Welcome, to Mobile Legends.
Disclaimer: Mobile Legends: Bang Bang (c) Moonton.
Warning(s): garing, bahasa kasar. short. pengalaman pribadi. multichap tp cerita lepas semua.
Sinopsis: #2. Saber adalah assassin. Alice adalah mage. Buff adalah perusak keharmonisan tim.
note: thanks atas ripiunya, saya ga bales soalnya speechless sendiri ada yang baca hehehehehh
note2: oh uas, stress diriku:")
.
.
"Lah?"
"Lah?"
"Hah?"
"Wtf?"
"Jiiiir."
Jalur tengah, sesama Miya berantem merebut dominasi atas batas tengah. Jalur bawah, Aurora dan Minotaur melawan Aurora yang elite dikit dengan skin cakep dan Minotaur juga. Jalur atas dijaga oleh Cyclops dan Zilong—yang juga, serupa dari kedua belah tim.
Bagi yang keasikan main ranked di tier epic keatas, tidak pernah mendapatkan momen langka seperti ini. Tapi bagi yang doyannya gentayangan di classic match, entah buat perbaiki winrate (yang ujung-ujungnya malah terjun payung jadinya karena setim ama mereka yang ngebet legend) ato buat naikin matches played hero tertentu, lain cerita.
.
.
Yang satunya gabisa mati, yang satunya tahan banting.
Alucard—yang semula bersama Nana yang terpaksa migrasi ke jalur lain buat membantu formasi 311 yang dikeluarkan dari sisi musuh—berdiri sendirian di jalur atas. Ia mesti bolak-balik hutan-jalur dengan cepat untuk meminimalisir kerusakan. Untuk itulah ia membeli sepatu lebih dulu. Demikian juga Argus dari tim musuh.
Yang berambut seputih salju meratapi nasibnya. "Gue ga dapet duit lebih buat jajan nih gara-gara Nana pindah ke jalur bawah!" ratapnya dalam hati. Memang suatu kebiasaan mendapatkan uang jajan tambahan seandainya berada dekat bersama si elf kucing itu.
Sementara Argus menghela napas lega karena Nana pindah ke jalur lain. "Ga jadi dikutuk jadi kucing deh." pikirnya demikian.
Bruno yang semakin kuat dan sukses mengembat seluruh jungle dalam sekali jalan memaksa Alucard untuk farming minion saja. Ia berdiri di jalurnya agak lama, menunggu minion datang supaya ia bisa membunuhnya. Demikian juga Argus.
Dieeeeem.
Anteng.
Tenang.
Damai banget bukan kayak lagi mau berantem.
Mereka bertemu pandang.
Alucard—meskipun Argus tidak memiliki fitur wajah yang pasti—merasa direndahkan oleh Argus. Padahal cuma diliatin doang, gara-gara nasibnya sama sama Alucard; hutannya dibabat abis ama Karrie.
"Apelo liat-liat? Nanding gelud?!" ujarnya sewot. Argus terkejut mendengar bentakan Alucard. Ia jadi ikut marah karena dimarahin Alucard, padahal dia ga salah apa-apa.
"Alah sok iya lu!" balasnya tak kalah sewot. "Gue dateng kesana lu modar baru dah nangis!"
"Yaudah sini lu baiwan ama gue!"
"Eeh, dah nantangin malah nyuruh gue yang kesana! Lo yang kesini!"
"Lo yang kesinilah jin*!"
"Elu!"
"ELUUUU!"
Begitulah.
Akhirnya mereka berantem cuma adu mulut, nggak adu jotos.
Dasar cemen.
.
.
Nenek lampi—Vexana kala itu sedang farming di hutan atas bersama Karina.
Dua dukun di hutan, berusaha memperkuat jampi-jampi mereka.
Ehem.
Di hutan atas Karina membunuh spinner dibantu oleh Vexana, lalu keduanya kembali ke lane masing-masing, Karina membantu Clint di atas, Vexana ditinggal sendiri di jalur tengah buat bersihin minion.
Dulu Ratu, sekarang jadi tukang cleaning sevice. Maaf, ya. Hidup (atau mati)mu banyak cobaan.
Vexana lantas melihat, bahwa Lapu-Lapu sedang berjalan menuju reaper di hutan bawah. Hal itu membuatnya segera berjalan ke tempat ia berada, lalu mengatakan pada petarung itu: "Aku akan mengambil buff."
