HER REAL MASK

Warning: OOC, TYPOS, CRACKED- PAIR, etc

Rate: M

Disclaimer: Naruto Belonging Masashi Kishimoto

DON'T LIKE DON'T FLAME

DON'T LIKE DON'T FLAME

DON'T LIKE DON'T FLAME

Coba baca lagi deh siapa tau jadi suka . *author maksa*

"U-uchi-ha-san a-apa ya-ng k-kau l-lakukan ???" Tanya Hinata masih dalam gendongan Sasuke.

"Hn." Sebuah jawaban ambigu dari Sasuke.

Brak !!!

Suara pintu UKS yang dibuka paksa oleh seseorang, Shizune yang sedang mengobati siswi pun langsung menoleh pada pelaku. Niatnya untuk memarahi orang yang membuka pintu UKS pun di urungkan.

"Bisa kau keluar sebentar sensei ??? aku ingin mengobati dia disini." Ujar Sasuke dengan angkuh.

"Apa yang terjadi ??? tidurkan dia di ranjang ujung sana. Dan akan aku obati setelah gadis ini selesai." Jawab Shizune mengabaikan permintaan Sasuke.

"Baiklah, setelah kau mengobati gadis ini kau bisa keluar dari ruangan ini dan biarkan aku yang mengobati Hinata." Ujar Sasuke seraya mendengus pelan.

"Kau ingin menggantikan pekerjaan ku Sasuke ??" tanya Shizune dengan nada menyindir

"Urusai, kau di panggil nyonya Tsunade dan cepat lah pergi sebelum dia menghancurkan ruangan ini." Sasuke kembali berdebat dengan Shizune.

"Baiklah, aku pergi dari sini dan aku menitip gadis di ranjang nomor 1 itu." Shizune pun meninggalkan ruangan UKS.

"Kau !! kau sudah sembuh jadi cepat kembali ke kelas jangan mengganggu ku." Sasuke menatap tajam pada gadis di ranjang nomor 1 itu, gadis itu pun langsung meninggalkan ruangan karena takut dengan aura yang menguar dari tubuh Sasuke.

Sasuke mendudkan Hinata pada ranjang yang ada disana, Sasuke sengaja membuat kaki Hinata menjulur ke bawah. Dan Sasuke duduk dikursi berhadapan dengan Hinata. Sasuke mengeluarkan seringaian sexy nya yang membuat Hinata menatap horror padanya.

"Kau bukan Otsutsuki kan ?? kau Hyuuga." Sasuke langsung to the point.

"A- apa ma-aksud mu ???" Hinata kembali gugup menghadapi Sasuke.

"Kau masih ingin mengelak honey ?? kau Hyuuga Hinata, putri dari Hyuuga Hiashi yang merajai bisnis di bidang pendidikan dan sedang mengembangkan bisnis dibidang mesin." tidak biasanya Sasuke berkata panjang lebar seperti ini dan itu membuat Hinata sedikit gugup.

"Apa itu masih kurang ??? Kau memiliki seorang kakak laki-laki bernama Hyuuga Neji yang sedang mengurus perusahaan di Suna dan adik mu Hyuuga Hanabi sedang berada di Suna, bersekolah di sekolah elit khusus putri. Apakah perkataanku benar honey ??" Sasuke kembali menyeringai menggoda pada Hinata. Ah Sasuke benar-benar senang menggoda Hinata.

"K-ka-u tahu dari mana ??" Hinata tidak gugup tapi keringat dingin terus turun dari pelipisnya.

"Keh benar ternyata, kau wanita angkuh yang bertemu dengan ku di Nara Industries beberapa bulan lalu." Sasuke menunjukan seringaian kemenanganya.

"Aku tidak ingat, Uchiha-san." Hinata menundukan kepalanya.

"Hn, lain kali akan ku ingatkan. Kau sangat berbeda dari yang kulihat saat rapat itu. Saat itu kau terlihat menggairahkan, tapi saat ini kau terlihat manis dan mudah ditaklukan." Sasuke bangkit dan mengecup telinga kiri Hinata. Kontan saja wajah Hinata merona oleh tingkah Sasuke tersebut.

