ALWAYS HUNHAN FICTION
.
.
Yaoi Boy x boy !
Don't Like Don't read ! Please close this page !
.
PLAGIATOR ? MINGGAT SANA !
.
.
.
Disclaimer :
Sehun dan Luhan milik keluarganya masing masing. Lieya hanya meminjam nama dan karakter mereka demi kelancaran ff ini ( tanpa izin pula -_- ). Hati dan seluruh tubuh Sehun milik Luhan. Namun cinta dan kasih sayang Luhan hanya untuk Lieya ( Plakk. . #DitabokHHS )
Abaikan . . . .
.
Summary:
Oh Sehun adalah seorang mahasiswa berusia 20 tahun. Putra tunggal dari salah satu Donatur Sosial terbesar di Korea Selatan itu memiliki sifat yang kasar dan arrogant. Suka bergonta-ganti pasangan, minum-minuman keras dan melakukan sexs bebas merupakan kebiasaannya sehari-hari. Namun kepribadian buruk yang dimiliknya berubah setelah ia bertemu dengan seorang namja cantik yang harus menopangkan kehidupannya diatas kursi roda.
.
Bagaimanakah kisah selanjutnya ?
Apakah yang membuat Sehun begitu cepat merubah kepribadiannya ?
.
Go to Story . . .
.
.
.
*** BELIEVE ***
Present
.
Cast :
Luhan
Oh Sehun
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
And Other . . .
.
Genre :
Boy's Love. Drama, Romance.
.
Rate :
M
.
Lenght :
CHAPTER
1
.
StoryLine by :
Lieya EL
Triiinnngggg Tringggggggg . . .
Lonceng bergetar, suara nyaringnya mengalun indah di sebuah tempat perkumpulan anak-anak berusia dini itu belajar. Sosok-sosok imut yang masih berusia kurang lebih enam tahunan itu mulai berlarian keluar dari kelasnya saat suara bel pertanda istirahat itu di bunyikan. Kaki-kaki kecilnya mulai berlarian menghampiri beberapa penjual mainan dan makanan higienis yang sudah tersedia di halaman sekolah.
Tak lama setelahnya sosok cantik yang memakai kursi roda keluar dari kelas itu. Binar rusanya mengamati satu per satu anak didiknya yang tengah berada di halaman sekolah itu kemudian tersenyum hangat.
"Huh, mereka semakin aktif saja." katanya memasang wajah cemberut "Tapi aku bahagia karena mereka menjadi anak yang baik dan pintar" tambahnya sembari tersenyum kembali.
"Untung saja Paman Kim mengijinkanku mengajar di jam pertama, jadi aku tidak perlu terburu-buru menuju tempat kerjaku selanjutnya"
Dengan perlahan kedua tangan mungil itu memacu kursi rodanya meninggalkan tempat itu.
"Luhan Saem!"
Sebuah suara melengking keluar dari bibir tipis seorang namja bereyeliner. Langkahnya ia percepat untuk menghampiri sosok namja yang terlihat lebih cantik dari semestinya itu melewati ruang kelasnya.
Sosok yang dipanggilpun menghentikan pergerakannya. Tangan kecilnya memutar kursi roda yang ditumpanginya untuk berhadapan langsung kepada sang pelaku yang baru saja menyerukan namanya. Namja bermata rusa itu menatap jengah si namja bereyeliner yang kini tersenyum manis di hadapannya.
"Wae? Aku tidak ingin berdebat denganmu hari ini. Waktuku sangat berharga, asal kau tau" Ujarnya datar.
Namja cantik yang memakai garis hitam diatas lekuk matanya itu mengerucutkan bibirnya. "Huh, siapa yang ingin mengajakmu berdebat Saem?"
"Lalu kau mau apa, Byun Baekhyun?" tanya si namja rusa tajam.
"Haish. . Kau terlalu berfikiran negatif Hyung" Ujar Baekhyun merenggut. Luhan-namja bermata rusa itu memutar bola matanya malas.
