8/6/14

Title : Michoga

Author : Phoenix Channie

Cast : EXO [OTP12] + others

Rate : amanT dulu deh~

Length : baru nyampe 2

Disclaimer : yg pastinya member EXO bukan milik ane._. Ide dan cerita milik Phoenix! The beautiful fan art belongs to Black Devil. Jeongmal gamsa, atas cover-nya yang aseek~ :D

Summary : baca di plot sono!

Genre : Humor, romance, school!au

Warning : YAOI or boys love, EYD tidak sesuai, Miss n Typo(s), alur kacau, OOC, dll. Disarankan jangan baca ._.

A/N : Bintang tamu khusus kita, sambutlah! #JrengJrengJreng! Duo Ahjumma dari VIXX, N-jumma(Cha Hakyeon) dan Ken-jumma (Lee Jaehwan)! Dan juga sang appa, Leo(Jung Taekwoon)! ;D Akhir-akhir ini ane suka nonton reality show VIXX. Vid-nya bejibun di lappie, sayang aja kalo gak ditonton ._.V *kepengaruh nae eonnie* Readers-nim yang ramah ama mereka, ne? :3 #kalobisasungkeman. Ntar bintang tamu laennya akan bermunculan, walo sekilas. 333

IT'S YAOI! [MALE x MALE]

IF U DON'T LIKE YAOI OR ME, DON'T READ!

NO BASH PLEASE~

Happy Reading^^~

Plot: school!au, dimana Baekhyun & Luhan berebut poisisi diva sekolah, dan Kyungsoo si ketus yang merasa paling normal. Sehun magnae terkontaminasi, Chanyeol siswa Top Class yang hyper, dan Kai si sexy(menurutnya) pejuang cinta Kyungsoo. Lay yang lupa semuanya dalam satu kedipan, Tao yang hanya peduli Gucci dan wushu. Suho ketos tak dianggap, Kris waketos tertindas. Chen sang detektif(stalker), Minseok pemilik situs BaoziMin. An EXO OTP12's absurb fic!

MICHOGA

Part 2

©Phoenix Channie

.

.

.

.

"Aku yakin, mereka akan melakukan sex di toilet, dasar PEDHO namja!" teriak Baekhyun entah pada siapa, karena sudah jelas frienemies-nya sudah di toilet bersama sang namjachingu. Ia masih saja mendumel sepanjang perjalanan, dan Kyungsoo hanya dapat mengerinyit tiap kali mendengar kefrontalan Baekhyun. Ia ingin pulang secepatnya dan mendapatkan ketenangan.

"Ah Kyungie, sepertinya kau terpaksa pulang sendirian kali ini. Aku ingin melihat keadaan Chanyeol dulu di UKS. Dan kau tahu kan, kalau aku tidak tega membangunkan Yoda tampanku saat tidur? Jeongmal mianhae, apa kau bisa pulang sendiri? Atau perlu kuminta bantuan Si Cebol untuk mengantarmu?" Baekhyun mempoutkan bibirnya, rasanya tak tega membiarkan Kyungsoo pulang sendiri. Tapi dilain sisi, ia tak ingin membangunkan Chanyeol yang beberapa saat yang lalu merasa kurang enak badan dan berbaring di UKS. Awas saja barbie wanna be itu. Kalau sampai terjadi apa-apa pada Channienya, Baekhyun berjanji akan mencongkel mata rusanya itu. Atau marganya bukan Byun lagi, lihat saja.

"Sendiri? Tentu saja aku bisa. Sampaikan salamku pada Chanyeol hyung, annyeong~" ujar Kyungsoo dengan nada yang terlalu ceria dan binar mata yang terlalu cerah. Baekhyun menyipitkan matanya menatap sosok Kyungsoo yang menjauh sambil berlari kecil. Ia merasa namja mungil itu terlalu bahagia pulang sendiri, lebih tepatnya tanpa ada Baekhyun. Dan senyumannya juga terlalu cerah, sudah lama ia tidak melihat senyuman itu. Baekhyun menggelengkan kepalanya, memilih segera menemui sang namjachingu.

#Do Kyungsoo's conscience

I found a place to hang out, it's really a nice place. There are trees and flowers everywhere. And the sun is shinning so bright, oh hot summer~ The best part is, there is a store full of beautiful set of kitchen tools! Look, a nice spatula i got here! What a perfect day~ Oh well, that was what i thought until this 'thing' shown up. This thing called a burden and annoying Kim Jong In.

#Normal POV

"Kau beli apa, beruang kecil~?" Kyungsoo memutar bola matanya malas. Namja tan itu mengikutinya sedari tadi, merusak acara indahnya –belanja peralatan dapur baru tanpa BaekLiner dan YodaYeol.

