Yuhuu.. Saya kembali lagi dengan fic aneh ini! Saya menepati janji saya di chapter lalu. Apdetnya cepet kan! *cepet apanya?*

Okidii, hope you enjoy this chapter!

My Love Is My Enemy © Himawari Edogawa

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warning : Standar Warning Applied, AU, OOC, Ide pasaran, etc.

Pairing : Sasuke U. dan Sakura H.

Summary : Gimana ceritanya kalau Sasuke jatuh cinta sama Sakura, adik kelas yang selalu dipalaknya di sekolah sekaligus kakak kelas yang sukses membuat tubuhnya sakit dan lecet sehabis latihan karate?

Kelas X-2

"Aku Haruno Sakura, pindahan dari SMA Amegakure. Salam kenal!" gadis itu mengakhiri perkenalan singkatnya dengan membungkuk pelan kemudian tersenyum kepada seluruh penghuni kelas.

"Kau akan duduk di sebelah Hyuuga Hinata" Kakashi-sensei menunjuk kursi di sebelah gadis berambut Indigo dan bermata lavender yang sedang tersenyum ke arahnya. Sakura berjalan ke arah Hinata dengan gugup. Walau dia cerewet dan suka seenaknya, tetap saja menjadi murid baru membuatnya deg-degan.

.

.

Bel istirahat berbunyi. Beberapa siswa kelas X-2 menghampiri meja Sakura.

"Hai, na-namaku Hi-hinata" Hinata menyapa Sakura yang duduk di sebelahnya.

"Aku Haruno Sakura" jawab gadis itu tersenyum manis dan membalas uluran tangan Hinata.

"Aku Tenten. Semoga kita bisa berkawan baik, ya" kata gadis bercepol dua yang duduk di belakangnya dan Hinata.

"Ka-kau dari Amegakure?" tanya Hinata memulai pembicaraan.

"Ya, aku dari Ame. Santai saja, tak perlu gagap begitu. Aku tidak jahat, kok" jawab Sakura.

"Ca-cara bicaraku me-memang be-begini"

"Hei, daripada kita di kelas terus, ke kantin yuk!" ajak Tenten sambil menarik tangan Hinata dan Sakura meninggalkan kelas yang sudah sepi sedari tadi.

.

.

"Gimana kalau disini?" Sakura menunjuk sebuah meja yang terletak di pojok dan lumayan beda dari meja-meja lainnya.

"A-ano Sakura," Hinata berkata seolah mencegah Sakura untuk duduk.

"Kenapa?" tanya Sakura yang sudah duduk di salah satu kursi di meja itu.

"Kita tak boleh duduk disitu" jelas Tenten.

"Loh, memangnya ada apa? Ini meja untuk umum kan? Sudahlah, kalian duduk saja. Lagipula kantin sedang penuh. Tak ada meja yang kosong selain meja ini" kata Sakura santai. Hinata dan Tenten akhirnya menurut.

Seorang pelayan wanita yang kelihatannya ramah menanyakan pesanan mereka.

"Aku tempura dan teh hijau" kata Sakura.

"Kalau a-aku sashimi dan jus a-apel" kata Hinata.

"Aku mochi dan jus apel" kata Tenten.

Tak lama kemudian, pesanan mereka datang.

"Itu siapa, Hinata?" tanya Sakura sambil menunjuk tiga orang cowok berpenampilan preman yang berjalan ke arah mereka bertiga. Hinata membalikkan badan.

"Naruto-senpai?" wajah Hinata mulai merah, melihat kakak kelas yang sedari dulu ditaksirnya kini berada tepat di hadapannya.

"Halo Hinata-chan!" kata Naruto nyengir. Sai tersenyum sementara Sasuke hanya diam tanpa ekspresi.

"Gawat! mereka datang,Sakura!" bisik Tenten di telinga Sakura.

"Memangya kenapa sih?" tanya Sakura penasaran. Dia tak kenal siapa mereka bertiga. Yang dia tahu, ketiganya termasuk siswa yang terkenal di sekolah karena dari tadi banyak siswi centil yang mengerumuni mereka bertiga.

Sakura masih memasang tampang tak mengerti sampai si Pantat Ayam –julukan Sakura untuk pria yang sedari tadi memandaangnya dengan ekspresi membosankan, menyebalkan, dan ekspresi lain yang tak disukai Sakura- mendekat ke arahnya.

"Siapa yang menyuruh kalian duduk di sini?" Sasuke bertanya pada mereka bertiga. Tenten dan Hinata berhenti mengunyah sementara Sakura tetap asyik menikmati tempura yang ada di hadapannya.

"Semua orang berhak duduk disini kan?" ujar Sakura.

Atmosfer yang kurang baik mulai terasa di sekitar Sasuke dan Sakura. Kalau diumpamakan, dari mata mereka berdua keluar petir-petir kecil, Deathglare.

"Kelihatannya bakal seru" bisik Sai pada Naruto yang hanya terkikik geli.

Sasuke menarik napas dan bertanya sekali lagi.

"Kau kenal aku?"

"Gak. Siapa juga yang mau kenal cowok aneh berambut pantat ayam yang sok cool?" Sakura memutar bola matanya sebal.

