this is sequel for "Whats Your Name?" hope you guys enjoy fo reading this fiction :)
"Jadi Sehun, siapa kekasihmu?" Sehun hanya menggelengkan kepalanya, yang berarti tidak ada.
Baekhyun mendesah kecewa, "Berlatihlah menyebut Jongin itu kekasihmu Sehun." Baekhyun jadi gemas sendiri melihat kelakuan temannya ini.
"Mana bisa begitu Byun, dia kan memang bukan kekasihku. Kalau aku menjawab dia sebagai kekasihku, berarti hanya mengaku-ngaku kan?"
"Ayolaah, bahkan kalian berdua sudah sedekat ini. Tinggal tunggu waktu kapan Jongin akan menyatakan perasaannya padamu."
Baekhyun menyebut mereka dekat karena sejak kejadian surprise ulang tahun Jongin waktu itu mereka mulai bertukar nomor handphone, saling mengobrol, bahkan sekarang Jongin sudah tidak lagi hanya berdiam dikamarnya, hanya kalau Sehun sedang berkunjung ke flat mereka.
Saat ini Jongin tidak ikut bergabung mengobrol bersama Sehun dan Baekhyun karena dia sedang ke luar kota, menjenguk kakaknya yang sedang sakit, begitu katanya kemarin sebelum pergi. Selain itu Chanyeol pun entah kemana sejak semalam belum pulang juga.
Sebenarnya Sehun dan Jongin dekat sewajarnya saja, tapi namanya juga Baekhyun, hal kecil bisa menjadi besar.
"Kau kan sebentar lagi ulang tahun ke dua puluh dua, masih mau tidak punya kekasih?" Perkataan Baekhyun memang yang terbaik untuk membuat hari minggu yang cerah menjadi mendung.
"Masih lama Byun, masih ada tiga bulan lagi." Sehun mendengus.
"Tiga bulan itu menjadi sebentar kalau kau dan Jongin begini-begini terus." Baekhyun itu tidak mudah menyerah.
"Terserah kau saja." Sehun pun lebih memilih pulang ke flatnya, percuma kalau cuma ada Baekhyun kan?
"Biar ku bantu kalau begitu." Baekhyun berkata saat mengantar Sehun ke pintu flatnya. Perasaan Sehun tidak enak sebenarnya mengenai bantuan Baekhyun tersebut, tapi dia lebih memilih mengabaikannya.
Sorenya, saat Baekhyun sedang menonton drama kesayangannya, Jongin pulang dengan membawa banyak sekali makanan. Biasanya saat berkunjung ke rumah kakaknya Jongin akan dibungkuskan makanan yang banyak, untuk perbaikan gizi kalau kata kakaknya, Chanyeol pun begitu. Hanya Baekhyun saja yang tidak pernah dibungkuskan makanan, dia pulang selamat saja sudah untung. Baekhyun dan kakaknya memang tidak seakur kakak adik pada umumnya.
"Banyak sekali makanannya Jongin, sepertinya enak." Mata Baekhyun berbinar melihat makanan yang dibawa Jongin.
"Begitulah, kakakku membungkuskan banyak sekali tadi. Kita makan bersama saja nanti." Jongin tersenyum sambil menaruh makanan tersebut di meja makan dan menghampiri Baekhyun untuk sekedar mendudukkan dirinya disana.
"Jongin, kau punya pacar tidak?" Baekhyun langsung bertanya ketika Jongin duduk.
Jongin yang heran dengan pertanyaan Baekhyun hanya menggeleng tanda tak punya.
"Kalau orang yang kau suka?" Baekhyun masih belum menyerah.
"Tidak ada Baek, kenapa sih?"
"Kalau pacaran, apa kau pernah pacaran sebelumnya?" Bukannya menjawab pertanyaan Jongin, Baekhyun malah bertanya yang lain.
