Baekhyun menatap keluar jendela dalam diam. Matanya menatap langit cerah di luar sana. Langit biru yang sangat disukainya. Walaupun beberapa gulungan kertas terus mengenai dirinya, Baekhyun terus diam. Tetap datar tanpa ekspresi.
Pintu ruang kelasnya terbuka dari luar. Membuat lemparan kertas untuknya terhenti seketika. Baekhyun menyadarinya, namun ia mencoba tidak mempedulikannya.
"Hari ini kita kedatangan murid baru."
Setelah itu, Baekhyun dapat mendengar suara si murid baru yang memperkenalkan dirinya. Ia tetap tidak peduli, sebelum namanya disebut oleh sang wali kelas. Yang menyuruh murid baru tersebut agar duduk disampingnya.
Baekhyun menatap si murid baru dengan tatapan datarnya. Ia mengenali lelaki ini, dia lelaki yang sama yang ditemuinya di toilet tadi. Ternyata dia adalah seorang murid baru.
"Eoh? Kau yang di toilet tadi," lelaki baru itu tersenyum lebar lalu duduk disamping Baekhyun. "Perkenalkan, aku Chanyeol. Park Chanyeol. Kau Byun Baekhyun bukan?" si murid baru mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Baekhyun. Disertai dengan senyuman lebarnya.
Sedangkan Baekhyun menatap lelaki bernama Chanyeol itu dengan tatapan datarnya. Tanpa membalas pertanyaan dan perkenalan Chanyeol, Baekhyun mengalihkan pandangannya dari Chanyeol. Baekhyun menatap lurus ke depan kelas, memperhatikan guru yang mulai menerangkan materi pelajaran.
Tanpa mempedulikan Chanyeol yang berkedip kesal dan langsung menarik tangannya yang menggantung diudara.
.
My Squishy
ChanBaek
Chapter 1
.
Jam pelajaran terhenti saat bel istirahat berbunyi. Chanyeol yang tidak mengenal siapapun, kembali menegur Baekhyun dan mengajaknya untuk makan siang bersama. Namun lagi-lagi sapaan dan ajakkannya bagaikan angin lalu bagi lelaki yang lebih mungil darinya.
"Percuma saja kau mengajaknya bicara," sebuah suara mengejutkan Chanyeol dari arah belakang. Ia membalikka tubuhnya dan mendapati seorang lelaki yang tengah duduk santai pada kursinya. "Perkenalkan, aku Jongin," lelaki itu mengulurkan tangannya. Mau tidak mau Chanyeol balik mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya.
"Kau mau gabung makan siang denganku?"
"Boleh."
Chanyeol mensejajarkan langkah Jongin, mengikuti teman barunya itu kearah kantin. Ia juga memberikan senyuman kepada para wanita yang sekedar menyapanya lalu menggaruk lehernya canggung saat para wanita itu terpekik senang.
"Kau sepertinya akan populer," ucapan Jongin mendapatkan sangkalan dan kekehan dari Chanyeol. "Kau sebaiknya jangan berbicara dengan Byun Baekhyun itu. Percuma saja karena dia tidak akan membalas ucapanmu."
Mata bulat Chanyeol berkedip cepat, terlihat bingung. Kemudian dirinya mengangguk canggung. "Kenapa dia tidak akan membalas ucapanku?"
"Dia itu aneh..." Jongin menatap lurus kedepan dengan bibir yang menyeringai tipis. Kemudian ia menundukkan kepalanya. "Dia tidak pernah menunjukkan ekspresi. Dia tidak pernah terlihat marah ataupu senang."
Chanyeol kembali menganggukkan kepalanya, bingung harus menjawab ucapan Jongin. Ia menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. Langkahnya masih mengikuti Jongin hingga dirinya sampai di kantin.
"Katanya menu hari ini enak," Jongin tersenyum kearah Chanyeol. "Ayo bergabung dengan teman-temanku."
.
.
.
