::: My Soul in Seoul :::
Warning : typo, abal-abal, gaje tidak sesuai EyD yang tidak suka dengan genre ini jangan dipaksakan untuk membaca, Don't Like Don't Read Don't Bash.
Genre : Family, Romance, Drama, Genderswitch
Annyeonghaseyo!*bow.
Saya kembali lagi membawa karya buruk saya ini, tolong di RnR ya!
.
.
.
.
Previous
Kyuhyun yang gemas melihat tingkah Minnie tiba-tiba mengecup singkat pipi Minnie.
"ya sudah aku pergi dulu Minnie-ah annyeong…," pamit Kyuhyun meninggalkan Minnie yang masih tertegun dengan sikapnya.
Kepergian Kyuhyun meninggalkan yeoja-yeoja yang sudah mulai terkulai lemas dengan sikap manis Kyuhyun pada Minnie,sampai - sampai ada yang menangis malah.
Kyuhyun menghampiri Donghae dan Eunhyuk.
"Kajja!" ajaknya seraya menarik tangan kedua temannya. Dan meninggalkan kerumunan yang sudah riuh karena perbuatannya.
"darimana kau belajar seperti itu ?" tanya Donghae yang terlihat bingung, melihat Kyuhyun yang tidak pernah-pernahnya bersikap begitu manis pada yeoja manapun, tapi tadi terlihat sedang merayu seorang yeoja yang bahkan tidak sama sekali populer si sekolahnya.
"Darimu, tadi pagi." Jawab Kyuhyun sekenanya.
.
.
.
.
MY SOUL IN SEOUL
.
.
.
.
Pegawai-pegawai pabrik terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya, tak terkecuali Jaejoong yang sedang sibuk memikul karung-karung semen ke dalam truk pengangkut.
"Jaejoong-ah…," panggil seorang kondektur pabrik.
Jaejoong langsung menoleh dan menghampiri bosnya.
"Iya Pak…"
"semua semen ini harus kau antar ke Busan, ini alamatnya !" tanpa banyak basa-basi bos tersebut memberikan secarik kertas kepada Jaejoong.
"baik Pak." Jawab Jaejoong sopan dan membungkukkan badannya.
Kondektur tersebut langsung pergi meninggalkan Jaejoong. Jaejoong langsung merogoh sakunya dan mengambil ponsel miliknya.
TO : Minnie
Minnie-ah, hari ini kau pulang bersama oemma ne, oppa tidak bisa menjemput kalian, oppa mau mengantar barang ke Busan.
Kau berhati-hatilah…
Jangan lupa sisakan eskrim satu untuk oppa…
ARRASEO !
Tidak perlu waktu lama Jaejoong mendapat pesan balasan.
FROM : Minnie
Ne, arraseoyo oppa…
Oppa juga harus berhati-hati…
OPPAAAAAA HWAITING !
(^_^)/
Jaejoong tersenyum melihat pesan masuk tersebut, hilang sudah lelahnya melihat Minnie 'sang' yeodongsaeng kesayangannya yang selalu memberi semangat padanya.
"JAEJOONG SUDAH PENUH…" teriak seorang pegawai pabrik lain, tentu saja mereka harus berteriak, sebab suara deru mesin pabrik cukup besar dan dapat memekakkan telinga.
"ne…"
Jaejoongpun langsung berlari menuju truknya dan membawanya menuju Busan.
OoOoOoOoO
"Kyaaa ! Oppa…," yeoja-yeoja berseragam sekolah itu terus berteriak di siang yang begitu panasnya, dan alasannya bukan karena kepanasan melainkan…
Siapa lagi pria yang membuat mereka hysteris kalau bukan Cho Kyuhyun.
Tapi sungguh disayangkan hysteria bahkan sorakan para yeoja-yeoja tersebut tidak sedikitpun pernah dipedulikan oleh Kyuhyun.
Kyuhyun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan suara-suara jeritan para yeoja. Ia melintas di sebuah halte bis yang tidak jauh dari sekolahnya, dan tentu saja disana banyak teman sekolahnya yang lain sedang menunggu, karena mereka semua belum tentu seberuntung Kyuhyun –memiliki kendaraan pribadi-. Kyuhyun melewati halte itu begitu saja.
"KYAAAA…KYUHYUN OPPAA~~!" seorang yeoja tengah memekik sekuat mungkin di halte tersebut membuat yang lain merasa terganggu.
Kyuhyun hanya melirik sedikit dari kaca spion mobilnya, tapi matanya menangkap hal lain disana dengan cepat dia memberhentikan laju mobilnya. Kyuhyun menjalankan –mundur- mobilnya menuju halte, seluruh orang yang berada di halte tersebut memandangi Kyuhyun, mengernyit heran.
Tentu saja yeoja yang berteriak tadi sudah merasa melayang berpikir Kyuhyun pasti memperhatikannya.
