Tangan Donghyuk menggapit erat lengan Mark dan memaksanya berjalan bersama masuk ke dalam kamar Jaehyun.
"Ini kamar Jaehyun Hyung, Donghyuk." Ucap Mark heran, lagipula tidak baik untuk masuk ke kamarnya ketika sang pemilik ada di kamar mandi.
Donghyuk memperhatikan kamar Jaehyun dan tak seperti dalam mimpinya waktu itu. Kamar ini seperti biasa merupakan kamar ter-rapi di rumah ini. Hanya sekarang ada kruk berdiri manis di sudut. Juga ada lembaran kertas-kertas di atas meja.
Meski runci tajam dan beracun menoreh luka,
bukan itu yang dibenci pengagum bunga dari Mawar merah liar yang merekah
Tapi bagaimana penyintas jalan dapat ikut mencium aroma bunga terindah itu bersama dengannya
Meski panas perih apinya mengelupas tubuh,
Bukan itu yang dibenci penjelajah angkasa dari Bintang yang indah berpendar
Tapi bagaimana pengembara dapat menggunakan cahaya bintangnya itu untuk ikut membimbing jalannya pulang
Sekalipun berat, remuk sudah tulang , lelah jiwanya dan habis seluruh harta untuk mendapatkannya
Bukan itu yang dibenci pecinta dari kekasihnya yang sempurna
Tapi bagaimana orang selain sang pecinta dapat menikmati keindahan senyuman yang merupakan dunia untuknya
"Euhh" Donghyuk membuat muka jijik setelah membaca tulisan di atas meja itu. Dia juga menutuo hidung karena kertas wangi kertas itu terlalu menyengat untuk dirinya. Khas Jaehyun sekali sangatgombal.
"Jaehyun dan Taeyong Hyung sempat ada sedikit ribut-ribut karena Taeyong Hyung 3 hari lalu pulang malam diantara oleh Chanyeol Hyung. Waktu itu Johnny yang disuruh mengantar pulang tiba-tiba disuruh oleh professor di universitasnya untuk mengambil kue ulang tahun istrinya yang ketinggalan di kampus. Saat Johnny sudah sampai di studio dance Taeyong sudah tidak ada. Besoknya Jaehyun Hyung tidak sengaja melihat snap stories Chanyeol Hyung bersama Taeyong, mereka seperti menikmati lagu di dalam mobil Chanyeol Hyung bahkan sampai berjoget bersama dan Taeyong terus memuji sound system mobil itu. Jaehyun hyung panas, dan dengan modal kaki seperti itu dan kruk, nekat menyetir pagi-pagi ke rumah Taeyong dengan mobil Johnny. Kau tahu sendiri Jaehyun sangat sensitif kalau soal Chanyeol Hyung. Apalagi Taeyong berbohong dia naik taksi. seharian Jaehyun mendiamkan Taeyong tapi dia yang stress sendiri. Dia akhirnya terus meminta maaf dan menulis-nulis puisi seperti itu. Konyol sekali. Tapi Jaehyun Hyung sangat sayang dengan Taeyong makanya dia begitu." Mark tertawa melihat lembaran lembaran kertas itu.
"Ya ya syukurlah kalau memang Jaehyun Hyung sangat sayang. Jadi dia tidak akan menyentuhmu." Kata Donghyuk sambil membawa Mark keluar dan menuju ke kamar kekasihnya itu.
"Maksudmu menyentuhku ? Hey ngomong ngomong soal jaehyun Hyung, Aku mau tanya apa yang kau lakukan tadi di kamar mandi hah?" Mark tidak percaya dengan kelakukan pacar nya yang lebih muda itu.
"Kenapa Hyung di kamar mandi bersama nya hah ?" Donghyuk mendengus kesal sambil membuka kamar Mark bukan menjawab pertanyaan Mark.
"Jaehyun Hyung itu masih belum sembuh total mana dia habis berlaku ekstrim beberapa hari lalu. Bagaimana kalau dia terpeleset di kamar mandi? Aku dan Johnny selalu mengawasi dia karena Jaehyun Hyung itu keras kepala memaksakan diri untuk berjalan dengan kaki yang seperti itu." Mark pasrah saja digiring dan dia duduk di kasurnya. Sedangkan Donghyuk berdiri dan melipat tangannya di dadanya.
"Kau kenapa tadi mau meninjunya begitu ? Hyung ku sedang sakit kau tau, lagipula itu tidak sopan." Mark agak marah dengan kelakukan Donghyuk, ya kadang Donghyuk suka main-main sok meninju Jaehyun setelah mendengar Jaehyun berkoar-koar tentang teknik sanshou nya, tapi yang terjadi tadi itu sepertinya bukan main-main.
"Tadi dia mau menyentuh bibirmu segala," Kata Donghyuk sambil menggembungkan pipinya.
"Hanya membersihkan busa sikat gigi Donghyuk. Lagipula dulu kau sudah biasa melihat dia membersihkan mulutku kalau makan, kau ini kenapa sih ?"Mark memegang tangan Donghyuk.
"Ya aku takut, tidak suka saja." Donghyuk duduk dan bersender pada Mark.
