Chapter 2 : My Son
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Warning: Banyak Karakter Import(OC), OOC, Typo, EYD, dan masih banyak lagi
Terima kasih untuh para reader dan khususnya para Reviewer
Di sebuah planet di luar Sistem Tata surya Bumi yang lebih tepatnya di sebuah planet yang identik dengan Bumi terletak di pinggiran dari galaksi bima sakti terdapat sebuah kehidupan yang mirip dengan Bumi namun , dalam planet itu kehidupannya jauh lebih keras dari pada bumi di mana Ras yang 'Mirip' manusia terlahir bagaikan Budak dan hanya bisa bertahan dari Serbuan dan Serangan Ras Lain yang jauh lebih kuat dan lebih modern dari segi teknologi namun para Ras yang 'mirip' manusia ini memiliki Sumber daya yang sangat memiliki potensi namun semua itu belum bisa di manfaatkan karena teknologi yang mereka miliki bagaimanakah mereka akan bertahan ? Berharap mendapat bantuan yang jatuh dari langit begitu saja ? Bagaikan menunggu Hujan di Musim Kemarau Abadi nan panjang . Marilah kita Initip Kisah para Ras yang 'Mirip' manusia ini.
.
.
.
.
.
Di sebuah hutan yang lebat
'buk…buk….buk' . Suara deruan tapak kaki yang mirip dengan kuda berjumlah 3 ekor di tunggangi oleh 3 orang yang bias dikatakan mirip dengan manusia. Mereka sepertinya atau lebih tepatnya mereka lari dari kejaran sesuatu , Yaitu sebuaj kelompok yang merngejar mereka dari belakang. Mereka menggunakan tunggangan berwujud monster 'Hewan Campuran' . Sudah sejak dari perbatasan mereka saling kejar-mengejar dan mereka kini telah memasuki kawasan hutan dan entah mereka bias selamat atau tidak. Seorang yang menunggang hewan mirip kuda itu terlihat khawatir akan keadaan mereka
"Neji-nii….Bagaimana ini ? Apakah kita bisa melarikan diri dari mereka ?" ucap seorang wanita berambut indigo dan bermata lavender kepada laki-laki yang berambut coklat dan bermata sama seperti dia
"Aku tidak tahu , Hinata…aku sudah kehabisan ide" jawan Lelaki itu yang di kenali dengan nama Neji
"Ahhhh…Kenapa di saat-saat seperti ini…" kini giliran Wanita yang berambut pirang yang di kuncir Twintail dan bermata biru secerah langit
"Lari saja , Naruko …. Aku punya firasat baik tentang ini" ucap Neji kepada wanita itu yang dikenali sebagai Naruko
"Kita tak boleh sampai tertangkap atau , Ras kita, Immanity akan dalam bahaya. Kita harus menyerahkan informasi penting ini kepada Ayah , dan yang lainnya " Ucap Hinata sambil mengendarai tunggangannya
"Sial kita hampir terkejar.!" Teriak Naruko
Tak lama kemudian terlihat bulatan-bulatan biru yang berlalu-lalang di sekitar mereka dan saat bulatan biru itu mengenai pohon maka pohon akan berlubang.
"Sial mereka menembakkan senapan Sihir! Berhati-hatilah!" Teriak Neji .
Mereka semakin memacu tunggangannya semakin cepat. 'Nging…nging..nging…' dengungan peluru senapan sihir yang lewat di sekitar mereka , namun tak lama kemudia 'Nging..Crak…..'
"Neji-Nii!" Teriak Hinata
"Neji-san…" Naruko juga terkejut
Sedangkan Neji ia tersungkur dan tangannya tergores oleh peluru sihir . Sepertinya lukanya cukup parah hingga darah menetes keluar. Lalu para pasukan pengejar yang berjumlah 7 orang menghampiri mereka terlihat pemimpin mereka adalah wanita berambut Pink dengan Mata hijau emerald yang menawan, Namun penampilannya tidak mencerminkan sifatnya dia di kenal sebagai kapten yang memiliki kekuatan yang di luar, nalar hanya dengan memukul tanah maka tanahnya akan menghambur dan hancur meninggalkan lubang seperti di hantam meteor.
"Kapten, Mereka sudah terkepung " ucap salah satu anak buahnya yang berwujud manusia dengan tanduk banteng
Tanpa mengatakan sepatah katapun sang kapten melompat dan mengambil posisi seperti memukul dan Neji-lah sasarannya.
"CHANNAROOOO!" Teriak sang kapten
Neji hanya bisa pasrah dengan menutup matanya berdoa'a kalau dia tidak akan hancur lebur oleh hantaman itu. Namun setelah merasakan suasana yang cukup lama , Neji tak merasakan apapun. Sempat ia berfikir kalau dia mati. 'BLAR!' suara ledakan keras di tanah ia dengar. Ia membuka matanya dengan perlahan dan ia melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Seorang laki-laki dengan rambut Biru donker dengan alat seperti besi menempel di seluruh tubuhnya mengikuti alur tulang di tubuhnya dengan tenang menangkap pukulan yang terkenal mematikan itu dan momentum pukulan di alihkan ke belakang lelaki itu membuat tanah sekitar retak
"Apa dia menagkap pukulan super , Kapten dengan mudahnya ?" ucap salah satu Prajurit yang memiliki tanduk Banteng
Seorang prajurit lainnya mengayunkan gada besar dan 'Dlar!' suara ledakan seperti meriam dan prajurit bertanduk banteng tersungkur ke belakang dengan lubang di dadanya. Naruko dan Hinata seketika melihat ke sumber suara itu dan ternyata ada lagi seorang pria dengan senjata yang belum pernah mereka lihat sebelumnya bertengger tenang di atas pohon sambil membidik dengan senjatanya
Sang kapten menarik mundur tangannya dan melompat ke belakang dengan perasaan terkejut
"Siapa mereka… Hey kalian jangan diam saja bunuh mereka semua!" teriak Sang Kapten
Salah seorang prajurit lagi maju dengan mengayunkan Kapak raksasanya dan tiba-tiba kini muncul lagi pria berambut kuning seperti Naruko namun wajahnya tidak terlihat karena ia terutup benda seperti topeng di wajahnya. Sesaat kemudian dia mengkap tangan prajurit tadi dan memotong tangannya dengan pisau kecil dengan mudahnya, seketika prajurit tadi berteriak kesakitan . Entah bagaimana kini di depan Neji juga beridiri wanita yang berpenampilan sama dengan rambut di kuncir kuda dengan warna pirang dengan topeng yang sama seperti orang yang di depan tadi.
Kembali ke pertarungan , Lalu Seorang prajurit menyerbu ke depan lagi ia mengayunkan Gada raksasa dengan duri yang tajam namun dengan mudahnya pria berambut kuning itu memukul prajurit itu tepat di bagian jantungnya dan seketika dia terpental ke belakang dan langsung tewas , kemungkinan Jantungnya pecah. Sang prajurit yang telah di potong tangannya tadi belum menyerah ia mengeluarkan parang dan ingin menebas pria berambut kuning tadi dan 'DLAR' orang yang bertengger di atas pohon tadi melepaskan tembakan lagi dan Prajurit tersebut mati dengan kepala yang berlumuran darah
Kini keadaan berbalik regu pengejar mulai terdesak , 3 prajurit mereka telah tewas dan kekuatan sang Kapten mereka kemungkinan besar tidak bisa menghadapi mereka , dan ditambah musuh mereka kali ini belum pernah mereka melihat sebelumnya, orang-orang yang mereka anggap lemah namun mereka kini memiliki kekuatan yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.
"Kapten Bagaimana ini?" Tanya Seorang prajurit
"Kita mundur… Kita tidak tahu siapa mereka dan Instingku mengatakan kalau kita harus mundur.." ucap Sang Kapten
Mereka akhirnya mundur dan mulai menghilang di rimbunnya Hutan dengan tunggangan mereka yang memiliki rupa yang mengerikan itu
.
.
.
