Chapter 2: Fight for Our Homeland!

A/n: Chapter 2, guys! CHAPTER 2! Bagian ini dirancang untuk menceritakan pengalaman OC-ku yang hidupnya sengsara! *dihajar*. Terus latar ceritanya beda lagi. Tapi tetep aja Selphia kebagian jadi latar belakangnya lagi. Ok.. Langsung aja.. Biar gak lama...

Winter 1, tanggal dimana salju sudah mulai bertebaran disekeliling pulau. Aku sedang berkunjung ke temanku yang sudah mengajarkanku cara menggunakan Dual Sword, Aden! Jadi aku berada di Fenith Island. Kalau menurut kalian ini membingungkan untuk seorang putri bisa perang. Tapi itulah Norad, semua penduduk termasuk pemimpinnya harus bisa perang!

"Hey Emery!" Panggil temanku Odette.

"Eh?! Odette! Udah lama gak ketemu." Kataku. Biasanya aku sangat formal kalau berbicara. Tapi dihadapan Odette, Sonja & Aden aku berusaha untuk berbicara dengan cara bagaimana mereka berbicara.

"Oh iya! Ada berita terbaru!" Kata Odette penuh semangat.

"Berita apa?" Tanyaku.

"James... Perhatian banget sama Karien!" Jawabku yang juga penuh semangat mengucapkannya. (Karien, OC adiknya author. Dia pernah tinggal di Trampoli. Tapi sekarang, dia pindah ke Fenith Island).

"Ohh... Hanya itu?" Tanyaku lagi dengan muka bingung.

"Bukan hanya itu... Dengar-dengar... Kamu... Suka sama Lest? Menurutku itu benar!" Kata Odette. Aku kehabisan kata-kata kalau ada seseorang bertanya seperti itu.

"Udah lah... Kasihan kamunya. Tapi kan cocok, kan? Seorang Prince sama seorang Princess..." Kata Odette lagi.

"Terus kan, kalian berdua bisa perang. Bahkan warna rambut kalian hampir sama." Tambah Odette. Sepertinya dia sengaja melakukannya...

"Ditambah lagi, kalian itu baik! Kalian bisa berbicara dengan formal dan tidak formal, pokoknya banyak!" Odette tidak berhenti membicarakannya terus menerus. Uhh... Odette... Kamu pasti sengaja bilang itu...

"Lain kali! Bawa Lest ke sini!" Rusuhnya. Sebenarnya apa yang dia inginkan?

"Jangan lupa bawa Aden nanti!" Jawabku sambil tersenyum. Sebenarnya aku berusaha melawan Odette dengan cara.. Hmm.. Mengejeknya balik? Pokoknya seperti itu...

"Memang siapa Aden itu?! Dia cuma orang yang kadang gak jelas, suka sibuk sendiri, seneng marah-marah..." Jawabnya. Tapi dia terlihat seperti sadar terhadap sesuatu saat dia bilang "senang marah-marah" itu. Aku punya perasaan dia seperti itu karena dia sadar kalau dirinya pun suka marah-marah kadang.

"Semua orang bilang Aden itu begitu, Odette..." Kataku. Lalu, Aden pun datang karena dia mendengar apa yang dikatakan kamu berdua...

"Kalian berdua ngomongin aku?!" Tanyanya dengan mata tajam.

"Ehh... Nggak kok, Aden... Nggak.. Aku pulang dulu ya, Sayounara!" Kata Odette. Diapun cepat-cepat pulang ke rumahnya. Sebenarnya kenapa dia?

"Hmm... Kenapa dia?" Tanya Aden.

"Nggak tau..."

"Oh iya! Kamu liat Elena?"

"Tidak... Memang kenapa?"

"Kalau kamu lihat dia, bilangin Aden lagi pergi ke pulau lain! Yang super jauh! JAUH BANGET!"

"Ok... Tapi kenapa?"

"Dia mau bunuh aku pake Golemnya!"

"Eh?"

"Bukan.. Sebenernya dia mau ngetest Golemnya... Ok! Sekarang aku pergi dulu! Jangan lupa apa yang aku bilang tadi!"

Aden pun pergi tidak tau kemana. Setauku dia tidak seperti itu. Saat itupun, Elena datang dengan... Whoa! Golem raksasa!

"Yo! Emery! Kamu liat Aden?" Tanyanya dengan penuh amarah atau semangat. Expresi mukanya kadang membingungkan...

"Di-dia.. Dia pergi ke pulau yang jauh sekali dari sini! Super jauh!" Jawabku. Karena aku diminta Aden untuk menjawabnya seperti itu.