"Kalau tidak suka itu ya bilang, jangan main tangan. Kalau begini saja kau cemburu bagaimana kalau melihat Johnny.." Mark mengusap rambut Donghyuk dan tidak menyelesaikan kata-katanya.
"Kenapa Johnny ? Apa yang dia lakukan padamu" Donghyuk langsung melepaskan diri dari pundak Mark dan berkata keras. Sudah Jaehyun, Johnny pula. Habis pacarnya dirumah.
"Ehh..tidak ada, aku hanya... Hey, kau belum mandi ?" Kata Mark sambil melihat baju Donghyuk. Dia berusaha mengalihkan pembicaraan. Hampir dia keceplosan dia , dulu kan Johnny sering mencium bibir Mark.
Donghyuk tersadar dan langsung menatap bajunya. Dia malu, biasanya kalau sebelum bertemu Mark dia pasti akan mandi, berdandan dengan sangat rapi dari ujung rambut sampai ujing kaki. Sekarang dia terlihat seperti gembel. "Aku bau ya Hyung ?" Kata Donghyuk mencium ketiaknya.
"Tidak-tidak bau kok." Mark berkata jujur pada Donghyuk. Aneh tapi badan Donghyuk tidak pernah bau menurutnya.
"Ehh.. aku pulang saja yah mandi dulu." Kata Donghyuk keki, dia berdiri dan hendak pulang.
"Ya kau bisa mandi disini, tapi duduk dulu sini katakan kenapa kau sampai datang pagi-pagi belum mandi, lalu mendobrak pintu dan mau menghajar Jaehyun Hyung begitu." Mark menarik Donghyuk agar duduk dan berhadapan padanya.
"..." Donghyuk diam saja dan tidak menjawab apapun.
Hah kalau sudah diberi silent treatment begini Mark jadi pusing. "Bahkan kau tidak memberikan 'salam selamat pagi' padaku hari ini ?" Kata Mark menunjuk pipinya.
Cup. Donghyuk mengecup pipi Mark. 'Good morning" . Kata Donghyuk sambil tersenyum. Mark membalas senyumannya tapi saat melihat muka Donghyuk lebih dekat tersadarlah dia bahwa mata Donghyuk agak sembab. Daritadi dia tidak memakai lensa kontak ataupun kacamatanya jadi tidak terlalu jelas dalam melihat .
"Lho ? Kau habis menangis ?Kenap.." Mark tidak percaya. Dia hanya pernah sekali melihat Donghyuk menangis. Itu waktu kembarannya di opname.
Tiba-tiba Donghyuk mensejajarkan matanya dengan Mark dengan jarak yang hidung mereka nyaris bersentuhan. Mark menaikkan alisnya kebingungan. Semua terjadi begitu cepat Donghyuk menerjang Mark dan mendaratkan bibirnya pada bibir Mark yang sedang terbuka. Dihisapnya bibir bawa dan atasnya seakan ingin memakan wajahnya. Mark tidak siap dia berusaha melepaskan diri tapi Donghyuk menekannya sampai dia terbaring di tempat tidur. Sampai pria berambut merah itu melepaskan diri dia mencium dan menyapu cepat bibirnya turun ke dagu, dada sampai pada gundukan di boxer Mark.
"Ayo kita lakukan Hyung , sekarang. Ayo." Kata Donghyuk seperti kesetanan dan berusaha membuka boxer Mark.
"HEY HEY, Are you crazy ? Babe sadarlah !" Mark berusaha menjauhkan kepala Donghyuk dari celananya
'Plak' Mark menampar pipi Donghyuk. Tidak sangat keras. Tapi cukup untuk menyadarkan Donghyuk.
'Kenapa? kau tidak mau melakukannya denganku ?" Donghyuk berdiri. Matanya berkaca-kaca, dia merasa ditolak.
"Tidak seperti ini! Kau pikir melakukannya itu gampang ? Butuh persiapan, Mulutmu saja belum disikat ." Mark melap bibirnya.
"Aku mandi, sikat gigi lalu kita melakukannya."Donghyuk memaksa.
"Aku dan kau belum siap Lee Donghyuk. Banyak hal yang harus dibicarakan dan kita harus sepakat untuk hal hal tertentu." Mark berdiri dan menyentuh bahu Donghyuk.
"Kau tidak mau kan ? Kau mau penis yang besar seperti Jaehyun begitu ?" Donghyuk berulut dan menjambak rambutnya.
"Lho, kenapa Jaehyun ? Dia itu Hyung ku Lee Donghyuk. Lagipula aku tidak akan melakukan hubungan itu Cuma karena ukuran penis? Dengan saudara sedarah sendiri." Mark menyentuh pipi Donghyuk
"Tapi kalian cuma sepupu, bahkan di negara lain sepupu saja bisa menikah! Bagimana kalau dia memaksamu? Lalu kau suka." Kata Donghyuk keras.
"Dia bukan cuma sepupu untukku. Sudah sama seperti Johnny. Aku menyayanginya sebagai saudara, bukan love interest okay. Lagipula kalau dia memaksa akan aku tendang wajahnya. Dia sudah punya Taeyong, aku sudah punya Kau, bahkan Johnny meski terlalu complicated dia juga punya orang yang dia cintai sendiri. Aku tidak akan suka, karena aku cuma mau denganmu. " Mark berkata tegas.
