Warn: yaoi, BL, Mature content
Chanbaek
Terlalu menggoda
Terlalu memikat
Terlalu adiktif
.
.
.
Byun Baekhyun
Chanyeol menyeringai, matanya yang semula terpejam kini terbuka, menatap pada pasta yang tersaji diatas mejanya.
Membangkitkan ingatannya dengan liar.
Darahnya menggelegak.
"Kenapa kau tersenyum?" Tanyanya.
Mata Chanyeol beralih pada yang lain, pada pipi putih yang sedikit menggembung karena mengunyah makanan.
"Hanya teringat sesuatu" jawab Chanyeol, matanya tak teralih dari wajah yang lain.
"Ah, sesuatu yang menyenangkan?" Tanyanya sembari mengambil gelas.
"Ya" ia membiarkan yang lain selesai dengan minumannya, kemudian nada yang lebih rendah keluar dari tenggorokannya "kau"
Gerakan yang lain terhenti
.
Dan senyum Chanyeol melebar
Oh, ia tak dapat berhenti
Chanyeol tak bisa berhenti.
Chanyeol tak mau berhenti.
Ranum
"Hhhh..."
Chanyeol menyeringai
Manis
"Ahh..."
Terasa hangat di bawah bibirnya.
Lembut seperti bayi.
Adiktif.
Menggelitik hidung dan bibirnya memicu gairah.
Candu.
lidahnya terulur untuk menjilat, tekstur yang lembut merambat melewati lidahnya dengan pelan.
"Hhh..."
Chanyeol menyeringai, membawa kedua tangannya ikut merambat untuk merasakan lembut tekstur serupa sutra di bawah kulitnya.
Tidak dapat berhenti ketika ia menyentuhnya. Melewati setiap lekuk tubuh di bawahnya.
Meraba
Mengelus merasakan kelembutannya tanpa henti.
Mengirim sensasi ke sekujur tubuhnya, membuat tubuhnya meremang akan gairah.
Chanyeol menyukainya.
Tubuh di bawahnya bergetar pelan, tak berbeda dengan Chanyeol.
Nafsu,
Bibirnya menjilat di sekujur tubuh yang lain, sebelum kemudian meraup sebagian kecil kulit kedalam mulitnya untuk ia gigit pelan.
Menciptakan lenguhan di bibir tipis si pemilik tubuh.
Chanyeol menyukai sensasi ketika bibirnya di manja oleh kekenyalan kulit yang lain.
Menyukai ketika bibirnya meninggalkan bekas berwarna peach di tubuh putih yang lain.
Kepalanya menengadah untuk menatap raut wajah yang lain.
Mata teduh yang terpejam.
Kepalanya tergolek lemah
Rambut hitam itu kini berantakan,
Leher putih yang jenjang
Favoritnya
Chanyeol membawa bibirnya ke sana, mengecup lekuk diantara leher dan bahu, membuat leher itu sedikit mengkerut karena sensasi.
Bagian itu begitu harum, wangi sabun dan shampo dirambut gelapnya membuat Chanyeol betah menyapukan bibirnya di sana.
Menjilat kulit lebut disana, mengecap tulang rawan di telinganya, menggigit kulit diantara leher dan telinganya dengan lembut.
Desah lain tercipta
"Channhh..."
Chanyeol menyukai rasa ketika suara lembut itu menyebut namanya.
Tangannya ia bawa untuk diselipkan diantara tubuh ramping dan kasur di bawahnya, merengkuhnya hingga membuat dada yang lain membusung lebih dekat ke arah Chanyeol.
Bibir Chanyeol merambat turun pelan, menuju sebuah puncak yang telah menegang.
Chanyeol tersenyum.
Matanya terpejam untuk menyimpan rasa yang membuncah.
Meraupnya.
"Ahh..."
Mengulumnya
"Hhng..."
Menggigitnya
"NGhhh..."
Chanyeol tau jari-jari ramping yang merambat mengacak rambutnya itu sedang menyalurkan rasa.
Lagi
Dan Chanyeol mengabulkannya, membuat tubuhnya turun untuk menggesekkan dua pusat tubuh yang sama-sama menegang.
Melenguh bersama.
Chanyeol melepas rengkuhannya.
Membawa tubuhnya menjauh, berdiri untuk melihat tubuh yang tergolek lemas di ranjangnya.
Mengamatinya dengan seksama dari ujung kepala hingga kaki, menyimpannya di memorinya.
Tubuh putih yang ranum,
Berhias peach
Nafas yang berat
Kaki jenjang yang terbuka
Mata yang sayu, menatapnya dalam kabut
Membuat jantungnya berdegup lebih keras.
Chanyeol melepas kaosnya, melemparkannya asal, memperlihatkan otot perutnya yang memikat, memperlihatkan bisepnya yang terbentuk sempurna.
Membuat yang lain menelan ludahnya kasar karena nafsu.
Mengamati dengan matanya ketika Chanyeol mendekat kearahnya.
Tubuh besar itu merunduk di bawah kakinya, mengecup jari-jari kakinya. Tangannya yang besar berada di tungkai kaki dan merambat pelan menggelitik tubuhnya dalam nafsu.
Bibir tebalnya mengikuti, menjilat dan mengecup sepanjang jalur, membuat matanya kembali terpejam merasakan friksi.