"Bisakah kau diam?" Tanyanya. Namja yang lebih tinggi itu tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya. Kyungsoo menghela nafas, menghembuskannya kasar. Setelah menerima resep belanja dari Cassier, ia keluar dengan diikuti Jongin di belakangnya. Ia sudah jenuh melarang namja ini mengikutinya. Jadi ia memutuskan untuk mengacuhkannya sepanjang perjalanan.

Kyungsoo terkesiap ketika sesuatu yang dingin menyentuh telapak tangannya. Dan detik berikutnya, beban di tangannya hilang. Ia menatap tangan yang mengambil alih kantong belanjanya. Dari tangan besar itu, perlahan naik hingga berhenti di wajah yang menampilkan senyuman riang.

"Ini tugas namjachingu kan?" Tanyanya berjalan di sebelah namja mungil itu. Namja bermata belo itu memperhatikan wajah Jongin sejenak, kemudian kembali melangkah cepat. Berusaha mendahului namja tan itu.

"Namjachingu ahniya." Jongin tersenyum simpul mendengarnya. Tak butuh waktu lama baginya untuk menyusul Kyungsoo. Kaki panjang itu anugerah~ :D

"Belum, tapi sebentar lagi~" Kyungsoo melirik namja di sebelahnya dengan sudut mata. Namja ini memang tidak pernah menyerah. Beberapa saat kemudian, Kyungsoo telah sampai di rumahnya tercinta, rumah sepinya tercinta.

"Anyeonghasseyeo~" Seru Jongin memasuki rumah mendahului Kyungsoo. Sebenarnya di rumah ini hanya ada mereka berdua, Tuan Do tengah berada di kantor. Namja bermata belo itu sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Ia merasa tak ada gunanya mengucapkan salam. Toh, tak akan ada yang menjawab.

Kyungsoo mengeluarkan semua barang belanjaannya di atas meja, kemudian menyusunnya. Ia tahu kulkasnya penuh, bahkan kelebihan. Dan ditambah dengan persediaan dan alat dapur yang baru saja dibelinya, tak ada celah lagi. Ia tak tahu apa yang kurang; tapi setiap kali di rumah, ia merasakan perasaan kosong. Dan ingin segera keluar dari sana. Aneh.

"Woaa~ apa hanya kita berdua disini, hyung?" Tanpa melihatpun, Kyungsoo bisa merasakan smirk Jongin saat menanyakan hal itu. Ia tak menghiraukannya, lebih memilih memulai acara memasaknya.

'Umm... mau masak apa, eoh?' Batinnya. Ditengah acara berpikirnya, namja tan itu berjalan mendekatinya. Ia meletakkan dagunya di bahu Kyungsoo. Membuat namja yang lebih tua itu men-glarenya. Namun ia tak berniat untuk memindahkan dagunya. Ia sudah terbiasa dengan glare itu; apalagi glare namja Do itu bukanlah apa-apa melainkan 'the cutest glare ever'(bagi Jongin).

"Aku ingin Kimchi Spaghetti, hyungie~" Rajuknya.

"Aku tidak tanya." Ujar Kyungsoo datar, seraya mendorong wajah Jongin dari bahunya. Hal itu berhasil membuat Jongin memanyunkan bibir tebalnya. Namun hanya sesaat, wajah tampan itu kembali memasang senyuman playful-nya.

Namja bertubuh kecil itu berjinjit untuk menjangkau pan yang berada di rak paling tinggi. Ia tidak ingat pernah meletakkan benda itu disana. Kyungsoo sudah berusaha menjangkaunya, namun gagal. Karena itu terlalu tinggi, tidak terimakasih untuk tubuhnya yang tidak tinggi. Tidak, Kyungsoo tidak suka menyebutkan kata 'pendek' (Ia tidak suka hal itu diungkit). Jadi karena gengsi dan harga dirinya, ia tetap berusaha berjinjit untuk meraih pan itu. Meskipun ia kesusahan, dan kursi di meja makan mulai tampak menggoda untuk digunakan. Sampai akhirnya sebuah tangan menjangkau pan itu. Kyungsoo berbalik dan mendongak, menemukan wajah Jongin yang dihiasi senyuman lebar.

"Jadi, Kimchi Spaghetti dan Cola?" Tanya Jongin masih dengan senyuman di wajah tampannya. Kyungsoo menatapinya lama, sebelum merebut pan dari tangan namja tan itu. Kemudian membuatkan makanan untuknya... dan Jongin. Namja tan satu ini selalu berhasil membuat Kyungsoo memenuhi keinginannya. Molla. Bukan berarti Kyungsoo tunduk, takut atau apa padanya. Namja Kim itu hanya punya caranya sendiri.

