The Blue Rose
Part 2 : The Meeting!
Disclaimer : Highschool DxD oleh Ichiei Ishibumi
No More Talk, lets do it!
Issei POV
"Kalau begitu, kita berangkat."
Semua anggota Klub Penelitian Ilmu Gaib sudah berkumpul di ruang klub. Kami mengangguk pada ucapan Buchou.
Hari ini adalah hari Konferensi dari 3 Kekuatan Besar. Lokasinya terletak di Ruang Pertemuan Staff Akademi Kuoh.
Sekolah ini juga dilapisi Pelindung yang sangaaaaaat kuat. Tak seorang pun boleh masuk, dan tidak seorangpun boleh keluar.
Kami menengok keluar Jendela, disana terlihat banyak sekali pasukan iblis, malaikat , dan malaikat jatuh dengan persenjataan lengkap. Kiba berkata,
"Kalau misalnya sesuatu terjadi dalam konferensi , tempat ini pasti akan menjadi medan pertempuran. "
Man, Seram ! Realita yang sungguh mengerikan, tapi aku juga harus bersiap-siap. Aku menengok ke belakang dan melihat kotak yang ditinggalkan di ujung ruangan. Tentu saja, vampir hikkikomori itu ada disana. Aku kemudian tersenyum padanya dan memandangnya.
" Gasper, jadilah anak baik, okay?" kataku dengan semangat.
" I-iya Senpai... "
"Aku sudah meninggalkan Game Portable di ruang klub kalau kamu memainkannya, juga ada permen, kamu bisa memakannya. Aku juga meninggalkan kantong kertasnya jadi kalau kamu kesepian, mainkanlah sesuka hatimu." Kataku menenangkan.
"I-iyaaaa..."
Bagus. Aku mengangguk dan mengikuti Buchou yang meninggalkan ruang klub. Pertemuan VIP akan dimulai.
-END POV-
Sementara itu disuatu tempat di akademi kuoh...
" Ah... Nikmat sekali disini " ucap pria berambut hitam dengan highlight merah sedang menyeruput kopi kaleng di tangannya sembari duduk dan berjongkok disamping sebuah mesin minuman. Ia memandang kearah gadis berambut biru disampingnya, yang sedang membeli minuman di mesin tersebut.
" Jadi... apa kita akan diam saja sembari menunggu hasil pertemuan itu? " ucap Aoi tanpa ekspresi sembari mengambil jus jeruk.
" Ingatlah, ini pertemuan 3 kekuatan besar, 3 fraksi Terbesar. Region Jepang tak bisa turun tangan begitu saja karena kekuatan nya yang tak memumpuni di banding 3 Fraksi. Terlebih lagi, Menurut mata-mata kita, sebuah organisasi yang baru saja muncul akan menyerang tempat ini . Kita hanya bisa menunggu dan beraksi. " Amaterasu mengambil nafas sebentar. Kemudian melanjutkan.
" Ingatlah misimu Acchan... Tujuan utama-mu adalah melihat perkembangan dan tujuan dari Hakuryuukou, dia dan beberapa temannya yang tidak bisa dianggap remeh telah masuk organisasi tadi. "
" Mengikuti perkembangan, dan membunuh jika diperlukan. Aku sangat mengerti tentang itu " ucapnya tanpa perubahan ekspresi.
" Aoi... " Amaterasu kembali serius dan memandang tajam Aoi, kemudian ia melanjutkan.
" Maukah kau menyiksaku? Aku mendapat sensasi setelah melihat tali disana. " Amaterasu dengan muka masokisnya menunjuk tali tambang yang menggantung diatasnya.
Sweatdrop.
Kembali ke tempat pertemuan.
Issei POV
Aku memasuki ruangan ini dan memandang sekitar. Aku melihat 3 Pihak sudah berada ditempatnya.
Pihak Iblis. Sirzechs-sama, Leviathan-sama . Dan juga sang maid Grayfia-san. Ia tengah berdiri disamping kereta pengantar teh.
Pihak Malaikat. Malaikat bersayap emas Michael-san dan gadis Malaikat tak kukenali.
Pihak Malaikat Jatuh, Azazel dengan 12 sayap hitamnya yang menekuk dan sang Vanishing Dragon, Vali.
Melirik ke arahku, bibir Azazel bergerak sedikit seperti agak senang. Ia mengenakan jubah hitam dengan banyak ornamen. Sirzechs-sama dan Leviathan-sama juga mengenakan jubah yang dihiasi banyak ornamen.
"Adik perempuanku, dan keluarganya." Ucap Sirzechs-sama memperkenalkan Buchou pada golongan lain.
Setelah berterima kasih, Azazel kemudian membuka mulutnya.
"Maaf, Kokabiel di pihakku sudah bikin masalah."
Tanpa malu-malu, Azazel mengucapkan itu. Kemudian mereka melanjutkan pertemuan itu dengan membahas tentang ketiadaan Tuhan,dan beberapa topik lainnya.
Para Petinggi tengah melakukan percakapan sangat penting namun jujur saja, terlalu rumit bagiku. Karena sejarah Iblisku masih rendah. Aku tak paham apa yang tengah mereka bicarakan.
Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, mungkin itu adalah percakapan berharga bagi mereka namun aku tak paham sama sekali.
Ya...karena aku tak tahu apa-apa, aku hanya melihat payudara Buchou yang ada di sampingku.
Aah, payudara Buchou. Memang besar. Tubuhku yang mengetahui rasa mereka, aku harusnya bisa segera mencicipinya tapi, kondisi saat ini tak memungkinkanku.