"Tapi di komik-komik Renjun ! " Donghyuk menggigit bibirnya. Renjun adalah anak pendiam di kelas. Tapi semenjak tersebar berita Donghyuk dan Mark jadian, Renjun jadi dekat dengan Donghyuk dan suka bertanya seputar hubungan mereka. Donghyuk bukan tipe lelaki yang suka curhat, tapi Renjun suka menjejalinya komik YAOI Jepang yang mungkin katanya bisa jadi referensi untuk Donghyuk. Permasalahannya adalah Renjun ini suka sekali cerita bertema incest dan rata-rata jalan ceritanya berputar di antara hubungan terlarang antar saudara, dengan paman, dengan ayah sendiri, bahkan kembaran. Kemarin Donghyuk baru membaca Brother X Brother mungin karena itu dia jadi terbawa mimpi.
"Itu komik! Ini dunia nyata. Jaehyun dan Johnny itu memang kadang suka berlebihan, tapi mereka tau batas, ada alasan kenapa mereka seperti itu. Jadi jangan khawatir." Mark membawa Donghyuk untuk duduk kembali di kasurnya. Donghyuk masih terlihat kalut , dia tidak berkata-kata.
"Hyung., bagaimana kalau Hyung tidak puas dengan ukuran penisku.." Donghyuk berkata tanpa disensor, tapi dia serius bukan mau menggoda.
"Seks itu tidak mungkin langsung berhasil sekali. Ekpslorasi, mencoba lagi, melakukan hal hal yang berbeda mencari titik kesenangan itu bukanlah sihir tapi kerja keras. Lagipula sayang, siapa bilang kau yang memuaskan aku hah ? Aku lah yang akan memuaskanmu , understand ?" Mark mengangkat dagu Donghyuk.
"Lho ? Aku pikir aku Hyung ? Aku tidak mau ! Itu akan sakit Hyung! " Donghyuk membuatkan mulutnya tidak percaya.
"Tuh. Soal ini saja kita belum sepakat dan kau sok sok melompat saja." Mark menghela napas.
Donghyuk memperhatikan Mark. Dia kemudian mendekati Mark lagi dan pria berambut pink itu sudah mulai siaga. Ternyata Donghyuk memeluknya dan bersender di baku kanannya. "Yasudah aku tidak apa-apa sih, Hyung bisa melakukan apapun padaku, asal cuma melakukannya bersamaku, bagaimanapun bentuknya, aku sudah tidak tahan pokoknya enam bulan lagi janji." Donghyuk meremas baju di dada Mark.
Mark hampir tersedak napasnya sendiri. Sialan anak ini berbicara begitu kan dia jadi berpikir yang tidak-tidak. 'Sabar ini cobaan, sabar ini cobaan' batinnya. Mark sadar tangan Donghyuk yang memeluknya sudah lari kemana-mana.
"Hoy, bagaimana kalau kau mandi dulu disini. Kita main hoverboard di lapangan rahasia kita di dekat sini ?" Mark ingin agar Donghyuk lebih rileks dan juga stop menggrepe tubuhnya tentunya.
"Wahh sudah lama, baiklah kalau begitu. Bagaimana kalau saat aku mandi kau bereskan saja kamar yang berantakan ini ? Ini terlihat seperti kapal pecah." Ucap Donghyuk pedas. Kebiasaan buruk Mark adalah berantakan.
"Oke. Eh tapi sebelum kita pergi , harus minta maaf dulu dengan Jaehyun Hyung ya." Mark menepuk pelan pipi tembam Donghyuk
""Iya, Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu ya." Donghyuk menyentuh singkat lutut Mark. Dia kemudian membuka lemari baju Mark dan mengambil handuk mandi kepunyaanya. Mark mulai membereskan kamarnya dan tak lupa mengatakan untuk jangan terlalu lama mandi.
Donghyuk turun menyusuri anak tangga. Dia menuju dapur untuk mengambil sikat gigi baru di lemari. Biasanya ada di dalam lemari obat-obatan. Sekaligus mencari Jaehyun yang tidak terlihat batang hidungnya. Terdengar suara sayup-sayup dari taman belakang. Ketika digesernya sedikit pintu taman itu ..
"Ah.. bagus iya enak hyung seperti itu.." Shit.Itu suara Jaehyun Hyung kan ? Batin Donghyuk. Salahkah kalau dia jadi teringat pada suara Mark di mimpinya. Donghyuk menahan diri untuk membuka pintu geser lebih lebar dan masuk. Jadi tempat duduk dan meja itu disudut karena Donghyuk dan Mark menggunakan Taman untuk syuting tugas drama minggu lalu, jadi tidak terlihat dari dalam. 'Jaehyun bilang 'Hyung' siapa lagi kalau bukan Johnny' batin Donghyuk. Ah mungkin mereka sedang..
