmu". ucap Naruto. "Huh, aku sebenarnya sangat ingin menolaknya, namun rasa penasaranku menolak itu semua, baiklah". balas Azazel menggigit jarinya lalu menuliskan namanya ke dalam kertas itu.
"Kau ini sangat nekat yah? Berani menandatangani perjanjian dari orang yang baru kau kenal". ucap Naruto. "Yah, ilmu pengetahuan diperoleh dengan cara nekat". balas Azazel santai. "Baiklah, akan aku hargai tinggi kepercayaanmu itu". balas Naruto menuliskan namanya dengan darahnya.
"Baiklah, perjanjian selesai dibuat, Saver Noble Phantams : Contrack From The Roots, aktifkan". ucap Naruto melempar kertas itu. Sring! Setelahnya, kertas itu bersinar terang lalu berubah menjadi pilar cahaya terang dan lenyap.
"Azazel, tanyai aku siapa namaku". ucap Naruto. "Apa? Benar juga, siapa namamu tadi? ". ucap Azazel selesai terkejut. "Naruto". balas Naruto singkat. "Sekarang, coba ucapkan namaku pada pelayan itu". ucap Naruto meunjuk satu pelayan yang sedang mengangkut botol sake kosong.
"Hoi, pelayan! ". ucap Azazel. "H-hai, ada apa tuan?". tanya pelayan itu. "Berikan aku dan Naruto dua buah sake lagi". ucap Azazel. "Maaf tuan, anda dan siapa? Apa teman di diepan anda? ". tanya pelayan.
"Naruto! Namanya Naruto! ". ucap Azazel cukup keras. "Namanya? Apa namanya itu Namanya? ". ucap pelayan itu bingung setengah mati.
"Ck, berikan kami dua botol sake lagi". ucap Azazel. "B-baiklah, segera datang". ucap pelayan itu berbalik.
"Meh? Kau tadi menanyakan hal yang kau inginkan dariku, yaitu namaku, efek perjanjian itu bekerja sampai ke akar dunia ini, artinya... Semua makhluk di dunia ini tidak bisa mendengar namaku jika kau ucapkan, dan tidak melihat jika kau menulis namaku, kecuali aku mengizinkannya". ucap Naruto menyeringai.
"Tentu saja, perjanjian tadi harus benar-benar dilakukan oleh kedua orang yang tidak terpengaruh sihir apapun, maupun dengan paksaan, perjanjian ini akan melihat ke dalam hati terdalam pelakunya, dan jika mereka menerimanya dari hati terdalam itu, baru perjanjian ini akan bekerja". lanjut Naruto.
"Siapa sebenarnya kau? Tidak ada penyihir dengan kekuatan seperti ini". balas Azazel berkeringat memandang Naruto yang menyeringai.
~Scene Skip~
Setelah gelap terbitlah terang, setelah malam panjang berlalu, terbitlah matahari yang datang menyinari pagi hari ini.
"Haaah, kepalaku... Rasanya pusing sekali... ". ucap Azazel memegangi kepalanya. "Hah... Sama, menerima informasi tentang suatu dunia memang selalu menyakitkan kepalaku". ucap Naruto. Di sekeliling mereka, ada puluhan botol sake.
"Maaf tuan, ini tagihannya". ucap pelayan tadi memberikan kertas ke Azazel. "Hah, sampai satu juta duaratus Yen? ". ucap Azazel. "Maaf, sedari tadi anda berdua memesan produk terbatas kami, jadi harganya akan lebih mahal dari produk biasa". ucap pelayan itu.
"Yah baiklah, anggap saja ini bayaran atas informasi yang kuperoleh". ucap Azazel merogoh sakunya.
Duk! "Ini.. Cukup? ". tanya Naruto. "E-eh? ". ucap pelayan tadi terkejut melihat lima emas batangan dengan berat lima kilo setiap batangnya.
"Kepalaku agak pusing memikirkan nilainya, ambil saja semuanya". ucap Naruto menyipitkan matanya.