"Mpphh… BWAHAHAHAHA!" tawa Naruto yang dari tadi ditahannya kini meledak mendengar kata-kata Sakura. Sai segera membekap mulut Naruto.

"A-apa sih?" Naruto gelagapan saat Sasuke memandangnya dengan tatapan ingin membunuh.

"Dia Haruno Sakura, murid baru yang Naruto ceritakan tadi. Wajar saja kalau dia gak kenal siapa kita"kata Sai pelan. Sasuke mengangguk mengerti.

"Jadi kau Haruno Sakura ya, Nona Jidat Lebar?" ejek Sasuke.

"Namaku Sakura, Tuan Muda Pantat Ayam Yang Terhormat! Kalau hanya itu yang mau kau tanyakan, jangan ganggu makan siangku!" teriak Sakura sambil memberikan penekanan pada setiap kata. Beberapa orang menoleh ke arah mereka.

"Cih! Gadis galak sepertimu mana ada yang mau? Apalagi dengan tambahan jidat lebarmu itu. Kau akan dapat nilai A++ di mata pelajaran melukis dengan tema 'Ugly Girl', Nona!" kata Sasuke menunjuk jidat Sakura.

"Sudah kubilang, NAMAKU HARUNO SAKURA, PANTAT AYAAAAM!" teriak Sakura.

BYUUUR!

Sasuke yang kesal karena dipanggil Pantat Ayam menumpahkan saus tempura ke kepala Sakura.

"Sasuke-senpai!" jerit Tenten. Naruto hanya menonton adegan tadi sambil sesekali mencomot sashimi Hinata, sementara Sai sudah kabur entah kemana.

Sakura tercengang. Dia terdiam untuk beberapa saat. Setelah nyawanya terkumpul kembali, dia maju dan menuding Sasuke. "Apa maumu?"

"Hn, apa mauku? Aku mau kau pergi dari sini" balas Sasuke sambil menyeringai.

"Huh!" Sakura berlalu meninggalkan mereka setelah menendang meja. Dia tak peduli dengan siswi-siswi yang berbisik-bisik.

"Huh, berani sekali Si Jidat Lebar itu!"

"Sudah jelek, galak pula!"

"Ya, kuharap Sasuke-kun akan lebih sadis mengerjainya nanti"

.

.

"Uuuh, sial! Seenaknya saja mengganggu aku" suara Sakura bergema di toilet sekolah. Rambutnya kini lengket dengan saus tempura yang ditumpahkan Sasuke tadi.

"Sakura… Kau didalam?" panggil Tenten dari luar.

"Ya!" teriak Sakura. Dia mengendus rambutnya "Huweek.. Bau udang!"

"Ka-kau tak apa-apa Sa-Sakura-chan?" ujar Hinata.

"Aku tak apa-apa! Tenang saja" jawab Sakura.

Setelah merasa rambutnya cukup bersih, Sakura keluar dari toilet. Dilihatnya Tenten dan Hinata yang menunggunya.

"Siapa sih mereka?" tanya Sakura sebal.

"Yang kau bilang Pantat Ayam itu Uchiha Sasuke, putra bungsu keluarga Uchiha. Dia leader dari mereka bertiga. Yang berambut duren itu Uzumaki Naruto, pemilik SMA Konoha ini, dan yang terakhir itu Sai, seniman terkenal di SMA Konoha" jelas Tenten singkat. Sakura manggut-manggut.

"Lalu apa hubungannya mereka mengerjaiku?" tanya Sakura lagi.

"I-itu kebiasaan me-mereka setiap ada murid ba-baru" lanjut Hinata.

"Menjijikkan! Akan kubalas nanti!" komentar Sakura.

.

.

Ponsel hitam Sasuke yang berbunyi menyebabkan dia terbangun dari tidur nyenyak di ruang UKS sekolah. Sasuke menengok display ponsenya.

DOBE.

"Cih, mengganggu saja" pikirnya sambil mengangkat telepon.

"Hn, ada apa, Dobe?"

"Hoi, Teme! Anko-sensei sudah masuk ke kelas! Kau bisa dihukum kalau ketahuan bolos lagi"

"Lalu?"

"Cepatlah masuk! Lagipula hari ini gak ada ulangan"

"Apa peduliku?"

"Kau ini keras kep-" belum sempat naruto melanjutkan kata-katanya, Sasuke sudah memutuskan telepon.

.

.

"Hei Sakura!" panggil Tenten setengah berbisik.

"Apa?" Sakura menoleh ke belakang.

"Kau bosan tidak?"

"Sangat!" kata Sakura. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling kelas. Tampaknya hanya Hinata seorang yang memperhatikan penjelasan Asuma-sensei -guru biologi mereka- tentang Planaria atau apalah itu.

"Kalau begitu, ikuti aku!" perintah Tenten.

Sakura menatap Tenten dengan pandangan menyelidik, sementara Tenten mengendap-ngendap, kemudian melemparkan tasnya ke jendela paling pojok kelas. Tentu saja mudah, karena letak tempat duduknya berdekatan dengan jendela itu.