Kyuhyun'pun langsung turun dari mobilnya, dan mendekati kerumunan yeoja disana. Yeoja yang lain, yang berada disana sudah mulai bertingkah kegenitan berpikir mereka'lah yang sedang di hampiri Kyuhyun.
Tapi nyata'nya, Kyuhyun mendekati seorang yeoja mungil yang juga melihat dan menyadari kehadiran Kyuhyun yang semakin lama semakin mendekat ke arahnya, tentu saja teriakan yang cukup memekakkan telinga dari salah seorang yeoja tadi sudah berhasil membuat semua orang beralih pada sumber teriakannya.
Yeoja yang sedang dihampiri Kyuhyun tersebut malah keanehan dan mengerjapkan matanya bingung melihat Kyuhyun berdiri tepat didepannya. Yeoja yang lain berbisik-bisik cemburu, dan mencibir berbisik, bibir mereka terus bergerak menceritakan yeoja mungil itu.
"Annyeong…," sapa Kyuhyun lembut.
"eh !" yeoja itu dengan lucunya tersentak kaget tidak menyangka Kyuhyun menyapa dan menghampirinya.
Kyuhyun menyeringai melihat tingkah lucu nan menggemaskan dari yeoja itu.
"Annyeong Kyuhyun-ssi…" sapanya membungkuk hormat dengan tatapan yang terlihat masih bingung.
Kyuhyun melirik sedikit ke arah tas sandang Minnie ternyata disana ada setangkai bunga yang diberikannya tadi pagi .
"Kau sedang menunggu jemputan mu ?" tanya Kyuhyun ramah.
Minnie menggelengkan kepalanya cepat.
"Lalu ?"
"Aku sedang menunggu bus.." jawabnya.
"Bagaimana kalau aku antar ?" tawar Kyuhyun.
"ah, anni…, aku naik bus saja…," tolaknya sopan dengan cepat menyilangkan kedua tangannya takut membuat Kyuhyun tersinggung.
"Gwenchanayo…, aku antar saja !" ucap Kyuhyun –sedikit– memaksa.
"Anni Kyuhyun-ssi, aku pulang naik bus saja." Tolaknya untuk kedua kali.
Kyuhyun mengangguk tak jelas apa maksudnya.
"hhmm, bagaimana kalau kau membayar ongkos bus'nya padaku…?"
Tidak perlu mendengar jawaban yeoja itu Kyuhyun langsung menariknya ke dalam mobil miliknya.
"ehh !" mata yeoja tersebut membulat penuh, melihat tindakan Kyuhyun.
Yeoja bertubuh mungil itu tidak mungkin bisa melawan tenaga Kyuhyun yang jauh lebih kuat darinya. Tindakan Kyuhyun membuat semua orang yang berada disana menatap iri kearah yeoja yang tak lain adalah Minnie.
Kyuhyun langsung membuka pintu mobilnya dan mendorong Minnie masuk ke dalam mobilnya, kemudian mobil tersebut melaju meninggalkan keriuhan para yeoja-yeoja yang masih histeris.
Minnie terlihat tidak nyaman berada di dalam mobil Kyuhyun, Minnie terus melirik-lirik memutar bola matanya ke setiap bagian di mobil itu.
Ekor mata Kyuhyun menangkap sekilas pandangan Minnie yang sepertinya terlihat risih(?) berada di mobilnya.
"Kau kenapa ?" tanya Kyuhyun seraya masih setia dengan kemudi dan pandangan yang masih fokus dengan jalanan.
"Mianhae Kyuhyun-ssi…" ucap Minnie sedikit terkejut.
"Kau jangan memanggilku dengan embel-embel ssi.." larang Kyuhyun.
"oh, ne…" ucapnya mengerti.
Sebenarnya Minnie merasa risih dengan mobil Kyuhyun yang terlalu canggih dan modern, kalian tahu bukan kebiasaan Kyuhyun yang suka membuka tutup atas mobilnya.
"Kyuhyun-ah…" panggil Minnie lagi.
"hhmmm…" Kyuhyun masih tengah fokus pada arah jalan.
"Sewaktu kau membeli mobilmu ini memang tidak ada tutupnya ya ?" tanya Minnie polos bahkan terlampau polos.
Kyuhyun yang mendengarnya langsung tertawa geli. Maklum sajalah Minnie bukan orang dari kalangan atas yang mengetahui jenis mobil seperti yang Kyuhyun gunakan, bisa di jemput dengan truk saja setiap harinya juga sudah hebat.
"eh, kenapa kau tertawa ?" tanya Minnie yang merasa aneh dengan sikap Kyuhyun yang sedang menertawakan sesuatu.
"hahah…hah~.., aduh kau ini polos sekali ne, kau tidak suka baiklah!" Kyuhyun menekan salah satu tombol di mobilnya.