"T-terimakasih! ". ucap pelayan itu mengambil semua emas batangan dan berlari ke dapur. "Karena aku sudah mendengar ceritamu, maka aku tidak terkejut". ucap Azazel berusaha tak terkejut.
"Anggap saja itu bayaranku atas informasi itu". ucap Naruto. "Baiklah, aku akan pergi dulu, kita bertemu disini sore nanti, aku ini seorang guru SMA". ucap Azazel beranjak. "Baiklah, kita bertemu nanti sore". ucap Naruto bangkit menatap kepergian Azazel.
"Baiklah, jika yang dikatakan Hessian Lobo benar, maka aku bisa kembali kesana hanya dengan membayangkan tempatnya". ucap Naruto memejamkan matanya.
Presh! Tubuhnya menjadi serpihan cahaya dan lenyap.
Presh! Naruto kembali muncul di dunia cermin itu, namun sepertinya ada yang aneh.
"K-kotanya hidup kembali? ". ucap Naruto terkejut melihat kota yang begitu terang seperti peradaban sungguhan.
"Yo, Saver". sebuah panggilan membuat Naruto terkejut dan menolehkan kepalanya. "Ozy? ". gumam Naruto melihat Ozymandias yang jalan-jalan di kota.
"Lihatlah keramaian ini, Ramesseum Tentrys milikku benar-benar menarik perhatian seluruh Roh Pahlawan yang ada disekitar sini". ucap Ozymandias melihat beberapa sosok Roh Pahlawan yang berjalan-jalan.
"Tidak banyak, tapi cukup untuk menghidupkan pusat kota". ucap Ozymandias. "Kami bersepakat untuk berdamai sampai seluruh masalah kita disini terselesaikan". lanjutnya.
"Aku mengerti, tapi kita tidak boleh lama-lama disini, aku masih harus mengejar para Demon God Pilars yang kabur dari Ars Paulina". ucap Naruto.
"Tugasmu berat heh? Yah, kapanpun kau membutuhkan bantuan kami, kami akan dengan senang hati melakukannya". ucap Ozymandias. "Terimakasih, aku menghargainya". balas Naruto.
"Yo, Kinpika! Lama tidak bertemu". ucap seorang pria kekar dengan jubah merah sangarnya. "Iskandar? Kau juga kemari? ". kaget Naruto. "Nah, seharusnya kau tidak kaget lagi, walau sebenarnya aku juga sangat kaget". ucap Iskandar.
"Groaaaa! ". "Iskandar! ". geram seorang pria kekar lainnya, dengan tubuh besar berwarna hitam legam dengan beberapa tulisan dan gambar aneh.
"Aku terkejut menemukannya disini, kami hampir bertarung sampai Pharaoh itu datang dan menghentikan kami serta menjelaskan keadaanya". ucap Iskandar.
"Darius III". gumam Naruto. "Mah begitulah, sangat sulit mengatur mereka semua, karena pada dasarnya hidup seorang Roh Pahlawan itu bebas, tapi karena situasi yang memaksa ini, mereka tak punya pilihan lain". ucap Ozymandias menepuk dahinya sendiri.
"Baguslah, kemampuanmu sebagai Raja tidak diragukan lagi, aku tidak bisa disini terus". Ucap Naruto.
"Aku mengerti, Hessian Lobo sudah menceritakan sedikit mengenai dunia itu, ditambah.. ". ucap Ozymandias menunjuk Naruto. Slash! Dari balik bajunya, sebuah kartu emas terbang dan berubah menjadi sesosok Cosmos Sphinx.
"Itukan... ". ucap Naruto terkejut. "Kekuatanmu, Authority of The Grand, memungkinkanmu memanggil Servant dengan kelas sesuai kartu emas itu dan memberikannya posisi Grand untuk sementara waktu, hebat memang namun bisa memicu kemarahan para Grand asli jika kau menggunakannya sembarangan". ucap Ozymandias.
"Ini, aku kembalikan, maaf membuntutimu sampai sejauh itu, tapi aku juga sangat tertarik". lanjutnya melempar kartu emas yang asli pada Naruto.
