DON'T LIKE?, DON'T READ!

~~~ HAPPY READING ~~~

.

.

CHAPTER 1 : BEGINNING!

(DI PERJALANAN PULANG)

"tap…tap…"suara langkah kaki seorang pemuda menggemah di seluruh lorong tempat ia berjalan di tambah langit sore menjelang malam yang menyeramkan, membuat suasana di tempat itu menjadi semakin horor

"Huh!? Sialan, kenapa sampai ketiduran sih!? Jadi pulang kelamaan deh, ditambah lagi sendirian!?, kurasa hari ini aku benar-benar memang sial! Huh.. " gerutu pemuda berambut jabrik pirang yang ternyata adalah pemain utama kita yaitu Uzumaki Naruto

"Hiiih..." Naruto sedikit merinding karna suasana horor yang berada disekitarnya

"Tap...tap..." suara langkah kaki seseorang yang asalnya dari belakang dan semakin mendekati Naruto, Naruto semakin merinding, dia berharap bahwa suara langkah kaki itu berasal dari seseorang dan bukan mahluk halus. Naruto berhenti, tiba-tiba suara langkah kaki yang berasal dari belakangnya ikut berhenti, sekarang Naruto takut bagaimana kalau orang yang dibelakangnya adalah pembunuh atau yang lebih buruknya hantu, pikiran Naruto mulai kacau sekarang.

Naruto mempercepat langkahnya, suara langkah kaki itu pun mengikuti Naruto mempercepat langkahnya juga, Naruto mulai lari dan langkah kaki itupun masih senantiasa mengikutinya, Naruto berlari lebih cepat lagi dan memberanikan diri untuk menoleh kebelakang dan melihat siapa yang mengikutinya. Sekilas Yang Naruto lihat hanyalah seseorang yang memakai jubah dan mukanya tidak terlihat begitu jelas, setelah dilihat baik-baik ternyata orang itu memakai topeng.

Kali ini naruto benar-benar yakin bahwa ia sekarang dikejar-kejar oleh pembunuh karena sekarang orang itu mengaluarkan satu barang yang terlihat tajam mirip pisau tapi bukan pisau(kunai) Naruto tidak tau apa nama barang yang dia pegang itu, yang jelas barang itu tajam, naruto menoleh kedepan dan dia melihat jalan raya sudah dekat, naruto kembali menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia orang yang mengejarnya tadinya hanya satu kini ada tiga dengan memakai jubah dan topeng yang sama dan mereka memegang benda tajam yang sama, bahkan sekarang Naruto tidak bisa membedakan mana yang pertama mengejarnya dan mana yang ikut-ikutan mengejarnya

Naruto melihat kedepan dan jalan rayanya sudah semakin dekat, sekali lagi dia menoleh kebelakang dan anehnya orang-orang yang mengejarnya hilang.

'Aneh, kemana perginya ketiga orang itu?' batin Naruto

Karena takut akan dikejar lagi naruto pun langsung lari kerumahnya tapi masih dengan perasaan was-was

Setelah Naruto sudah agak jauh, muncullah ketiga orang yang mengejar Naruto itu dari dalam lorong itu, Mereka memakai jubah juga topeng putih polos. Dan salah satu dari mereka berkata "Target Telah Ditemukan" pada sebuah telepon genggam dan tiba-tiba mereka menghilang tanpa jejak, dan juga tanpa ketiga orang itu sadari ternyata mereka juga telah diawasi oleh seseorang

~~~ TMW ~~~

RUMAH

"huh... untung aja udah nggak ngejar" kata Naruto bersyukur, Tapi karena kepekaan Naruto yang bisa dibilang berada dibawah rata-rata, jadi dia tidak menyadari bahwa ada hawa membunuh yang berada tepat didepannya

"NARUTO!!?" teriak seseorang yang berdiri dihadapan Naruto

"O-oh hai ka-kakek" kata Naruto yang telah sadar dengan hawa membunuh yang berada tepat didepannya

"HAI HAI DENGKULMU!!, KEMANA SAJA KAU?!, KENAPA BARU PULANG?!" teriak orang yang berada didepan Naruto yang ternyata adalah kakeknya yaitu Jiraya

"Bagaimana bisa pulang coba, orang aku ketiduran diatap sekolah dan setelah bangun eh tiba-tiba udah sore" Kata Naruto tanpa ada rasa bersalah, tiba-tiba muncul perempatan dikening Jiraya mendengar alasan 'cucu tersayangnya' itu.