Mereka berdua asik farming, tidak melihat Karina segera meluncur dari jalur atas ke hutan bawah. Ia membersihkan jalur tengah, lalu segera menghantam monster putih.
Saat nyawa reaper sudah mau habis, Karina segera berjalan dekat-dekat ke mereka—
—lalu me-retri reaper hasil pukul-pukul kerja keras Vexana dan Lapu-Lapu.
"…."
Selanjutnya Vexana afk.
.
.
Kalo lagi tawuran, yang berusaha dibunuh duluan itu ya dukun. Ato ga marksman.
Dalam kasus ini, karena satu tim udah eneg dinistai Kagura musuh yang kill streak-nya mencapai 10, maka satu tim mati-matian ampe gigit kuku usaha semaksimal mungkin buat ngabisin dukun, sedang marksman-nya belakangan.
Nah sebelum tawuran, satu tim langsung ngadain perburuan dan eliminasi satu persatu tim musuh yang kelihatannya sedang sendirian, atau nampaknya pertolongan yang akan datang bukan-Kagura. Dengan cepat Natalia (yang ingin mencuri buff, lagi kurang hoki) dilibas habis oleh Harley.
Selanjutnya, dengan situasi 5v4, mereka pede maju-maju.
Saat keempat musuh yang tersisa berkumpul, Aurora mengeluarkan ulti-nya, menyebabkan tiga dari empat musuh membeku. Mereka semua langsung mengeroyoki yang tidak berdaya untuk melawan. Hayabusa dengan lincah segera berusaha membunuh mereka mendapat double kill, hingga akhirnya Balmond dan Karrie tewas, Cyclops yang tersisa segera mundur.
Tapi Hayabusa terus mengejar Cyclops, hingga terjadilah triple kill (modal shuriken melayang dengan sfk set-set jdes.)
Tapi dimana Kagura?
Hayabusa teleport ke bayangan di tempat timnya berada, mereka mati-matian ingin mendapatkan si dukun cebol nan lincah itu.
"Hayaaaa! Bantu!" Harley berteriak-teriak tidak karuan saat Kagura mengeluarkan ulti-nya dan membuat mereka sulit bergerak. Tigreal berusaha stay di belakang, agar teman tim-nya bisa kabur dengan selamat (sia-sia, karena Aurora dan Alpha tidak berhasil keluar dengan selamat). Hayabusa mengisyaratkan mereka untuk serang.
"Bantuin dongo!"
Hayabusa mengangguk.
Harley men-cast ulti-nya pada Kagura yang segera mundur, seluruh tim yang tersisa segera mengejar Kagura.
Selagi keduanya mengejar Kagura, Hayabusa tinggal di dekat lokasi dimana Kagura meniggalkan payungnya.
Benar saja, Kagura segera teleport kembali ke payungnya.
Mata mereka bertemu, Kagura panik.
Ia memasang ancang-ancang untuk mendapatkan maniac—namun sesuatu menghentikannya telak di tempat. Otaknya berputar untuk sepersekian detik. Ia melihat map untuk memastikan dan—sempurna.
Dengan mulut kering dan lidah kelu karena tidak rela, ia berkata: "Pergi."
….
Ea, berasa sinetron.
Kagura tidak melawan, ia dengan cepat berlari menuju base-nya—namun Hayabusa melemparinya shuriken terlebih dahulu, ia menjelaskan: supaya lebih meyakinkan kalau kau pergi dengan perlawanan.
Aku masih tidak bisa membunuhnya, katanya seraya melihat Kagura yang sudah kehabisan mana berusaha untuk menyelamatkan diri.
Hayabusa tersenyum. Aku tidak bisa membunuhnya, ia ulangi lagi seraya recall, menambah efek dramatis.
SHUT DOWN!
...tapi Harley bisa. Weee mampusssss. Kalo mana gue masih sisa gue yang bunuh tuh. Katanya dalam hati, dengan senyum nista dan perasaan dengki.
Alasan ke-32193834 mengapa Hayabusa perlu buff.
(Sebenernya sih, dah dikasih ama tim, tapi dianya kadang-kadang mager ngambilnya.)
Pekok.
.
.
Suatu hari yang cerah, Freya sedang farming. Sendirian. Aurora recall.
