Will I Keep the Faith?
Chapter 2
By Noona961019
Disclaimer:
Super Junior & DBSK belong to SM-Ent, Themselves, and also God.
Donghae & Jino are Mine*PLAK!*
Warning:
AU, OOC, YAOI (BL), Crack Pairing.
Pairing:
KyuMin. Slight MinKyu & YunMin
A/N:
Author balik lagi bawa FF Chapter 2. So, Enjoy Reading!~
.
.
Jam pelajaran sudah dimulai, sepasang mata milik Namja itu sama sekali tak terkonsentrasi pada Guru yang menjelaskan pelajaran Matematika, pelajaran favoritnya. Pikirannya masih bergumul pada bayangan orang itu. Namja itu.
Ia menyenggol lengan Namja disampingnya pelan. Yang disenggol mengaduh pelan kemudian mengarahkan pandangannya pada Namja yang menyenggolnya. "A.. Apa sih, Kyu? Lagi pelajaran lho.."
Kyuhyun menghela nafas, "Nggak papa sih.." Ia nyengir kuda. "Cuma..."
Namja disampingnya mengernyit, "Cuma?"
"Changmin.. Kau tahu dimana Sungmin~Hyung?" Tanya Kyuhyun khawatir. Ini sebenarnya yang benar-benar ingin tanyakan. Sesekali Changmin melirik ke arah bangku kosong disebelah Wookie. Memang tak ada orang disitu. Apa Sungmin membolos?
"A.. Aku nggak tahu, Kyu. Mungkin, Sungmin~Hyung membolos." Bisik Changmin. Untunglah Guru yang saat ini mengajar adalah Siwon~Songsaengnim, yang sangat terkenal karena Ia cakep, tajir, alim, baik hati dan yang lebih penting BuDi.. Alias Budeg Dikit. Jadi, Guru itu nggak bisa denger Kyuhyun dan Changmin yang lagi ngerumpi sekarang. Bersyukurlah Kalian berdua*PLETAK!*.
Sekilas, Raut wajah Kyuhyun yang khawatir semakin menjadi-jadi. "Aku khawatir, Min. Beberapa bulan terakhir, Ia jadi sering bolos."
Changmin hanya menundukkan kepala, bosan dengan topik pembicaraan ini. "Perhatian sekali, Kyu.." Ia memutar bola matanya.
"Tentu saja.." Sewot Kyuhyun.
"Kau menyukai Sungmin~Hyung?" Tebak Changmin sambil memainkan pena ditangannya. Hal itu membuat Kyuhyun tersedak walau kini Ia tak sedang makan.
Siwon Songsaengnim menghentikan kegiatan belajar mengajarnya sebentar yang terganggu dengan 'acara batuk-batuk' Kyuhyun. "Waeyo, Cho Kyuhyun?"
"A.. Aniya, Songsaengnim.."
.
.
Sungmin, Pemuda itu masih berada di atap sekolah. Merenung.. Mencari jawaban dari hati terdalamnya..
FLASHBACK ON
"Minnie~ah.. Jangan menangis lagi.."
"Minnie~ah.. Jangan bersedih.."
"Kita sama kehilangannya Minnie~ah.. BooJae juga sahabatku.. Jangan seolah-olah Kau yang paling merasa kehilangan. Karena Aku juga.. Aku juga sangat kehilangan BooJae-ku.. Sahabatku.."
"Uljima.. Aku akan selalu berada disampingmu.."
"Minnie~ah, bagaimana jika Aku bilang Aku menyukaimu?"
"Aku yang Akan menjagamu, Minnie~ah. Tenang saja. Aku berjanji akan membuatmu bahagia.. Saranghae, Lee Sungmin.."
"Aku tak peduli Kau memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak. Tapi, Aku akan selalu menjagamu. Aku nggak perlu jawabanmu.."
FLASHBACK OFF
Sekelebat bayangan itu menghampirinya lagi. Jung Yunho, Namja keras kepala yang selalu berkata akan selalu menjaganya. Namja yang selalu menyayanginya, bukan.. Mencintainya. Namja yang bahkan rela menunggu, walau jelas-jelas cintanya bertepuk sebelah tangan. Namja bodoh, itu dalam Kamus Lee Sungmin. Tapi, kenapa sekarang Ia malah menjalin hubungan dengan Namja itu?
Entahlah, Ia kasihan padanya. Ia tak bisa menolaknya. Asal Kau tahu, Jaejoong, Ia yang mendekatkan Yunho dengan Sungmin. Walau sebenarnya, Jaejoong juga memiliki perasaan yang sama dengan Yunho atau tepatnya pada Sungmin.
Yunho yang meminta Jaejoong untuk lebih mendekatkan Sungmin dengannya. Jaejoong benar-benar membantunya, bahkan hingga nafas terakhirnya. Setiap melihat Yunho, Seolah-olah Jaejoong ada disana. Rasa bersalah yang sangat mendalam berkelebat dalam diri Sungmin.
