POSSESSIVE, MY BOSS

.

.

.

Namjoon x Seokjin {GS}

.

.

.

HAPPY READING and SORRY FOR TYPO!

.

.

.

"Jin-ah, aku akan pergi ke kantor pengadilan untuk meminta berkas izin perusahaan. Setelah itu, aku langsung bertemu klien di perusahaan XXX. Bisakah kau menjaga ruangan ku setengah hari ini ?"

"Tak masalah, Yoongi-ah. Siang ini ku rasa jadwal pekerjaanku juga tak terlalu banyak, mungkin hanya mengurus klien dari OH Industrial Corp."

Yoongi, salah satu divisi wanita di perusahaan telah menjadi sahabat Seokjin sejak masa training beberapa hari lalu. Mereka cepat menjadi akrab karena mereka sama-sama wanita pekerja keras. Yoongi pun sudah menikah meskipun usia pernikahannya baru seumur jagung. Suaminya, Park Jimin juga merupakan teman bisnis dari Namjoon. Tapi mengapa Yoongi bekerja di perusahaan milik Namjoon?

Namjoon dan Yoongi itu saudara sepupu. Awalnya Yoongi lah yang menjadi sekretaris Namjoon. Namun, seiring berjalannya waktu, hati Yoongi terpikat oleh pesona Tuan Park yang merupakan kolega bisnis Namjoon. Sampai akhirnya mereka berkencan lalu menikah, dan saat itulah Yoongi memilih untuk mundur dari jabatan sekretarisnya lalu beralih ke bagian divisi keuangan perusahaan.

Sejak pindahnya Yoongi ke divisi lain, posisi sekretaris kosong cukup lama. Yoongi pun sempat khawatir karena jadwal Namjoon jadi berantakan tanpa adanya seorang sekretaris. Namjoon sempat stress untuk mencari pengganti Yoongi, hingga suatu hari keajaiban datang. Seorang wanita cantik datang dengan membawa lamaran pekerjaan di perusahaan ini. Benar saja, wanita itu langsung diterima dan ditempatkan di posisi sekretaris direktur. Kim Seokjin, wanita dewasa yang masih terlihat cantik diusia 36 tahun kini menjadi sekretaris direktur Kim Namjoon.

"Kau akan bertemu klien dari OH Industrial Corp.?"

"Iya, memangnya ada apa Yoongi-ah?"

"Jangan bilang kau akan bertemu dengan Oh Sehun, pria tampan pemilik OH Industrial Corp.!? !"

"Kau benar. Apa kau mengenalnya?"

"Jin-ah ! biar ku beri tau, dia itu salah satu pria kaya di Seoul. Dia sangat tampan, baik dan juga masih single lho! Ya meski usianya sudah 38 tahun tapi pesona dan karisma seorang Oh Sehun tak dapat dipungkiri. Kau beruntung bisa bertemu dengannya"

"Hm, begitu ya. Doakan saja pertemuan hari ini lancar"

"Ya...Seokjin. Aku akan menunggu ceritamu tentang pria itu nanti"

.

.

.

.

Pukul tiga sore, Seokjin mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas di meja pada seseorang yang baru saja masuk ke ruangannya. Dia langsung paham siapa orang itu. Tentu saja berkat ocehan Yoongi barusan, dia yakin pria ini adalah si pemilik OH Industrial Corp yaitu Oh Sehun. Jujur saja sebagai wanita normal, Seokjin terpesona dengan pesona fisik kliennya saat ini. Pria tinggi, tampan dengan rambut hitam nya memakai setelan jas coklat ditambah senyum manis menghiasi wajah rupawan itu. Oh God, he's perfect man!

"Anda pasti Tuan Oh Sehun "

"Dan kau sekretaris baru Namjoon ..?." pria itu berjalan mendekat dan mengulurkan tangannya ke arah Seokjin

"Benar. Perkenalkan saya Kim Seokjin" wanita itu menampilkan senyumnya ketika Sehun terus memegang tangannya.