"Ohhh... Dia berusaha kabur ternyata... Kalau begitu, Mr. Giant! Cari dia!" Kata Elena. Dengan golem sebesar itu, tentunya akan mudah mencari Aden. Pantas saja Aden tidak mau tanding ulang dengannya...

"Elena!" Panggilku saat Elena berlari untuk mencari Aden.

"Hm?"

"Sebenarnya... Kenapa kau mau mencoba Golem-mu ke Aden?"

"Karena dia sudah mengalahkan Masked Man yang kuatnya bukan main!"

"Tapi, kau tidak khawatir kalau dia kenapa-napa?"

"Tidak... Aku hanya menyuruhnya menembakan mantranya menggunakan pedangnya atau semacamnya gitu... Udah ya! Aku ada tugas! Sayounara!"

Apa jadi Aden nanti... Memang dia pasti tidak apa-apa. Tapi bayangkan betapa terkejutnya nanti dia saat Elena menemukannya. Aku harap Aden tidak sampai gila... =D

Tidak lama, seseorang pun datang...

"Emery..." Panggilnya. Ternyata itu adalah Sheffy.

"Hah?! Sheffy?! Kenapa kamu ada disini?!" Tanyaku dengan bahasa yang tidak formal. Seharusnya aku tentukan gaya bicaraku...

"Ehehehe... Aku mengikuti jejakmu sampai sini!" Jawabnya dengan senyuman yang manis. Sheffy sudah menjadi teman paling dekatku sejak dia bisa kembali ke wujud manusianya dan mulai tinggal di Selphia. Tapi, dia juga orang yang berarti untuk Garnet. Karena Sheffy sudah menyelamatkan dia berkali-kali. Tapi... Setiap aku melihat Sheffy... Terasa seperti ingatanku terhapus sedikit demi sedikit. Sampai-sampai aku bisa lupa apa nama kerajaan tempat tinggalku. Tapi, Sheffy seperti tau segala hal yang aku lupakan. Jadi, dia sering memberi tahuku tentang apa yang aku lupakan itu.

"Ahahaha... Bisa-bisanya kamu seperti itu, Sheffy..." Kataku. Diapun hanya tertawa kecil. Akupun tiba-tiba teringat tentang apa yang pernah Sheffy katakan. Katanya dia mulai kehilangan kekuatan naganya. Hal ini membuatku seperti banyak pikiran... :(

"Oh iya! Ada sesuatu yang aku ingin tunjukan! Ayo!" Kata Sheffy. Aku pun mengikutinya. Ternyata dia membawa kita ke pantai...

"Ada apa, Sheffy?" Tanyaku. Diapun berlari menuju lautan.

"Ayo! Pegang tanganku!" Mintanya. Akupun melakukan apa yang dikatakannya. Tiba-tiba kita memasuki sebuah tempat yang sangat dingin dan terlihat seperti hutan...

"Sebenarnya ada apa, Sheffy?" Tanyaku lagi.

"Sebenarnya aku ingin menunjukan ini..." Jawabnya sambil berjalan dan mengambil sebuah bunga Emery yang bersinar seperti emas.

"Whoa!" Akupun kagum melihatnya. Karena aku tidak pernah melihat sebuah bunga Emery bersinar seperti emas dimusim dingin seperti ini. Ingatanku semakin menghilang karena aku berada didekat Sheffy. Tapi... Aku langsung teringat oleh seseorang pernah bilang sesuatu kepadaku. Aku lupa siapa orangnya tapi dia bilang, semakin banyak aku menggunakan kekuatan suaraku semakin cepat aku akan menghilang dari dunia ini dan semakin lama aku tidak menemukan... Hmm... Aku lupa bagian yang ini. (Gak nyadar kehidupan Emery sengsara /plak)

Tiba-tiba, Hime, seorang Dragon Guardian yang menjaga semua naga di Norad dan juga yang suka memberitahukan aku kalau ada malah dikerajaanku datang...

"Emery... Kerajaanmu diserang oleh Ethelbert! Tapi kau tidak bisa masuk ke dalam kerajaanmu sendiri! Karena Ethelbert memaksang suatu mantra agar penduduk dari luar atau dalam kerajaan itu tidak dapat masuk atau keluar.

"Hah?! Apakah ada cara untuk masuk ke sana?!" Tanyaku yang juga terkejut saat mendengarkannya. Akupun mulai khawatir...

"Kamu harus mencari Rune Magic terkuat di dunia..." Jawabnya.

"Ta-tapi bagaimana?!" Tanyaku lagi.

"Kamu harus melawan Octopirate, Terrable, Fiersome, Aquatiqus, Crimsone, Death Wall dan Raccoon sekali lagi.." Jawabnya.

