--MIRROR'S'--
HUNKAI
THIS STORY BY JongInOh94
YAOI, BXB, BL
Cast : Oh Se Hun, Kim Jong In, Byun Baek Hyun, Park Chan Yeol, Kris Wu, and Other cast
Rated T-M
Sory For Typo
Perubahan itu biasa terjadi-
Jadi kita harus terbiasa dengan perubahan-
-JongInOh94-
happy reading...
Semua berubah total sejak saat itu, kini JongIn sudah bukan lagi muris JHS, baekhyun juga bukan murid SHS, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke seoul dan menetap disana. Meski JongIn lebih suka tinggal di Busan, tapi ia lebih memilih untuk melupakan apa yang terjadi di kota kelahirannya itu.
Kini jongin bukan lagi pemuda yang bersifat manis dan menggemaskan -walau terkadang masih suka merenggek- , ia menjadi seorang pemuda tanggung yang suka bermain perempuan. Apalagi setelah baekhyun mendirikan perusahaan, setiap malam ia akan pergi ke club dan mabuk-mabukan baekhyun sendiri tidak tau apa yang salah dengan adiknya itu.
"KIM JONG IN !! Sudah kubilang berhentilah mabuk !! kau menyusahkan saat mabuk"
Seperti saat ini misalnya, baekhyun sedang menjemput jongin di club yang biasa adiknya kunjungi itu, sebenarnya baekhyun ikut sedih melihat adiknya berubah seperti ini. ia merasa tidak bisa menepati janjinya pada sang eomma empat tahun silam.
"Hyung!! kenapa hyung bisa ada di sini? Hyung mau minum?"
"KIM JONG IN !!!" baekhyun yang kesal langsung menarik tangan jongin dan membawanya keluar ruangan dan memasuki mobilnya.
selama perjalanan jongin terus meracau tidak jelas, kadang menyebutkan nama gadis yang pernah ia kencani, dan itu membuat baekhyun muak. baekhyun benci melihat jongin yang sekarang, ia tidak pernah menyangka jonginnya yang manis akan jadi seperti ini. Bibir JongIn masih berguman tak jelas, namun matanya kini terlihat memberat.
"eomma bogosipeo.." setelah itu jongin benar-benar terlelap dan tidur dengan pulasnya.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di apartemen yang mereka tempati, begitu turun dari mobil baekhyun langsung menuntun jongin dan membawanya ke tempat mereka tinggal.
"huekk !!"
Seperti biasa, dipagi hari jongin selalu memuntahkan isi perutnya jika ia mabuk, sebagai kakak yang baik baekhyun pun membuatkan sup untuknya juga dipagi hari.
Setelah selesai mandi jongin segera bergabung diruang makan dan sarapan bersama hyung cantik nya itu.
"sore nanti jangan menjemputku, hyung" ucap jongin setelah menelan suapan pertama makanannya.
"Kenapa? Kau mau mabuk lagi !!"
"Aish...Hyung !!, aku nanti mau pergi bersama Yoda dan Naga"
"dasar teman kurang ajar!! kenapa kau selalu memanggil mereka begitu?"
"karena mereka memang seperti itu.."
"Sial dimana mereka!!"
Sore itu berbagai umpatan terus keluar dari bibir tebal milik pria berperawakan tinggi itu, padahal baru lima menit yang lalu ia menunggu dua teman idiotnya. Tapi karna dasarnya park chanyeol itu pemalas dan paling malas menunggu, jadi yah seperti ini jadinya.
"Dari mana saja kau? sudah satu jam aku disini dan dimana Naga jelek itu?" Chanyeol langsung menyolot ketika matanya menemukan seseorang yang sudah menjadi temannya selama hampir tiga tahun itu dan juga orang yang sedari tadi ia tunggu kedatangannya.
"Kau berlebihan park!! mana mungkin kau masih hidup jika selama itu.." jongin mendengus sebal ketika melihat Chanyeol tertawa kecil.
"Mungkin dia sedang bersenang-senang, lebih baik kita tinggal saja park" Lanjut jongin sembari merangkul pundak chanyeol dan membawanya keluar area sekolah.
