Sreettt, suara tirai jendela terbuka, membuat si kuning dengan cahaya nya menerpa lensa mata ku..yang membuat tangan ku secara spontan bergerak melidungi nya. "hei boruto" sebuah tangan sawo matang menghampiri pundak ku,dia sahabat ku sejak kecil, nama nya mitsuki. Kami tinggal satu kos, saat ini. Kami berdua berada sangat jauh dari kampung halaman,hampir tidak pernah sekalipun aku terbangun dari mimpi ku tanpa ada mitsuki yang dengan cerewet nya membangunkan ku.meskipun kami tepar nya barenganbarengan, tetap saja mitsuki yang lebih dulu bangkit dari tidur nya.memang kebiasaan ku bangun terlambat, terlebih ini waktu liburan. Malasan malasan di kos menjadi makanan sehari hari kami berdua,memang liburan kali Ini kami tidak pulkam, namun saat saat di kos tanpa beban menjadi sensasi sendiri yang kami rasakan, ini baru nama nya kebebasan non seremonial bagi kami anak rantau, jauh dari. Kampung halaman tapi tetap membuat kami bahagia.. Sesekali teringat pesan kedua orang tua ku, "kamu harus bisa mandiri ketika kamu malas" mungkin sedikit susah di cerna oleh otakku yang memiliki IQ rata rata..tapi beruntung aku memiliki sahabat seperti mitsuki yang lebih pintar dariku,meskipun pintar dia tidak pernah sombong atau pun membandingkan dirinya dengan dirikudiriku."HEi ayokkk..." terdengar suara dari kejauhan yang sudah tidak asing bagiku.. Teriakan mitsuki itu membuyarkan lamunan ku ketika aku beranjak dari tempat tidur...
