Dipagi hari yang cerah ini terjadi kehebohan besar dilingkungan sekolah. Pasalnya semalam siswa-siswi Konoha Senior high School mendapat kiriman sebuah video dari nomor yang tak dikenal di Hand Phone mereka masing-masing.

Sebuah video yang menampilkan seorang Uchiha Sasuke tengah melakukan blowjob kepada seseorang yang merupakan pemuda paling nerd di KHS, yaitu Naruto. Sontak saja hal itu mengagetkan seluruh penghuni KHS karena tidak menyangka mereka berdua dapat berbuat sejauh itu, terutama Naruto.

Dalam video berdurasi 3 menit itu, menunjukan bagaimana liarnya Naruto saat mendapati klimaksnya dengan menjambak rambut Sasuke dan meyemburkan sarinya hingga memenuhi wajah Sasuke. Dan tak kalah mengejutkan lagi bahwa mereka baru mengetahui Naruto, si nerd yang sering mereka bully itu memiliki otot-otot tubuh yang kekar dibalik seragam kebesarannya.

Disisi lain Naruto tentu saja menyerit heran ketika ia menginjakan kaki di Sekolah pagi ini. Entah kenapa seluruh siswi bahkan tak sedikit siswa pun terus memandang tubuhnya dengan penasaran.

"Err—Sasuke, kenapa mereka memandangku seperti itu ?" Tanya Naruto kepada Sasuke yang daritadi berada disampingnya.

"Mereka bukan memandangmu Dobe, lebih tepatnya memandang otot-otot ditubuhmu itu."Balasnya dengan seringai menggoda kepada Naruto.

"A-Apa terlihat dengan jelas ? kurasa seragamku ini sudah cukup besar untuk menutupinya."

"Ck, aku justru penasaran dari mana kau mendapatkan otot-otot indah tersebut."

Mendengar penuturan Sasuke, Naruto pun terkekeh kecil dan tersenyum lebar. "Kurasa karena aku sering mengangkat barang-barang saat membereskan rumah dan juga karena setiap hari aku berjalan kaki ke sekolah." Jelas Naruto yang anehnya terlihat bangga mengingat ia sedang dimanfaatkan oleh keluarganya sendiri.

Namun ditengah percakapan asiknya bersama Sasuke tiba-tiba saja ada seseorang yang menyiram Naruto dengan air kotor dari belakang.

"Dasar kau nerd ! berani sekali kau melakukan hal menjijikan itu pada Sasuke." Teriak Sakura dengan suara yang cukup keras dilorong sekolah. Dan hal itu sukses membuat para penghuni KHS bergerumbul untuk melihat kejadian tersebut.

"Hal menjijikan Apa maksud mu, Sakura ?" Tanya Naruto penasaran.

"Kau jangan berpura-pura ! aku melihat videonya saat kau memaksa Sasuke melakukan seks denganmu di Toilet !"

Tiba-tiba saja wajah Naruto memucat. Bahkan kini kegugupan pun meyerang dirinya.

"B-Bagaimana kau bisa tahu ?"

"Tentu saja Video itu sudah tersebar luas di sekolah ini."

Mendengar perkataan Sakura, Naruto pun terkejut bukan main. Dirinya cukup yakin bahwa tidak ada yang masuk ketoilet tersebut. ' bagaimana bisa ada sebuah kamera di Toilet ?' pikir Naruto gusar.

Naruto sendiri sebenarnya tidak terlalu khawatir dengan reputasinya. Bahkan ia sama sekali tidak menyesal melakukan hal tersebut dengan Sasuke. karena Sasuke sendiri adalah miliknya. Hanya saja ia tidak mau sampai Sasuke ikut terlibat dalam masalah ini. Cukup hanya ia saja yang mendapatkan perlakuan keji disekolah ini.

Sedangkan Sasuke yang melihat raut wajah Naruto yang terlihat gusar pun malah meyeringai kecil. Hingga tak seorang pun yang dapat menyadarinya.

"Bukan kah kemarin sudah cukup jelas bahwa Naruto itu adalah kekasihku ? kurasa wajar saja jika kita berhubungan intim kapan pun itu." Ucap Sasuke kepada Sakura dengan wajah tidak sukanya. "Kau sama sekali tidak berhak mencampuri urusanku dan Naruto."