"ARTINYA KAMU BOLOS YAH!!?" Kata Jiraya masih seperti teriakan sambil menjewer kuping Naruto

"Am-Ampun kek, s-sakit" Pinta Naruto kepada Jiraya

"Akan aku lepaskan, jika kamu bilang apa alasanmu, hingga bolos" kata Jiraya

"Saat istirahat, di kantin penuh jadi aku keatap deh, karena aku bosan jadi aku ketiduran, dan begitulah kejadiannya" Jelas Naruto bohong karena tidak ingin mengungkit kejadian bikin sakit hati di atap

"Aisssh.. kau ini!" kata jiraya melepaskan jewerannya dan hendak memukul Naruto tetapi tidak jadi.

"Sekarang ayo kita makan, Kau laparkan?" kata Jiraya

"yah" jawab Naruto girang sambil memperlihatkan cengiran khasnya

"huah... kenyangnya" seru Naruto

"kalau sudah kenyang, cepat buat pr mu dan cepat tidur agar tidak telat bangun" kata Jiraya seakan bisa membaca pikiran Naruto yang pasti hanya ingin nonton atau main video game

"Ba-baik kek" jawab Naruto

KAMAR

"yosh... kali ini aku akan membuat pr sejarah!" seru Naruto, 'Mumpung PR nya Cuma satu" batin Naruto

Tapi tiba-tiba dia ingat bahwa ia tidak tahu halaman berapa PR yang diberikan kakashi-sensei, sekaligus hal memalukan yang dikatakannya tadi dikelas, mengingat hal itu membuat Naruto ingin mati saja

"Arrgg... sial sekali aku hari ini, udah bangun kesiangan, ketiduran dikelas, mendapat kabar bahwa teman-teman baikku akan pindah, ketiduran diatap sampai sore, dikejar-kejar pembunuh, pulangnya dijewer, lalu ingin melakukan hal baik dengan membuat PR eh tau-taunya nggak tau PR nya ada di halaman berapa, huh... sabar, orang sabar disayang Tuhan" kata Naruto yang mencoba untuk sabar menghadapi segala kesialannya hari ini

"ku rasa sebaiknya aku tidur aja deh" kata Naruto dan diapun tidur

"Brukk..."bunyi 'sesuatu' yang jatuh

"Aww... sakit.." kata 'sesuatu' yang jatuh itu meringis dan ternyata 'sesuatu' itu adalah Naruto

"D-di-dimana i-ini?" kata Naruto gagap, karena saat dia bangun tiba-tiba yang dia lihat bukanlah kamar kesayangannya melainkan sebuah kota, KOTA!?, dan anehnya dia ada ditengah-tengah kerumunan orang yang berlalu lalang dengan pakaian aneh, mereka memakai jubah dan pakaian aneh lainnya, dan kotanya juga sangat aneh, kota itu seperti tokyo tapi berbeda, kota ini terlihat lebih tua dan lebih aneh tentunya, dari bangunannya sampai orang-orangnya juga aneh, pokoknya susah di jelasinnya

Naruto juga melihat ada anak seumurannya yang memakai baju sekolah yang tidak pernah ia lihat, Naruto mendekati sekelompok anak seumurannya, dia ingin bertanya ini ada di mana

"hey, apa kalian tahu ini ada dimana?" Tanya Naruto

Tidak ada yang merespon

Naruto mulai kesal

"hey! apa kalian tidak deng... DEG!" Jantung Naruto hampir saja copot, hal yang tak terduga terjadi

saat Naruto hendak menyentuh salah satu dari sekelompok anak-anak itu tiba-tiba orang yang hendak Naruto sentuh berbalik dan berjalan menembus Naruto, MENEMBUS! Are you kidding me?! Naruto merasa pusing dia terhuyung kebelakang dan orang-orang berjalan menembus dirinya, saking kaget dan takut pada saat yang bersamaan, Naruto lari menjahui kerumunan