"Tolong jangan panggil Tuan. Panggil Sehun saja. Rasanya terlalu formal, lagipula kita akan sering bertemu berdua saja, jadi ku pikir panggilan nama sudah cukup" ucap Sehun sambil menatap wanita cantik dihadapannya intens.

Seokjin merasa Sehun mempererat jabatan tangannya. Seketika tubuhnya menegang dan sedikt memanas akibat sentuhan tangan pria itu. Jika saja dirinya belum terpikat oleh seseorang mungkin dia akan menikmati sentuhan tangan pria tampan bermarga Oh tersebut.

Sehun memutuskan kontak matanya dengan Seokjin saat mendengar suara seseorang muncul dalam ruangan. Si bos Kim corp. berdiri dan memandang tidak suka pada adegan jabat tangan antara Seokjin dan rekan bisnis nya itu.

"Sehun-ssi, kau sudah datang rupa nya. Senang bisa bertemu denganmu kembali. Kita bisa bicarakan bisnis secepatnya jika saja kau bisa melepaskan tangan sekretarisku untuk sementara waktu"

Seolah mendapat sindiran dari rekan bisnis nya, perlahan Sehun melepaskan tangan Seokjin dan mengikuti Namjoon menuju ruangan meeting lainnya.

Hampir dua jam, Seokjin menunggu kedua pria itu keluar dari ruang pertemuan. Akhirnya kedua pria itu keluar ruangan yang diakhiri dengan jabat tangan dan tak lupa Sehun melemparkan pandangannya pada Seokjin sambil tersenyum sebelum pergi dari gedung perusahaan itu.

Namjoon berdiri dengan tangannya menyilang, menatap tajam ke arah Seokjin. Detak jantung wanita itu berpacu ketika Namjoon berjalan mendekatinya. Namjoon sedikit menarik Seokjin dan mendudukan wanita itu di sebuah kursi lalu meletakkan tangannya di kedua lengan kursi Kini Namjoon sedang memenjarakan tubuh wanita itu pada posisinya.

Nafas Seokjin sedikit menggila dan mata indahnya terpaku menatap pria dihadapannya.

"Jangan pernah bermain-main dengan klienku lagi !"

Seokjin menarik nafas pelan mendengar bentakan Namjoon. Dia sedikit gugup dan takut dengan aura yang keluar dari tubuh pria ini "Saya tidak—"

"Jangan membantah ! Aku melihatmu mulai menggodanya. Aku tidak butuh bantuanmu untuk melancarkan bisnisku. Kau cukup kerjakan pekerjaanmu sebagai sekretarisku dan simpan senyum manismu itu untuk dirimu sendiri ! Kau mengerti, nona Kim !"

Pegangan tangan pria itu mengencang di pegangan kursi sedikit lagi mungkin saja kursi itu akan rusak oleh tangan penghancur seorang Kim Namjoon. Jika saja Seokjin tidak menuruti keinginan pria itu dengan sebuah anggukan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Minggu siang Seokjin sedang santai menonton film lama ditemani beberapa camilan favoritnya. Seketika handphonenya berdering menampilkan foto Taehyung, putra nya dilayar ponsel pintar tersebut. Seulas senyuman menghiasi wajah manis ibu satu anak ini.

"Hallo, sayang. Apa kabar ?"

"Hallo, ma. Kabar ku baik. Bagaimana dengan mama?"

"Baik juga. Kau rindu pada mama?"

"Tentu! aku sangat merindukan mama. Aku benar-benar ingin memeluk mama saat ini"

"Kenapa? Apa ada masalah?"

"Coba tebak?"

"Menebak apa? Sebenarnya apa yang terjadi Tae? jangan buat mama bingung..."

"Ma, aku berhasil mendapatkan posisi R.A!" ucap lelaki di seberang sana dengan nada antusias.