Dan sedetik kemudian atap mobil Kyuhyun langsung tertutup .
Minnie terperangah kagum. "uuwaaaahhh…, mobilmu ini hebat sekali…" ucap Minnie terkagum-kagum.
Kyuhyun tersenyum melihat yeoja lucu nan menggemaskan ini.
"Rumahmu dimana Minnie-ah…?" tanya Kyuhyun.
"eh, oohh…, aku mau ke toko es krim," jawab Minnie.
"baiklah…," Kyuhyun melajukan mobilnya menuju toko eskrim.
Kalian pasti punya pertanyaan besar saat ini, kenapa Kyuhyun begitu baik pada Minnie ? Kenapa Kyuhyun mau mengantar Minnie ? Jawabnya satu yang pasti Kyuhyun menyukai Minnie dari awal Minnie memberikan eskrim gratis padanya.
Sebelumnya setiap orang yang mendekati bahkan menyukainya tidak pernah tulus, selalu saja ada "udang dibalik batu", dalam arti kata ada niat lain dibalik itu semua. Siapapun itu orangnya termasuk Kyuhyun tentu tidak menyukai hal tersebut terjadi bukan. Kyuhyun benar-benar terkesiap melihat sikap Sungmin yang bahkan tidak mengenalinya sebagai namja yang di kagumi disekolah.
Tapi mau bagaimana lagi, Minnie bukan orang yang dipedulikan disekolah karena latar belakang ekonominya yang jauh berbeda dengan kehidupan anak lainnya. Minnie sangat beruntung bisa masuk ke sekolah itu, karena prestasinya. Maka dari itu, Minnie tidak pernah terlalu mempedulikan kehidupan anak-anak di sekolah yang menurutnya sampai kapanpun tidak akan bisa di ikutinya, kehidupan yang terkesan glamour.
"Nah sudah sampai", Kyuhyun memarkirkan mobilnya ke tepi jalan.
"eh, ghamsahamnida Kyuhyun…" ucap Minnie sopan dan terus-terus membungkuk, dan tak lama kemudian Minnie mengeluarkan uang dari dalam saku bajunya.
"nah ini ongkosnya " ucapnya manis.
Kyuhyun terperangah melihat Minnie yang sedang menyodorkan beberapa uang kepadanya.
Sepertinya Kyuhyun sudah tidak tahan lagi dan…
"hwahahahahahaaaaaa…." Kyuhyun tertawa terpingkal-pingkal melihat sikap polos Minnie.
"eh.." Minnie yang melihatnya hanya bisa memiringkan kepalanya pertanda bingung.
"haha,hah~~…kau ini benar-benar lucu.." ucap Kyuhyun disela tawanya.
"eh, apa yang salah, tadi kau juga bilang padaku bukan. Aku harus membayar ongkos bisnya padamu…" ucapnya menjelaskan perjanjiannya dengan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum sumringah melihat sikap Minnie yang sangat menarik baginya.
"hhmm, baiklah sebagai bayarannya bagaimana kalau kau membayarku dengan itu ?" ucap Kyuhyun memberi pilihan dan menunjuk pada sebuah gambar eskrim besar disana.
Minnie langsung menoleh kearah sesuatu yang ditunjuk Kyuhyun.
"oooohh.., kau mau eskrim…", ucapnya mengerti dan langsung tersenyum manis.
"baiklah…, kajja !" lanjut Minnie mengajak Kyuhyun.
Minnie langsung turun dari mobil Kyuhyun dan berlari penuh semangat menuju toko eskrim itu.
Seorang wanita paruh baya sedang sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan ketokonya.
"Ghamsahamnida tuan, besok datang kembali ya!" ucapnya ramah memberikan bungkusan eskrim tersebut.
Wanita ini sudah cukup tua memang tapi semangatnya untuk tetap bekerja tidak kalah dengan orang yang masih muda. Dia terlihat mengusap buliran keringat di wajahnya.
"OEMMAAA~~~…" teriak manja Minnie dari luar toko.
Tentu saja teriakannya membuat semua pandangan langsung beralih padanya. Minnie dengan penuh semangat masuk kedalam toko dengan tas sandangnya dan di susul dengan Kyuhyun di belakangnya yang terus mengikutinya.
"Kau sudah pulang Minnie-ah…?"
"ne…, makanya aku kesini untuk membantu oemma " ucapnya manis.
"Ah, biar aku saja, oemma istirahatlah ne…" lanjutnya, membawa sang oemma agar duduk di salah satu kursi kecil disana.
Selang berapa detik Kyuhyunpun masuk ketoko tersebut, dan tentunya menjadi pusat perhatian orang-orang yang sedang mengantri disana. Mungkin begitulah seorang Kyuhyun, auranya selalu keluar dimanapun dia berada, dan selalu menjadi pusat perhatian.