¿ ¿Mi-Cho-Ga?

"Channie, kau mau?" Tanya Baekhyun menyodorkan Strawberry milkshake-nya pada sang namjachingu. Dan dibalas namja tinggi itu dengan gelengan.

"Hei N-jumma, kau lihat tidak Chanyeol & Baekhyun disana?~" Tanya seorang namja berhidung besa-Ehemm berhidung mancung, pada namja yang berkulit ehem! lebih gelap dari Jongin. WoW

"Ne ne, wae Ken-jumma?" Tanya N antusias. Karena, jika namja di depannya ini sudah mulai bicara dengan nada yang berlebihan seperti barusan, itu berarti satu hal. New hot gossip! Harus pasang kuping gajah.

"Kau merasa ada yang beda tidak, dengan mereka?" Tanya Ken melirik couple breakfast itu yang diikuti oleh N.

"Yeollie mau Banana milkshake?" – Angguk.

"Mau M&M?" – Angguk.

"Lemon satangi?" – Geleng.

"Wae?" – Geleng.

"Kisseu?" – Angguk-angguk *Q*, geleng-geleng Q_Q.

"Ahni, mereka masih aneh seperti biasanya." Ujar namja berkulit tan itu yang membuat teman seperjuangan dalam menggossipnya berdecak.

"Ishh neol baboya? Apa kau tak bisa melihat, Chanyeol tidak mau berbicara pada Baekhyun. Ia hanya menanggapi dengan anggukan atau gelengan. Itu berarti, ia bosan dengan Baekhyun dan berkemungkinan Chanyeol akan selingkuh atau memutuskan Baekhyun. Ini berita besar!" Ujar Ken berapi-api dengan tangan mengepal seperti caleg kampanye.

"Woaa benar, kau jenius Ken-jumma!" Ujar N bertepuk tangan ria, tak kalah antusias. "Geunde, beraninya kau mengataiku babo. Jegeulle?!" Tiba-tiba ia sudah berada di belakang namja yang lebih muda itu dan memiting lehernya.

"A-a-a mian, mian.." Di tengah kehebohan duo ahjumma itu, muncullah sang detektif yang tubuhnya menyusut karena obat yang diciptakan oleh Oraganisasi Berbaju Hitam. Ia adalah Shinichi Kudo, yang menyamar sebagai anak kelas 1 SD, Conan Edogawa. Ialah, Detektif Conan! #CUT! CUT! Ini narasi nyolong dari mana sih?

/Take 2!/

"Ckck, lihatlah apa yang terjadi jika para amatiran mencari informasi. Maka gossip murahanlah yang kita dapatkan disini." Ujar namja dengan tulang pipi menonjol. Duo ahjumma itu menghentikan aksi cekik-minta ampun mereka, dan beralih menatapi namja yang memakai topi dan kaca pembesar ala detektif.

"Neol nuguya?" Tanya keduanya yang membuat sang bocah detektif bergubrak ria.

"Neol nan arra, ahniya?" Keduanya serempak menggeleng. "Naega, Chenan Edogawa imnida, Detective!" Ujar Chenan berpose dengan bibir membentuk smirk seperti tokoh komik favoritenya itu.

"Aaa~ neol, Kim Jongdae! Stalkeryeo." Ujar N yang diangguki partner in crimenya, Ken-jumma. Namja Kim itu memajukan bibirnya, tidak terima dibilang 'stalker'.

"Yak, nan stalker ahniya. Naega detective! Detective!" Protesnya yang hanya ditanggapi dengan ekspresi wajah 'neol stalker' dari kedua nam-jumma itu.

"Terserahlah. Lalu, kenapa kau bilang yang dikatakan Ken barusan adalah gossip murahan?"

"Karena, tidak seperti tebakan asal dan tanpa bukti Ken. Aku telah meyelidiki hubungan Chanyeol dan Baekhyun dari kacamata detektifku. Dan berdasarkan semua informasi dan fakta yang kuperoleh, aku menyimpulkan bahwa hubungan mereka baik-baik saja!" Ujar Chen tersenyum angkuh, bangga akan kemampuannya sebagai seorang detektif.

"Sincha?" Tanya duo ahjumma serempak. "Tadi aku lihat sendiri, Chanyeol menanggapi Baekhyun hanya dengan anggukan atau gelengan. Bagaimana mungkin tidak terjadi sesuatu?" Timpal Ken.

"Ckck, mata namja awam sepertimu tidak akan bisa melihat seteliti mata detektifku, Jaehwanie(Ken)." KeN memutar bola mata mereka mendengarnya.