Bagaimana ia tidak berfikiran-fikiran negatif dengan namja berbibir tipis ini. Setelah beberapa hari yang lalu ia berhasil ditipu dengan rayuan manisnya dan berakhir menjadi obat nyamuk di cafe langganannya. Huh, demi bulu ketek Sooman yang lebat, Luhan tidak akan pernah mau lagi percaya akan perkataan namja berbibir tipis yang berstatus sebagai calon adik iparnya ini.
"Ku dengar besok akan ada Donatur besar yang akan mendonasikan dananya ke sekolah ini" Cerocos Baekhyun sembari mendekati Luhan dan memutar arah kursi rodanya. Jari lentiknya memegang erat gagang kursi roda yang ditumpangi sahabatnya itu kemudian mendorongnya dengan perlahan menyusuri ruangan.
"Lalu apa masalahmu?" Tanya Luhan sambil membolak-balik buku sastra budaya yang ada dipangkuannya.
"Tidak ada sih. Hanya saja aku sempat mendengar desas-desus mengenai putra Donatur itu, Hyung. Banyak yang bilang kalau putra Donatur itu adalah seorang Player, dia suka mempermainkan pasangannya. Tidak hanya itu Hyung, hampir setiap malam dia akan mengganti partner-partner sexnya di Club. Sepertinya kehidupan bebas sudah merusak kepribadiannya. Mungkin juga karena kedua orang tuanya yang hampir tidak ada waktu untuk mengurusnyalah yang menyebabkan dia menjadi pribadi seperti itu. Huh, aku tidak habis fikir kenapa dunia bisa sekejam ini, bahkan orang kayapun masih tidak bisa hidup makmur dengan kekayaan yang mereka miliki" Namja Bereliner itu berujar dengan nada suara yang cepat dan khas. . . khas orang yang banyak bicara.
Luhan menutup buku yang bacanya. Sekelebat bayangan dimana kedua orangtuanya dulu yang merawat dan mengajarinya sewaktu kecilpun merambat di pikirannnya. Bibir ranumnya menyunggingkan senyum samar.
"Itulah hidup, Baek. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Orang yang kaya tidak akan selalu bahagia dan orang yang miskin tidak akan selalu menderita. Bukankah Tuhan sangat adil, hemm?" Baekhyun mengangguk menyetujui.
"Tidak ada yang sempurna di dunia ini, Luhan. Orang yang kaya tidak akan selalu bahagia dan orang yang miskin tidak akan selalu menderita. Tuhan sudah begitu adil mengatur kehidupan kita dan kita hanya perlu menjalaninya dengan sebaik-baiknya. Jangan pernah menyerah ataupun terpuruk dalam suatu keadaan yang sulit, kau harus selalu semangat dan berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan, Arrachi?"
"Aku akan selalu mengingat nasehatmu, Appa" Batin Luhan.
"Eh, Baek. Ngomong-ngomong dimana pacar idiotmu itu? Apakah dia tidak akan menjemputmu hari ini?" Tanya Luhan bermaksud menggoda Baekhyun.
"Yakk! Hyung! Dia sepupumu! Chanyeol bukan namja idiot! Kekasihku adalah namja yang tampan dan baik hati, huh." Kata Baekhyun "Hanya saja senyum bodohnya itu yang sedikit merusak image ketampanannya" tambahnya sembari menggigit kecil bibir bawahnya.
"Bwahahahahaha" Tawa Luhan pecah saat mendengar pernyataan langsung dari bibir kekasih Dongsaengnya itu.
"Aishh. . . sudahlah jangan menertawakannya lagi. Chanieku adalah kekasih yang paling perhatian se-dunia dan sampai kapanpun aku akan tetap menyayanginya. Jadi, jangan pernah menertawakannya lagi Hyung. Atau aku akan marah kepadamu" Kata Baekhyun memperingati.
Luhanpun tersenyum kecil. Mana mungkin sahabatnya itu bisa marah padanya. Hell, dulu saat ditinggal Luhan dua hari ke Pulau Nami saja Baekhyun sudah merengek meminta diantarkan menyusul Luhan. Dan sekarang si namja penggila eyeliner itu berkata bahwa ia akan marah pada Luhan.
Memang bisa? Luhan tidak yakin akan hal itu.
"Memang kau bisa marah kepadaku?" tanya Luhan.