"kau membawa teman kesini Minnie-ah ?" tanya oemma heran, karena Minnie sebelumnya tidak pernah membawa teman ke toko maupun ke rumah, lebih tepatnya mungkin tidak ada yang mau berteman dengannya.
"ehmm…" Minnie langsung mengangguk cepat dan tetap semangat melayani pembeli-pembeli disana.
Kyuhyun yang melihat wanita paruh baya tersebut yang diyakini sebagai oemmanya Minnie langsung membungkuk hormat.
"Annyeong ahjumma.." sapa Kyuhyun ramah.
"Annyeong…, kemarilah nak." Ajak oemma Minnie, tentu saja tidak mungkin Kyuhyun harus menunggu di urutan pembeli yang sedang mengantri.
Kyuhyun langsung masuk kedalam bagian kasir dan duduk bersama oemma Minnie disana. Oemma menepuk-nepuk pada bangku kecil di sebelahnya agar Kyuhyun duduk disana. Oemma tersenyum manis pada Kyuhyun.
"Siapa namamu nak…?" tanya sang oemma lembut.
"Oh…, naneun cho Kyuhyun ahjumma." Kyuhyun memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan kepada oemma Minnie.
Deg…
Tubuhnya tersentak sejenak, Oemma Minnie yang tak lain Chullie langsung terbelalak kaget dengan nama itu, seakan memori masa lalunya terbuka kembali.
Minnie tentu saja tidak memperhatikan obrolan mereka, dia tengah seibuk melayani pembeli. Kyuhyunpun khawatir melihat raut wajah Chullie yang langsung berubah.
"Ahjumma gwenchanayo…?" tanya Kyuhyun ramah.
Lamunan Chullie buyar setelah Kyuhyun menegurnya.
"Ah..ne gwenchana…" ucap Chullie meyakinkan.
Kyuhyun mengangguk dan kembali memperhatikan Minnie yang sedang berjualan. Chullie memperhatikan dengan sangat lekat wajah Kyuhyun, menelisik wajahnya.
"Kau mirip appamu…" ucap Chullie lirih.
Kyuhyun dengan cepat langsung menoleh kearah Chullie.
"Eh, ahjumma bilang apa…?" tanya Kyuhyun merasa pertanyaan Chullie tidak begitu terdengar.
"Ah, anni…", sanggah Chullie menyilangkan kedua tangannya.
Kyuhyun kembali memperhatikan Minnie dengan sangat fokus.
OoOoOoOoOoO
Jaejoong sekarang sudah sampai di Busan dan nampaknya sebentar lagi akan sampai di tempatnya mengantar barang.
Jarak Seoul ke Busan memerlukan waktu 4 jam selama perjalanan dan sangat melelahkan pastinya. Jaejoong sekarang melewati pedesaan yang cukup sepi, maklum saja di Busan masih banyak daerah-daerah terpencil disana.
Jaejoong benar-benar menikmati perjalanannya, santai sesekali bersiul.
Namun tiba-tiba ada orang yang menghadang jalan Jaejoong, membuat Jaejoong menghentikan truknya. Ternyata bukan hanya satu, mereka memukul-mukul keras kaca mobil truk.
"HAI! TURUN KAU!" teriak segerombolan orang itu, Jaejoong yg masih tidak mengertipun turun dari truknya.
"Ada apa ahjussi…?" tanya Jaejoong mendekati segerombolan oreng tersebut.
Tanpa perlu banyak bicara, mereka dengan sigap langsung memukul badan serta wajah Jaejoong beramai-ramai, dan sebagian dari mereka melesat naik ke truk Jaejoong. Jaejoong tak mampu melawan, dengan jumlah mereka yang banyak sedangkan ia, tunggal.
Mereka terus memukuli Jaejoong tanpa ampun tangan, wajah, kaki, perut semua bagian tubuh Jaejoong nyaris tak bersisa menjadi hantaman keji para perampok itu.
Melihat Jaejoong yang tersungkur lemah akibat aksi membabi buta para perampok itu, mereka langsung meninggalkan Jaejoong dan membawa truk itu pergi.
"uhuk..uhuk…" cairan kental merah keluar dari mulut Jaejoong.
Pandangan jaejoong mulai berkunang-kunang.
"tolooong~~~…tolooong~~~…" Jaejoong menjerit lirih.
Suaranya bahkan hampir tak terdengar.
.
.
.
Dari arah jalan lain, para petani yang sedang berniat pulang tidak menyadari teriakan pelan Jaejoong.
"Tolooong~~..Tolooong~~…" Jaejoong terus dengan tenaga terakhirnya meminta bantuan.
"Eh kau dengar itu sepertinya ada yang meminta tolong." Ucap salah seorang petani.
"Ah, jinjjayo aku juga mendengarnya…", mereka menelisik sekeliling jalan mencari arah suara tersebut.