"Ap-apa y-ya-yang te-terjadi" Naruto bicara tergagap-gagap saking kagetnya

Dia merasa bingung, orang-orang tidak bisa mendengarnya, melihatnya dan bahkan berjalan menembusnya itu semua membuatnya pusing ditambah lagi mengingat dia entah berada dimana

Sekarang Naruto benar-benar merasa kesepian dan putus asa, dia sendirian entah berada dimana, dia ingin pulang tapi tak tahu caranya, sekarang Naruto berjalan tak tentu arah, ini bukan seperti Naruto tapi dia seperti tersihir dan merasakan perasaan-perasaan tidak enak itu secara terpaksa, dan secara tak sengaja dia melihat sebuah bangunan besar sekaligus menyeramkan, terlihat seperti sebuah kastil yang ditinggalkan tapi tetap bersih, letak kastil itu berada di sebuah gunung dan kastil itu. Naruto merasa seperti dia seharusnya berada disana, dan Naruto mulai berjalan pergi kekastil itu seperti terpengaruh oleh sesuatu, jarak tempat Naruto berada tadi dengan kastil itu sangatlah jauh, tapi tetap saja Naruto seperti tersihir untuk pergi kesana, Tiba-tiba dunia disekitar Naruto seperti tersedot, dan sekarang dia sudah berada di tempat lain

"Ap-apa yang barusan terjadi?!" Naruto sekarang semakin bingung dengan semua yang terjadi pertama dia terbangun dan mendapati dirinya entah ada dimana, yang kedua dia seperti tertarik/tersedot ketempat lain dan masalahnya menurutnya itu TIDAK NORMAL

Dan masalah lainnya sekarang dia berada ditempat yang mirip dengan Neraka menurutnya, karena dia melihat disekelilingnya dari atas terlihat langit abu-abu-hitam-kemerahan menurut Naruto, juga tanahnya yang muncul retakan-retakan dan sungainya, bukan sungai air tapi magma.

Naruto benar-benar ingin mati saat ini juga, bagaimana tidak tadi dia ada di kota hantu, Naruto pikir orang-rang tadi yang hantu karena bisa menembus Naruto, bisa dibilang Naruto mencoba berpikir positif. Dan sekarang naruto berada di Neraka, Naruto benar-benar akan kehilangan akal sehatnya jika terus berada di tempat ini

'ini pasti Cuma mimpi, pasti!" Batin naruto meyakinkan dirinya sendiri

Tiba-tiba Naruto melihat 3 orang yang memakai topeng yang tidak asing

Yup, sekarang ia gila, dia melihat pembunuh yang mengejarnya baru-baru ini berjalan menuju kesebuah gunung, entah apa yang mereka lakukan, mereka berjalan tanpa takut, jika dilihat dari pandangan Naruto, Naruto melihat mereka berjalan kesebuah gunung merapi aktif yang siap untuk meledak

Karena sedikit penasaran, dan dengan suara bisikan setan yang menyuruh Naruto untuk mengikuti ketiga orang tersebut, Narutopun pergi mengikuti ketiga orang tersebut

'apa yang mereka lakukan?" Naruto melihat mereka memasukan semacam id card ke sebuah batu dan tiba-tiba, gunung itu tempat disekeliling gunung tersebut berguncang, terlihat seperti gunung itu akan meledak

Naruto yang takut langsung tiarap, dan menunggu ajalnya. Tiba-tiba guncangan berhenti, Naruto langsung berdiri dengan tidak elitnya, dan membersikan bajunya dari debu dan kembali ke kegiatan men-Stalk nya itu,

"Wow!" Naruto takjub, sekarang didepan naruto terdapat sebuah pintu masuk yang luar biasa gede, pintunya pun terbuka dan ketiga orang yang dimata-matai oleh Naruto itu masuk, Naruto juga ikut-ikutan masuk

Setelah masuk ternyata didalamnya bukan seperti gunung merapi atau markas orang jahat, melaikan seperti mansion orang kaya, saking besarnya ruangan di dalam gunung merapi ini, Naruto terlihat seperti semut, selain itu barang-barang yang berada disegala penjuru ruangan terlihat mewah dan berkelas.

