PERPISAHAN

Cast : SamHwi, JinSeob dan Guanho

Suport Cast : PD101S2 member.

Warn : Ini BL yah!

Rating : T

.

.

.

SELAMAT MEMBACA!

.

.

oOo

Perpisahan. Satu kata yang selalu menjadi kata yang menyedihkan. Hal itu lah yang menimpa SamHwi, JinSeob, dan Guanho yang harus terpisah. Karena Samuel, Hyungseob dan Seonho gagal masuk Wanna One. Kira – kira bagaimana kisah perpisahan mereka yah?

.

.

.

Chapter 2 : JinSeob

" Brand New Music…"

"…Park Woojin. Selamat"

Setelahnya terdengar suara teriakan para penggemar menggema dimana – mana. Sedangkan Woojin hanya bisa menunduk dan menyembunyikan wajahnya dengan sebelah tangannya.

Semua orang berbahagia, termasuk seseorang yang sedang memegang lengan kirinya. Merematnya, menyampaikan rasa senang, bahagia, dan bangga. Sosok manis kesayangannya, Ahn Hyungseob.

Tapi, di balik itu semua ada hal yang harus selalu kita ingat, setiap ada kebahagiaan, disitu pasti ada kesedihan.

.

.

.

Woojin terdiam, bingung. Menatap ke sekeliling lalu menghela nafas. Terkadang dia menyesali kodrat yang berjalan di dunia. Setiap ada hal yang baik, hal yang buruk akan selalu mengikuti, bagai bayangan.

Ada baik ada buruk, ada pertemuan ada perpisahan, dan juga setiap ada kebahagiaan… disitu akan ada juga kesedihan.

Mungkin hal itulah yang saat ini sedang dirasakan oleh Woojin. Hatinya membuncah oleh rasa bahagia, tapi disisi lain hatinya menjadi sesak oleh sebuah rasa sakit. Sakit mengetahui fakta yang berada di hadapannya.

Perpisahan…

Dia harus terpisah…

Dari sosok manis bagai kelinci kesayangannya,

Ahn Hyungseob.

.

.

.

Woojin kembali menghela nafas, entah untuk yang keberapa kalinya. Mungkin dia memang harus belajar untuk menerima. Lagipula dia tidak sendiri, Daehwi juga begitu, dia harus berpisah dari dede bule kesayangannya. Jadi ketika dia sedang terserang rindu, dia memiliki teman untuk meratapi nasib bersama.

Namun sepertinya takdir memiliki rencana lain. Takdir memberinya kesempatan untuk menatap kesayangannya lagi, dan mungkin untuk terakhir kalinya. Karena sosok Ahn Hyungseob kini berdiri di depannya, lengkap dengan senyum manis miliknya.

Hyungseob menatapnya, dan memberi isyarat pada Woojin agar dia mengikutinya. Woojin mengikutinya. Mereka pergi ke ruangan lain, ruangan yang agak tertutup. Sepertinya Hyungseob ingin mengatakan sesuatu yang penting.

Tapi setelah sampai, Hyungseob malah memeluk Woojin. Meski wajahnya berurai air mata, tapi senyum di wajahnya kembali muncul.

" Woojinie… selamat… " Akhirnya… akhirnya suara yang di tunggu – tunggu Woojin terdengar juga olehnya.

" Hyungseob, aku-" Hyungseob menggeleng di ceruk leher Woojin.

" Jangan…"

" … "

" Jangan katakan apapun"

"…"

"… Aku tahu Woojinie ingin mengatakan sesuatu… " Senyum masih menghiasi wajah Hyungseob.

"… Tak perlu mengatakan apapun Woojin-ah, aku sudah tahu, aku sudah paham"

"…"

" Rasanya memang sulit, tapi kita harus bisa…" Woojin bisa mendengar Hyungseob menarik nafas perlahan. " …Kita harus belajar terbiasa…"

"…"

"… Setelah ini jagalah dirimu baik – baik. Jaga kesehatanmu, jangan sampai sakit lagi…"

"… Awas kalau kau sampai kelelahan dan sakit nanti…! Jangan sampai nanti kau menyusahkan member Wanna One, OK?" Woojin mengangguk.

" Aku tahu kau orang yang cukup malas, tapi mulai sekarang kau harus belajar untuk mandiri…"

"… Kau adalah bagian dari boygroup nasional pilihan produser nasional, jadi jangan kecewakan mereka…"

" … Karena jika mereka kecewa, aku juga akan kecewa…" Woojin menunggu dengan sabar kata selanjutnya yang akan keluar dari belah bibir Hyungseob.

" Karena kau harus tahu, aku adalah fans nomor satu Wanna One, terutama Park Woojin!"

Setelah itu hening. Mereka berdua tampaknya masih nyaman dalam posisi seperti itu. Meski tak mengatakan apapun, pelukan itu menyalurkan segalanya. Semua rasa yang tersimpan.

"…"

"…"

" Terima kasih " Woojin yang sedari tadi diam akhirnya bersuara.

"…"

" Setelah ini pantaulah aku dengan baik"

"…"

" Tolong selalu mendukung dan mencintai Wanna One… "

"… Karena setiap cinta yang kalian berikan, bagi kami adalah salah satu harta paling berharga "

Setelah itu mereka melepas pelukannya,menatap satu sama lain, lalu tersenyum. Hyungseob tersenyum manis, sedangkan Woojin tersenyum dengan gingsulnya yang khas itu.

" Aku mencintaimu "

" Aku juga mencintaimu. Sangat…"

Dan selanjutnya Woojin menangkup pipi sebelah kanan Hyungseob, mengusapnya. Tersenyum dan menyematkan sebuah kecupan di dahi Hyungseob.

Dan saat bibir Woojin menyentuh dahi Hyungseob, mereka berdua sama – sama meneteskan air mata dari kedua mata mereka yang menutup. Air mata yang mewakili perasaan mereka, rasa sakit karena harus terpisah, perasaan bangga satu sama lain, cinta… dan juga kata – kata yang tak sanggup terucap.

Kata – kata untuk saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling mendukung satu sama lan. Dan yang terpenting, air mata mereka menggambarkan Cinta mereka untuk satu sama lain.

Setelah kecupan di kening yang cukup lama, kini mereka terlihat saling menggenggam tangan.

" Jadi… karena setelah ini aku akan sulit menghubungimu, ayo kita habiskan waktu kita yang berharga ini?" Woojin bertanya sembari mengusap kepala Hyungseob sayang.

Hyungseob mengangguk, dan akhirnya mereka pergi dari tempat itu.

.

.

.

END

.

.

.

Huwaa… Baper aku.

Aku gak kuat…

JinSeob bikin aku nangis.

Kawan – kawan, aku mau ngasih saran. Baca FF ini sambil dengerin lagu galau.

Biar tambah ngena pas baca.

Jadi, adakah yang mau Review FF ini?

.

.

.

Love

.

.

.