"Lihat baik-baik, apa kalian tidak bisa melihat Chanyeol memakai masker?" Kedua namja itu menatap masker bergambar stroberi pink yang dikenakan Chanyeol. Tunggu, pink . . . ? Oh never mind, itu pasti milik sang diva Byun Baekhyun.

"Ne, waeyeo?" Tanya N, tak yakin apa hubungannya masker itu dan hubungan couple breakfast itu.

"Chanyeol sedang demam dan suaranya hilang."

SIIIIIIING

"Itu saja?" Tanya dua namja itu, mengira akan ada alasan lainnya yang lebih cetar. Dalam arti kata lain, yang bisa dijadikan hot new gossip! Tapi yang seperti ini sih, tidak menarik. Sang detektif Chenan hanya menganggukkan kepalanya, yang membuat kedua orang namja itu menghela nafas kecewa. Ken menaikkan sebelah alis matanya melihat cengiran aneh Jongdae padanya.

"Wae?" Bukannya menjawab, Chen mendekati namja berhidung bes-/duak!/ berhidung mancung itu. Kemudian menggenggam tangan kanannya dengan mata penuh harap. Ken mulai khawatir kalau Jongdae jatuh hati padanya. Sementara N sudah mengeluarkan Smart Phone-nya dan mengabadikan kejadian itu dalam foto. Ia langsung mengupload-nya ke Twitter dan Facebook dengan ketikan, 'O-MMO! Kim Jongdae menyatakan cinta terpendamnya pada Jaehwannie! O/O 3 3 3'. Dan men-tag seluruh friend list-nya. Dan begitulah bagaimana hot gossip menyebar selama ini. Contohnya, gossip yang mengatakan bahwa Kris adalah Vampire yang menyamar menjadi manusia. Dan sampai sekarang gossip itu masih dipercayai seluruh siswa. Poor dragon...

"Apa kau pelanggan situs BaoziMin?! Kau kenal pemiliknya?" Ken mengangguk pelan, sedikit bingung. Sementara N sudah secara harfiah terbang ke luar kelas sembari berteriak dengan girangnya "Taekwonnie~ naeko haja~"; ketika melihat Taekwoon atau Leo lewat di depan kelas mereka. Namja pendiam itu mengambil langkah seribu menyadari kehadiran N di belakangnya. Sedangkan N dengan senang hati mengejarnya, mengira Leo mengajaknya bermain kejar-tangkap. Oh rutinitas yang menyenangkan~ :D

"Kumohon beri aku segala informasi tentang pemilik situs itu! Alamat rumahnya, nomor ponselnya, alamat e-mailnya, dan kunci hatinya. Pleeeeeeeease?!" Pintanya bertubi-tubi dengan mata berbinar-binar yang menyilaukan.

"Well, aku bisa memberikan semua informasi padamu, kecuali mengenai kunci hati. Tapi, aku tak akan mengatakannya." Ujar Ken seraya menarik tangannya dari genggaman Chen dengan wajah datar. Membuat namja bermarga Kim itu memajukan bibir bawahnya.

"Aa waeeee? Wae?" Rengeknya.

"Karena aku tak mau saja." Chen makin cemberut dibuatnya. Terpaksa pakai cara itu...

"Kau tahu Jaehwannie? Kemarin sepupuku mendapatkan keychain Chopper. Tapi sayangnya dia menginginkan Krong. Jadi... ia memberikannya padaku." Mendengar nama tokoh kartun favoritenya disebut-sebut, Ken langsung memberikan jurus puppy eyesnya.

"Detektif Chenan yang tampan... berikan padaku, ne ne?" namja Lee itu menyodorkan kedua tangannya dengan mata yang mengerjap-ngerjap. Chen menyeringai dibuatnya, ia menjangkau keychain itu dari saku blazernya; kemudian mengulurkannya pada tangan Ken yang menanti penuh harap. Namun, belum sempat keyhain itu berpindah tangan, Chen segera menyembunyikannya.

"Beri tahu aku informasi lengkap tentang pemilik BaoziMin." Senyuman licik menghiasi wajah namja Kim itu, membuat Ken berdecih dan mengangguk pasrah. Saat ia ingin mengambil gantungan kunci itu, lagi-lagi Jongdae menariknya dengan cepat.

"Arrayeo! Ck, lagipula, kenapa kau menginginkan informasi tentang Xiumin ge, eoh?"

'Oh, Xiumin? Nama yang indah... apa dia dari China?'

"Ia telah menyelamatkan nyawaku~" Ujar Chen kemudian dengan senyuman lembut seraya menyerahkan keychain itu ke tangan Ken. Akhirnya!

"Arra, akan kuberi tahu semuanya~" dalam hati Ken bersorak, karena akan ada GOSSIP baru!