"Sedikit lebih keras. JANGAN terlalu keras.. uh.. keep it..keep it that's good.". Okay otak Donghyuk sekarang sudah berpikir yang tidak-tidak. Katanya mimpi itu firasat. Hanya saja kadang pertanda di mimpi agak sedikit berbeda dengan kenyataanya. Dia membayangkan dua lelaki kekar yang seperti tiang listrik melakukan 'itu'. Eh tapi Elektel Delusion uke nya juga sama tinggi jadi bisa mungkin ?. Donghyuk mengingat salah satu manga yang ada di flashdisk pemberian Renjun. Tapi Jaehyun Hyung jadi terkesan pendek sih kalau dengan Johnny. Donghyuk menepuk pipinya sendiri.
"AWW jangan diputar keras-keras! Kau gila hah." Apa yang diputar-putar Donghyuk tidak tau yang jelas tubuhnya sudah merasa aneh.
"Harus diputar, biar bisa meregang tidak kaku. Tenang saja aku kan sudah sering melakukan ini padamu." Donghyuk menyentuh kening, pundak kiri dan kanannya. Tak disangka Johnny sudah sering melakukan hal ini ? Betapa kejamnya mereka tidak memikirkan Taeyong Hyung. Cinta apa? Bullshit Jaehyun buktinya malah melakukan dengan sepupunya. Atau mungkin karena Taeyong Hyung pergi dengan Chanyeol Hyung lalu Jaehyun Hyung balas dendam. Ya diantar pulang dengan melakukan 'itu' kan beda jauh, Donghyuk berpikir sambil meremas handuk dan sikat gigi baru.
"Ya tapi hati-hati, kalau sampai aku tidak bisa berjalan dengan benar seperti minggu lalu, awas saja kau John," 'Tak kusangka si bodoh itu seorang Sadist sudah jelas Jaehyun Hyung itu sedang terkilir berjalan lagi tanpa kruk saja tidak bisa jauh jauh.' Donghyuk mengelus dadanya sambil berbicara sendiri.
"I'll be gentle, maaf waktu itu aku melihat di video jadi mengikuti yang seperti itu hahaha."
"Ujung, sampai ke ujung juga... ohww mantap ... you are really good!" "Ini bagian depan atau belakang ya? Harusnya aku menggrebek mereka bukan malah membayangkan." Donghyuk menjambak rambutnya sendiri.
"Sepertinya sudah yah ya ? Aku capek." Napas Donghyuk tercekat. 'Jaehyun Hyung susah dipuaskan ternyata, Johnny kan kuat, kalau Mark bagaimana ya?' Donghyuk tersenyum mesum membayangkan nanti, dia akan ikut lebih semangat olahraga saja sekarang biar nanti kuat fufufu.
"Tunggu belum.. sedikit lagi lah... sebentar lagi... oke OWH". Donghyuk merinding. Berpikir Jaehyun klimaks.
"Sudah puas ?"
"Puas, dan penuh. Biasanya Taeyong yang melakukannya padaku , tapi dia itu kurang enak karena dia tidak tega keras-keras dan takut menyakitiku, padahal kan tidak apa kalau sakit pasti aku bilang." Donghyuk menutup mulutnya yang menganga. Dia berjanji pada dirinya kalau dengan Mark dia akan melakukan itu dia akan keras-keras supaya enak? Atau dia nanti minta Mark untuk keras-keras? Tunggu apa yang keras Donghyuk jadi bingung, Oh ya dia juga kaget kalau selama ini yang bottom itu Jaehyun?
"Kalau Taeyong sibuk aku penggantinya begitu ? Oke bagus." Donghyuk tidak menyangka ternyata Johnny tipikal fuckboy. Haduh berarti nanti dia itu yang harus diawasi, Mark juga harus terus dipuaskan jangan sampai mencari pengganti. Tapi kan Donghyuk rajin 24/7 mengontrol kekasihnya itu, jadi dia tenang.
"Harusnya diolesi sebelum tadi ya, biar licin begitu." Apa yang diolesi ? Kepala Donghyuk memiring. Apa yang dioles oles?
"Aduh tanganku lengket begini." Apa sih jorok jangan jangan mereka mengolesi sperm mereka kemana-mana. Donghyuk berjanji tidak akan duduk di kursi taman.
"Nanti bisa kau bilas dengan air. Atau pake lap handuk yang kau bawa." Sudah prepare mereka ternyata. 'Sangat laknat, padahal ada aku dan Mark Hyung yang disini, mereka tidak malu!' batin Donghyuk
"Oh iya lupa."
"Hyung, aku mau lagi." Donghyuk menyerngit Jaehyun Hyung yang sok cool ternyata pendosa kelas kakap.
"Ya ampun, kau ini rakus ya. Tapi aku juga jadi ingin.".Tidak-tidak tak sanggup Donghyuk untuk menguping ronde dua. Dia kabur dan berlari ke arah kamar mandi. Donghyuk berpikir setelah ini dia akan melaporkan kelakuan bejat Johnny dan Jaehyun pada Mark. Oh tidak deh bagaimana kalau Mark marah pada mereka dan malah nanti Mark di punish oleh mereka berdua seperti yang terjadi di komik komik renjun itu! NOOOOOO . My Snow White. Donghyuk menggelengkan kepalanya. Nanti dia lapor Taeyong Hyung saja langsung.
Donghyuk melucuti bajunya sendiri dan menggantungnya di gantungan saat dia melihat kebawah.