Mendengar perkataan Sasuke, lantas saja membuat nyali Sakura menciut ditambah dengan tatapan tajam Sasuke yang dilayangkan tepat kearahnya. Namun bukan Sakura jika dia meyerah begitu saja.

"T-Tapi Sasuke ... kenapa kau mau bersama dengannya ! lihatlah wajahnya yang jelek itu !"

Balasan menusuk dari Sakura membuat tubuh Naruto menegang sempurna. Entah kenapa walaupun dulu ia tidak pernah marah, Namun kali ini ia menjadi sangat tidak suka dengan perkataan Sakura, apalagi ada Sasuke disampingnya.

"Kau akan meyesal setelah melihat ini." Balas Sasuke dengan pandanganya yang meremehkan.

Lantas Sasuke pun dengan cepat melepas kaca mata yang dipakai Naruto dan mengacak-ngacak rambut klimis pirangnya sehingga kini tampilan Naruto menjadi sangat berbeda. Bola matanya yang berwarna biru langit, tatanan rambutnya yang berantakan serta lekukan ototnya yang tercetak dengan jelas karena seragam basahnya membuat seluruh siswi disekitar lorong menjerit kaget dengan apa yang mereka lihat.

Sungguh pemandangannya menggiurkan para kaum hawa.

"Naruto bahkan seribu kali lebih mempesona dari pada kau, Forehead." Ucap Sasuke tajam.

Sakura yang merasa dipermalukan pun hanya menggeram marah karena rencananya untuk mendapatkan Sasuke gagal total. Justru sekarang dirinyalah yang dipermalukan dihadapan siswa-siswi Konoha. Walapun ia cukup terkejut dengan penampilan Naruto sekarang, tapi obsesinya untuk mendapatkan Sasuke sama sekali tidak surut.

"Aku tidak akan meyerah Sasuke ! akan kubuktikan Naruto sama sekali tidak pantas denganmu."

Setelah mengatkan hal tersebut langsung saja Sakura berjalan kearah kelasnya berada dengan raut wajah yang penuh dendam kepada Naruto.

"Cih, dasar wanita keras kepala." Umpat Sasuke pelan setelah Sakura menghilang pandangannya.

Kini pandangan Sasuke pun beralih kepada Naruto yang hanya terdiam dengan kepala yang menunduk hingga Sasuke sama sekali tidak bisa melihat raut wajah Naruto.

"Naru—"

Belum sempat ia memanggil namanya, langsung saja Naruto menariknya keluar. Melewati siswa-siswi yang memandang Naruto dengan tatapan kagum dengan penampilannya sekarang.

Naruto terus saja menarik Sasuke hingga kini mereka sampai didalam sebuah gudang tempat penyimpanan alat olah raga. Mengunci pintu tersebut, dan mendorong Sasuke hingga terlentang diatas matras yang biasa digunakan untuk gymnastic.

"Kenapa kau mem—hmph."

Ucapan Sasuke terpotong karena Naruto menciumnya dengan brutal hingga terasa sudut bibirnya berdarah karena kasarnya guluman Naruto.

"Kau miliku Sasuke.." ucap Naruto disela-sela cumbuannya. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu dariku." Lanjutnya menatap Sasuke dalam dengan sorot mata yang tajam.

"Itulah yang kuharapkan." Balas Sasuke senang. Ia pun mengalungkan kedua lengannya pada leher Naruto dan menariknya mendekat untuk melanjutkan ciuman memabukan yang sempat terjadi. Disisi lain Naruto pun ikut meyeringai kecil mendengar perkataan Sasuke, tak peduli sebanyak apapun orang yang akan merebut Sasuke darinya, maka ia jamin orang tersebut akan menerima balasan yang lebih menyakitkan.

Pergulatan itu pun semakin memanas, tak hanya bibirnya yang dicumbu oleh Naruto, bahkan kini leher jenjang Sasuke pun ia gigit hingga memberikan kiss mark yang sangat kentara.

"Ngh~ ahhh!"

Lidah tak bertulang Naruto semakin liar dan tak terkendali ketika menjilati wajah serta leher Sasuke. Bahkan tangan kekar Naruto pun seperti tak sabaran membuka kancing kemeja yang dipakai Sasuke hingga dadanya terlihat dengan jelas. Kulit putihnya yang indah serta kedua puting merah itu sungguh membuat Naruto semakin hilang kendali.