Ia menerima permintaan Yunho. Ia menjadi kekasihnya, walau hatinya bukan untuk Yunho. Ini semua dilakukan untuk menebus kesalahan sekaligus membahagiakan Jaejoong disana.
Egois? Memang. Hidup itu memang egois.
Yunho-pun tahu itu. Namun, Ia tak pernah menolak dijadikan 'pelarian' seperti itu, malah senang. Maka dari itu Sungmin bilang Yunho adalah si Super Bodoh.
Rasa bersalahnya benar-benar berlipat pada Yunho. Namun..
"Baiklah, Jaejoongie.." Ia menghela nafas. Jejak air mata masih membekas di kedua pipi chubby-nya. "Aku akan mendekatkan Changmin dengan Kyu.. Setidaknya, Aku berusaha.." Ia mengepalkan kedua tangannya.
'Aku akan belajar menyayangi Yunho, sekaligus...'
.
.
"Hyaa.. Minnie~ah.. Kau darimana saja, hey? Sampe-sampe bolos 4 jam pelajaran? Gwaenchanayo?" Wookie memberondong beragam pertanyaan pada Namja aegyo yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Anniya.. Hanya mencari udara segar, Wookie.. Tenanglah.." Ia mendudukkan diri di kursinya.
"Wajahmu kusut.." Wookie merogoh kantung celananya dan mengambil tissue. Ia benda berwarna putih tersebut pada Classmates-nya itu. "Lihatlah wajahmu, Minnie~ah.. Seperti Zombie.. Hehe.."
Sungmin ikutan tersenyum sekilas, kemudian mengambil tissue dari tangan kawannya itu. "Gomawo, Wookie~ah.."
.
.
"Minnie~hyung tadi darimana saja? Bolos kok ga ngajak-ngajak.." Goda Namja tinggi yang tiba-tiba muncul dihadapan Sungmin. Otomatis Sungmin memukul puncak kepala Namja tersebut.
"Ya, Changminnie! Kalau Aku mengajakmu bolos, Apa kata Jaejoongie nanti, huh?" Gerutu Sungmin, namun segera ditariknya ketika melihat reaksi Changmin yang kini menunduk dalam. "Mianhae, Changminnie.. Aku nggak-"
"Gwaenchana, Hyung.. Hanya saja.. Aku.. Aku rindu Jae~Hyung.." Ungkapnya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku. "Bagaimana jika nanti Kita pergi ke makamnya?"
"Arra, Changminnie.." Sungmin tersenyum, lalu sedikit berjinjit untuk mengelus rambut Changmin. Tak disangka Namja ini telah tumbuh, semakin hari semakin dewasa. Bahkan tinggi badannya-pun begitu..*Umin envy nih, ye?*
.
.
"Annyeong.." Sapa seorang Namja.
"Annyeong.." Balas Namja berambut ikal yang barusaja disapanya. "Mian.."
"Jung Yunho imnida.." Ia mengulurkan tangannya pada Namja didepannya. Mau tak mau Namja didepannya menggamit tangan Yunho.
"Cho Kyuhyun imnida.." Balasnya. Kemudian tersenyum dipaksa.
"Mianhae. Kau kan Anak yang tadi pagi?" Dengan terpaksa Kyuhyun mengangguk. "Bisa minta tolong panggilkan Lee Sungmin XI-IPA?" Pinta Yunho.
"Mianhae. Bukannya tadi pagi Sungmin~ssi bilang Ia tak kenal denganku?" Tanya Kyuhyun mencari-cari alasan. Malas juga sebenarnya berurusan dengan 'pacarnya' Sungmin ini. Yunho tertawa.
"Ayolah, Kyuhyun~ssi. Meskipun Kau bilang tak mengenalnya, Kau tadi pagi kan sudah melihatnya?" Ternyata Yunho cukup pintar untuk membuat Kyuhyun mengutuki kata-katanya sendiri. Kyuhyun hendak membuka mulut, namun segera Ia tutup ketika mendengar perkataan Yunho. "Jangan bilang Kau melupakan seperti apa wajahnya. Ia terlalu manis untuk dilupakan, Kyuhyun~ssi.." Yunho tergelak lagi. Kyuhyun menggigit bibirnya, perkataan Yunho yang barusan sangat telak bagi Dirinya sendiri. Padahal, Ia barusaja menyusun kata-kata, 'Aku lupa wajahnya' yang pada akhirnya hancur berantakan.
"Arasseo, Yunho~ssi.. Tunggulah.." Si Evil akhirnya menyerah dan berlalu dari sana. Kesal rasanya berhadapan dengan 'pemilik Sungmin' itu. Orang yang menyebalkan sekali. 'Kenapa Aku jadi panas begini yah?' Pikirnya sambil berjalan pergi.
"Anak yang unik.." Gumam Yunho pelan sambil menggelengkan kepalanya.