"Huf, yah aku tidak masalah". ucap Naruto memasukkan kartu emas itu kembali ke bajunya. "Hm.. Begitu, menggunakan Noble Phantasm sebagai jaminan, dengan begini kedua belah pihak aman". ucap Ozymandias mengelus Cosmos Sphinxnya.
"Jadi, bagaimana menurutmu perjanjian itu? ". tanya Naruto. "Yah kurang lebih cukup menguntungkan, kau bisa mengurusi dunia luar, biar aku yang mengurusi para Roh Pahlawan disini". balas Ozymandias.
"Lagi pula aku sudah berteman dengan Saber dan Archer". lanjutnya santai. "Lama tidak bertemu, Saver". ucap sebuah suara dari seorang pria berhoode.
"Arthur? ". gumam Naruto. "Yah aku terkejut kau masih mengingatku". ucap Arthur menyingkap hoode yang menutupi setengah wajahnya dan menampakkan rambut pirangnya.
"Kau disini, Apa Knight Of Round Table lainnya juga disini? ". tanya Naruto. "Ada, tapi tidak semuanya, hanya Bedivere yang ada disini, tapi Rider, Achilles memberitahuku bahwa mereka melihat tiga orang aneh di Inggris, atau Britania, mungkin saja mereka Lancelot, Gawain, dan Tristan, aku juga meminta Achilles untuk membawa mereka kemari". balasnya.
"Dan apa-apaan pakaian itu? ". gumam Naruto melirik sebuah jas putih yang berada dibalik jaket hitam yang dikenakan Arthur. "Mah, aku hanya sedikit mengikuti gaya". balas Arthur tenang.
"Muahahaha! Kurasa ini bagus Darius! ". Naruto menolehkan kepalanya dan melihat Iskdandar dengan pakaian kaos putih bertuliskan Admirable dan celana jeans ketat. "Groaaaaa! ". Geram Darius memakai pakiaan yang sama.
"Aku terkejut mereka punya ukuran yang pas untuk Darius". gumam Naruto berkeringat dingin.
"Yah seperti yang kau lihat, walaupun kita harus menyelesaikan ancaman yang ada, tapi seperti yang kau lihat, mereka cukup menikmati kehidupan kedua mereka dengan tubuh nyata ini". ucap Ozymandias.
"Yah, meski begitu kita tetap harus kembali ke Throne". ucap Naruto. "Hfff... Kau benar, Naruto... Apa ada makhuk dunia itu yang kemungkinan bisa masuk kemari? ". tanya Arthur.
"Ada, kurasa". balas Naruto. "Baiklah, kalau begitu kami akan menjaga kota ini sebagai base kita, jika memungkinkan, aku akan memanggil para Roh Pahlawan lainnya yang ada diluar kota untuk kemari". ucap Ozymandias.
"Aku beterimakasih padamu, aku serahkan urusan para Pahlawan itu padamu". ucap Naruto menghembuskan nafas lega. "Itu tugasku sebagai mantan Raja, King of Kings! ". balas Ozymandias tertawa.
Other place
"Mozart! Mau kemana kau?! ". ucap Seroang pria berpakaian serba hitam. "Saileri, aku tidak punya banyak waktu, aku harus pergi ke Tokyo, menemui Saver! ". balas Mozart panik. "Apa Tokyo?! Kau gila?! Kita berada di Italia sekarang! ". ucap Saileri.
"Kita harus kesana secepatnya, kuharap ada kelas Rider disekitar sini". ucap Mozart. "Memangnya kenapa kau terlihat panik? ". ucap Saileri heran. "Aku meraskan Noble Phantasm milikku, Requiem.. Masih bekerja pada seseorang". ucap Mozart.
"Apa katamu?!". kaget Saileri. "Dulu, aku pernah mengikuti perang cawan suci di suatu dunia, aku berhasil menggunakan Requiem untuk membuat seorang servant tidur, jadi masterku bisa membunuhnya dengan mudah". jelas Mozart.