"OH MY GODDDDDDD" Teriak Donghyuk nyaring.
"CEPAT MANDINYA DONGHYUKKK" Teriak Mark tak kalah keras.
CHEW CHEW CHEW CHEWING GUM~
"Donghyuk, tidak ada lagu lain ? Ini terus yang diputar." Kata Mark yang menggenggam tangan Donghyuk sambil bersama sama mereka melakukan putaran lingkaran besar.
"Biar saja, biar kita seperti judulnya, akan menempel terus selamanya seerat permen karet." Kata Donghyuk sembarangan.
"Permen karet dengan permen karet kan tidak menempel." Kata Mark sambil membenarkan snapback nya dengan tangannya yang bebas.
"Ah masa Hyung ?" Donghyuk yang juga memakai snapback yang persis mirip terlihat kaget.
"Haahaha. Kita duduk sebentar yuk, aku sedikit pusing berputar terus." Mark memegang kepalanya.
Donghyuk kemudian melepas tangan mark. Kekasihnya itu langsung menggunakan hoverboard menuju pinggir lapangan yang ada mat kecil yang memang mereka bawa untuk duduk kalau main hoverboard disana. Donghyuk mengendarai Hoverboard menuju ke dua tiang putih yang pendek yang di atasnya masing masing ada satu botol minum mereka. Memang lapangan itu adalah bekas lapangan tennis, tetapi sekarang sudah tidak digunakan lagi. Tempat itu sepi karena sudah lapangan yang baru , lebih besar, ada wifi, bangku dan berbagai fasilitas. Ditambah lagi sudah ada taman yang baru untuk spot berkumpul, jadi tempat yang lama ditinggalkan. Tempat ini sering Donghyuk dan Mark gunakan untuk latihan Hoverboard. Sekaligus untuk berduaan kalau kalau Johnny dan Jaehyun jailnya kumat dan mereka tidak bisa berduaan di kamar Mark. Dua tiang listrik itu kadang suka tiba-tiba membuka pintu kamar Mark dan setelah itu berlari. Kalau di kunci tidak boleh, karena memang peraturan di rumah itu begitu. Padahal Jaehyun boleh mengunci. Tidak adil, tapi kalau dibantah mereka akan memasang tampang yang menyedihkan, Mark terlalu tidak tega jadi dia menurut saja.
"Thankyou." Ucap Mark sambil menerima botol air itu dan Donghyuk berputar lalu duduk di atas mat disebelah Mark.
"Kenapa tadi bukannya minta maaf malah berlari begitu saat kita mau pergi ? Jadi tidak sempat minta izin dengan Johnny dan minta maaf dengan Jaehyun Hyung?" Tanya Mark setelah meneguk air cukup banyak.
"Tidak mau mengganggu mereka. Nanti aku meminta maaf, emm sudah sebesar ini harus izin izin juga Hyung ?" Kata Donghyuk sambil melepaskan topinya.
"Kau kalau mau pergi juga harus izin Umma atau Appa kan ?" Mark menjawab dengan sabar.
"Iya. Tapi kan, mereka bukan Umma Appa mu !" Kata Donghyuk sengit.
"Kalau aku bisa izin dengan Mom dan Dad langsung, aku akan lebih memilih itu Donghyuk." Mark tersenyum pahit ekspresi mukanya adalah berlawanan dari senang.
'shit shit' batin Donghyuk. Salah ngomong lagi. Begitulah darah AB suka berbicara fakta, tapi tidak di filter dulu bagaimana perasaan orang yang mendengarnya. Bukannya minta maaf karena gengsi Donghyuk langsung mengalihkan pembicaraan
"Hyung, memang Jaehyun Hyung tidak pernah bercerita dia seorang bottom kalau dengan Taeyong ?" Gemini itu katanya paling ingin tahu, tapi kalau dibarengi dengan treat darah AB yang suka melompat isu dalam berbicara jadinya seperti Donghyuk ini, Vulgar sudah mulut Donghyuk bertanya tentang yang dari tadi di otaknya mengeliat terus minta di keluar ke mulut.
"WTF HAH KAU MABUK ?" Kata Mark keras.
"Aissh masa aku mabuk air putih? Tadi pagi aku dengar , saat dia berbicara dengan Johnny." Donghyuk meninggikan nada bicara berusaha meyakinkan Mark.
"HAHAHAHAHAHHA tidak, tidak mungkin." Kata Mark tertawa terpingkal.
"Kenapa ? Tidak percaya Hyung manly mu itu dihujam pantatnya dengan Taeyong Hyung ?" Donghyuk menaik turunkan alisnya.
"Bukann... bukan itu.. pokoknya tidak mungkin." Mark memegang perutnya.
"Mungkin saja! Benar kok aku dengar, dia bilang 'Biasanya Taeyong yang melakukannya padaku , tapi dia itu kurang enak karena dia tidak tega keras-keras dan takut menyakitiku, saat bersama Johnny ! "
"Iya tapi aku yakin itu bukan membicarakan soal seks Lee Donghyuk." Dicubitnya pipi gembil itu.
"Lha, tau darimana ? Pasti kok yakin soalnya dari tadi mereka.." Donghyuk sudah membuat gesture tangan dramatis.
