Tittle: Uninvited Love

Cast: Sehun, Kai and other. You can find it in the story.

Genre: Romance (Tapi tergantung dari penilaian readers)

Rating: T

Disclaimer: Meski –mungkin– ide ceritanya pasaran tapi ini murni berasal dari otak saya, tidak nyontek punya author lain. Cast? Hanya pinjam nama saja.

Warnig: YAOI; CRACK PAIR - UN-OFFICIAL PAIR; OOC:

A/N: Maafkan updatenya yang telat. Aku selalu ngusahain biar tiap ff berchapter-ku update seminggu sekali tapi hiks kemarin FFN-nya lagi ngeselin, masa aku mau upload file gak bisa. Jadi maaf ya, next chapter akan aku usahain biar gak telat.

.

.

.

UNINVITED LOVE

.

.

Chapter 2

.

.

.

Happy Reading ^^

.

.

.

Pagi sudah tiba, matahari bersinar cerah. Sehun terbangun dari tidur singkatnya. Semalam ia harus menata barang-barang yang dibelinya, untunglah Luhan yang cantik mau membantunya. Tentunya itu setelah ia merengek terlebih dahulu. Tak lupa ia membuang baju yeoja dan wig yang –terpaksa– dibelinya kemarin. Ia tak memerlukan itu lagi, ia sudah manis kan?

Ia membuka matanya dengan paksa, jika bisa ia masih ingin tidur sampai siang tapi alarm di bawah bantalnya sudah berteriak kencang. Ia yakin Luhan yang menyimpan alarm itu di bawah bantalnya.

Dengan mata yang setengah terbuka, ia merogoh bawah bantalnya, mengambil benda terkutuk yang sudah mengganggu tidurnya dan segera mematikannya.

Sehun memejamkan matanya kembali. Baru saja ia hampir terlena dalam tidurnya, suara Luhan yang merdu jika bernyanyi dan cempreng saat berteriak sudah menginfasi indera pendengarannya.

Demi kulitnya yang mulus, ia hanya ingin tidur yang cukup agar kulitnya tidak keriput.

Luhan menerobos masuk kamar Sehun yang kemarin mereka tata bersama. Sehun masih bergelung memeluk bantalnya.

"Sehun, kau harus sekolah. Kau tak boleh terlambat di hari pertamamu." Ucapnya, mencoba untuk sabar.

"Bukannya aku mulai sekolah besok?" Tanya Sehun setengah sadar.

"Tidak, kau mulai sekolah hari ini Oh Sehun. Kau bisa ketinggalan pelajaran, semester baru sudah dimulai satu minggu lalu."

"Aku satu sekolah dengan hyung?"

"Yep."

"Aish, aku tak bisa bolos." Gerutunya. Ia sudah sepenuhnya sadar. Siapa yang tak sadar dari tidurnya jika seseorang terus mengajakmu berbicara sambil berteriak.

Dengan semangat 20% ia beranjak dari kasurnya. Melirik seragam baru yang disimpan Luhan di atas mejanya semalam.

"Hyung, aku tak usah mandi ya?"

Luhan menghela nafas, ia melirik jam tangannya. Sudah hampir jam tujuh. Membujuk Sehun untuk mandi membutuhkan waktu lima menit, menunggu Sehun mandi paling lambat lima belas menit, menunggu Sehun bersiap-siap sepuluh menit, perjalanan ke sekolah sekitar sepuluh menit. Jam pertama pelajaran di mulai jam 07.30. Oh ia bisa terlambat. Dan lagi, si ketua pasti akan memarahinya lagi.

"Baiklah. Aku menungumu di luar. Jangan lama-lama."

Dengan itu, Luhan keluar dari kamar Sehun.

•••

Sehun berjalan mengelilingi koridor sekolah barunya. Ia tersesat. Tadi pagi, Luhan sudah menunjukkan jalan menuju ruang kepala sekolah padanya sebelum namja cantik itu berlari cepat menuju kelasnya, tapi ia malah berakhir di kantin sekolah.