"Kamu dapat melawannya sekaligus... Tapi itu dapat mempengaruhi hidupmu." Tambahnya.

"Tapi ini! Demi kerajaanku!" Ucapku.

"Kalau kau memang ingin seperti itu, akan ku bawa kau ke sana... Kau juga Sheffy..." Kata Hime. Diapun teleporting kita ke tempat yang tidak dikenal. Didepan kita sudah ada Raccon, Crimsone dan Death Wall. Sheffy mulai menjadi naga dan menyerang monster-monster itu. Tapi aku mendengar sebuah suara...

"Emery, 1 kali lagi kau memakai suaramu lagi, kau akan lenyap dari dunia ini untuk selamanya..."

Akupun langsung terkejut mendengarnya. Sesaat kemudian... Kami berdua berhasil menyelesaikan semua monster itu... Tapi.. Datang lagi yang baru, Aquatiqus, Fiersome, Octopirate dan Terrable. Kali ini, saat kami menyerangnya, mereka tidak terpengaruh sama sekali. Saat itupun aku perpikir tentang apa yang dikatakan Hime, "Tapi itu dapat mempengaruhi hidupmu..". Akupun langsung beranggapan kalau maksud dari itu adalah, aku harus kehilangan nyawaku atau aku tidak bisa menyelamatkan penduduk kerajaanku. Jadi aku tahu kenapa Sheffy sengaja diperintahkan untuk ikut denganku. Karena nanti dia bisa menyelamatkan kerajaanku memakai Rune Magic yang paling kuat itu.

"Emery... Sebaiknya kamu gak memakai kekuatan suaramu... Aku tahu kamu akan lenyap dari dunia ini kalau kamu memakainya. Karena sebenarnya... Aku adalah wujud naga yang berada ditubuhmu selama ini! Tanpa setengah wujud monstermu, Kamu bisa mati hanya dengan memakai 1 kekuatan yang kuatmu!" Jelas Sheffy.

"Ta-tapi... Kenapa kamu tidak bilang sejak dulu?" Tanyaku.

"Karena sebenarnya... Selama ini, aku senang bersamamu... Aku senang kita bisa menjadi teman baik..." Jawabnya sambil menangis.

"Sebenarnya, wujud nagamu telah hilang beberapa perang yang lalu. Aku datang untuk menggantikannya. Tapi aku tidak bisa tahan lama berada ditubuhmu. Jadi aku keluar. Tapi aku tidak bisa kembali ke wujud manusiaku lagi untuk beberapa saat dan akhirnya aku bersama Garnet. Lalu, akupun bisa berubah kembali ke wujud manusiaku. Tapi... Aku sudah mengenalmu dan itu membuatku tidak mau kembali lagi..." Jelasnya lagi. Ternyata selama ini dia yang sudah menggantikan wujud nagaku?! Pantas saja terkadang kekuatanku terasa berbeda...

"Jadi... Daripada kau yang harus mati, lebih baik aku yang tidak akan kembali lagi bertemu kalian semua... Arigatou Emery, untuk semuanya dan Sayounara..." Ucap Sheffy. Diapun menghilang dan kembali ke tubuhku sepertinya...

Akhirnya, aku sendiri yang harus mengalahkan semua monster itu. Kali ini, semua monster terkalahkan dengan sangat mudah dan akhirnya aku mendapatkan Rune Magic yang terkuat itu.

Akupun kembali ke Fenith Island. Saat aku berjalan ke pantai, ternyata teman-temanku, Garnet, Cherry, Dash, Kaz, Prase, Daelyn, Karien, Sakura, Ringo, Yuki dan lain ada disana (Eaa... My OC and my sister's OC. XD).

"Katanya kerajaan kamu diserang Ethelbert, ya?" Tanya Garnet.

"Iya. Tapi, apa yang kalian lakukan disini?" Tanyaku.

"Emery, kita "Norad's Guardians", ingat, kan? Memang kita yang buat julukan itu. Tapi kita memang gak mau tempat tinggal kita sendiri apa-apa, kan?" Jawab Cherry.

"Ditambah, kita semua harus peduli semua wilayah yang ada di Norad!" Tambah Dash. Dia terlihat sangat bersemangat. (Wajar... Shota.. /plak. Dash: Siapa bilang aku shota?!. Author: Aku yang berkuasa disini, bro! Kamu memang kayak shota...)

"Lagian, 1 wilayah diserang bisa ngebuat wilayah lain diserang juga..." Kata Garnet.

"Jadi.. Ini rencananya!" Kata Cherry sambil membuka sebuah kertas berisi peta kerajaanku. Wahh... Anak kecil bikin yang seperti itu?! Genius sekali...