Dengan tak sabaran Naruto melumat habis puting kiri Sasuke yang terdapat piercing berwarna silver terebut. Memutar-mutar ujung puting Sasuke dengan lidahnya dengan sesekali megigitnya pelan hingga membuat rintihan nikmat yang keluar dari bibir Sasuke semakin keras.

"Akh—Naru.."

"Hmmp.. puting kirimu sangat sensitive ternyata." Ucapa Naruto disela-sela hisapannya. Sungguh sensasi luar biasa ketika ia bisa mencicipi kedua benda mungil berwarna merah ini.

Tangan kanan Naruto pun tak tinggal diam. Dengan kekuatan yang tak sedikit Naruto menarik puting Sasuke hingga badan seksinya ikut membusung keatas.

"Hyaahh.. ki-kimochi !"

Teriak Sasuke serak karena kedua putingnya dijamah dengan kasar oleh Naruto. Sungguh ia tak menyangka sisi liar Naruto begitu membuat ia merasa sangat nikmat.

Setelah cukup puas ia memainkan kedua puting Sasuke, kini lidah tak bertulang Naruto terus saja menjilati sekujur tubuh sang siluman dari mulai dada, perut dan daerah sekitar pusarnya. Hingga sekujur tubuh Sasuke pun terasa lengket karena bermandikan liur Naruto.

"Sasuke..." Geraman Naruto pelan sambil menatapnya dalam.

Mengerti akan tatapan Naruto kepadanya, Sasuke pun langsung mengelus pipi Naruto lembut dan berbisik pelan.

"Lakukanlah..."

Dan tak perlu ragu lagi kini Naruto melepaskan celana yang dikenakan Sasuke hingga tak ada satu helai pun tertinggal, mencuim sekujur tubuh Sasuke dan melanjutkan kegiatan panas tersebut hingga yang terdengar hanyalah suara erangan penuh nikmat milik Sasuke.

Naruto tak akan melepakan Sasuke begitu saja hanya karena Sakura, tak ada seorangpun yang boleh memiliki Sasuke selain dirinya.

xOxO

.

.

BRAKK

"Sakura, kenapa kau mendobrak pintu seperti itu." Ucap Terumi Mei yang sedang bersantai didalam kamarnya.

"Ibu.. kapan si nerd itu akan ditendangan keluar !"

"Kenapa memangnya ?" tanya Terumi sedikit penasaran, ia cukup tahu bahwa Sakura sangat senang memperbudak Naruto. Lalu kenapa putrinya ini bertanya hal seperti itu ?

"Dia sudah mempermalukanku di Sekolah bu..." Jawab Sakura dengan raut kesal dan marah yang sangat kentara.

"Kau lucu sekali bisa kalah dengan Naruto, biasanya saja kau akan membalasnya lebih kejam lagi.."

"Mau bagaimana lagi.. kali ini ia bersama dengan Sasuke, orang yang kusukai. Dan aku tidak mau dipermalukan dihadapan dia." jelas Sakura dengan kesal.

"Itu salahmu sendiri karena terlalu gegabah Sakura."

Tiba-tiba dari arah pintu kamar terdengar seseorang yang memotong pembicaraan Terumi dan Sakura.

"Kau tidak usah ikut campur Karin ! kau sendiri tidak menolongku saat disekolah."

"Ayolah aku juga tidak mau dipermalukan didepan Sasuke."

"Jangan bilang kau menyukai Sasuke juga ?" Tanya Sakura curiga.

"Itu sudah pasti. Yahh walaupun aku baru tau Naruto juga mempunyai tampang yang bagus, tapi Sasukelah yang nomor satu." Ujar Karin acuh. Tidak mempedulikan tampang Sakura yang tengah menahan kesal.

"Apa maksudmu dengan Naruto mempunyai tampang yang bagus Karin?" Tanya Terumi tiba-tiba. Memotong percakapan antara kedua putrinya.

"Hmm..ternyata dibalik kaca mata tebal dan rambut klimisnya, dia lumayan tampan ibu, dan selama ini dia meyembunyikannya dari kita." Jelas Karin panjang lebar.

"Apa sifat Naruto juga berubah akhir-akhir ini ?" Tanyanya lagi dengan wajah yang serius.

"Hmm.. kurasa sekarang dia lebih berani, karena aku tidak melihat wajah ketakutannya lagi saat Sakura sedang mengancamnya."