Seokjin mengerutkan keningnya. Entah dia harus merasa senang atau tidak, nyatanya dia tidak tahu topik yang sedang dibahas oleh putra nya itu. Namun yang pasti, dia merasa bahwa Taehyung baru saja mendapatkan 'mungkin' sesuatu yang bagus.

"Wah. Kau hebat, sayang. Tapi, R.A itu apa? Apa itu sebuah benda atau... "

"Resident Advisor (Penasehat Asrama). Sebenarnya usia ku terlalu muda untuk menduduki jabatan itu karena statusku masih berada di tahun kedua. Namun, Choi songsainim guru yang bertanggungjawab di asrama, membaca C.V dan formulir prestasiku sehingga dia mempercayakan jabatan ini untukku. Ini sangat keren, Ma..."

"Penasehat Asrama? Apa tugas itu tidak terlalu berat untukmu?" Seokjin bahagia untuk putranya, tetapi dia tidak ingin Taehyung terbebani dengan tugas lain yang akan mengganggu kuliahnya.

"Tidak sama sekali, Ma. Aku hanya akan membantu Choi songsainim untuk mengawasi dan mengontrol kegiatan mahasiswa baru jikalau terjadi pelanggaran. Aku pikir tugasku takkan terlalu banyak karena ya mahasiswa disini semua patuh akan peraturan asrama sepertinya.

"Jadi, kau akan dibayar untuk tugas itu?"

"Hm.. tidak juga Ma. Tapi, aku boleh tinggal secara gratis sampai aku lulus nanti. Jadi, mama hanya perlu mengirimkanku biaya makan mulai bulan ini"

"Kau serius sayang?"

"Yeah.., Ma. Sebenarnya akan lebih baik jika kita bisa bertemu dan membicarakan hal ini. Sayangnya aku hanya bisa menghubungi mama lewat telepon. Aku sedikit kecewa, tapi ku rasa kita bisa bertemu di akhir bulan nanti untuk merayakannya. Bisa kan, Ma..?"

Seokjin memikirkan kembali percakapannya dengan Taehyung. Dirinya merasa lega setelah mengetahui kabar baik yang disampaikan putranya. Beban biaya untuk kuliah Taehyung bisa sedikit teratasi. Dia merasa beruntung memiliki seorang putra yang cerdas dan bertanggung jawab seperti Taehyung. Dan sekarang dia bebas keluar dari pekerjaannya dan meninggalkan kantor yang dirasa memicu konflik batin terhadap dirinya dan bos posesif itu. Jadi, untuk apa dia bertahan? Jika dia bisa keluar dengan mudah saat ini.

.

.

.

.

.

.

.

.


Hari ini, seperti biasa Seokjin menyerahkan berkas-berkasnya menuju ruangan Namjoon.

"Permisi, Tuan Kim. Ini berkas yang anda inginkan dan saya sudah merevisi ulang isinya kembali"

"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan memeriksa sejenak dokumen ini"

Seokjin berdiri menghadap meja si bos seraya menunggu pemeriksaan dokumen.

5 menit

10 menit

20 menit...

Seokjin merasa kakinya sedikit pegal akibat kelamaan berdiri. Ditambah dia menggunakan heels 10 cm membuat betisnya terasa nyut-nyutan. Ini lagi, bagaimana bisa si bos 'tidak tau diri' ini tidak mempersilahkan dia duduk disaat seperti ini. 'Tahan Seokjin, sebentar lagi kau akan keluar dari kantor dari setan neraka ini'

Tak tahan, Seokjin sedikit menggerakan kakinya ringan. Namun akibat gerakan tersebut rok mini super ketatnya ikut bergerak naik pula. Dengan gerakan halus, Seokijn sedikit menunduk lalu tangan nya segera meraih ujung rok dan meluruskannya kembali untuk menutupi bagian paha nya yang sedikit terlihat.