"Bisalah. Kenapa tidak?" Jawab Baekhyun.
"Kau yakin?"
"Tentu" Jawab Baekhyun mantap.
"Hah, baiklah. Sepertinya aku harus menjaga jarak denganmu mulai sekarang" Kata Luhan sembari menjalankan kursi rodanya sendiri menjauhi Baekhyun.
Baekhyunpun mulai panik dan mengejar Luhan kembali "Yakk! Hyung! A-aku hanya bercanda! Tunggu aku~"
Byun Baekhyun.
Namja berusia 23 tahun yang memiliki sifat keras kepala yang sangat susah untuk di kendalikan. Siapapun yang akan berdebat dengannya pasti akan merasa jengkel sendiri karena si namja bereyeliner itu pasti akan selalu menyangkal perkataan seseorang yang tidak sependapat dengannya. Dengan modal bibir tipisnya itu pasti jika dalam suatu sidang penggugatan ia akan selalu menjadi pemenang kasus. Namun itu hanya perumpamaan, nyatanya namja yang memiliki lukisan hitam tebal diatas matanya itu lebih memilih mengambil jurusan vokal di Universitasnya bukan jurusan hukum ataupun pengacara. Sekarang dia menjadi guru vokal untuk anak-anak berusia lima tahunan yang memiliki ketrampilan dalam hal menyanyi di Rainbow School.
Namja ber-eyeliner yang berstatus sebagai sahabat Luhan itu memiliki seorang kekasih yang tampan dan rupawan bernama Park Chanyeol yang tak lain adalah sepupu Luhan. Chanyeol merupakan Rapper terkenal yang tengah di elu-elukan di Korea Selatan, berkat singgle terbarunya yang berjudul 'Yo~ Man' kini popularitasnyapun semakin meningkat di kalangan remaja.
Well, hampir 2 tahun Baekhyun dan Chanyeol menjalin hubungan, kini bahkan mereka sudah tinggal diatap yang sama - dirumah keluarga Chanyeol lebih tepatnya. Tidak ada yang menggangu ataupun mengusik hubungan mereka. Bahkan kedua keluarga mereka pun tidak melarang. Hampir seluruh fans Chanyeolpun mendukung jika idolanya tersebut menjalin hubungan dengan lelaki cantik yang sangat menggemaskan itu. Publikpun juga tak mempermasalahkan orientasi Chanyeol, entah apa yang bisa membiusnya. Mungkin karena perubahan zaman yang tidak lagi berjalan seperti semestinya (?) yang jelas-
Hidup aman, bebas, tentram dan bahagia ada di tangan mereka.
Luhan dan Baekhyun kini sudah hampir sampai di depan pintu keluar gedung sekolah. Dalam perjalanan sesekali Luhan akan melontarkan gurauannya dan diakhiri dengan bibir Baekhyun yang mengerucut sebal karena di jadikan bahan ejekan. Untuk membunuh keterdiaman, itu adalah cara terbaik – menurut Luhan.
Tak jauh dari tempat Baekhyun dan Luhan bersenda gurau, nampak sosok namja bertubuh tegap dengan tinggi yang menjulang tengah berdiri menyender pada dinding. Kedua tangannya bersidekap di depan dada. Mata indahnya terbingkai oleh benda bulat berwarna hitam yang bertengger di atas hidungnya.
Hampir seluruh guru yeoja di sekolah itupun terpekik kagum saat melewatinya, sedangkan sang objek yang menjadi perhatiannya itu tak menghiraukan pekikan kagum mereka.
"Chanyeol-si sungguh sangat tampan. Pantas saja banyak remaja yang mengaguminya"
Baekhyun mengalihkan perhatiannya saat mendengar beberapa guru yeoja yang melewatinya sedang menyebut nama yang tak asing di telinganya. Kedua mata sipitnya melebar saat melihat siapa sosok yang tengah berada tak jauh darinya. Sosok itu sedang melambaikan tangan kearah Baekhyun sekarang.
"Chanyeol!" Pekik Baekhyun girang.
Baekhyun memacu kembali kursi roda Luhan untuk mendekati kekasihnya.