Kakinya ditekuk dan ia merasakan gigitan di bawah lekuk lututnya, terus merambat untuk mengecup mencapai paha dalamnya, gigitan kembali di torehkan hingga membuatnya melenguh pelan. Membuat kedua tangannya meremas sprei putih di bawah tubuhnya.
Kejantannannya yang kecil di cium pelan, dan kulit twinsballnya di gigit pelan, membuatnya memekik dan menggeliat.
Jilatan panjang terasa dari pangkal hingga ujung penisnya.
"Ohhh..."
Lalu kehangatan melingkupi kejantanannya
"Aaahhh" dadanya membusung, jari-jari kakinya melengkung, tangannya menarik sprei tanpa daya.
Hisapan terasa di pusat tubuhnya, membuatnya hampir menangis
"Chaannh" rengeknya,
Oh ia tahu ia tampak menyedihkan di hadapan Chanyeol.
Hisapan itu terhenti, memberinya kesempatan untuk bernafas, matanya melirik pada pria yang lain,
Manik hitam yang menggoda, mengedip pelan karena nafsu, menyeringai tanpa melepas tautan mata mereka. Membuatnya meneguk ludahnya kasar.
Oh tidak
Wajah tampan itu perlahan menghilang di sela pahanya yang terbuka, hingga ia merasakan basah di kerutan tubuhnya
"Ahh..."
Lidah yang basah menggelitik memasuki lubang tubuhnya
"Hhh..."
Mencecapnya berulang kali hingga lubangnya berkedut senang.
Chanyeol berhenti, ia berdiri untuk melepaskan celana trainingnya, memperlihatkan kejantanannya yang telah berdiri keras,
Panjang
Dan berukuran lebih besar dari pada milik kebanyakan pria.
Dengan urat yang menonjol yang dapat memanjakan dinding lubangnya
Tubuh Chanyeol yang besar tampak begitu berkuasa di matanya, membungkuk untuk mencium bibirnya yang terbuka, membuatnya refleks mengalungkan tangannya ditubuh yang lain.
Bertukar saliva kembali sampai kemudian lelaki itu berhenti untuk memberi kesempatan bernafas.
Jeda itu membuatnya terengah.
Sepasang telapak tangan yang lebar merambat di masing-masing lengannya, membuat rengkuhannya terlepas.
Lelaki itu mengambil salah satu tangannya hanya untuk mencium punggung tangannya, sebelum kemudian menempatkan kedua tangannya di sisi-sisi kepalanya. Jari-jari Chanyeol yang besar menelusup mengisi ruang diantara jari-jarinya yang kecil.
Menggenggamnya dalam tautan mata yang penuh afeksi.
Oh, ia menyukainya.
Menyukai bagaimana Chanyeol menatapnya.
Sebuah kecupan hinggap di pelipisnya, dan membuatnya memejamkan matanya dengan senyum
"Baekh..." bisiknya "i love you"
Berdegup, dan refleks membuatnya tertawa
"Me too.." jawabnya lebih pelan, membuat tubuh gagah di hadapannya tertawa kembali.
Mereka begitu bahagia.
"Mendesahlah untukku" perintahnya
Dan Baekhyun tidak memiliki alasan untuk menolak
"Siap, kapten" jawabnya dalam nafsu.
Matanya terpejam, dan kemudian ia merasakan lubangnya menerima dorongan sementara lehernya sedang di cumbu.
Pelan tapi pasti ia merasakan lubangnya terbuka, dengan refleks mulutnya ikut terbuka untuk melepaskan desah.
Urat-urat Chanyeol menggesek dinding lubangnya mengantarkan gairah, membuat lubangnya selalu berkedut meminta lebih.
Baekhyun tahu Chanyeol akan segera menjangkau titik paling sensitif di dalam tubuhnya, itu seperti sebuah sapaan sebelum kemudian milik Chanyeol menyentuh prostatnya dengan telak, membuat tubuhnya melengkung dan nafasnya tercekat.
"Aahh..."
Chanyeol menyeringai,
itu seperti sebuah perintah
"Roger, baby"
Dan Chanyeol mulai bergerak, dengan tempo pelan sebelum kemudian menaikkan kecepatan dan kekuatannya.
Membuat matanya terpejam dengan mulut yang terbuka,
Titiknya yang paling sensitif di hajar tanpa ampun
Membuatnya mengerang
Menangis
Dan mendesah kepayahan
Memekik di bawah nafsu
Sementara itu, ia mendengar geraman dari tenggorokan Chanyeol
Membuat suasana begitu panas bagi mereka.
Jam pada dinding mereka hiraukan.
Pertarungan mereka hanya di selipi dengan suara jam yang tidak berarti ditelinga mereka.
Kelelahan, akan menjadi rutinitas mereka selama seminggu ini.
Bulan bertengger diatas sana bersanding dengan udara yang dingin, tapi itu sama sekali tak berpengaruh apapun bagi mereka.
Dingin dapat mereka halau dengan baik selama mereka berada diatas ranjang.
.
.
EEEENNNNNNDDDD
emm...
ini pertama kali saya membuat NC
jadi... saya benar-benar mohon maaf kalau ini jelek dan tidak sesuai dengan ekspektasi kalian
lalu, ini saya buat karena kemarin mendapat pencerahan, hehe
selanjutnya, saya benar-benar berterimakasih pada teman-teman yang sudah menyempatkan review, favorite dan follow sama cerita nggak penting ini
sungguh, kalian tuh mood booster banget, kkk
terima kasiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih :')
*bow