Kemudian datanglah trio kwek-kwek yang beranggotakan si bontot dari gua hantu, guguk beringas, sama sapi (yang lagi mode ngamuk).
Jadilah dia disampahin jarahannya.
Setelah itu, Freya kapok jalan-jalan sendirian. Dia memanggil teman terpercayanya, Lolita untuk membantunya, dan Aurora, sebagai tenaga tambahan untuk mengantisipasi si cebol dan guguk yang battle spell-nya, retribution.
(Sebagai orang yang pernah terlibat dalam kombinasi itu—ga ada yang bisa kabur kalo dah kena.)
Lolita bersembunyi di rumput, ia hendak menunggu trio kwek-kwek. Ia memberi isyarat pada Freya dan Aurora untuk melangkah mundur dan membiarkan ketiga orang itu maju mendekat. Aurora melemparkan bola salju ke arah minion—Lolita segera men-cast ult saat ia melihat Aurora telah siap untuk mengeluarkan itu.
Ketiga orang yang tidak tahu apa yang sedang terjadi pada mereka—hingga pergerakan mereka menjadi sangat, sangat, lambat—melangkah ke sembarang arah, berharap efek slow segera meninggalkan mereka. Namun sebelum sempat bertemu dengan reaksi yang diharapkan, mereka terkena stun. Freya segera melompat, dan Aurora mengeluarkan ultimate-no-jutsu andalan tim di saat tawuran yang habis-habisan dikutuki oleh orang-orang yang kurang beruntung.
Yang selamat hanyalah sapi, si anak cabe dan guguk itu tidak sempat bereaksi apa-apa, nyawa mereka telah ludes dalam sekejap.
Ketiganya langsung menyerbu tower, dan sekejap menghancurkan.
Di saat itulah Lolita segera pergi ke jalur tengah untuk membantu Yi Sun-Shin (yang sedang naik daun karena abis di-buff) yang sempat terciduk oleh Miya dan Hayabusa. Aurora recall (lagi), karena males nge-roam. Sedangkan Freya langsung lanjut farming lagi.
Sendirian.
Ga kapok.
Ehem. Ia menghajar monster berwarna cokelat, lalu karena dirasa belum puas, ia juga segera berjalan ke reaper.
Saat itulah Miya, Cyclops, dan Minotaur menghampiri.
"Bego bener gue." Ia mengumpat.
Ia menggunakan skill 1 untuk lompat sejauh mungkin, namun Cyclops menggunakan skill 2 untuk berjalan lebih cepat, dan mengeluarkan jurus mautnya agar Freya tidak bisa lari kemana-mana.
Ia… dijahatin… untuk penjelasan yang tidak sebrutal kenyataannya.
Kata-kata emasnya: "NGENTO—"
.
.
"Tot, cek lord."
Cepot—Celot—maksudnya, Lancelot, berkata. Gatotkaca memberikannya tatapan 'ga-ada-nama-lain-apa'. Chou mendampingi Irithel kemanapun ia pergi, dan saat ini mereka membersihkan minion, selagi Cepot dan Gatot suit untuk menentukan siapa yang bantu jaga base, siapa yang yolo steal lord.
Odette menghampiri Lancelot, malu-malu kucing. "Gimana kalau… kita berdua kesana, Lance?"
Lancelot mengibaskan rambutnya yang di-sampo-in Panten*. Ia bertekuk lutut, tidak segan untuk mengecup punggung tangan Odette. "Maafkan aku telah gagal membawakanmu kemenangan yang layak engkau dapatkan—tapi ketahuilah, Odette-ku sayang, dalam pertarungan ini, setidaknya kau telah memenangkan hatiku—tidak seperti wanita hutan rimba itu."
Irithel nampak tersinggung, namun ia tidak menyuarakan isi hatinya.
Keduanya terus berbincang, mulai dari yang paling bego sampai yang paling puitis terus mereka ungkapkan tanpa henti pada satu sama lain.
Hingga tidak menyadari bahwa base mereka telah diserbu.
Dan mereka harus menelan kekalahan karena tidak membantu ketiga rekannya untuk melindungi.
Karena keasikan bacot.
Jangan bacot kalo dah mau kalah.
.
.
note: pernah main sama 2 org yg pacaran, terus mereka malah sayang-sayangan di chat?:)