Sosok bertubuh tegap itu menegakkan tubuhnya dan tersenyum lebar saat melihat kedua namja cantik yang kini menghampirinya.
"Hay. . Chagi! Hay. . Rusa! hehe" Ujar Chanyeol cengengesan.
Kedua namja cantik yang sudah berdiri dihadapannya itu serentak memajukan bibirnya.
"Jangan memanggilku seperti itu!" pekik keduanya.
"Wae?" Tanya Chanyeol "Kenapa tidak boleh, eum? Bukankah aku memanggilmu seperti itu setiap hari, Chagi" goda Chanyeol sembari mengusap pipi gembil Baekhyun yang sudah ternodai oleh semburat merah yang menempel disana.
"Ak- Aku malu tau" Kata Bakhyun sembari menundukkan wajahnya. Chanyeolpun terkekeh geli melihatnya. Ia angkat wajah Baekhyun yang tengah menunduk itu kemudian mencuri ciuman singkat dari bibir tipisnya.
"Yakk! Park Chanyeol! Kau melupakan keberadaanku, hah?! Jangan melakukan adegan Skinship, BodyShip ataupun Lipship didepan mataku! Aku tidak mau mata indahku ternodai oleh kemesuman kalian, huh!" Teriak Luhan kesal. Seenaknya saja kedua sijoli itu melakukan hal-hal yang berbau mesum itu didepan umum, ah lebih tepatnya didepan matanya, huh.
Tatapan Chanyeol beralih menuju namja rusa yang kini tengah menatapnya sengit. Chanyeol sedikit menarik ke depan kursi roda Luhan, kemudian mensejajarkan tubuhnya didepan Luhan. Chanyeol memandang lekat namja bermata rusa itu hingga membuat si namja rusa merasa risih oleh tatapannya.
"Wae?" Tanya Luhan.
Plukk
"Rusa nakal"
"Yakk! Apa yang kau lakukan, eoh?! Sopan sekali kau pada Hyungmu!" Geram Luhan sembari menatap sengit Chanyeol setelah ia mendapat hadiah jitakan dari namja setinggi tiang itu. "Awas saja, aku akan menceritakan semua kelakuanmu kepada Paman. Dan sebaiknya kalian-(Luhan menunjuk wajah Chanyeol dan Baekhyun bergantian)-mengurangi radar kemesuman kalian. Hampir setiap malam aku tidak bisa tidur karena mendengar suara gaduh dari kamar kalian. Huh, sepertinya aku harus segera pergi dari sini sebelum otak, mata dan seluruh tubuhku terkontaminasi oleh virus mesum kalian." Gerutu Luhan. Namja bermata rusa itu menggeser kursi rodanya kemudian menjalankannya dengan cepat menjauhi kedua makhluk yang tengah menganga setelah mendengar penuturan Luhan barusan.
Jadi selama ini yang mereka lakukan terdengar hingga-
"Yakk! Luhan Hyung!" Teriak keduanya histeris.
*** BELIEVE ***
"Ck. Sialan"
Sebuah decakan kesal keluar dari bibir tipis namja berwajah tampan itu. Kaki jenjangnya menendang kasar roda mobil sportnya yang sekarang tengah tidak bersahabat.
"Huh. Jika tau akan seperti ini, aku tidak akan mengiyakan permintaan orang tua itu tadi" gerutunya.
Sudah jatuh tertimpa tangga,
sebuah pepatah yang sepertinya cocok untuk sosok berwajah tampan itu.
Bagaimana tidak. Sebelumnya ia telah berdebat dengan kedua orang tuanya tentang masalah mengantarkan barang ini-
"Sehun-ah. Besok, antarkan barang-barang ini ke Asrama paman Kim. Pasti anak-anak yang kurang beruntung itu sangat bahagia setelah merima barang-barang ini" Ujar seorang yeoja cantik yang kini tengah menyusun beberapa kardus berisi pakaian itu.
"Kenapa harus aku, Eomma?! Bukannya sudah ada kurir khusus yang akan mengantar barang-barang itu. Aku tidak mau!" Tolak namja tampan itu dengan ketusnya.