Berhubung tadi pagi ia belum sempat sarapan, ia memilih untuk sarapan terlebih dahulu. Setelah selesai, Ia kembali menyusuri koridor yang sepi. Mencoba mengingat-ingat jalan yang ditunjukkan Luhan tadi pagi tapi sekarang ia malah berakhir di taman sekolah yang sepi.

Ah~ kenapa tak ada siswa yang lewat, jadi ia bisa bertanya. Tentu saja tidak ada siswa yang lewat, jam pelajaran sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu saat ia masih menyantap sarapannya di kantin.

Ia berniat melanjutkan 'tour'-nya lagi, tapi saat hendak memutar arah ia mendengar suara aneh dari balik pohon. Seperti desahan?

Dengan kening berkerut, ia berjalan pelan menuju pohon besar itu. Ia melangkah sedikit ke samping agar bisa melihat apa yang ada di balik pohon.

Matanya membulat karena terkejut. Untunglah ia tak langsung berteriak. Di balik pohon itu, seorang siswa tinggi dengan rambut cokelat keemasan sedang berciuman panas dengan seorang ... namja? Ah, itu hal biasa. Ia juga pernah hampir dicium namja. Ia pernah hampir dicium Luhan saat namja cantik itu mengigau. Oh, ia tak bisa membayangkan jika ia mendapat seme seperti Luhan. Ia ingin seme tampan, bukan seme cantik. Eh? Seme? Tentu, ia uke. Ingat kata Luhan? Dia itu manis jadi dia uke.

Setelah berhasil menguasai diri dari keterkejutannya, ia melangkah mundur untuk meninggalkan dua orang itu. Ia tak mau di tuduh mengintip.

"Hei, kau."

Langkah Sehun terhenti mendengar suara berat itu. Asalnya dari balik pohon. Ia memasang cengiran ala anak kecilnya saat si namja tinggi itu muncul dari balik pohon dan menatapnya layaknya menatap seorang pencuri. Namja kecil yang di ciumnya tadi sudah pergi. Kemana?

"Kau siswa baru?"

Sehun mengangguk.

"Kenapa kau di sini?"

Sehun menunduk. "Aku tersesat." Jawabnya.

"Baiklah, ayo. Aku akan mengantarmu ke ruang kepala sekolah."

"Eh?"

Sehun menatap namja itu heran. Ia kira dirinya akan dimarahi karena sudah mengganggu ciuman panasnya.

Sehun masih dengan tampang bingungnya saat namja tinggi itu berbalik pergi. Saat sadar, Sehun dengan cepat menyamakan langkah mereka.

"Siapa namamu?"

"Aku? Oh Sehun."

"Namaku Kris."

Sehun mengangkat satu alisnya. Namja ini ternyata baik juga, padahal jika dilihat dari wajahnya ia sepertinya seorang yang galak dan pemakan orang, ah mungkin lebih tepatnya pemakan namja manis.

"Senang berkenalan denganmu, Kris hyung." Ucapnya, sedikit membungkukkan badannya sebagai sopan santun.

Kris berhenti, ia berbalik menatap Sehun.

"Apa aku menginjinkanmu memanggilku hyung?"

Sehun menggeleng, ia takut menatap wajah Kris.

"Baiklah, kau boleh memanggilku hyung."

Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Sehun tak hentinya menoleh ke kiri dan ke kanan mengamati jalan. Ia sudah melewati jalan ini sebelumnya.

"Mm Kris hyung, namja yang kau cium tadi lari kemana?" Tanya Sehun penasaran.

"Dia kembali ke kelasnya. Kenapa?" Kris menjawab tanpa berbalik.

"Tidak, aku hanya merasa bersalah karena telah mengganggu ciuman panasmu dengan kekasihmu."

"Kalau kau merasa bersalah, apa kau mau kucium seperti itu juga sebagai gantinya?"

"Aa~ NE? TIDAK." Sehun berteriak, tak dapat mengontrol suaranya. Efek terkejut.

"Tak usah merasa bersalah. Dia bukan kekasihku."

Oh, dia tak serius? Fiuh syukurlah kalau Kris hanya bercanda. Bibirnya tidak available bagi orang yang tidak dicintainya. Ia hanya ingin di cium namja dalam sembilan belas detik terindahnya, bukan Kris apalagi Luhan.