Dan benar saja mereka menemukan Jaejoong yang sudah terkulai lemas di tanah dengan cairan darah yang terlihat ditubuhnya.
Dengan cepat petani-petani tersebut membantu Jaejoong.
"ayo cepat angkat dia…" mereka bergotongan mengangkat Jaejoong ke klinik terdekat disana.
"aaahhh~~ selesai…" ucap Minnie menggeliatkan badannya, pekerjaannya sudah nyaris selesai tinggal membenahi beberapa barang lainnya.
Kyuhyun yang tadinya berniat di berikan eskrim malah ikut membantu Minnie dan Chullie.
Ini sudah cukup sore dan semua es krim sudah habis tersisa. Minnie sengaja menyisakan tiga porsi es krim, yang dua untuk Kyuhyun, dan yang satunya lagi untuk Jaejoong.
Minnie menghampiri Kyuhyun yang sedang membalikkan tulisan dipintu menjadi CLOSE.
"Kyuhyun-ah ini ambillah !" Minnie menyerahkan sekantung plastik berisi eskrim untuk Kyuhyun
Kyuhyun menerimanya dan sengaja mengintip kecil ke kantungan itu.
"eh kenapa kau berikan dua?" tanya Kyuhyun heran.
"Gwenchana, anggap aku memberikan bonus untukmu !" ucap Minnie tersenyum menampakkan rentetan gigi putihnya.
Chullie mendekati Minnie dan Kyuhyun yang berada didekat pintu.
"Berikan yang rasa labu untuk oemma mu, dia suka bukan dengan es krim labu…?" ucap Chullie oemma lembut.
"Eh…, bagaimana ahjumma bisa tahu…?" Kyuhyun mengernyit heran pada Chullie.
Minnie pun tak kalah bingung melihat oemma-nya yang sepertinya mengenal baik keluarga Kyuhyun.
"Lain kali ajak oemma mu berkunjung kesini…", ucap Chullie tersenyum manis.
Mereka berdua makin bingung dengan pernyataan Chullie dan saling bertukar pandang. Namun Chullie malah meninggalkan kedua bocah yang sedang terheran-heran disana.
"Lho kalian mau diam saja disana, ayo kita pulang." Ucap Chullie memerintah.
Dengan cepat Minnie dan juga Kyuhyun keluar dari toko tersebut, tak lupa Minnie mengunci toko terlebih dahulu.
"Mau kuantar pulang ?" tawar Kyuhyun memberikan tumpangan pada Minnie dan Chullie.
"Ah.., anni, ini sudah terlalu sore, kau pulang saja, aku dan oemma pulang naik bus saja!" tolak Minnie lembut.
Minnie sedikit merasa sungkan dengan sikap baik Kyuhyun padanya, padahalkan mereka baru berkenalan.
Kyuhyun tidak menyerah, Kyuhyun langsung menghampiri Chulli yang sudah berjalan di depan –mendahului mereka-.
"Ahjumma!" panggil Kyuhyun.
M"mari kuantar pulang." Tawar Kyuhyun pada Chullie.
Minnie yang berada di belakang Kyuhyun langsung memberi isyarat pada Chullie menyilangkan kedua tangannya agar oemma-nya menolak permintaan Kyuhyun, tapi ternyata sifat jahil Chullie terhadap anak tersayangnya sedang keluar.
"Baiklah." Chullie menerima dengan senang hati.
"heh…" Kyuhyun menarik nafas puas tanda kemenangan.
Sedangkan Minnie malah menghentak-hentakkan kakinya –sebal- serta memanyunkan bibir mungilnya, Minnie menolak karena dia benar-benar tidak enak dengan Kyuhyun terlalu merepotkan.
"Mari ahjumma…"Kyuhyun dengan sopan mengantar Chullie ketempat mobilnya terparkir.
"Minnie-ah kau ingin disana terus…," goda Chullie.
Minnie langsung datang menghampiri, dengan wajah yang masih terlihat kesal, ikut ke dalam mobil milik Kyuhyun.
Kyuhyun dengan ramahnya membukakan pintu depan untuk Chullie.
"Ah, tidak usah Kyuhyun, ahjumma di belakang saja." Tolak Chullie lembut, Chullie tentunya mengerti dan tidak ingin mengganggu Kyuhyun yang sepertinya sedang ingin mendekati anaknya.
"Oemma saja yang duduk didepan!" ucap Minnie manja.
Sang oemma tidak mendengarkan Minnie daan dengan santai langsung duduk dibelakang. Minnie mau tidak mau dengan rasa sedikit terpaksa duduk didepan bersebelahan dengan Kyuhyun.
Kyuhyun mengeluarkan seringaian di sudut bibirnya melihat Minnie bersikap malu-malu dengannya. Tidak perlu waktu lama Kyuhyunpun ikut masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu menuju rumah keluarga Kim.
