EXO (EXtra Ordinary)
.Sexotoys Present.
Cast : Member EXO
Pairing : Official Couple—lebih fokus ke Kaisoo—
Slight : KrisLu, JongMin (Jongin-Taemin)
Genre : Fantasy, Romance
Disclaimer : Member EXO punya Tuhan YME, keluarga, serta fansnya. Alur cerita dan Chanyeol (?) mutlak milik author.
Summary : Kyungsoo, murid pindahan dari Busan masuk ke dalam EXO—sebuah perkumpulan dari anak-anak 'luar biasa' di SM High School—membuatnya merasakan 'flavour of love'. Bad summary! Kaisoo Area! IT'S YAOI! BOY X BOY! BL! SHONEN AI!
.
.
IF YOU DON'T LIKE
.
.
PLEASE DON'T READ!
.
.
DON'T BE PLAGIARISM!
Sexotoys Present
.xxx.
Kyungsoo membeku saat melihat laki-laki itu berjalan kearah bangku—sebelah—nya dengan menjilat bibir bawah sensual...
Ck, bukan! Bukan masalah betapa sexy-nya orang yang duduk disebelahnya kini. Tapi bukankah dia adalah... Kim... Kim siapa tadi?
"Kim Jongin. Aku Kim Jongin yang tadi pagi. Kau masih ingat aku, kan?" Hei! Orang ini membaca pikiranku?
.
.
.
Dalam kurun waktu yang lama—menurut perhitungan Kyungsoo—akhirnya pelajaran matematika membosankan—ini juga menurut Kyungsoo—itu selesai. Jongin tak seburuk yang ia kira. Selama 3 jam penuh mereka sesekali bercanda. Jongin baik, hanya saja saat tersenyum terkadang sangat mesum.
"Kyungsoo-ah!" suara dengan oktaf diatas rata-rata itu bergerak dalam udara dengan kecepatan penuh menghampiri telinga Kyungsoo dan Jongin yang masih betah dibalik bangku coklatnya. Si pemilik nama melambaikan tangan saat orang yang ditunggunya datang. Oke ralat, mungkin yang ditunggu Kyungsoo adalah yoghurt dari orang itu.
"Baekhyun-hyung!" Kyungsoo mendelik kearah Jongin saat bibir kissable milik orang itu menyerukan sebuah nama. Tunggu, jadi si hitam di sebelahnya ini kenal Baekhyun? Jadi sejak awal ia bercerita betapa cerobohnya si Sunbae imut ini padanya, ia... astaga! Hanya pura-pura tidak mengenal?
"Kim Jongin... kau..."
Wajah panik Kyungsoo membuat perut Jongin tergelitik. Ia tertawa pelan, "Kau bilang kau pintar masak, kan? Kalau begitu masakkan sesuatu untukku nanti malam. Aku akan ke apartemenmu. Maka aku tidak akan membeberkan pembicaraan kita." Langkah Baekhyun semakin dekat membuat keduanya berbisik.
"Kyungsoo-ah, Kajja! Kita kekantin." Baekhyun berbalik menatap Jongin setelah berujar pada Kyungsoo, "Kkamjong-ah, woah kau duduk dengan Kyungsoo?" Ini pertanyaan bodoh sebenarnya. Tanpa dijawab-pun Baekhyun tau jawabannya apa.
"Begitulah, Chanyeol-hyung kemana?" Jongin melirik Kyungsoo yang kini berdiri disamping Baekhyun.
"Dibel—" ucapan Baekhyun terputus saat suara bass menyapa gendang telinga penghuni kelas ini dengan sapaan 'wassup!'-nya. Kyungsoo memutar bola matanya, lagi-lagi ia bertemu orang-orang aneh. Tidak adakah manusia normal disini? Lihat saja, tinggi badannya seperti tower. Dasar tiang listrik. Manusia sepertinya itu yang membuat Kyungsoo terlihat pendek—meski nyatanya memang pendek—.
"Aku akan membawa Kyungsoo ke tempat Kris-ge nanti. Tak apa, kan?" Hening menyeruak saat bibir mungil Baekhyun berujar menghentikan aktifitas Chanyeol dan Jongin yang tengah mengobrol.
"Kyungsoo? Mana orangnya?"
Kyungsoo memutar bola matanya malas, tiang listrik ini benar-benar tidak waras. "Yak, Chanyeol Sunbae, tundukkan kepalamu itu sedikit maka kau akan menemukan makhluk berwujud kecil bernama Do Kyungsoo." Kyungsoo mendengus, "Kau ini mau meledek tinggi badanku, ya?" dan pecahlah tawa mereka semua.
