Chapter 2
"Hm. Jae Hyun-ssi kau harus bisa berakting menjadi seorang pacarku dan jangan mempermalukkan aku."pintanya aku hanya mengangguk.
Dia berjalan mendahuluiku dan aku mengikutinya sambil menundukkan wajahku. Saat dia melihat seorang namja tua dan seorang yeoja tua dia menarik tanganku dan mengenggamnya kemudian berbisik ,"Itu eomma dan appaku." Dia segera mempercepat langkahnya untuk menghampiri yeoja dan namja disana.
"Eommaa , appaa , ini yeoja yang aku ceritakan kepada kalian."kata Donghae dan kedua orangtuanya menatapku. "Annyeonghaseyo Ahjumma ahjusshi, na neul Lee Jae hyun imnida"sapaku pada mereka sambil membungkuk. "Hmm.. dia seperti yang eomma mau chagi."kata eommanya sambil menghampiriku.
Dia menatapku sambil tersenyum dan bertanya ,"Apa pekerjaan orangtuamu?" aku dengan agak gugup menjawab, "appaku pemilik department store dan eommaku seorang degsiner." Lagi lagi eommanya tersenyum dengan aneh dan berkata lagi , "Baguslah kalau begitu , lain kali ajaklah eommamu ke sini." Aku dengan pelan menjawab. "ne , ahjumma." Aku sejenak menatap donghae dan dia tersenyum dan menarik napas lega. Kami berada di rumah orangtuanya hanya 2 jam dan pulang dengan alasan memiliki banyak jadwal pekerjaan.
*end Lee Jae Hyun pov.
*Donghae pov
Untung saja yeoja itu pintar acting tapi aku penasaran dengan pekerjaan orangtuanya sesungguhnya , karena kalau appanya seorang pegusaha kenapa anaknya mau menjadi seorang bodyguard?
Aku memutuskan menanyainya.
"Jae Hyun-ssi sebenarnya orangtuamu berkerja apa?"tanyaku padanya yang sedang menatap keluar jendela mobilku. Ya sekarang kami dalam perjalanan pulang ke rumah. "Seperti jawabanku tadi."jawabnya singkat. "Kalau itu benar mengapa kamu berkerja sebagai bodyguard?" tanyanya. "eomma dan appaku ingin aku hidup mandiri dan aku pun ditinggalkan mereka disini sendirian."jawabnya tanpa menatapku. Aku hanya menjawab dengan kata "oh"
Kemudian hening sepertinya kebawelan yeoja itu sejenak hilang dan hasilnya sekarang kami terdiam tanpa ada yang mau membuka suara.
Saat kami sudah mendekati rumahku aku membalikkan arah mobilku ke sebuah taman yang cukup sepi.
Dan saat mobilku berhenti dia baru menanyakan hal itu. "Donghae-ssi mengapa kita berada di sini?"tanyanya padaku, aku tidak menjawab dan keluar dari mobil , dan dia mengikutiku keluar dari mobil.
"Jae Hyun-ssi kau tau aku senang atas actingmu tadi. Oh ya , sebenarnya kau mau tidak melakukan rencana ini?"tanyaku padanya. "Ah, aku sih senang saja bisa membantumu."jawabnya sambil tersenyum. Senyum itu mirip dengan senyumnya , namja yang selama ini aku suka. Kau bertanya mengapa aku menyukai namja? Karena aku tidak normal , dan aku menyuruh dia menjadi pacar sandiwaraku hanya karena ingin menutupi itu dari imageku dan karena eomma memaksa aku harus membawa seorang yeoja ke rumah orangtuaku agar mereka percaya kalau aku masih normal.
Aku dan namja itu sudah menjalin hubungan selama satu tahun dan kami putus di tengah jalan. Alasannya karena namja itu tidak mau menjadi Gay.
Dan aku sebenarnya membenci yeoja ini karena dia namja yang kusukai itu pergi meninggalkanku dan memilih yeoja ini dan minggu lalu namja itu pergi ke Amerika untuk sekolah dan yang kuketahui kalau namja yang kusukai itu sudah putus dengan Jae Hyun.
Choi si won namja yang kusukai takkan pernah lagi menjadi milikku dan aku akan balas dendam kepada si won dengan memacari mantan pacarnya dan aku tau sebenarnya siwon tega memutusi pacarnya itu karena tidak ingin memberi harapan kosong pada Jae Hyun , karena dia akan melanjutkan studinya selama 5 tahun dan dia takut Jae Hyun akan rindu dan yang si won ketahui adalah jae hyun itu tidak bisa hidup tanpa dirinya tetapi kenyataan berkata lain , jae hyun bisa kok menjalani hidupnya dengan tenang dan tidak mengharapkan siwon lagi.
Aku akan membuat Jae Hyun jatuh hati padaku dan aku akan merebutnya dari si won. Dan ketika Jae Hyun sudah benar-benar mencintaiku aku akan memutusinya seperti yang dilakukan siwon padaku.
Back to story dulu ya kawan2
"Donghae-ssi kau kenapa?"tanyanya tiba-tiba mengagetkanku. "Ah , Gwenchanayo."jawabku kemudian aku menariknya kedalam pelukkanku. Dia tampaknya kaget dan tidak meresponku , tapi tubuhnya malah membeku. "Dong… haee.. ssi.."katanya terbata-bata.
Aku segera melepas pelukkannya kemudian aku berkata ," Ah , mianhaeyo Jae Hyun-ssi aku merindukan pacarku , aku jadi memelukkmu , ayo sekarang kita kembali ke rumah disini dingin."kataku agak gugup , ah mengapa aku menjadi gugup begini , apa karena pelukkannya terasa hangat dan aku tidak rela harus melepaskan pelukkan ini.
*end Donghae Pov
*Author Pov
Donghae menarik tangan jae hyun dan membukakan pintu mobilnya untuk jae hyun sedangkan jae hyun masih agak malu dengan adengan barusan pun agak menundukkan kepalanya. Donghae mulai menjalankan mobilnya kearah rumahnya. Saat tepat sampai di rumah jae hyun turun duluan dan masuk ke dalam rumah, meningalkan donghae yang masih duduk dan bersender di bangku kemudi.
"Aku bisa gilaa"teriak donghae setelah memastikan kalau jae hyun sudah masuk ke rumahnya. Kemudian donghae tersadar dan bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam rumah. besok pagi adalah hari minggu jadi mereka bisa sedikit bersantai.
Thankyou for reading and don't forget to review
