Gumiya senang berada di ayunan. Di bawah sinar mentari sore yang menutup mata, ia dan Mikuo seringkali menghabiskan waktu sepulang sekolah disini.
Kesannya memang kekanakan, Gumiya tahu! Apalagi untuk anak yang akan melanjutkan kuliah sepertinya dan Rinto; tak dipungkiri betul.
Tapi Gumiya senang sekali menghabiskan detik-detik matahari terbenam bersama pemuda jangkung berambut toska itu! Mereka akan berbicara soal apapun, entah kelinci yang berlari di taman, teman mereka yang ditolak cintanya, atau guru kimia yang menyebalkan.
Gumiya tertawa pelan, ia menengadah. Mata hijau kelamnya mendapati pohon melambaikan dahannya berisik, dan musim gugur yang sedikit lagi usai dengan dedaunan yang tertidur di tanah. Gumiya tersenyum ringan.
(Hari ini, Mikuo masih tidak ada disini. Gumiya akan menjaga ayunannya tetap hangat.)