"APA-APAAN KAU INI JAEJOONG KENAPA BISA TERJADI HAL SEPERTI INI…?" sepertinya atasan Jaejoong sedang marah besar padanya
Padahal saat ini luka Jaejoong saja belum kering, tapi sudah terkena amukan besar dari bosnya.
"Aku tidak tahu bos, mereka menghadang jalanku, dan memukuliku sampai seperti ini…" jelas Jaejoong yang masih lemas dengan badannya yang telah dihujam pukulan-pukulan dari perampok sialan itu.
.
.
.
.
.
"AKU TIDAK MAU TAU, KAU HARUS MENGGANTI RUGI SEMUA BIAYA KERUGIANKU…"
"Tapi bos-"
"AAAHHH SUDAHLAH…, AKU TIDAK MAU TAU POKOKNYA, KAU HARUS MENGGANTINYA ATAU AKU AKAN MELAPORKAN KAU KE POLISI…" ancam sang bos.
Jaejoong tak dapat menyela perkataan bosnya, mungkin benar tentang hokum alam siapa yang kuat dialah yang menang, dan terbukti pada Jaejoong.
Apa yang harus dilakukannya sekarang ?, mengganti, dari mana biaya sebesar itu di dapatkannya.
Jaejoong berjalan gontai meninggalkan rangan bosnya, wajahnya terlihat sedih dan frustasi. ia menatap nanar langit di malam hari.
"heeuuhh~~…" Jaejoong menarik nafas panjang, melepaskan penat dalam pikirannya.
"Apa yang harus kulakukan sekarang ?" tanyanya entah pada siapa.
Jaejoong perlahan berjalan meninggalkan pabrik dan berkeinginan untuk pulang kerumahnya, lebih baik mengabari keluarganya setelah sampai dirumah. Jaejoong tidak ingin membuat oemma dan Minnie khawatir, apalagi mereka berdua perempuan takut terjadi apa-apa nantinya. Jaejoong memang sosok oppa serta anak yang baik dan pengertian, tapi nasib baik sedang tidak berpihak padanya.
.
.
.
.
.
MY SOUL IN SEOUL
.
.
.
.
.
"Gomawo Kyuhyun-ah sudah mau mengantar kami…" Minnie sekarang tengah mengantar Kyuhyun kembali kemobilnya.
"ne…, aku pulang dulu Minnie-ah!" pamit Kyuhyun.
"ne…" jawab Minnie mengangguk.
"eh, aduh…", Kyuhyun meringis seraya mengusap matanya, sepertinya ada serangga kecil masuk ke dalam matanya tiba-tiba.
"eh…" Minnie pun langsung menghampiri Kyuhyun.
"Waeyo ?" tanya Minnie lembut, dan menarik tangan Kyuhyun yang sedang mengusap matanya.
Minnie memperhatikan mata Kyuhyun yang sedang terpejam karena menahan sakit.
"Sini!" Minnie menarik wajah Kyuhyun agar dapat meniup mata Kyuhyun yang perih.
Kyuhyun membungkukkan tubuhnya sedikit, karena tinggi badan Minnie yang tidak sama dengannya, Minnie jauh lebih rendah darinya.
Minnie dengan lembut meniup mata Kyuhyun, menghilangkan rasa sakit, mata Kyuhyun sudah terlihat merah. Tanpa sengaja mata mereka saling bertemu pandang, Minnie dan Kyuhyun terpaku dengan jarak mereka yang sudah begitu dekat ternyata. Minnie menatap lekat mata Kyuhyun yang begitu dekat dengannya.
Kyuhyun melihat dengan seksama memperhatikannya dengan lembut, tanpa disadarinya wajahnya malah mulai mendekat, dan semakin dekat hingga…
-CHUUUPP-
Kyuhyun melepas jarak diantara mereka menautkan ciuman hangat dibibir manis Minnie, Minnie membulatkan matanya penuh dengan ciuman yang mendarat di bibir plum miliknya, tapi sama sekali Minnie tidak berniat melawan ciuman Kyuhyun, yang benar-benar lembut dan hangat, perlahan Minnie memejamkan matanya menyesapi ciuman hangat yang tengah berpagut di bibirnya.
Selang beberapa detik ciuman itu terlepas, tentu karena kebutuhan oksigen. Kyuhyun menarik dirinya dari wajah Minnie dan tersadar akan sikapnya tadi, wajah mereka berdua sudah merona merah, menahan malu satu sama lain.
"Mianhae…", ucap mereka serempak.
Minnie menunduk malu kepada Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya bisa mengusap tengkuknya dan menggigit bibir bawahnya mereka terlihat gugup satu sama lain.
"A-aku masuk dulu Kyuhyun…, bye…", tanpa melihat wajah Kyuhyun, Minnie langsung melesat lari memasuki rumahnya.