Tanpa sadar, sepasang mata menatap tingkah Seokjin yang sibuk dengan aktivitasnya. Selagi tatapan itu mengikutinya, Seokjin tetap menunduk berusaha memperbaiki penampilan bawahnya. Setelah dirasa cukup, Seokjin mengangkat wajahnya kearah si bos dan sedikit terkejut. Pandangan mata si bos terpaku padanya. Bukan pada wajahnya, tapi pada.. tentu saja tubuh sekretarisnya yang seksi dengan kaki jenjangnya yang hanya sedikit tertutupi rok mini super ketat sehingga menunjukkan bagaimana proporsionalnya lekuk tubuh seorang Kim Seokjin.

Namjoon merasakan jantungnya sedang tidak sehat saat ini. Pemandangan indah tiba-tiba menghujam jantungnya ya tepat di jantungnya. Oh, Tuhan! Bisakah aku menahan hasrat untuk tidak mencicipi mangsa selezat ini? Sungguh, aku menginginkan wanita dihadapanku saat ini.

Nafsu langsung melanda diri Namjoon. Segera dia mengalihkan pandangannya dengan meraih pulpen lalu menandatangani dokumen yang diperiksanya.

"Kau pikir kau bisa menggoda bos mu ini dengan cara murahan begitu?"

Deg! Seokjin merasakan aura hitam mengelilingi ruangan ini. Apa yang dipikirkan oleh bos nya ini? Menggodanya? What the hell.. percaya diri sekali bos nya ini

"Saya tidak mengerti maksud Tuan" ucap Seokjin sedikit gugup.

Namjoon berdiri dari singgasana nya lalu berjalan menghampiri Seokjin yang berdiri kaku di seberang meja nya. Seokjin sedikit menundukkan wajahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya saat Namjoon sudah berada tepat dihadapannya. Sungguh kali ini Seokjin sangat takut, si bos mungkin bisa saja melakukan sesuatu yang buruk padanya. Mungkin dia akan dibentak? Sudah biasa. Ditampar? dipukul? Tidak! tidak! Bolehkah dia berteriak meminta bantuan superhero siapa saja untuk menyelamatkan hidupnya kali ini ? Tenang Seokjin! Jika dia berani menyentuhmu sedikit saja, heels 10 cm ini siap melayang diwajah tampan pria itu.

"Benarkah? Berpikirlah lebih dulu sebelum bertindak nona Kim. Kau itu hanya makhluk kecil yang mungkin bisa mempengaruhi banyak pria diluar sana. Tapi jangan pernah berharap kau juga bisa mempengaruhiku dalam waktu singkat"

Perlahan Namjoon meraih dagu Seokjin diantara jari-jarinya menatap dalam manik coklat indah itu "Jika kau berhasil mempengaruhiku, ku pastikan kau takkan bisa mengatasi akibatnya.

.

.

.

TBC


.

.

.

Halo,,, yeay Kimi bisa update akhirnya walaupun pendek hhehe

Maaf baru ada waktu buat lanjut cerita nya so lagi sibuk tryout biasa... kegiatan rutin menjelang UN hehe

Beribu ucapan terimakasih Kimi ucapkan pada semua readers yang sudah memberikan semangat, kritik dan saran yang begitu sangat sangat baik untuk karya recehan ini.

Beberapa sudah Kimi revisi ulang sesuai saran kakak, adik dan teman2 reader. Dan untuk pertanyaan tentang usia tokoh disini, ya Kimi buat disini usia Seokjin 36 tahun dan Namjoon lebih tua 2 tahun yaitu 38 tahun. Nanti bakal ada kok chapter flashback tentang kehidupan Seokjin untuk lebih jelasnya.

Kimi ga terlalu fokus usia tokoh sih, mau muda atau tua yang penting menjalin suatu hubungan 'kan ga selalu melibatkan usia. Gitu sih menurut Kimi.

Okay semoga bisa menikmati chapter ini. Dan kembali KIM mohon review nya yah...

See you next chapter ^^