"Lalu, apa masalahnya? ". tanya Saileri heran. "Saat tertidur... Noble Phantams servant itu aktif, puluhan orang-orang aneh dengan pakaian serba hitam muncul untuk melindungi servant itu, bahkan menjaga sumber sihirnya saat masternya tewas, malangnya, masterku terbunuh karena hal itu". jelas Mozart.
"Servant macam apa itu?! Kelasnya? ". tanya Saileri. "Rider kurasa, identitasnya masih belum kuketahui, dia mungkin ada di sebuah tempat di dunia cermin ini, atau masih ada di dunia nyata". jelas Saileri.
"Ini buruk.. Jika seorang Servant bertahan selama itu di dunia nyata, dia bisa menemukan sumber sihir baru dan hidup tanpa seorang master, selama Grail yang pernah memanggilnya masih ada di dunia itu". ucap Saileri. "Siapa saja servant yang kau ketahui selain Rider saat itu? ". tanyanya.
"Berserker.. Darius III, Saber.. Rama, dan Archer.. Chiron". balas Mozart. "Baiklah, kita akan mencari Rider terdekat, jika ada kita langsung ke Tokyo! ". balas Saileri berubah menjadi sosok mengerikan lalu menghilang.
"Terimakasih Saileri, walau kau difitnah atas kematianku dan menjadi Avenger, kau masih membantuku.. Aku harap ini hanya perasaanku saja". gumam Mozart berlari ke penjuru kota .
Other place
"Akhirnya selesai juga, berbekal pengalaman waktu itu, aku tidak akan mengulanginya lagi, kali ini inti yang kugunakan adalah tubuhku sendiri". gumam seorang Caster. "Kau benar-benar ingin menciptakan Eden lagi yah? Caster". ucap Seroang pria disampingnya.
"Dunia cermin ini mungkin tidak mempunyai manusia, jadi akan kuubah kota kosong, Hiroshima ini menjadi Eden! ". balas Caster itu. "Ternyata kita memang tidak pernah bisa sejalan... Aviceborn". balas pria itu.
"Apa? Apa kau ingin membunuhku lagi Archer? ". tanya Aviceborn. "Sama sekali tidak, ubahlah kota ini sesukamu, aku akan melihat Eden macam apa yang dapat kau berikan". balas pria itu. "Kau cukup bijaksana Chiron, kurasa kau memang menjadi guru yang baik, tidak sepertiku". ucap Aviceborn.
"Saa, bergeraklah... Keter Malkuth! Ubah kota ini menjadi Eden! ". ucap Aviceborn. Sring! Groaaaaa! Golem superbesar dihadapannya membuka matanya dan bangkit lalu meraung keras.
Ia berbalik dan melangkah perlahan. Dan disetiap langkahnya, permukaan tempat kakinya memijak berubah menjadi dataran hijau dengan bunga-bunga dan tanaman indah lainnya bermekaran disana.
"Inilah Eden". gumam Aviceborn melompat naik ke bahu golem itu. "Golem Keter Malkuth... Dia bisa mengubah dunia ini.. Eden, di Surga, tidak ada makhluk yang bisa mengalirkan darah maupun terluka, selama Golem itu memijak Eden, dia abadi, terlebih Caster telah memodifikasi intinya, akan sangat sulit untuk mengalahkannya". gumam Chiron mengamati kelemahan Golem itu dengan matanya.
Back to Naruto
"Haah, kurasa kau benar, aku perlu menyegarkan kepalaku". ucap Naruto duduk di depan sebuah minimarket sambil meminum sekaleng soda.
"Jadi, bagaimana tugas seorang Saver itu? Aku mengerti tentang Counter Guardian dan Grand, namun aku tidak terlalu mengerti tentang Saver". ucap Ozymandias duduk di samping Naruto.
"Yah, kami para Saver, selain mengatasi musuh seperti Beast, juga mengatasi ancaman sekelas Beast atau lebih tinggi, seperti makhuk penghancur alam semesta atau apalah, aku sendiri sudah lupa karena berkali-kali dikirim ke berbagai dunia untuk mengatasi semua itu, biasanya aku bersama Grand Assassin, tapi juga bisa dengan Saver lainnya jika memang itu sangat genting". jelas Naruto.