Kyuhyun melihat kepergian Minnie, seulas senyum tersungging diwajahnya.
"Benar-benar manis." Ucap Kyuhyun menjilati bibir bawahnya, karena dua hal dia mengucapkan kata –manis-. Pertama karena wajah Minnie, dan yang kedua karena ciuman singkat namun terkesan mendalam untuknya.
Kyuhyun langsung naik kemobilnya dan meninggalkan pekarangan rumah Minnie.
.
.
.
-BLAAAMM-
Minnie menutup pintu rumahnya dan bersandar disana, wajahnya massih bersemu merah mengingat ciumannya tadi.
"Sepertinya anak oemma sedang jatuh cinta…", goda Chullie yang sudah berada di dapur sedari tadi.
Minnie mengerucutkan bibirnya.
"Oemma jangan menggodaku~~…" ucapnya manja.
Chullie hanya bisa tertawa melihat sikap manja anaknya tersebut.
"Dia sepertinya menyukaimu!" Chullie masih terus menggoda Minnie.
Minniepun menghampiri sang oemma dan memeluknya dari samping dengan erat menyandarkan wajahnya di bahu sang oemma.
"Aku kan baru mengenalnya oemma…" ucap Minnie.
Chullie membelai lembut rambut Minnie, dan ikut menyandarkan wajahnya di kepala Minnie.
"Semua akan berjalan seiring waktu chagi, begitu juga dengan perasaanmu!" ucap Chullie menasehati.
Minnie hanya tersenyum manis mendengar nasehat sang oemma, beginilah keadaan keluarga ini begitu hangat dan selalu damai.
OoOoOoOoOoO
Kyuhyun melangkah masuk kedalam rumah nan megahnya beberapa pelayan tampak tengah menyambutnya.
"Apa appa sudah pulang…?" tanya Kyuhyun pada salah satu pelayan disana.
"Belum tuan muda." jawabnya hormat.
"Oemma dimana…?"
"Sedang berada di kamar tuan, Nyonya sudah menunggu tuan sedari tadi." Jelas sang pelayan.
Kyuhyun bergegas menuju kamarnya yang berada dilantai dua, menyusuri anak tangga dengan tidak beraturan.
Sesampainya dikamar Kyuhyun melihat sang oemma yang sedang tertidur dikamarnya, Kyuhyun melihat wajah sang oemma yang tengah tertidur damai. Ia tersenyum dan mengecup dahi sang oemma lembut agar menyadari keberadaannya untuk segera bangun, dan ciuman itu segera membangunkan sang oemma.
"Kau sudah pulang nak! kenapa lama sekali ?" tanya sang oemma lembut dan mulai mendudukkan tubuhnya ditepi ranjang.
Kyuhyun sebenarnya tak tega meninggalkan sang oemma berlama-lama dirumah, Sang oemma selalu kesepian dan tidak punya teman untuk bercerita, hanya Kyuhyunlah yang selalu menemaninya, dengan Siwon suaminya saja oemma tidak pernah mau bercerita.
"Mianhae oemma, aku tadi ketempat teman baruku, dan oemma tau sepertinya oemma-nya mengenal oemma!" jelas Kyuhyun dan menyerahkan kantongan plastik pada oemma.
"Apa ini nak…?"
"Itu eskrim, oemma-nya bilang oemma sangat suka eskrim labu makanya dia membawakan dua porsi untukku, satu untuk oemma, dan satunya lagi untukku" jelas Kyuhyun membagi eskrim tersebut.
Sang oemma langsung mengernyit heran mendengar penjelasan Kyuhyun.
"Siapa namanya nak…?" tanya oemma heran.
"aishhh…" Kyuhyun menepuk jidatnya menandakan kebodohannya –lupa-.
"aku lupa menanyakannya, ahhh…besok oemma akan kuantar kesana bagaimana ?" tawar Kyuhyun sekaligus ingin mengajak sang oemma berjalan-jalan di hari libur besok.
"ne…, besok antarkan oemma kesana ne?" oemma Kyuhyun langsung tersenyum dan mengusap lembut wajah sang anak.
-TOK…TOK…TOK…-
"Maaf nyonya, tuan muda, tuan besar sudah menunggu di meja makan." Ucap sang pelayan memecahkan kehangatan tersebut.
"Baiklah kami akan segera kesana" ucap oemma Kyuhyun yang tak lain adalah Bummie.
"ne…, saya permisi dulu…" pelayan tersebut pamit dan meninggalkan kamar Kyuhyun
Bummie langsung bangkit, "cepat ganti bajumu, oemma tunggu disana." Ucap Bummie lembut dan meninggalkan Kyuhyun untuk bergegas mengganti seragamnya.