.

.

.

Kyungsoo merasa sangat bersyukur, karena kesempatan seperti ini sangat jarang. Ia bisa makan sendirian dengan tenang sembari membaca buku di perpustakaan. Dan yang terpenting, tanpa celotehan dari sang divaliner, Byun Baekhyun. Mungkin ini terdengar sedikit jahat. Tapi, andai saja Baekhyun tidak disibukan menjadi suster pribadi kekasihnya yang sakit itu; maka kesempatan ini tak akan datang. Untuk itu, ia berterimakasih pada sistem kekebalan tubuh Chanyeol yang menurun.

Saat menikmati salad buah dan sayurannya, Kyungsoo bisa merasakan seseorang duduk di sebelahnya. Dan ia langsung tahu, bahwa itu Kai dan bukanya orang lain dengan merk parfume yang sama. Ia dapat mengenali bau parfume dari pabrik bercampur dengan bau alami yang menguar dari tubuh namja itu. Apa itu yang disebut pheromone? Molla. Dan ia tak mengerti, bagaimana bisa namja ini selalu menemukan tampat persembunyiannya dan mengusik ketenangannya.

"Salad? Tidak ada daging?" Gerutu namja berkulit gelap di sebelahnya, yang seenak abs seksinya, menyodok bekal itu dengan telunjuknya. Kyungsoo menghadiahi tangan yang tidak sopan itu dengan pukulan garpunya. Membuat Jongin meringis.

"Eobsseo, neol daga." Titah Kyungsoo memberikan glare dengan mata belonya. Bukannya pergi, namja Kim itu malah menggeser duduknya lebih merapat lagi ke namja belo yang hanya bisa menghela nafas. Siapa bilang menyingkirkan jerawat itu susah? Bocah hitam satu ini lebih susah disingkirkan. /ditabok/

Setelah beberapa menit berlalu, kerutan di dahi Kyungsoo semakin jelas. Ia disini untuk belajar, dan makan dengan tenang. Namun, sedari tadi namja yang melekat di sisi kanannya seperti magnet dengan kutub berbeda ini, sibuk mengunyah dan mengeluarkan suara-suara yang berisik. Mulai dari aksinya mengeluarkan semua jenis makanan ringan ke atas meja. Sampai membuka pelastik pembungkus dan mengunyah snacknya dengan suara krasak-krusuk. Kyungsoo sudah cukup dengan semua gangguan ini. Ia mengalihkan perhatiannya pada Jongin yang tengah menjilati telunjuk dan ibu jarinya yang dilumuri bumbu. Eww.

"Nyam nyam, mashita~"

"Yak, hajima."

"Eoh?" Jongin mengerjap-ngerjapkan matanya dengan telunjuk masih di dalam mulut. Kyungsoo menggelengkan kepalanya melihat hal itu, what a mess. Ia yang memang terbiasa dengan kebersihan atau bisa dibilang clean freak, tidak bisa menahan untuk mengeluarkan tisu basah dari tasnya. Jantung namja tan itu seperti berhenti sejenak ketika tangan hangat Kyungsoo menyentuh pergelangannya. Namja Do itu mengusap kedua jari yang belepotan bumbu dengan telaten, memastikan tak ada sisa bumbu di sana. Setelah merasa cukup puas dengan hasil kerjanya, ia membuang tisu bekas itu ke kantong plastik kecil yang selalu dibawanya. Kalau-kalau ia membutuhkan tempat untuk membuang sampah, saat tak ada tempat sampah disana. What such a clean freak he is.

"Tidak baik memakan makanan ringan terus-menerus, itu tidak sehat dan tak bagus untuk nutrisi tubuhmu. Dan jangan berisik." Ceramahya tanpa menatap namja tan itu dan kembali fokus pada bacaannya.

"Kau sangat peduli kepadaku, eoh?" Sekali lagi, walaupun namja mungil itu tidak melihat; ia yakin Jongin tengah tersenyum saat ini.

"Ahnni, jangan terlalu percaya diri, Jongin." Mendengar hal itu, senyuman di wajah Jongin bertambah lebar. Kyungsoo baru saja memanggilnya dengan nama aslinya! Bukan 'kau' ataupun 'Kai'. :D

"Apapun yang kau katakan Kyungsoo~" ujar Jongin kembali merapatkan duduknya dengan Kyungsoo, bahkan mulai berani menyandarkan kepalanya ke bahu sempit namja mungil itu. Dan kembali menyambar salah satu makanan ringan yang ada di meja.

"Hahhh..." keluh Kyungsoo menyingkirkan beban berat –kepala Jongin- di bahunya. Ia menatap namja yang memamerkan senyuman tak berdosa itu dengan dahi mengerinyit.