"Lalu kenapa kalian berciuman panas seperti itu? Dan lagi kalau aku tak salah lihat tangan hyung bahkan sudah masuk di dalam seragam namja itu. Bukankah jika berciuman sepanas itu akan berakhir dengan— Oops..." Sehun menghentikan ocehannya yang lolos tanpa di saring. Otak dan mulutnya tampaknya sedang bersekongkol untuk mempermalukannya. Ia pasti di cap mesum setelah ini.

Kris melirik Sehun.

"Ehehehee aku hanya bercanda, hyung. Aku masih polos." Ucapnya berkilah.

Kris tentu saja tak percaya, bagaimana bisa namja yang berpikiran seperti itu mengaku dirinya masih polos.

Kris memasang senyum miring. Sehun namja yang lucu, wajahnya juga manis. Meski type-nya adalah namja yang mungil, tapi Sehun juga tak apa. Lagi pula ia masih lebih tinggi dari namja manis ini.

•••

"Kau terlambat Xi Luhan. Kau ini wakil ketua kelas. Kau seharusnya memberi contoh yang baik bagi teman-teman kita. Bagaimana bisa seorang wakil ketua kelas terlambat datang, hah?!"

Xi Luhan hanya memalingkan wajahnya, ia malas mendengar ocehan Chanyeol.

"Pak Ketua, apa jam tanganmu bermasalah? Sekarang jam 07.25 KST, itu berarti aku tidak terlambat." Ucapnya membela diri.

Chanyeol menunduduk melihat jam tangannya. Ah~ ia lupa, ia memang mempercepat waktu di jam tangannya agar tidak terlambat. Dan juga bel masuk belum berbunyi kan? Aish, ia lupa. Tapi biar saja, ia memang suka memarahi Luhan.

"Mm yah, tapi tetap saja. Kau hampir terlambat."

Luhan menghela nafas. Lebih baik mengalah dari pada melawan, itu tak ada gunanya.

"Baiklah, aku menyesal. Boleh aku masuk? Aku lelah berlari dari parkiran karena tak ingin diamuk olehmu, tapi ternyata aku tetap mendapat amukanmu. Sungguh sial. Kalau tau akan seperti ini aku tak akan berlari tadi dan aku bisa mengantar Sehun dulu."

"Yaa yaa yaa... Tidak usah curhat padaku. Kau boleh masuk tapi ingat besok kau harus datang lebih pagi."

Luhan mengangguk, ia pun melangkah masuk ke dalam kelasnya. Urat di betisnya berdenyut-denyut sehabis berlari dari parkiran menuju kelasnya.

Luhan duduk diam, paginya sangat buruk karena seorang Park Chanyeol. Ia melirik ke arah pintu. Chanyeol masih berdiri di sana, menggeledah setiap siswa yang akan masuk di dalam kelas. Ouh, bisakah seseorang menghentikan hal itu? Kenapa kelasnya jadi seperti kelas pelatihan militer.

Kalau diperhatikan Chanyeol sebenarnya tampan. Matanya bulat, hidungnya mancung, bibirnya? Bibirnya lebar tapi semua seimbang. Andai Chanyeol bisa lebih sering tersenyum pasti dia sangat tampan. Dia sedang marah saja masih tampan, apalagi kalau tersenyum.

Luhan memeperhatikan Chanyeol sambil mengangguk-angguk.

Chanyeol tiba-tiba berbalik, matanya jatuh tepat di mata Luhan yang sedang mengamatinya. Ia memicingkan matanya dan mengatupakan bibirnya dengan rapat lalu kembali ke kegiatannya.

Luhan menggeleng keras ia merubah kembali pemikirannya sebelumnya. Chanyeol tidak tampan, dia hanya tampan jika diperhatikan secara seksama dan Luhan malas memperhatikannya secara seksama.

•••

Sehun memasuki kelas barunya, di depannya sudah ada Pak kepala sekolah yang berbicara dengan guru yang mengajar di kelas sekaligus juga wali kelasnya.