"Ah Uchiha-san m-me-nja-uh se-sedikit." Hinata merasa risih dengan posisinya saat ini.

"Memohon lah honey, ah tidak Aku tidak akan membiarkan mu memohon pada siapa pun. Kau terlalu berharga untuk memohon, Aku akan menjaga penyamaranmu asalkan kau menjadi kekasihku. Bagaimana honey ???" Sasuke menyeringai menggoda pada Hinata.

"A-no i-tu." Hinata benar-benar gugup.

"Apa jawabanmu sayang ???" Tanya Sasuke

"A-Aku...Ki-kita belum saling mengenal." Jawab Hinata terbata-bata.

"Kau sudah tau namaku." Jawab Sasuke dingin.

"Ta-tapi..." Hinata berpikir keras mencari alasan.

"Tapi apalagi ??" Sasuke mulai geram dengan tingkah Hinata.

"A- Aku ti-tidak bisa." Hinata mulai mencari alasan yang cukup logis untuk menolak Sasuke.

"Jadi kau menolak ku ??? baiklah akan kusebarkan bahwa kau adalah seorang Hyuuga." Sasuke memasang wajah ketusnya.

"Jangan Uchiha-san kumohon." Hinata mulai berkaca-kaca.

"Jadi kau mau menjadi kekasihku ???" Sasuke mulai mengembangkan senyum –seringaianya.

Hinata kembali berpikir.

1 menit

2 menit

"Jadi kekasih ku atau..." Sasuke kembali mengancam Hinata

"A-a-h ba-baiklah, Uchiha-san." Hinata terbata-bata dia ragu dengan keputusanya.

"Baiklah apa ???" tanya Sasuke ketus.

"A-aku mau menjadi kekasih Uchiha-san, t-tapi ha-hanya diluar sekolah." Hinata kemudian menutup mulutnya dengan kedua tangan.

"Mulai dari sekarang kau Hyuuga Hinata adalah kekasih Uchiha Sasuke."

Hinata hanya menghela napas mendengar pernyataan dari Sasuke.

"Jangan lupa panggil Aku Sasuke-kun. Bertingkahlah seperti kekasihku Hime dan Aku akan menjaga rahasiamu." Sasuke mengelus pelan puncak kepala Hinata.

Hinata merona karena perbuatan Sasuke.

"A-ano Sasuke-kun bisa kembali ke kelas kaki ku baik-baik saja." Hinata menundukan kepalanya.

"Aku tahu, aku hanya ingin membicarakan hal barusan. Aku akan membawa si pirang dan si cepol untuk menemanimu ke kelas." Sasuke pun mengecup pipi kiri Hinata lalu pergi meninggalkan Hinata sendirian di ruang UKS.

"Haaaaah aku harap dia tidak berbuat maca-macam." Hinata menolehkan kepalanya ke luar jendela.

Setelah keluar dari ruang UKS Sasuke tidak langsung pergi, dia berdiri dan menyandarkan punggungnya pada pintu ruang UKS. Sasuke menyunggingkan senyumnya sambil menengadah keatas langit-langit. "I got you hime, tidak akanku lepaskan" ucap Sasuke. Sasuke pun menghilankan senyum diwajahnya dan kembali memasang wajah datar.

HER REAL MASK

Bel pulang berbunyi

Semua siswa meninggalkan kelas masing-masing, ada beberapa yang pergi ke gedung club ada juga yang langsung pulang. Hinata dan Sasuke masih berdiam didalam kelas, Hinata sibuk mencatat tulisan dipapan tulis karena sepanjang pelajaran dia kehilangan bukunya dan baru ditemukan saat bel pulang. Sasuke masih asik memainkan smartphone hitamnya. Sasuke pun bangkit dan menghampiri meja Hinata yang berada di sebelah kiri dan terhalang dua meja.

