FIGHTING, NARUTO!

Naruto © Masashi Kishimoto

Rated: T

Genre: Romance, Humor

Warning(s): OOC, aneh, Typo, gaje, dll.

Summary: Aku harus berjuang! Harus! Mendapatkan cinta dari Hinata! Semangat, Naruto!/"Sekarang udah gak zaman merayu."/"Gombal?"/"Bapak kamu pelaut ya?"/"Jangan kejar aku, Neji!"

Sequel of "I Hate MOS! 2: BE DEFFERENT"

With pair NaruHina

Don't like, don't read!

Enjoy! ^^

.

.

.

Hinata's POV

.

.

Chapter 2: What Happened, Naruto-kun?

Sejujurnya aku bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Di antara mereka, aku kelihatan seperti orang bodoh saja. Tidak dapat kupungkiri, hanya aku yang diam dan terlihat ling-lung dibandingkan mereka. Sebenarnya, apa penyebab semua ini? Maksudku –semua keanehan ini?

Ini masih pagi!

"Sakura, silet aja tanganku," kata Sasuke-senpai kepada kekasihnya, Sakura, yang notabene adalah teman karibku.

"Eh? Kenapa Sasuke-kun? A-aku tidak tega…"

"Biar kamu tahu di setiap aliran darahku ada namamu."

Seketika pula wajah Sakura-chan memerah, dan tiba-tiba Naruto-kun meraih tanganku. Aku tersentak, namun bisa kututupi.

"Hinata…"

"A-ada apa, Naruto-kun?"

"Temenin jalan, ya."

"Ja-jalan ke mana, Naruto-kun?"

"Temenin jalan sisa hidupku bersamamu, Hinata."

U-ugh…

"Hinata-chan!" seru Sakura-chan seraya menopang tubuhku. U-ugh… Be-benar-benar membuatku nyaris pingsan!

Ta-tapi aku harus bertahan! Jangan sampai aku terbuai, aku tak sanggup lagi berpacaran dengan Naruto-kun kalau dia tidak bisa berubah!

"Sasuke-kun, kenapa ya orang-orang pada takjub ngeliat Tembok Cina?" tanya Sakura-chan.

"Emangnya kenapa, Sakura?"

"Ya aneh aja… Padahal Tembok Cinta kita lebih panjang."

SIIING…

A-apa ini? Bahkan Sakura-chan pun juga ikut-ikutan?

Hei—lihat! Sasuke-senpai tertawa kecil! A-ada apa sebenarnya?

Aku melirik pada Naruto-kun. U-ugh, sepertinya dia menggeram. Lalu tiba-tiba saja dia menarik tanganku dan berkata dengan penuh emosi, "Hinata, ayo gombalin aku!"

Ha?

A-apa-apaan ini?

Naruto-kun memintaku untuk menggombalinya?

"A-apa?"

Aku hanya bisa bingung di tempat.

"Jangan-jangan… Hinata-chan ga bisa gombal, ya?" tanya Sakura-chan.

"Eng…"

Ba-bagaimana ini? Memang aku tidak bisa menggombal. Lantas, aku harus bagaimana?

Lagi-lagi Naruto-kun menarik tanganku. "Kau pasti bisa, Hinata!"

Aku terdiam. Huft, sejujurnya aku masih bingung dengan apa yang sedang terjadi saat ini!

Aku melepaskan genggaman tangan Naruto dari tanganku dengan cukup kasar, sebenarnya aku tidak mau melakukan ini. Tapi… aku harus melakukannya! Harus!

"Se-sebenarnya ada apa ini? Aku tidak mengerti de-dengan kalian bertiga!" ujarku hampir berteriak.

Dapat kulihat Sasuke-senpai dan Sakura-chan melihatku dengan bingung, terbukti dari kedua alis mereka yang saling bertaut.

"Naruto-senpai, kau belum mengatakannya kepada Hinata-chan?" tanya Sakura-chan pada Naruto-kun. Heee? Memangnya apa yang belum dikatakan Naruto-kun padaku?

Naruto-kun hanya menggaruk-garuk kepalanya dan menyengir sebagai jawaban atas pertanyaan Sakura-chan. Sedangkan Sakura-chan yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepala dan Sasuke-senpai berdecak kesal.

"Aim sori (I'm sorry), Sasuke, Sakura…," ujarnya.

Sakura-chan mengalihkan pandangannya dari Naruto-kun kepadaku. Ia menghembuskan nafas sejenak, kemudian mulai menjelaskan perihal yang sedari tadi membuatku bingung dan terlihat seperti orang bodoh.

"Hinata, sebenarnya kami membuat taruhan."

Aku mengernyitkan keningku.

"Taruhan?"

FLASHBACK: ON

Sakura menatap ke arah Naruto lekat-lekat. "Naruto-senpai," panggilnya.

"Hm?"

"Entahlah, ada satu hal gila yang sedang kupikirkan," ujarnya.

Naruto menaikkan sebelah alisnya dan Sasuke menatap Sakura dengan tampang horor. "Jangan lagi."

Sakura tampak berpikir. "Tapi pasti seru!"

"Apanya?" tanya Naruto.