"Rasakan KIM, KAU PASTI KALAH!!! AAHAHAA" Semangatnya begitu menggebu ketika mobil balap yang ia mainkan berjalan lebih dulu dari milik jongin.
"Kau hanya baru beruntung PARK! !!" JongIn terus menambah kecepatan mobilnya yang sudah cepat menjadi sangat cepat.
GGBRAAKKK!!!
"SIALAN KAU!! KENAPA KAU MENINGGALKAN KU!!!"
Apartemen Chanyeol yang awalnya sangat bising itu seketika menjadi hening saat pemuda berparas tampan bermarga Wu itu menggebrak pintu kedua yang menghubungkan antara ruang tamu dengan ruang tengah. Mereka -chanyeol dan jongin- langsung melempar joystick mereka ketika suara melengking itu tiba-tiba memasuki telinganya.
"Aish... aku sampai lumutan menunggumu sialan!! darimana saja kau?" sahut chanyeol sebal.
"hehe.. biasa.. menuntaskan hasrat.."
cengiran menyebalkan itu terlihat begitu menjengkelkan dimata jongin dan chanyeol, hey ayolah mereka berdua sudah menunggu lama bahkan sampai bermain game untuk membuang rasa bosannya dan ia malah dengan seenaknya bermain bersama jalang?
"Ayo kita pergi sekarang" ajak jongin,
tapi...
belum sempat ia berdiri...
"Aishh... kalian sangat tidak pengertian... Aku kan lapaarr~" ucap kris sedikit merenggek, membuat chanyeol dan jongin menyerngit jijik.
"Kau menjijikkan jika seperti itu. Jika lapar cepat cari makan !! ini hampir malam bodoh" sahut chanyeol kesal.
"apa kalian tidak berniat membuatkanku makanan? termasuk kau Nini ya..?"
"baiklah akan kubuatkan.. tapi jangan salahkan aku jika nantinya apartemen ini berubah menjadi abu.., Aahh!! DAN JANGAN PANGGIL AKU DENGAN PANGGILAN LAKNAT ITU!!!!" pria bermarga kim itu hendak berjalan menuju dapur, namun bahkan belum dua langkah berjalan tangannya langsung dicekal oleh temannya yang berambut dark brown yang mendapat tatapan membunuh dari sang pemilik apartemen, park chanyeol.
"Aah lebih baik kita pesan ayam goreng.."
Mendengar kata 'ayam' jongin langsung berbalik dan tersenyum cerah. "KENAPA TIDAK DARI TADI!!" Chanyeol hanya memutar bola matanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya bosan. "AYO kita duduk, hey kris pesan yang banyak ya?"
sepertinya kris salah ucap, ia lupa jika maknae mereka adalah chicken maniak. kris mendesah lelah 'oh tidak uangku...'
Waktu telah menunjukkan pukul 10.59 Namun hal itu tidak membuat jongin dan kedua temannya berniat meninggalkan tempat yang penuh dengan anak berandal seusianya.
Brrrmmm breemmm
Suara mobil terdengar bersahut sahutan saat kedua orang didalam mobil yang berbeda terus menerus menekan gas dengan kecepatan tinggi, termasuk juga dengan seorang pria yang bermana lengkap kim jongin itu. Ia semakin menambah kecepatnnya saat mengetahui lawannya bersmirk meremehkan dirinya. membuat semangat bercampur amarah menguasai dirinya.
dan akhirnya-
ckiitttt
'YES' Seru jongin kecil saat ban mobilnya melalui garis finish terlebih dahulu. Ia langsung keluar dari mobil dan disambut oleh kedua temannya.
"Kau hebat jongin ah !!" seru park chanyeol kagum, sedangkan jongin? pemuda itu terlihat tersenyum sombong sekaligus meremehkan.
"KIM JONG IN SSI" Suara dingin nan datar itu terdengar begitu sang lawan dari jongin menghampiri jongin dan temannya yang sedang dikerumuni oleh banyak gadis dan pria seusia mereka.
Pria itu melemparkan kunci mobinya dan dengan mudahnya langsung ditangkap oleh jongin. "Kutunggu kau minggu depan ditempat ini, bagaimana?"
"siapa takut?" ucap jongin ikut meremehkan.
"Ayo kita makan!!" seru jongin mengajak kedua temannya dan langsung dibalas dengan seruan bahagia dari mereka.