"Mereka itu tidak pernah, lebih tepatnya belum pernah. Melakukan seks." Kata Mark lambat.
"HAH BOHONG TIDAK MUNGKIN!" Donghyuk berdiri dan suaranya meninggi , untuk tidak ada kaca mungkin bisa pecah dengan getaran suaranya itu.
"Kenapa memangnya tidak mungkin?" Mark meletakkan botol minum disampingnya.
"Tidak mungkin si mesum Jung! Mereka sudah dua tahun jadian! 4 tahun kenal! Tidak tidak. Kau bohong. Mereka kan terlihat seperti pasangan romantis yang mau buat muntah begitu." Donghyuk menggelengkan kepalanya.
"Apa kehidupan seks mereka harus berbanding lurus dengan kemesraan mereka ?" Mark menatap Donghyuk serius.
"Tapi... aku pikir karena mereka mesra begitu pasti saling mencintai dan tentu mereka pasti melakukannya kan , masa tidak mau ?" Donghyuk mendengus.
"Apakah cinta dan seks itu adalah satu paket? Ya bisa, tapi ketika kamu mencintai seseorang tentu apapun bisa kamu lakukan bahkan untuk mengontrol nafsu itu untuk sesaat atau bahkan sampai waktu yang lama. Banyak orang diluar sana, terutama yang memiliki kekasih dengan gender sama memilih tidak melakukan itu Donghyuk, dan itu bukan berarti cinta mereka itu kurang dibandingkan dengan orang yang aktif berhubungan badan. Cara mencintai itu berbeda beda tergantung pada bagaimana orang yang kamu cintai dan ketahanan hati masing-masing." Mark berbicara panjang lebar.
"Maaf Hyung, aku pikir disini aku tidak sepakat, seks itu adalah kebutuhan biologis setiap manusia dan untuk memenuhinya bisa dilakukan dengan orang siapapun sebenarnya, untuk konteks ku ya bersama orang yang dicinta tentu. Ya tapi ada beberapa kelompok orang yang tidak mau melakukan sebelum menikah atau sebagainya karena alasan agama dan moral which is stupid karena menurutku itu melawan kodrat manusia dan hak asasi mereka. Lagipula aku tau Jaehyun dan Taeyong Hyung itu tidak religius. Apa memang keduanya tidak ada rasa ingin barang sedikit saja ?" Donghyuk memang menyayangi Mark, tapi tentu anak ini punya pemikiran sendiri dalam berbagai hal. Mereka sering berdebat tentang berbagai hal.
"Jaehyun Hyung pernah bercerita tentu dia ingin sekali, tapi dia menghormati Taeyong Hyung yang belum siap untuk itu. He is okay with foreplay and make out but not ready for penetration due to his personal reason."
"Lihat ! It's selfish as fuck ! Seharusnya Taeyong Hyung juga berpikir tentang Jaehyun Hyung!"
"HE DID. He always think about him ! Sudah beberapa kali Taeyong menyuruh Jaehyun untuk silahkan melakukannya dengan orang lain dan tentu itu membuat Jaehyun marah. Dulu bahkan pernah minta putus saja karena takut menjadi beban, tapi Hyung ku itu tidak pernah mau, dan dia tidak bisa karena memang sudah sangat mencintai Taeyong Hyung, dia bilang siap bahkan untuk menunggu sampai seratus tahun pun katanya."
"Jadi Hyung menceritakan ini semua karena ingin mengatakan kalau Hyung tidak mau melakukannya juga denganku ?" Kata Donghyuk yg sekarang sudah menjadi sedih dan harap harap cemas.
"Bukan, bukan , maksudku Jaehyun Hyung bisa menunggu bahkan katanya sampai seratus tahun itu, kenapa kau tidak mau menunggu barang 6 bulan saja Lee Donghyuk? Aku ingin sekali sungguh siapa tidak ingin, tapi aku ingin semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada yang tersakiti diantara kita, kau mencintaiku kan ? Mau menunggu untukku kan ? Aku juga mencintaimu dan caranya itu banyak. Memasukkan penisku ini ke lubang pantatmu itu hanya salah satunya. " Mark sudah memegang wajah Donghyuk memaksanya untuk melihat keteguhan di matanya sendiri.
"Maksudmu memasukkan Penisku ke lubang pantatmu?" Kata Donghyuk sambil manyun. Padahal hatinya agak berbunga juga mendengar kata kata Mark.
Terjadi kesunyian untuk beberapa menit. Dua duanya tidak mau kalah berdebat sengit dengan modal pandangan mata saja.
Mark menjilat bibirnya. Dada nya mengembang dan ujung bahunya naik. Dia membuat gesture menaikkan kacamata padahal dia tidak memakainya yang merupakan pertanda dia berpikir keras. Bibir meruncing maju dan matanya memandangan lantai beton lapanganya.
"Okay then. For our 1st time. Setidaknya aku harus merasakan dulu sesakit apa sebelum melakukannya denganmu, lagipula aku kan mencintaimu jadi aku tidak mau kau sakit karena aku yg tidak berpengalaman." Mark tersenyum setuju pada Donghyuk
1...2...3...
"HYUUUUUUUUUUUUUUUNGGGG" Donghyuk berteriak terharu dan memeluk Mark dengan sangat erat.
