Sparkle

Lee Taeyong - Ten Chittaphon Leechaiyapornkul


2

It doesn't take a rocket scientist to notice a sparks on Doyoung's eyes when Jaehyun walks towards him.

Saat laki-laki bernama asli Jung Yoonoh itu menyapanya sambil tersenyum, baik Ten ataupun Taeyong sama-sama yakin jikalau setelah ini mereka akan menjadi pengontrak dari dunia milik kedua temannya itu.

Tidak ada apa-apa apanya, Ten membatin.

"Mau sampai kapan kalian berdiri di situ?" Ujar Taeyong asal, sukses membuat Doyoung berpaling ke arahnya dengan tatapan terganggu dan Jaehyun yang langsung menatapnya canggung.

Ten langsung menyikutnya, memberikan kode kepada laki-laki di sebelahnya untuk menjaga bicara.

Dengan semangkuk mie di kedua tangannya, Jaehyun mendudukan dirinya di sebelah Doyoung, di seberang Lee Taeyong.

Namun tidak mengubah keadaan double T sebagai pengontrak di kantin ini, hingga piring di depan mereka berdua habis.

"Kalian mau ikut tidak?"

Yang berambut hitam dan coklat langsung mengangkat kepala mereka.

"Ikut ke mana?"

"Coex."

Mengajak sahabatnya sendiri untuk menemaninya berkencan, Doyoung sudah yakin kalau Ten akan menolak ajakannya barusan.

Barangkali Taeyong juga menolak.

Dan tebakannya benar saat Taeyong menggeleng, diikuti oleh laki-laki di sebelahnya.

"Aku sudah ada janji."

Ten menjentikan jarinya, "Nah, aku juga."

Si Kelinci hanya mendengus, merasa tidak perlu mengajukan pertanyaan lebih lanjut lagi.

Dia sudah mengetahui segalanya, semua jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang detik ini berkecamuk di otaknya.

Obrolan lainnya hingga Ten dan Taeyong memutuskan untuk meninggalkan Doyoung dan Jaehyun di dunia mereka sendiri.

Melepaskan diri dari predikat "pengontrak" sejak sepuluh menit yang lalu.

Lorong menuju kantin ramai seperti biasa. Begitu pula dengan sisi-sisi taman, tangga, balkon dan berbagai tempat yang dapat mereka tangkap dengan mata telanjang.

"Mereka akan jadian minggu ini." Ujar Ten asal saat mereka sudah berada di kelas, kelas laki-laki itu.

Namun laki-laki yang sedang duduk di depannya menolak, mengaku pendapatnya lebih meyakinkan.

"Jaehyun tidak sespontan yang kau bayangkan. Dia pasti akan menyiapkan surprise hanya untuk menyatakan cinta kepada Si Kelinci Galak itu."

"Kelinci galak," Ten berdecih. "Mereka kan sudah dekat sejak lama, yakin Jung Jaehyun belum menyiapkan sesuatu?"

"Intinya tidak minggu ini. Weekend minggu depan saat minggu ulangan selesai."

"Tidak, aku yakin minggu ini. Nanti Jaehyun yang akan menjadi penyemangat tempur terbaik bagi Doyoung."

Ini tidak akan selesai, Taeyong membatin.

Dia tahu Ten tidak akan semudah itu meruntuhkan pendapatnya sendiri, begitu juga dengan dirinya.

Setidaknya untuk pendapat kali ini.

"Smorrebroddan flat white milik Beau Café kalau aku menang." Taeyong mengulurkan tangannya, menyunggingkan sebelah bibir untuk menantang laki-laki berpostur lebih kecil di depannya.

Dia menyambut uluran tangan itu, tersenyum. "Lego cake dan thai bitterballen di Colette & Lola kalau aku yang menang. Deal?"

"Deal."