"Whoa... Cherry.. Kamu udah punya rencana?!" Tanya Dash yang juga terkejut.

"Iya! Sebelum kerajaan itu habis, kita harus cepat-cepat punya rencana!" Jawabnya penuh semangat.

"Jadi, aku akan jadi diposisi healer..." Kata Cherry.

"Memang matra healing kamu sekuat apa?" Potong Kaz yang juga sedikit nyindir.

"Sekuat... Gunung berapi yang meletus! Sekarang jangan motong pembicaraan dulu!" Jawab Cherry dengan kesal.

"Ok... Jadi, Emery kau akan melepaskan mantra yang ngeblokir jalan kita. Terus..."

10 menit kemudian...

"Yap! Semua mengerti?!" Tanya Cherry.

"Siap!" Seru semuanya. Kecuali kakaknya itu. (Dash: Ohh.. Lagi-lagi aku dijadiin orang bodo, ya...?)

"Tunggu! Aku harus ngalahin sekelompok Giant Wooly yang ngehalangin jalan menuju Ethelbert?! AKU SENDIRI?!" Tanya Dash yang terlihat... Shock?

"Iya, kak... Kamu harus melakukannya!" Jawab Cherry yang terlihat seperti tukang-ngatur-orang.. XD

"Kenapa gak Garnet aja?!" Komplainnya. XD

"Karena Garnet ikut nyerang Ethelbert nanti. Terus, lagian kamu Earthmate, kak... Kakak bisa jinakin monster..." Jawabnya.

"Tapi aku gak bisa kayak Garnet! Dia udah LUAR biasa dari aku!" Kata Dash lagi. Adik-kakak sering berantem... -_-"

"Tenang aja, kak! Aku bisa healing kakak... Ok! Semua! Ayo kita mulai!" Seru Cherry. Mereka semua pun teleport ke kerajaannya Emery. (Jujur.. Aku lupa namanya apa?! Padahal aku ngarang sendiri.. T^T)

Kita semuapun sampai dikerajaanku. Akupun melepaskan mantra yang memblokir kerajaanku dan kelihatannya... Kerajaanku sudah 1/4 hancur.

"Ok! Semuanya! Laksanakan!" Seru Cherry. Mereka semuapun pergi berpencar. Seperti apa yang direncanakan Cherry, aku harus menghadapi Ethelbert secara langsung. Jadi aku pergi ke tempat dimana Ethelbert berada sekarang. Semua monster yang ada di sini terlihat sudah jinak. Mungkin Garnet sudah menjinakan semuanya sekaligus. Sebenarnya, aku merasa seperti ketakutan menghadapi Ethelbert. Tapi, karena Sheffy sekarang menjadi bagian dariku. Aku merasa lebih baik...

"Emery... Kamu pasti bisa! Pasti, pasti, pasti BISA!" Sheffy sepertinya menyemangatiku. Aku bisa mendengar suaranya dipikiranku...

Sekitar beberapa menit kemudian, akupun bertemu Ethelbert.

"Ohh.. Lihat siapa yang datang... Ternyata Putri yang memimpi kerajaan ini ingin menandingiku..." Katanya yang seperti orang sombong itu.

"Kenapa kau ingin menghancurkan tempat ini?!" Tanyaku dengan sangat kesal.

"Kerajaan ini memiliki sumber Rune Magic yang sangat kuat!" Jawabnya dengan wajah jahat yang memuakan! (Hahaha... =D). Akupun mulai menyerangnya dengan Nature Dual Sword.

(Emery's POV ends. Sheffy's POV starts)

Tanpa disadari, aku terpisah kembali dari Emery. Tapi kenapa?! Ini tidak mungkin! Aku bisa melihat Emery udah mulai kesal. Dia bisa tidak sengaja memakai kekuatan suara.. :(

"Emery! Jangan teriak!" Teriakku. Tapi Emery tidak mendengarkan.

"AHHHHH! BERANI KAMU MENGHANCURKAN KERAJAAN!" Teriaknya. Diapun mulai bercahaya... Jangan sampai... Dia...

Saat itupun, Ethelbert menghilang dan terjadi ledakan yang dahsyat! Saat aku melihat sekeliling...

"Emery?!" Aku melihat Emery berubah kembali menjadi wujud naga aslinya! Aku tidak mimpi, kan?!

"Sudah selesai..." Gumamnya.

"Emery?! Kamu tidak apa-apa?!" Tanyaku.

"Eh?! Sejak kapan kamu keluar dari tubuhku?!" Tanyanya lagi.

"Saat kau perang dengan Ethelbert..." Jawabku.