"Hyung.. jemput aku, sekarang!!"
"Chanyeol dan kris"
"oh ayolah hyuungg~ ini tidak akan lama"
"Aishh terserah kau lah!!"
pip-
Jongin kembali mengantongkan ponselnya saat ia sudah selesai menelfon hyung nya. Ia sebenarnya hanya ingin mengajak hyungnya makan tapi karena dia tidak mau, ya sudah. Sebenarnya ini juga salahnya tidak bilang jika ia mengajaknya malam.
JongIn tersenyum kecil melihat kedua temannya makan dengan sangat lahap. "Sudah berapa lama sih kalian tidak makan?"
"swi yal lan kuw wau.." ucap chanyeol tidak jelas karena mulutnya tengah penuh dengan makanan, membuat jong terkekeh kecil.
Plak..
"Yak SAKIT BODOH" seru chanyeol setelah kepalanya dipukul kris dan setelah makanannya tertelan.
"Makannya telan dulu baru bicara!!"
Jongin mengendapkan kakinya pelan saat memasuki apartemennya, takut kalau kalau hyungnya terbangun dari tidurnya, karena saat ini sudah pukul 2.30 am. Dan jongin yakin kalau hyungnya sudah tidur, jadi ia tidak ingin mengganggunya.
Bahkan ia menutup pintu kamarnya dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara apapun. Dan yang tidak jongin ketahui adalah saat ini sebenarnya baekhyun belum tidur, tapi baekhyun hanya diam karena ia tahu tak ada gunanya juga ia memarahi anak tan itu.
"KIM JONG IN BANGUUNNN!!"
Bahkan suara tujuh oktaf milik baekhyun tidak membuat jongin bangun dari tidurnya.
"BANGUN KAU HARUS SEKOLAH BODOH !!"
Masih belum bangun? okey baekhyun rasa ia harus sesikit olehraga untuk membangunkan beruang itu.
BUGH-
"YAK !!!!" dan baekhyun tersenyum manis setelah acara membangunkan adiknya dengan cara yang sangat tidak manusiawi
-menendang bokong kai-
"Bisakah kau membangunkanku dengan cara yang lebih normal?" gerutu jongin setelah beranjak dari tidurnya.
"Jika kau tidur seperti orang normal pasti kau sudah bangun karena suara tujuh oktaf, kau saja yang tidur seperti orang mati" Baekhyun hendak pergi keluar kamar jongin, tapi sebelum memegang gagang pintu ia kembali menoleh ke jongin yang tengah memilah baju dialmari. "Yak!! Cepat mandi lalu sarapan" saran baekhyun pada jongin.
Selesai dari acara mandi pagi, jongin langsung mengisi perutnya dengan makanan favoritnya ala Baekhyun Byun.
"Katakan dari mana kau mendapatkan ini?"
Benda -kunci mobil- yang diapit jari telunjuk dan jempol baekhyun sukses membuat jongin menganga lebar dan sedikit gugup.
"It- Ii.. Itu m-miliikk Kris, ya milik kris" Jongin gugup bukan karena takut pada kakaknya. Ia sudah berjanji tidak akan balapan lagi sebenarnya. Karena jika ia ketahuan balapan yah.. kau tau lah, hyung tersayangnya itu dengan senang hati akan mengurangi uang jalannya dan jika ia menolak maka baekhyun sama sekali tidak memberinya.
"Kris tidak punya mobil, kris selalu bawa motor" baekhyun menatap jongin tajam, walau baekhyun tahu itu tidak berguna bagi jongin, bahkan baekhyun kadang heran. Kim jongin yang keren dan penakluk wanita ini kadang merenggek dengan sendirinya.
"Aahh maksudku itu milik Chanyeol" baekhyun masih menatapnya tajam. "Ahh Hyuungg~ memangnya kenapa kalau aku balapan? lagi pula aku menag.. apa salahnya sih? kan lumayan dapat mobil sport satu"
See? bahkan ia merenggek sambil mempoutkan bibirnya lucu, membuat baekhyun gemas sendiri. "Baiklah kali ini kumaafkan kau, tapi mobil ini kusita beberapa bulan, TITIK !! dan bye hyung mau kerja!!"