"Ayo pulang hime." Ajak Sasuke dengan nada yang dibuat selembut mungkin

"Ano Aku bisa pulang sendiri Uchiha-san dan Aku harus menyalin catatan dari Ino." Jawab Hinata menundukan kepala.

"Hhhhh apa harus Aku ingatkan lagi ??? panggil Aku Sasuke-kun honey kau memang keras kepala. Kau bisa mengerjakan nya dirumahku sekarang kita pulang." Sasuke memasukan buku Hinata kedalam tas.

"Aku bisa sendiri Sasuke-kun." Hinata merona dengan tingkah Sasuke.

"Baiklah cepat hime." Sasuke pun hanya memperhatikan Hinata yang begitu anggun membereskan barang-barangnya.

'benar-benar berbeda dengan gadis angkuh yang menantangku saat rapat dulu.' pikir Sasuke.

"Ano Aku sudah selesai." Hinata membangunkan Sasuke dari pemikiran sekilasnya.

"Baiklah honey kita pulang." Sasuke menggenggam tangan Hinata hingga menuju parkiran.

Karena tadi pagi Sasuke berangkat bersama Naruto, Sasuke jadi agak kesulitan untuk mengajak Hinata pulang bersama. Sasuke pun menelpon orang rumahnya untuk mengantarkan motor kesayanganya. Sasuke sudah membayangkan apa yang akan terjadi jika ia dan Hinata pulang dengan motor besarnya yang garang.

"Pakai helm ini honey." Sasuke membantu Hinata memasangkan helm nya.

"A-Aku bisa sendiri Sasuke-kun." Hinata merona karena tingkah Sasuke.

"Hn. Cepatlah naik." Perintah Sasuke.

"Ini terlalu tinggi Sasuke-kun." Hinata ragu untuk menaiki motor Sasuke. Sasuke pun berinisiatif untuk membantu Hinata naik ke atas motornya. Sasuke pun memengang pinggang ramping Hinata disertai seringaian menggoda yang membuat siswa yang melintas terkagum-kagum.

"Tidak susahkan hime ?? sekarang kau peluk Aku agar tidak jatuh." Sasuk kembali memberi perintah mutlak.

"T- tapi..." Sasuke langsung menarik tangan Hinata untuk memeluk pinggangnya.

"Aku tidak menerima penolakan honey, baiklah kita pulang." Sasuke pun menjalankan motornya disertai seringaian kemenangan. Terutama karena dada Hinata yang menempel pada punggungnya.

"A-no Sasuke-kun ini bukan jalan ke rumahku." Hinata bertanya dengan ragu.

"Tapi ini jalan ke rumahku." Jawab Sasuke datar.

"Etto kenapa ke rumah mu Sasuke-kun ??" tanya Hinata.

"Akan ku kenalkan kau pada kaa-san." Jawab Sasuke datar.

"Ta-tapi untuk apa ???" Tanya Hinata gugup

"Untuk meresmikan hubungan kita sayang. Sudah jangan banyak bertanya sebentar lagi kita sampai." Jawab Sasuke.

Beberapa orang pelayan menyambut kedatangan Hinata dan Sasuke namun Sasuke masih saja mengacuhkan mereka. Hinata dan Sasuke pun memasuki rumah dan mulai terdengar bunyi dorama yang sedang ditayangkan ditelevisi.

"Okaerinasai Sasuke-chan." Terdengar suara seorang wanita dari dalam ruangan.

"Sasuke-chan itu benar-benar kau kan ???" Suara itu kembali terdengar diiringi langkah kaki yang mendekati mereka.

"Ya ini aku." Jawab Sasuke singkat. Dan seorang wanita dengan rambut hitam panjang mengenakan daster rumahan muncul didepan Sasuke dan Hinata.

"Hi-hikari ???" ucap wanita itu saat melihat Hinata tengah berdiri disamping Sasuke.

"A-ano a-aku bu-bukan..." belum sempat Hinata menjawab wanita tersebut langsung menghambur memeluk Hinata dengan erat.