"Hah?!" Diapun kaget mendengarnya.

"Be-berarti... Wujud nagaku.. Kembali lagi?!" Katanya.

"Aku rasa... Iya!" Jawabku dengan senyuman.

"Emery! Kamu berhasil!" Teriak Cherry.

"Wow... Kamu bisa?! Hebat amat..." Kata Kaz memakai muka bingung yang seperti orang.. Hmm... Tidak pinter sekali? Biar lebih sopan dikit... (Kalian tau, kan, Maksud dia apa?).

"Oi! Karena besok ulang tahun, Kiel... Kita hajar dia habis-habisan!" Usul Garnet yang memang seneng buat orang lain sengsara. XD

"Ohh... Boleh juga tuh! Aku ikut!" Kata Kaz.

"Ok! Besok kita ngerjain dia habis-habisan..." Jawab Garnet. Aku aja lupa ulang tahun Kiel besok... Tapi.. Sebuah hadiah Chocolate Cake sudah cukup kali untuk seorang kutu buku yang naif. Hehehe...

Akhirnya, kitapun pulang ke rumah masing-masing. Tapi... Sesampainya aku dan Emery ke Selphia...

"Berita ter-DAHSYAT!" Teriak Doug.

"Maksud kamu?" Tanyaku.

"Si Prince Gaul udah GF-BF sama Prase!" Jawabnya dengan volumr yang sangat kencang. Ouch...

"Eh?!" Akupun terkejut mendengarnya. Lalu, aku melihat Emery.. Seperti orang yang perasaannya tiba-tiba pecah atau apa ya? Hmm... Gimana ya, deskripsi yang benernya...

"Emery? Kamu gak apa-apa?" Tanyaku sambil melihat mukanya. Diapun seperti... Kelihatan kecewa?! Karena... You know... Dia kan suka sama Lest...

"Doug, kamu tau dari mana?" Tanyaku.

"Dari Garnet yang tau dari Kiel yang tau dari Frey yang tau dari Cherry yang tau dari apa yang dia liat.." Jawabnya sambil memakai Cherry's talking style lagi... -_-" (lagi trend, ya?!). Emery pun pergi tidak tahu kemana. Mungkin... Dia pulang?

"Hahaha... Patah hati dia... Oh iya! Sheffy! Mau ikut ngerjain Kiel?" Tanya Doug.

"Hmm... Tidak usah..." Jawabku. Aku tidak mau nyusahin Kiel tentunya.

"Ok, kalau begitu..." Katanya. Diapun pergi juga. Gara-gara ngomongin tentang Kiel, aku jadi ingin tahu sedang apa dia sekarang?

Karena penasaran, aku pergi saja ke rumahnya. Saat sampai didepan rumahnya...

"Eaa... Rasain itu Lest!" Kata Kaz dari depan pintu rumah Kiel & Forte.

"Kamu ngapain?!" Tanyaku.

"Ohh.. Hey Sheffy! Nggak... Cuma ngegangguin Lest..." Jawabnya dan diapun kabur... -_-"

Lalu, Lest keluar rumah untuk... Kayaknya ngehajar Kaz.

"SIAPA BILANG GUE SUKA FORTE, HUH?! TERUS GUE HAJAR LO KARENA UDAH NYEBARIN BERITA GAK BENER!" Teriaknya. Mukanya memperlihatkan kalau dia marah besar... Wow...

"Makanya tong loba omong coba!" Jawabnya dari kejauhan. (Whoa... Dia pake bahasa Sunda... O_o).

"Ada apa, Lest?" Tanyaku.

"Gitu pokoknya!" Jawabnya dengan kesal. Lest pun kembali lagi ke dalam rumah Kiel dan Forte. Lalu Kiel keluar rumah...

"Sebenernya Lest itu marah gara-gara Kaz nyebarin berita kalo Lest punya 2 GF..." Katanya memberi tahu.

"Ohh.. Jail banget dia..." Kataku.

"Kiel, aku pergi dulu, ya! Sayounara!" Kataku sambil berlari ke rumahku.

"Sayounara!" Jawabnya.

Ok... Hari ini memang aku bisa bertemu teman-teman dari Kardia sampai Selphia. Tapi.. Apa jadinya ya besok? Semoga baik-baik saja... Terutama untuk Kiel...

~ To be Continued ~

Cherry: Gak seru! Tambahin lagi dong! Masa yang Chapter 1, 4k kata kalau yang ini cuma 2k?!

Kaz: Ada lanjutkannya, Cherry...

Cherry: Tetep gak seru!

Kaz: Udah lah... Keep reading, ok? KEEP READING!