Ia menatap satu-satu murid di kelas itu, membagikan senyum manisnya sekedar beramah tamah. Tapi matanya menangkap sosok yang sepertinya tak asing. Rambutnya cokelat dan sedikit panjang dan kulitnya juga cokelat.

Aaaah itu si pria tampan yang ia lihat saat sedang menunggu Luhan di pinggir jalan kan? Pria tampan dalam sembilan belas detik terindahnya? Pria tampan yang sudah melihatnya sebagai sosok perempuan? Ah~ Sehun jadi malu kalau mengingatnya.

Tapi ia mengingat ucapan Luhan, dirinya manis. Ya, ia manis. Ia sudah mengamati wajahnya semalam dan benar, ia memang manis dan kadang juga cantik. Ia heran sendiri kenapa ia baru menyadari hal itu? Karena itu sekarang ia bisa lebih percaya diri di depan namja dalam sembilan belas detik terindahnya.

Sehun terus menatap sang pria tampan yang tak menyadari bahwa dirinya sedang ditatap dengan intens.

Apa ini yang dinamakan jodoh?

Sehun menggigit bibir bawahnya mencoba untuk tak tersenyum. Aah rasanya ia ingin berlari ke samping namja itu dan mengajaknya berkenalan.

"Oh Sehun, silakan perkenalkan dirimu."

Suara seorang yeoja menyadarkan Sehun dari kekagumannya, ia menoleh ke asal suara. Guru yang tadi sudah memberikan senyum padanya. Kepala sekolah sudah tak ada. Eh, sudah pergi?

Sehun berdehem sedikit untuk mengawalai perkenalannya.

"Annyeong, nama saya Oh Sehun saya dari China."

"Nah, sekarang kau boleh duduk di tempat yang kau sukai." Ucap guru itu.

Sehun mengerutkan kening. Pilih tempat duduk sesukanya?

"Mmm songsaengnim, boleh Sehun duduk di situ?" Tanyanya dengan menunjuk ke suatu arah, tak sadar ia telah mengeluarkan aegyo-nya. Ia juga tak menyadari bahwa sebagian besar murid di kelas itu sudah menggigiti jarinya karena gemas.

Sang guru yeoja itu pun tak luput dari efek aegyo Sehun. Ia seperti sedang melihat bayi kecil yang minta digendong.

"Tentu saja. Nam Taehyun, kau bisa pindah di belakang kan?" Jawabnya sambil menunjuk namja berponi belah dua. Namja itu langsung menurut meski dengan wajah masam.

Sehun bergumam terimakasih. Dengan riang ia menghampiri tempat yang sudah kosong itu, yaitu di samping namja tampan idolanya.

"Annyeong..." Sapa Sehun kelewat manis.

Si namja tampan melirik Sehun sebentar, ia melihat wajah Sehun yang sedang tersenyum padanya dengan matanya yang melengkung ke bawah. Ugh sangat manis. Ia berkedip beberapa kali lalu membelakangi Sehun. Mengontrol wajahnya agar tak berekspresi memalukan karena melihat namja manis yang sedang tersenyum sangat manis padanya. Ia menghirup nafas dalam beberapa kali dan kembali memasang wajah cool-nya.

Sehun cemberut karena merasa di abaikan.

"Hai, Sehun-ssi. Namanya Kim Jongin. Kami biasa memanggilnya Kai." Bisik seseorang di belakangnya.

Sehun menoleh dengan cepat. Seorang namja mungil dengan mata sipit menyambutnya dengan senyum manisnya. Sehun balas tersenyum.

"Annyeong. Namaku Baekhyun. Byun Baekhyun."

Sehun menjabat tangan Baekhyun dan membungkukkan badannya sedikit.

"Annyeong Baekhyun-ssi. Senang berkenalan denganmu. Kau bilang namanya Kim Jongin? Dia?" Tanyanya dengan menunjuk Jongin yang ada di belakangnya tanpa menoleh.

Jongin yang ditunjuk seperti itu sedikit terlonjak dari duduknya dan menghadap ke depan lagi. Dari tadi ia sedang mengamati Sehun dari belakang sambil menguping sedikit pembicaraan Sehun dengan Baekhyun.