.
.
Kyuhyun berjalan dengan cepat melewati koridor. Sesampainya di kelas, entah mengapa Ia ragu-ragu untuk memanggil Sungmin. Ya, Sungmin memang ada disana. Ia sedang membereskan bukunya dengan Changmin. Senyumnya yang benar-benar manis kadang terkembang di wajahnya yang juga manis. Entah kenapa, Kyuhyun senang melihatnya begitu. Ia menutup matanya begitu membuka pintu.
KRIET..
Bunyi pintu yang terbuat dari kayu itu benar-benar menggema seluruh sudut ruangan, menghentikan aktifitas Changmin dan Sungmin yang hanya berdua dalam kelas seketika. Kyuhyun mengutuki dirinya dalam hati. 'Sial!'
"Kyuhyunnie ada apa kembali lagi ke kelas?" Tanya Changmin ramah. Kyuhyun menggeleng lemah.
"Sungmin~hyung.. Kekasihmu menunggu di luar.." Ujar Kyuhyun. Ekspresinya sulit dijabarkan, antara jealous, marah, dan sebal.
"Mwo?" Koor Changmin dan Sungmin bersamaan.
"Ciee.. Minnie~Hyung udah punya pacar.. Gimana ya, kalo Sungjin~Hyung tahu.." Goda Changmin sambil menyeringai setan. Hal tersebut dengan sukses membuat wajah Sungmin dihiasi rona kemerahan. Dengan jengkel Sungmin mencubit lengan kanan Changmin.
"Aku benar-benar lupa Hari ini ada janji dengan Yun.. Jeongmal mianhae, Changminnie.. Hari ini sepertinya, Aku nggak bisa menemanimu ke 'rumah' Jaejoongie.." Sungmin menatap Changmin sayang, sesekali tangannya sibuk merapikan rambut Changmin, sedangkan si Empunya cemberut habis-habisan. Dan seseorang yang ada didepan pintu alias si Kyuhyun nggak mengerti sama sekali pembicaraan mereka berdua. Perutnya terasa tak nyaman ketika Sungmin memanggil nama Jaejoongie, nama seseorang yang tak Ia kenal dengan panggilan semanis itu ditambah melihat perlakuan Sungmin pada Changmin tadi. Masa sih seorang Kyuhyun cemburu? "Mianhae, Aku nggak mungkin membatalkan rencana kami, Tapi sepertinya.. Aku tahu orang yang tepat.." Namja aegyo itu mengerlingkan matanya pada Changmin yang kini membuang muka, wajahnya memerah sekarang karena Ia telah mengetahui maksud perkataan Sungmin.
"Kyuhyun~ah.." Sungmin menghampiri Kyuhyun yang masih berdiri pada tempatnya. "Kau bisa kan menemani Changminnie?" Tanya Bunny Min. Mungkinkah hidung Kyuhyun yang salah? Semakin Sungmin mendekat, harum tubuhnya semakin terasa. Harum yang menenangkan, Kyuhyun menghirup dalam-dalam aroma itu seakan-akan takut kehilangan.
"Aku mohon, Kyu.." Bisik Sungmin pelan. "Kyunnie.." Gumamnya lagi. Secara tak sadar kata itu terlontar dari mulut Sungmin yang berhasil membuat keduanya mendelikkan kedua matanya. Reflek Sungmin menjauhkan wajahnya dari telinga Kyuhyun. Wajahnya memanas sekarang, andai Sungmin tahu.. Sebenarnya hal itu juga dirasakan Kyuhyun, wajah Namja itu-pun memanas sekarang. Sungmin membalikkan badannya melihat Changmin yang masih membuang muka, Lega rasanya melihat wajah tampan itu masih memerah dimatanya, artinya Changmin tak melihat kejadiannya dengan Kyuhyun tadi, kan?
Kyuhyun mematung. Ia benar-benar tak tahu harus berkata apa. Tapi, panggilan tadi.. Itu.. Hanya Sungmin yang memanggilnya demikian. 'Kyunnie..' Suara indah itu kembali mengalun dalam memorinya. Mengingatkannya akan masa lalu.
"Baiklah, Minnie~Hyung, Aku akan menemani Changmin~ah.."
TBC
A/N:
Mian apdetnya lama. Hehe.. Mana ceritanya lebih pendek dari chapter kemarin, udah gitu makin ngaco pula.. Kekeke~~
Gimana chapter ini?
Big Thanks to Tyagothic, Unykyuminmin, hyuniemin, Pipit-SungminniELFishy, Minnie Chagiy4, Nikwon, KYUyunJAE04, LittleLiappe, Rhie chan Aoi sora, Yugana Ran, Yuera Kichito -Cloudyue291, Angel Xiah, dfaFallenAngel, Vela, kiannielf, Priss Uchun, EkaXiahMin Cassie.
Tanpa kalian Author bukan apa-apa. #sokmelankolis XD
Mind to Review?
