Dendam and Missing-nin

Baca A/N di ahkir chap

Chapter 2

Maaf saya nggak balas Review kalian, soal kemampuan naruto lihat saja nanti akan terkuak pertanyaan-pertanyaan dari kalian

Yosh... Maaf Pendek yang penting dah update

Chapter's 2: Pergi dari desa!

Malam yang tenang di Konohagakure, tapi tidak setenang naruto yang mulai gelisah mempersiapkan diri untuk pergi. Sebelum pergi, Ia pergi ke perpustakaan klan untuk mencuri beberapa gulungan Jutsu

"Hiraishin.. Rasengan." Gumam Naruto dengan pasti membaca gulungan yang telah Ia curi tadi dan memasukkannya ke gulungan penyimpanannya

Ia berlari diatas genting-genting warga. Di balik bukit klan nara, telah tampaklah Tobi

"Naruto, kau sudah siap?" Tobi bertanya ke naruto yang telah datang

"Sudah, sudah lama menunggu?" Naruto balik bertanya ke tobi "Baru dua menit." Balas Tobi melenggang dari sana "Kau tunggu disini sebentar." Lanjut Tobi hilang tersedot mata sharingannya. Naruto hanya menunggu dengan menguap bosan

Di tempat Tobi,

Tobi datang ke makam konoha, dirinya membungkuk sambil sedikit terdongkak, dalam topengnya Ia tampak seperti menangis

"Rin.. Aku datang." Kata Tobi pelan walau Ia agak terisak dalam tangisnya.

"Kenapa kau meninggalkanku?!" Tobi membentak. Ia merasakan dua chakra

"Aku harus pergi, Rin." Kata Tobi kembali tersedot mata sharingannya

Sedangkan, dua anbu yang tengah berpatroli disana pergi walau salah satu anbu dengan topeng anjing

'Seperti chakra obito' batin anbu yang memakai topeng anjing itu

Di tempat naruto

Tobi datang ke arah naruto yang tengah menunggu "Ayo!" Ajak Tobi

"Hmm.." Gumam Naruto mengikuti arah Tobi yang lebih memilih meloncat dan berlari ala Shinobi tentunya.

Setelah tiga jam perjalanan, tobi dan naruto sampai di valley the end, alias Lembah Ahkir

"Naruto.. Kau kenal dengan seseorang yang disana." Tobi menunjuk patung orang dengan rambut hitam spike dengan wajah lawarnya

"Heh.. Itukan Uchiha Madara, bukankah kau mengaku sebagai Uchiha Madara." Naruto terkekeh menatap Tobi "Oh iya ya." Tobi menepuk Jidatnya walau hanya mengenai topeng lolipopnya

"Kau Ini." Naruto berkata menegakkan matanya memandang patung di hadapan Uchiha Madara, Senju Hashirama

"Ini patung hokage ke 1 kan?"

"Ya, Rival Uchiha Madara." Tobi menjawab pertanyaan naruto. Naruto mengaktifkan EMS nya, tobi menyeringai. "Malam Ini kita beristirahat disini." Kata Tobi yang diikuti anggukan oleh Naruto

Esok Harinya

PPagi yang cerah, naruto dan tobi bangun dan segera melakukanpp perjalan an ke reruntuhan gua di dekat

Otogakure

Tidak tahu mengapa alasan Tobi mencari markas di Oto, katanya lebih leluasa untuk meningkatkan kemampuan naruto. Tempatnya tertutup dan suasana yang tenang

"Nah... Naruto kita akan tinggal sementara disini." Tobi menunjuk ke arah gua dengan mata berbinar-binar

'Sensei autis' batin naruto "Apa kau bilang aku autis." Tobi marah mengacungkan tangannya hendak meninju naruto, naruto mengelak ke samping sambil melempar dua shuriken

Dan itu hanya menembus tubuh Tobi. Tobi tertawa dengan gajenya "Hahaha." Tawanya mengelegar membuat muatan gua berguncang-guncang

Naruto hanya menghela nafas, menaruh tasnya dan melangkah ke dalam gua itu. "AH capeknya." Gumamnya membaringkan diri di atas batu yang err keras

Tiba-tiba Naruto merasa tubuhnya gatal dan Ia pun menggaruk-garuk tubuhnya "Gatal.. Gatal..." Teriaknya dengan gaje. Ahkirnya, gatal Itu padam saat Ia berendam di sungai

"Ah... Segarnya." Ucapnya lalu segera beranjak dari sana

Di Gua persembunyian Tobi & Naruto

"Naruto, kau dari mana?" Tanya Tobi kepada naruto yang baru masuk dari pintu gua "Sungai." Balas Naruto

"Memangnya ada apa?" Naruto balik bertanya "Tidak." Jawab Tobi lalu pergi tersedot sharingannya. Sebelum pergi, Ia berpesan

"Temui aku di padang rumput Jembatan Tenchi."

Naruto hanya menggangkat bahu tanda tak mengerti lalu beranjak dari guanya dan gua tobi itu

Padang Rumput Jembatan Tenchi

Naruto telah sampai di padang rumput dekat Jembatan Tenchi, disana tobi telah menunggu di dekat Jembatan

"YO..." Sapa Tobi yang tengah bersandar di tepi Jembatan "Hm." Balas Naruto agak dingin

"Aku akan mengajarimu sebuah Jutsu." Kata Tobi serius kepada naruto yang tengah melamun, ahkirnya Tobi melempar sebongkah batu ke arah kepala naruto

Dan...

Sukses mengenai kepala naruto, 100 Poin buat Tobi

"HorE..." Teriak tobi dengan gajenya, naruto mengambil sebongkah batu yang tadi tobi lempar ke arahnya lalu melemparnya ke arah tobi, tapi..

Hanya menembus tubuh tobi

"Hahahaha..." Tobi kini malah tertawa gaje sebelum ahkirnya terbatuk-batuk

"Baik, sebelum pergi kesini apakah kau membawa gulungan Jutsu?" Tanya Tobi yang dijawab anggukan oleh naruto

"Bagus..." Kata Tobi lalu berkata lagi "Kita sudahi perjumpaan kita besok bertemu lagi disini." Kata Tobi lagi kembali tersedot sharingannya, naruto pun pergi dari sana

Gedung Hokage

"Lapor Hokage sama, Naruto kabur dari desa." Kata Anbu dengan topeng kucing

"Bagus." Balas Sang Hokage

Sang Anbu hanya bingung kenapa Yondaime Hokage berkata Itu.. Jelas-jelas naruto adalah anaknya. Ya.. anaknya, menma juga. Hokage yang hampir ingin menyegel kyuubi namun digagalkan hokage ketiga yang mengorbankan nyawanya menyegel setengah chakra kyuubi dengan shiki Fuujin

"Anak Itu hanya membawa sial, kau boleh pergi." Ucap Yondaime, sambil memutar kursinya memandang ke arah luar desa

"Baik." Kata Anbu Itu lalu pergi dalam kepulan asap yang tertinggal

To Be Contineud

"Fiuh... Capek banget ngetiknya tapi pendek banget ya?."

Untuk kemampuan naruto readers banyak yang protes, seiring berjalannya waktu kalian akan melihat perkembangan kekuatan naruto, ok?

RnR please Favs and Follows Juga

Yosh.. I'm log out