"Hikari apa kabar ?? lama sekali kita tidak bertemu. Bagaimana Paris sekarang ?? aku rindu sekali berjalan-jalan disana." Ucap wanita itu.

Sasuke dibuat syok oleh tingkah kaa-sanya, dan dia dibuat bingung kembali oleh Hinata. Sebenarnya Hinata itu siapa ??? Otsutsuki, Hyuuga atau Hikari. Sebelum kebingungan Sasuke bertambah Sasuke pun berdehem agak keras untuk menguraikan pelukan kaa-sanya pada Hinata.

"Ehem, kaa-san dia Hinata kekasihku bukan Hikari." Sasuke menjelaskan dengan nada yang cukup dingin.

Wanita itu pun melepaskan pelukanya pada Hinata lalu mulai memperhatikan wajah Hinata. Lalu melangkah mundur untuk melihat penampilan Hinata.

"Ah benar kau bukan Hikari. Sasuke-chan !!! kenapa kau tidak memberitahu kaa-san." Wanita itu memandang nyalang pada Sasuke. Sasuke hanya menatapnya datar.

"A-ano baa-san aku Hinata bukan Hikari." Hinata berusaha mengintrupsi aksi tatap menatap antar ibu dan anak itu.

"Dia Hinata kaa-san, dia kekasih ku." Jawab Sasuke.

"Salam kenal Hinata-chan aku Mikoto kaa-san Sasuke dan Itachi. Ngomong-ngomong kau mirip sekali dengan Hikari, teman baa-san." Mikoto kembali memperhatikan penampilan Hinata yang benar-benar mirip Hikari –teman Mikoto, hanya poni saja yang membuat mereka sedikit berbeda.

"Maksud baa-san Otsutsuki Hikari ??" tanya Hinata

"Bukan dia Hyuuga Hikari." Jawab Mikoto tegas.

"Ano maksudku Hyuuga Hikari dia adalah ibuku, tapi sebelum kaa-san menikah dengan tou-san, kaa-san adalah Otsutsuki." Jelas Hinata.

"Ha'i pantas saja kau mirip denganya hanya saja poni rambut kalian berbeda dan kacamatanya." Jawab Mikoto sambil mengingat wajah sahabatnya.

"I-itu benar baa-san." Hinata pun mengangguk.

"Ah lebih baik kita duduk dulu Hinata-chan, baa-san ingin mengobrol banyak hal denganmu." Mikoto pun merangkul pundak Hinata dan mengajaknya duduk diruang keluarga sambil menonton dorama.

"Sasu-chan tolong buatkan teh untuk kaa-san dan Hinata-chan yaaa." Perintah Mikoto disertai kedipan mata.

Sasuke menjadi gusar dengan tingkah kaa-sanya yang berubah-ubah saat Hinata datang. Dan apa itu dia disuruh membuatkan teh ?? hell sejak kapan Sasuke menjadi pembantu dirumahnya sendiri ?? Sasuke pun pergi menuju ke kamarnya untuk menyimpan tas dan menyuruh maid untuk membuatkan teh dan mengantarkanya ke ruang keluarga.

HER REAL MASK

Sasuke duduk dengan gusar sambil memindahkan channel televisi, bagaimana tidak gusar niatnya membawa Hinata ke mansion Uchiha adalah untuk balas dendam atas tampar yang Hinata lakukan pada Sasuke beberapa bulan lalu.

Balas dendam dalam pikiran Sasuke bukan lah menampar Hinata tapi mencari kenikmatan dengan Hinata. Tapi yang terjadi malah hampir satu jam lebih Mikoto asik mengobrol dengan Hinata dan itu membuat Sasuke jengah.

Beberapa kali Sasuke mengintrupsi obrolan mereka seperti yang sekarang dia lakukan.

"Kaa-san aku dan Hinata akan belajar bersama, kaa-san bisa mengobrol lain kali." Sasuke berkata dengan tegas.

"Sejak kapan kau belajar Sasu-chan ??" tanya Mikoto dengan nada menggoda.

"Kaa-san Hinata baru pindah kemari jadi-..."