"Berhentilah memakan snackmu itu. Makanlah sesuatu yang lebih sehat, seperti saladku ini." Jongin mengerinyit dan menatap jijik pada bekal Kyungsoo yang dipenuhi sayur-sayuran dan buah-buahan, eww sayur. Ia memberikan gelengan cepat pada Kyungsoo, yang membuat namja mungil itu lagi-lagi mengeluh. Sekarang Kyungsoo merasa bagaikan seorang eomma yang pusing karena aegynya tak mau makan sayuran, dan malah memakan snack yang tak bergizi. Sinchayeo.

"Jongin,"

"Nde?~"

"Katakan A."

"A~"

Layaknya anak penurut, Jongin membuka mulutnya lebar-lebar melafalkan huruf A. Kyungsoo tak menyiya-nyiyakan kesempatan, ia menyuapi Jongin dengan sayuran dan buah dari saladnya. Namja yang lebih muda itu jelas terkejut dibuatnya, secara reflek berniat memuntahkan kembali sayuran yang sangat dibencinya. Namun Kyungsoo lebih cepat, menahan tengkuk Jongin dengan tangan kirinya, dan membekap bibir Jongin dengan telapak tangannya.

"Te-lan." Titah namja mungil itu seraya memberikan deathglare khasnya. Hal itu sukses membuat Jongin merinding. Ia bersumpah, namja imut terkadang menakutkan! And... damn, Kyungsoo looks so hot with that glare! Apalagi dengan tangan yang berada di lehernya, dan jangan lupakan fakta bahwa Jongin secara tak sengaja tengah mengecup telapak tangan Kyungsoo. *Q*

Slerrrp

"Ewww, Kim Jongin itu menjijikkan!" ujar Kyungsoo dengan wajah yang merah, entah karena marah atau apa. Ia mengelap bekas jilatan Jongin di lengan namja tan itu, kemudian memukulnya dengan keras. Ugh, itu sangat sakit. Tidak, Jongin tidak akan menangis karena saking sakitnya, dan matanya tidak berair karena itu terasa perih dan pasti akan ada memar disana esoknya. :'(

"Makan!" Namja yang lebih muda itu menggerutu dalam hati, dan pasrah akan takdirnya. Ia mengunyah sayuran itu dan memejamkan matanya erat-erat, bersiap untuk merasakan rasa memuakkan yang akan menghampiri indera perasanya. Huh? Ini...

"Mashita!" Seru Jongin dengan mata berbinar. Ia merebut sendok dari tangan Kyungsoo dan melahap salad sayuran yang secara ajaib terasa sangat enak dan tidak membuatnya ingin mun- yah, merasa jijik. Disebelahnya, Kyungsoo menatap Jongin layaknya ibu yang bangga, ia telah berhasil membujuk anaknya memakan sayuran. Humm... mungkin aku adalah calon eomma yang baik, pikirnya. What?

"Woaaa itu tadi neomu mashita, hyung! Apa kau punya lagi?" Namja mungil itu menarik sudut bibirnya keatas, membentuk senyuman kecil dan menggeleng. Dan Jongin merasa ia lupa bagaimana caranya bernafas. God bless the delicious salad, Kyungsoo tersenyum padanya! Oh, terlalu banyak hal menyenangkan dalam satu hari, kemajuan pesat Jongin!

"Eh, chakkaman. Lagi?" Kyungsoo membulatkan matanya dan menatap horror pada kotak bekalnya yang -tadinya tiga perempat penuh- sekarang kosong, bersih tanpa sisa. Great. Sekarang apa yang kau pelajari Kyungsoo? Kau semangati dia, dan dia menghabisakan makananmu? Q_Q

"Yak, aku juga ingin makan!" Rutuk namja belo itu, Jongin hanya tersenyum lima jari. Kyungsoo memasang wajah stoic-nya, kemudian memutuskan kembali saja pada bacaannya. Seharusnya ia tak menanggapi bocah ini. Namja belo itu merasakan telunjuk namja menyebalkan -yang telah melahap habis makanannya- itu, menoel-noel lengannya. Kyungsoo menampik tangan itu, dan Jongin tak pernah menyerah. Hufft~ kenapa aku bernasib seperti ini? batin Kyungsoo.

"Mwo?"

"Pulang nanti, biar kutraktir, eoh? Sebagai permintaan maaf~"

Kyungsoo tahu ucapan Jongin memiliki makna tersirat, dan ia sadar senyuman itu selalu berhasil mempengaruhinya. Tapi ia tak mengerti, kenapa ia mulai terbiasa dengan kehadiran namja tan ini di sisinya?