Selesai dengan makan siangnya, Chanyeol kembali menuju kelas. Masih ada sisa waktu tiga puluh menit untuk melanjutkan pelajaran selanjutnya. Ketika sampai dikelas, Chanyeol terkejut ketika melihat meja dan bangkunya yang penuh dengan tepung. Tapi yang lebih mengejutkan adalah Baekhyun yang berdiri dengan dengan wajah, rambut dan seragam bagian atasnya penuh dengan benda putih tersebut. Ia menatap dalam kearah Baekhyun, memperhatikan bagaimana tawa dari teman-teman sekelas tidak mempengaruhi ekspresi Baekhyun.
Benar kata Jongin, lelaki itu tidak mempunyai ekspresi.
Bahkan Baekhyun dapat berjalan keluar kelas dengan santai. Chanyeol bergidik pelan melihat Baekhyun yang bersikap seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
"Dia itu benar-benar."
Karena sibuk memperhatikan Baekhyun, Chanyeol tersentak saat mendengar suara Jongin dibelakangnya. Ia menatap Jongin yang berjalan mendekati mejanya.
"Hey kalian juga mengotori meja si anak baru."
Chanyeol mendekat pada mejanya, walaupun kursi dan mejanya tidak sekotor milik Baekhyun. Bukankah ini terlalu keterlaluan? Namun apa yang dapat dilakukan anak baru sepertinya?
"Tenang saja Chanyeol. Kita akan bersihkan nanti."
"Aaa... okay."
Chanyeol memberikan anggukan dan senyuman tipis. Matanya melihat Jongin yang menyuruhnya agar mendekat, mau tidak mau dirinya mendekat dan duduk di kursi samping Jongin.
Untuk menghilangkan bosannya, Chanyeol mengeluarkan ponselnya. Membalas pesan yang masuk untuknya maupun sekedar mengecek timeline akun sosial medianya.
"Hey Chanyeol, minggu ini kau ada acara?"
Chanyeol mengalihkan pandangan dari ponselnya lalu menatap Jongin yang tengah duduk bersandar di kursinya.
"Minggu ini aku ada pemotretan."
"Kau model?" tanya Jongin dengan wajah yang tertarik. Bahkan kini ia mencondongkan tubuhnya kearah Chanyeol.
Sedangkan Chanyeol terkekeh pelan lalu menggeleng. "Tidak. Aku hanya membantu kakakku untuk mempromosikan baju-bajunya."
"Daebak!" Jongin memberikan dua jempolnya kepada Chanyeol. "Boleh aku ikut?"
Chanyeol mengangguk. "Tentu," ia melihat kearah tempat duduknya. Ketika bangku tempatnya telah bersih, ia kembali kesana. Namun ia mengernyitkan keningnya saat melihat kursi dan meja Baekhyun yang masih kotor.
"Kalian tidak membersihkan punya Baekhyun?" ia bertanya pada salah satu anak yang membersihkan tempat duduknya tadi.
"Untuk apa membersihka tempat orang seperti itu. Hahaha."
Dan lagi-lagi jawaban dari anak tersebut membuatnya kesal. Chanyeol mendudukkan dirinya, ia mengambil sapu tangan dan tissue yang dibawanya lalu menaruhnya di atas kursi Baekhyun. Lalu ia kembali sibuk dengan ponselnya.
Tanpa diketahui olehnya, Jongin yang menatap datar kearahnya.
.
.
Baekhyun menatap Tiffany yang memasuki toilet khusus laki-laki. Tanpa banyak bicara, dia melanjutkan kegiatan membersihkan tubuhnya. Bahkan bekas tadi pagi masih belum hilang.
"Mereka sudah keterlaluan!"
Ucapan Tiffany sama sekali tidak dipedulikan oleh Baekhyun.
Tiba-tiba Tiffany menarik tubuh Baekhyun, membuat lelaki itu menghadap dirinya. Dengan telaten dan lembut, ia menghilangkan tepung daei rambut dan baju Baekhyun dengan kedua tangannya.
"Keluarlah, ssaem."
Tiffany menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Ia menyodorkan sebuah tas kecil kepada Baekhyun, menyuruh lelaki itu mengambilnya.
"Pakai ini. Aku tidak bisa diam lagi."
"Apa yang ingin kau lakukan? Sudahlah pergi saja."