"Hei! Apa yang kau lakukan?" tanya Sakura panik.

"Bolos"

"Bolos? Mana bisa aku bolos di hari pertama masuk sekolah?"

"Sudahlah Sakura! Kemarikan tasmu!" Tenten menarik ransel Sakura dan ikut membuangnya ke lantai satu, terjatuh tepat di pinggir lapangan basket yang sepi.

Tenten melanjutkan aksinya. Dia keluar dari pintu belakang kelas yang langsung menuju tangga ke lantai satu diikuti Sakura. Hinata? Mana mungkin dia mau. Dia kan, selalu masuk tiga besar nominasi murid teladan yang tak pernah bolos selama sekolah dan rajin mengerjakan PR dan tak pernah menyontek selama ulangan dan bla..bla..bla.. yang menurut Tenten membosankan.

"Sekarang apa lagi?" tanya Sakura. Tenten menghampiri tas mereka, kemudian memutar ke bagian belakang sekolah yang tak terawat.

Langkah Tenten terhenti, menyebabkan Sakura menabrak punggung Tenten.

"Ada apa?" Sakura heran melihat Tenten yang terdiam.

Tenten menunjuk pagar sekolah yang selalu dilewatinya tiap membolos sambil menatap Sakura dengan tatapan 'Kau-Tahu-Apa-Yang-Aku-Maksud-Kan'.

"Sial!" jerit Tenten dan Sakura berbarengan. Pagar yang akan dipanjat mereka berdua kini dipasangi kawat duri. Mana mungkin mereka bisa lewat?

"Sejak kapan sih, ada kawat ini?" lanjutnya.

"Yah, gak bisa kabur dong…" gumam Sakura. Mereka terus-terusan mencoba melewati kawat itu. Tak ada cara lain selain kembali ke kelas. Tapi pasti Asuma-sensei akan menanyai mereka.

"Ehhm.." suara deheman berat seseorang di belakang mereka membuat keduanya menoleh.

"EEEHH…?" jerit Sakura dan Tenten bersamaan. Sakura merasakan jantungnya hampir copot. Bagaimana rasanya jika ketahuan bolos di hari petama sekolah?

.

.

To Be Continued

Thanks banget buat kalian yang udah review! Jujur, saya gak nyangka bakal banyak yang review. Buat yang login, gomen kalo saya gak balas pake PM yah. Maklum, saya gaptek. Ini balasannya...

Namjamasih GaoulGeto : Wkwk. Ini udah update. Review lagi, ya!

Rizuka Hanayuuki : Semoga kamu suka dengan fic ni. Saya udah usahain bikin panjang, tapi gak bisaaa! Ini update-nya. Review lagi!

Saku-sakuya : Sip! Review lagi!

Rovy-blue : Ini udah update. Fic lain? Bulan depan aja *digorok*

Fiyui-chan : Thanks atas reviewnya. Kalo reviewnya kurang dari 10, tetap bakal saya lanjutin kok. Cumin apdetnya aja yang lama. Okidi, ini Chapter selanjutnya. Semoga suka!

Uchiha Eky-chan : Thanks. Silakan membaca chapter ini.

41 maylan : Nah, udah cepet kan? Ini update-nya. Review lagi, ya!

me : Iya, Sakura disini kelas X, Sasuke kelas XI. Ini udah update.

ckck vivi : Ini update-nya. Di review lagi, ya!

Eun Jo : Thanks. Semoga ceritanya bisa jadi keren sesuai harapan kamu. Silakan membaca!

Salnan Klein Phantomhive : Gimana? Saya menepati janji kan? Thanks. Review lagi, ya.

RizkaRina : Seru? Yang bener? Ini chapter selanjutnya. Review lagi!

4ntk4-ch4an : Ini update-nya. Mind to review again?

Rurippe no Kimi : Thanks. Saya akan usahain bikin slight Naruhina. RnR lagi, yah!

Nurama Nurmala : Ok. Ini udah di update. Salam kenal juga, Hima disini ^^

Just ana g login : Thanks, ya! Mudah-mudahan alurnya bakal memuaskan.

d3rin : Ok. Ini update-nya! Mind to RnR again?

Asadia Akil : Hmm, maybe yes, maybe no *dikemplang*. RnR lagi!

imechan : Namanya juga trailer ^^. Mind to RnR again?

Mariko : Okidii! Ini apdetannya!

A/N : Waa.. Fic apaan nih? Udah pendek, jelek pula! *pundung di bawah meja makan*. Aih, betapa mengecewakannya fic ini. Saya ngerasa alurnya kecepetan dan kependekan *apaan tuh?*. Sebenernya sih, dari Trailer sampe Epilog udah saya buat hard sketch di buku, cuman saya males ngetik di lappie. Saya khan punya penyakit komplikasi 'Sakit Jari'.

Bagi readers, maaf kalo chapter ini mengecewakan… Gomen segomen gomennya! Saya harap anda sekalian tetap bersedia untuk review, ya! Kritik dan flame pun boleh.

Saya juga ngebuat fic Sasusaku dengan judul Sun. Kalo gak keberatan. RnR juga, yah *numpang promosi*

Yasud. Mind to REVIEW?