BLAM !!!
"HYUUUUUNNGG!!! AAISHH BILANG SAJA KALAU JUGA MENGINGINKANNYA!!"
Jarum jam masih diantara angka 8 dan 9, dan matahari juga belum terlalu lama terbit. Tapi hal itu tidak membuat anak tan yang sedari menguap bisa menahan tidurnya. Bahkan malah membuatnya semakin ingin tidur, apalagi saat guru sejarah mereka memasuki kelas yang dipakainya. Ia benar-benar mengantuk dan ini adalah salah hyungnya yang membangunkannya dipukul 05.00 am. dan menurut jongin itu masih terlalu pagi, hey ayolah semalam jongin tidur hampir pukul tiga. padahal itu jelas jelas salahnya jongin sendiri.
"Pagi anak-anak" Sapa guru Seo, guru sejarah yang paling menyenangkan -menurut jongin- karena dia tidak akan menegur muridnya yang kurang tertib, misalnya kim jongin. Tapi kali ini gurunya berhasil membuatnya penasaran, 'Kenapa ia malah pergi?' ya, bahkan sebelum berbicara tentang sejarah sepatah katapun wanita muda itu tiba-tiba keluar kelas lagi. Tapi bukankah itu menyenangkan?
Pemuda pucat itu mengedarkan pandangannya kepenjuru kelas tanpa ekspresi, namun pandangannya terhenti ketika menangkap wajah pemuda yang sedang memejamkan matanya sambil menguap kecil. Kulit tan pemuda itu terpantul dengan sinar matahari pagi yang mebuatnya terlihat indah dan lucu disaat yang bersamaan, apalagi saat pemuda itu menguap.
"Hun.. Sehun.., gwaenchannyo?" Ia menggelengkan kepalanya kecil begitu telinganya mendengar namanya dipanggil.
"Ne..?"
"Silahkan perkenalkan dirimu pada mereka"
"Annyeonghaseyo.." pria yang diketahui bernama Oh Sehun itu membukukkan badannya sejenak. "Oh Sehun Imnida.."
"Sudah?" Anggukan kepala dari sehun membuat guru cantik itu kembali membuka mulutnya seolah tak percaya. Apa itu bisa disebut perkenalan? tapi biarlah.
"Sehun ssi, kau boleh duduk disebelah kim jong in," ucap guru seo lembut. Namun saat melihat orang kasayangan kita itu -eaaaa- tertidur "KIM JONG IN!! Angkat KEPALAMU!!!"
"HaaawWwWAAeeEeee??" Sehun tersenyum kecil melihat jongin menjawab sambil menguap, namun tak ada seorangpun yang melihat senyumnya dan hanya oh sehun seorang yang tersenyum karena tingkah jongin.
Jongin mengangkat sebelah alisnya ketika melihat sehun dudu dibangku sebelahnya. "Kenapa kau duduk disitu?" tanya jongin malas, dan dengan wajah yang masih mengantuk.
"Hanya ini yang kosong" Sehun segera mengeluarkan buku dan membukanya tanpa ada niatan menulis.
"Hey anak baru, bangunkan aku saat bel istirahat berbunyi, okay ?" jongin benar-benar terlelap saat itu,
Bel tanda istirahat usai memang sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu, namun hal itu tidak membuat sehun ingin beranjak dari tempat yang menjadi atap bagi sekolah itu. Sebelum istirahat guru seo mengatakan jika setelah ini akan diadakan rapat oleh semua guru, jadi artinya jam ini free.
Ketenangan adalah hal saat ini sehun inginkan, pria pucat itu disini untuk menghindari keramaian anak kelas yang membahas entah apa. Ia memejamkan mata tajamnya sembari menengadahkan kepalanya. Menikmati semilir angin yang berhembus kecil begitu menenangkan pikiran.
"Yak idiot, gara-gara kau tidak mau menampung mobilku mobilku jadi disita hyung ku!!" Sehun kembali membuka matanya saat mendengar suara seseorang yang tidak lain adalah teman sebangkunya sedang berdiri membelakangi dirinya.
"Kan hanya disita bukan dijual.." sahut pemuda tinggi yang bertelinga lebar itu.