Setelah mundurnya regu pengejar tadi sang wanita pirang berbalik kebelakan menyarungkan senjatanya ke punggungnya dan membuka topeng besinya. 'Cantik…' itu yang terlintas di pikiran Neji, Hinata , dan Naruko. Dengan mata Aquamarine-nya ia memerikasa luka di tangan Neji yang kelihatannya cukup parah karena tembakan tadi tepat mengenai pembuluh darahnya, sempat ia berbicara dengan 2 pria yang menghadapi musuh tadi dengan bahasa yang tidak ia mengerti , dan pria berambut kuning mengeluarkan alat kecil dan mengambil sampel darah dari Neji , lalu ia melakukan sesuatu yang aneh dengan layar kaca yang ada di tangan kirinya sementara waniata berambut pirang itu mengobati luka Neji dengan cairan berwarna bening dan kental , yang langsung membuat darah Neji berhenti dan rasa sakitnya mulai hilang. Tiba-tiba Mereka ber-4 seperti tersengat listrik dan mereka mengedipkan mata mereka beberapa kali dan menggeleng-gelengkan kepala mereka lalu
"yah….aku mulai tidak menyukai senesasi ini kau tahu…" ucap Pria yang bertengger di pohon tadi yang entah sejak kapan ia turun ke tanah
"Sudahlah..jangan mengeluh saja , Sai.." ucap Wanita yang berambut pirang itu
"He…." Neji, Naruko, dan Hinata terkejut karena tiba-tiba mereka bisa berbicara bahasa mereka
"Bagaimana kalian tiba-tiba bisa berbicara dengan bahasa kami?" ucap Hinata mulai khawatir
"Anda tau alat tadi , itu adalah alat yang bisa mendeteksi dan memberi kemampuan berbahasa kalian, Ah lebih baik kita istirahat dulu di bawah pohon itu, " tunjuk Ino
Hinata dan Naruko mulai berdiri dan berjalan menuju sebuah pohon besar yang di tuju, sedangkan Neji di papah oleh Sai , setelah mereka duduk dan Ino memberi mereka minum agar mereka mulai tenang kini Naruto mendekati mereka
"Baiklah Nona-nona dan tuan , Bisakah ceritakan apa yang terjadi di sini, " ucap Naruto dengan tenang dan membuka Headgear-nya
Mereka bertiga terdiam sebentar karena terkejut dengan wajah Naruto.
"MENMA!" teriak mereka bertiga
"He..Menma ? Siapa itu ?" Tanya Naruto
"Kamu Menma kan ? Uzumaki Menma ?..." teriak Hinata seperti mulai bernostalgia
"Ha? Bukan…bukan..bukan… Hah.. mari kita perkenalkan diri dulu Aku Letnan Satu Senju Naruto , Ketua Team Alpha, dari Squad Eagle, aku berasal dari Sistem tata Surya T-27." Ucap Naruto memperkenalkan Diri yang sebenarnya ia berbohong
"Aku Pembantu Letnan dua Uchiha Sasuke, aku benci mengatakan ini tapi aku adalah anak buahnya.." ucap Sasuke sambil menunjuk Naruto dengan ibu jari kanannya
"Aku Yanamaka Ino , aku adalah medis dan juga Radar mereka" ucap Ino
"Aku Shimura Sai, aku Sniper , atau pemembak jitu, " ucap Sai dengan senyum palsu khasnya
"Jadi kalian bukan berasal dari sini ya…." Ucap Hinata Kecewa
"Yah begitulah , kami bisa di bilang tersesat di sini Kami bertemu dengan mereka yang berupa aneh tadi yang kemungkinan ingin membunuh kalian" jawab Naruto
"Yah begitulah kami, kami adalah ras terlemah di palnet ini, dan kami selalu di tindas, dan di buru.." ucap Naruko sendu
"Jangan berkata seperti itu Nona, jujur aku tersinggung kami juga adalah termasuk ras yang lemah, Namun yang kami miliki adalah Tekat dan rasa tidak pernah puas, pantang menyerah , dan inilah buktinya, kami bisa menjelajah luar planet, menemukan rekan-rekan dan aliansi antar planet, membantu mendamaikan planet yang terjadi perang, rasa kebersamaan yang erat membuat ikatan yang kuat dan tak terputuskan, jujur dulu di planetku , planet bumi, kami di serbu oleh makluk alien yang mengaku bahwa mereka adalah tuan kami, kami di anggap hewan peliharaan atau ternak yang mereka anggap kami siap panen, 30 tahun kami melawan dengan apa yang kami miliki, dan akhirnya kami berhasil mengalahkan mereka dengan apa yang kami miliki, dan kami berhasil mengambil yang kami miliki , Yaitu perdamaian dan kebebasan, meskipun Harga yang harus di bayar tidaklah murah, lebih dari 1 miliar jiwa melayang, namun kami akan terus menjaga kalau perjuangan saudara-saudara kami tidak sia-sia.." ucap Sai dengan nada yang marah
Lalu Ino memeluk Sai dari belakang untuk menenangkannya dari masa lalunya yang kelam. Semuanya terhening sejenak dan Naruto segera mencairkan suasana
"Yah… begitulah.. Ngomong-ngomong kami belum tahu nama kalian Nona dan tuan.." ucap Naruto
"Ahhh… aku Uzumaki Naruko, Putri dari kerajaan Uzhusio.." ucap Naruko semangat
"A..aku Hyuuga Hinata.. p..putri dari kerajaan Hyuuga…" ucap Hinata gugup dan wajah memerah serta tidak berani menatap wajah Naruto
"Aku Hyuuga Neji..Saudara sepupu Hinata." Ucap Neji
"Memangnya bagaimana awal kalian bisa di kejar makluk aneh tadi ?" Tanya Sasuke
"WarBeast…. Itulah mereka, kami membawa informasi super rahasia yang akan kami kirimkan ke aliansi kerajaan " Ucap Neji
"WarBeast…. Sepertinya ini akan menarik.." ucap Sai
"Di mana lokasi aliansi kerajaan kalian… mungkin kalian punya alat komunikasi di sini ? menurut analisaku kalian memeiliki teknologi yang hampir sama seperti planet bumi masa lalu.." Ucap Sai
"Lokasi kami masih jauh, harus melwati desa di padang pasir sebelah sana.. " Tunjuk Naruko
"NARUKO..!" teriak Neji karena ia membocorkan lokasi mereka pada orang yang baru mereka kenal
"Tenang…kalian bisa percaya kami, kami hanya mencari sebuah Antena yang …yah cukup tinggi untuk bisa menghubungkan kami ke Armada kami.." ucap Naruto
"Kalian punya teman.?" Tanya Naruko
"Yah bisa di bilang begitu.. dan kami bisa menawarkan kalian Bantuan yang mungkin kami juga bisa membantu kalian mengakhiri konflik di sini itu tergantung Informasi dari kalian juga mengenai siapa yang kita Hadapi" Ucap Naruto lagi
"Heh…baiklah desa itu sudah dekat, kita bisa jalan ke sana, di sana ada antenna komunikasi yang cukup tinggi mungkin bisa kalian gunakan.." ucap Neji
Akhirnya mereka berjalan menyusuri lebatnya hutan. Hinata, Naruko, Naik tunggangan mereka yang berwujud kuda bertanduk satu yang mereka sebut Horsie, lalu Neji berjalan sambil menuntun tunggangannya, dan menceritakan tentang apa-apa saja yang ada di planet mereka.
