yowkid-san. :p *Nggak bosen-bosennya*

And... enjoy nggak enjoy terserah lah.

If u have bad word to say, rather shut up.

•••Warning! Menjurus ke rate M di beberapa kesempatan.••••


Omake

Hari itu Av sendrian di rumah. Dia membolak-balikan beberapa majalah-majalah gadis terkemuka. Dan matanya membesar melihat dia sepertinya kurang enak badan. Dia mendesah dan mengabaikan perasaannya. Ketika dia sudah tidak tahan lagi, dia langsung ke Asha, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Omake :

Disclaimer : Harry Potter © JK. Rowling.

"Oh, nak, selamat datang!" seru Asha senang, ketika Av mengetuk pintu dan melepaskan syal-nya. Oliver sedang berlatih menangkap bola quaffle dengan dinding. "Ada apa?" Dia memperhatikan dinding ini.

"Mum aku—"

.

.

.

"Kau hamil!" Pekik Asha girang. Dia memeluk Av begitu erat. "Oh Av, Merlin! Kau benar-benar hamil! Cepat sekali!" Seru Asha. Oliver yang di ruang tengah lalu berjalan, ke arah ruang keluarga. Dia mengangkat alis pada Asha dan Av.

"Ada apa sayang? Dan Av, jangan bilang si Fred itu—"

"Dia hamil, Oliver! Kita akan punya cucu!" Asha mengulum senyum bahagia. Oliver membulat matanya.

"Kalian baru 2 bulan me-menikah…" dia terbata-bata. "Jangan bilang kau melakukan 'itu' setiap hari." Katanya memutar mata. Av hanya kembali menatap sikap overprotective Oliver. Dia tidak ingin lama-lama. Jadi dia segera berdiri, lalu tersenyum, dan ber-dissaparate. Dia berada di rumahnya bersama Fred lagi. Dia masuk ke dalam dan duduk di salah satu kursinya. Lagi lagi termenung.

XXX

Av menjadi gugup. Fred baru pulang dari kementrian dan baru mengurusi toko warisan ayahnya. Seperti biasa,, dia membukakan pintu dan sudah siap dengan makan malam, daging asap. Suasana hening hanya decitan alat makan dan Fred yang kelelahan. Tapi setelah itu, Fred melepas jas resminya, hanya kemejanya. Av duduk diam. Setelah selesai makan, mereka siap-siap ke kamar tidur. Av sudah mengganti bajunya dengan gaun tidur. Dia menoleh melihat Fred yang masih memakai kemeja di tempat tidur dan celana hitamnya. Av berbalik, lalu menggeser, dan duduk di atas kaki Fred saat itu. Dia mencopot satu persatu kancingnya. Fred mengangkat alis.

"Kau ingin melakukannya malam ini? Bukankah sudah sering?" Tanya Fred. Av hanya menghela napas.

"Yah, kau juga memakai gaun saat minggu ketiga kita melakukan itu. Memang kenapa, sih?" Fred menatap Av yang masih duduk di kakinya.

"Yah menurutmu aku gendut akhir-akhir ini?" Tanyanya sambil melirik lampu di atas. Fred menatap perut Av yang di lapisi kain merah transparan.

"Jadi kau ingin bercinta denganku karena gendut? Bagus sekali Avei Weasley, cerdas." Gumam Fred. Avei hanya nyengir. "Tapi tidak apa-apa. Sepertinya aku suka," Fred lalu memelantingkan tubuh Av di bawahnya. Lalu dia mulai mendekatkan bibirnya, menciuminya dalam tempo cepat (A/N : See Katy Perry video : Teenage Dream) Tapi ketika Fred sudah ingin membuka celananya, Av mencegahnya.

"Fred aku bercanda! Aku tidak ingin bercinta denganmu sekarang," tegas Av. Celana Fred yang sudah lepas dari risleting, dia kembalikan lagi.

"Ah—dasar. Padahal aku sudah bersemangat."

"Aku sebenarnya ingin, sih Fred. Tapi aku—" ucapan Av serasa di tahan oleh tenggorokannya. Fred mengangkat alis. Dia nyengir dan menciumnya lagi. Av cuma bisa membalasnya dengan tiada gairah. Dia merasakan jemari Fred sudah menyelip ke punggungnya dan mengelusnya pelan, melepas tali ikatannya. Av mengeluh pelan dan setelah mereka kehabisan oksigen, mereka menarik diri.

"Fred apa kau ingin punya anak?" Tanya Av. Fred yang sibuk memilin gaun tidur Av mengangkat bahu.

"Entahlah. Kau mau? Ayo kita buat sekarang!" Wajah Fred menjadi cerah. Av hanya tersenyum simpul. Dia mengacak rambut Fred, lalu membentulkan talinya dan dia berbaring di tempat tidur.

"Aku sudah punya Weasley kecil di sini!" ujar Av, lalu menyeringai. Fred melongo. 'Kau pikir aku gendut?' 'Aku tidak mau bercinta denganmu sekarang, Fred' 'Belikan aku sesuatu dong!' Alasan selama ini… jadi… Av hamil! Mata Fred membesar.

"Benarkah…!"

XXX

Beberapa tahun kemudian…

"Gred, Forge, jelaskan." Av menaikkan satu alisnya, memandang semacam bom kotoran. Dua orang yang identik di depannya menatap Av dengan memelas.

"Mum…! Itu hanya bom dan kita—"

"Selalu berusaha—"

"Mendapatkan…"

"Eksperimen…"

"Nyatanya kiita…"

"Harusnya mendapat…"

"Ledakan radius…"

"10 kilometer.." Gred mengakhiri. Kedua anak kembar itu meringis melihat Av yang jelas-jelas mendelik. Av menggelengkan kepalanya ke arah anak kembarnya itu. Fred sr, yang sedang membaca koran datang.

"Aku heran Fred, padahal aku lumayan waras, tapi kenapa mereka malah…?" ucap Av lemah, putus asa. Fred nyengir, lalu mengacak rambut anak kembarnya.

"Tenanglah…," Fred lalu mencium Av tepat di bibir, dan serentak kedua kembar itu langsung berceloteh 'Eww Dad'. Jad Fred menarik diri.

"Sori anak-anak. Itu obat manjur kalau ibumu sedang stress. Tapi JANGAN lakukan itu dengan ibumu." Fred membasahi bibirnya dengan lidahnya kemudian mengambil gelas kopi yang ada di meja. Gred dan Forge hanya mencibir kemudian mereka meninggalkan ruangan. Ya, kini terbentuklah keluarga baru lagi.


A/N : GYAYAHAHAHAHA ANCURNYA FICT INI! *Ketawa ngeres & Nggak beres*

Mungkin ratenya T+ kali, ya?
Tau ah. #plak.

Saya persembahkan ini untuk yowkid-san.