Si wanita menggigit bibir bawahnya lalu meremas tangannya. "Setidaknya gantilah seragammu."
"Baiklah... sekarang keluarlah."
Baekhyun menatap Tiffany yang meninggalkannya dengan tatapan khawatir. Setelah wanita itu keluar, Baekhyun membuang tas yang diberikan Tiffany lalu kembali membersihkan bajunya. Sebelum dirinya keluar dari toilet.
.
.
.
Sesuai janji, Jongin menemui Chanyeol yang tengah melakuka pemotretan disalah satu studio kecil di tengah kota. Sambil duduk bersandar pada salah satu kursi yang terletak di samping ruangan, Jongin memperhatikan Chanyeol yang tengah berpose. Sesekali ia akan mengalihkan perhatiannya pada junkfood yang tersedia didepannya.
Kakak perempuan Chanyeol duduk bersamanya, memperhatikan pekerjaan Chanyeol.
"Tidak ku sangka, aku mempunyai teman seorang model."
Yoora – kakak Chanyeol tertawa pelan. Ia mengambil sepotong kuntang goreng lalu memasukkannya kedalam mulut. "Kau ingin menjadi model?"
"Tidak tidak. Aku tidak berbakat dalam bidang permodelan," Jongin menggelengkan kepalanya kuat, ia terkekeh pelan sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Tidak apa-apa, minggu depan cobalah."
Mau tidak mau, Jongin menganggukkan kepalanya canggung. Setelahnya ia dan kakak Chanyeol hanya membicarakan kehidupan sekolah dirinya dan Chanyeol. Hingga Chanyeol yang telah selesai melakukan pekerjaannya menghampiri mereka.
Berbincang sebentar, Chanyeol dan Jongin memutuskan untuk membeli minum di sekitar gedung pemotretan.
"Kau tau, kakakmu mengajakku untuk ikut pemotretan minggu depan," Jongin memulai percakapan terlebih dahulu.
"Bagus kalau begitu. Kau bisa membantu pekerjaanku lebih mudah."
"Sialan kau," Jongin meninju lengan Chanyeol dengan asal. Setelahnya kedua lelaki tampan itu masuk kedalam sebuah kedai minuman yang diinginkan mereka.
Namun langkah mereka terhenti ketika mereka membuka pintu.
Chanyeol menunduk untuk menatap seorang lelaki yang lebih mungil darinya hendak keluar dari kedai, tepat berdiri dihadapannya. Mendongakkan kepalanya untuk menatap dirinya juga.
Itu Byun Baekhyun.
"Eh?"
Baru saja Chanyeol ingin menegur teman sebangkunya itu, seorang wanita menghampiri Baekhyun membuat dirinya tersentak. Sama seperti dirinya, wanita itu juga terkejut ketika melihat dirinya.
"Eh? Selamat siang bu Tiffany."
"Ah ya, selamat siang..."
Chanyeol menatap bingung ketika Baekhyun yang berjalan melewati dirinya dengan langlah yang terburu. Begitu juga dengan Tiffany yang terlihat cemas dan langsung berjalan cepat mengejar Baekhyun.
"Kau tau, Chanyeol?" Chanyeol menoleh kearah Jongin. Bahkan dirinya lupa perihal temannya yang sedaritadi berdiri di sisi kiri belakang. Ia menggeleng lalu melanjutkan langkahnya masuk kedalam kedai.
"Baekhyun dan bu Tiffany, mereka berpacaran."
.
oOo
.
Yuhu chapter satu rampung~ buat saat ini belom waktunya Chanbaek ya~ Ikutin dulu aja jalan ceritanya. Jadi semoga gak ada yang protes ya^^ di chapter depan ada chanbaeknya kok kkk.
Oke gamau banyak ngomong, semoga puas dan suka sama chapter ini. Jangan lupa ninggalin jejak ya^^ dan maaf kalo ada typo. Aku ngetiknya agak buru-buru karena mau belajar buat uts juga u.u
Kali ini aku up bareng beberapa author kece [Azova10 ft. Parkayoung; silvie vienoy; nisachu ; peachybloom; blood type-b] jangan lupa buat cek story mereka ya teman-teman^^