OoOoOoOoOoO
Jaejoong menatap lirih kedalam rumahnya, tentu Minnie dan sang oemma tak mungkin menyadari kepulangannya, biasanya suara truk sudah menjadi cirri khasnya, tapi kali ini Jaejoong pulang berjalan kaki. Jaejoong berjalan gontai menuju rumahnya dan perlahan memasukinya. Chullie yang memang tengah menunggu Jaejoong pulang tidak menyadari kehadiran Jaejoong.
"Aku pulang..!" ucap Jaejoong lemah.
Chullie yang sedang berada di dapur memalingkan wajahnya melihat sang anak yang sudah pulang. Namun Chullie terkejut saat melihat kondisi Jaejoong yang sangat lusuh, Chullie langsung berlari mendekati Jaejoong.
"Ommo, kau kenapa Jaejoong-ah…?" ucap Chullie panik.
Jaejoong perlahan dengan di tuntun Chullie duduk di sofa. Chullie menuntun pelan Jaejoong raut wajahnya terlihat khawatir melihat wajah Jaejoong yang begitu penuh dengan luka lebam akibat pukulan.
"Ommo… Kau kenapa Jaejoong-ah…?" Chullie melihat lekat mata Jaejoong yang sepertinya akan menangis.
"Aku dirampok oemma hiks~..ugh~", airmatanya tumpah sudah, Jaejoong menceritakan kronologis kejadian yang tengah menimpanya.
Chullie langsung menganga sempurna –kaget- dengan cerita Jaejoong.
"Mereka membawa lari truk dan barang-barang yang ada disana…", Jaejoong hanya menumpahkan airmatanya namun tak terdengar isakan tangisnya.
Chullie mendekap hangat tubuh Jaejoong yang sedang terlihat rapuh sekarang.
"Aku harus menggantinya oemma…" Jaejoong menangis dipelukan Chullie.
"Sudah… Sudah…" Chullie mencoba menenangkan Jaejoong mengusap pundak jaejoong penuh kehangatan
"Kita hadapi masalahnya bersama-sama Jaejoong-ah…, sudah anak oemma jangan cengeng!" Jaejoong menangis di pelukan sang oemma sedih rasanya harus memberatkan keluarganya dengan masalahnya.
Minnie mendengarkan semuanya dari balik pintu kamarnya, Minnie menutup mulutnya menahan isakan yang bisa saja keluar dari mulutnya, melihat sang oppa dan Chullie yang sedang menghadapi masalah besar membuatnya merasakan hal yang sama.
Keluarga ini sedang dirundung masalah besar, Minnie tak ingin menangis didepan sang oppa.
.
.
.
.
.
Suasana dimeja makan ini seperti biasa tak ada percakapan beserta kehangatan disana, mereka sibuk menikmati makanannya masing-masing di temani pelayan-pelayan setia dibelakangnya yang selalu bersiap menerima tugas apapun.
Kyuhyun terlihat berbeda mala mini, sedari tadi ia terus senyum-senyum 'sendiri', mungkin mengingat adegan ciumannya dengan Minnie tadi.
Siwon dan Bummie terus memperhatikan tingkah aneh Kyuhyun hari ini, tapi Bummie bisa mengerti sang anak , Bummie ikut tersenyum melihat Kyuhyun, tapi tidak dengan Siwon, Siwon juga mengerti dengan arti senyuman Kyuhyun toh dia juga pernah muda, tapi Siwon bukan malah tersenyum dan terlihat kesal melihat senyuman Kyuhyun.
Sepertinya hidangan terakhir sudah habis, mereka mengusap bibirnya dengan serbet yang tersedia.
"Kalau kau memang sudah mempunyai kekasih kau harus memperkenalkannya pada appa ?" tegas sang ayah membuka pembicaraan.
Siwon menatap Kyuhyun intens, seolah meminta jawaban darinya.
"ne..." jawab Kyu seadanya dan meninggalkan ruang makan.
Suasana berubah menjadi tegang, ucapan sang ayah merubah segalanya.
"Bisakah kau tidak sekeras itu pada anakku...?" tanya sang oemma sarkastik.
"Itu caraku mendidiknya, kau tak perlu ikut campur..." ucap Siwon tak peduli.
"Aku ibunya! aku yang melahirkannya! Apa kau tidak cukup sudah menghancurkanku!" Bummie menumpahkan kekesalannya dan ikut meninggalkan Siwon disana.
Siwon hanya menanggapi tenang ucapan Bummie, seakan tidak peduli.
=TBC=
Terima kasih sebelumnya untuk orang-orang yang bersedia membaca karya saya ini, karya ini hanya sebuah Repost dari Note saya. ^_^
Dan terkhusus untuk Mia Azuki, gomawo sudah di ingatkan tentang keteledoran saya, saya sedang mencoba mengubah cara tulis saya yang masih jauh di atas rata-rata, mohon bimbingannya, agar karya ini bisa jauh lebih baik lagi, sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak. *bow.