"Hhhh! Entah mengapa aku masih menderita trauma saat kau mengatakan Grand Assassin". ucap Ozymandias. "Tentu saja, dia memegang kepercayaan dimana hanya hanya ada satu Tuhan yang dia sembah, tak peduli jika itu kau, bahkan Gilgamesh sekalipun, jika menyebut dirinya Dewa di depan Grand Assassin, maka kepalamu akan langsung ditebas". ucap Naruto.
"Aku tidak menyangkalnya, dia bisa menyusup dengan mudah ke Ramesseum menembus berbagai macam perangkap dan Divine Beast milikku, mengalahkan Nictoris dan memenggal kepalaku sampai butuh waktu tiga hari untuk memasangnya kembali dengan pas". ucap Ozymandias.
"Lalu apa-apaan baju itu? ". ucap Naruto melirik kaos putih lengan panjang dengan tulisan "Galaxy Pharaoh" dengan lambang sebuah piramid dan mata.
"Hahaha! Aku sedang mengikuti gaya, semua disini juga sedang mencobanya, ayolah! Tanggalkan armor berat itu". ucap Ozymandias. "Mah, kurasa tidak buruk juga". ucap Naruto menjentikkan jarinya.
Sebuah lingkaran emas muncul dibawah kakinya dan naik keatas sampai diatas kepala Naruto dan saat itulah, armornya berganti dengan sebuah jaket hitam dan celana hitam, sebuah jaket biker.
"Aku harap di dunia itu tidak ada salah satu dari Demon God Pillars, mereka memang tidak terlalu kuat dibandingkan Goetia sendiri, namun mereka bisa menembus Seas of Time dan masuk ke masa lalu sebuah universe lalu menjadi Supreme Being di dalamnya, bisa gawat jika itu terjadi". ucap Naruto menggelengkan kepalanya.
Bwosh! Sebuah asap mengepul di pinggiran kota. "Apa itu? ". ucap Naruto heran. "Mah! Mereka berdua lagi, mereka benar-benar tidak bisa akur heh?! ". gumam Ozymandias berlari kearah asal ledakan itu. "H-hoi". ucap Naruto menyusulnya.
Tempat ledakan.
"Mengejutkan, kukira kau sudah kapok saat di America". ucap seorang pria berambut putih dengan armor hitam dengan beberapa ornamen berbahan emas.
"Aku tidak akan mengalah darimu, meski kau adalah kakakku". ucap seorang pria berambut hitam dengan kulit kecoklatan, ia memakai baju berwarna putih dan membidikkan busurnya kearah sosok yang dia sabut kakak itu.
"Kenapa? Padahal hidupmu dulu dipenuhi kasih sayang dari ibu, lantas mengapa kau mengejarku? ". ucap pemuda berambut putih itu datar. "Itu karena kau! Jika saja kau mau memberitahu kami kalau kau juga anak ibu, maka kami tak perlu bertarung denganmu". balas pemuda berambut hitam itu.
"Baiklah, biar kuberitahu satu hal, kau bisa membunuhku waktu itu hanya karena keberuntungan, jika kau nekat lagi, aku tidak akan mengalah, Arjuna". balas pria itu datar.
"Jangan sombong, walau kau kakakku, aku akan mengalahkanmu, Karna! ". ucap Arjuna menembakkan panahnya yang bermandikan energi kebiruan.
"Fuuh... Kau benar-benar tidak mengerti yah? ". gumam Karna memunculkan sebuah bola api kecil di tangan kirinya lalu meniupnya menjadi beberapa bola api yang menyebar.
Dum! Dum! Ledakan kembali terjadi saat kedua benda itu berhantaman.
Tap! Karna hendak melesat kearah Arjuna sampai sebuah beam kecil melesat dari langit dan menghantam tanah diantara mereka.
"Hentikan pertarungan ini, Archer Arjuna! Lancer, Karna! ". ucap Ozymandias muncul dari atap salah satu gedung. "Sebagai sesama anak Dewa matahari, aku tidak bisa membiarkanmu lebih jauh dari ini, Karna". ucap Ozymandias.