.
.
.
Kyungsoo melongo saat jemari lentik Baekhyun memutar kenop pintu coklat yang tampak usang. Diketahui bahwa ruangan ini adalah bekas dari kelas 'istimewa' untuk anak-anak yang bermasalah. Banyak rumor mengatakan bahwa ruangan ini tidak boleh ditempati karena sering terdengar bunyi-bunyi aneh.
Kyungsoo mengeratkan genggamannya pada botol yoghurt yang didapatkannya sekitar 10 menit yang lalu dari kantin. Demi neptunus, ia akan menghentakkan kakinya dan menghancurkan sekolah ini jika Baekhyun berniat untuk mengajaknya bermain dengan makhluk tak dikenal.
Kyungsoo melongo saat tembok bagian belakang ruangan itu tampak seperti dibobol oleh narapidana. Tidak ada tembok menjulang disana, hanya ada hamparan padang rumput yang menyapa. Apa aku sudah mati? Ini seperti dunia dongeng. Aku seperti di film Narnia.
"Ini tempat bermain kami." Baekhyun menarik Kyungsoo agar berjalan semakin dekat.
"Jadi soal rumor itu?"
Baekhyun tertawa keras, "Kau tau itu, ya? Padahal kau baru saja masuk." Kyungsoo mengangguk malu. "Itu ulah kami. Agar tidak ada yang masuk." Kyungsoo mulai was-was kalau saja Sunbae-nya ini komplotan mafia, atau setidaknya penjual narkoba. Dan tentu saja ini tempat transaksinya.
Baekhyun menghentikan langkahnya. Dihadapan mereka—Baekhyun dan Kyungsoo—hanya ada dua orang. Kyungsoo menghela nafas, ia kira akan ada sekitar 10 orang lebih.
"Annyeong haseyo. Do Kyungsoo imnida." Kyungsoo menundukkan badannya memberi salam. Salah satu yang paling tampan—dari dua orang itu—mengernyit aneh, lalu membalas sapaan Kyungsoo. Sedangkan yang satu lagi—yang terlihat seperti bayi rusa—menatap Kyungsoo antusias.
"Aku Luhan!" Kyungsoo melonjak kaget saat orang yang menamakan dirinya Luhan itu berdiri dan memeluknya erat. "Salam kenal!" matanya berbinar, benar-benar lucu.
"Baekhyun-ah, kenapa kau membawanya kemari? Kau tahu apa peraturan disini, kan?" Kyungsoo menegang merasakan hawa ketidaksukaan atas kehadirannya disini. Laki-laki itu—Kris—mendekati Kyungsoo, menundukkan sedikit kepalanya untuk mensejajarkan padangannya dengan laki-laki mungil itu.
"Kau yakin kau ini laki-laki?" lagi, Kyungsoo memutar bola matanya malas. Baekhyun dan luhan tertawa keras. "Lalu, apa ada yang ingin kau jelaskan padaku, Byun Baekhyun?" pandangan itu beralih pada Baekhyun yang masih belum bisa mengendalikan tawanya. Jadi aku dibawa kesini untuk bahan bully? Sialan.
"Ayolah, Ge. Aku tahu apa yang aku lakukan. Lagipula dia temanku." Kyungsoo tersenyum manis, betapa bahagianya karena ada yang menganggapnya teman.
.
.
.
Mereka berempat sibuk mengobrol, laki-laki berambut pirang yang diketahui Kyungsoo bernama Yi Fan itu lumayan gila. Gila karena sejak 10 menit yang lalu ia dapat berganti dengan lebih dari 5 bahasa saat berbicara. Dan jangan lupakan parasnya yang ta—
"T-tangan Chanyeol-hyung terbakar!"
Kepanikan yang ditimbulkan oleh Jongin yang tengah lari terengah-engah membawa Chanyeol dalam keadaan tangan dibalut dengan api membuat semuanya melonjak kaget, tak terkecuali Kyungsoo yang hampir pingsan ditempat.
"KRIS-GE, CEPAT KENDALIKAN APINYA!" Jongin berteriak kencang. Kyungsoo semakin pucat saat api itu hampir menjalar ke bagian tubuh Chanyeol. Yi Fan mencoba menyentuh api itu. APA DIA SUDAH GILA?! KALAU TANGANNYA IKUT TERBAKAR AKAN BAHAYA!
"INI BUKAN BAGIANKU! KAI, BAWA SUHO KEMARI! BAEKHYUN, URUS KYUNGSOO!" kali ini Yi Fan yang berteriak keras. Kyungsoo tercekat saat tiba-tiba cahaya seperti hilang ketika tangan Baekhyun mengarah ke wajahnya. APA-APAAN INI?