"Hey sudah sudah, I can't breathh.I swear to God I will punch you if you don't stop squeeze my butt Lee Donghyuk." Mark berkata dengan nada rendah karena kesal.
Donghyuk merasa ingin terbang bahagia, haduh bersumpah dalam hati pokoknya akan berusaha yang terbaik mencari referensi sebanyak-banyaknya agar nanti biar Mark keenakan dan tidak mau ganti posisi nanti. 'fufufufu' Donghyuk tertawa iblis di dalam hati.
"FORZAAA KOREAAAA SHOOT SHOOT GOALL!" Donghyuk yg melepas pelukannya dari Mark dan berlari keliling lapangan lalu berlagak sebagai pemain bola dan menendang bola bayangan dan menatap langit dan mengacung tangan kegirangan.
"DONGHYUK STOP IT !" Teriak Mark keras dan kupingnya sudah memerah. Sejujurnya dia cukup takut dengan apa yang akan terjadi nanti. Tetapi tidak bohong dia juga menanti sudah sangat lama. Seprai seprai yang dia cuci sendiri dalam beberapa pagi itu adalah saksinya.
Mark mengambil Hoverboard miliknya dan kepunyaan Donghyuk, dia mengendarai Hoverboard pink nya dan menghampiri Donghyuk yang sedang berjoget tidak jelas menatap langit.
"Hey, Ayo kita main, sekali lagi sebelum pulang! " Kata Mark menepuk bahu Donghyuk lalu mundur sedikit dan meletakkan hoverboard biru.
"Okayy, Hyung. Haissh Kau ini kebiasaan tali sepatumu itu selalu lepas berantakan sudah aku bilang berkali kali itu bahaya!" Donghyuk yg mau naik hoverboard menggeleng kepalanya melihat adidas pureboost LTD Shoes warna abu abu hitam yang dipakai Mark. Laki laki berkulit tan itu berjongkok dan mengikat ulang tali sepatunya. Kekasihnya hanya tersenyum melihatnya. Donghyuk itu kadang suka mesum, marah mengomel tidak jelas, tapi sangat perhatian dengan Mark. Salah satu pejuang tangguh pantang menyerah mendekatinya dulu, meski Mark tidak mau awalnya. Donghyuk harus menghadapi dua tower sutet di rumah Mark yang sebenarnya membuat semua yang mendekati kekasihnya jadi mundur teratur. Kalau yang wanita biasanya akan digoda habis-habisan dengan Hyung hyung nya lalu secara halus dibuat hancur dengan "Masih kecil, sebaiknya minum susu di rumah, daripada main cinta cintaan." Kalau yang laki laki wuhh apalagi, nasibnya lebih seram. Disentil dahinya dengan Johnny saja sudah ketakutan. Lalu melihat Jaehyun membawa pisau dan buah buahan sebagai kudapan untuk 'kerja kelompok Mark dan para fanboy nya' dia sengaja mengupas buah di kamar Mark dan memotong pisang dengan efek berlebihan sambil tersenyum senyum sendiri. Besoknya semuanya mundur juga. Hanya Lee Donghyuk 'lone wolf' 4 tahun mendekati Mark. Berhasil mengambil hati Mark Lee dan menjinakkan dua Hyung setengah warasnya itu. Si chubby caramel disebutnya begitu dulu sembari ditertawai Johhny dan Jaehyun, ternyata malah dia si 'sahabat dekat' yang berhasil melewati 'friend zone' dan berakhir menerima pernyataan cinta dari Mark.
"Nah kan rapi Hyung, jangan lupa botol minum dan mat ki.." Donghyuk mendongak dan hendak berdiri dari Jongkoknya.
'CUP'
Mark menangkup wajah Donghyuk dan mengecup bibirnya cukup lama karena terkejut membeku lah pacarnya itu.
"Hahaahah , kau harus lihat wajahmu semerah itu, dicium saja sudah begitu, bagaimana mau sok sok an 'melakukannya' Lee Donghyuk? Hahahah aegi yaa" Mark tertawa dan naik hoverboard nya untuk berlari menjauh.
"A...aku bukan aegi ! Donghyuk memekik dengan suara tinggi dan merahlah mukanya sampai ke leher. Dia sudah beberapa kali berciuman , tapi yang tadi itu tidak hanya mengecup bibir tapi hatinya juga. Dia sampai tersipu. Mark itu jarang memberi kejutan romantis semacam itu.
Donghyuk naik hoverboard nya dan mengejar Mark
'NGUUUNG'
'HAHAHAHAHA'
'Jangan lari!'
'Catch me if you can woo woo'
Akhirnya tertangkaplah Mark dari belakang oleh Donghyuk.
"Wuihh , dapat juga anak macannya." Kata Donghyuk sambil memeluk Mark yang sudah membungkkukan badannya.
"Aku anak macan , lalu kau apa ? Kelinci hutan buruan ?" Kata Mark sambil memegang tangan yang melingkar di pinggangnya.
"Kelinci penjinak dua kakak macan yang besar mungkin ?" Donghyuk meletakkan wajahnya di punggung Mark yang sudah berdiri sekarang.