Dari cerita Neji semua itu sudah terjadi sejak dulu, terdapat 4 Ras di planet itu, WarBeast, Angel, Devil, Dan Vinci. Vinci adalah Ras yang identik dengan manusia , seperti Neji , Hinata, dan Naruko. Kekuatan mereka adalah Sihir, namun sihir mereka sangatlah lemah, dan juga hanya orang-orang tertentu yang bisa Sihir tingkat tinggi. Lalu Warbeast , adalah Ras dengan wujud manusia namun memiliki telinga Hewan di atas kepalanya , Telinga di kepala mereka melambangkan Kasta dan kekuatan Mereka, Kasta tertinggi mereka adalah WarBeast dengan telinga Serigala , mereka memiliki kekuatan di luar Nalar . Lalu Angel, mereka adalah Satu-satunya Ras yang bisa terbang layaknya burung, Jumlah sayap dan warna Sayap mereka yang melambangkap Kasta mereka , Warna putih dan mirip sayap merpati adalah kasta tertinggi dan juga jumlah dari sayap mereka melambangkan kekuatan mereka jumlah tertinggi sayap mereka adalah 16 buah atau 8 pasang. Lalu Devil, Seperti namanya kekuatan mereka seperti iblis, mereka mampu menciptakan makluk-makluk yang nantinya akan di kirim ke medan tempur. Dan lebih buruknya lagi mereka membuat aliansi bernama 'Alin' yang bertujuan untuk menguasai seluruh sumber daya alam milik Vinci, perang telah terjadi sekian lama dan Vinci kehilangan banyak wilayah lebih dari 200juta jiwa telah melayang , dan kini mereka berkumpul di sebuah Negara yang bernama Konoha , dan beberapa kerajaan besar telah membentuk aliansi yang bertujuan untuk melindungi penduduk dan bertahan hidup dari serbuan para pasukan 'Vinci'
.
.
3 jam telah mereka lalui dalam perjalanan dan mereka akhirnya berhasil menembus lebatnya hutan. Mereka kini beristirahat di pinggiran hutan karena di hadapan mereka kini adalah hamparan padang pasir yang luas
"Bolehkah aku duduk di sini , Putri ?" Tanya Naruto pada Hinata yang sedang duduk di bawah pohon
"B..boleh..silahkan.." ucap Hinata gugup
"Kenapa kau gugup seperti itu ? Santai sajalah.." ucap Naruto sambil duduk di samping Hinata
Mereka duduk berdampingan , Naruto memberikan air untuk minum Hinata. Yang lainnya mereka juga sedang beristirahat, Ino sebagai Medis mengecek ulang luka Neji, dan syukurlah lukanya mulai menutup karena pengobatan Nanomaterial
"Bolehkah aku bertanya sesuatu ?" Ucap Naruto yang membuat Hinata terkejut
"He…Etooo..B…boleh saja…" jawab Hinata
"Saat tadi aku membuka Headgear-ku kenapa kalian semua menyebutku, Menma . seperti kalian telah mengenal dia . Terutama kau..seperti bertemu…yah…..pasangan..? " Tanya Naruto ragu-ragu
"Itu..Karena Menma , adalah saudara kembar dari Naruko, dan dia juga….. Tunanganku.." jawab Hinata sendu
"Dan dimana Menma sekaa…. Ah..ma'af melihat raut wajahmu aku mungkin bisa menebak apa jawabanmu." Ucap Naruto sambil memandangi wajah cantik Hinata
"Ya…dia telah meninggal karena melindungi aku…hiks….hiks…bodohnya aku karena aku terlalu lemah untuk melindungi diriku..hiks…hiks…" jawan Hinata yang mulai menangis
"Ya..ya…..ya…eh…jangan menangis kumohon….aduh..kenapa jadi begini.." ucap Naruto panik
Karena bingung harus bagaimana karena Naruto adalah tipe orang yang paling tidak tega jika melihat wanita menangis. Ia memegang pundak Hinata dan seperti telah mengikuti arus seketika Hinata ambruk ke dada Naruto , membenamkan Wajahnya ke dada Naruto untuk menangis sepuas-puasnya. Naruto yang secara alamiah mengikuti arus ia mengelus surai indigo yang lembut bagaiakan sutra , bertolak belakang dengan tangan Naruto yang kini ia meragukan apakah itu tangannya atau bukan. Bukannya ia tidak mempercayai apa yang ia miliki , ini karena tangannya kini tidak dapat merasakan hangatnya sentuhan lagi.
Setelah Hinata tenang , ia mulai bangkit lagi dan kini wajah sendunya telah kembali cerah dengan kulit porselennya yang membuat siapapun yang melihatnya menjadi jatuh cinta.
"Terima kasih, Naruto-kun.." ucap Hinata
"Eh….ya sama-sama, aku ….etoo…." ucap Naruto yang berganti gugup
"Apakah aku mengganggu kalian?" ucap Suara baritone tiba-tiba
"Ada apa Sasuke….Kau mengagetkan saja.." ucap Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya
Sasuke melemparkan tablet kearah Naruto dan segera menangkapnya dan ia terkejut dengan apa yang ia lihat di layar tablet itu
"2 jam lalu aku melepaskan Eagle Eye (Drone) itu foto 1,5 jam yang lalu dan satunya lagi foto 3 menit yang lalu" Ucap Sasuke serius
HInata yang penasaran menengok dari belakang Naruto dan melihat layar tablet itu
"Ah…gawat itu Scorpion.." ucap Hinata Panik
"Scorpion ?" Tanya Naruto dan Sasuke bersamaan
" Iya itu adalah salah satu makluk ciptaan Devil, mereka berbentuk kalajengking raksasa dengan kulit yang lebih keras dari pada baja, lalu di ekornya bisa menembakkan sinar yang bisa membuatmu menjadi abu secara seketika" Ucap Hinata menjelaskan
"Sama seperti Tank, jika itu milik kita " ucap Naruto
'BLUM' Tiba-tiba ledakan terjadi , jaraknya sekitar 2 mil dari mereka istirahat . seketika Ino , Sai, Neji, dan Naruko berlari menuju mereka bertiga
"Naruto…." Ucap Sai
"ya aku mengerti, Neji berapa jarak kita ke desa terdekat.." Tanya Naruto
"Sudah dekat sekitar setengah Mil lagi" ucap Neji
"Baiklah…Team cek perlengkapan.." ucap Naruto
Segera mereka berempat berkumpul dan mulai membongkar peralatan yang ada di tas punggung mereka
"Baiklah 2 Senapan IMR full amunisi, 1 senapan serbu ARX full amunisi, 1 Barret M28A1, 16 smart grenade, 16 lethal smart grenade, 17 Semtex, 17 C4 High Eksplosif, 14 Cluster trap" ucap Sasuke meng-absen perlengkapan mereka
"Baiklah Sasuke , Sai, kalian Ambil Semtex, C4, dan frag trap, Buat jebakan setengah mil dari desa" ucap Naruto
"Roger" Ucap Sai dan Sasuke
Segera mereka berkemas dan mulai menuju desa yang ada di seberang padang pasir untuk memanggil bantuan. Hinata , Neji , dan Naruko mereka naik tunggangan Mereka, sedangkan Naruto dan teamnya berlari, Mereka tak perlu mengkhawatirkan soal kecepatan mereka , karena mereka menggunakan Exoskeleton dan kecepatan Horsie mereka bisa diimbangi.
10 menit mereka berlari akhirnya mereka sudah setengah mil dari desa , Lokasinya adalah desa kecil namun memiliki dinding pembatas dan menara pengawas di bagian tengah-tengah desa. Tanpa di perintah Sasuke dan Sai segera memisahkan diri dari rombongan untuk memasang jebakan sedangkan Naruto dan yang lainnya segera menuju desa. Tak lama mereka sampai di desa. Beberapa orang desa menyambut Neji dan lainnya namun segera Neji menyampaikan keadaan dan segera penduduk desa bersiap-siap , mereka mengungsikan anak-anak dan wanita dan para pria segera menyiapkan senjata mereka, memang terlihat senjata mereka masih tradisional yaitu sama seperti saat bumi pada perang dunia ke-2, sedangkan Naruto dan Neji berlari menuju sebuah rumah yang memiliki antena yang tinggi untuk memancarkan komunikasi
"Aku akan mengirim pesan ke aliansi kerajaan, setelah itu kau Naruto.." ucap Neji
"Baiklah" jawab Naruto singkat
Di tengah suasana yang memanas Neji mengirimkan pesan lewat kode yang mirip dengan kode morse ke pada aliansi kerajaan. Setelah bebrapa saat Neji pun selesai dan kini giliran Naruto ia segera mengambil sebuah kabel yang tak terpakai lali menyambungkan alat yang ada di lengan kirinya ke antenna, segera ia menekan beberapa tombol dan berharap alatnya mampu diintegrasikan ke pemancar. Dan benar saja tak berapa lama alatnya berhasil diintegrasikan dengan antenna, segera ia mengirim pesan ke pada armada yang entah di mana mereka semua, Naruto hanya memancarkan Gelombang Panjang agar bisa mencapa jarak sejauh-jauhnya dan berharap pasukan aliansi menerima pesannya
.