"Karna! Arjuna! Hentikan itu, apa kalian masih belum paham juga situasinya? ". ucap Naruto muncul dari belakang Ozy.
"Saver?! ". kaget kakak beradik itu. "Kalian ini, kekanak-kanakan sekali! Tidak bisakah kalian lihat Darius dan Iskandar? Mereka musuh bebuyutan tapi bisa berdamai saat mengetahui situasi ini, karena cara pikir mereka adalah cara pikir seorang Raja, Arjuna! Kau pernah menjadi Raja dalam versi cerita lain, aku yakin itu juga menjadi salah satu ingatanmu, jangan rendahkan harga dirimu". ucap Naruto.
"Huft, kubilang apa, jangan seenaknya mencari masalah". ucap Karna berbalik. "Kau! Dalam perang Holy Grail berikutnya, akan kubalas kau! ". geram Arjuna berbalik. "Ya ampun, mereka berdua itu". gumam Ozymandias menepuk kepalanya.
"Mah, untung ini berada di dunia cermin, jadi tidak ada makhluk hidup lain selain kita, bayangkan apa yang akan terjadi jika berada di dunia nyata". ucap Ozymandias menggelengkan kepalanya.
"Ah, aku baru menyadarinya, tetapi kemana kedua piramidmu yang lain?". gumam Naruto mengamati piramid yang seharusnya berjumlah tiga, kini hanya tinggal satu. "H-hoi, Piramidku ukurannya sangat besar, tingginya hampir menyentuh langit dan kau baru menyadarinya?! ". balas Ozymandias cengo. "Ah, maaf, sepertinya terlalu banyak yang kupikirkan". ucap Naruto.
"Dasar Bodoh! ". teriak Ozymandias menghantam kepala Naruto dengan tongkatnya dan mengakibatkannya meluncur menghantam tanah dari atas gedung.
"Kau kenapa sih?! ". protes Naruto memegangi kepalanya sembari bangkit dari balik reruntuhan. "Bukankah sudah kubilang padamu?! Tidak, tapi kau juga bilang hal ini! Untuk urusan para Roh Pahlawan itu biar aku yang mengurusnya, kau berfokuslah pada masalah dunia luar dan situasi kita". Ozymandias dari atas gedung.
"T-tapi, sebagai sesama Roh Pahlawan -". Kata-kata Naruto langsung terhenti saat melihat seekor Cosmos Sphinx dengan tinggi dua kali lipat dari gedung yang dipijaki Ozymandias muncul dengan mata bersinar.
"Jangan membuatku mengulanginya Saver, pergilah dari sini! Jernihkan kepalamu dulu, pikirkan apa yang harus kau lakukan untuk mencari jalan keluar dari situasi kita, soal para Roh Pahlawan pembuat onar itu, Dandera pasti cukup membungkam mereka". ucap Ozymandias keras.
"Haaah... Bukan itu maksudku, sebagai Saver aku juga harus bertanggung jawab terhada-Kau masih ngotot juga! ". potong Ozymandias mengarahkan tongkatnya kearah Naruto.
Sring! Beam biru pekat melesat dari kedua mata Cosmos Sphinx di belakangnya langsung menuju kearah Naruto. "B-baiklah, aku pergi! ". ucap Naruto menghilang.
Blast! Beam itu lenyap bersama makhluk yang menembakkannya. "Haaaah, keras kepala sekali dia". ucap Ozymandias menggelengkan kepalanya.
"Hoi, siapa tadi yang melerai pertarungan kami? ". "W-whoa, Arjuna! ". kaget Ozymandias mendapati Arjuna ada dibelakangnya dengan wajah aneh. "Benar, kau tadi melerai kami, tapi kau malah bertengkar dengan Saver". "Ghaaa! ". kagetnya kembali saat menyadari Karna ada dibelakangnya dengan mata yang sama anehnya.