"Hey~ anak Eomma yang tampan, bukankah besok kuliahmu libur? ( Sehun mengangguk ) Appa dan Eomma besok ada acara di luar kota, kurir yang biasa Eomma sewa juga ikut bersama Eomma. Jadi akan lebih baik jika kamulah yang mengantarkan barang-barang ini sendiri, mewakili Appa dan Eomma. Lagipula kamu juga harus bersosialisasi dengan mereka, Sehun-ah. Mereka juga merupakan bagian dari keluarga kita, kita harus menjaga dan men-"
"Ya~ ya~ ya~. Baiklah" Sergahnya cepat sembari memutar bola matanya malas.
-lalu saat didalam mobil ia hampir tidak bisa bergerak karena barang-barang yang menurutnya tidak berbobot itu memenuhi mobilnya dan membuatnya sesak. Sekarang ban mobil yang baru saja dibelinya delapan hari yang lalu itu tiba-tiba kempes di tengah jalan, padahal tinggal dua kilometer lagi ia akan sampai di tempat tujuan.
Huh, sungguh menyebalkan bukan -_-
.
Tangan kanan sosok tampan itu merogoh saku mengambil benda berukuran persegi dari sana kemudian memencet nomor-nomor yang dihafalnya, tombol hijau disentuh setelah ia selesai memasukkan beberapa digit angka.
Tuuuuuutttttt tuuuuuutttttt
Tidak ada jawaban. Wajah tegas namja tampan itu menekuk kesal.
"Haish, kemana sih Pak tua itu" Decaknya
Tuuuuuutttttt tuuuuuutttttt
"Yeobboseo?"
"Paman jemput aku, sekarang!"
Tanpa menunggu waktu yang lama sebuah kendaraan beroda empat dengan bagian belakang yang tidak ada penutupnya melaju kearahnya. Kendaraan itu berhenti tepat di depan mata si namja berparas tampan. Tubuh namja yang di ketahui bernama Sehun itupun menegang, mulutnya menganga lebar saat menyadari kendaraan apa yang kini berada didepan-Matanya.
"OH GOD! SERIUS PAMAN KAU MENJEMPUTKU DENGAN . . . . PICK UP?" Teriaknya tak percaya. Lebay -_-
Dan sang paman yang tengah duduk dibangku kemudi itupun hanya menganggukkan kepalanya. "Cepat naiklah, Sehun. Tinggal kendaraan ini yang ada" Namja berkulit seputih kapur itu masih belum bergerak dari tempatnya. Ia masih mematung, menatap kosong udara.
Mau ditaruh dimana wajah tampan Sehun setelah ini?
.
Setelah memindahkan barang-barang yang berada didalam mobil Sehun, kendaraan berwarna hitam sedikit kecoklatan itu mulai melaju dengan kecepatan sedang menelusuri jalan.
"SIAL! HARI INI BENAR-BENAR SIAL!" Teriaknya panjangnya masih sibuk mengobrak-abrik tumpukan kardus yang berserakan disampingnya. Tujuannya kali ini adalah mencari kardus yang bobotnya sedikit ringan untuk dijadikan penghalang sinar matahari yang akan mengenai kulitnya.
Hell, itu hanya sinar matahari Sehun bukan sinar Ultraviolet, tidak perlu se-heboh itu. . . -_-
"Kau kenapa Sehun?" Tanya sang paman sedikit berteriak dari balik kemudinya.
"Ini lagi si tua, bagaimana mungkin ia membiarkan keponakannya yang super-TAMPAN ini berakhir menyedihkan bersama kardus-kardus sialan ini." Gerutu Sehun sembari menendang sebuah kardus yang terletak tepat didepan kakinya.
"Kau harus duduk dibelakang Sehun, disini banyak perampok paman takut kalau perampok itu akan melompat keatas mobil dan mengambil barang-barang kita" bibir Sehun mencibir menirukan nasehat pamannya tadi.
"Cih, alasan yang tidak masuk akal. Dia pikir aku kambing yang harus duduk panas-panasan dibelakang seperti ini, huh!"
Embekkkkkk . . . Embbeekkkk . . . (Backsound kambingnya :D)
"Tidak apa-apa!" Sahut Sehun kesal.