"Dulu ada, tapi dia tidak tahan karena kesibukanku, jadi dia memutuskanku." Jongin menyerah untuk mendapat penjelasan dari Baekhyun jadi dia hanya menjawab saja apa yang ditanyakan Baekhyun.
"Kalau Sehun, menurutmu dia bagaimana?"
"Sehun itu baik." Jongin menjawab sambil berpikir kemana arah pertanyaan Baekhyun.
"Hanya baik?" Jongin merasa aneh melihat tingkah Baekhyun yang begini.
"Masakannya enak, meskipun dia anak sosial tapi dia mengerti saat aku bicara mengenai tekhnik, dia juga aktif organisasi, jadi dia bisa memberi solusi saat aku bermasalah dengan organisasiku." Jongin menjelaskan.
Mata Baekhyun tambah berbinar mendengar jawaban Jongin, lebih berbinar dari saat dia melihat makanan tadi.
"Kenapa tidak menjadikan Sehun pacarmu?" Mungkin ini yang dibilang Baekhyun membantu. Provokasi dengan kata-katanya, tipikal anak sosial sekali.
"Aku rasa aku belum siap kalau harus pacaran saat ini, lagi pula, apa Sehun tidak terlalu bagus untukku?" Jongin mengatakannya sambil mengambil handphonenya untuk berkaca.
Baekhyun tertawa melihatnya, bahkan drama yang biasanya tidak pernah terlewat pun diabaikannya demi memprovokasi Jongin. "Memangnya apa yang harus disiapkan? Aku rasa kalian berdua akan sangat cocok jika berpasangan. Sehun juga manusia biasa, sama sepertimu dia juga banyak kurangnya." Seperti kurang berani mengungkapkan perasaannya padamu, Baekhyun meneruskan dalam hati.
"Kau berbicara seperti Sehun menyukaiku saja." Jongin berkata. Baekhyun pun kembali memusatkan perhatiannya pada drama sambil bergumam memang, kau saja tidak peka.
"Kau berkata sesuatu Baek?" Jongin bertanya karena merasa Baekhyun mengatakan sesuatu.
Baru saja Baekhyun ingin menjawab pertanyaan Jongin, tapi terpotong oleh bunyi bel, Baekhyun pun berjalan untuk membukakan pintu depan flat mereka. Dilihatnya Sehun dengan sekantung penuh jeruk mandarin ditangannya.
"Hei Byun, ini ada oleh-oleh dari paman dan bibiku untuk kalian."
"Waah kebetulan sekali, kami baru saja ingin makan malam bersama. Kau bergabung saja ya? Jangan menolak." Baekhyun terkekeh.
Sehun mendengus, "Seperti bisa saja menolakmu." Baekhyun tertawa kencang mendengarnya.
Setelah makan malam yang sangat berat bagi Sehun dan Jongin karena penuh provokasi dari Baekhyun akhirnya Sehun dan Jongin berakhir dengan menonton pertandingan sepak bola sambil memakan jeruk mandarin yang Sehun bawa sebagai pencuci mulut. Baekhyun? Bilangnya sih ingin membeli makanan ringan untuk mereka nonton bola bersama, tapi dari setengah jam yang lalu belum kembali juga. Padahal jeruk yang dibawa Sehun sebentar lagi habis.
"Yaah sayang sekali tidak masuk, padahal tipis sekali dari gawang ya Sehun-ah." Jongin memecah keheningan.
Sehun tersadar dari lamunannya, "Ah iya sayang sekali." Sehun itu tidak terlalu paham mengenai sepak bola, dia lebih paham mengenai basket. Tapi demi Jongin, tidak mengerti pun tetap di tontonnya.
"Perkataan Baekhyun tadi tidak usah di pikirkan, Baekhyun kan suka sekali bercanda." Jongin sepertinya menyadari Sehun yang dari tadi hanya melamun sambil sesekali memakan jeruk mandarinnya.
