Tolong beri aku ide apa yang bisa kalian pikirkan tentang pasangan pontesial untuk Naruto sebelum aku memutuskan untuk membuatnya menjadi jones seperti diriku sendiri saat ini.
Erza Scarlet
Eileen Belserion
Mavis Verimilion
Anna Heartfilia
kalian tidak bisa memilih Mirajane ataupun Cana dan Lucy atau gadis lain selain yang ada di daftar karena itu akan membuatku sangat kesulitan menentukan Alur ceritanya dengan baik. Terima kasih
400 tahun lalu.
Kediaman Dragneel. Desa Dauper. Eldia.
Naruto membawa langkahnya melewati jalanan desa dengan tenang. Tangan anak 11 tahun itu penuh dengan keranjang berisi bahan makanan. Tidak butuh waktu lama untuknya sampai ke kediaman keluarga Dragneel dan meluncur masuk melewati pintu yang terbuka.
"Aku pulang." Seru Naruto
Dia melepas sandalnya dengan kalem dipintu masuk tempat yang sekarang bisa dia panggil rumahnya, dengan tenang berjalan melalui koridor.
"Selamat datang." Sahut Melef.
Saat Naruto tiba didapur untuk menyerahkan keranjang belanjaannya, Dia akhirnya bisa melihat jelas wajah tersenyum wanita berambut gagak yang sekarang dipanggilnya ibu. Melef sedang membawa kehidupan baru diperutnya, seorang adik laki-laki ataupun adik perempuan. Meskipun sepertinya Melef Dragneel lebih menginnginkan anak perempuan, Raizel didukung oleh Zeref kecil bersikeras bahwa itu akan menjadi bayi laki-laki. Dengan itu Naruto ditempatkan jauh dari posisi netral karena Melef sepertinya membutuhkan dukungan.
'Jika bayi itu perempuan dia akan cantik seperti Melef, tapi jika bayi itu laki-laki semoga dia tidak perlu mendapatkan rambut konyol ayahnya. Satu Raizel sudah sangat cukup.' Naruto merasa ingin sekali mengatakan itu dengan keras.
Bagaimanapun bayi itu akan menjadi Cahaya baru keluarga Dragneel.
Keluarga Dragneel adalah keluarga yang bahagia. Mereka hidup di sebuah desa yang menjadi bagian dari kerajaan Eldia dengan ibukota Milidian yang menjadi pusat ilmu pengetahuan.
Sudah lebih dari setahun sejak dia datang dan setuju untuk menerima adopsi menjadi bagian dari keluarga dragneel. Naruto diperkenalkan pada Zeref kecil yang dengan satu dan lain cara sudah lengket dengan buku sejak Melef memutuskan untuk mengajari anak itu mebaca lebih awal untuk anak usianya dan secara mengejutkan berhasil menyerap informasi yang diberikan padanya seperti spons. Lalu dengan latar belakangnya sebagai mantan anggota keluarga bangsawan yang juga tergolong anak emas dibawah pelatihan para mentornya sebelum kejadian naas dimana dia kehilangan semuanya, Naruto dengan cepat dipilih menjadi guru tidak resmi oleh adik angkatnya itu.
"Naruto, Zeref sepertinya belum keluar dari kamarnya. Tolong awasi dia."
Naruto menghela nafas, menghentikan tangannya untuk memotong kubis dan langsung mencari anak gagak itu kekamarnya. Dia akhirnya menemukannya tertidur dimeja dibalik tumpukan buku. Naruto kembali nafas lelah, adiknya adalah sesuatu.
Dia akan segera membangunkan anak lima tahun itu untuk makan siang jika saja sesuatu tidak menarik perhatiannya. Itu adalah buku berukuran besar yang terlihat mencolok diantara tumpukan dengan lapisan tipis dan simbol rumit. Bola safirnya menyipit saat mengamati buku itu lebih dekat.
'Ethernano...Etherion... Merlin.' Otaknya menerobos berbagai pemikiran yang akhirnya membawanya untuk menarik kesimpulan cepat...
Sihir.
X X X X
Hanya ada beberapa bulan yang berlalu dan bayi dalam perut ibunya lahir. Zeref sangat senang dengan perkembangan itu. Yang lahir adalah bayi laki-laki dengan...rambut pink dari pria tertentu.
Untuk alasan yang jelas Naruto merasa disalahkan atas berkah itu. Tapi dia tidak bisa tidak ikut tenggelam dalam kebahagiaan seperti yang dirasakan semua orang.