.
750 mil dari tempat Naruto
Di sebuah tempat yang Landai dan memiliki hutan lebat, kini sebagian hutan itu terutup oleh bahtera raksasa yang mendarat darurat itu AAA Whunder, pesawat bahterayang mengangkut Naruto dan kini ia mengalami kerusakan yang membuat ia harus mendarat untuk beberapa saat.
"Kapten Hagoromo… Anda harus melihat ini" ucap salah satu prajurit yang membawa secarik kertas
"Ini….Lokasi team Naruto kan ?" Ucap sang Kapten yang berwajah garang itu
"Iya , dan ini sangatlah jauh, dari pesan singkat ini Ia membutuhkan bantuan segera" Ucap sang prajurit lagi
"Di mana lokasi bocah malang itu ?" Ucap Hagoromo lagi
"Di sini , 750 Mil dari tempat kita" Ucap Prajurit sambil menunjuk peta digital di meja Hagoromo
"Perjalanan ke sana paling singkat adalah 45 menit, Siapa unit patrol terdekat dari sana" ucap Hagoromo
"125 Mil dari tempat Lt Naruto, Regu Rhino 2 , yang di komandani Kapten Tsunade Senju , Mereka menggunakan FAC(Flying Aircraft Carrier) Enterprise." Ucap sang prajurit
"Baiklah segera perintahkan Tsunade dan unitnya untuk membantu Naruto, dan persiapkan Paket Bomber dan Prajurit darat untuk menyusulnya" Ucap Hagoromo
"Siap , Laksanakan, Pak" Ucap Prajurit dengan menghormat dan segera ia pergi dari ruangan Hagoromo untuk menghubungi Unit Tsunade.
.
.
.
Sementara itu di sebuah kapal Induk yang melayang di udara . Ia memiliki Nama FAC Enterprise. Sedang mempersiapkan keberangkatan Prajurit Mereka
"Semuanya segera bersiap dan berangkat kita akan memberi bantuan pada Lt Naruto sampai Unit utama datang, Shion kau ambil alih kapal, Aku akan memimpin sendiri operasi ini" ucap Wanita berambut pirang pucat panjang dan di kuncir belah dua
"Baiklah hati-hati , Ibu.. Bawa kakak Kembali" ucap Wanita yang wajahnya Cantik berambut sama seperti wanita itu dan memiliki warna sejernih berlian
"Hehehe tentu saja, dia juga sudah bagaikan anakku sendiri" ucap Tsunade mengelus puncak surai pirang pucat itu
Tak lama merekapun berangkat dengan pesawat kargo militer bertipe C-19 Super, yaitu pembaruan dari pesawat C-17 Globemaster. 2 buah pesawat raksasa tinggal landas dari kapal induk untuk menuju lokasi yang telah mereka tentukan
.
.
.
Naruto dan para penduduk desa kini menunggu di dinding pertahanan Desa, mereka berharap-harap cemas akan kehadiran musuh mereka , ditambah pasukan bantuan belum ada yang muncuk satu pun.
"Kau yakin Naruto-kun, pasukan bantuanmu akan datang ?" Ucap Hinata pada Naruto
"Aku yakin…" Jawab Naruto mantap
"Tapi , Naruto-kun kan tidak tahu di mana mereka .." Tanya Hinata lagi
"Karena aku percaya mereka" ucap Naruto meyakinkan Hinata
Seketika Hinata mengatupkan kedua tangannya dan menutup mata berdo'a agar mereka semua selamat akan serangan kali ini, karena pasukan musuh sangatlah kuat. Benar saja tak lama kemudian Sai yang berdiri di menara pengawas melihat sesuatu di teropongnya
"Mereka datang arah jam 9 , 2 pesawat C-19Super…" Teriak Sai
"Angkatan udara Unit Rhino 2, Akhirnya…" ucap Naruto lega
Naruto dan teamnya merasa lega , sedangkan Para penduduk desa serta Neji, Naruko, dan Hinata terlihat kagum, mereka belum pernah melihat benda terbang seperti itu sebelumnya. Bagaimana mungkin seonggok logam raksasa bisa terbang dengan mudahnya seperti itu, Mungkin itulah pertanyaan yang ada di benak mereka
Sementara di atas langit 2 pesawat Raksasa itu bermanuver berputar untuk mencari posisi, Sasuke melemparkan penanda asap berwarna Hijau untuk menandakan tempat di mana mereka bisa melakukukan terjun payung
.
.
Sementara itu di dalam Pesawat
"Baiklah semuanya angkat perlengkapan kalian kita akan terjun payung.." Teriak Tsunade yang sudah memakai Exoskeletonnya
Tak lama kemudian pintu palka belakang pesawat terbuka dan beberapa kotak besar yang teridentifikasi itu adalah Tank dan kendaraan lapis Baja di jatuhkan duluan, total ada 7 yaitu 2 buah Tank tipe T-70 lalu 2 MD turret dan 3 kendaraan lapis baja, lalu di susul oleh pasukan yang mulai terjun payung bagaiakan Batu yang di jatuhkan di angkasa , parasut-parasut para pasukan mengembang dan lambat Laun mulai mendekati tanah padang pasir yang kering. Para penduduk mulai kagum dengan pemandangan itu, mereka mulai menunjuk-nunjuk yang ada di atas langit, Naruto dan Sasuke segera berlari menuju tempat di mana para pasukan Mendarat
"Baiklah segera menuju ke Desa itu.." perintah Tsunade yang telah mencapai tanah, ia juga sudah membereskan parasutnya dan segera bergerak secara berurutan bersama Unit yang mengekor di belakangnya mereka bergerak berurutan dengan rapi menuju desa, Tank juga mulai bergerak, lalu MD turret juga sudah beralih ke mode pergerakan Kaki, mereka lebih mirip scorpion versi logam.
Setelah mendekat Naruto memberi tanda kepada Tsunade dengan lambaian Tangan
"Itu dia, Naruto…" teriak salah seorang prajurit
"Bagaimana keadaanmu , Nak ?" Tanya Tsunade
"Aku baik-baik saja, ibu.. musuh saat ini masih berada di dalam hutan 2 mil dari desa ini, bagaimana pasukan Utamanya" Tanya Naruto
"Kita harus bertahan 30 menit sampai pasukan inti datang, Bagaimana dengan Status musuh ?" Tanya Tsunade
"Mereka terdiri dari unit berat yang mirip dengan MD Turret yang di sebut Scorpion, beserta pasukan darat dengan senjata Senapan sihir, hati-hati pada tembakan Scorpion, itu sama seperti Laser anti material, jika kau sampai terkena kau akan berubah jadi abu" jelas Naruto sambil berlari
"Baiklah pasukan Buat perimeter pertahanan, kita butuh penembak jitu di atas Tower itu…" perintah Tsunade sesaat setelah sampai di desa
Para pasukan juga segera mengambil posisi mereka masing-masing dan para penduduk yang ikut bertempur mereka melihat dengan kagum para pasukan dari planet lain ini, mereka terlihat seperti pasukan yang telah terlatih untuk pertempuran seperti ini,
"Oh iya ada yang aku lupakan , Ibu.." ucap Naruto sambil melemparkan sebuah Flashdisk kepada Tsunade
"Oh…kau sudah mendapatkannya.." ucap Tsunade mengerti apa maksud Naruto
Segera Tsunade memprogram dan menyebarkannya ke pasukannya agar dapat berbicara dengan bahasa Planet tersebut
.
.
.