"Haaah, apa-apaan kalian? ". gumam Ozymandias. "Ne Arjuna, sepertinya kita harus meneruskan yang tadi". ucap Karna melompat. "Kau benar". balas Arjuna mengikuti Karna.
Bum! Duarrr! Sementara Ozy hanya cengo melihat beberapa gedung bertingkat yang berjatuhan di depannya. "Kalian! Kemarilah atau kuberi satu set Ramesseum Tentrys! ".
~Naruto Place~
"Apa-apaan itu? Aku baru kemari beberapa jam dan aku diusir? ". gumam Naruto muncul di sisi lain kota.
"Yo, Saver". "Gaaaa". kaget Naruto melihat Arthur di belakangnya. "Arthur? D-dan kau, Merlin? Bahkan beberapa anggota Knight Of Round Table juga disini". ucap Naruto kaget.
"Lama tak bertemu, Saver, kau masih mengingat kami". ucap Lancelot. "Benar, padahal aku kira ini sudah sangat lama sejak di Temple of Time, Ars Paulina". ucap Gawain. "Tunggu, Lancelot, ada apa dengan tangan kirimu? ". tanya Naruto.
"Tanganku? Entahlah, mungkin ini wujud lainku dalam kelas lain, aku merasakannya, sebuah kegelapan yang berputar mengisi tanganku, Knight of Owner". ucap Lancelot. "Aku, pernah bertemu dengan dirimu yang lain, versi Berserker, jadi itu menyatu yah? ". ucap Naruto.
"Sebenarnya, aku juga". balas Arthur. "Apa maksudmu? ". tanya Naruto. Jlak! Arthur menancapkan Excalibur yang masih terbungkus Avalon ke tanah lalu memunculkan sebuah cahaya terang di tangan kanannya.
Sring! Sebuah cahaya amat terang muncul dan membentuk sebuah tombak cahaya. "I-itukan! ". kaget Naruto. "Benar, The Spear that Shines to the End of The World, Rhongomyniad". ucap Merlin. "Hum, jadi inilah alasanku bisa menggunakan semua kekuatanku, dari berbagai kelas". gumam Naruto.
Splash! Arthur segera menghilangkan tombak cahaya itu beserta Excalibur yang masih menancap di tanah.
"Arthur, kau mau ikut denganku? Aku sebenarnya tidak terbiasa melakukan sebuah tugas sendirian". ucap Naruto. "Ke dunia luar? Tentu saja aku ingin". balas Arthur. "Tentu saja, karena kita berdua sama-sama spesialis dalam menangani bentuk raksasa dari kehidupan". ucap Naruto.
"Tunggu, Arthur-sama! Izinkan kami ikut". ucap Gawain. "Maafkan aku Gawain, tapi Knight of Round Table harus tetap disini, begitu juga kau, Merlin! ". ucap Arthur. "Mengapa? Bukankah tugas kami adalah melindungi anda? ". ucap Tristan. "Benar, tapi saat ini akan berbahaya jika membawa kalian semua, ditambah aku belum terlalu tahu dunia apa itu, kalian adalah Knight of Round Table, bersumpahlah untuk tetap hidup sebagai Roh Pahlawan". balas Arthur.
"Hai". Angguk keempat anggota KoRT itu. "Yare-yare, tidak terlalu seru, mungkin aku harus kembali ke Garden of Avalon, atau bersama dengan pria itu seharian". ucap Merlin menunjuk seorang pria berjas hitam dengan rambut hitam panjang yang memandangnya dengan intens.
"Zhuge Liang? ". gumam Naruto. "Saver, tidak akan kubiarkan orang ini menggunakan kekuatan Hero Creationnya pada siapapun". sebuah suara terngiang di telinga Naruto. "Ahaha, aku mulai tahu alasanya sekarang". ucap Naruto.
Presh! Jas putih yang dikenakan Arthur lenyap dan digantikan dengan pakaiannya sebagai Roh Pahlawan (Arthur Proto).
"Ikuzo". ucap Naruto menepuk bahu pria itu. Sring! Mereka berdua langsung lenyap dalam serpihan cahaya.