"Yare yare yare kaa-san mengerti, kaa-san tidak menyangka Sasuke-chan memiliki kekasih. Bahkan kaa-san yakin Sasu-chan tidak pernah pacaran." Ujar Mikoto dengan kerlingan menggoda.

'Tapi setidaknya aku pernah –sering bermain diranjang.' Inner Sasuke. Sasuke pun mengeluarkan seringaianya tanpa sadar dan membuat Mikoto heran.

"ne Sasu-chan kau kenapa ??" tanya Mikoto penasaran

"Hn. Sudahlah kaa-san aku membawa Hinata ke kamarku." Sasuke pun bangkit dan memegang pergelangan tangan Hinata.

"Baiklah jaga Hinata Sasu-chan." Mikoto tersenyum lembut kepada keduanya.

HER REAL MASK

Sasuke terus menggenggam tangan Hinata hingga sampai dikamarnya yang berada dilantai dua. Sasuke beberapa kali melewati dua anak tangga sekaligus dan itu membuat Hinata sedikit kerepotan.

Brak !!!

Pintu berwarna coklat tua tersebut dibuka paksa mungkin lebih tepat ditendang oleh Sasuke. Setelah Hinata berada didalam kamar Sasuke langsung menutup pintu dan menguncinya. Hinata hanya mematung dengan wajah bingung melihat tingkah Sasuke yang aneh.

"Baiklah sayang kau mau berjalan ke ranjangku sendiri atau aku harus menggendongmu seperti tadi ???" tanya Sasuke menatap pada ranjangnya tanpa melihat kearah Hinata sedikitpun.

"A-ano Uchiha-san mau apa ??" tanya Hinata gugup.

"Ck kau berulah lagi akan ku beri hukuman." Tanpa aba-aba Sasuke meraih dagu Hinata dan menciumnya. Hinata yang kaget hanya bisa membolakan matanya.

"Sasuke-kun hime, jangan memanggilku dengan nama margaku. Kau terlalu lama hime lebih baik kita segera ke ranjangku saja." Sasuke langsung mengangkat tubuh Hinata ke atas kasur.

"Kyaaaa Sasuke-kun lephhmmmmmh..." Sasuke kembali membungkam mulut Hinata.

"Kau berisik sekali hime, sebaiknya kacamata ini dilepas saja. Ok !!" Sasuke langsung melepaskan kacamata Hinata.

"Aku lebih suka rambut mu di ikat seperti waktu itu, tapi aku ingin melihat rambut mu tergerai." Sasuke pun melepaskan ikat rambut Hinata.

Voila Hinata terlihat benar-benar menggoda dimata Sasuke.

"Kau lebih menggoda jika seperti ini hime." Sasuke pun meyusupkan kepalanya pada perpotongan leher Hinata. Membuat Hinata terlentang diatas kasur Sasuke.

"Sasuke-kun berat." Hinata berusaha menjauhkan kepala Sasuke dari lehernya.

"Biarkan saja, Baiklah kita mulai belajar sekarang." Sasuke menyeringai dileher Hinata.

"Be-belajar a-apa ??" Tanya Hinata bingung.

Sasuke tidak memindahkan posisinya membuat Hinata semakin bingung.

"A-ano Sasuke-kun menjauh sedikit, bukanya kita akan belajar ???" tanya Hinata polos.

Sasuke tersenyum separo mendengar pertanyaan Hinata, lalu bangkit dan menatap tajam pada Hinata.

"Kau polos sekali hime." Sasuke menyentil dahi Hinata.

"Baiklah kita akan mulai belajar tentang..." Sasuke menggantungkan ucapanya.

"Te-tentang a-apa ???" Tanya Hinata penasaran.

"Tentang hubungan kita." jawab Sasuke dengan nada sedikit errr bahagia (?)

"H-hubungan ???" Tanya Hinata gugup.

"Ya, tapi apa kau benar-benar tidak ingat dengan ku ???" Tanya Sasuke.

"I-itu..."

TBC