15 menit mereka menunggu dengan perimeter yang sudah siap namun belum ada tanda-tanda musuh akan datang
"Tidak ada yang datang ya…" ucap Naruto
"Apakah mereka menarik mundur Pasukannya, Naruto-kun ?" Tanya Hinata yang ikut membungkuk di belakang Naruto
"Naruto… Siapa Wanita ini.." Tanya Tsunade kepada Naruto
Naruto jadi bingung menjawab seperti ia ketahuan oleh Ibunya, ia tak tahu harus menjawab apa
"Ahh…iya aku Hyuuga Hinata , putri dari kerajaan Hyuuga.. Eto..Salam kenal.." Ucap Hinata
"He jadi kau seorang putri… Hahahah hebat juga seleramu bocah, tak rugi aku membesarkanmu sampai saat ini" tawa Tsunade sambil menepuk-nepuk punggung Naruto
Di tengah Canndaan Tsunade , Naruto , dan Hinata , akhirnya yang di tunggu pun tiba,
"Kita kedatangan tamu 19 Kalajengking dan beberapa semut mengelilingi mereka." Teriak Sai dengan teropong medan-nya
"Ini buruk…. Kita kalah jumlah " ucap Naruto
"Apakah kau belum pernah mengalami hal yang lebih buruk dari ini, Naruto ?" Ucap Tsunade
"Tentu saja pernah, Kau juga kan ikut bersamaku , Ibu" Jawab Naruto
"Maka dari itu ini pasti akan Menarik.." Ucap Tsunade lagi
.
.
Para pasukan penyerbu musuh kini telah bergerak mendekati desa tersebut , pasukan pertahanan juga sudah mulai bersiap untuk kedatangan mereka
"Baiklah , Mereka semua bertujuan untuk membunuh 3 putra dan putri mahkota ini, agar informasi tentang mereka tidak sampai ke Aliansi kerajaan, dan tugas kita adalah bertahan hingga pasukan Aliansi kerajaan dan pasukan Utama datang kemari" Jelas Naruto kepada semua pasukan.
.
.
Sementara itu di sebuah istana yang sangat megah dan di kelilingi tembok pertahanan yang kokoh setinggi 50 meter yang mengelilingi kerajaan beserta kotanya yang terbilang sangatlah luas. Seorang prajurit berlari menuju ruang utama sambil membawa kertas yang berisi pesan bersandi.
"Ratu. Maaf menyela rapat anda.. Saya membawa pesan dari Pangeran, Neji" Ucap sang prajurit itu
Sang Ratu yang memiliki Rambut yang Merah semerah darah, dan mata Violet yang menawan segera bangkit dan menerima kertas pesan itu. Ia membaca dan membelalakkan matanya
"Semua.. perhatian, Naruko, Hinata, dan Neji mereka berhasil membawa pesan Rahasia dari Kerajaan Seberang, Namun kini mereka di kejar oleh Alin, mereka terdesak namun mereka mendapat bantuan dari Pasukan yang katanya datang dari planet lain" Ucap Sang Ratu
"Apa..Mustahil , apa maksudnya itu , Bibi ?" ucap Salah seorang pria yang mungkin berpangkat tinggi dan memiliki mata dan rmabut sama seperti sang ratu
"Aku juga belum paham apa maksudnya Nagato.. maka dari itu aku akan datang sendiri menjemput putriku, Konan, Nagato, Yahiko , persiapkan pasukan Naga dan Pasukan Penyihir petarung menengah ke atas, Kita akan berangkat yang lain bersiagalah untuk kejadian yang tidak terduga" Ucap sang ratu
"Baik…Ratu Kushina" ucap mereka yang ada di ruang rapat dengan serentak
.
.
.
'dar..dar..dar…dar…dar..dar..BLUM!'
Sudah 10 menit mereka melakukan kontak senjata dengan musuh yang jumlahnya sangat banyak, kini pasukan Aliansi , mereka berusaha keras melawan musuh yang tentu saja merupakan lawan yang tidak seimbang soal jumlah namun kalah jauh soal efektifitas tempur, karena Tank versi teknologi mereka mampu mengimbangi Scorpion dari bangsa Alin, namun seperti memaksakan kehendak , Para Alin terus menyerbu meski mereka hampir kehilangan setengah dari pasukan mereka
'Nging…nging..nging…'
"Sial Scorpion… mereka datang seperti tidak ada habisnya, Mundur segera…" teriak Naruto
"MD turret , tembakan Perlindungan, Arah jam 1" Teriak salah seorang prajurit
Dengan perlahan namun pasti MD turret bergerak dan menmbakkan meriam 40mm secara beruntun dengan acak , beberapa Warbeast yang terkena ledakannya langsung terpental ke belakang dan meninggal seketika.
"Ironhead 1, Bergerak, pasukan berlindung di belakang kami" Ucap sang operato MD turret
'dar..dar…dar…nging Blom!" suara hentingan meriam plasma dari scorpion, mereka juga tak mau kalah para Alin terus menembakkan meriam mereka ke arah pasukan Aliansi, beberapa pasukan aliansi pun juga terluka, mereka yang terluka segera di Tarik mundur oleh temannya untuk mendapat pengobatan sementara
"DAR!" tembakan meriam plasma mengenai salah satu rumah dan meledak menghancurkan rumah, 3 2 prajurit aliansi dan 1 Vinci terluka ringan karenanya, Mereka dari prajurit aliansi masih bisa berdiri namun tidak dengan Vinci, segera mereka menarik orang itu ke tempat yang aman dan melanjutkan pertempuran, Satu tembakan Acak meriam plasma mengenai atap sebuah rumah , secara reflek yang luar biasa Seorang pasukan Aliansi melompat sebelum tembakan mengenainya, dan ia mendarat ke tanah dan melanjutkan pertempuran, Naruto dan Tsunade berada di tembok terdepan. Mereka melakukan kontak senjata dengan pasukan Alin yang berjumlah sangat banyak , Mereka mulai merasa terdesak kali ini
"Sial..Ibu bagaimana ini, jika kita tetap di sini maka kita akan terjebak…" ucap Naruto
"Baiklah… kita mundur ke garis pertahanan ke-2, Semuanya mundur ke garis pertahanan ke-2, kita susun ulang garis pertahanan" Teriak Tsunade
Mereka segera berlari menuju garis pertahanan ke-2 dengan di temani dengingan senjata plasma sihir dari pasukan Alin, berusaha menghindari tembakan yang sangat banyak itu di dalam kelutnya pertempuran itu tiba-tiba ada suara yang sangat familiar di telinga mereka
"Itu helikopter, Pasukan Utama datang! Kita dapat Bantuan!" teriak Sasuke yang telah mengaktifkan Sharingannya
8 buah helicopter dengan membawa semacam manusia menggantung di bawahnya, yah itulah X-01 Goliath, yaitu versi portable dari MD turret, mereka adalah Unit dengan mobilitas tinggi , karena itu adalah Exoskeleton yang telah di perkuat armornya dan membawa senjata berat 30mm, missile kecil dan Bom pecah
Segera setelah ia sampai di tempat pertempuran helicopter melepaskan X-01 Goliath yang biasa di panggil AST itu. Setelah sampai di tanah mereka segera menembakkan senjata mesin 30mm mereka, Namun diantara AST itu mereka menerima tembakan dari Scorpion, untung saja logam yang mereka buat sebagai armor adalah logam yang kuat yang tahan terhadap laser anti material, namun sebagai bayarannya laser anti material itu membuat armor mereka memanas
"Pasukan AST unit, beri tembakan Perlindungan, dan atur garis pertahanan" Ucap salah satu pasukan dengan AST unit itu
Bagaiakan Golem dari besi mereka membuat mental Alin mulai goyah , beberapa dari mereka mulai mundur dan beberapa Scorpion hamcur karena MD turret dan Tank milik pasukan Aliansi
"Nging..jlom..nging..jlom..nging..jlom…Dar.." salah satu AST unti mendapat tembakan bertubi tubi dari scorpion dan langsung berasap
"Sial.. kegagalan system aku akan keluar…" Ucap Pasukan yang ada dalam AST unit itu
Ia langsung keluar dari bagian belakang dari AST unit lalu Sasuke segera menjemput orang itu bersama 2 AST unit lainnya untuk menyelamatkan diri sementara AST unit yang rusak itu di biarkan dengan posisi berlutut karena kegagalan Sistem.
.
.