Buchou memandangku yang sedang memandang payudaranya. Ia kemudian memegangku dan tersenyum pahit. Ia gugup, aku merasakannya dari tangannya yang gemetaran.
"Rias. Bisakah kamu melaporkan insiden tempo hari itu?"
"Baik, Lucifer-sama."
Buchou kemudian maju dan melepas tanganku, ia menceritakan perihal tentang penyerangan Kokabiel tempo hari. Tangannya masih gemetaran.
Aku kemudian melihat sekitar. Pandanganku terhenti saat melihat jendela , eh? Ada orang di luar di depan jendela? Ia berambut biru, memakai topeng dan dan tangan dan kakinya menempel di kaca? Aku mengucek mataku untuk memastikan aku mimpi atau tidak. Kemudian aku membuka mataku dan... tidak ada siapapun disana. Dengan agak bingung aku terus memandang arah tersebut. Kulihat sekitar ku , Buchou masih berbicara pada para petinggi, begitu juga para petinggi. Pendamping mereka yang ada di belakang mereka juga sedang mendengarkan- kecuali, Vali. Ia Memandang arah yang sama dengan direksi ku tadi.
Wajahnya mengeratkan aura penasaran , namun ekspresi nya masih datar seperti biasanya. Aku tidak mengerti. Kulupakan hal itu dan mendengar pembicaraan pertemuan itu.
-1 jam kemudian-
Akhirnya... Konferensi ini selesai! Kakiku sudah tidak kuat lagi karena berdiri terus. Dan Ketegangan yang terjadi membuatku tidak nyaman! Namun sekarang semua berubah , saat hasil konferensi diputuskan. Perdamaian. serta tambahan Asia dan Xenovia yang mendapat berkah khusus dari Michael-sama untuk berdoa kepada Tuhan. Walau Tuhan sudah tidak ada, urghh. Membingungkan.
"...Eh?"
Saat aku menyadarinya, bagian dalam ruang staf pertemuan terasa berubah sedikit.
Michael-san sedang melihat ke arah luar jendela, dan Sirzechs-sama dan Azazel tengah berbicara serius dengan wajah tegang karena alasan tertentu.
"Sekiryutei sudah kembali."
Azazel melihatku dan mengatakan itu.
"A-apa sesuatu terjadi?"
Melihat sekitarku, orang terbagi menjadi mereka yang bisa bergerak dan mereka yang terhenti. Semua orang kuat masih bergerak. Sirzechs-sama, Leviathan-sama, Grayfia-san, Michael-san, dan Azazel, beserta si Vanishing Dragon, sepertinya bisa bergerak.
Sedangkan anggota klub adalah
"Sepertinya hanya aku, Ise, Yuuto, dan Zenovia yang bisa bergerak dari keluargaku." Ucap Buchou menenangkanku seketika.
Asia, Akeno-san, Koneko-chan, dan Kaichou semuanya terhenti. Akeno-san pun juga turut terhenti!
"Sepertinya alasan kamu aman adalah karena Ise adalah pemilik dari Sekiryutei dan karena Yuuto memiliki Pedang Suci Iblis tak beraturan yang mencapai Balance Breaker. Xenovia membangkitkan Durandal tepat sebelum itu terjadi."
" Dan Rias, karena ia sedang memegangmu. "
Tanpa pikir panjang aku bertanya pada Buchou,
"Ngomong-ngomong, Buchou. Apa yang terjadi?"
"Sepertinya ada- "
"Serangan teroris."
Ucap Azazel yang menginterupsi Buchou tiba-tiba
-POV END-
Aoi duduk disebelah Amaterasu yang sedang menenggak minuman kopi nya yang ke delapan, untuk malam ini. Di pojok lorong yang menghubungkan Gedung SMA lama dan Baru.
" Yare-yare, sepertinya ucapanku benar terjadi. " gumamnya sambil memasang kacamata hitam miliknya yang tadinya terpasang di kantung baju bisnis hitamnya.
" Seperti nya kita benar-benar harus diam. Aku tak ingin menambah masalah bagi Dewa Region Jepang. Namun tak dapat dipungkiri , 3 Fraksi saat ini memutuskan untuk melakukan perdamaian. Mungkin para Kami akan mulai berjalan bersamaan dengan keputusan itu. Perang dan Kedamaian. "
" Yah... Begitulah, mungkin Tenjin dan Omoikane pasti memilih Perdamaian , namun Hachiman . Sang Dewa Perang itu pasti akan kontra dengan mereka. " ucap Amaterasu miris.
" Lalu, apakah keputusanmu? "
" Aku mungkin akan melakukan perdamaian namun, Susano'o bakayarou itu pasti akan selalu melakukan hal yang bertentangan denganku. Kami adalah Api dan Air. Aku api dan dia air. " Amaterasu menutup matanya dengan lelah.
" Belum lagi dengan Tsukiyomi... "
" Lupakan itu, mereka mulai bergerak.! " Aoi memandang ke arah lapangan sekolah. Kilatan Putih dan ledakan terjadi disitu. Dan disaat itu targetnya muncul dan menampakkan kekuatannya.
" Hakuryuukou.. "
Ugh... Chapter ini GaJe sumpah. Pengen nulis panjang tapi gk mood karena kerja sendirian.
Paling tidak berikan kami Review untuk melanjutkan cerita kami atau tidak. Please, dont Flame it. I know this story is bad. But , just dont do it. That is waste your time, and my time for read it.
Sekian