"Baiklah, anak-anak. Kalian bisa berkenalan dengan Sehun nanti. Sekarang kita mulai pelajarannya." Teriak guru di depan kelas.

Sehun kembali menghadap ke depan dan memeperhatikan pejelasan guru barunya. Saat sang guru menulis sesuatu di papan tulis, ia menoleh pada Baekhyun.

"Ssttt Baekhyun-ssi, kau harus menceritakan padaku tentang Kim Jongin saat istirahat nanti, okay." Bisiknya. Ia sedikit menunduk agar tak dilihat oleh guru.

Baekhyun mengerutkan keningnya sebentar, tapi ia lalu mengangguk dengan ragu.

Sehun kembali menghadap ke depan, guru masih menulis di papan tulis. Ia lalu menoleh ke kiri, tempat Kim Jongin.

"Hai, Jongin-ssi." Sapanya.

Jongin menoleh. Oh tidak, Sehun tersenyum lagi padanya. Ia menganggukkan kepalanya dengan kaku karena tak ingin dibilang sombong. Ia tak tau harus melakukan apa. Dengan ragu, ia kembali menghadap ke depan. Bibir dalamnya ia gigiti karena Sehun masih terus menatapnya. Bisakah ia lari saja dari tempat ini?

Jongin melirik Sehun dari ekor matanya, Sehun sekarang masih menatapnya. Ugh, ia jadi ingin pipis.

Jongin segera berdiri dari tempatnya dan berjalan ke meja guru.

"Songsaengnim, saya izin ke toilet."

Tanpa menunggu jawaban dari sang guru Jongin sudah berbalik pergi. Ia terus berjalan menuju toilet. Di koridor yang sepi itu, ia mengangkat jarinya di depan wajah. Mengamati jarinya yang tidak bisa berhenti gemetaran. Kenapa seperti ini? Apa ini karena Sehun yang terlalu manis dan imut? Ah~ tidak. Baekhyun juga manis dan imut tapi jarinya tidak bergetar seperti ini saat Baekhyun berbicara padanya meski ia akui ia memang malu jika berhadapan dengan namja manis, kecuali Taehyun tentunya. Taehyun is his bestfriend. /di fic ini/

Ia segera berlari menuju toilet. Di depan washtafel ia mengamati seluruh wajahnya. Apa ada yang aneh dengan dirinya sehingga Sehun terus menatapnya sambil tersenyum? Ah~ tak ada yang aneh. Apa karena kulitnya hitam? Bukan. Di kelas bukan cuma dia yang berkulit hitam. Tapi ia rasanya ia pernah melihat eye smile itu sebelumnya. Mirip seperti yeoja cantik dengan tinggi badan 180cm lebih yang menyatakan cinta padanya di toko buku.

Ah~ Bukankah ia ke sini karena ingin pipis? Ia lalu berjalan ke salah satu bilik, membuka resletingnya.

Ceklek. Pintu toilet terbuka.

Jongin mendesah lega saat beban yang ditahannya perlahan keluar.

"Hai, Jongin-ssi."

Jongin menoleh ke bilik sebelahnya.

Sehun? Oh tidak. Ia sedang pipis.

.

.

.

TBC


Sangat susah bikin seme pemalu, biasanya yang pemalu uke-nya kan. Aah tapi aku suka karakter Thehunnie di sini. Sedikit tidak tau malu kkkkk... yang awalnya gak PD-an ampe nyamar, dan sekarang PD-nya malah over..

Inget adegan waktu Sehun nabrak Kai di toko buku kemarin? Ada yang baca ff-ku yang If it's Wrong pertama? Yes, adegan itu aku ambil dari endingnya Kai di If it's Wrong pertama itu. Mungkin gak ada yang baca, soalnya itu ff KrisBaek. Oia, di atas ada biasku di WINNER nyempil, hihiii aku suka Nam Taehyun soalnya. Taehyun se-line sama KaiHun kan.