"Tetap saja itu mobilku... Aahh sebenarnya aku ingin mengajak Soo Jung berkencan, tapi yeah... you know that.."
"Apa kau sebegitu menyukai gadis gila itu?"
"APA KAU BILANG?"
"Dia memang gila, gila harta maksudku.."
"TAU APA KAU!!"
"Kau pikirkan saja sendiri, yang pernah menjadi pacarnya pasti akan miskin mendadak.."
"Tapi tetap saja dia itu cantik dan yang pasti.. sexy.."
Obrolan mereka berdua tidak bermutu, tapi yang sedari tadi sehun perhatikan adalah pria berkulit tan itu. Entahlah sehun juga bingung dengan perasaannya, hey dia itu STRAIGHT, dia juga punya kekasih. Bahkan kekasihnya juga cantik, sangat cantik malahan. Dan yang terpenting adalah sexy.
Kebanyakan murid akan langsung pulang begitu mendengar bel sekolah disore hari, tapi lain dengan oh sehun ia lebih suka saat semua siswa telah pulang dan habis maka ia baru akan pulang. Menurutnya keluar dari area sekolah bersama sama itu membuatnya harus berdesakan dan itu sangat menyebalkan. FYI, sehun itu tidak suka keramaian..
Sehun segera keluar dari kelas begitu suasana sudah menyepi. Saat ini memang sudah sore, tapi saat sehun melewari ruang music ia merasa ada yang aneh. Dan dengan segenap keberaniannya ia berniat membuka pintu tapi..
"Aahh.. Oppaa.." suara desahan itu membuatnya mengurungkan niatan untuk membuka pintu itu. "Jongghh Inh Sttopp, adahh orang.." Suara remang seorang gadis itu membuat sehun berhenti sejenak, namun sedetik kemudian ia benar-benar pergi dari tempat itu. Bahkan terlihat sama sekali tidak peduli, mereka hanya orang yang sedang diliputi nafsu tanpa mengenal tempat.
Kejadian itu sudah hampir seminggu berlalu dan jongin juga sudah kembali balapan lagi serta menepati apa yang lawannya katakan minggu lalu dan sekarang anak tan itu sedang minum dengan kedua temannya karena lagi lagi ia memenangkan balapan itu.
Lain dengan yang dilakukan dengan pria pucat yang menjadi teman sebangku jongin. Malam ini sehun berencana akan menemui kekasihnya, tetapi semua itu tinggal rencana ketika sepupu tercintanya dari china itu akan datang ke apartemennya dan bahkan berencana tinggal disana bersamanya, dan itu sangat meneyebalkan. meskipun sehun sudah menolaknya berkali-kali, dan karena rusa cina itu benar-benar keras kepala akhirnya mau tak mau sehun harus menampungnya.
"Hey hyung.." Sapa sehun setelah membukkan pintu, dan sedetik kemudian muncullah Luhan dengan senyum seratus mega watt miliknya sambil menyeret kopernya melewati dan sehun dengan santainya, membuat sehun mendengus sebal.
Rasa sebal sehun bertambah ketika melihat luhan malah duduk di sofa, bahkan sekarang rebahan. Hey seharusnya ia lekas menata barang bawaannya dulu baru tidur, bukannya tidur dulu.
"Hyung.. bereskan dulu barangmu!!" Ucap sehun setelah mendudukkan dirinya disofa sebelah luhan.
"Dasar dongsaeng tidak pengertian, aku kan lelah. Bahkan kau tidak menjemputku ataupun menyambutku.."
"Bahkan aku tak ingin kau ada disini" balas sehun tajam.
"Setidaknya berpura-puralah bahagia aku ada disini, dasar.." Luhan bangkit dari tidurnya sambil mangut mangut sebal.
"jujur lebih baik"
"Setidaknya jangan terlalu jujur, hatiku sakit nih.."
"Terserah kau, aku mau tidur dulu" Sehun berdiri dari duduknya. "Kamarmu ada disebelah sana" mengarahkan dagunya ke arah pintu cokelat yang terletak tepat didepan kamarnya.
TBC
Gimana nih? gaje.. aneh..?
Tetep next gak nih..?
next ato enggaknya terserah kalian kok readersnim..
Don't forget, VOTE'
and Review~
안녕 여러분 ~