Sementara itu
"Taruh di layar utama" Ucap Hogoromo yang kini berada dalam kambatan. Ia mengutus sebuah pesawat mata-mata untuk melihat kondisi pertempuran
"ETA 2 menit" ucap sang operator pesawat mata-mata
Tak lama kemudian layar utama muncul suati yang mencengangkan , yaitu pasukan musuh yang bagaikan semut menggerombol dengan beberapa kalajengking raksasa diantaranya
"sial kau pasti bercanda" umpat Hogoromo
"Perintahkan operasi Firestorm, suruh semua armada Jet bomber kita dalam kecepatan penuh, keluarkan semuanya, selamatkan pasukan kita " Perintah Hogoromo
"101, segera lakukan operasi penyerangan"
"202, kalian segera berangkat dari kambatan segera"
"101, di terima, lakukan operasi segera"
Suara radio saling bersambutan segera setelah Hogoromo memerintahkan mereka untuk melaksanakan operasi
"Task force 101, telah berangkat" ucap Salah satu operator
Sementara itu di langit yang sudah mulai dekat dengan lokasi pertempuran, Armada pesawat bomber kecil dan sebuah bomber Besar segera melakukan Manuver untuk melaksanakan Operasi, Pesawat jet yang berada di kapal Bahtera Whunder pun segera meluncur untuk berangkat ke medan tempur
.
.
"Naruto-kun bagaimana ini? " Tanya Hinata yang mulai khawatir
"Tenanglah putri, keadaan mulai berbalik" ucap Naruto yang bersembunyi belakang bangunan yang sudah berlubang di mana-mana
"Letnan, Segera menuju ke pilar ada pasukan bantuan di sana" ucap Salah satu AST yang menghampiri Naruto
'Nging..Dar..' tiba-tiba dari belakang sebuah Scorpion telah menembus barikade.
"LT… segera menuju ke pillar, selamatkan Sang putri.." teriak Pasukan AST dan sebuah MD turret yang melakukan kontak senjata dengan Scorpion dan beberapa pasukan Alin
Segera Naruto , Hinata, Tsunade dan beberapa pasukan aliansi berlari menuju tempat yang di tuju, karena para Alin ini keras kepala juga , mereka telah menembus barikade garis pertama
.
.
Kini pasukan mulai bertambah , mereka dari pasukan utama mulai datang menggunakan helikopter dan penerjum, beberapa Tank dan MD turret juga mulai bertambah juga, mereka serempak berlari menuju medan tempur yang tak jauh dari tempat mereka mendarat
Tak lama mereka memasuki medan tempur iring-iringan pasukan segera melapor ke orang yang bertanggung jawab yaitu Sasuke
"semuanya bergerak ke sini" teriak Sasuke
"kami harus ke mana pak ?" Ucap salah satu prajurit
"Bergerak ke pilar, buat garis pertahanan ke-2 , lindungi pasukan yang mundur dari garis pertahanan ke-1" perintah Sasuke yang langsung di laksanakan oleh pasukan Aliansi yang baru datang
"Sasuke Radio…" Ucap Sai sambil melempar radio komunikasi
Segera setelah itu Sasuke menghubungi pasukan udara agar bersiap-siap segera setelah mereka sampai
"Kami butuh bantuan udara segera mungkin , situasi semakin memanas di sini .." teriak Sasuke di radio komunikasi
Sementara itu di udara
"Kontak 20 mil, lagi"
"Actual , di sini AWACS 220, Kontak dalam 20 mil"
"Garis kontak, Lintang 88, Alpha Sierra"
Itulah suara radio yang super sibuk dari pesawat Peringatan dini milik pasukan Aliansi, dan kini barisan Pesawat bomber Jet, memulai barisan menyerang mereka satu per satu bermanuver kea rah kanan, untuk proses menuju ke titik penjatuhan bom , Lokasinya yaitu 20 mil dari lokasi mereka saat ini
"Di sini FAC Stennin 0-9-0 , Freedom 1, kau di ijinkan untuk menjatuhkan 2000 pon Bom JDAM"
Sesaat setelah perintah itu, pesawat Bomber yang taka sing lagi Yaitu B-111 Freedom yang memiliki bentuk sama seperti B-1 Lancer , bermanuver ke kiri karena telah mendapat persetujuan untuk menjatuhkan muatannya , yaitu 2000 pon Bomb berdaya ledak tinggi yaitu JDAM.
Kembali ke medan tempur darat, kini semua pasukan sudah siap dan berhasil membuat barikade di garis pertahanan Ke-2, mereka kini tinggal menunggu kedatangan Tim yang tersisa di Garis pertahanan ke-1 yaitu Naruto dan yang lainnya. Beberapa pasukan pengintai kembali dari pos mereka, peluru senapan sihir dari alin melayang ke sana kemari dan kontak senjata dari pasukan aliansi juga semakin memanas, salah satu pemimpin tim pengintai menghampiri Sasuke dan mereka melompat dan tengkurap berlindung di dekat Tank T-70 untuk tameng mereka. Segera sang pemimpin tim pengintai melaporkan situasinya
"Apa yang kau dapat , Kawan" ucap Sasuke
"Detonator, pak. 600 menit di depan dan mereka sedang menuju ke pilar" Ucap Orang itu
"Baiklah, Semuanya kargo datang, Bersiap untuk tembakan perlindungan" Teriak Sasuke
Sementara itu Naruto dan pasukan yang tersisa dari Garis pertahanan ke-1 sudah mencapai pilar, total 15 orang dan 4 AST unit yang tersisa termasuk Naruto , Hinata, Tsunade, Neji , dan Naruko Serta pasukan Aliansi. MD turret dan 4 AST unit lainnya telah rusak dan gagal system maka dari itu mereka meninggalkannya di sana.
"Sial kita di ikuti 2 Scorpion" teriak salah satu operato AST unit
"Tetap Lari, kita hampir sampai" perintah Tsunade
"Hinata.. bertahanlah.. hampir sampai" ucap Naruto sambil menarik tangan Hinata yang tak mau ia lepaskan
"huh granat terakhir" ucap Naruto
Seketika ia melemparkan granatnya dan tak berapa lama granat itu melayang di udara dengan pendorong kecil dan segera menghampiri target dengan sendirinya , targetnya yaitu salah satu Scorpion 'BLAMMM' granat meledak namun Scorpion tersebut tidak mati hanya armornya saja yang terkoyak, Naruto dan yang lainnya semakin terdesak mereka hanya bisa menghindari tembakan senapan sihir dari pasukan Alin dan tembakan Meriam plasma dari Scorpion.