Sehun menghadapinya sesantai mungkin sambil tertawa, "Karena perkataan Baekhyun tadi aku jadi penasaran, kau kan sibuk sekali. Apa kau tidak sempat untuk berpacaran?" Sehun berpikir lagi, dari sekian banyak balasan kenapa harus yang itu yang diucapkannya.
"Bisa saja kusempatkan, asal dia mau mengerti kesibukanku. Mantanku yang terakhir saja memutuskanku karena tidak tahan dengan kesibukanku. Padahal aku sudah mengusahakan hari sabtu atau minggu aku full bersamanya. Yaah walaupun hanya menonton pertandingan sepak bola seperti ini sih. Susah ternyata mencari orang yang dapat mengerti kesibukanku." Jongin seperti sedang mengingat kembali masa lalunya. "Kenapa aku jadi malah bercerita begini? Haha." Jongin tertawa canggung.
Sehun pun ikut tertawa karena pernyataan Jongin. Dia jadi berpikir, kalau biasanya kencan yang dilakukan Jongin adalah menonton pertandingan sepak bola seperti ini, apa sekarang mereka bisa disebut kencan?
"Kalau kau, kenapa belum punya pacar?" Jongin balik bertanya.
"Kenapa ya?" Sehun malah balik bertanya lagi, "Mungkin karena aku tak secantik Baekhyun atau sepintar Kyungsoo." Sehun menjawab asal.
"Cantik sepertinya bukan ukuran, Baekhyun juga masih belum punya pacar kan?" Jongin menanggapi sambil tertawa. Kalau ada Baekhyun pasti dia akan marah-marah dibilang begitu.
"Serius deh, jadi kenapa kau belum punya pacar?" Jongin bertanya kembali.
Sehun menjilat bibir bawahnya gugup, "Mungkin karena aku menyukaimu." Katanya pelan. Jongin jelas sekali terkejut mendengarnya.
"Waah kok bisa sama ya? Aku juga menyukaimu." Balas Jongin sambil mengusap tengkuknya.
"Sudah kubilang kan, kalian itu harusnya berpacaran saja." Entah darimana Baekhyun muncul sambil menyimpan makanan yang dibelinya di meja yang sudah penuh sampah jeruk, "Kalian memang bukan tipe yang romantis ya, baru kali ini aku melihat yang seperti kalian." Baekhyun berkata sambil melenggang masuk ke kamarnya, kembali meninggalkan Sehun dan Jongin berdua saja.
"Jadi bagaimana?" Jongin bertanya.
Sehun bingung apa yang sedang dibicarakan Jongin, "Huh?"
Jongin menghela nafas, "Baiklah, aku akan berbicara dengan benar." Jongin menarik nafas lagi, "Kita berdua kan sudah sama-sama tahu, kalau aku menyukaimu begitu juga sebaliknya. Bagaimana kalau kau menjadi pacarku?" Terlihat sekali muka Jongin yang berharap.
Sehun tersenyum melihatnya, "Baiklah, aku pikir aku bisa tahan dengan semua kesibukanmu."
Sementara itu di dalam kamar Baekhyun sudah melompat-lompat gembira karena akhirnya dua orang yang dia usahakannya untuk bersama bisa berpacaran juga. Dia awalnya sempat menggerutu karena tadi sore Jongin bilangnya sedang tidak suka pada siapapun. Jadi kenapa Baekhyun mati-matian menjodohkan Sehun dan Jongin? Begini, masakkan Sehun itu enak tapi kalau mau minta dimasakkan sesuatu pada Sehun, Baekhyun harus membeli bahan-bahannya sendiri. Kalau Sehun berpacaran dengan Jongin kan semua yang membeli bahannya Jongin, karena siapa sih yang tidak mau dimasakkan sesuatu yang enak kalau punya kekasih seperti Sehun? Karena itu kalau mereka berpacaran akan lebih menguntungkan bagi Baekhyun. Well, apa pun alasan Baekhyun menjodohkan Sehun dan Jongin, mereka perlu berterima kasih pada Baekhyun nanti.
END