Oh Sehun adalah seorang mahasiswa berusia 20 tahun. Namja tampan berkepribadian sombong dan semena-mena itu merupakan putra tunggal dari salah Donatur terbesar di Korea Selatan, Tuan Oh Kyuhyun. Karena kurangnya kasih sayang dari kedua orang tuanya yang sibuk berbisnis itu, membuat kehidupan Sehun hancur tak terelakkan. Club malam, sebuah tempat yang menyediakan benda, pemuas hawa nafsu setan itu merupakan tempat pelarian bagi Sehun. Bergonta-ganti pasangan, minum-minuman keras dan melakukan sexs bebas bahkan menjadi kebiasaannya sehari-hari.
Namun siapa sangka ia juga memiliki sisi yang seperti ini.
*** BELIEVE ***
Tok tok tok tok . . .
"Masuklah"
Pintu berwarna cokelat itu terbuka. Nampaklah yeoja berparas cantik dengan balutan mini dress berwarna hitam berjalan dengan anggunnya mendekati sosok yang kini masih terpaku dengan layar laptopnya. Yeoja itu tersenyum kecil saat melihat namja yang didatanginya tak kunjung mengalihkan perhatiannya.
"Kau terlalu serius bekerja, Wufan." Ujarnya.
Deg
Sosok yang ditegurpun seketika menghentikan aktivitasnya. Wajahnya mendongak menatap yeoja cantik yang kini menatapnya dengan senyuman melengkung dibibirnya.
"K-kau?"
"Yeah, aku kembali Wufan. Tidakkah kau merindukanku, eum?" Kata yeoja itu menggoda.
"Ck. Sial" Decih Wufan dalam hati.
"Sehun bangun" Namja paruh baya itu sedikit mengguncang tubuh Sehun yang tertidur dibak mobilnya. Perlahan mata sipit itupun akhirnya terbuka. Sosok itu menegakkan tubuhnya masih dengan mata yang sedikit terpejam.
"Paman sudah menurunkan kardus-kardus itu di Asrama tadi. Karena kau tertidur pulas paman tak tega membangunkanmu. Sekarang kita sudah sampai di rumah paman, istirahatlah didalam. Bibi dan Kai pasti sudah menunggumu didalam" Ujar sang paman. Sehunpun mengangguk dan turun dari tempatnya. Sungguh badannya sudah sangat pegal-pegal setelah tertidur diatas besi keras itu. Setelah marah-marah tak jelas tadi, entah mengapa membuatnya merasa lelah dan akhirnya jatuh tertidur. Dan sekarang Sehun ingin segera menjumpai kasur empuk dan berbaring diatasnya.
Saat hendak memasuki rumah tanpa sengaja matanya menangkap sebuah objek yang membuatnya sedikit penasaran.
"Paman" panggil Sehun.
"Ne?" Sahut sang paman sembari menghentikan langkahnya.
"Siapa dia?" Batin Sehun kala memperhatikan sosok cantik yang tengah bersenda gurau dengan beberapa anak kecil tepat disamping pekarangan rumah pamannya. Ia hendak menanyakan sosok yang telah menarik perhatiannya itu pada sang paman, namun segera ia urungkan.
"Kenapa Sehun?" Tanya sang paman ketika melihat Sehun yang terpaku disampingnya.
"Ah, tidak-tidak" sergah Sehun cepat..
"Oh, baiklah. Sebaiknya kita segera masuk kedalam, besok saat di Asrama paman akan mengenalkanmu padanya dan guru-guru yang mengajar disana juga" Ujar sang paman.
Sehun memotar bola matanya malas, bukan itu keinginannya. Biarpun ia berkata bahwa namja yang baru saja dilihatnya itu menarik bukan berarti ia langsung tertarik, oke. Lagi pula berkumpul dengan rombongan guru taman kanak-kanak yang rumpi itu sama sekali bukan Stylenya.
"Terserah"
*** BELIEVE ***
Tidak ada kata tidak mungkin untuk jatuh cinta pada pandangan pertama. .
Percaya . . .
Jika Tuhan sudah berkehendak, semua pasti bisa dengan mudah terlaksana . .
I Believe that . . .
If you also believe it does not matter if we wait for the next chapter . . .
See you~