¿ ¿Mi-Cho-Ga?

"Yeollie, temani aku membeli eyeliner baru, nde?" Jam sekolah baru saja usai, dan Baekhyun merasakan seluruh energinya bangkit kembali. 'Cause, hey, it's time for hunting the brand new eyeliner!

Tap tap tap tap

Tap tap tap

'Tentu saja Byun Baek, apapun untukmu, baby.' Begitulah yang tertera di Tab putih itu.

"Aww~" gemas Baekhyun mengalungkan lengannya di leher jenjang Chanyeol. Ia berjinjit, dan menarik namja jangkung itu untuk membungkuk. Ia harus mencium bibir manis itu!

CUP!

'Eh, itu tidak terasa seperti bibir?...'

Benar, itu bukan bibir berisi yang diinginkannya, melainkan punggung tangan Chanyeol. Ia melepaskan rangkulannya di leher jenjang itu. Namja bermata sipit itu mempoutkan bibirnya, menatap Chanyeol dengan puppy eyesnya. Sementara namja Park itu hanya bisa tersenyum menyesal dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada membentuk 'X'.

"Waeeee?" rengek Baekhyun masih dengan pout di bibir tipisnya. Chanyeol menunjuk dirinya sendiri dan berpura-pura batuk, yang terdengar sangat parau dan serak. Lalu kemudian menunjuk bibirnya yang ditutupi masker, dan membentuk tanda silang dengan tangannya; membuat pout di bibir namja mungil itu semakin menjadi.

"Hiks," isak Baekhyun dengan menutupi wajahnya dengan tangan untuk efek dramatis. Chanyeol masih dengan senyuman menyesal menghiasi wajahnya, mengelus-elus surai magenta namjachingunya. Namjachingunya ini memang maniak dengan kisseu dan dimanja, ia berjanji akan mengecup pout itu hingga hilang di wajah imut itu. Setelah ia sembuh tentunya. Inilah akibat dari perperangan dengan Luhan di kantin kemarin. Ia beberapa kali disiram dengan minuman dingin dan ramyeon –yang untungnya tidak terlalu panas– secara bergantian. Walaupun sebelumnya Chanyeol memang sudah merasa tidak enak badan, namun apa yang terjadi di kantin kemarin turut andil dalam kondisinya sekarang.

"Aku akan membunuh barbie itu."

"Eng?" gumam Chanyeol tersadar dari lamunannya. Ia mendapati wajah Baekhyun yang terlihat sangat kesal dan ingin mencakar wajah seseorang, wajah Luhan tepatnya.

"Aku akan menjadikannya Steak Bambi!" Chanyeol menatap horor pada sosok bertubuh mungil yang berjalan secepat kilat menuju kelas Luhan. Segera ia menyusulnya, sebelum adegan berdarah terjadi. Ketika Baekhyun dan Chanyeol sampai di depan kelas Luhan, mereka berpapasan dengan Junmyeon.

"Luhan?" tebak namja Kim itu, memang siapa lagi yang bisa membuat namja Byun itu berwajah mengerikan seperti itu?

"Nde, dimana diva wanna be itu?" Suho aka Junmyeon tak dapat menahan ujung bibirnya untuk naik. Lucu saja, namja bermata sipit itu meneriaki Luhan diva wanna be. Padahal mereka sama-sama diva wanna be. Entah Baekhyun sadar atau tidak.

"Luhan tidak masuk, dia sakit." Baekhyun membulatkan matanya mendengar informasi itu. Luhan sakit?

"Sakit?"

"Nde, dia terjatuh di toilet kemarin."

Lama Baekhyun terdiam, membuat namjachingunya beserta Suho heran. Apa yang sedang dipikirkan Baekhyun? Bukankah seharusnya ia menyeringai, melonjak gembira dan berteriak 'Rasakan itu Barbie!'? Mengingat musuh bebuyutannya yang telah membuat Channienya demam, tengah sakit. Barulah saat merasakan remasan lembut di bahunya, namja Byun itu tersadar dan menatap Chanyeol.

"Haaa- emhh, gwaenhh-uhuk!" Walaupun ucapan namaj tinggi itu tidak jelas, tapi Baekhyun bisa mengerti dari tatapannya. Bukannya menjawab, Baekhyun menggenggam tangan yang dua kali ukuran tangannya itu dan segera berlari. Menyeret Chanyeol yang kebingungan dan meninggalkan Junmyeon dengan kondisi yang sama. Ada apa dengan divaliner itu? Selang beberapa detik, barulah sang ketos sadar bahwa ia tak seharusnya membiarkan Baekhyun pergi. Karena para anggota osis akan mengadakan meeting untuk festival sekolah yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.