Mendengar penjelasan dari Karin, Terumi pun hanya diam tanpa kata, namun terlihat dari ekspresinya Sakura dan Karin tahu bahwa ibunya tengah memikirkan Sesuatu.

'Sepertinya aku harus bergerak lebih cepat agar saham-saham milik Minato sepenuhnya menjadi miliku.' Pikir Terumi mulai cemas.

xOxOx

.

.

.

Setelah kejadian dimana seluruh penghuni KHS mengetahui wajah Naruto, kini kehidupannya sedikit berubah lantaran ada beberapa siswi yang sudah tidak mengganggunya lagi. Bahkan tak sedikit yang mulai mendekati dirinya.

Penampilannya pun telah berubah semenjak Sasuke memaksanya untuk melepas kaca mata dan merubah gaya rambutnya menjadi lebih menarik. Berkat Sasuke, setidaknya ia akan menjalani kehidupan sebagai siswa yang normal.

Namun walaupun ia sudah tidak di bully dengan parah seperti dulu, tapi Sakura serta teman-temannya tidak pernah berhenti untuk mengganggunya. Bahkan kini perlakuan Karin, Sakura dan ibunya saat dirumah pun ikut menjadi lebih parah daripada sebelum-sebelumnya. Seperti saat ini ketika ia disuruh ibunya untuk mencabuti rumput liar dihalaman yang luasnya berhektar-hektar dengan hanya menggunakan kedua tanganya tanpa alat apapun. Belum lagi saat pagi tadi hanya dirinya yang tidak diijinkan untuk sarapan sebelum tugasnya selesai.

"Sampai kapan kau akan jadi pecundang seperti itu ?" Tanya sosok siluman yang tiba-tiba muncul dalam wujud manusianya.

"Aku tidak mungkin bisa melawan ibuku Sasuke." jawab Naruto sambil terus mencabuti rumput-rumput liar itu.

"Ck, pemuda pirang dan otak bodohnya." Ucap Sasuke sarkatis. Bahkan setelah sisi liar Naruto keluar saat bercinta dengannya pun, Naruto tetap saja si pemuda bodoh yang terlalu tabah.

"Aku hanya tidak ingin diusir oleh ibu tiriku. karena bagaimanapun rumah ini banyak meyimpan kenangan berharga bersama dengan mendiang ayahku." Balasnya lirih.

Melihat raut wajah Naruto yang meyendu, Sasuke pun hanya mendengus pelan.

"Akan kuberitahu satu rahasia besar yang mungkin akan merubah sifatmu ini, Naruto..."

Kini pandangan Sasuke pun menjadi sangat serius. Bahkan bola mata hitamnya tak lepas menatap Naruto intents.

"Apa ?" tanyanya yang kini sudah menghentikan pekerjaannya dan balas menatap Sasuke dengan raut penasaran.

"Meninggalnya Minato-sama bukan murni karena kecelakaan, melainkan ada seseorang yang telah menyabotase mobil yang dipakai Ayahmu."

Mendengar apa yang dikatakan Sasuke, tubuh lelahnya pun mengang seketika. Merasa sesaat tadi pendengarannya seperti tuli.

"Ti-Tidak mungkin..."

"Ibu tiri serta pengacara ayahmu telah bekerja sama untuk membunuh dan mengambil harta Minato-sama." Lanjut Sasuke tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya pada Naruto yang terlihat sangat shock. "Aku tidak memaksamu untuk percaya padaku, namun satu hal yang pasti.. aku akan terus bersama denganmu, Naruto." Lanjutnya dengan sorot mata yang lembut.

Disisi lain Naruto hanya mampu terdiam dengan pandangan yang terluka saat mengetahui kenyataan ini. Ia sungguh tak menyangka ibu tirinya bisa berbuat sekeji itu hanya demi untuk mendapatkan harta ayahnya.

Kilasan memori Naruto dengan ayahnya kini seakan naik kepermukaan, bergerak sangat cepat bagaikan kaset rusak yang sedang diputar. Entah apa yang terjadi, namun Sasuke melihat raut wajah terguncang Naruto kini mulai berubah menjadi tatapan yang sangat dingin. Begitu dinginnya, Seakan-akan orang lain akan merasa mati hanya dengan melihatnya.

'Kuharap aku tidak melakukan kesalahan dengan memberitahu Naruto.' Ucap Sasuke dalam hati sambil melihat Naruto dengan pandangan khawatir.

TBC

Review minna...

Biar author nya tambah semangat.