~Real DxD World~
"Hum, jadi inikah dunia luar itu? Mirip dengan dunia Ayaka". gumam Arthur. "Tentu saja, era ini ada di AD 2000-an, dan ini Kyoto, tempat perang cawan sucimu bukankah di Tokyo? ". tanya Naruto. "Benar, ada banyak hal yang terjadi, kalau tidak salah waktu itu aku akan melakukan serangan gabungan Excalibur dan Noble Phantasm milik Arash, entah apa itu namanya". ucap Arthur.
"Stella bukan? Broken Phantasm yang sesungguhnya bisa menjadi Anti-Nation karena jangkauannya yang mencapai lebih dari 1200 kilometer, namun itu sekali pakai dan akan membunuh penggunanya langsung, Noble Phantasm yang tercipta dari kematian Arash". jelas Naruto.
"Kau cukup mengenalnya heh? ". ucap Arthur. "Mau bagaimana lagi? Banyak Roh Pahlawan yang diterjunkan ke dalam Ars Paulina untuk melawan 72 Demon God Pillars yang dikendalikan Goetia, lebih tepatnya mereka semua membantu karena keinginan mereka sendiri". ucap Naruto berjalan.
"Tunggu, bukankah aku baru pergi selama beberapa jam? Tapi mengapa waktu disini sudah sore?". bingung Naruto. "Kemungkinan... Waktu disini berbeda dari waktu di dunia cermin kita". ucap Arthur.
"Kau benar". ucap Naruto. "!". Sebuah rasa seperti sengatan listrik membuat mereka berdua terkaget. "Insting milikku mendeteksi barusan ada energi sihir berskala besar baru saja dilepaskan". ucap Arthur. "Kau benar, kemampuan milikku yang mirip dengan Clairvoyance juga merasakannya". ucap Naruto.
"Ayo, kita cari tahu! ". ucap Arthur berlari. "Tentu saja! ". balas Naruto mengikutinya.
Other place
Jleb! Seorang pria tua bertubuh setengah gagak dengan pakaian kimono jatuh tergeletak bersimbah darah bersama beberapa prajurit lainnya.
"Hmphh, ini belum sekuat saat itu, namun seharusnya ini cukup untuk melenyapkan setidaknya beberapa Roh Pahlawan secara langsung". ucap sosok aneh dengan jubah hitam, sosok itu memiliki tinggi hampir tiga meter.
"Tetapi, dengan hanya begini saja, aku tidak boleh menunjukkan diriku dalam medan perang, kau akan menjadi bonekaku, Yokai gagak". ucap sosok itu menunjuk mayat manusia gagak didepannya dengan satu jarinya yang mengenakan cincin.
"Aku beruntung setidaknya aku bisa mengamankan satu cincin dari throne waktu itu, bangkitlah dengan ambisiku, manusia gagak". ucap sosok itu. "U-ughhh... Agghh! ". mayat itu mengerang pelan lalu perlahan berdiri dengan wajah kosong bak boneka.
"Hahahaha, akan kubalas waktu itu... ".
To Be Continued
Konflik dan alur cerita masih belum jelas yah? Karena ini masih bagian Arch awal dari fict ini, konfliknya bisa dari DxD sendiri atau dari eksternal musuh para Roh Pahlawan yang ada di DxD maupun luar DxD.
Gk semua karakter dari Fate series ada disini, cuma beberapa yang saya anggap cukup OP, terutama yang ada di review karakternya, bisa kalian baca di blog Sehai-kun (promosi blog bentar, bukan blog ane sih, ane cuma nyebutin referensi), Lore (kisah asli) sebagian berasal dari Nasuverse (beberapa ane versi sendiri) jadi jangan bingung kalau ada yang berbeda dari sejarah aslinya di dunia nyata.
Oke segitu dulu, maaf kalau up agak lambat, soalnya lagi banyak tugas (remidial) dan buat kalian yang puasa, kuatkan puasa kalian oke! Dan tahan diri kalian dari salah satu jenis Setan yang berhasil lolos (GACHA!).
See you! Selamat menjalankan ibadah Puasa!
