i'm baaackkkk! maaf lama hehe, aku sempet ragu sama lanjutan ini berkenan di hati/? kalian atau nggak ;-;, terimakasih banget buat yang review kk aku nggak nyangka ada yang baca ;-; thaaannkssssssseeuuu

don't like don't read

no bash

sorry typos everywhere

enjoy

just nyao present

Ghost Chapter 2

begins

Burung burung berkicau dengan riang, dan matahari menembus celah celah gorden membuat sang pemilik kamar menggeliat tak nyaman karena sinar matahari. Leguhan kecil terdengar seiring terbukanya kedua kelopak mata itu. Mata rusa itu membelalak lebar melihat angka yang ditunjukkan oleh jam weker di mejanya .

"HUAAAAA LUHAN TELAAAT" jerit luhan histeris setelah melihat jam wekernya menunjukkan angka 7. Suara gaduh dari langkah kaki dan disusul suara pintu terbuka kasar menjawab teriakan super dari luhan tadi, dari balik pintu muncul mama, papa dan jie-jie nya dengan wajah panik

"ada apa?! Kenapa berteriak?" tanya mama luhan

"kenapa luhan tak dibangunkaaaannn.. luhan terlambat!"

Xiumin langsung sweatdrop "haish! Kami kira ada apa. Apa kau lupa? ini adalah hari minggu" jawab xiumin yang disertai suara kikikan kecil dari orang tuanya

"sepertinya ada yang tak sabar untuk sekolah lagi?" – papa

"cepat bangun mandi dan bergabung dibawah untuk sarapan oke" – mama

Pintu pun tertutup kembali meninggalkan luhan sendiri . "aish pabo" rutuk luhan pada dirinya sendiri , ini memalukan! batinnya.

Setelah mandi luhan langsung turun untuk sarapan. Dengan lesu uhan duduk di kursi sebelah jie-jienya dan mengambil piring untuk memulai sarapannya. Luhan menyantap makanannya dalam diam, hal ini menimbulkan rasa penasaran untuk xiumin

" kau kenapa lu? tak biasanya kau diam. Kau sakit?" tanya xiumin

" aniyooooo hanya tak bersemangat saja" jawab luhan malas, xiumin hanya mengangguk angguk

"kenapa? Apa kau masih belum rela?" pertanyaan xiumin hanya dijawab dengan dengusan kecil dari luhan

"hei, senyum sayang , disana kau pasti akan bertemu teman teman baru" sahut papa luhan

"neee.." sahut luhan sedih, bagaimana tak sedih jika harus meninggalkan para sahabat yang ia sayangi?

"semua barang kalian sudah di bereskan luhan, xiumin? Nanti siang kita pindah ke rumah yang baru" xiumin mengangguk untuk menjawab pertanyaan mama nya dia masih fokus dengan makanannya, sedangkan luhan masih setia dengan ekspresi gloomy nya menggumamkan kata sudah.

Suara bel pintu mengejutkan Luhan yang sedang melamun menatap kotak kotak kardus yang membungkus barang-barang dirumahnya, menandakan mereka sudah siap untuk pindah, memikirkan kemungkinan kemungkinan terburuk yang akan terjadi di tempat tinggalnya yang baru. Luhan bergegas membuka pintu mendengar suara bel yang ditekan secara brutal/? "yaaa tunggu sebentar" luhan membuka pintu dan langsung disambut dengan pelukan erat dari wanita bermata bulat

"kyungie!" pekik Luhan senang dan menyambut pelukan dari kyungsoo

"lihat apa yang ku bawa" kyungsoo menunjukkan sebuah kotak berukuran sedang dengan wana putih dan pink " ta-daahh~" mata luhan berbinar , tanpa dibuka pun ia tahu isi kotak tersebut.. strawberry cake kesukaannya!

"aku tahu pasti kau dalam mood yang buruk saat ini makanya aku membawakan ini untukmu" kyungsoo tersenyum, mata luhan berkaca kaca mendengarnya

" terimakasih kyungie.. hiks.."

"hei hei jangan menangis hm? ayo makan cake nya didalam?" Kyungsoo menghapus airmata yang sempat mengalir di pipi Luhan, sang rusa mengangguk imut lalu melihat kesekeliling

"un.. kyungie.. kau datang sendiri? Mana kris dan chanyeol?"