"Yak Byun Baekhyun, eodigayeo? Kau tak boleh pergi, bagaimana dengan rapat festivalnya?! " Namun teriakannya hanya bagaikan angin lalu bagi Baekhyun. Jangan remehkan namja Byun itu, walaupun tubuhnya tak terlalu tinggi; namun larinya sangat cepat. Ia pernah mengalahkan Chanyeol di saat pertemuan pertama mereka.

"Hahh... kenapa selalu seperti ini? Aku butuh aspirin." Junmyeon memijat pelipisnya, kedua diva itu membuatnya menua 2 tahun lebih cepat. Sekretaris osis sakit, sekarang bendaharanya juga ikut-ikutan tidak menghadiri meeting. Hufft... Disaat namja Kim itu sibuk memijati pelipisnya, mendadak Yixing berjalan cepat melewatinya begitu saja.

"Yak Yixingie, kau mau kemana? Ingat, kita ada meeting." Namja asli Chansa itu berhenti, memutar tubuhnya dan memiringkan kepalanya menatap sang ketos.

"Meeting apa?" Lagi? Junmyeon ingin menangis rasanya. Kenapa tidak ada satupun anggota osis yang bisa diharapkan dan bertanggungjawab?

"Meeting tentang festival sekolah, Yixingie..." Namja tampan itu tersenyum lega ketika secercah cahaya harapan dari namja Zhang yang membulatkan bibirnya membentuk huruf O itu mengangguk. Sepertinya ia telah ingat dengan meeting itu. Yixing berjalan mendekati Junmyeon, dan mengulurkan tangannya. Walapun tidak mengerti kenapa namja berkulit pucat itu mengulurkan tangan, Junmyeon menyambutnya juga. Kemudian dengan wajah tanpa dosa dan senyuman malaikat yang menghiasi wajahnya, Yixing berkata,

"Joneun Zhang Yixing imnida, Kelas 3-1. Neol nuguya, hottie?"

"Hiks, Kim Junmyeon. Ketua osis yang merana!" Kali ini, namja Kim itu benar-benar menangis, sungguhan.

.

.

.

Chanyeol sungguh tak mengerti, apa yang mereka lakukan disini? Saat ini ia dan Baekhyun tengah berdiri di depan apartment Luhan. Wow, apakah matahari sudah terbit dari barat? Atau Baekyun membenturkan kepalanya tadi pagi?

"Ugh!"

Chanyeol menatapi namjachingunya yang bolak-balik di depan pintu. Menggenggam engsel pintu, lalu melepaskannya lagi dengan geraman menyertainya. Kepala Chanyeol dibuat pusing karenanya. Ia menyentuh leher Baekhyun, membuat namja mungil itu terlonjak. Baekhyun mendongak, menatap Chanyeol yang memberikan isyarat mata agar Baekhyun segera mengetuk atau buka saja pintu itu.

"Shirro..." ujar Baekhyun dengan wajah sedih dan puppy eyesnya. Hahhh... Chanyeol benar-benar tak mengerti. Jika ia ingin masuk, masuk saja? Kalau tidak mau, ya pergi saja. Tapi sepertinya namjachingunya ini tidak ingin pergi karena suatu alasan. Ugh, kepalanya berdenyut lagi. Chanyeol segera memeluk pinggang Baekhyun dari belakang, dan menopang kepalanya di bahu sempit sang kekasih. Namja Byun itu dapat merasakan nafas berat namja Park itu disekitar lehernya.

"Channie, neol gwaenchana?" Namja tinggi itu memberikan senyuman lemah pada Baekhyun. Jujur saja, ia merasa sedikit pusing dan ingin ke kamar kecil. Baekhyun tahu ia tak punya pilihan lain, selain masuk ke dalam apartment divabambi itu. Namjachingunya bisa kelelahan berdiri disini. Baiklah Baekhyum, man up! You are a 'Byun'!

TeBeCehhh

Huuuuu~ bum shkalaka, bum shakala~ FANTASTIC BEBEB! :D

Sape yang minta moment n eNCehh HunHan? Chukkae, chappie depan bakal muncul! #huuuuuuu *disambit*

Diepisode depan, bakal ada moment lubaek, hunhan, piiipPiiip, nyinggung masalah kenapa lubaek musuhan, ummm... mungkin masa lalu yeol n hun? Ato sejarah pertemuan pertama puppyBaek & giraffeYeol? :D

Ok, yuk capcus~ ane mau latihan buat teaching as a teacher in front of my friends! ;A; ok, ane gak bakalan panik n nervous disini. Karena selasa besok masih harus presentasi, n in Wednesday i have an EXAMINATION waiting for me!

Lalala~ /nari piring sambil nginjak beling/