Balasan Review:

: Aku masih gak tega bikin KaiHun NC soalnya. KaiHun moment-nya ditungguin aja ya. Makasih udah ngingetin adegan yang ditoko, aku lupa ngetik bagian itu soalnya. Makasih udah review^^

miszshanty05: Ok, sudah dilanjut. Makasih udah review^^

thiefhanie. fhaa: iya, ini KaiHun. Kamu gak suka KaiHun ya? Lalu kamu suka apa? Makasih udah review^^

sehunnoona: Iya, Sehun udah sadar kok kalau dia itu manis ... Ah, benarkah? Makasih ya. Ini sudah dilanjutin. Makasih udah review^^

NaturalCandy1994: Chanyeol emang absurd tapi salahin Luhan yang kelewat cantik kelewat imut yang udah bikin Chanyeol bertingkah absurd ... Makasih udah review^^

Keepbeef Chiken Chubu: Thehunnie tetep manis, selamanya akan tetep manis. Kyaaaa thehunniie kyaaaaaa kyaaaaa Taehyun kyaaaa... *ikutan fangirling* Makasih udah review^^

Yun KaiBaekh: KaiHun momentnya baru dikit :( next Chap mungkin bakalan ada lagi. Makasih udah review^^

GLux99: Iya, sehun nyamar karena dia malu... Bagus? Benarkah? Makasih ya. Makasih udah review^^

rainrhainyrianarhianie: Iya, mereka satu kelas malah...Jongin ngomong kok, satu kali doang tapi... Makasih udah review^^

Meilani Chan: Yes, soalnya aku juga suka sama ChanLu... Aku suka crack couple uuh yeah... Makasih udah review^^

Mir-acleKim: Lucu ya? Makasih^^ ini sudah dilanjutin. Makasih udah review^^

teleportbabies: Hihihii aku juga suka... Sudah dilanjut, semoga suka. Makasih udah review^^

SehunBubbleTea1294: Setuju, Sehun emang cantik apalagi kalau pake eyeliner terus pake poni. Sehun udah gak gugup kok, liat aja noh /lirik ke atas/ Makasih udah review^^

ndaah. cqupp: Kai gak suka cewek kok, tenang aja. Ini bukan ff hurt yang bakal bikin sehun sakit hati karena cintanya ditolak kai. Makasih udah review^^

Oh Dhan Mi: Sudah dilanjut. Makasih udah review^^

asdindas: Namja tampan dalam sembilan belas detik terindah Sehun itu Kai loh~ jadi namja yang dilihat sehun di pinggir jalan sama namja yang di toko buku itu Kai. Makasih udah review^^

xxx: Iya nih udah lama gak bikin kaihun. Yang Little Luv juga gak update update ya, kamu baca itu juga kan? Kalau gak salah kamu juga review di ff itu. Makasih udah review^^

byuncrackers: Aku takut masukin ini dalam genre humor, bebannya berat. Makasih udah review^^

utsukushii02: Ok, makasih udah review^^

nin nina: Sehun bakal sekolah di Korea. Yupp, itu Kai. Siapa lagi yang punya kulit cokelat rambut cokelat suka makan cokelat kalau bukan dia. Makasih udah review^^

ika. zordick: pastinya perjuangannya gak bakal mudah. Makasih udah review^^

Oh Zi Fan: Aku juga cinta pair ini. Nama kamu lucu, gabungan sehun tao kris kan? Makasih udah review^^

bbuingbbuingaegyo: iya, heboh sendiri. Apalagi pas di toko ckckck... Makasih udah review^^

tuti handayani: makasih... ini sudah dilanjutin... ama authornya gak gemes? Makasih udah review^^

Unnamed EXOstand: yaa kan namanya gak percaya diri, tapi sekarang malah over PD -.- makasih udah review^^

barbieLuKai: Ok, ini sudah dilanjutin. *seret jungkook* *kantongin* Makasih udah review^^

chuapExo31: Thehunnie malu makanya nyamar. Makasih udah review^^

maia. vierr: Jangan gila dong... Makasih udah review^^

Makasih udah review semua^^ aku gak nyangka responnya sebaik ini. Aku sengaja gak masukin ini dalam genre humor. Bebannya berat ah~ aku gak bakat ngelawak.

Ok, Makasih semua.

Maafkan typo-typo yang ada

Sampai jumpa di next chapter ^^ muah


6 Desember 2013