Kyungsoo mencoba menggambarkan keadaan saat hanya telinganya yang bekerja. Banyak suara gemerasak tidak jelas. Semakin lama suara itu semakin berkurang. Seperti volume radio yang dikecilkan.
.
.
"Kyungsoo-ah?" Kyungsoo membuka matanya saat dirasa sebuah tepukan mendarat di bahunya. "Kenapa kau memejamkan matamu? Kau mengantuk?" Baekhyun mengangkat satu alisnya. Kyungsoo menggigit bibir bawahnya saat semua mata terarah padanya.
Tunggu, ini ada yang aneh. Bukankah tadi Chanyeol Sunbae tangannya—
"Sunbae-nim, apa tanganmu baik-baik saja?" Chanyeol menatap Kyungsoo aneh. Kyungsoo merasa bahwa tadi bukan semacam khayalan atau fatamorgana semata. Lagipula, disini ada Jongin, Chanyeol, serta si ketua osis. Hei! Kenapa ketua osis pendek ini ada disini? Dan siapa laki-laki berdimple ini?
"Kau mengigau? Tanganku tentu baik-baik saja. Memangnya tanganku kenapa?"
"Bukankah tadi tanganmu terbakar, lalu Jongin menyuruh seseorang bernama Kris untuk mengendalikan apinya. Tapi Yifan Sunbae berteriak bahwa ia tidak bi—tunggu! Jadi Kris itu Yifan Sunbae?" Seluruh mata semakin memicing kearahnya, membuat Kyungsoo merasa menciut seketika.
"Kurasa kau sakit, Kyungie." Semua melongo saat Jongin berbicara. Kyungsoo tersedak mendengar 'nama panggilan'-nya.
"Woah, kukira kalian hanya teman sekelas. Tapi sepertinya lebih." Semua tertawa keras mendengar guyonan aneh Chanyeol, lain di kedua pihak yang menjadi bahan pembicaraan. Keduanya menunduk malu. Jongin tampak menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Akan ada yang menyusul kita, baby." Chanyeol mencolek baekhyun.
.
.
Bel berbunyi, menyelamatkan Kyungsoo dari candaan yang membuatnya bersemu ria daritadi. Jongin bangkit, menarik tangan Kyungsoo agar ikut berdiri.
"Kajja, kita kembali kekelas. Jika kau terlalu lama disini, kau akan gila." Dan perkataan Jongin itu disambut dengan lontaran kata 'kaisoo couple!' atau 'woah, akan ada couple baru di Exo' membuat Kyungsoo semakin bersemu. Belum lagi Jongin yang kini menggenggam erat tangan mungilnya. Terlihat sangat pas dengan jemari besarnya, membuat perut Kyungsoo tergelitik. Tidak sadar bahwa kini ia tersenyum menatap tautan itu.
"Kyungsoo-ah!" Kyungsoo menengok kearah Baekhyun.
"Ini semua teman-temanku. Kenalkan, kami... EXO!"
.
.
.
Kyungsoo merapikan jaket biru tosca-nya, ini adalah kunjungan pertama ke apartemen tetangganya. Kyungsoo berniat memasak makanan kesukaan Jongin.
Mata Kyungsoo memicing saat mendengar gelak tawa Jongin didalam. Mengurungkan niat saat dirasakannya Jongin benar-benar tidak sendiri. Pintu itu berdecit, membuat Kyungsoo mematung saat tiba-tiba pintu itu terbuka menampakkan laki-laki berpostur tinggi. Rambut blonde-nya membuat Kyungsoo mengerjap lucu. Laki-laki ini cantik sekali.
"Kkamjong! Temanmu datang!" Jongin menyembul dari dalam. Tersenyum manis melihat penampilan Kyungsoo. Manis sekali. "Aku langsung pulang saja, annyeong!" Laki-laki itu melambai imut pada Jongin. Membuat Kyungsoo menciut, dia ini pacar Jongin?
"Dia Taemin. Lee Taemin. Cantik bukan?" Jongin terkekeh. Kyungsoo tersenyum sekilas. Entahlah moodnya buruk untuk memasak. "Oh iya, EXO berniat akan kesini. Ikut makan malam dengan kita. Mereka penasaran dengan masakanmu. Tak apa kan?"
.
.
.
Kyungsoo terbahak, teman-teman barunya ini sangat unik. Benar-benar orang aneh. Lihat saja bagaimana Yifan dan Chanyeol bertengkar karena bulgogi buatan Kyungsoo.