Dia menatap bayi mungil itu dengan tatapan bertanya. Penasaran.
Zeref telah mengambil kesempatan emas untuk memberi bayi itu namanya.
Natsu... seperti musim panas yang menyengat. Ceria dan membakar, hangat dan keras. Natsu Dragneel.
Naruto tertawa kecil, menatap bayi kecil berambut pink ditangannya dengan sayang. "Hei...Natsu. Aku kakakmu."
Tawa ceria menyambutnya.
X X X X
Waktu tidak pernah berjalan dengan lebih baik. Secara bertahap bayi mungil yang hampir tidak pernah lepas dari punggung dan tangan kakak-kakaknya itu tumbuh menjadi anak berisik dan ceria yang menegaskan nama dan warisannya. Dia dengan cepat berbaur dengan lingkungan dan membuat dirinya dikenal didesa dengan baik.
Naruto dan Zeref dengan cepat mencatat bahwa adik bungsu mereka sangat menyukai perkelahian. Persaingannya dengan Gajeel Redfox agak memberi banyak masalah, tapi itu lucu. Kedua kombatan tersebut sepertiinya mendapatkan pengagum mereka sendiri Sting dan Rogue. Dan Wendy Marvel adalah anak yang manis.
Sangat menyenangkan untuk mengamati gerombolan anak-anak itu membuat ulah. tapi beberapa orang harus menghentikan mereka kadang-kadang agar tidak ada banyak masalah.
Desa Dauper adalah desa yang nyaman, jauh dari kota dan dikelilingi lantai pucat diantara hutan. Ada banyak hal disana, Seperti sungai dan danau juga gua-gua yang cukup besar untuk ditempati naga. Desa ini juga dekat dengan perbatasan antara kerajaan Eldia dan kerajaan Dragnof di selatan dan pegunungan suci Zonia.
Tapi sepertinya mereka harus meninggalkan Tempat itu.
"Apakah semuanya sudah siap. Kalian tidak melupakan apapun kan?." Melef untuk terakhir kalinya mencoba memastikan.
"Tentu saja." Jawab Zeref tanpa ragu. Naruto hanya melambai di belakang anak itu.
Mereka berada di pintu masuk desa bersama karavan dagang yang akan menuju ibukota. Dikelilingi oleh Penduduk desa yang ingin melihat dua saudara Dragneel yang akan meninggalkan kenyamanan Dauper.
Zeref dengan cemerlang akhirnya menunjukkan hasil kerja kerasnya dan diterima di akademi sihir Mildian. Itu adalah prestasi yang luar biasa baginya untuk diterima di akedemi sihir terbaik di Eldia pada usia 9 tahun. Dia sudah mencatat sejarahnya sendiri sebagai siswa termuda yang dapat diproduksi Mildian, sehingga memiliki banyak harapan tinggi pada namanya. Naruto harus mengikuti jejak adik angkatnya dan dengan mudah berhasil mendapatkan kelas yang sama dengannya. Kelas khusus akademi Mildian, hanya untuk mereka yang terpilih. Seseorang harus mengawasi si tuan jenius.
Dragneel yang lebih muda mengerut kan kening ketika dia tidak bisa menemukan kepala merah muda tertentu diantara penduduk desa yang dengan sukarela mengucapkan salam perpisaan atas kepergian Dragneel bersaudara ke Ibukota untuk menjadi bagian dari akademi Mildian. Karavan akan segera berngkat.
"Dimana Natsu?."
"Dia bersama Ayahmu."
"O-Oh...
Melef hanya menghela nafas "Kalau begitu tolong jaga adikmu, Naruto."
"Baik ibu. Ayo Zeref"
Zeref masih melihat kearah kerumunan sebelum menghela nafas dan mengekor dibelakang Naruto. Dia agak kecewa karena adik bungsu nya sepertinya memilih untuk tidak mengucapkan selamat tinggal untuknya.
Dengan itu mereka berangkat.
Semuanya baru saja dimulai.
X X X X
Percayalah kita baru saja mulai.
untuk beberapa alasan aku harus minta maaf karena akan memperlambat dan mempercepat alur tiba-tiba. Dan Uptudate yang terlalu lama. Tappi aku sedang memikirkan bagaimana cara yang tepat untuk memindahkan Narutuo kemasa depan sekaligus membuat Zeref tetap gila. Aku membutuhkan peran iblis Zeref. jadi begitulah, maaf karena terlalu lama bagi kalian yang menunggu kelanjutan cerita ini.
sampai jumpa lagi
teruslah membaca