" um... sepertinya mereka terlambat hannie.. ayo masuk aku ingin bertemu dengan paman, bibi dan xiumin jie"

"kajjaaa~" Luhan menarik tangan kyungsoo mengajaknya masuk kedalam rumah

"um mama dan papa sedang memberskan barang barang yang belum di pak" celoteh luhan sambil terus berjalan ke arah ruang keluarga, disana terlihat mama luhan sedang sibuk membereskan barang barang

"mama.. papa.. kyungsoo ingin bertemu" ucap luhan. Mama luhan langsung menghentikan pekerjaannya

"halo kyungie.. apa kabar sayang?" tanya mama luhan mendekati kyungsoo

"halo bibi, um kyung baik, bagaimana dengan paman dan bibi?"

" kami baik sayang, ayo duduk dulu, kyung mau minum apa?" tanya mama luhan

"ah. Jangan repot repot bibi"

"hei, anggap saja rumah sendiri oke. Kau ingin minum apa?"

"um.. apa saja bibi" jawab kyungsoo tersenyum

"mama.. luhan mau jus jeruk" sahut luhan sambil tersenyum lebar

"hei.. memangnya siapa yang menawarimu rusa kecil" jawab mama luhan menggoda, luhan mengerucutkan bibirnya

" kkk.. arraseo arraseo.. mama ambilkan"

Tak lama mama luhan kembali dengan membawa dua gelas jus jeruk dan kemudian pamit untuk menyelesaikan pekerjaannya mengepak barang, tinggalah luhan dan kyungsoo di ruangan itu. Kyungsoo membuka kotak cake dan memotongnya sedikit

" ayo aaaa" kyungsoo menyuapkan potongan cake ke luhan

"heei aku bisa sendiri kyungg"

"ish jangan menolak , ayo buka mulutmu" paksa kyungsoo, akhirnya luhan membuka mulutnya pasrah dan cake itu meluncur masuk ke mulut luhan dengan mulus, luhan berbinar merasakan rasa yang khas dari kue favoritnya strawberry mood yang tadi down meluncur naik karena cake kesukaannya itu. Canda tawa memenuhi ruangan tersebut sampai suara ketukan menghentikan kegiatan mereka

"sebentar.." luhan berlari untuk membuka pintu

"sia.." begitu pintu dibuka boneka besar menyembul dari balik pintu membuat luhan terkejut

"..pa..? " kata luhan masih dalam mode shock nya, dari balik boneka muncul wajah bule yang tak asing di mata luhan tersenyum dan mengulurkan boneka yang sedari tadi menutup wajahnya

"kriiis! Aaah bonekanya .. cuteee! Ini untukku? " luhan mengambil memeluk boneka rusa yang lumayan besar

"tidak itu untuk xiumin jie" jawab kris santai dan mendapatkan pelototan gratis dari luhan. Kyungsoo yang penasaran karena ribut-ribut pun menyusul luhan an melihat siapa yang datang

"heiii, kris kenapa baru datang?" tanya kyungsoo

" aku berkeliling korea selatan dulu untuk mendapatkan boneka ini" jawab kris disambut dengan pelukan erat dari luhan

"aku menyayangimuuuuuuu~" ucap luhan sambil tersenyum lebar, kris dan kyungsoo tertawa melihat ekspresi luhan

"hei heii~ aku dilupakan"

"heiii~ satu lagi pangeran kesiangan" ucap kyungsoo , chanyeol hanya tersenyum bodoh menanggapinya

"maaf aku ketiduran, semalam aku begadang"

"huh? Untuk apa begadang? Setahuku tidak ada pertandingan bola tadi malam, atau tugas atau apapun" tanya kris

"aku membuatkan sesuatu untuk kita semua" chanyeol menunjuk tas ranselnya yang lumayan besar

"apa kalian tak ingin mempersilahkanku masuk? Tasku berat kalau kalian tahu" keluh chanyeol

"yayaya ayo masuk semuaaaa" luhan menggeret tangan chanyeol sambil memeluk boneka rusanya dengan tangan lain, diikuti dengan kris dan kyungsoo yang berjalan dibelakangnya, begitu melihat sofa chanyeol langsung bergegas duduk dan meletakkan tasnya di lantai

"ah.. bahuku serasa mau patah" keluhnya sambil memijat bahunya

"memangnya kau bawa apa?" tanya kyungsoo penasaran

"ayoo buka buka" sahut luhan ikut penasaran, sedangkan kris hanya diap tetapi juga antusias dengan apa yang dibawa oleh chanyeol. Chanyeol tersenyum misterius dan membuka tasnya lalu mengeluarkan 3 buah buku yang tebal dari ranselnya. Pantas saja berat..