'ini gunung atau apa?, kok bisa-bisanya didalam gunung seperti ini barangnya mewah-mewah, jangan-jangan ini sarang pencuri?' Naruto kembali berpikir yang aneh-aneh

Ketiga orang itu berhenti, kelihatannya mereka mulai sadar bahwa sedari tadi ada orang yang mengikuti mereka, mereka menoleh kebelakang yang sebenarnya tempat Naruto berada dan tidak melihat apa-apa, Mereka kembali melangkah pergi, seperti sedang terburu-buru.

Mereka berhenti disebuah pintu yang lain dari yang lain, mereka kembali memasukan kartu tanda pengenal mereka kedalam sebuah benda, kali ini vas.

Anehnya kali ini, tidak ada sesutu yang berguncang dan pintu yang terbuka melainkan lantai yang terbuka dan mereka ber-tiga plus Narutopun jatuh.

Mereka kini berada ditempat yang gelap, yah mungkin nggak gelap-gelap amatlah bisa dibilang reduplah, jika melihat disekeliling Naruto tempat itu mirip seperti lab di film-film gitu, didalamnya terdapat tabung-tabung yang manusiapun bisa masuk kedalamnya, tapi anehnya tabung-tabung itu kebanyakan kosong, malah hanya satu saja yang terisi dan didepan tabung itu berdirilah seseorang menghadap tabung itu, ketiga orang yang diikuti naruto melangkah maju menuju ke arah orang itudan berhenti tepat dibelakang orang itu.

"Apa yang kalian dapatkan?" tanya orang yang berdiri menghadap tabung

"Kami telah menemukan anak yang hilang itu" kata salah seorang dari ketiga orang yang di ikuti Naruto

"Benarkah?" kata orang yang berdiri menghadap tabung itu

"Ya" balas salah satu dari ketiga orang itu

"Kalau begitu, tangkap dan seret dia kemari, ada sesuatu yang ingin ku'coba' padanya khukhukhu" kata orang yang menghadap tabung sambil tertawa menyeramkan

Mendengar kata 'coba' dari orang itu membuat Naruto merinding seketika, dan sepertinya dia tahu siapa yang dimaksud oleh mereka.

Orang yang dikejar oleh tiga orang tersebut adalah dia, Naruto sendiri

Mereka berbalik, seakan-akan mereka bisa melihat Naruto, mereka berjalan mendekati Naruto, saking takutnya Naruto mundur dengan pelan

Tiba-tiba mereka berlari menuju kearah Naruto, semakin dekat, lebih dekat

"TIDAK!!!"

TBC...

Terima Kasih banyak untuk para pembaca sekalian, maaf kalo saya sudah lama nggak meng-update fic ini, sekali lagi saya minta maaf, saya benar-benar susah mengatur waktu antara belajar, bermain Hp dan menulis cerita, dan saya juga minta maaf karena, walaupun lanjutan fic ini sudah lama ada tapi jaringan di tempat saya itu payah banget, apalagi saya anak Asrama jadi nggak bisa kemana-mana semau saya, jadi saya harus menunggu waktu yang tepat untuk mempublikasikan fic ini, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya untuk yang menunggu fic ini lanjut

Dan Bagi yang membaca dan suka cerita saya terima kasih banyak, dan bagi yang membaca dan tidak suka dan berkomentar yang buruk saya juga berterima kasih karena tanpa anda sebuah fanfic tidak akan lengkap, dan saya ingatkan lagi bagi yang suka yah silakan di baca dan bagi yang nggak suka terserah Anda mau baca atau nggak.

Dan saya juga minta maaf jika fic ini kependekan di chapter selanjutnya mungkin akan saya buat lebih panjang, dan saya minta maaf juga jika fic ini gaje, alur berantakan, typo, dsb.

Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Saya juga minta maaf karena terlalu banyak minta maaf hehe...

Thank's for reading, see you next time