"HAIIIIIII" Teriak Naruto sambil melambaikan tangan
"Naruto… aku melihat Naruto…. Mereka sudah sampai!" Teriak Sai sambil terus menembakkan Senapan anti materialnya
Segera Sasuke mengaktifkan Sharingannya untuk mengamati sekitar. Dan ia juga melihat 2 Scorpion dan beberapa pasukan Alin membuntuti mereka. Sesaat kemudian salah satu Scorpion mengumpulkan energy di ekornya dan menembakkan meriam plasma secara beruntun dan acak mengarah ke Naruto dan lainnya. Karena menghindari tembakan itu mereka melompat ke tanah dan merunduk , Sasuke yang melihat itu segera membentuk team penjemput dan memerintahkan untuk memberi tembakan perlindungan untuk mereka
"Hei 2 orang ikut aku untuk menjemput kelompok Kapten Tsunade, Beri tembakan perlindungan kepada mereka" perintah Sasuke dan setelah itu ia segera berlari menuju Naruto dan yang lainnya
"2-2 beri tembakan perlindungan pada kawan arah jam 12" Teriak salah seorang prajurit ,Setelah itu 2 tank T-70 memberi tembakan perlindungan beruntun kepada mereka 'DLANG…DLANG..DLANG' Tembakan tersebut mengenai 1 dari 2 Scorpion dan langsung mematikan Scorpion tersebut
"Lindungi Kami" perintah Sasuke kepada barisan prajurit Aliansi. Mendengar perintah itu para prajurit ini segera memberi tembakan perlindungan dengan senapan mereka untuk mengusir para Pasukan Alin. Dan tentu saja berhasil Naruto kini berhasil selamat dan mereka segera meneruskan perjalanan mereka menuju garis pertahana ke-2
"Tahan serangan udara, Pasukan garis Ke-1, masih tertahan. Kami masih menyelamatkannya" Ucap Sasuke ke radionya
Namun pasukan Alin yang mundur tak benar-benar mundur , mereka mendapat bala bantuan dari Makluk yang mereka sebut Golem, yaitu hampir mirip seperti AST unit namun mereka terbuat dari batu dan mereka sangat susah untuk di bunuh. Kini para pasukan Golem juga sudah sampai di pilar namun pasukan Sasuke datang, dan Naruto sudah mendapatkan posisi bertahan yang mantap , segera mereka melakukan kontak senjata untuk mencoba menghancurkan para giolem itu
'DLAR' satu tembakan dari Tank mengenai badan Golem dan ia langsung hancur menjadi pecahan batu yang tak berarti. 2 Golem mulai mendekat dan barisan pertahanan yang Naruto buat meluncurkan Granat pembunuh dan menghujaninya. 'DLAR…DLAR…DLAR…DLAR' Hujaman tersebut berhasil menghancurkan sati diantaranya dan satunya lagi hancur karena tertimpa tiang Pilar yang Ambruk dan menguburnya
'DLAR….DLAR…DLAR…' tembakan Tank juga berhasil menghancurkan 3 golem lainnya yang mulai mendekat. Keadaan mulai berbalik, jumlah para golem mulai berkurang, mungkin mereka itu susah di bunuh jika menggunakan teknologi Vinci , Namun beda ceritanya jika menggunakan Peralatan milik pasukan Aliansi
"Dobe!" teriak Sasuke
"Hei ayo berdiri" ucap Naruto sambil membantu Hinata berdiri. Dan lainnya pun mengikuti Naruto yang berlari menuju Sasuke yang bersembunyi di balik dinding.
"Liat siapa yang datang… " ucap Sasuke
"Hei Nak, bagaiamana keadaannya" Tanya Tsunade
"Semua Baik-baik saja , Garis ke-2 berhasil di bentuk , Armada utama juga sudah datang" Jelas Sasuke
"Lalu.." Tanya Naruto menggantung
"Akan ada serangan Udara setelah ini" Ucap Sasuke
"Baiklah , Evakuasi secepatnya" ucap Tsunade
Mereka akan melakukan evakuasi Namun ada suara yang tidak menyenangkan , yaitu suara desisan Scorpion yang sedang mengendap-endap di balik dinding yang mereka gunakan untuk berlindung. Serentak semua pasukan yang berada di situ terdiam dan bersiap-siap
"Hei..wo…wo..wo..Tahan…semuanya Bersiap.." Ucap Naruto sambil berbisik
Namun dengan inisiatif tinggi pasukan Tank yang mengetahui hal itu segera memberi tembakan perlindungan. 'DLAR..' sebuah peluru menghantam Scorpion itu namun peluru itu meleset dan hanya mengenai salah satu kaki Scorpion saja. Scorpion membalas tembakan itu dan mengenai Tank T-70 yang menembaknya, Tanknya tidak apa-apa Namun efek dari ledakan itu membuat pasukan di sekitarnya terpental dan Tank itu harus menjalani Restart System
"Apakah itu Naga ?" ucap Sasuke dengan Sharingannya
"AST bersiap dengan roket anti udara" perintah Sasuke
"Tahan.. jangan itu pasukan Kerajaan, mereka penunggang naga" Ucap Naruko
Dari langit datanglah 4 ekor Naga yang besar dan segera setelah mendekati area Tempur para pasukan segera melompat dan salah satunya adalah Wanita berambut merah darah, Yaitu Kushina Uzumaki sang ratu dari kerajaan Uzushio. Kushina melompat dan mengambil posisi meluncur dengan kepala menghadap ke bawah , lalu menepukkan kedua telapak tangannya dan setelah itu seluruh tubuhnya langsung berubah di selimuti aura Sihir berwarna oranye dan membentuk 9 ekor di bagian belakangnya. Segera setelah mendarat dengan lubang di tanah Kushina mengibaskan salah satu ekornya ke arah Scorpion tadi yang berakibat Hancurnya Scorpion tadi. Tidak hanya Kushina beberapa pasukan Penyihir petarung lainnya juga mendarat dengan cara yang sama, Itu membuat pasukan Aliansi terkejut dan segera menodongkan senjata ke arah mereka.
"Tahan tembakan..! Blue….blue…" teriak Naruto
Kushina , Nagato, Konan, Yahiko serta yang lainnya mengamati daerah sekitar dan memasang kuda-kuda bertarung, bahkan Nagato suda siap dengan Sihir pementalnya yang legendaris
"IBU!" Teriak Naruko dan langsung berlari ke pelukan Ibunya
"Sayang.. kamu tidak apa-apa ?" Tanya Kushina sambil memeluk lembut Naruko dan menghilangkan aura orannye itu
"Hm..aku tidak apa-apa.. Karena aku di selamatkan oleh mereka semua" jelas Naruko
"Oh jadi mereka teman, ya " Ucap Kushina sambil tersenyum lembut dan membuat suasana menjadi tenang namun senyum itu hilang seketika saat ia memandang wajah Naruto
"Ah…kamu…." Ucap Kushina sambil membelalakkan matanya
'GRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR' Suara dari tanah tiba-tiba saja terdengar, dan muncul lagi Hewan yang sangat mengerikan , namun kini berwujud ular dan hewan tersebut melompat keluar dan mengarah kea rah Kushina Namun..
"AWAS!" Naruto berteriak dan melompat ke arah ular itu dan menangkap kelapa ular yang berukuran cukup besar. Karna lompatan dan berat dari ulat itu membuat kulit kedua lengan Naruto terkoyak menampakkan Logam hitam yang ada di lengan Naruto
"Teme…." Ucap Naruto sambil menahan kepala Ular itu
Dengan kecepatan yang luar biasa Sasuke berlari dengan tangan kirinya di selimuti Kilatan Listrik , ia menusuk tubuh ular itu dan membelahnya menjadi 2 bagian
"untung saja Exo-ku tidak me-reboot" ucap Sasuke
'Freedom 1 tetap pada target 30 detik sebelum penjatuhan'
Sasuke terkejut karena suara dari radio miliknya Naruto yang mendengar itu langsung mengerti keadaan sekitar dan di langit pesawat bomber Tempur dan Bomber sedang bermanuver di langit untuk mengambil posisi
"Baiklah.. Serangan udara akan datang, kita akan meratakan mereka semua dalam satu serangan" ucap Naruto
"Tapi bagaimana mungkin , dan apa itu maksudnya serangan udara-ttebane ?" Tanya Kushina pada Naruto
"Aku taka da waktu untuk menjelaskan, namun saat aku bilang lari semuanya lari menuju barisan pasukan di depan sana" ucap Naruto sambil menunjuk barisan pasukan ke-2
"Baiklah Sasuke, beri tanda pada mereka" ucap Naruto
'1-1… kami sudah dalam posisi untuk menyerang' ucap pilot pesawat tempur bomber di radio. Mendengar itu Sasuke segera melemparkan granat asap arah para musuh untuk tanda. Namun…