"apa itu?" tanya luhan tidak sabar, chanyeol membagikan buku itu kepada 3 temannya yang lain

"aku membuat album foto untuk kalian, isinya bisa kalian lihat sendiri kk~ ayo saling bertukar tanda tangan" ucap chanyeol lalu mengeluarkan album miliknya, dengan mata berbinar luhan menerima album tersebut dan melihat lihat isinya, lembar demi lembar foto menampakkan semua cerita tentang persahabatan mereka, dengan cerita singkat dibawah foto tersebut senang, sedih,takut,muram semua tertuang didalam album itu, tentunya didominasi oleh cerita dari sudut pandang chanyeol. Terkadang Kris dan Kyungsoo menertawakan tulisan Chanyeol yang sedikit tidak rapi atau mereka bertiga tertawa mengingat kekonyolan yang pernah mereka perbuat , disamping itu luhan tertawa yang dipaksakan. Luhan mati matian menahan tangisannya agar tidak keluar . Kris yang menyadarinya pertama kali langsung memeluk luhan dan berbisik

"menangis saja hannie.. tak apa tapi janji setelah ini jangan menangis lagi hm?"

Tangis luhan pecah dalam pelukan kris. Kyungsoo dan chanyeol ikut memeluk luhan dan menggumamkan kata kata penyemangat, bahkan kyungsoo ikut terisak dibuatnya. Papa, mama dan xiumin-jie yang melihat mereka hanya bisa menatap sedih dari balik tembok

"ingat ya lu.. jangan cemberut nanti tidak punya teman, kita masih bsa telpon, bertukar pesan, video call kan? Liburan juga kita bisa saling mengunjungi rite?" kata kyungsoo mengusap jejak air mata luhan, luhan hanya mengangguk pelan

"kemana rusa hyperaktif kami hm?" – Kris

"lu.. kapanpun kau merindukanku aku akan selalu ada untukmu" –Chanyeol

"yaa.. memangnya luhan akan rindu padamu? Dia malah bersyukur berpisah dengan dobi sepertimu" sewot kris

" ya! Naga tonggos, luhan pasti akan lebih merindukanku daripada kau" Chanyeol tak mau kalah

"yaaa kalian ini ! sudahlah" –Kyungsoo

"aku akan merindukan kalian semua! Akan sering sering ku telpon kalian hm?" luhan tersenyum kecil

"nah! Ini baru luhan kami" - kris

"ini baru luhan yang kami kenal" -chanyeol

"doa kami selalu menyertaimu hannie, sana kau sudah ditunggu oleh keluargamu, liburan esok kami akan main yaaa" – kyungsoo

Luhan mengangguk cepat dan memeluk mereka bertiga erat, setelah selesai mereka berpelukan luhan masuk ke mobil , luhan melambai sampai jarak mereka semakin jauh dan akhirnya tidak terlihat lagi.

"hei jangan cemberut begitu.. buka kau saja yang harus meninggalkan sahabatmu hm?" ujar xiumin menepuk kepala luhan

"iya jangan sedih, kita bisa mengunjungi mereka kalau liburan kan?" –mama

" papa yakin disana kau akan dapat banyak teman yang tak kalah asyik lu" –papa

"um.. baiklah" jawab luhan pelan sambil membenamkan mukanya di boneka rusa barunya, hadiah dari kris

"sampai jumpa lagi chanyeol.. kris.. kyungsoo, doakan aku bisa mendapat teman yang baik" batin luhan dalam hati.

TBC~

haaaiii~ gimana chapter ini? pasti aneh ya? iya? hikseuu maafkan sayaaa, mohon bantuannya yaaa kritik aja nggak apa apa .apa yang harus aku perbaiki jadi ceritanya bisa enak dibaca hiks.. maaf gabisa bales review satu satu tapi aku bacan semua kok.. aku pengen nangis wakti tau ternyata cerita aku ada yang mau review juga hiks... terimakasih semuanya sampai jumpa di chapter depan *bow*