Yifan menyuapi Luhan, membuat namja itu bersemu. Tangan Chanyeol dengan lihainya mencomot satu daging dipiring Yifan. Membuatnya mendapat jitakan keras di dahi.
"PARK CHANYEOL, DAGING ITU MILIKKU!" Kali ini Baekhyun yang berteriak karena ulah Chanyeol. Membuat yang lainnya terbahak. "Akan ku bunuh KAUUU!" Baekhyun memukuli bahu tegap Chanyeol.
Kyungsoo terbelalak saat sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya. Aroma lezat menguap menyapa hidung mancungnya. Suho tersenyum manis dengan tangan yang memegang sumpit dan mengarahkannya ke bibir Kyungsoo.
Jongin dan namja berdimple yang diketahui menjabat sebagai wakil osis itu memandang dengan sorot mata tak dapat di artikan. Membuat keadaan hening saat Kyungsoo dan Suho sibuk menyuapi bibir lawan masing-masing.
Jongin berdehem, membuat kegiatan keduanya terinterupsi. Merasa telah membuat suasana tidak enak, Suho tersenyum canggung.
Jongin bangkit, menarik tangan Kyungsoo keluar dari apartemen.
TBC!
Apa yang akan dilakukan Jongin?
Preview Chapter 3:
"Namaku Sehun, Oh Sehun."
"Aku melihat Yixing-Ge menghidupkan bunga layu!"
"KYUNGSOO MASIH ADA DIDALAM!"
.xxx.
Balasan Review Chapter 1:
- byunniewife : biar demokratis(?) chingu :) oke, nanti untuk endingnya sesuai banyaknya permintaan ya.
Kai bukan yaa? kkk~ udah terjawab kan diatas? jawabannya benar^^ gomawo udah review {}
- Kim Hyunshi : Ini udah update chingu :) gomawo udah review {}
- Dianasangadji : Kai bukan yaaaa? wkwk benar^^ diatas udah terjawab kan? gomawo udah review {}
- edogawa ruffy : gomawo^^ tersanjung banget ada yg suka. semoga kelanjutannya gak ngecewain ya :) hayo, udah terjawab kan siapa yang telat? kkk~
salam kenal chingu^^ gomawo udah review {}
- BunnyPoro : pertanyaan kamu akan terjawab di chapter-chapter selanjutnya :) kalau mau memprediksi juga boleh haha. iya chingu, disengaja ini untuk pengenalan. gomawo udah review {}
- pyenzz : gomawo^^ ini udah update :) untuk ending nanti diambil dari banyaknya poling(?)
gomawo udah review {}
- sfsclouds : di sengaja pendek chingu :) untuk chapter selanjutnya akan diperpanjang.
wah, baru mulai tapi pemikiran kita sama. haha, memang dibuat seperti itu, chingu :) permintaan kamu dikabulkan~
diusahakan secepatnya^^ gomawo udah review {}
- 12wolf : udah terjawab kan diatas itu siapa? kkk~ chapter selanjutnya akan diperpanjang^^ gomawo udah review {}
- oneshootbunny : ini udah update :) ikutin terus ff ini ya~ gomawo udah review {}
- Sihyun Jung : amin, semoga ff ini gak mengecewakan kelanjutannya :) siapa ya~ haha diatas udah terjawab kan? ^^ gomawo udah review {}w2;
- Brigitta bukan Brigittiw : untuk ending diambil dari banyaknya poling :) ikutin terus aja FF ini^^ gomawo udah review {}
- ajib4ff : untuk ending diambil dari banyaknya poling :) gomawo udah review {}
- Jaylyn Rui : Udah terjawabkan itu siapa? kkk~ semoga FF ini ga mengecewakan readers nantinya :) gomawo udah review {}
- guest(?) : untuk ending diambil dari banyaknya poling :) yang masuk itu kai kkk~ gomawo udah review {}
- guest (?) : semoga FF ini ga mengecewakan ya :) diusahakan untuk memberi sebaik mungkin untuk readers tercinta^^ gomawo udah review {}
- FettyLryn : ini udah update^^ gomawo udah review {}
Makasih yang udah reviewww~~~ yang ini review lagi ya! ^^
Oh iya, ada yang minta author cepet update. Itu tergantung author banyak tugas atau ga ya reader^^ tapi author usahakan secepatnya.
Banyaknya review juga berpengaruh loh, semakin banyak yang review maka updatenya semakin cepet^^ soalnya author males kalo review-nya sedikit takut reader gasuka.
Kalau alurnya kelambatan, bilang ya akan author perbaiki di chapter selanjutnya~