"ku harap mereka tidak salah tembak" gumam Sasuke
"Memangnya kenapa ? " Tanya Naruto
"Karena aku menyuruh mereka untuk menembaki asap jingga itu .." jawab Sasuke
Naruto terdiam sebentar dan mengamati sekitar " Maksudmu asap jingga yang itu" Tanya Naruto karena ia melihat Asap jingga yang menyala dari granat tak jauh dari mereka
"Hidrolik Exo-ku bagian lengan kanan, bermasalah kawan" Jawab Sasuke tanpa dosa
'Veper…Thunder' ucap sang pilot bomber
"SEMUANYA LARIIIII!" teriak Naruto dan tak berselang lama
'Blom…..' missile berpeledak tinggi pun di tembakkan dan mengenai salah satu golem. Para pasukan Aliansi+ kerajaan , mereka berlari tunggang langgang. Dan datang dari arah yang berlawanan Pesawat jet tempur bomber meluncurkan missile mereka ke arah para pasukan Alin
"AAAAA" teriak Naruto dan Sasuke serta Tsunade, bukan teriakan takut namun sebaliknya teriakan kesenangan
"Apa sebenarnya ini-ttebane.. kenapa petasan bisa sebesar ini!" Teriak Kushina sambil berlari
'NGGGGING…BLOM…NGGGIIING…BLOM…" suara ledakan missile yang di tembakkan jet tembur bomber di belakang mereka terdapat satu pasukan dengan AST unit yang rusak di sana sini, karena tidak bisa bergerak dengan benar lagi maka ia segera Bailout, dan operatornya segera berlari mengikuti yang lainnya. Tak lama setelah jet tempur menggempur pasukan , Pesawat Bomber segera menukik ke bawah dan melebarkan Sayapnya . lalu bagian bawah badan pesawatnya terbuka dan menjatuhkan muatannya , yaitu Bom berpeledak tinggi kea rah pasukan Alin
'DLUNG…DLUNG….DLUNG….DLUNG…DLUNG….. BLARRRRRRRRRRRRR' dan yang terakhir terjadi ledakan besar yang membuat apapun yang ada di dekatnya Hancur lebur tak tersisa. Namun sesaat sebelum Ledakan besar terjadi ada Seekor Scorpion dengan Ekor yang telah penuh dengan Energi menembakkan meriam plasma berkapasitas maksimal ke arah Kushina, dengan cepat Naruto yang melihat momen yang kurang dari setengah detik itu ia mendorong Kushina dengan punggung sebelah kanan dan membuat Kushina terjerembab ke arah kanan sedangkan Naruto menggantikan tempat Kushina. Sempat Kushima melihat momen itu, saat meriam Plasma meluncur dan meledak tepat di belakang Naruto, membuat Naruto terpental dengan keras dengan Exo-suitnya terbakar. Dan di saat Naruto terpental itulah Tali dari kalung Naruto terputus dan bandul dari kalung Naruto yang bermotif pusaran Air itu, terlempar dan melintas di depan Kushina. Ia membelalakkan Matanya dan Ia ingat kalung itu karena itu adalah lambang dari Kerajaan Uzushio. 'BRAK!' setelah ledakan yang memusnahkan itu , Naruto jatuh dengan keras dengan luka bakar yang cukup serius, di tubuhnya. Exo-suitnya pun rusak kulit lengan dan kakinya terkoyak menampilkan benda logam hitam di dalamnya
"Naruto….!" Teriak Tsunade, segera ia menghampiri Naruto dan menelentangkannya mendengarkan deru nafas Naruto
"Naruto-kun…!" teriak Hinata, Namun saat Hinata akan berlari ke arah Naruto , Ino menariknya agar Tim medis yang datang tidak terganggu,
"Lepaskan..Ino…lepaskan…" teriak Hinata
"Kalung ini…..jangan-jangan…Naruto..kamu ….TIDAK! NARUTO!" teriak Kushina
"Bibi….biarkan mereka yang mengurusnya" Ucap Nagato sambil menahan Kushina
"Ratu…. Biarkan dia… bukan…" Ucap Konan menjelaskan namun
"Ya dia adalah anakku Anak pertamaku yang…. Aku..aku…aku tak mau kehilangan Anakku lagi… Aku sudah kehilangan Menma….. dan Kini setelah sekian lama ia pergi kenapa menjadi seperti ini..Hiks..hiks…hiks…" Tangis Kushina dan ia langsung tersimpuh lemas
"Ibu…" ucap Naruko sambil memeluk ibunya yang sedang menangis sendu
Di sisi lain Tsunade berusaha menyelamatkan anak yang hampir 20 tahun ia asuh, yang sudah anggap seperti anak sendiri itu
"lakukan CPR.. Segera.. " ucap sang Team medis pasukan yang lainnya pun berdiri melihat semoga saja Naruto bisa selamat karena menurut mereka Naruto adalah pribadi periang yang mudah bersahabat dengan siapapun
'Aman..Satu..Dua..Tiga.. JLAK' suara CPR mengejutkan jantung Naruto dan medis me-check Naruto namun belum ada reaksi
"Lakukan Lagi.." perintah Tsunade
'JLAK…' Kejutan ke-2 di lakukan Namun tidak ada reaksi dari Naruto dan tim medis pun menggelengkan kepalanya dengan kecewa
"NARUTO!" teriak Kushina dan ia segera merangkak semampunya menghampiri tubuh Naruto yang tidak bergerak
Tsunade hanya bisa mengadahkan mukanya ke arah Langit dan air mata mengalir dari matanya, begitu juga Hinata dan Naruko mereka menangis sendu melihat suasana ini. Sasuke , Sai, dan Ino pun juga sama mereka merasa kehilangan pemimpin yang sangat bersahabat bagi mereka
Kushina yang sudah berada di dekat Naruto mengelus pipinya yang memiliki goretan 3 di masing-masing pipinya.
"Naruto..Anakku..kenapa…kau mengorbankan dirimu Nak setelah sekian lama kenapa ?, harusnya itu tugasku, tugas ibu yang melindungi anaknya. Aku telah gagal melindungi Adikmu, dan ayahmu juga tertangkap…..Dan sekarang..Hiks..hiks..hiks…" tangis Kushina, dan air matanya kini menetes di wajah Damai milik Naruto
"Tuhan jika kau benar memang ada.. Kumohon selamatkan Anak ini…" Doa Tsunade dalam hatinya
Di sisi lain Naruto kini hanya melihat pandangan gelap yang tanpa batas dan ia hanya bisa menunggu dengan apa yang terjadi
"Apakah aku sudah mati, apakah ini akhirnya.. hah padahal aku sudah menemukan tempat di mana aku berasal.. Kenapa aku tidak beritahukan saja kepada mereka tentang tempat asalku.." batin Naruto menyesal . tak lama kemudian pandangan Naruto muncul tulisan layaknya Komputer yang menyala ulang
'Recovery System….Complete'
'Cheking damage…45% '
'Hardware Damage Can't be Repaired'
'System Cyberbrain…. Status:100% Functional'
'Rebooting System'
'….100% Complete….Reboot in 5….4….3…2…..1'
'Slap….'
Mata biru langit Naruto tiba-tiba terbuka dan ia terkejut dan mengambil nafas panjang. Lalu ia bangun secara perlahan dan menggeleng-gelengkan kepalanya sebentar dan melihat sekitar.
"Kenapa kalian , bersedih begitu..Apakah kalian lupa jika aku ini setengah Cyborg ?" ucap Naruto biasa Saja
'HEH….'
"NARUTOO!" teriak semua orang
"Huaaaa…!" tangis Kushina semakin terpecah melihat Naruto tersadar dan ia langsung memeluknya erat
"Huaaaa…kakak!" Naruko juga langsung menghambur ke Naruto
"Syukurlah….Naruto-kun selamat" ucap Hinata sambil mengusap air matanya
"Hah bodohnya aku, bagaimana aku bisa lupa…" gerutu Sasuke sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Dasar…Bocah yang penuh kejutan" ucap Tsunade
"Kalung ini… " ucap Kushina sambil membawa bandul kalung Naruto yang terputus
"Hmmm.. hanya ini yang tersisa dari kenanganku, di hari di mana aku di temukan di kapsul, dan hanya ini tertulis namaku di belakangnya.. dan sekarang.." ucap Naruto sambil memandang Haru Kushina dan Naruko
"yak kau memang benar… sayang.." Ucap Kushina sambil mengelus pipi tan Naruto
"aku pulang ibu…." Ucap Naruto sambil berlinang air mata
"selamat datang kembali , Anakku" ucap Kushina lembut lalu memeluk Naruto
"Selamat datang kembali, Kakak…" ucap Naruko sambil tersenyum manis
"tak kukira aku punya adik semanis dirimu…" balas Naruto sambil mengelus puncak surai kuning milik Naruko
.
.
.
.
TBC
Yah maaf para Reader ada Perubahan sedikit tentang judulnya dan Chap selanjutnya baru yang bener. Sampai jumpa di chap selanjutnya… jangan lupa Reviewnya.. Salam dari Jesz
Next: Chapter 3: Home Sweet Home