Naruto dan Sasuke saling pandang, mencoba menerka apa yang sedang dipikirkan oleh pacar kesayangan Sasuke ini.

"Bagaimana kalau kita adu gombal?" ujar Sakura.

"Adu gombal?"

"Yup. Aku dan Sasuke-kun akan beradu gombal dengan Naruto-senpai dan Hinata-chan. Gimana?"

Naruto terlihat berpikir.

"Hmm, menarik," sahut Sasuke sambil menyeringai.

Naruto kembali berpikir hingga mengatakan, "Baiklah! Aku pasti akan mengalahkan kalian!"

Sakura dan Sasuke tersenyum menantang kepada Naruto. Dan senyum Naruto tidak kalah menantang pada mereka.

"Hmm..."

"Ada apa Sasuke-kun?" tanya Sakura.

"Kalau cuma beradu sepertinya tidak menarik. Bukankah kau ingin sesuatu yang seru, Sakura?" kata Sasuke sambil menyeringai.

"Ya, seperti apa?"

"Bagaimana kalau kita beradu dan ada taruhannya?"

"Taruhan?"

Naruto mengangkat sebelah alisnya.

"Ya. Pasangan siapa yang kalah, mereka harus mematuhi semua keinginan pasangan yang menang."

"Berapa lama?" tanya Naruto.

"Apanya yang berapa lama?"

"Yang mematuhi semua keinginan, berapa lama?"

"Hmm… Satu minggu. Bagaimana?"

"Setuju!" sahut Sakura cepat.

"Bagaimana, Naruto?" tanya Sasuke pada Naruto sambil ber-smirk-ria.

"Eng…"

"Apa kau takut?"

Naruto menatap Sasuke dan menggeram pelan seraya berkata, "Tentu saja tidak! Untuk apa aku takut padamu?"

"Fufu… Jadi kau menerimanya, kan?"

"Yap! Tentu saja!" kata Naruto mantap sambil mengepalkan kedua tangannya. "Berapa hari batasan waktu untuk beradu?"

"Cukup 3 hari saja."

"Oh, ya, tapi Naruto-senpai harus memberitahu dan meminta izin pada Hinata-chan," ujar Sakura sekedar mengingatkan Naruto.

"Ya, tenang aja. Itu masalah gampang!" katanya sambil menjentikkan jarinya.

FLASHBACK OFF

"Begitulah, Hinata-chan," kata Sakura-chan seusai ia menceritakan taruhan yang ia maksud.

Jujur saja, aku syok! Karena… Karena Naruto-kun sama sekali tidak…

"Ta-tapi Naruto-kun sama sekali ti-tidak mengatakannya padaku," ujarku pada Sakura-chan.

Aku menunduk, tapi aku tahu kalau saat ini Sakura-chan sedang menatap Naruto-kun dengan tatapan mengintimidasi. Karena bagaimanapun Naruto-kun telah melakukan kesalahan, dengan tidak memberitahuku terlebih dahulu. Huft! Pantas saja dari tadi aku merasa bingung dengan apa yang terjadi!

"A-aku hanya lupa untuk mengatakannya, Sakura," melas Naruto-kun sambil mencoba menghindari tatapan dari Sakura-chan.

"1-0, Naruto," ujar Sasuke-senpai tiba-tiba.

"HE…?" Se-sepertinya Naruto-kun terkejut dengan apa yang dikatakan Sasuke-senpai barusan.

"1-0. Satu untukku, kosong untukmu."

"Untuk kita, Sasuke-kun," koreksi Sakura-chan.

"Hn."

"Yah, masih ada waktu 2 hari lagi, Naruto-senpai. Selamat menikmati kekalahan kelak," ujar Sakura-chan sambil menarik lengan Sasuke-senpai dan menjauh dari kami berdua. Se-sepertinya Sakura-chan semakin lama kelakuannya semakin mirip dengan pacarnya, Sasuke-senpai.

Naruto-kun menatap ke arahku dengan memelas. Aku tahu sebenarnya Naruto-kun ingin meminta maaf padaku. Ta-tapi, perbuatannya kali ini cukup mengagetkan dan membuatku bingung plus kesal di pagi hari. Apakah… aku harus memaafkannya? Tapi…

"Hinata…," panggilnya.

"Na-Naruto-kun, sebenarnya apa yang sedang kau lakukan?"

"Aku ingin kau menggombaliku, Hinata."

A-aku? "Ma-mana bisa…"

"Pasti bisa!" ujarnya dengan mantap.

U-ugh, aku hanya bisa kembali menunduk. "Na-Naruto-kun, bisa tolong hentikan semua ini?"

"Menghentikannya?"

"I-iya… A-aku merasa terganggu."

Aku mencoba mengangkat kepalaku, dan dapat kulihat wajah kecewa Naruto-kun. Huft, entahlah—aku merasa tak enak hati saat ini.

"Aku tahu," ujarnya.

"Gomen…"

"Tapi aku tidak bisa menghentikannya."

Aku terhenyak. Baru kali ini Naruto-kun tidak mau mengalah padaku.

"Na-Naruto-kun harus bisa," ujarku.