"Hahahaah yang mungkin itu."
Mark melepas pelukan Donghyuk dan menarik anak itu , dia mendorong Donghyuk dan mengertilah kekasihnya , Mark mengendarai hoverboard maju sedangkan Donghyuk mundur. Didekatkan jarak antara mereka. Dua jantung mendekat dan debarannya semakin cepat, nyaris seirama. Bunyi hoverboard yang bergerak tidak terdengar lagi, hanya hembusan nafas keduanya. Bibir mereka keduanya hangat. Lembut mengecup dan memagut satu sama lain. Sama-sama aroma peppermint karena memakai pasta gigi yang sama. Ciumannya tidak liar , tapi cukup untuk membuktikan cinta anak remaja yang meletup letup di hati masing-masing. Jari-jari Donghyuk menyentuh lembut pipi Mark dan Donghyuk dapat merasakan tangan Mark yang melingkari setengah pinggangnya. Keduanya tidak membuka mata mereka karena tidak sampai hati, takut terlalu terpesona dan bisa gugup untuk meneruskan. Donghyuk tiba tiba merasa punggungnya sudah menyentuh pagar jaring besi dari lapangan itu. Dia melepaskan ciumannya. Keduanya berusaha mengatur napas agar kembali normal.
Sudah menapak bumi kaki mereka tapi tetap berpelukan dan Donghyuk menyenderkan kepalanya di leher Mark.
"Hyung.. soal yang tadi sepertinya aku tidak bisa deh." Kata Donghyuk pelan.
"Apanya tidak bisa ?" Mark bingung sambil menempelkan pipinya ke kepala Donghyuk.
"Itu , anu, kau sajalah." Donghyuk tidak sanggup untuk mengatakannya.
"Anu apa ?" Kata Mark dengan nada menggoda,
"ITU LAH POKOKNYA AH." Donghyuk sekarang berteriak di depan muka Mark. Tidak marah dia hanya malu. Entah kenapa setelah ciuman tadi dia jadi ingin berubah pikiran. Donghyuk mengapa anak ini sangat plin plan ?
"Hah... dasar AB." Mark menghembuskan nafasnya kemudian berbalik menaiki hoverboard untuk mengambili botol minum , mat dan tas mereka.
"KENAPA memang kalau AB ! "Donghyuk berkata sengit kemudian mengejar Mark dengan hoverboard nya.
Mereka kembali berdebat seperti biasa. Begitulah memang sehari hari hubungan mereka berdebat terus tentang hal tidak penting. Mereka yang sangat berbeda tapi saling melengkapi dan menyayangi. Begitulah kalau jatuh cinta dengan sahabat sendiri yang tabiatnya bertolak belakang. Meski diantara kata kata sengit , cubitan dan pukulan ringan disana sini, tetaplah terlihat dari tatapan mata mereka bahwa Mark dan Donghyuk saling mencintai.
"Eh Hyung" Donghyuk yang sekarang sudah di tengah perjalanan pulang bersama dengan Marrk di komplek perumahan tiba-tiba membalikkan badannya dan menggerakkan sedikit hoveardboard maju mundur sehingga dia diam di tempat.
"Kenapa Donghyukkie ?" Kata Mark yang tadi tertinggal di belakang sekarang sudah di dekatnya.
"Katakan. Seandainya, se-an-dai-nya lho ya , seandainya nanti untuk our 1st time dan aku akan jadi ..." Donghyuk agak geli menyebutnya.
"Top.." Mark santai saja meneruskan kata-katanya.
"Yups itu. Jangan bilang-bilang Hyungdeul mu itu ya." Donghyuk menggaruk kepalanya dan menelan ludah sendiri.
"Eh? Kenapa memang ? Aku kan selalu menceritakan apapun pada Johnny dan Jaehyun. Tidak apa kok, mereka selalu baik dan pengertian padaku. Mungkin mereka akan memberikan tips, lebih bagus kan ?" Kata Mark sambil tersenyum dan mengerjaplah mata lucunya itu.
"Pokoknya tidak usah Hyung. Daripada digodai terus oleh mereka." Donghyuk mencoba mencari alasan, dia tersenyum dan sudut bibirnya berkedut. Selalu baik Hongkong. Di depan Mark tentu dua serigala itu seperti anjing labrador retriever, di depan orang lain yg menyukai Mark ? Bahkan meski Donghyuk adalah kekasih Mark, tetap saja tidak berani pria bermulut pedas ini untuk membayangkan apa yg akan Johnny dan Jaehyun lakukan padanya jika tau dia merenggut "kepolosan dan kemurnian adik manis" mereka. Mungkin tubuh tak bernyawanya Donghyuk akan ditemukan di dalam tas besar oleh polisi Korea di tepi Sungai Han 6 bulan lagi.
END
Sorry kalau tidak memuaskan atau fenomenal. Memang ingin membuat yang ringan ringan saja. Selamat malam jum'at .
Fanfic ini satu universe dengan Innocent Kiss. Mungkin ka daun akan membuat fanfic yg lebih seru dengan universe ini. Perlu ditekankan Mark di Universe ini adalah "adik johnjae yg unyu gemesin" lol dan Donghyuk agak mesum manipulatif (in positive way X'D) .