"Tidak bisa."

"Bisa."

"Tidak bisa."

"Bisa!" ujarku setengah berteriak. Sadar dengan apa yang baru saja kulakukan, aku segera menutup mulutku. "Gomen."

"Tidak bisa," katanya datar.

"Ta-tapi, Naruto-kun, aku sama sekali tidak bisa menggombal. Se-selain itu kita bukan lagi pasangan."

Naruto-kun hanya terdiam. Dia seperti tampak berpikir. Entah apa yang sedang dia pikirkan, tapi aku harap, dia bisa menerima kata-kataku. Namun…

"Hinata~~~! Kam bek tu mi! Plisss! (Come back to me! Please!)" teriaknya sambil berlutut di hadapanku dan menggenggam tanganku.

U-ugh, dia sama sekali tidak berubah. Apa Naruto-kun sama sekali belum menemukan cara yang tepat untuk memintaku kembali padanya?

"Go-gomen, Naruto-kun… A-aku tidak mempunyai alasan untuk menerimamu kembali," ujarku sambil mencoba melepaskan pegangan tangannya.

"Apa kau tidak mencintaiku, Hinata?"

Huft, tentu saja aku mencintaimu! Bagaimana mungkin tidak, Naruto-kun? Ta-tapi… Haaah… Aku hanya bisa diam menjawab pertanyaan Naruto-kun.

"Hinata…?"

"Gomen…"

"Jadi kau tidak mencintaiku?"

"Bu-bukan itu maksudku, Naruto-kun. Ta-tapi sulit bagiku untuk menerima kembali Na-Naruto-kun…" Ya, ampun! Lagi-lagi aku berkata lebay seperti ini! "A-apa Naruto-kun sadar? SMS aja Naruto-kun tidak pernah, nelpon juga tidak pernah. Jadi pernahnya apaaa?"

"Aku…" Naruto-kun mulai memelas. "Aku lagi hemat pulsaaa…!"

Dan seketika itu pula, seperti ada petir yang menyambar, aku ingin tertawa tapi juga ingin marah dan menangis. Huft, entahlah apa yang akan terjadi esok hari. Semoga semua baik-baik saja.

Semoga…

"NARUTO! AKHIRNYA AKU BERTEMU DENGANMU! KEMARIN AKU CA—" teriak Neji-nii dari kejauhan dengan rambutnya… Err—itu rambut atau mangkuk, ya?

"HUWAAA! Neji, hentikan! Stop it!" teriak Naruto-kun sambil berlari menjauhi Neji-nii.

Se-sebenarnya apa yang sedang terjadi?

Huwaaa, aku semakin frustasi saja!

TBC

.

.

.

Huwa, apa-apan nih? Jelek banget atuh. DX

Huhu, maaf atas keterlambatan update. Apalagi chapter ini kurang memuaskan. Udah dikit, konfliknya jelek, dan gaje bener alurnya. =w= Saya sempat frustasi untuk meng-update-nya. Tapi kalau gak di-update jadi pikiran terus. Huhu, serba salah. T^T

Yosh! Saya tidak mau banyak omong lagi. Saya akui chapter ini kurang memuaskan. Bukan kurang lagi, sangat tidak memuaskan. Jadi, silahkan beri pendapat readers melalui review. Flame dan concrit selalu diterima dengan tangan terbuka.

Arigatou gozaimasu. ^^

~Special Thanks~

Hinamori Ayaka

Hehe, arigatou gozaimasu! XD Maaf ya kalau chapter ini jelek banget dan tidak sesuai harapan. T^T Memberantas WB memang sulit. ==a

HimE

Arigatou gozaimasu! XD Terima kasih juga sudah menjadi penyemangat. Romance NaruHina juga udah mulai muncul kok. Tapi… mungkin rada aneh? #plak Silahkan flame saya habis-habisan. ==v

YamanakaemO

Haha, iya tuh si Naru. XD Tapi masih tetep semangat belajar englis (English) kok Naru-nya! XD Oh, ya, arigatou gozaimasu buat review-nya. :D

Mariya

Ini udah update, gimana? Jelekkah? ==a Banget pastinya, ya? Huhu T^T Yosh! Arigatou gozaimasu, Mariya-san! XD Ganbatte mo!

Cho Vessalius

Arigatou gozaimasu, Cho-chan! XD Makasih banyak udah jadi reviewer sejati saya, kalo ada kesempatan, saya pasti akan review fic Cho-chan! XD Ganbatte mo! :D

Natsu Hiru Chan

Arigatou gozaimasu Natsu-san! XD Ini udah update, tapi kayaknya jelek banget, ya. ==" Silahkan beri saya flame, memang ini chapter punya banyak kekurangan. Huhu… T^T

Billy-Gakure

Ini udah update. Tapi gak jamin bisa bikin ngakak. Chapter ini jelek amit-amit, sih. T^T Tapi, arigatou gozaimasu buat review-nya. XD

And YOU! Thanks for reading my fic.

Dukung saya terus supaya chapter depan bisa lebih baik lagi. Oh, ya, ada yang tahu bagaimana cara mengatasi WB? Thanks before. :D